Anda di halaman 1dari 12

REKAYASA IDE

“INDEKS-3 PELANGI GABUNGAN GRAF BINTANG(Sn) DAN GRAF


TRIVIAL(K1)”

DOSEN PENGAMPU :

Dinda Kartika, S.Pd., M.Si.

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK Ia

Amar Sinaga 4183230021

Aurelia Anandara 4183530010

KELAS : PROGRAM STUDI MATEMATIKA B 2018

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kepada Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan segala nikmat dan
karunia-Nya kepada kita, sehingga disini kami dapat menyelesaikan salah satu tugas KKNI yaitu
Rekaya Ide pada mata kuliah Teori Graf.

Dan penulis bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana penulis didalam
melaksanakan tugas kelompok ini diberi kemampuan untuk menyelesaikan tugas ini. Penulis
menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis juga sangat
mengharapkan kepada para pembaca agar memberikan saran atau kritik yang konstruktif kepada
penulis makalah ini, demi kesempurnaan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen untuk masa yang
akan datang.

Akhir kata, penulis hanya mampu untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penulisan masalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, Mei 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................1

A. Latar Belakang..............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................................1
C. Tujuan...........................................................................................................................1

BAB II ALTERNATIF METODE YANG SUDAH ADA..................................................2

BAB III PEMBAHASAN.......................................................................................................3

BAB VI PENUTUP...............................................................................................................10

A. Kesimpulan.................................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teori Graph merupakan cabang ilmu matematika diskrit. Definisi dari teori graf sedniri
merupakan suatu diagram yang memuat titik-titik, yang disebut simpul, dan garis yang
menghubungkan simpul-simpul disebut sisi. Setiap sisi menghubungkan tepat dua simpul,
dan setiap simpul dapat memiliki banyak sisi yang menghubungkan dengan simpul yang
lainnya. Teori Graph juga dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan, seperti Graph
Coloring.

Graph adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu jika diinterpretasikan secara
tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, graph digunakan untuk menggambarkan berbagai
macam struktur yang ada. Seperti yang sudah disebutkan diatas salah satunya adalah
pewarnaan graf. Ada tiga macam pewarnaan graf, yaitu pewarnaan simpul, pewarnaan sisi,
dan pewarnaan wilayah (region). Di dalam makalah Rekayasa Ide ini kami akan mencoba
menjelaskan keterhubungan pelangi pada sisi yang didefinisikan sebagai pewarnaan sisi
pada graf G jika setiap titik pada graf G dihubungkan oleh lintasan yang memiliki sisi-sisi
dengan warna yang berbeda.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Melatih mahasiswa berpikir kritis.
2. Mempelajari materi Teori Graf lebih dalam yaitu mengenai Indeks 3 Pelangi pada Graf
3. Mengetahui cara pembuatan terhubung pelangi pada sisi pada graf

C. TUJUAN
1. Untuk membuat mahasiswa berpikir kritis
2. Untuk Mempelajari materi Teori Graf lebih dalam yaitu mengenai Indeks 3 Pelangi pada
Graf
3. Untuk Mengetahui cara pembuatan terhubung pelangi pada sisi pada graf

1
BAB II

ALTERNATIF METODE YANG SUDAH ADA

Graf G adalah pasangan himpunan (V,E) dengan V adalah himpunan tidak kosong dari
obyek-obyek yang disebut sebagai titik dan E adalah himpunan pasangan tak berurutan dari titik-
titik berbeda di V yang disebut sebagai sisi. Himpunan titik di G dinotasikan dengan V(G) dan
himpunan sisi dinotasikan dengan E(G) (Chartrand dan Lesniak,1986:4). Dimana pewarnaan
Graf G terbagi menjadi pemetaan warna-warna pada titik dan sisi yang terhubung mempunyai
warna yang berbeda. Pada teori konsep pewarnaan terdapat 2 jenis Rainbow Connection dimana
yang pertama adalah pelangi sisi terhubung yang didefinisikan dengan sebagai pewarnaan sisi
graf G dihubungkan oleh lintasan yang memiliki sisi dengan warna yang berbeda. Dan yang
kedua pelangi titik terhubung didefinisikan sebagai perwakilan titik pada graf G jika setiap titik
pada graf G dihubungkan oleh lintasan memiliki titik-titik interior yang berbeda.

