Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JOURNAL REVIEW

BAHASA INDONESIA

DOSEN PENGAMPU :
Diah Eka Sari, S.Pd., M.Pd

DISUSUN OLEH :
AMAR SINAGA 4183230021
KURNIADI 4181230015
ROSALIA RUSLINE S 4183530014

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kepada Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan segala nikmat dan
karunia-Nya kepada kita, sehingga disini saya dapat mengerjakan salah satu dari 6 tugas
KKNI yang berjudul “Critical Journal Review” mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dan penulis bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana penulis didalam
melaksanakan tugas kelompok ini diberi kemampuan untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu, penulis juga sangat mengharapkan kepada para pembaca agar memberikan saran atau
kritik yang konstruktif kepada penulis makalah ini, demi kesempurnaan tugas-tugas yang
diberikan oleh dosen untuk masa yang akan datang.
Akhir kata, penulis hanya mampu untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penulisan masalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 19 Maret 2020

Kelompok 9
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………….

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………

BAB I PENGANTAR ……………………………………………………………………

BAB II RINGKASAN ARTIKEL ……………………………………………………….

BAB III KEUNGGULAN PENELITIAN


Kegayutan antar Elemen ………………………………………………………………
Original Temuan ……………………………………………………………………...
Kemutakhiran Masalah ……………………………………………………………….
Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian ………………………………………………….

BAB IV KELEMAHAN ARTIKEL/HASIL PENELITIAN


Kegayutan antar Elemen …………………………………………………………….
Original Temuan …………………………………………………………………….
Kemutakhiran Masalah ……………………………………………………………...
Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian ………………………………………………..

BAB V IMPLIKASI
Teori …………………………………………………………………………………
Program pembangunan di Indonesia ………………………………………………..
Pembahasan dan Analisis ……………………………………………………………

BAB VI PENUTUP
Kesimpulan ………………………………………………………………………
Saran ……………………………………………………………………………..

REFERENSI ……………………………………………………………………………
BAB I
PENGANTAR

1. Latar Belakang
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai
peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya
merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru/fasilitator dalam setiap kegiatan
pembelajaran. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan
media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam
proses belajar mengajar.
Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai
alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari
media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu
terjadi jika setiap guru/fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai
media pembelajaran.
Dalam makalah ini berisi dua artikel yang mambahas fungsi dan manfaat media
pembelajaran sebagai peningkatan prestasi akademik pada bidang bahasa Indonesia.

2. Rumusan masalah
 Bagaimana pengaruh media pembelajaran dalam bahasa Indonesia?
 Bagaimana pengembangan media pembelajaran dalam bahasa Indonesia?

3. Tujuan
 Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran dalam bahasa Indonesia.
 Untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran dalam bahasa Indonesia.
BAB II
RINGKASAN ISI

Nama Jurnal : Kode Jurnal Bahasa


Volume : 8 Nomor 2
Tahun Terbit : 2019
Edisi :-
Jumlah Artikel : 2

Artikel Pertama :Kemampuan Menyimak Berita Dengan Model Pembelajaran Scramble Pada
Siswa Kelas VIII Smp Negeri 1 Sitiotio Tahun Pelajaran 2018/2019
Ringkasan :
 Pendahuluan
Keterampilan bahasa meliputi empat jenis yaitu keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai keterampilan yang lain.
Menyimak termasuk salah satu materi yang tercantum dalam kurikulum Sekolah
Menengah Pertama, yang telah dijabarkan dalam standar kompetensi dasar dan juga
indikator. Pada pembelajaran yang terdapat dalam bidang studi Bahasa Indonesia pada
siswa SMP Kelas VIII salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, yaitu
menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan non berita). Hal
ini terdapat dalam K13 dengan Kompetensi Dasar 4.1 menyimpulkan isi berita yang
dibacakan dan didengar. Indikator mampu menulis kembali atau meringkas teks berita
yang dibaca dan didengarkan.
Dari pengalaman penulis ketika mengadakan Program Pengalama Lapangan
(PPL), menyimak teks berita termasuk kedalam pembelajaran yang kurang
memuaskan hasilnya dalam arti siswa masih kurang mampu mangungkapkan
pendapatnya tentang isi dalam berita. Saat melakukan observasi dan melakukan
wawancara dengan guru bahasa Indonesian disekolah yang akan diteliti, ternyata guru
mengaku bahwa siswa sulit belajar khususnya saat materi menyimak berita. Dalam
kegiatan proses pembelajaran terdapat beberapa komponen yang mempengaruhinya
diantaranya guru, siswa, sarana, alat dan media yang tersedia, serta faktor lingkungan.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin meneliti pengaruh model
pembelajaran scramble terhadap permasalahan seperti diatas yaitu dalam menyimak
berita dengan mengangkat judul, “ Kemampuan Menyimak Berita Dengan Model
Pembelajaran Scramble Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio”.

 Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen dengan model two-group pre-test post test design. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui kemampuan menyimak berita dengan model pembelajaran scramble
pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio.

 Hasil dan Pembahasan


Hasil Penelitian
1. Kemampuan Menyimak Berita Sebelum Menggunakan Model Pembelajaran
Scramble (Pre-Test)
Berdasarkan nilai kemampuan menyimak berita sebelum menggunakan
model pembelajaran scramble diperoleh nilai terendah 50 dan nilai tertinggi
adalah 80. Hasil pre-test menyimak berita, tidak ada siswa dalam kategori
sangat baik, kategori baik sebanyak 9 siswa atau sebesar 34,61%, kategori
cukup sebanyak 6 siswa atau sebesar 23.07%, kategori kurang 8 siswa atau
sebesar 30.76%, dan kategori sangat kurang ada 3 siswa atau sebesar 11,53%.
Total kemampuan menyimak berita sebelum mengunakan model pembelajaran
Scramble yaitu 1730 dan nilai rata- rata siswa adalah 66,54 sehingga termasuk
dalam kategori cukup.

2. Kemampuan Menyimak Berita Setelah Menggunakan Model Pembelajaran


Scramble (Post-Test)
Berdasarkan nilai kemampuan menyimak berita setelah menggunakan
model pembelajaran scramble diperoleh nilai terendah 66dan nilai tertinggi
adalah 90. Hasil post test kemampuan menyimak berita siswa dalam kategori
sangat baik sebanyak 8 siswa atau sebesar 30,76%, kategori baik sebanyak 12
siswa atau sebesar 46,15%, kategori cukup sebanyak 6 siswa atau sebesar
23.07%, kategori kurang dan sangat kurang tidak ada siswa. Total kemampuan
menyimak berita setelah mengunakan model pembelajaran scramble yaitu
2080 dan nilai rata- rata siswa adalah 80,00 sehingga termasuk dalam kategori
baik.
3. Pengaruh Menggunakan Model Pembelajaran Scramble Terhadap Kemampuan
Menyimak Berita
Berdasarkan hasil uji normalitas data kemampuan menyimak berita
sebelum penggunaan model pembelajaran scramble nilai t hitung > t table
yakni 1,78 > 1,71. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini
membuktikan bahwa penggunaan media audiovisual berpengaruh positif dan
efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa.

Pembahasan Penelitian
1. Kemampuan Menyimak Berita Sebelum Menggunakan Model Pembelajaran
Scramble (Pre-Test)
Total nilai kemampuan menyimak berita sebelum menggunakan model
scramble adalah 1730 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi adalah 80.
Berdasarkan indikator penilaian menyimak berita siswa yang telah dibahas
sebelumnya, hasil belajar menyimak berita siswa sebelum menggunakan
model pembelajaran scramble berada dalam kategori cukup. Nilai rata-rata
siswa sebesar 66,55 dan standar deviasi sebesar 1,88. Kemampuan ini berada
di bawah KKM (Kriteria Ketutantasan Minimal) yang sudah ditetapkan SMP
Negeri 1 Sitiotio dalam menyimakberita yaitu 75.
Melihat hasil temuan tersebut, hasil yang diperoleh bukan hasil yang
diharapkan. Karena tahap sebelum penerapan kemampuan menyimak berita
siswa dengan model pembelajaran scramble hanya dengan menuliskan apa
yang mereka tahu tanpa diberikan arahan yang membuat mereka dapat
menyimak berita secara sistematis sesuai unsur-unsur berita dan isi berita.

2. Kemampuan Menyimak Berita Setelah Menggunakan Model Pembelajaran


Scramble (Post-Test)
Total nilai kemampuan menyimak berita sesudah menggunakan model
scramble adalah 2080 dengan nilai terendah 66dan nilai tertinggi adalah 90.
Berdasarkan indikator penilaian menyimak berita siswa yang telah dibahas
sebelumnya, hasil belajar menyimak berita siswa setelah menggunakan model
pembelajaran scramble berada dalam kategori baik. Nilai rata-rata siswa
sebesar 80,00 dan standar deviasi sebesar 7,78. Kemampuan ini memenuhi
KKM (Kriteria Ketutantasan Minimal) yang sudah ditetapkan SMP Negeri 1
Sitiotio dalam menyimak berita yaitu 75. Setelah menggunakan model
pembelajaran scramble diperoleh peningkatan kemampuan siswa dalam
menyimak berita.

