Anda di halaman 1dari 188

STANDAR SPLN D5.

008-1: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) No. 0007.P/DIR/2020
PT PLN (PERSERO)

KONSTRUKSI DISTRIBUSI
Bagian 1 : Jaringan Tegangan Menengah

PT PLN (PERSERO)
Jl. Trunojoyo BLOK M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
i
STANDAR SPLN D5.008-1: 2020
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) No. 0007.P/DIR/2020
PT PLN (PERSERO)

KONSTRUKSI DISTRIBUSI
Bagian 1 : Jaringan Tegangan Menengah

PT PLN (PERSERO)
Jl. Trunojoyo BLOK M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
KONSTRUKSI DISTRIBUSI
Bagian 1 : Jaringan Tegangan Menengah

Disusun oleh:

Kelompok Bidang Standardisasi Distribusi


dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0008.K/GM-PUSLITBANG/2019

Kelompok Kerja Standardisasi


Konstruksi Distribusi
dengan Keputusan
General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0226.K/GM-PUSLITBANG/2019

Diterbitkan oleh :
PT PLN (PERSERO)
Jl. Trunojoyo Blok M- 1/135, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
h
PLN
PT PLN (PERSERO)

PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO)

NOMOR: 000 7.P/DlR/2020

TENTANG

sPLN O5.008-1
KONSTRUKSI DISTRIBUSI
BAGIAN 1: JARINGAN TEGANGAN MENENGAH

OIREKSI PT PLN (PERSERO)

Menimbang a bahwa untuk kepentingan keselamatan kerja serta kemudahan


dalam perencanaan dan pengorganisasian sistem dan
peralatan tenaga listrik, perlu menerbitkan SPLN D5.008-1
Konstruksi Distribusi, Bagian 1: Jaringan Tegangan Menengah;
b bahwa setelah dilakukan pembahasan dan diperoleh
persetujuan Direksi, Drafr Standar Final (DSF) SPLN D5.008-1
yang disusun oleh Kelompok Bidang Standardisasi Distribusi
dan Kelompok Kerja Standardisasi Konstruksi Distribusi
dipandang telah memenuhi syarat untuk disahkan menjadi
SPLN D5.008.1;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b di atas, perlu menetapkan Peraturan
Direksi PT PLN (Persero) tentang SPLN D5.008-1 Konstruksi
Distribusr, Bagian 1: Jaringan Tegangan Menengah.

Mengingat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha


Milik Negara;
2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas;
3 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang
Ketenagalistrikan;
4 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1994 tentang
Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara
menjadi Perusahaan Perseroan (Persero);
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang
Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan
Usaha Milik Negara;
6 Peraturan Pemerintah Nomor 14 f ahun 2012 tentang Kegiatan
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2014;

7. Peraturan ,

Paraf
,t-
t
PLN
7. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2012 tentang Usaha
Jasa Penunjang Tenaga Listrik,
8. Anggaran Dasar PT PLN (Persero);
L Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-211/MBU/10/2015
tentang Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara;
10. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-138/MBU|07|2O17
tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan,
Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-anggota
Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan
Listrik Negara;
11 . Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-109/MBU/05/2019
tentang Pemberhentian, Pengalahan Tugas, dan Pengangkatan
Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Perusahaan Listrik Negara;
12. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Perusahaan Listrik Negara Nomor SK-325/MBU|12|2019
tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur dan
Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Perusahaan Liskik Negara;
13. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 304.1(DlR/2009
tentang Batasan Kewenangan Pengambilan Keputusan di
Lingkungan PT PLN (Persero) sebagaimana telah beberapa
kali diubah, terakhir dengan Peraturan Direksi PT PLN
(Persero) Nomor 0297.P/DlR/201 6;
'14. Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0051.P/DlFy2018
tentang Organisasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero)
sebagaimana telah beberapa kali dlubah, terakhir dengan
Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0220.P/DlR/20"19;
15. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 033.1(DlR/2005
tentang Penetapan PT PLN (Persero) Penelitian dan
Pengembangan Ketenagalistrikan sebagai Penanggung Jawab
Kegiatan Standardisasi di Lingkungan PT PLN (Persero).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) TENTANG SPLN


D5.008-1 KONSTRUKSI DISTR|BUS|, BAGTAN 1: JARTNGAN
TEGANGAN MENENGAH.

PERTAMA

Pa.a lL
t
PLN
PERTAMA Mengesahkan SPLN D5.008-1 Konstruksi Distribusi, Bagian 1:
Jaringan Tegangan Menengah sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Peraturan ini.

KEDUA SPLN D5.008-1 sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA


diberlakukan di lingkungan PT PLN (Persero) dan Anak Perusahaan
PT PLN (Persero) berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Anak Perusahaan.

KETIGA Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, ketentuan-ketentuan lain


yang bertentangan dengan Peraturan ini dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 06 Maret 2020

UR UTAMA,

'ItRtiKSl

t\ s

ULKIFLI ZAINI

Pa
Susunan Kelompok Bidang Standardisasi Distribusi
Surat Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
No. 0008.K/GM-PUSLITBANG/2019

1. Ir. Rudy Setyobudi, M.T. : Sebagai Ketua merangkap Anggota


2. Sriyono, S.T., M.T. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota
3. Ir. I Ketut Gede Agus Sutopo : Sebagai Anggota
4. Ir. Muhammad Rusli, M.M., M.T. : Sebagai Anggota
5. Ir. Indradi Setiawan, M.M. : Sebagai Anggota
6. Ir. Nyoman S. Astawa, M.B.A. : Sebagai Anggota
7. Ir. A. Y. Harimurti Nugraha, M.Sc. : Sebagai Anggota
8. Haryo Lukito, S.T., M.T. : Sebagai Anggota
9. Firdaus Solihin, S.T. : Sebagai Anggota
10. Iman Faskayana, S.T., M.T. : Sebagai Anggota
11. Alam Awaludin, S.T. : Sebagai Anggota
12. Ignatius Rendroyoko, S.T., M.Sc. : Sebagai Anggota
13. Andreas Heru Sumaryanto, S.T. : Sebagai Anggota
14. Rahmat Heru Basuki, S.T. : Sebagai Anggota

Susunan Kelompok Kerja Standardisasi


Konstruksi Distribusi
Surat Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Puslitbang Ketenagalistrikan
No. 0226.K/GM-PUSLITBANG/2019

1. R. Mirwanto, B.E., S.E. : Sebagai Ketua merangkap Anggota


2. Dodi Prastianto, S.T. : Sebagai Sekretaris merangkap Anggota
3. Udji Supriantoro, S.T. : Sebagai Anggota
4. I Nyoman Sueca, S.T. : Sebagai Anggota
5. Ir. Mudjianto : Sebagai Anggota
6. Faisol, S.T. : Sebagai Anggota
7. M. Soffin Hadi, S.T. : Sebagai Anggota
8. Putu Agus Cipta Kusuma, S.T. : Sebagai Anggota
9. Ir. M. Rusli : Sebagai Anggota
10. Setiawan, S.T. : Sebagai Anggota
SPLN D5.008-1: 2020

Daftar Isi

Daftar Isi ............................................................................................................................. i


Daftar Tabel ...................................................................................................................... iv
Daftar Gambar .................................................................................................................. iv
Prakata .............................................................................................................................. v
1 Ruang Lingkup ............................................................................................................. 1
2 Tujuan .......................................................................................................................... 1
3 Acuan Normatif ............................................................................................................ 1
4 Istilah dan Definisi ........................................................................................................ 3
4.1 Cross arm ........................................................................................................... 3
4.2 Konduktor............................................................................................................ 3
4.3 Insulator .............................................................................................................. 3
4.4 Tiang listrik .......................................................................................................... 3
4.5 Jaringan distribusi ............................................................................................... 3
4.6 Transformator distribusi ....................................................................................... 3
4.7 Jaringan Tegangan Menengah (JTM) ................................................................. 3
4.8 Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ...................................................................... 3
4.9 Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) ..................................................... 4
4.10 Saluran Kabel Tanah Tegangan Menengah (SKTM) ........................................... 4
4.11 Saluran Kabel Udara Tegangan Menengah (SKUTM) ......................................... 4
4.12 Ground Shield Wire (GSW) ................................................................................. 4
4.13 Horizontal Directional Drilling (HDD) ................................................................... 4
4.14 Jarak aman (safety distance) .............................................................................. 4
4.15 Ruang bebas ....................................................................................................... 4
5 Komponen Utama Material Distribusi ........................................................................... 5
5.1 Konduktor............................................................................................................ 5
5.1.1 Konduktor tanpa insulasi .......................................................................... 5
5.1.2 Konduktor berinsulasi penuh (kabel) ........................................................ 5
5.2 Insulator .............................................................................................................. 6
5.2.1 Insulator tumpu ......................................................................................... 6
5.2.2 Insulator tarik ............................................................................................ 6
5.3 Tiang ................................................................................................................... 7
5.3.1 Tiang besi................................................................................................. 7
5.3.2 Tiang beton .............................................................................................. 7
5.4 Peralatan sakelar ................................................................................................ 7
5.5 Lightning arrester ................................................................................................ 8
5.6 Cross arm ........................................................................................................... 8
5.6.1 Spesifikasi ................................................................................................ 8
5.6.2 Pemasangan cross arm ganda ................................................................. 9
5.7 Aksesoris ............................................................................................................ 9

i
SPLN D5.008-1: 2020

6 Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) ............................................................ 10


6.1 Konstruksi SUTM sistem tiga kawat sirkit tunggal ............................................. 11
6.1.1 Konstruksi tiang awal (riser pole) ............................................................ 11
6.1.2 Konstruksi tiang penumpu (line pole) ..................................................... 11
6.1.3 Konstruksi tiang sudut ............................................................................ 12
6.1.4 Konstruksi tiang penegang (tension pole) ............................................... 12
6.1.5 Konstruksi tiang pencabangan (tee-off pole) ........................................... 12
6.1.6 Konstruksi tiang akhir (end pole) ............................................................ 13
6.2 Konstruksi SUTM sistem empat kawat sirkit tunggal ......................................... 13
6.3 Konstruksi SUTM sistem tiga atau empat kawat sirkit ganda ............................ 13
6.4 Konstruksi penopang tiang ................................................................................ 14
6.4.1 Konstruksi topang tarik (guy wire) .......................................................... 14
6.4.2 Konstruksi topang tekan (strut pole) ....................................................... 14
6.4.3 Konstruksi horizontal guy wire................................................................ 14
6.5 Konstruksi perluasan pada tiang eksisting ........................................................ 14
6.5.1 Konstruksi perluasan pada tiang akhir ................................................... 14
6.5.2 Konstruksi perluasan pada tiang penumpu ............................................ 15
6.5.3 Konstruksi perluasan pada tiang akhir sudut .......................................... 15
6.6 Konstruksi penunjang ....................................................................................... 15
6.6.1 Konstruksi tiang yang terpasang peralatan sakelar ................................ 15
6.6.2 Konstruksi pembumian (grounding) ........................................................ 16
6.6.3 Konstruksi pengaman jaringan (guard net)............................................. 16
6.7 Persyaratan jarak aman (safety distance) ......................................................... 16
6.8 Prosedur penyelenggaraan ............................................................................... 17
7 Saluran Kabel Udara Tegangan Menengah (SKUTM) ............................................... 17
7.1 Konstruksi SKUTM ........................................................................................... 18
7.1.1 Konstruksi tiang awal (riser pole) ........................................................... 19
7.1.2 Konstruksi tiang penumpu (line pole) ..................................................... 19
7.1.3 Konstruksi tiang sudut ............................................................................ 19
7.1.4 Konstruksi tiang penegang (tension pole) .............................................. 19
7.1.5 Konstruksi tiang pencabangan (tee - off pole) ........................................ 20
7.1.6 Konstruksi tiang sambungan .................................................................. 20
7.2 Persyaratan jarak aman (safety distance) ......................................................... 20
7.3 Prosedur penyelenggaraan ............................................................................... 20
8 Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM)............................................................. 21
8.1 Konstruksi SKTM .............................................................................................. 21
8.1.1 Konstruksi tanam langsung .................................................................... 21
8.1.2 Konstruksi boring (manual atau mesin) .................................................. 22
8.1.3 Konstruksi ducting.................................................................................. 23
8.1.4 Konstruksi jembatan kabel ..................................................................... 23
8.2 Persyaratan jarak aman (safety distance) ......................................................... 24
8.3 Prosedur penyelenggaraan ............................................................................... 25
Lampiran A Simbol Konstruksi SUTM .............................................................................. 26
Lampiran B Konstruksi SUTM Tiang Awal (Riser Pole) .................................................... 28
ii
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran C Konstruksi SUTM Tiang Penumpu (Line Pole) .............................................. 34