Definisi. Graf Bintang merupakan graf berpartisi lengkap yang berbentuk Sn dengan n ≥ 3.

Graf bintang K1,n adalah graf dengan n+1 titik, dengan satu titik berderajat n, yang dinamakan
titik pusat, dan n titik berderajat satu, yang dinamakan daun.

Jarak adalah salah satu konsep sederhana dari teori Graf. Jika G adalah sebuah Graf
terhubung dan u,v ∈V(G), dan jarak d(u,v) diantara u dan v panjangnya adalah lintasan terpendek
yang menghubungkan u dan v. Jika v adalah sebuah titik dari Graf terhubung G, lalu keanehan
e(v) dari (v) didefinisikan oleh e(v)=max{d(u,v)|u∈V(G)}. Selanjutnya, radius rad(G) dan
diameter diam(G) dari G didefinisikan oleh rad(G) = min{e(v)|v∈V(G)} dan diam(G) =
max{e(v)|v∈V(G)}. Dua konsep terakhir berkaitan dengan ketidaksamaan rad(G)
≤ diam ( G ) ≤ 2 rad ( G ) . Pusat C(G) dari sebuah Graf G terhubung adalah subgraf diinduksi oleh
titik u dari G dengan e(u) = rad(G) (Goddard dan Oellermann).

Dalam tulisannya yang pertama mengenai bilangan terhubung pelangi, (Chartrand et al.,
2008) menunjukkan bilangan terhubung pelangi dari graf 𝐺 adalah 𝑚 jika dan hanya jika 𝐺

2
adalah pohon berukuran 𝑚. Mereka juga menunjukkan bilangan pelangi dari graf cycle, roda,
dan graf multipartit lengkap.

BAB III

PEMBAHASAN

Lemma 1. Untuk setiap Graf G terhubung berorde n ≥ 3 dan setiap bilangan bulat k dengan
3 ≤ k ≤n ,
r x k ( G ) ≥ sdia m k ( G ) ≥ k−1.

Indeks-3 Pelangi pada graf Sn + K1

Misalkan n suatu bilangan positif dengan n ≥ 3. Misalkan graf bintang (Sn) berorde n + 1
dengan titik pusat U dan titik Vi untuk setiap i € [1,n]. Graf Skn dengan n + 2 titik dan 2n + 1 sisi
merupakan graf yang dibentuk dari penjumlahan graf bintang(Sn) dan graf trivial(K1) dengan
V(Skn) = {u} U {vi|i € [1,n]} U {w} dan E(Skn) = {uw} U {uvi| i € [1,n]} U {viw| i € [1,n]}.

Teorema 1. Misalkan n suatu bilangan positif n ≥ 3 dan Sk n dengan n + 2 titik. Indeks-3 pelangi
dari graf Skn adalah

rx 3(Skn) = 3 jika n=3 atau n=4

4 jika 5 ≤ n ≤ 9

5 jika 10 ≤ n ≤16

Bukti.

Pembuktian Teorema 1 dibagi menjadi tiga kasus.