3. Hasil Uji Persyaratan Analisis Data


Berdasarkan uraian di atas, dapat dilihat sebuah hasil yang signifikan.
Pembelajaran menyimak berita dengan penggunaan model pembelajaran
scrambleberpengaruh positif terhadap kemampuan menyimak berita.
Penggunaan model pembelajaran scramble dapat dijadikan alternatif
pembelajaran bagi guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi
siswa serta dapat mengajak siswa untuk berfikir kritis sehingga dapat
mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran scramblememiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menyimak berita oleh
siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio Tahun Pelajaran 2018/2019.

 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian, maka ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
1. Perolehan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio
Tahun pelajaran 2018/2019 dalam dalam menyimak berita sebelum mendapat
perlakuan (model scramble ) adalah 66.54 dan termasuk dalam kategori cukup.
2. Perolehan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio
Tahun pelajaran 2018/2019 sesudah mendapat perlakuan (model scramble)
adalah 80,00 dan termasuk dalam kategori baik.
3. Kemampuan menyimak berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio
menggunakan model scramble lebih baik dibandingkan dengan kemampuan
menyimak berita siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sitiotio sebelum
menggunakan model scramble tahun pelajaran 2018/2019. Terbukti dengan
nilai rata-rata kemampaun menyimak berita sebelum menggunakan scramble
66,54 dan kemampuan menyimak berita setelah menggunakan model scramble
80,00.
Artikel Kedua : Penerapan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Di Kelas
Multi-Level BIPA
Ringkasan :
 Pendahuluan
Permasalahan utama dalam pembelajaran di Kelas Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya adalah perbedaan penguasaan
kemampuan berbahasa indonesia antarindividu mahasiswa. Perbedaan tingkat
kemampuan tersebut lebih dikenal dengan sebutan “Multi-level Classroom” atau Kelas
Multi-level. Hal ini yang seringkali menghambat kemajuan hasil belajar, dimana
mahasiswa dengan level pemula merasakan ketertinggalan dalam mengikuti laju
pembelajaran, sedangkan mahasiswa dengan tingkat mahir merasa terhambat dan
akhirnya menjadi bosan jika menyesuaikan dengan level di bawahnya. Hal ini menjadi
tantangan utama di kelas Multi-level.
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang bisa dimanfaatkan
sebagai sarana belajar di kelas multi-level BIPA. Media yang diterapkan oleh
pengajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pebelajar
dalam belajar. Salah satu media pembelajaran yang sering dipakai karena bersifat
fleksibel dan mampu disesuaikan dengan situasi dan kondisi pebelajar adalah media
gambar.
Media gambar dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan
hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia maya. Agar menjadi efektif,
gambar senaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa berinteraksi
dengan gambar itu untuk meyakinkan terjadinya proses pertukaran informasi. Salah
satu alasan pemilihan media gambar adalah konsep tersebut memiliki fleksibilitas
untuk diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, peneliti tertarik
melakukan penelitian “Penerapan Media Gambar dalam Pembelajaran Menulis
Deskripsi di Kelas Multi-Level BIPA”.