Lampiran D Konstruksi SUTM Tiang Sudut Kecil (15° s.d <30°) ....................................... 40
Lampiran E Konstruksi SUTM Tiang Sudut Sedang (30° s.d <60°) .................................. 46
Lampiran F Konstruksi SUTM Tiang Sudut Besar (60° s.d 90°) ....................................... 52
Lampiran G Konstruksi SUTM Tiang Penegang (Tension Pole) ....................................... 58
Lampiran H Konstruksi SUTM Tiang Pencabangan (Tee- Off Pole).................................. 64
Lampiran I Konstruksi SUTM Tiang Akhir (End Pole) ....................................................... 70
Lampiran J Konstruksi SUTM Topang Tarik (Guy Wire)................................................... 76
Lampiran K Konstruksi SUTM Topang Tekan (Strut Pole) ............................................... 78
Lampiran L Konstruksi SUTM Horizontal Guy Wire .......................................................... 79
Lampiran M Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Akhir ............................................ 81
Lampiran N Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Penumpu ...................................... 87
Lampiran O Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Akhir Sudut Besar ........................ 93
Lampiran P Konstruksi SUTM Tiang Sakelar (Switching) ................................................. 99
Lampiran Q Konstruksi SUTM Pembumian (Grounding) .................................................. 103
Lampiran R Konstruksi SUTM Pengaman Jaringan (Guard Net) ................................... 105
Lampiran S Simbol Konstruksi SKUTM .......................................................................... 106
Lampiran T Konstruksi SKUTM Tiang Awal (Riser Pole) ................................................ 107
Lampiran U Konstruksi SKUTM Tiang Penumpu (Line Pole) .......................................... 113
Lampiran V Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Kecil (10° s.d <30°) ................................... 116
Lampiran W Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Sedang (30° s.d <60°).............................. 119
Lampiran X Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Besar (60° s.d 90°).................................... 122
Lampiran Y Konstruksi SKUTM Tiang Penegang (Tension Pole).................................... 125
Lampiran Z Konstruksi SKUTM Tiang Pencabangan (Tee-Off Pole) ............................... 128
Lampiran AA Konstruksi SKUTM Tiang Sambungan (Jointing)........................................ 131
Lampiran BB Konstruksi SKTM Tanam Langsung ......................................................... 135
Lampiran CC Konstruksi SKTM Ducting ........................................................................ 136
Lampiran DD Konstruksi Jembatan Kabel...................................................................... 138
Lampiran EE Konstruksi Pondasi Tiang ......................................................................... 140
Lampiran FF Konstruksi Pemasangan Extension Pipa Galvanis untuk GSW ................. 142
Lampiran GG Konstruksi SUTM Sirkit Ganda ................................................................ 143
Lampiran HH Konstruksi Pemasangan Sirkit Ganda pada Tiang Eksisting .................... 145
Lampiran II Tanda Patok Kabel TM di Tanah / Rumput.................................................. 146
Lampiran JJ Tanda Patok Kabel TM di Trotoar / Jalan................................................... 147
Lampiran KK Dimensi Galian Lubang Boring ................................................................. 148
Lampiran LL Pemasangan Penyekat Kabel pada Lubang Boring .................................. 149
Lampiran MM Material Aksesoris ................................................................................... 150
Lampiran NN Contoh Prosedur Penyelenggaraan Konstruksi SUTM ............................. 157
Lampiran OO Contoh Prosedur Penyelenggaraan Konstruksi SKTM ............................. 162

iii
SPLN D5.008-1: 2020

Daftar Tabel

Tabel 1. Konstruksi SUTM Tiang Sudut ........................................................................... 12


Tabel 2. Jarak Aman Minimum SUTM 20 kV ................................................................... 16
Tabel 3. Contoh Spesifikasi kabel NFA2XSY-T ............................................................... 18
Tabel 4. Konstruksi SKUTM Tiang Sudut ........................................................................ 19
Tabel 5. Dimensi Galian SKTM Tanam Langsung ........................................................... 22
Tabel 6. Dimensi Lubang Ducting SKTM Ducting ............................................................ 23
Tabel 7. Jarak Aman Minimum SKTM ............................................................................. 24

Daftar Gambar

Gambar 1. Spesifikasi cross arm ....................................................................................... 9


Gambar 2. Pemasangan cross arm ganda pada tiang ....................................................... 9

iv
SPLN D5.008-1: 2020

Prakata

Standar ini merupakan standar konstruksi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang
mencakup spesifikasi teknis material distribusi dan persyaratan konstruksi jaringan
distribusi. Semua pekerjaan konstruksi jaringan distribusi harus memenuhi persyaratan
yang terdapat di dalam standar ini sehingga diharapkan jaringan distribusi akan semakin
aman, andal, dan efisien.

Standar ini merupakan salah satu bagian dari standar konstruksi distribusi, yang terdiri dari:

1. SPLN D5.008-1, Konstruksi Distribusi Bagian 1: Jaringan Tegangan Menengah;


2. SPLN D5.008-2, Konstruksi Distribusi Bagian 2: Gardu Distribusi;
3. SPLN D5.008-3, Konstruksi Distribusi Bagian 3: Jaringan Tegangan Rendah;

Standar ini disusun dengan mempertimbangkan masukan-masukan operasional dan


penyempurnaan beberapa standar sebelumnya. Standar ini diberlakukan untuk
pembangunan jaringan baru.

Dengan ditetapkannya SPLN D5.008-1: 2020, maka ketentuan dalam SPLN 72: 1987 dan
SPLN 87: 1991 yang bertentangan dalam standar ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

v
SPLN D5.008-1: 2020

Konstruksi Distribusi
Bagian 1: Jaringan Tegangan Menengah

1 Ruang Lingkup

Standar ini menetapkan persyaratan konstruksi jaringan tegangan menengah yang wajib
memenuhi kriteria enjiniring keamanan ketenagalistrikan. Jaringan distribusi tenaga listrik
dalam standar ini mencakup:

a. SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah);


b. SKUTM (Saluran Kabel Udara Tegangan Menangah);
c. SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah).

Persyaratan konstruksi SKUTM dengan konduktor berselubung (AAAC-S) diatur dalam


SPLN D5.008-1-1.

Persyaratan konstruksi SKTM di dalam standar ini melingkupi pekerjaan sipil, terkait
dengan ketentuan parameter kelistrikan diatur melalui SPLN terpisah.

2 Tujuan

Sebagai pedoman umum dalam perencanaan desain konstruksi, penentuan persyaratan


spesifikasi teknis pada proses pengadaan, dan penyeragaman pembangunan jaringan
distribusi tenaga listrik di unit-unit PLN.

3 Acuan Normatif

Ketentuan yang digunakan pada standar ini mengikuti standar di bawah ini, kecuali
ditetapkan secara khusus. Dalam hal terjadi revisi pada standar tersebut, maka ketentuan
dapat mengikuti edisi terakhirnya.

a. SNI 0225: 2011, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011);
b. SPLN 10-1A: 1996, Isolator Renteng Jenis Kap dan Pin;
c. SPLN 10-4A: 1994, Isolator Tonggak Pin untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20
kV;
d. SPLN 10-4B: 1995, Isolator Tonggak Saluran untuk Saluran Udara Tegangan
Menengah 20 kV;
e. SPLN 10-4C: 1997, Isolator untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV;
f. SPLN 41-6: 1981, Hantaran Aluminium (AAC);
g. SPLN 41-7: 1981, Hantaran Aluminium Berpenguat Baja (ACSR);
h. SPLN 41-8: 1981, Hantaran Aluminium Campuran (AAAC);

1
SPLN D5.008-1: 2020

i. SPLN 43-5-1:1995, Kabel Pilin Tanah Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/ PVC
dengan Tegangan Pengenal 12/20 (24) kV;
j. SPLN 43-5-2: 1995, Kabel Pilin Udara Berisolasi XLPE dan Berselubung PVC
Berpenggantung Penghantar Baja dengan Tegangan Pengenal 12/20 (24) kV;
k. SPLN 43-5-3:1995, Kabel Tanah Inti Tunggal Berisolasi XLPE dan Berselubung
PE/PVC dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV s/d 12/20 (24)
kV;
l. SPLN 43-5-4:1995, Kabel Tanah Inti Tiga Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV s/d 12/20 (24) kV;
m. SPLN 43-5-5:1995, Kabel Tanah Inti Tunggal Berisolasi XLPE dan Berselubung
PE/PVC Berpenghantar Konsentris dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal
3,6/6 (7,2) kV s/d 12/20 (24) kV;
n. SPLN 43-5-6:1995, Kabel Tanah Inti Tiga Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
Berpenghantar Konsentris dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2)
kV s/d 12/20 (24) kV;
o. SPLN D3.002-1: 2007, Spesifikasi Transformator Distribusi, Bagian 1: Transformator
Fase Tiga, 20 kV-400 V dan Transformator Fase Tunggal, 20 kV-231 V dan 20/V3 kV-
231 V;
p. SPLN D3.002-2: 2008, Spesifikasi Transformator Distribusi, Bagian 2: Transformator
dengan Pengaman Sendiri Fase Tunggal, 20/V3 kV-231/462 V;
q. SPLN D3.019-1: 2012, Spesifikasi Tiang Listrik dan Lengkapannya, Bagian 1: Tiang
Baja;
r. SPLN D3.019-2: 2013, Spesifikasi Tiang Listrik dan Lengkapannya, Bagian 2: Tiang
Beton Pratekan;
s. SPLN D3.026: 2017, Spesifikasi Fuse Cut Out;
t. SPLN D3.027-1: 2016, Insulator Polimer Tegangan Menengah Bagian 1: Insulator Tarik
(Tension) Komposit;
u. SPLN D3.027-2: 2016, Insulator Polimer Tegangan Menengah Bagian 2: Insulator Line
Post Komposit;
v. SPLN D3.033-1: 2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian
1: Pole Mounted Load Break Switch;
w. SPLN D3.033-2: 2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian
2: Pole Mounted Recloser;
x. SPLN D3.033-3: 2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian
3: Pole Mounted Fault Interupter;
y. SPLN D4.001-1: 2013, Konstruksi Sambungan Percabangan Saluran Kabel Pilin Udara
Tegangan Menengah 12/20 (24) kV;
z. SPLN D5.003: 2008, Pedoman Pengaturan Tegangan pada SUTM Panjang;
aa. SPLN D5.006: 2013, Pedoman Pemilihan Arrester Untuk Jaringan Distribusi 20 kV.

2
SPLN D5.008-1: 2020

4 Istilah dan Definisi

4.1 Cross arm

Material yang digunakan sebagai tempat dudukan/penyangga insulator.

4.2 Konduktor

Material yang digunakan untuk menghantarkan tenaga listrik dari pusat pembangkit ke
pusat beban.

4.3 Insulator

Material yang digunakan sebagai penyekat/pengisolasi listrik pada penghantar terhadap


penghantar lainnya atau penghantar terhadap tanah, agar tidak terjadi kebocoran arus
(leakage current) atau loncatan bunga api (flash over).

4.4 Tiang listrik

Komponen dari saluran udara tegangan rendah atau saluran udara tegangan menengah
yang mempunyai fungsi utama menyangga konduktor listrik.

4.5 Jaringan distribusi

Jaringan yang dimulai dari Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan
Rendah (JTR), sampai dengan Sambungan Rumah (SR) / Alat Pengukur dan Pembatas
(APP).

4.6 Transformator distribusi

Peralatan listrik yang dipergunakan untuk memasok tenaga listrik dengan cara mengubah
tegangan menengah 20 kV menjadi tegangan rendah 231/400 Volt.

4.7 Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

Jaringan distribusi tenaga listrik yang dipergunakan untuk mengalirkan listrik bertegangan
menengah 20 kV.

4.8 Jaringan Tegangan Rendah (JTR)

Jaringan distribusi tenaga listrik yang dipergunakan untuk mengalirkan listrik bertegangan
rendah 231/400 Volt yang berasal dari gardu distribusi ke pelanggan TR.

3
SPLN D5.008-1: 2020

4.9 Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)

Jaringan distribusi tenaga listrik tegangan menengah (20 kV) yang menggunakan sarana
penghantar berupa konduktor tanpa insulasi (non-insulation) yang tergelar atau
ditempatkan di atas tiang (di udara).

4.10 Saluran Kabel Tanah Tegangan Menengah (SKTM)

Jaringan distribusi tenaga listrik tegangan menengah (20 kV) yang menggunakan sarana
penghantar berupa kabel yang dipasang/ditempatkan dan ditanam di bawah tanah.

4.11 Saluran Kabel Udara Tegangan Menengah (SKUTM)

Jaringan distribusi tenaga listrik tegangan menengah (20 kV) yang menggunakan sarana
penghantar berupa kabel udara berinsulasi yang ditempatkan di atas tiang (di udara).

4.12 Ground Shield Wire (GSW)

Kawat tanah yang dipasang pada jaringan udara dengan sudut perlindungan sekecil
mungkin yang berfungsi melindungi konduktor atau kawat phasa terhadap sambaran petir
langsung dan menyalurkan arus petir ke tanah.

4.13 Horizontal Directional Drilling (HDD)

Metode pengeboran yang dapat dikendalikan untuk pemasangan pipa, saluran atau kabel
di bawah tanah dengan menggunakan peralatan pengeboran.

4.14 Jarak aman (safety distance)

Jarak antara bagian aktif/fase dari jaringan terhadap benda-benda di sekelilingnya baik
secara mekanis atau elektromagnetis yang tidak memberikan pengaruh membahayakan.

4.15 Ruang bebas

Ruang yang dibatasi oleh bidang vertikal dan horizontal di sekeliling dan di sepanjang
konduktor udara di mana tidak boleh ada benda di dalamnya demi keselamatan manusia,
makhluk hidup dan benda lainnya serta keamanan operasi.

4
SPLN D5.008-1: 2020

5 Komponen Utama Material Distribusi

5.1 Konduktor

Bahan konduktor untuk jaringan tenaga listrik biasanya dipilih dari logam-logam yang
mempunyai konduktivitas yang besar, keras, dan mempunyai kekuatan tarik (tensile
strength) yang besar, serta memiliki berat jenis yang rendah. Konduktor dapat berupa
logam campuran (alloy) seperti kawat tembaga campuran (copper alloy) atau kawat
aluminium campuran (aluminium alloy). Dilihat dari bentuknya, konduktor dapat
diklasifikasikan menjadi konduktor padat (solid wire), konduktor berlilit (stranded wire), dan
konduktor berongga (hollow wire).

5.1.1 Konduktor tanpa insulasi

Konduktor tanpa insulasi terbuat dari bahan aluminium seperti All Aluminium Conductor
(AAC), atau dari bahan aluminium campuran seperti All Aluminium Alloy Conductor (AAAC)
dan Aluminium Conductor Steel Reinforced (ACSR). Penggunaan konduktor tersebut harus
memenuhi SPLN sebagai berikut:

a. SPLN 41-6: 1981, Hantaran Aluminium (AAC);


b. SPLN 41-7: 1981, Hantaran Aluminium Berpenguat Baja (ACSR);
c. SPLN 41-8: 1981, Hantaran Aluminium Campuran (AAAC).