Kasus 1. n=3 atau n =4

i. Akan ditunjukkan rx3(Skn) ≥ 3. Dapat diperiksa bahwa sdiam 3(Sk3) = 3, karena itu dengan
menggunakan Lemma 1 didapat rx3(Skn) ≥ 3.
ii. Akan ditunjukkan rx3(Skn) ≤ 3. Definiskan pewarnaan-3, c : E(Skn)→[1, 3] sebagai
berikut.
c(e) = 1, jika e € {uv1, uv3, wv1, wv2}

3
2, jika e € {uv2, uv4, wv3, wv4}

3, jika e(uw)

Dapat diperiksa untuk setiap tiga titik x, y, z di V(Sk n), terdapat pohon-3 pelangi seperti pada
tabel 1

x y z Keterangan(i, j € [1, n]) Pohon pelangi


u vi vj |i-j|=1 uvi, uvj
w vi vj |i-j|=2 viw, vj
u vi w 1<i<n uvi, viw, uw

Tabel 1

Ini Graf dari Kasus 1

1 2
2 1

V1 V2 V4
3 V3

1 2
1 2

Kasus 2. 5≤ n ≤ 9

i. Pertama akan ditunjukkan rx3(Skn) ≥ 4. Asumsikan rx3(Skn) ≤ 3. Misalkan c’ adalah


pewarnaan-3 pelangi pada graf Skn. Tanpa mengurangi keumuman, asumsikan c’(uw) =
1. Kemudian dipertimbangkan w, v 1, v4.. Karena d(w, v1, v4.) = 3 dan terdapat hanya
pohon (w, v1, v4.) dengan 3 sisi yaitu uw U uv 1 U uv4 , sehingga c’(uv1) = 2 dan
c’(uv4)=3. Selanjutnya dipertimbangkan uw, uv1, uv7. Karena d(uw, uv1, uv7)=3 dan

4
terdapat hanya pohon (uw, uv1, uv7) dengan 3 sisi yaitu uw U uv 1 U uv7, sehingga c’(uv7)
= 3. Kemudian dipertimbangkan uv1 ,uv4, uv7. Karena d(uv1, uv4, uv7)=3 dan terdapat
hanya pohon (uv1, uv4, uv7) dengan 3 sisi yaitu uv1 U uv4 U uv7, perhatikan bahwa |i-j|>2
terdapat pohon (u, vi, vj) sehingga tidak ada pohon pelangi (uv1, uv4, uv7) . Maka didiapat
konradiksi, karena itu diperoleh rx3(Skn) ≥ 4.
ii. Kemudian akan ditunjukkan rx3(Skn) ≤ 4. Untuk n ≥ 9, definisikan pewarnaan-4 c :
E(Skn)→[1, 4] sebagai berikut.

c(e) = 1, jika e € {uv1, uv2, uv3, wv1, wv4, wv7}

2, jika e € {uv4, uv5, uv6, wv2, wv5, wv8}

3, jika e € {uv7, uv8, uv9, wv3, wv6, wv9}

4, jika e(uw)

Dapat diperiksa untuk setiap tiga titik x, y, z di V(Sk n), terdapat pohon-3 pelangi seperti
pada tabel 2

x y z Keterangan(i, j € [1, n]) Pohon pelangi


u vi vj |i-j|>2 uvi, uvj
w vi vj i mod* 3 ≠ j mod* 3 viw, vj
u vi w 1<i<n/2 & n/2<i<n uvi, viw, uw

Tabel 2

Ini Graf dari Kasus 2

2 3
1 2 2 3 3
1 1
V6 V7 V9
V1 V2 V3 V4 V5 4 V8
2 3 1 2 1 2
1 3
3
5
W

Kasus 3. 10 ≤ n ≤16

i. Akan ditunjukkan rx3(Skn) ≥ 5. . Asumsikan rx3(Skn) ≤ 3. Misalkan c’ adalah pewarnaan-