 Kajian Teori
Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan untuk
mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Media adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian sedemikian
rupa sehingga proses belajar terjadi. (Arief S. Sadiman, 2006).
Menurut Kemp dan Dayton sebagaimana yang dikutip oleh Indriana (2011),
media pengajaran memiliki beberapa manfaat. Pertama, penyampaian pesan
pembelajaran dapat lebih mencapai standar. Kedua, pembelajaran bisa menjadi lebih
menarik. Ketiga, pembelajaran menjadi lebih interaktif. Keempat, dengan menerapkan
teori belajar, waktu pelaksanaanpembelajaran dapat dipersingkat. Kelima, kualitas
pembelajaran dapat ditingkatkan. Keenam, proses pembelajaran dapat berlangsung
kapan pun dan dimana pun diperlukan. Ketujuh, sikap positif siswa terhadap materi
pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Kedelapan, peran guru
berubah ke arah yang lebih positif.
Penelitian sebelumnya terkait penerapan media gambar dalam pembelajaran
pernah dilaksanakan oleh Nurhayani dan Mukidi (2013) dengan judul Penggunaan
Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas II
Sekolah Dasar. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan
pembelajaran dengan memanfaatkan media gambar,menganalisis hasil belajar siswa
dalam pelaksanaan pembelajaran menulis deskripsi tentang binatang dengan
memanfaatkan media gambar, dan menjelaskan kendala yang muncul serta cara
mengatasinya dalam pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan media
gambar. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi dan tes. Data yang
terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan media gambar dapat
meningkatkan keterlaksanaan pembelajaran yaitu dari siklus I rata-rata persentase
keterlaksanaan 93,75% dengan nilai ketercapaian 82,65 menjadi rata-rata persentase
keterlaksanaan 100% dengan nilai ketercapaian 94,65 pada siklus II. Peningkatan hasil
belajar siswa secara klasikal terlihat pada siklus I memperoleh persentase 70,40% dan
pada siklus II memperoleh persentase 88,90%.

 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)
di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unesa yang sedang
menempuh Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah instrumen observasi, instrumen tes tulis dan instrumen
dokumentasi.
Langkah-langkah analisis data ditunjukan pada gambar berikut ini:
(1) Data Reduction (Reduksi data)
(2) Data Display (Penyajian data)
(3) Conclusion Drawing atau Verification (Simpulan atau verifikasi)

 Hasil dan Pembahasan


Berdasarkan analisis hasil belajar pada penelitian Penerapan Media Gambar
pada Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Multi-level BIPA, dapat diambil
kesimpulan bahwapersentase Ketuntasan Klasikalyaitu sebesar 100%
sehinggasudahmemenuhitarget penelitian yaitu ≥ 80%. Selanjutnya nilai KKM untuk
mahasiswa BIPA dengan tingkat kemampuan menulis mahiradalah 83.75, sudah
melampaui standar minimal target penelitian yaitu 80. Sedangkan nilai KKM untuk
mahasiswa BIPA dengan tingkat kemampuan menulis menengahadalah 71.25, sudah
melampaui standar minimal target penelitian yaitu 70, dan nilai KKM untuk
mahasiswa BIPA dengan tingkat kemampuan menulis pemulaadalah 67.5, sudah
melampaui standar minimal target penelitian yaitu 60. Oleh karena itu, penelitian
Penerapan Media Gambar pada Pembelajaran Menulis Deskripsi di Kelas Multi-level
BIPA telah memenuhi target penelitian yang sudah ditetapkan.
BAB III
KEUNGGULAN PENELITIAN

 Kegayutan Antar Elemen


Kegayutan antar elemen dari artikel yang sudah dibahas menurut saya, artikel
tersebut memiliki dasar elemen yang benar adanya dan memiliki beberapa teori atau
penjelasan yang dapat di benarkan pada artikel 2, karena memang benar adanya dengan
apa yang di jelaskan pada jurnal tersebut dengan adanya penggunaan media dalam
kegiatan pembelajaran dapat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.

 Orginalitas Temuan
Kita dapat melihat keaslian artikel “Kemampuan Menyimak Berita Dengan Model
Pembelajaran Scramble Pada Siswa Kelas VIII Smp Negeri 1 Sitiotio Tahun Pelajaran
2018/2019 “ dan “Penerapan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Di
Kelas Multi-Level BIPA” dengan beberapa bukti . Salah satunya artikel ini dapat di lihat
dari sumber internet.

 Kemuktahiran Masalah
Pada artikel pertama masalah yang diangkat adalah masalah menyimak yang termasuk
salah satu materi yang tercantum dalam kurikulum Sekolah Menengah Pertama, yang
telah dijabarkan dalam standar kompetensi dasar dan juga indikator.Pada artikel kedua
menyangkut masalah perbedaan penguasaan kemampuan berbahasa indonesia
antarindividu mahasiswa asing yang lebih dikenal Multi-Level.
Setelah saya membaca kedua artikel ini, saya menyimpulkan bahwa sudah cukup
mutakhir karena pembahasan dalam artikel sangat jelas dan kekinian yaitu membahas
tentang permasalahan.