5.1.2 Konduktor berinsulasi penuh (kabel)

Pada SKUTM dapat menggunakan kabel pilin (twisted cable) dengan konduktor jenis
aluminium yang berinsulasi Cross-Linked Polyethylene (XLPE) dan berselubung Polyvinyl
Chloride (PVC) dengan tali penggantung baja, sebagai contoh adalah kabel NFA2XSY-T.
Pengunaan konduktor tersebut harus memenuhi SPLN 43-5-2: 1995, Kabel Pilin Udara
Berisolasi XLPE dan Berselubung PVC Berpenggantung Penghantar Baja dengan
Tegangan Pengenal 12/20 (24) kV. Kabel ini umumnya disebut dengan Medium Voltage
Twisted Insulated Cable (MVTIC).

Pada SKTM dapat menggunakan kabel tanah yang berinsulasi Cross-Linked Polyethylene
(XLPE) dan berselubung Polyvinyl Chloride (PVC). Penggunaan konduktor tersebut harus
memenuhi SPLN berikut:

a. SPLN 43-5-1:1995, Kabel Pilin Tanah Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/ PVC
dengan Tegangan Pengenal 12/20 (24) kV;
b. SPLN 43-5-3:1995, Kabel Tanah Inti Tunggal Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV s/d 12/20 (24) kV;
c. SPLN 43-5-4:1995, Kabel Tanah Inti Tiga Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV s/d 12/20 (24) kV;

5
SPLN D5.008-1: 2020

d. SPLN 43-5-5:1995, Kabel Tanah Inti Tunggal Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
Berpenghantar Konsentris dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV
s/d 12/20 (24) kV;
e. SPLN 43-5-6:1995, Kabel Tanah Inti Tiga Berisolasi XLPE dan Berselubung PE/PVC
Berpenghantar Konsentris dengan atau tanpa Perisai Tegangan Pengenal 3,6/6 (7,2) kV
s/d 12/20 (24) kV.

Pemilihan jenis kabel tanah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Contoh untuk kabel
dengan konstruksi dalam terowongan (ducting) beton, dapat tidak menggunakan jenis kabel
dengan perisai pita baja, tetapi untuk yang ditanam langsung di tanah wajib menggunakan
kabel jenis berperisai baja.

5.2 Insulator

Insulator harus mempunyai sifat mempunyai tahanan yang tinggi dan mempunyai kekuatan
mekanis yang tinggi. Bahan insulator yang digunakan dapat berupa porselin/keramik atau
polimer. Berdasarkan fungsi dan jenis konstruksi SUTM, insulator dibagi sebagai berikut:

5.2.1 Insulator tumpu

Pada insulator tumpu, beban yang dipikul berupa beban berat penghantar. Insulator ini
digunakan pada tiang-tiang lurus dan tiang sudut kecil (≤ 30⁰). Jenis insulator tumpu
sebagai berikut:

a. Pin-Post Insulator
Penggunaan insulator tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN 10-4A: 1994,
Isolator Tonggak Pin untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV.

b. Line-Post Insulator
Penggunaan insulator tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN 10-4B: 1995,
Isolator Tonggak Saluran untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV.

c. Pin Insulator
Penggunaan insulator tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN 10-4C: 1997,
Isolator untuk Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV.

Penggunaan insulator tumpu jenis polimer harus memenuhi spesifikasi SPLN D3.027-2:
2016, Insulator Polimer Tegangan Menengah Bagian 2: Insulator Line Post Komposit.

5.2.2 Insulator tarik

Pada insulator tarik, beban yang dipikul berupa beban berat penghantar ditambah dengan
beban akibat penegangan (tarikan) penghantar. Insulator ini digunakan pada tiang-tiang
sudut 30⁰ s/d 90⁰, tiang penegang, dan tiang awal/akhir. Jenis insulator tarik sebagai berikut:

6
SPLN D5.008-1: 2020

a. Long Rod Insulator


Insulator ini dipakai ditempat yang tingkat polusi karena debu dan garam banyak terjadi.

b. Disc Suspension Insulator


Insulator ini terdiri atas piringan-piringan insulator yang dapat saling dihubungkan,
jumlah piringan tergantung pada kebutuhan tegangan. Ada 2 jenis yaitu jenis clevis dan
jenis ball & socket. Penggunaan disc suspension insulator harus memenuhi spesifikasi
SPLN 10-1A: 1996.

Penggunaan insulator tarik jenis polimer harus memenuhi spesifikasi SPLN D3.027-1:
2016, Insulator Polimer Tegangan Menengah Bagian 1: Insulator Tarik (Tension) Komposit.

5.3 Tiang

Tiang yang digunakan untuk SUTM dan SKUTM dapat berupa tiang besi atau tiang beton.
Tiang harus mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi.

5.3.1 Tiang besi

Tiang terbuat dari pipa besi yang disambungkan hingga diperoleh kekuatan beban tertentu
sesuai kebutuhan. Tiang besi mempunyai bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan
tiang beton tetapi mudah mengalami korosi. Untuk daerah yang mempunyai tingkat korosi
tinggi (pesisir pantai) atau lokasi yang mempunyai kadar belerang tinggi maka tiang besi
harus tergalvanisasi. Spesifikasi tiang besi pada SUTM, sesuai SPLN D3.019-1: 2020,
Spesifikasi Tiang Listrik dan Lengkapannya, Bagian 1: Tiang Baja.

5.3.2 Tiang beton

Spesifikasi tiang beton pada SUTM sesuai SPLN D3.019-2, Spesifikasi Tiang Listrik dan
Lengkapannya, Bagian 2: Tiang Beton Pratekan.

5.4 Peralatan sakelar

Pada jaringan SUTM dapat dipasang peralatan sakelar (switching) yang digunakan sebagai
pemisah, pelepas beban, atau pemutus dalam keadaan berbeban atau tidak berbeban.
Peralatan sakelar ini bertujuan untuk memudahkan dalam operasional distribusi. Jenis
peralatan sakelar berdasarkan penggeraknya, yaitu manual dan motorize.

Jenis peralatan sakelar motorize sebagai berikut:

a. Pole Mounted Load Break Switch;


Penggunaan peralatan sakelar tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN D3.033-1:
2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian 1: Pole Mounted
Load Break Switch.

7
SPLN D5.008-1: 2020

b. Pole Mounted Recloser;


Penggunaan peralatan sakelar tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN D3.033-2:
2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian 1: Pole Mounted
Recloser.

c. Pole Mounted Fault Interupter.


Penggunaan peralatan sakelar tersebut harus memenuhi spesifikasi SPLN D3.033-3:
2020, Peralatan Sakelar pada Jaringan Tegangan Menengah, Bagian 1: Pole Mounted
Fault Interupter.

5.5 Lightning arrester

Penggunaan lightning arrester harus memenuhi spesifikasi yang terdapat dalam SPLN
D5.006: 2013, Pedoman Pemilihan Arrester untuk Jaringan Distribusi 20 kV. Kawat
pembumian harus menggunakan kabel atau kawat fleksibel seperti NYAF dengan ukuran
minimal 25 mm2. Jika disconnector pecah atau bekerja maka kesatuan unit lightning
arrester harus diganti. Jika arus bocor pada lightning arrester melebihi nilai yang ditentukan
(200 µA atau sesuai dengan spesifikasi pabrikan) maka perlu dilakukan perbaikan atau
penggantian.

5.6 Cross arm

5.6.1 Spesifikasi

Beban mekanis cross arm arah horizontal diakibatkan oleh gaya tarik penghantar,
sedangkan beban vertikal diakibatkan berat penghantar. Umumnya beban vertikal
diabaikan. Bahan cross arm adalah baja (ST. 38) dengan profil UNP, dimensi 10 mm x 2000
mm dengan ketebalan minimal 5 mm yang dilapisi hot dip galvanis dengan ketebalan
minimal 70 µm. Pembuatan lubang untuk menempatkan baut harus dibuat terlebih dahulu
sebelum dilaksanakan pelapisan galvanis.

Secara umum, cross arm terbagi menjadi tipe tarik dan tipe tumpu dengan pembedaan
pada posisi tipikal lubang baut. Jarak dan ukuran lubang baut disesuaikan dengan
kebutuhan di lapangan dengan tetap memperhatikan jarak bebas.

8
SPLN D5.008-1: 2020

2000
Ukuran Min.
b
a 100 mm
c b 50 mm
T ≥ 100 mm
a c 5 mm
t ≥ 5 mm
L ≥ 50 mm
Lapisan galvanis ≥ 70 µ

Gambar 1. Spesifikasi cross arm

5.6.2 Pemasangan cross arm ganda

Pemasangan cross arm ganda pada tiang dapat dilakukan seperti pada Gambar 2.

Tampak Atas Tampak Atas

a) Tipe 1 b) Tipe 2

Gambar 2. Pemasangan cross arm ganda pada tiang

Pada lampiran dokumen SPLN ini, konstruksi yang ditunjukkan menggunakan contoh
pemasangan cross arm ganda tipe 1. Pemasangan cross arm ganda tipe 2 dapat
menyesuaikan.

5.7 Aksesoris

Penggunaan material aksesoris harus sesuai dengan spesifikasinya. Contoh-contoh


material aksesoris dapat dilihat pada Lampiran MM.

9
SPLN D5.008-1: 2020

6 Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)

Konstruksi jaringan dimulai dari sumber tenaga listrik atau gardu induk ke arah tiang awal
saluran udara menggunakan kabel tanah tegangan menengah. Tiang tengah disebut tiang
penumpu (line pole) atau tiang penegang (tension pole), pada jalur SUTM yang berbelok
disebut tiang sudut, dan pada ujung jaringan disebut tiang akhir (end pole).

Untuk saluran yang sangat panjang dan lurus pada titik‐titik tertentu dipasang tiang
penegang. Fungsi tiang penegang adalah untuk mengurangi besarnya tekanan mekanis
pada tiang awal / akhir serta untuk memudahkan operasional dan pemeliharaan jaringan.
Untuk saluran yang bercabang dipasang tiang pencabangan yang merupakan gabungan
antara konstruksi tiang penumpu dan tiang awal. Pada tempat‐tempat tertentu, jika sulit
memasang guy wire pada tiang akhir atau tiang sudut, dapat dipakai tiang dengan kekuatan
tarik besar.

Jenis konstruksi SUTM dinyatakan dalam simbol seperti pada Lampiran A.

Konstruksi SUTM secara umum menggunakan penghantar telanjang (AAC atau AAAC)
yang ditopang dengan insulator pada tiang besi/beton. Konstruksi SUTM perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Jarak pendirian antar tiang maksimal 50 meter dengan memperhitungkan maksimum


sagging/andongan (1,5% terhadap jarak antar tiang) dan mempertimbangkan ukuran
tiang.
Dalam hal diperlukan jarak pendirian antar tiang > 50 meter, maka dapat menggunakan
desain khusus tersendiri mempertimbangkan kekuatan material, faktor keamanan, dan
potensi penggunaan ruang di bawah saluran.
b. Tinggi tiang yang digunakan minimal 12 meter.
c. Tiang ditanam 1/6 kali dari panjang tiang dengan sudut kemiringan tidak melebihi 5°.
d. Jika kondisi pada poin c tidak terpenuhi maka tiang harus menggunakan pondasi untuk
menjamin kehandalan dan keselamatan. Contoh tipe pondasi dapat dilihat pada
Lampiran EE
e. Untuk daerah yang memiliki kepadatan hari petir yang tinggi perlu menggunakan
Ground Shield Wire (GSW) dengan ukuran penampang 35 mm2. Pada daerah terbuka
yang terpapar kemungkinan sambaran petir langsung, GSW dipasang di atas
konduktor fase dengan memperhitungkan daerah jaringan yang akan dilindungi.
f. Pembumian untuk GSW dipasang setiap minimal 5 gawang. Nilai tahanan pembumian
maksimal 5 Ω.
g. Pada jaringan eksisting yang belum terdapat GSW, apabila akan ditambahkan GSW
dapat dipasang extension pipa galvanis. Contoh pemasangan extension pipa galvanis
dapat dilihat pada Lampiran FF.
h. Tiang sudut dan tiang akhir dapat ditambahkan konstruksi penopang tiang sesuai pada
sub-pasal 6.4.
i. Lightning arrester dapat dipasang pada jaringan sesuai kebutuhan.

10
SPLN D5.008-1: 2020

Dalam hal kondisi di lapangan tidak memungkinkan menggunakan konstruksi yang terdapat
di dalam SPLN ini, maka dapat menggunakan konstruksi lain dengan mempertimbangkan
kekuatan material dan faktor keamanan.

6.1 Konstruksi SUTM sistem tiga kawat sirkit tunggal

6.1.1 Konstruksi tiang awal (riser pole)

Konstruksi tiang awal dipasang pada awal jaringan dimana terdapat kabel naik dari gardu
induk/pusat listrik. Konstruksi ini dipasang dengan menggunakan material utama sebagai
berikut:

a. Tiang besi/beton minimal 12 meter 350 daN untuk konduktor 70 mm2 atau minimal 12
meter 500 daN untuk konduktor lebih dari 70 mm2;
b. Insulator tarik 3 buah;
c. Cross arm tipe tarik 2 buah;
d. Lightning arrester dengan instalasi penghantar pembumian BC 50 mm2 atau A3C 70 mm2.
Nilai tahanan pembumian maksimal 5 Ω. Terminal pembumian lightning arrester
dihubungkan dengan grounding kabel;
e. Ditambahkan konstruksi guy wire.