3 pelangi pada graf Skn. Tanpa mengurangi keumuman, asumsikan c’(uv1) = 1 dan
c’(uw)=2. Kemudian dipertimbangkan v1, v4, v7.. Karena d(v1, v4, v7) = 3 dan terdapat
hanya pohon (v1, v4, v7) dengan 3 sisi yaitu uv1 U uv4 U uv7., sehingga c’(uv4) = 3 dan
c’(uv7)=4. Selanjutnya dipertimbangkan v1, v4, v10.. Karena d(v1, v4, v10)=3 dan terdapat
hanya pohon (v1, v4, v10) dengan 3 sisi yaitu uv1 U uv4 U uv10, sehingga c’(uv10) = 3.
Kemudian dipertimbangkan uv4 ,uv7, uv10. Karena d(uv1, uv4, uv7)=3 dan terdapat hanya
pohon (uv4, uv7, uv10) dengan 3 sisi yaitu uv4 U uv7 U uv10, perhatikan bahwa |i-j|>3
terdapat pohon (u, vi, vj) sehingga tidak ada pohon pelangi (uv4, uv7, uv10) . Maka didiapat
konradiksi, karena itu diperoleh rx3(Skn) ≥ 5.
ii. Kemudian akan ditunjukkan rx3(Skn) ≤ 5. Untuk n ≥ 16, definisikan pewarnaan-5 c :
E(Skn)→[1, 5] sebagai berikut.
c(e) = 1, jika e € {uv1, uv2, uv3, uv4, wv1, wv5, wv9, wv13}

2, jika e € {uv5, uv6, uv7, uv8, wv2, wv6, wv10, wv14}

3, jika e € {uv9, uv10, uv11, uv12, wv3, wv7, wv11, wv15}

4, jika e € {uv13, uv14, uv15, uv16, wv4, wv8, wv12, wv16}

5, jika e(uw)

Dapat diperiksa untuk setiap tiga titik x, y, z di V(Sk n), terdapat pohon-3 pelangi seperti pada
tabel 3

x y z Keterangan(i, j € [1, n]) Pohon pelangi


u vi vj |i-j|>3 uvi, uvj

6
w vi vj i mod* 4 ≠ j mod* 4 viw, vj
u vi w 1<i<n/3 & n/3<i<n uvi, viw, uw

Tabel 3

Ini Graf dari Kasus 3

1 3 3 4
2 2 2 3 3 4
1 1 1 2 4 4
V5 V6 V7 V8 V9 V10 V11 V14 V15 V16
V1 V2 V3 V4 5 V12 V13
3 3
2 3 4 1 2 3 1 4 1 2
4 2 4

7
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Definisi. Graf Bintang merupakan graf berpartisi lengkap yang berbentuk Sn dengan n ≥ 3.
Graf bintang K1,n adalah graf dengan n+1 titik, dengan satu titik berderajat n, yang
dinamakan titik pusat, dan n titik berderajat satu, yang dinamakan daun.

Lemma 1. Untuk setiap Graf G terhubung berorde n ≥ 3 dan setiap bilangan bulat k dengan
3 ≤ k ≤n ,
r x k ( G ) ≥ sdia m k ( G ) ≥ k−1

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa. Bilangan terhubung pelangi pada
beberapa graf tersebut dapat ditentukan dengan menetapkan nilai diameter dari graf-graf
tersebut. Selanjutnya menerapkan pewarnaan pelangi dari masing-masing graf.

Teorema 1. Misalkan n suatu bilangan positif n ≥ 3 dan Sk n dengan n + 2 titik. Indeks-3


pelangi dari graf Skn adalah

rx 3 (Skn) = 3 jika n=3 atau n=4

4 jika 5 ≤ n ≤ 9

5 jika 10 ≤ n ≤16

8
DAFTAR PUSTAKA

Chen L, Li X L, Yang K and Zhao Y.2015.The 3-rainbow index of a graphs Graph


Theory.Halaman: 3581–94.

Kartika,D.Salman,A.N.M.2019.The 3-rainbow index of some graphs that constructed by joining


a graph with a trivial graph.Mathematics and Natural Sciences. Halaman:1-6.

Kumala, Irvania Sukma. 2019. BILANGAN TERHUBUNG PELANGI GRAF BUNGA DAN
GRAF LEMON. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4(1):39-48.