 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian


Kohesi adalah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantik. Pada artikel
pertama dan kedua memiliki keterkaitan dengan isi penelitian yang menyangkut
peningkatan kemampuan dengan media pembelajaran Kohesinya sudah cukup baik dan
materinya cukup singkat. Penulis memaparkan isi sesuai dengan judulnya dan
mengembangkan point-point kecil yang penting untuk dikaji. Materi yang dibahas dalam
artikel mudah dipahami karena penulis langsung menuliskan isi dari permasalahan yang
dituju dan menuliskan langkah-langkah dalam melakuka penelitian.
BAB IV
KELEMAHAN PENELITIAN

 Kegayutan Antar Elemen


Dari elemen yang terdapat di kedua artikel ini kita bisa menemukan
kelemahannya hanya sedikit, dimana elemen-elemen di dalam kedua artikel tersebut
hanya sebagai contoh dan bahan penjelasan dan tidak menjadi bahan penlitian lain seperti
memberikan contoh dalam menghubungkan satu elemen dengan elemen yang lain yang
berkaitan.

 Orginalitas Temuan
Pada segi temuan kita bisa lihat kekurangannya seperti kurangnya contoh dan
terapan dari temuan lain dan tidak ada penjelasan mengenai hubungan dengan temuan
lain.

 Kemuktahiran Masalah
Dari kekurangan masalah yang ada pada jurnal ini, saya rasa tidak banyak
kekurangannya karena jika banyak permasalahan dalam kemutakhiran pada jurnal maka
junal tersebut  tidak baik pada si pembaca maka dari itu penjelasan kemutakhiran masalah
yang ada pada jurnal langsung di berikan pemecahan masalahnya.

 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian


Dari keterkaitan hubungan dan penjelasan gagasan teori yang ada pada jurnal
tersebut hanya sedikit kurang yaitu identitas pada kedua artikel.
BAB V
IMPLIKASI

 Terhadap Teori
Dari segi teori yang ada pada kedau artikel yang dibahas merupakan teori yang
benar dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya, karena terbukti bahwa media
pembelajaran sanagat berpengaruh dalam meningkatakan kemampuan akademik.

 Program Pembangunan di Indonesia


Dari beberapa penjelasan dalam artikel tersebut sangatlah jelas bagus dalam
memberikan pengetahuan yang lebih lagi mengenai peningkatan kemampuan akademik
dengan menggunakan media pembelajaran ,yang berguna untuk pembangunan di
Indonesia kerena sumber daya manusia merupakan hal yang penting dalam perkembangan
di Indonesia.

 Pembahasan dan Analisis


Dalam artikel ini membahas tentang pengaruh media pembeljaran, dimana ada
siswa sulit belajar khususnya saat materi menyimak berita dan penguasaan kemampuan
berbahasa indonesia antarindividu mahasiswa berbeda. Karena menggunakan media
pembelajaran, itu memungkinkan tidak hanya sekedar meniru, mencontoh atau melakukan
apa yang diberikan kepadanya, tetapi bagaimana secara aktif ada upaya untuk berbuat.
Dimana pada mulanya media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu visual
dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai sarana untuk mendorong motivasi belajar,
memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak dan mempertinggi daya serap.
BAB VI
PENUTUP

1. Kesimpulan
Media merupakan suatu perantara (alat) untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Penggunaan media yang tepat dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Media dua dimensi dan tiga dimensi masing-masing berbeda dan mempunyai kelebihan
dan kelemahan tersendiri. Media pembelajaran yang diuraikan diatas mampu
diaplikasikan dalam pengajaran bahasa Inggris. Hal ini akan lebih mempermudah bagi
guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Seperti yang kita ketahui media
pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus
menggunakan media pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu guru harus dapat memilih
media yang sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
dicapai dengan baik dan lancar.

2. Saran
Pengertian, tujuan, manfaat,  macam-macam media, Prinsip – prinsip Pemilihan
dan Penggunaan Media, dan Faktor-faktor  yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih
Media pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia
pendidikan dengan benar, sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat
dicapai. Sebaiknya bagi seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran sehingga
siswa lebih antusias dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan dan motivasi belajar
menjadi lebih meningkat.
REFERENSI

Sinaga, Gaven dan Simaremare, Rumasi. 2019. Kemampuan Menyimak Berita Dengan Model
Pembelajaran Scramble Pada Siswa Kelas VIII Smp Negeri 1 Sitiotio Tahun
Pelajaran 2018/2019 . Jurnal Bahasa , Vol : 8 (2) .

Asteria, V.P. 2019. Penerapan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Di
Kelas Multi-Level BIPA, Vol : 8 (2) . Universitas Negeri Surabaya.