Apabila menggunakan kabel XLPE single core, maka perlu ditambahkan 1 buah cross arm
penyangga. Konstruksi tiang awal dapat dilengkapi dengan peralatan switch (DS/LBS)
untuk kebutuhan pemeliharan gardu induk.

Konstruksi SUTM tiang awal seperti ditunjukkan pada Lampiran B.

6.1.2 Konstruksi tiang penumpu (line pole)

Konstruksi ini dipasang untuk jaringan SUTM dengan sudut belokan 0° s.d <15° dengan
menggunakan material utama sebagai berikut:

- Tiang besi/beton minimal 12 meter 350 daN;


- Insulator tumpu 3 buah;
- Cross arm tipe tumpu 1 buah;

Konstruksi SUTM tiang penumpu seperti ditunjukkan pada Lampiran C.

11
SPLN D5.008-1: 2020

6.1.3 Konstruksi tiang sudut

Tabel 1. Konstruksi SUTM Tiang Sudut

Sudut Kecil Sudut Sedang Sudut Besar


Material
(15° s.d <30°) (30° s.d <60°) (60° s.d 90°)
Besi/beton minimal 12 Besi/beton minimal 12
meter 350 daN untuk meter 350 daN untuk
Tiang besi/beton
konduktor 70 mm2 atau konduktor 70 mm2 atau
Tiang minimal 12 meter 350
minimal 12 meter 500 minimal 12 meter 500
daN
daN untuk konduktor daN untuk konduktor
lebih dari 70 mm2 lebih dari 70 mm2
Insulator tarik 6 set dan
Insulator tumpu 3
Insulator tumpu 1 atau 3 Insulator tarik 6 set dan
Insulator atau 6 set tergantung
set tergantung tipe Insulator tumpu 2 set
tipe konstruksi
konstruksi
Tipe tumpu 1 atau 2
Cross Arm buah tergantung tipe Tipe tarik 2 buah Tipe tarik 4 buah
konstruksi
Ditambahkan guy Ditambahkan guy wire Ditambahkan guy wire
Aksesoris
wire sebanyak 1 set sebanyak 1 set sebanyak 2 set
Gambar Lampiran D Lampiran E Lampiran F

6.1.4 Konstruksi tiang penegang (tension pole)

Konstruksi tiang penegang ini dipasang pada maksimal setiap 10 gawang jaringan.
Kekuatan tiang (working load) sama dengan kekuatan tiang awal. Jika menggunakan tiang
dengan kekuatan tiang lebih kecil, maka harus ditambahkan 2 set konstruksi guy wire
dengan arah berlawanan.

Konstruksi SUTM tiang penegang seperti ditunjukkan pada Lampiran G.

6.1.5 Konstruksi tiang pencabangan (tee-off pole)

Konstruksi ini adalah gabungan antara konstruksi tiang penumpu dan tiang awal yang tidak
dilengkapi dengan lightning arrester dan kabel naik, namun dengan penggantian tiang yang
memiliki kekuatan tarik yang lebih besar. Jika tidak memungkinkan penggantian tiang
dengan kekuatan tarik yang lebih besar, maka ditambahkan dengan 1 buah insulator tumpu
dan 1 set guy wire.

Konstruksi SUTM tiang pencabangan seperti ditunjukkan pada Lampiran H.

12
SPLN D5.008-1: 2020

6.1.6 Konstruksi tiang akhir (end pole)

Konstruksi tiang akhir ini sebagaimana konstruksi tiang awal tanpa kabel naik. Tiang yang
dipakai dengan kekuatan tarik sesuai penampang penghantar atau dengan kekuatan tarik
lebih kecil ditambah konstruksi topang tarik atau guy wire.

Konstruksi SUTM tiang akhir seperti ditunjukkan pada Lampiran I.

6.2 Konstruksi SUTM sistem empat kawat sirkit tunggal

Konstruksi SUTM sistem empat kawat merupakan konstruksi SUTM dengan ciri-ciri
pemakaian panghantar netral pada sistem Tegangan Menengah yang dibumikan pada tiap-
tiap tiang. Penghantar netral sisi Tegangan Menengah ini juga merupakan penghantar
netral sisi Tegangan Rendah, sehingga dinamakan sistem distribusi dengan Penghantar
Netral Bersama (Multi Grounded Common Netral).

Konstruksi SUTM sistem empat kawat dapat dilihat pada Lampiran B s.d Lampiran I untuk
tipe 3.

Dalam hal memerlukan pemasangan SUTM 1 fase, maka dapat menggunakan konstruksi
sendiri dengan mempertimbangkan kekuatan material dan faktor keamanan.

6.3 Konstruksi SUTM sistem tiga atau empat kawat sirkit ganda

Konstruksi SUTM sirkit ganda pada dasarnya sama dengan konstruksi SUTM sirkit tunggal
seperti ditunjukkan pada Lampiran GG, dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Panjang tiang minimal 13 meter;


2. Konstruksi tiang sudut dan tiang akhir harus diperkuat dengan konstruksi penopang
tiang;
3. Tidak memasang sakelar tiang lebih dari satu pada tiang yang sama.

Untuk jaringan existing sirkit tunggal, apabila akan diubah menjadi sirkit ganda maka:

1. Hanya dapat dilakukan pada tiang dengan minimal 13 meter;


2. Sirkit kedua dipasang di bawah sirkit pertama (underbuild);
3. Jika sudah terpasang sakelar tiang pada sirkit pertama, tidak diperbolehkan memasang
sakelar tiang pada sirkit kedua;
4. Apabila cross arm tidak terpasang secara simetris terhadap tiang (isolator posisi 2-1),
perlu memperhatikan jarak aman andongan terendah.

Contoh pemasangan pada jaringan eksisting dapat dilihat pada Lampiran HH.

13
SPLN D5.008-1: 2020

6.4 Konstruksi penopang tiang

Konstruksi ini ditunjukkan untuk penambahan kekuatan tiang agar dapat memikul beban
mekanisnya dan penyeimbang gaya. Terdapat 3 macam konstruksi penopang tiang yang
dipakai:

- Topang tarik (Guy Wire);


- Topang tekan (Strut Pole);
- Horizontal Guy Wire.

6.4.1 Konstruksi topang tarik (guy wire)

Konstruksi ini menggunakan kawat galvanized untuk menahan tiang sudut, tiang awal dan
tiang akhir agar tetap pada posisinya walaupun ada gaya tarik dari jalur penghantar yang
tidak lurus.

Konstruksi SUTM topang tarik seperti ditunjukkan pada Lampiran J.

6.4.2 Konstruksi topang tekan (strut pole)

Konstruksi ini menggunakan tiang yang berfungsi untuk menopang tiang penyangga
jaringan.

Konstruksi SUTM topang tekan seperti ditunjukkan pada Lampiran K.

6.4.3 Konstruksi horizontal guy wire

Konstruksi ini menggunakan kawat galvanized yang ditarik antara tiang penyangga jaringan
dan tiang bantu.

Konstruksi SUTM horizontal guy wire seperti ditunjukkan pada Lampiran L.

6.5 Konstruksi perluasan pada tiang eksisting

6.5.1 Konstruksi perluasan pada tiang akhir

Konstruksi ini digunakan sebagai jaringan perluasan yang disambungkan pada konstruksi
tiang akhir eksisting dengan menambah guy wire, sehingga hasil akhir konstruksi ini seperti
konstruksi SUTM tiang penumpu pada sub-pasal 6.1.2.

Konstruksi SUTM perluasan pada tiang akhir seperti ditunjukkan pada Lampiran M.

14
SPLN D5.008-1: 2020

6.5.2 Konstruksi perluasan pada tiang penumpu

Konstruksi ini digunakan sebagai jaringan perluasan yang disambungkan pada konstruksi
tiang penumpu eksisting dengan menambah guy wire, sehingga hasil akhir konstruksi ini
seperti konstruksi SUTM tiang sudut pada sub-pasal 6.1.3.

Konstruksi SUTM perluasan pada tiang penumpu seperti ditunjukkan pada Lampiran N.

6.5.3 Konstruksi perluasan pada tiang akhir sudut

Konstruksi ini digunakan sebagai jaringan perluasan yang disambungkan pada konstruksi
tiang sudut dengan menambah guy wire, sehingga hasil akhir konstruksi ini seperti
konstruksi SUTM percabangan pada sub-pasal 6.1.5.

Konstruksi SUTM perluasan pada tiang akhir sudut seperti ditunjukkan pada Lampiran O.

6.6 Konstruksi penunjang

6.6.1 Konstruksi tiang yang terpasang peralatan sakelar

Konstruksi ini dipasang untuk keperluan manuver jaringan atau pemeliharaan. Konstruksi
ini dapat berupa:

- Pole Mounted Load Break Switch yang berfungsi sebagai pelepas beban;
- Pole Mounted Recloser yang berfungsi sebagai pemutus balik otomatis;
- Pole Mounted Fault Interupter yang berfungsi sebagai pemutus arus gangguan.

Konstruksi ini memakai tiang dengan kekuatan tarik minimal 500 daN.

Dalam pemasangannya, peralatan sakelar motorize dilengkapi dengan lightning arrester


pada setiap fasenya, baik masukan maupun keluaran. Semua bagian konduktif terbuka
(exposed conducting) harus dibumikan.

Untuk keperluan pemeliharaan, pemasangan sakelar dilengkapi dengan pemisah


(disconnecting switch) pada sisi masukan (dan dapat ditambah pada sisi keluaran) atau
dengan penggunaan konektor SUTM tipe live-line connector (LLC).

Dalam hal diperlukan untuk tetap menjaga jaringan beroperasi normal, maka konstruksi
tiang dengan sakelar dapat dilengkapi pelepas beban/air-break-switch yang terpasang
paralel untuk mem-bypass jaringan.

Dalam hal diperlukan, pada tiang sakelar yang menggunakan pelepas beban manual dapat
ditambahkan mesh/keset pembumian di atas lokasi berdirinya personil yang
mengoperasikan (Lampiran P.3).

Contoh konstruksi SUTM tiang yang terpasang sakelar ditunjukkan pada Lampiran P.
15
SPLN D5.008-1: 2020

6.6.2 Konstruksi pembumian (grounding)

Bagian-bagian yang harus dibumikan adalah Bagian Konduktif Terbuka (BKT) konstruksi
tiang dan instalasi lightning arrester. Konstruksi ini memakai penghantar pembumian jenis
tembaga, bimetal joint, penghantar alumunium, dan elektroda pembumian.

Konstruksi SUTM pembumian seperti ditunjukkan pada Lampiran Q.

6.6.3 Konstruksi pengaman jaringan (guard net)

Konstruksi ini dipasang pada jaringan yang melintas jalan raya atau rel kereta api dan
berfungsi untuk mengamankan dan mengantisipasi apabila terjadi jaringan putus.

Konstruksi SUTM pengaman jaringan seperti ditunjukkan pada Lampiran R.

6.7 Persyaratan jarak aman (safety distance)

Jarak aman minimum jaringan terhadap tanah dan bangunan lain, serta underbuilt dengan
jaringan lain yang berada di bawahnya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Jarak Aman Minimum SUTM 20 kV

No. Uraian Jarak Aman Minimum (m)

1. Terhadap permukaan jalan raya 6

2. Balkon rumah 2,5

3. Atap rumah 2,5

4. Dinding Bangunan 2,5

5. Antena TV/radio, menara 2,5

6. Pohon 2,5

7. Lintasan kereta api 2 meter dari atap kereta

8. Underbuilt TM – TM 1

9. Underbuilt TM – TR 1,2

10. Underbuilt TM – Telekomunikasi 1

16
SPLN D5.008-1: 2020

6.8 Prosedur penyelenggaraan

Persiapan Peta Rencana dan Proses


Perizinan

Survei dan Penentuan Lokasi Titik


Tiang

Handling Transportasi

Penarikan Konduktor (Stringing)

Komisioning

Prosedur pada bagan alur di atas dimungkinkan dapat berbeda pada setiap unit. Contoh
pedoman prosedur penyelenggaraan konstruksi SUTM dapat dilihat pada Lampiran NN.

7 Saluran Kabel Udara Tegangan Menengah (SKUTM)

Konstruksi SKUTM digunakan untuk penyulang layanan prioritas, daerah rawan pohon,
perkotaan, atau sesuai dengan peraturan pemerintah daerah setempat. SKUTM dalam
standar ini menggunakan kabel pilin berisolasi penuh (MVTIC), sedangkan untuk konduktor
berselubung AAAC-S diatur dalam SPLN terpisah. Dengan mempertimbangkan berat
kabel, maka tiang SKUTM harus memliki kekuatan minimal 350 daN.

Jenis konstruksi SKUTM dinyatakan dalam simbol seperti pada Lampiran S.

Konstruksi SKUTM perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Jarak pendirian antar tiang maksimal 30 meter dengan memperhitungkan maksimum


sagging/andongan (3,5% terhadap jarak antar tiang) dan mempertimbangkan ukuran
tiang.
Pada konstruksi SKUTM dengan jarak pendirian antar tiang > 30 m, maka harus
menggunakan konstruksi SKUTM dengan kawat penggantung sepanjang jaringan
untuk mengurangi sagging/andongan. Konstruksi ini juga dapat digunakan untuk
kepentingan estetika atau mengurangi jumlah sambungan. Gambar konstruksi SKUTM
menggunakan kawat penggantung dapat dilihat pada Lampiran T s.d Lampiran AA
untuk tipe 2.
b. Tinggi tiang yang digunakan minimal 12 meter.

17
SPLN D5.008-1: 2020

c. Tiang di tanam 1/6 kali dari panjang tiang dengan sudut kemiringan tidak melebihi 5°
d. Jika kondisi pada poin c tidak terpenuhi maka tiang harus menggunakan pondasi untuk
menjamin kehandalan dan keselamatan. Contoh tipe pondasi dapat dilihat pada
Lampiran EE.
e. Pada tiang sudut dan tiang akhir dapat ditambahkan konstruksi penopang tiang sesuai
pada sub-pasal 6.4.
f. Untuk sistem empat kawat dipersyaratkan menggunakan jenis konduktor minimal
3x240+1x95 mm2 dan memperhitungkan short circuit level yang diizinkan. Sebagai
contoh besar short circuit level untuk kabel NFA2XSY-T dapat dilihat pada Tabel 3.

Dalam hal kondisi di lapangan tidak memungkinkan menggunakan konstruksi yang terdapat
di dalam SPLN ini, maka dapat menggunakan konstruksi lain dengan mempertimbangkan
kekuatan material dan faktor keamanan.

Tabel 3. Contoh Spesifikasi kabel NFA2XSY-T

Max. (Amp) Max. Short Circuit Current


No. Cross Approx. Approx. Current at 1 Second
Section Overall Cable Carrying
Area Diameter Weight Capacity at Conductor Screen
30°C
mm2 mm kg/km in air kA kA
3 x 50 58,0 3.100 165 4,89 2,92
3 x 70 62,0 3.500 204 6,81 3,14
3 x 95 66,0 3.900 247 9,19 3,38
3 x 120 70,0 4.300 287 11,58 3,57
3 x 150 73,0 4.800 326 14,43 4,66
3 x 185 77,0 5.200 373 17,76 3,99
3 x 240 83,0 6.010 438 22,98 4,35
3 x 300 90,0 6.815 485 28,68 4,62

7.1 Konstruksi SKUTM

Konstruksi SKUTM terdiri dari sistem tiga kawat dan sistem empat kawat. Gambar
konstruksi SKUTM dapat dilihat pada Lampiran T s.d Lampiran AA, dimana:

a. Tipe 1 adalah SKUTM sistem tiga kawat;


b. Tipe 2 adalah SKUTM sistem tiga kawat, dengan kawat penggantung MVTIC
menggunakan kawat baja galvanis;
c. Tipe 3 adalah SKUTM sistem empat kawat, dengan penghantar netral yang terpasang
di bawah kabel MVTIC.

18
SPLN D5.008-1: 2020

7.1.1 Konstruksi tiang awal (riser pole)

Pada konstruksi ini digunakan kotak ujung (cable terminator) dan lightning arrester dengan
kekuatan tiang awal sekurang-kurangnya 500 daN. Dead end clamp / strain clamp dan
kelengkapannya digunakan sebagai penarik pemikul/messenger pada SKUTM.

Dead-end clamp / strain clamp dengan kelengkapannya digunakan sebagai penarik


pemikul/messenger SKUTM. Nilai tahanan pembumian lightning arrester tidak melebihi 5
Ω.

Konstruksi SKUTM tiang awal seperti ditunjukkan pada Lampiran T.

7.1.2 Konstruksi tiang penumpu (line pole)

Tiang penumpu memakai konstruksi line pole dengan suspension clamp dan suspension
bracket dan kelengkapannya. Tiang penumpu dapat berfungsi sebagai tiang sudut yang
besar sudut lintasan 0°- 10°. Konstruksi ini dipasang dengan menggunakan tiang
besi/beton minimal 12 m 350 daN.

Konstruksi SKUTM tiang penumpu seperti ditunjukkan pada Lampiran U.

7.1.3 Konstruksi tiang sudut

Tabel 4. Konstruksi SKUTM Tiang Sudut

Sudut Kecil Sudut Sedang Sudut Besar


Material
(15° s.d <30°) (30° s.d <60°) (60° s.d 90°)
Tiang besi/beton minimal Tiang besi/beton minimal Tiang besi/beton minimal
Tiang
12 meter 350 daN 12 meter 350 daN 12 meter 350 daN

• Ditambahkan Guy
• Ditambahkan Guy
Wire sebanyak 1 set
• Ditambahkan Guy Wire Wire sebanyak 2 set
Aksesoris • Ditambahkan Yoke
sebanyak 1 set • Ditambahkan 2 buah
untuk 2 buah
strain clamp
suspension clamp
Gambar Lampiran V Lampiran W Lampiran X

7.1.4 Konstruksi tiang penegang (tension pole)

Konstruksi tiang penegang ini dipasang pada maksimal setiap 10 gawang jaringan.
Konstruksi ini dipasang dengan menggunakan tiang besi/beton minimal 12 m 350 daN dan
ditambah 2 set konstruksi topang tarik (guy wire) dengan arah berlawanan.

Konstruksi SKUTM tiang penegang seperti ditunjukkan pada Lampiran Y.

19
SPLN D5.008-1: 2020

7.1.5 Konstruksi tiang pencabangan (tee - off pole)

Pada konstruksi ini sadapan pencabangan harus dilengkapi dengan lightning arrester
dengan persyaratan pembumian 5 Ω. Maksimum percabangan sebanyak 3 cabang.

Konstruksi SKUTM tiang pencabangan seperti ditunjukkan pada Lampiran Z.

7.1.6 Konstruksi tiang sambungan

Konstruksi tiang sambungan digunakan sebagai titik sambung antara dua penghantar
SKUTM. Jointing cable ditopang sedemikian rupa sehingga tidak menahan beban mekanis
dan pada posisi lurus. Pada titik sambungan kabel MVTIC diberi cadangan sekurang–
kurangnya 6 meter sebagai penghantar pada gawang jaringan. Konstruksi ini memakai dua
jenis konstruksi dead-end sebagaimana pada tiang awal dan tiang akhir. Kekuatan tiang yang
dipakai sama dengan kekuatan tiang awal dan tiang akhir yang ditambahkan guy wire di kedua
sisi.

Konstruksi SKUTM tiang sambungan seperti ditunjukkan pada Lampiran AA.

7.2 Persyaratan jarak aman (safety distance)

Jarak aman pada konstruksi SKUTM harus tetap memenuhi syarat keamanan lingkungan
dan keandalan. SKUTM yang menggunakan kabel twisted, jarak aman sekurang–kurangnya
60 cm, dan ROW kabel tidak boleh bersentuhan langsung dengan pohon / bangunan. Pada
titik sambungan SKUTM dan SUTM, jarak aman sama dengan ketentuan pada SUTM.

7.3 Prosedur penyelenggaraan

Prosedur penyelenggaraan konstruksi SKUTM sama seperti sub-pasal 6.8 “Prosedur


Penyelenggaraan Konstruksi SUTM”, hanya terdapat perbedaan pada peralatan penarikan
penghantar (stringing). Peralatan penarikan kabel (stringing) yang diperlukan adalah:

a. Pulling grip (pemegang kabel) sesuai ukuran diameter kabel;


b. Swivel untuk menetralisir putaran agar kabel stabil (tidak terlilit);
c. Roll 1 sisi sebagai alas/dudukan kabel agar tidak tergores dan disesuikan dengan
jenis konstruksi;
d. Dinamo meter untuk menentukan besar gaya tarik pada kabel;
e. Winch machine (mesin penarik);
f. Pillot rope dan main rope;
g. Drumjack (penyangga dan penahan haspel) sesuai kebutuhan (vertikal atau
horizontal).

20
SPLN D5.008-1: 2020

8 Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM)

SKTM menggunakan kabel tanah inti tiga yang berinsulasi Cross-Linked Polyethylene
(XLPE) dan berselubung Polyvinyl Chloride (PVC) yang mengacu ke SPLN 43-5-4:1995
dan SPLN 43-5-6:1995. Insulasi penghantar tiap fase tidak perlu dilindungi dengan pelindung
mekanis.

Dalam hal kondisi di lapangan tidak memungkinkan menggunakan konstruksi yang terdapat
di dalam SPLN ini, maka dapat menggunakan konstruksi lain dengan mempertimbangkan
kekuatan material dan faktor keamanan.

8.1 Konstruksi SKTM

8.1.1 Konstruksi tanam langsung

Konstruksi lubang galian untuk peletakan kabel harus cukup, dengan lebar minimal 40 cm
atau disesuaikan dengan banyak kabel yang akan diletakkan didalam galian tersebut
seperti dinyatakan dalam Tabel 5. Konstruksi SKTM tanam langsung dapat dilihat pada
Lampiran BB dan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Peletakan kabel pada satu lubang galian ditetapkan maksimal 4 buah kabel tanah inti
tiga (three core). Apabila dibutuhkan lebih dari itu, maka direkomendasikan
menggunakan jalur galian yang berbeda atau membangun konstruksi SKTM ducting.
b. Galian harus dilapisi pasir urug setebal minimal 10 cm terlebih dulu untuk
mengantisipasi disipasi panas dan kelenturan, kemudian ditutup dengan plat beton
(concrete slabs) bertanda “PLN 20 kV” dengan tebal minimal 4 cm sebagai pengaman,
seperti yang ditunjukkan pada Lampiran BB.
c. Untuk peletakan lebih dari 1 kabel, diantara kabel harus disekat dengan batu bata atau
concrete slabs.
d. Untuk struktur tanah yang mudah longsor, dinding galian perlu ditopang agar tepinya
terhindar dari longsor.
e. Penarikan kabel tanah harus menggunakan mesin penarik (winch machine) dan roller
agar kabel tidak rusak.
f. Penandaan kabel tanah harus diberi patok tanda kabel PLN 20 kV setiap ± 50 meter,
patok tanda sambungan (Mof kabel), dan penanda belokan kabel. Contoh tanda patok
kabel tanah seperti ditunjukkan pada Lampiran II dan Lampiran JJ.
g. Radius belokan kabel tanah tidak boleh membentuk sudut 90°, minimal 20 kali dari
diameter luar kabel.

21
SPLN D5.008-1: 2020

Tabel 5. Dimensi Galian SKTM Tanam Langsung

Jumlah Kedalaman Minimum [cm]


Lebar [cm]
kabel Tanah / rumput Trotoar/jalan

1 40 120 150

2 50 120 150

3 60 120 150

4 80 120 150

8.1.2 Konstruksi boring (manual atau mesin)

Pemasangan SKTM dengan sistem boring digunakan untuk pekerjaan yang tidak
memungkinkan dilakukan penggalian terbuka (open-cut), pekerjaan yang mengalami
hambatan perlintasan (rel KA, sungai, jalan tol, dan lain-lain), dan pekerjaan yang
mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitar. Pembuatan sistem bor terowongan
dapat dilakukan dengan cara:

a. Boring manual sejajar jalan dengan jarak mainhole 25 – 50 meter;


b. Boring mesin sejajar jalan dengan jarak mainhole 50 – 80 meter;
c. Boring Horizontal Directional Drilling (HDD) sejajar jalan dengan jarak mainhole lebih
dari 80 meter;
d. Boring manual crossing jalan dengan jarak mainhole 25 – 50 meter;
e. Boring mesin crossing jalan dengan jarak mainhole 50 – 80 meter;
f. Boring HDD crossing jalan dengan jarak mainhole lebih dari 80 meter.

Konstruksi SKTM Boring perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Boring manual atau mesin dilakukan dengan dimensi lubang yaitu panjang 200 cm,
lebar 80 cm dan kedalaman 150 cm di bawah jalan. Pada konstruksi sambungan kabel,
dimensi lubang yaitu panjang 300 cm, lebar 130 cm, dan kedalaman 170 cm. Dimensi
lubang boring dapat dilihat pada Lampiran KK;
b. Untuk pekerjaan boring manual atau mesin dilakukan pemasangan pipa HDPE untuk
jalur kabel tanah sejajar jalan atau pipa PVC untuk jalur kabel tanah crossing jalan
dengan diameter minimal 6 inci. Sedangkan untuk pekerjaan boring HDD
menggunakan pipa HDPE;
c. Untuk peletakan lebih dari 1 kabel, di antara kabel harus disekat dengan batu bata atau
concrete slabs, seperti yang ditunjukkan pada Lampiran LL;
d. Galian harus ditutup dengan plat beton (concrete slabs) bertanda “PLN 20 kV” dengan
tebal minimal 4 cm sebagai pengaman;
e. Untuk struktur tanah yang mudah longsor, dinding galian perlu ditopang agar tepinya
terhindar dari longsor;

22
SPLN D5.008-1: 2020

f. Penarikan kabel tanah harus menggunakan mesin penarik (winch machine) dan roller
agar kabel tidak rusak;
g. Penandaan kabel tanah harus diberi patok tanda kabel PLN 20 kV setiap ± 50 meter,
patok tanda sambungan (Mof kabel), dan penanda belokan kabel. Contoh tanda patok
kabel tanah seperti ditunjukkan pada Lampiran II dan Lampiran JJ;
h. Radius belokan kabel tanah tidak boleh membentuk sudut 90°, minimal 20 kali dari
diameter luar kabel.

8.1.3 Konstruksi ducting

Konstruksi SKTM dengan ducting dapat digunakan untuk daerah khusus (bandara,
kawasan industri, pangkalan, dll). Konstruksi lubang ducting untuk peletakan kabel harus
cukup, dengan lebar minimal 50 cm dan harus disesuaikan dengan banyak kabel yang akan
diletakkan di dalam galian tersebut seperti dinyatakan dalam Tabel 6.

Tabel 6. Dimensi Lubang Ducting SKTM Ducting

Jumlah kabel Lebar (cm) Kedalaman (cm)

1 50 120

2 60 120

3 90 120

4 100 120

Peletakan kabel pada satu lubang ducting ditetapkan maksimal 4 buah kabel tanah inti tiga
(three core). Apabila dibutuhkan lebih dari itu, maka direkomendasikan menggunakan jalur
ducting yang berbeda atau membangun terowongan kabel. Lubang ducting bagian atas
ditutup menggunakan plat beton bertanda “PLN 20 kV” dengan tebal minimal 70 mm
sebagai pengaman.

Konstruksi SKTM ducting dapat dilihat pada Lampiran CC.

8.1.4 Konstruksi jembatan kabel

Konstruksi jembatan kabel digunakan untuk menyeberangkan kabel yang melintasi sungai
atau saluran air. Untuk lebar sungai atau saluran air yang kurang dari 3 meter, digunakan
konstruksi boring crossing menggunakan pipa, sedangkan untuk lebar sungai atau saluran
air lebih dari 3 meter menggunakan konstruksi jembatan kabel dari baja. Lebar jembatan
kabel minimal 50 cm dan dapat disesuaikan dengan banyak kabel yang diletakkan/ditopang
di atasnya. Pondasi jembatan dibangun minimal 1 meter dari tepi sungai. Jembatan kabel
harus diberikan pagar penghalang lalu orang di kedua sisi.

Konstruksi jembatan kabel dapat dilihat pada Lampiran DD.

23
SPLN D5.008-1: 2020

8.2 Persyaratan jarak aman (safety distance)

Karena menyangkut fasilitas pemerintah daerah seperti jalan raya, trotoar, atau instalasi
pengguna lainnya (telekomunikasi atau pipa air), pekerjaan konstruksi SKTM untuk sistem
distribusi harus dilaksanakan dengan ketentuan/seizin pemerintah daerah setempat.
Sebagaimana ditetapkan dalam PUIL 2011, jarak aman antara instalasi bawah tanah lain
ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 7. Jarak Aman Minimum SKTM

No Kondisi Jarak Aman Minimum (m)

Kabel harus berjarak minimal 2 meter dari rel kereta


api. Jika persilangan, kabel harus dimasukkan
Persilangan/sejajar dengan rel
1 dalam pipa baja diameter > minimal 4” dan
kereta api.
dilebihkan 2 meter dari rel kereta, dengan
kedalaman 2 meter di bawah rel kereta api.

Persilangan dengan jalan raya Kedalaman minimal kabel adalah 1,2 m. Kabel
2
atau jalan lingkungan. harus dimasukkan ke dalam pipa baja.

24
SPLN D5.008-1: 2020

8.3 Prosedur penyelenggaraan

SKTM TANAM LANGSUNG SKTM BORING HDD

Pekerjaan Persiapan Penggelaran


Kabel Persiapan Pekerjaan

Handling Transportasi Kabel

Handling Transportasi Kabel

Pelaksanaan Galian Kabel

Pelaksanaan Pekerjaan HDD


Penggelaran Kabel

Penandaan Konstruksi SKTM


Instalasi Terminal Kabel

Pemasangan Penghantar Pembumian


Komisioning

Penandaan Konstruksi SKTM

Komisioning

Prosedur pada bagan alur di atas dimungkinkan dapat berbeda pada setiap unit. Contoh
pedoman prosedur penyelenggaraan konstruksi SKTM dapat dilihat pada Lampiran OO.

25
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran A
Simbol Konstruksi SUTM

No Jenis Konstruksi Simbol Gambar

1 Konstruksi Tiang Awal (Riser Pole) Lampiran B

2 Konstruksi Tiang Penumpu (Line Pole) Lampiran C

Konstruksi Tiang Sudut Kecil (15° s.d Sudut 15° - 30°

3 Lampiran D
<30°)

Sudut >30 o - 60 o

Konstruksi Tiang Sudut Sedang (30° s.d


4 Lampiran E
<60°)

Konstruksi Tiang Sudut Besar (60° s.d


5 Lampiran F
90°)
Sudut 60° - 90°

Maks.10 gawang
Konstruksi Tiang Penegang (Tension
6 Lampiran G
Pole)

Konstruksi Tiang Pencabangan (Tee- Off


7 Lampiran H
Pole)

8 Konstruksi Tiang Akhir (End Pole) Lampiran I

9 Konstruksi Penopang Tiang

A. Konstruksi Topang Tarik (Guy Wire) Lampiran J

B. Konstruksi Topang Tekan (Strut


Lampiran K
Pole)

C. Konstruksi Horizontal Guy Wire Lampiran L

26
SPLN D5.008-1: 2020

No Jenis Konstruksi Simbol Gambar


10 Konstruksi Perluasan pada Tiang Eksisting

A. Konstruksi Perluasan pada Tiang


Lampiran M
Akhir
Exsisting

B. Konstruksi Perluasan pada Tiang


Lampiran N
Penumpu
Exsisting

C. Konstruksi Perluasan pada Tiang


Lampiran O
Akhir Sudut Besar
Sudut 60° - 90° Exsisting

11 Konstruksi Penunjang

A. Konstruksi Sakelar Tiang (Switching) Lampiran P

B. Konstruksi Pembumian (Grounding) Lampiran Q

C. Konstruksi Pengaman Jaringan


Lampiran R
(Guard Net)

27
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran B
Konstruksi SUTM Tiang Awal (Riser Pole)

B.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

16 16

5 1

2 4 8
6
13
15

14
9 7
3

11

10

12

15

Tampak Depan
17 15

BERBAHAYA

15 TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

28
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 3
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Lightning Arrester 20 kV Set 3
10 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
11 Cable Schoen / Terminal Lug Pcs 9
12 Jumper Wire NYAF Mtr 6
13 Jumper Lightning Arrester NYA 25 mm2 Mtr 4.5
14 Line Tap Connector Pcs 3
15 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 3
16 Ground Wire Clamp tipe B + Bolt, Preformed, Cousen Set 1
17 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

29
SPLN D5.008-1: 2020

B.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

5 1
2 4 6 8

13
15

14
9 7
3

11

10

12

15

Tampak Depan
16 15

BERBAHAYA

15 TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

30
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 3
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Lightning Arrester 20 kV Set 3
10 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
11 Cable Schoen / Terminal Lug Pcs 9
12 Jumper Wire NYAF Mtr 6
13 Jumper Lightning Arrester NYA 25 mm2 Mtr 4.5
14 Line Tap Connector Pcs 3
15 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 3
16 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

31
SPLN D5.008-1: 2020

B.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

13 5 6
11 1

8
9 14
2 4

11

7 6
10

3
12

17 16

16
18

15

15 BERBAHAYA
15
TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

32
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 3
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Lightning Arrester 20 kV Set 3
10 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
11 Cable Schoen / Terminal Lug Pcs 9
12 Jumper Wire NYAF Mtr 6
13 Jumper Lightning Arrester NYA 25 mm2 Mtr 4.5
14 Line Tap Connector Pcs 3
15 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 2
16 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
17 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
18 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

33
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran C
Konstruksi SUTM Tiang Penumpu (Line Pole)

C.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

6 7

6
2 1

5 4

4
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

34
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1

3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2

5 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1

6 Semi conductif Preformed Top Tie Set 3


7 Ground Wire Clamp tipe A + Bolt, Wire Clip Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

35
SPLN D5.008-1: 2020

C.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

6
2 5

8 7

BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

36
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1

3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2

5 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 2

6 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3


7 Sadle + Bolt & Nut M16 x 140 Set 1
8 Clamp U Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

37
SPLN D5.008-1: 2020

C.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)


6

2 5

9 10
4

10 9

BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

38
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1

3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


5 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 2
6 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3
7 Center Bracket + Bolt & Nut M16 x 400 Set 1
8 Clamp U Set 1
9 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
10 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

39
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran D
Konstruksi SUTM Tiang Sudut Kecil (15° s.d <30°)

D.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

7 7

5 2 6
1

8 3

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

40
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


5 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1
6 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 3
7 Ground Wire Clamp tipe A + Bolt, Wire Clip Set 1
8 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

41
SPLN D5.008-1: 2020

D.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

2 6 1

7 3

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

42
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Pcs 6
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 3

6 Sadle + Bolt & Nut M16 x 140 Set 2

7 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

43
SPLN D5.008-1: 2020

D.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

2 6 4 1

9 3

8 7
8

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

44
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Pcs 6
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 3

6 Center Bracket + Bolt & Nut M16 x 400 Set 2

7 Insulator ANSI 52-2 Set 1

8 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16x50 Set 1

9 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

45
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran E
Konstruksi SUTM Tiang Sudut Sedang (30° s.d <60°)

E.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

12 12

9
3 1 2 10 11

5
7

8
9
13 4 6

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

46
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Pcs 1

2 Insulator Tarik 20 KV Set 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Pcs 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 6
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 1

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Ground Wire Clamp tipe B + Bolt, Preformed, Cousen Set 1

13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

47
SPLN D5.008-1: 2020

E.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

3 10 11
5 2
1 9
7

12 8
4 6
13

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

48
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Pcs 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 6
8 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Pcs 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Extension Plat 6 mm Set 2


13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

49
SPLN D5.008-1: 2020

E.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

3 10 11
5 2
1
9
7

15 8
6
4
14

12

13
BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

50
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Set 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Pcs 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 6
8 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Pcs 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1

13 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 1


14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
15 Extension Plat 6 mm Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

51
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran F
Konstruksi SUTM Tiang Sudut Besar (60° s.d 90°)

F.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

12

10
1
3 5

11

1 9
3
4

14
2
8
15 7
6 5
13
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

52
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 4

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 4

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 6


6 U Strap Set 1
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 6
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 6
9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6
10 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
11 Line Tap Connector Pcs 3
12 Ground Wire Clamp tipe C + Bolt, Preformed, Set 1
Cousen
13 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
14 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

15 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

53
SPLN D5.008-1: 2020

F.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

10
1
3 5

11

1 9
3
4

13
2
8
14 7 5
6
12
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

54
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 4

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 4

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 6


6 U Strap Set 1
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 6
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 6
9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6
10 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
11 Line Tap Connector Pcs 3
12 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
13 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

55
SPLN D5.008-1: 2020

F.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

10
1
3 5

11

1 9
3
4

14
2
8
15 7 5
6
13 4

13

12
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

56
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 4

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 4

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 6


6 U Strap Set 1
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 6
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 6
9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6
10 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
11 Line Tap Connector Pcs 3
12 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
13 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
14 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

15 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

57
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran G
Konstruksi SUTM Tiang Penegang (Tension Pole)

G.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

12 12

1 10 6 11
3 5 2
9

7
4 8
13

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

58
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 1

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Set 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 6
8 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 1

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Ground Wire Clamp tipe B + Bolt, Preformed, Set 1


Cousen
13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

59
SPLN D5.008-1: 2020

G.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

10
3
11
5 2
1 6
7

13
8
9
4

12

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

60
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Set 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 6
8 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

13 Extension Plat 6 mm Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

61
SPLN D5.008-1: 2020

G.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

10
11

5 1 3 2
6 9

15
8 7
4

14
13 12
12
13
BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

62
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 6

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


6 U Strap Set 2
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 6
8 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 6

9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 6

10 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 3

11 Line Tap Connector Pcs 3

12 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1

13 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1


14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2
15 Extension Plat 6 mm Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

63
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran H
Konstruksi SUTM Tiang Pencabangan (Tee- Off Pole)

H.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

14 14

1 13
12

6 7 3

5
6 6
11

16
9 2

8 10 4
17 5 15
15

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI
Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

64
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 4

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1


4 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
5 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 3

6 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


7 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1
8 U Strap Set 1
9 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
10 Bolt & Nut M 16 x140 + Washer Set 3
11 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
12 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 4
13 Line Tap Connector Pcs 3
14 Ground Wire Clamp tipe C + Bolt, Preformed, Set 1
Cousen
15 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1

16 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

17 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

65
SPLN D5.008-1: 2020

H.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

12 1 13

7 3
14

15

5 11
6
6

2
9
17
10
8 4
18
16
16
5

BERBAHAYA
Tampak Depan
TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

66
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 4

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1


4 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
5 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 4

6 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


7 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 2
8 U Strap Set 1
9 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
10 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
11 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Pcs 3
12 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 4
13 Line Tap Connector Pcs 3
14 Sadle + Bolt & Nut M16 x 140 Set 1
15 Clamp U Set 1
16 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
17 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1
18 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

67
SPLN D5.008-1: 2020

H.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

12 13

1
14
7 3

15

5
11 6
6

2
9
18
10
8 4
19
5 17
17

17 16 17 16

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

68
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Pcs 4

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tumpu) Pcs 1


4 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
5 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 3

6 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


7 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 2
8 U Strap Set 1
9 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
10 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
11 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
12 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 4
13 Line Tap Connector Pcs 3
14 Center Bracket + Bolt & Nut M16 x 400 Set 1
15 Clamp U Set 1
16 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
17 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
18 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

19 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

69
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran I
Konstruksi SUTM Tiang Akhir (End Pole)

I.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

9 9

4 5 6 1 8
2

3 10

4 4

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

70
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan

1 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3


2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 1
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Ground Wire Clamp tipe B + Bolt, Preformed, Set 1
Cousen
10 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

71
SPLN D5.008-1: 2020

I.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

2 4 5 6 1 8

7
9
3
4
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

72
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 1
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3

7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3

8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3

9 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

73
SPLN D5.008-1: 2020

I.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

2 4 5 6 1 8

11
3
4
4

10 10
9
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

74
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tarik 20 KV Set 3
2 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2
3 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

4 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 4


5 U Strap Set 1
6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 3

7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3

8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3

9 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1

10 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1

11 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

75
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran J
Konstruksi SUTM Topang Tarik (Guy Wire)

Konst. SUTR 3

Letak MV Guy harus


dibawah
Konstruksi SUTR

5
350 cm

8
30 cm

Galv. Steel Strand. Dikeluarkan &


45° - 60° diikat ke Guy Rod

9
Tanah yang
digali/Bor

12

11
10

76
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Guy Wire Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
2 Turn Buckle 3/4” – 5/8 “ Pcs 1
3 Preformet Grip 70/35 mm Pcs 4
4 MV/LV Guy Insulator Pcs 1
5 Galvanis Steel Stranded Wire 35/70 Sqmm Mtr 12
6 Wire Clip Pcs 1
7 Pipa Pelindung 3/4” – 2 Mtr Pcs 1
8 Cousen / Thimble Pcs 2
9 Guy Rod (2,5 / 1,8) Mtr Pcs 1
10 U-Bolt & Nut M16 Pcs 1
11 Anchor Block 400 x 400 mm Pcs 1
12 Anchor Rod Clamp + Bolt & Nut M16 x 75 Pcs 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

77
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran K
Konstruksi SUTM Topang Tekan (Strut Pole)
MAX. 1,5 Mtr

B 4

4 5 3

1200 s/d 1500

o o
60 - 70
E

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Single Arm Band & nut M16 + Washer Set 1
2 Strut Arm Pcs 1
3 Strut Tie 1200 s/d 1500 Pcs 1
4 Single GW Band + Bolt & Nut M16x50 Set 4
5 Bolt & Nut M16 x140 + 16x50 Set 11

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

78
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran L
Konstruksi SUTM Horizontal Guy Wire

8 2

8
Letak MV Guy harus
Konst. SUTR dibawah 3
Konstruksi SUTR

5
350 cm

Lebar Jalan 8
30 cm

Galv. Steel Strand. dikeluarkan &


45° - 60° diikat ke Guy Rod

Tanah yang digali

12
11
10

79
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Guy Wire Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Turn Buckle 3/4” – 5/8 “ Pcs 1
3 Preformet Grip 35/70 mm Pcs 8
4 MV/LV Guy Insulator Pcs 1
5 Galvanis Steel Stranded Wire 35/70 Sqmm Mtr 30
6 Wire Clip Pcs 1
7 Pipa Pelindung 3/4” – 2 Mtr Pcs 1
8 Cousen / Thimble Pcs 4
9 Guy Rod (2,5 / 1,8) Mtr Pcs 1
10 U-Bolt & Nut M16 Pcs 1
11 Anchor Block 400 x 400 mm Pcs 1
12 Anchor Rod Clamp + Bolt & Nut M16 x 75 Pcs 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

80
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran M
Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Akhir

M.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

7
2 6
1
5

8
Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

81
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 1

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3


4 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 3

5 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3

6 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 1

7 Line Tap Connector Pcs 3

8 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

82
SPLN D5.008-1: 2020

M.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

6
7
2
1

3 9
5
4
8

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

83
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3


4 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 3

5 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3

6 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 3

7 Line Tap Connector Pcs 3

8 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

9 Extension Plat 6 mm Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

84
SPLN D5.008-1: 2020

M.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

6
7

1 2

3
9
4

BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

85
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 3

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3


4 Bolt & Nuts M16 x 140 + Washer Set 3

5 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3

6 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 3

7 Line Tap Connector Pcs 3

8 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1


9 Extension Plat 6 mm Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

86
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran N
Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Penumpu

N.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

12 12

11

10
1
5
9

14
7 2

6 8 3
15 4 13
13

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI
Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

87
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 1

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 U Strap Set 1
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
10 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 1
11 Line Tap Connector Pcs 3
12 Ground Wire Clamp tipe C + Bolt, Preformed, Cousen Set 1
13 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1

14 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

15 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

88
SPLN D5.008-1: 2020

N.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

11

9
1
5

2
7
13
8
6 3
14
12
12
4

BERBAHAYA
Tampak Depan
TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

89
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 1

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 U Strap Set 1
7 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
8 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
9 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Pcs 3
10 Semi Conductif Preformed Top Tie Pcs 1
11 Line Tap Connector Pcs 3
12 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
13 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1
14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

90
SPLN D5.008-1: 2020

N.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

10

8 5
1

2
6
12
7
3
13
4 11
11

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

91
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Pcs 1

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2


4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Set 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Semi Conductif Preformed Top Tie Set 1
10 Line Tap Connector Pcs 3
11 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
12 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

92
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran O
Konstruksi SUTM Perluasan Pada Tiang Akhir Sudut Besar

O.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat dengan GSW)

11 11

9
1

10

1 8
3

13
2
7
14 6
5
12
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

93
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Pcs 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
10 Line Tap Connector Pcs 3
11 Ground Wire Clamp tipe C + Bolt, Preformed, Cousen Set 1
12 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
13 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

94
SPLN D5.008-1: 2020

O.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat tanpa GSW)

9
1

10

1 8
3

12
2
7
13 6 5

11
4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

95
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
10 Line Tap Connector Pcs 3
11 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
12 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

96
SPLN D5.008-1: 2020

O.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

9
1

10

1 8
3

12
2
7
13 6 5

11 4

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

97
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpu 20 KV Set 2

2 Insulator Tarik 20 KV Pcs 3

3 Cross Arm UNP – 10 x 2000 (tipe tarik) Pcs 2

4 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 2

5 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Set 2


6 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp.VEE Pcs 3
7 Bolt & Nut M16 x 140 + Washer Set 3
8 Dead-end Clamp / Strain Clamp / Preformed Set 3
9 Semi Conductif Preformed Side Tie Set 2
10 Line Tap Connector Pcs 3
11 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
12 Double Arm Band + Bolt & Nut M16 Set 1

13 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

98
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran P
Konstruksi SUTM Tiang Sakelar (Switching)

P.1. Saklar Utama (LBS / Recloser / Fault Interrupter)

LOAD SOURCE ( GARDU INDUK )

PT OUT
DOOR

SAKLAR
UTAMA

CON TROL CONTROL


BOX BOX
Minimum 1,20 mtr

99
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Sakelar Utama (Recloser / LBS / Fault Interrupter) Unit 1
2 Lightning Arrester 20 kV Set 6
3 External PT Set 1
4 Box Control Unit 1
5 Pengaman Kabel Control Set 1
6 Grounding Set Lot 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

100
SPLN D5.008-1: 2020

P.2. Sakelar Utama + Air break switch

LBS

LOAD SOURCE ( GARDU INDUK )

PT OUT
DOOR

SAKELAR
UTAMA

CONTROL CONTROL
BOX BOX
Minimum 1,20 mtr

101
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Sakelar Utama (Recloser / LBS / Fault Interrupter) Unit 1
2 Lightning Arrester 20 kV Set 6
3 Disconnecting Switch Set 2
4 LBS Manual Set 3
5 Fuse Cut Out Set 1
6 External PT Set 1
7 Box Control + Kabel Control Unit 1
8 Grounding Set Lot 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

P.3. Contoh pemasangan mesh/keset pembumian

102
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran Q
Konstruksi SUTM Pembumian (Grounding)

Grounding Grounding Dalam Grounding


Luar TM TM Luar TM

1
1

2
2

6
4

4 6 5

3 3

5 8 8

7
7 7

103
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Line Tap Connector 70/70 AL Unit 1
2 AAAC 70 mm Mtr 11
3 Pipa Pelindung 3000 – Pipe 3/4” Bh 1
4 Stoping Buckle Bh 5
5 Stainless Steel Strip Mtr 3,75
6 Link Bh 1
7 Ground Rod 16 mm – 2500 + Bolt & Nut Unit 1
8 Terminal Lug 70 mm - AL Bh 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

104
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran R
Konstruksi SUTM Pengaman Jaringan (Guard Net)

Minimum 80 cm
3
5

1
11 10
Penahan samping 5 7
6
1
10

4
2
83
83
83

12
10

100 100 100 100

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Cross Arm UNP – 10 x 2500 tebal min 5 mm Bh 4
2 Arm tie type 750 Pipe  3/4” Bh 4

3 Double Arm Band 8” Bh 2


4 Arm Tie Band 8” Bh 2
5 HV Band Strap / Cross Arm Clevis / Susp. VEE Set 8
6 Bolt & Nut M16 x 400 + Washer (Double Arm) Bh 8
7 Thimble / Cousen Bh 8
8 Preformed Grip 22 mm Bh 8
9 Galvanised Steel Wire 22 mm Mtr 200
10 Iron Wire 4 mm Mtr 150
11 Grounding Luar Lengkap Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

105
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran S
Simbol Konstruksi SKUTM

No Jenis Konstruksi Simbol Gambar

1 Konstruksi Tiang Awal (Riser Pole) Lampiran T

Konstruksi Tiang Penumpu (Line


2 Lampiran U
Pole)
Jarak maks. 60 mtr

Konstruksi Tiang Sudut Kecil (10° s.d Sudut 15° - 30°

3 Lampiran V
<30°)
Jarak maks. 60 mtr

Konstruksi Tiang Sudut Sedang (30° Sudut 30° - 60°

4 Lampiran W
s.d <60°)
Jarak maks. 60 mtr

Konstruksi Tiang Sudut Besar (60°


5 Lampiran X
s.d 90°)

Konstruksi Tiang Penegang (Tension


6 Lampiran Y
Pole)

Konstruksi Tiang Pencabangan (Tee-


7 Lampiran Z
Off Pole)
Jarak maks. 60 mtr

Konstruksi Tiang Sambungan


8. Lampiran AA
(Jointing)

106
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran T
Konstruksi SKUTM Tiang Awal (Riser Pole)

T.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

3 10 11

1 4

5 6 9

12

2 7 8

11

14

13

12 BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

107
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Cross Arm UNP – 10 x 2000 Set 1
2 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

3 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Pcs 2


4 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1
5 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
6 Eye Nut M16 Pcs 1
7 Shackle Pcs 1
8 Turn Buckle Pcs 1
9 Strain Clamp Pcs 1
10 Lightning Arrester 20 kV Set 3
11 Outdoor Termination 20 kV Set 6
12 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
13 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 2
14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

108
SPLN D5.008-1: 2020

T.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

3 10 11

1 4

5 6 9 15 16

12

2 7 8

10

14

13

12 BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

109
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Cross Arm UNP – 10 x 2000 Set 1
2 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

3 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Pcs 2


4 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1
5 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
6 Eye Nut M16 Pcs 1
7 Shackle Pcs 1
8 Turn Buckle Pcs 1
9 Strain Clamp Pcs 1
10 Lightning Arrester 20 kV Set 3
11 Outdoor Termination 20 kV Set 6
12 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
13 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 2
14 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
15 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
16 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

110
SPLN D5.008-1: 2020

T.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

3 10 11

1 4

5 6 9

12

5
2 7 8

5
5 14 11

15 14

13

12 BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Depan

Tampak Samping

Tampak Atas

111
SPLN D5.008-1: 2020

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Cross Arm UNP – 10 x 2000 Set 1
2 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4” Pcs 1

3 Double Arm Bolt & Nut M16 x 400 + Washer Pcs 2


4 Bolt & Nut M16 x 50 + Washer Set 1
5 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
6 Eye Nut M16 Pcs 1
7 Shackle Pcs 1
8 Turn Buckle Pcs 1
9 Strain Clamp Pcs 1
10 Lightning Arrester 20 kV Set 3
11 Outdoor Termination 20 kV Set 6
12 Mounting Bracket for Lightning Arrester Set 3
13 Ornament Cable Band + Nut & Washer Set 2
14 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
15 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

112
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran U
Konstruksi SKUTM Tiang Penumpu (Line Pole)

U.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

3
2 4

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Suspension Bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Suspension Clamp Pcs 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

113
SPLN D5.008-1: 2020

U.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

2 3 4

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Suspension Clamp Pcs 1
3 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
4 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

114
SPLN D5.008-1: 2020

U.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

3
2 4

1 5

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band, Bolt & Nut M16 x 50 Set 3
2 Suspension bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Suspension Clamp Pcs 1
5 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

115
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran V
Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Kecil (10° s.d <30°)

V.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

3
2 4

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Suspension bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Suspension Clamp Pcs 1
5 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

116
SPLN D5.008-1: 2020

V.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

2 4 5

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Suspension Clamp Pcs 1
3 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
4 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
5 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

117
SPLN D5.008-1: 2020

V.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

3
2 4

1
5

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 3
2 Suspension bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Suspension Clamp Pcs 1
5 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

118
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran W
Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Sedang (30° s.d <60°)

W.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

1 4

3
2
5

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Suspension bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Yoke Pcs 1
5 Suspension Clamp Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

119
SPLN D5.008-1: 2020

W.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

2 4 5 7 8
1

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
7 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
8 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.
120
SPLN D5.008-1: 2020

W.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

1 4

3
2
5

1 6

Tampak Depan BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 3
2 Suspension bracket Set 1
3 U-Bolt Pcs 1
4 Yoke Pcs 1
5 Suspension Clamp Pcs 2
6 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
7 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

121
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran X
Konstruksi SKUTM Tiang Sudut Besar (60° s.d 90°)

X.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

1 2 4 5

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

122
SPLN D5.008-1: 2020

X.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

1 2 4 5 7 8

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
7 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
8 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

123
SPLN D5.008-1: 2020

X.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

1 2 4 5

1 6

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
7 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

124
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran Y
Konstruksi SKUTM Tiang Penegang (Tension Pole)

Y.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

1 2 4 5

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

125
SPLN D5.008-1: 2020

Y.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

1 2 4 5 7 8

Tampak Depan
BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
7 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
8 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

126
SPLN D5.008-1: 2020

Y.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

1 2 4 5

1 3

7
Tampak Depan

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
7 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

127
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran Z
Konstruksi SKUTM Tiang Pencabangan (Tee-Off Pole)

Z.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

2 4 5
1

6
6

BERBAHAYA
Tampak Depan
TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 1
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn Buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

128
SPLN D5.008-1: 2020

Z.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

2 4 5 7 8
1

6
6

BERBAHAYA
Tampak Depan
TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 1
7 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
8 Wire Clip 3/4” Pcs y

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

129
SPLN D5.008-1: 2020

Z.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

2 4 5
1

7
7

BERBAHAYA
Tampak Depan
TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

Tampak Atas

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn Buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1
7 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

130
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran AA
Konstruksi SKUTM Tiang Sambungan (Jointing)

AA.1. Tipe 1 (Sistem tiga kawat)

Jointing Termination
9
1 2 4 Single Core
5

8 7

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn Buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2
7 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

8 Supporting cable Set 1


9 Jointing termination single core Set 3

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

131
SPLN D5.008-1: 2020

AA.2. Tipe 2 (Sistem tiga kawat)

11 10 1 2 4 5 12
Jointing Termination
9
Single Core

8 7

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn Buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2
7 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

8 Supporting cable Set 1


9 Jointing termination single core Set 3
10 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
11 Wire Clip 3/4” Pcs y
12 Cable clamp M12 x 30 Pcs 4

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.
132
SPLN D5.008-1: 2020

AA.3. Tipe 3 (Sistem empat kawat)

Jointing Termination
9
1 2 4 Single Core
5

1 10

8 7

BERBAHAYA

TEGANGAN TINGGI

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
2 Eye Nut M16 Pcs 2
3 Shackle Pcs 2
4 Turn Buckle Pcs 2
5 Strain Clamp 75 Pcs 2
6 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2
7 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 2

8 Supporting cable Set 1


9 Jointing termination single core Set 3
10 Netral Insulator ANSI 52-2 Set 1

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

133
SPLN D5.008-1: 2020

AA.4. Tipe 4 (Sambungan di Tiang)

Jumper 20 kV Pin Post Insulator


dapat diganti dengan Heatshrink 1 4
20 kV - 50 mm

NP-8

5
10 11 6

Tampak Depan Tampak Samping

No Nama Material Sat Kebutuhan


1 Insulator Tumpe 20 KV Pcs 6
2 Lightning Arrester 20 kV Set 3
3 Jumper Lightning Arrester NYA 25 mm2 Mtr 4.5
4 Cross Arm UNP – 10 x 2000 Set 2
5 Arm Tie Band + Bolt & Nut M16 x 50 Set 2
6 Turn Buckle Pcs 2
7 Strain Clamp Pcs 2
8 Arm Tie Type 750 Pipe  3/4" Pcs 1
9 Guy Wire (Topang Tarik) Set 2
10 Galvanized Steel Wire 70 mm2 Mtr x
11 Wire Clip 3/4” Pcs y
12 Cable clamp M12 x 30 Pcs 4

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif, kebutuhan dan jenis material disesuaikan dengan
pilihan-pilihan konstruksi yang digunakan.

134
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran BB
Konstruksi SKTM Tanam Langsung

Galian untuk 1 Kabel Galian untuk 2 Kabel

Tanah urug Tanah urug


dipadatkan dipadatkan
Concrete Slabs
120 - 150 cm

Kabel Tanah
10 cm

Concrete Slabs
10 cm

40 cm 20 cm
10 cm 10 cm

50 cm

Galian untuk 3 Kabel Galian untuk 4 Kabel

Tanah urug Tanah urug


dipadatkan dipadatkan
120 – 150 cm
10 cm
10 cm

10 cm 10 cm
20 cm 20 cm 20 cm 20 cm 20 cm
10 cm 10 cm

60 cm 80 cm

Contoh Concrete Slabs

135
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran CC
Konstruksi SKTM Ducting

CC.1. Contoh Konstruksi Ducting Menggunakan U-ditch

800 mm

PLN
70 mm 60 mm
1200 mm

50 mm
70 mm 60 mm
1

50 mm
1200 mm
2

500 mm

500 mm

70 mm 60 mm
3

50 mm
1200 mm

800 mm

Keterangan:
1. Kondisi kabel lurus;
2. Kondisi kabel mendekati sambungan (jointing);
Kondisi kabel untuk sambungan (jointing).

136
SPLN D5.008-1: 2020

CC.2. Contoh Konstruksi Ducting dengan Tray Kabel

(Ukuran dalam cm)

137
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran DD
Konstruksi Jembatan Kabel

DD.1. Contoh 1

Pagar Penghalang Lalu Orang

138
SPLN D5.008-1: 2020

DD.2. Contoh 2

Apabila lebar sungai


diatas 10 meter
(sambungan H – Beam)

10 meter

510 mm

102 mm

Plat besi Uk. 200


x 600 x 6 mm
204 mm

Besi H Beam –
300x300x10x15 mm

Pondasi beton

Aturan IEC luas Pipa 1,2 s/d 2 kali diameter kabel

139
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran EE
Konstruksi Pondasi Tiang

EE.1. Pondasi Tipe A

Keterangan:
• Diameter (D) lubang galian sebesar 2 kali diameter ujung tiang bagian bawah
1
• L = 6 kali panjang tiang
• Bagian bawah tiang pada lubang galian dilapisi batu keras/materi keras
setebal 10 cm
• Pondasi tipe A pada tiang tengah jaringan
• Sekeliling tiang dikeraskan dengan tanah + batu kerikil

EE.2. Pondasi Tipe B

Keterangan:
• Diameter lubang galian D sebesar 2 kali diameter ujung tiang bagian bawah;
1
• L = 6 kali panjang tiang;

140
SPLN D5.008-1: 2020

• Bagian bawah tiang pada lubang galian dilapisi batu keras /materi keras
setebal 10 cm;
• Pondasi tipe B pada tiang sudut kecil (0° - 30°) dengan penguatan Guywire
pada tiang;
• Bagian bawah tiang dan bagian atas tiang diberi bantalan beton (pole block);
• Keliling tiang dikeraskan dengan tanah dan koral.

EE.3. Pondasi Tipe C

Keterangan:
• Pondasi tipe C digunakan untuk tanah berpasir atau tanah liat;
• Campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 3 pasir : 5 koral.

EE.4. Pondasi Tipe D

Keterangan:
• Pondasi tipe D digunakan untuk tanah lunak atau endapan lumpur;
• Campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 3 pasir : 5 koral.

141
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran FF
Konstruksi Pemasangan Extension Pipa Galvanis untuk GSW

FF.1. Tipe 1

30 0 0
30

BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

FF.2. Tipe 2

30 0

BERBAHAYA

Tampak Depan TEGANGAN TINGGI

Tampak Samping

142
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran GG
Konstruksi SUTM Sirkit Ganda

GG.1. TIPE 1

Tampak Depan
Tampak Samping

GG.2. TIPE 2

Tampak Depan Tampak Samping

143
SPLN D5.008-1: 2020

GG.3. TIPE 3

Tampak Depan

Tampak Samping

144
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran HH
Konstruksi Pemasangan Sirkit Ganda pada Tiang Eksisting

HH.1. Contoh 1

Tampak Depan Tampak Samping

HH.2. Contoh 2

Tampak Depan Tampak Samping

145
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran II
Tanda Patok Kabel TM di Tanah / Rumput

KABEL

30 cm
Besi Beton Min 8 Ø 20 KV
PLN
Batas tanah

68 cm

80 cm
12 cm

12 cm
10 cm

30 cm

Pemasangan patok tanda kabel dipasang setiap jarak ±50 m dan patok moof kabel
pada sambungan kabel

146
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran JJ
Tanda Patok Kabel TM di Trotoar / Jalan

JJ.1. Contoh 1

60 mm

100 mm
40 mm
KABEL PLN 20 KV

200 mm

250 mm
X.x m

250 mm

300 mm

JJ.2. Contoh 2

Pemasangan patok tanda kabel dipasang setiap jarak ±50 m dan patok moof kabel
pada sambungan kabel.

147
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran KK
Dimensi Galian Lubang Boring

148
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran LL
Pemasangan Penyekat Kabel pada Lubang Boring

149
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran MM
Material Aksesoris

No Material

1 Arm Tie / Arm Brace

810 / 960

750 / 950

Ø 18 mm
Pipa ¾”
30 mm
t min 2,35 mm
Pipa ¾”

28 mm
t min 2,35 mm

5 mm

10 mm
75 mm

105 mm

2 Arm Tie Band / Clamp Beugel

m
m
0
6,
in
tm h an
tu
bu
ke
an
ng
de
n
i ka
ua
es
is
D 50 mm
L min 42 mm

Bolt & Nut M.16 x 50 /


M.16 x 75

3 Single Arm Band


m
m
6
=
in
tm

Disesuaikan dg kebutuhan

Di las 50 mm
Min 300 mm

150 mm

42 mm

Square Washer

Nut M 16 mm

4 Double Arm Band

150
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

Disesuaikan kebutuhan

m
m
6
=
in
tm
Disesuaikan dg kebutuhan
50 mm

Disesuaikan kebutuhan
150 mm

42 mm
Square Washer

Nut M 16 mm

5 Single Guy Wire Band / Single Fixing Collar

m
m
6
um
im
in
M

42 mm

6 Double Guy Wire Band / Double Arm Fixing Collar


m
m
6
um
im
in
M

42 mm

151
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

7 Ornament Cable Band / Double Collar Band

50 50 50

Tebal 6 mm -

D2

D1

Disesuaikan diameter tiang

min 42 mm
8 Double Arm Bolt & Nut (Tipe Besi As)

120 mm
350 mm

DOUBLE ARM BOLT & NUT M.16 x 350 mm (besi as)

150 mm
400 mm

DOUBLE ARM BOLT & NUT M.16 x 400 mm


(besi as)

150 mm
400 mm

DOUBLE ARM BOLT & NUT M.16 x 400 mm


(Full Draad – besi as)

9 Bolt & Nut

50 mm 75 mm

BOLT & NUT M.16 x 50 mm BOLT & NUT M.16 x 75 mm

120 mm 140 mm

BOLT & NUT M.16 x 120 mm BOLT & NUT M.16 x 140 mm
besi as besi as

152
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

10 U Strap
42

Minimum 6,0

125
25 140

Tampak Depan
Tampak Samping

Ø 18

165

Tampak Atas

11 HV Band Strap / Cross Arm Clevis


120
42

6
70

150

Ø 18

Cotter pin dg Split pin /


Bolt & Nut M 16 x 50

12 Dead-end Clamp / Strain Clamp


C

Cotter Pin
16

Clamp

Spring Washer

U - Bolt

153
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

13 Wire Clip
Baja
tuang

14 Cousen / Thimble

2,5
R 13 : 2 R 24 : 2
55

16

15 Line Tap Connector (Tipe G)

B
Line Tap Connector Al
Size A B L
35 30,00 18,40 40
50 31,80 20,00 45
A

70 42,60 25,00 60
150 49,50 30,50 65
L

240 51,50 30,50 65

16 Line Tap Connector (Tipe H)

17 Line Tap Connector (Tipe Non-tension joint)

154
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

18 Turn Buckle
155 mm
230 mm

Ulir putar Kiri Ulir putar Kanan

Min 6 mm
M20

155 mm

42 mm
Ulir putar Kiri M20

19 Ground Wire Clamp


300

110 80 110
50 10
Ø 12

Ø 10 (Wire Clip M.10)


50
20

TYPE A
50
90

20

TYPE B
50

Ø 15

20

TYPE C
Ø 15

155
SPLN D5.008-1: 2020

No Material

20 Tanda Bahaya
400

1,2

BERBAHAYA
400
TEGANGAN TINGGI

21 Anti Climbing

3,2
al
im
in
M

Di Las

Bolt & Nut M. 16 x 50


35

CATATAN: Tabel di atas bersifat informatif. Dapat digunakan jenis material lain yang berbeda
dengan ketentuan penggunaan harus sesuai dengan spesifikasi materialnya.

156
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran NN
Contoh Prosedur Penyelenggaraan Konstruksi SUTM

NN.1. Persiapan Peta Rencana dan Proses Perizinan

Sebelum melaksanakan pekerjaan penarikan penghantar/penggelaran kabel JTM, perlu


dilakukan persiapan teknis dan administratif, yaitu:

a. Gambar Rencana Pelaksanaan sesuai kontrak pekerjaan;


b. Izin Pelaksanaan instansi terkait atau otoritas setempat;
c. Dokumen-dokumen permintaan material dan metode pelaksanaan pekerjaan;
d. Persiapan Peralatan Kerja dan K2/K3;
e. Pengawas Unit PLN terkait.

NN.2. Survei dan Penentuan Lokasi Titik Tiang

Survei bertujuan untuk menentukan rute / lintasan optimal konstruksi jaringan yang akan
dipasang. Kriteria utama survei:

a. Lintasan konstruksi jaringan diusahakan merupakan garis lurus;


b. Permukaan tanah dipilih antara satu titik ke titik lainnya mempunyai ketinggian yang
sama atau kalaupun berbeda, dengan selisih sekecil-kecilnya;
c. Lintasan/titik-titik lokasi tiang dioptimalkan dengan memperhatikan rencana
pengembangan wilayah/ jaring distribusi di kemudian hari;
d. Bila jaringan berdekatan dari benda-benda lain (bangunan, pohon), perhatikan jarak
aman yang dipersyaratkan;
e. Jenis konstruksi disesuaikan dengan standar yang diberlakukan;
f. Survei dilakukan sekurang - kurangnya oleh 2 orang untuk fungsi recheck dan juga
dilengkapi peralatan survei sekurang-kurangnya: kompas, rol meter dan rol dorong.

No. Urutan kegiatan Uraian aktivitas


1 Penentuan titik-titik arah
lintasan Tentukan titik -titik awal survei dengan dugaan awal jarak +/- 50
m dan indikasikan dengan patok awal. Antara titik satu dengan
lainya merupakan garis lurus.
Perhatikan pula ketinggian tanah dan perkiraan tiang yang akan
dipasang. Berikan tanda pada sket, misal antara B dan C
permukaan tanah sangat rendah atau titik C lebih rendah dari
B. Data ini penting untuk pemilihan panjang tiang yang berbeda.
Penggunaan theodolit dapat memudahkan pengukuran
selisih ketinggian.

157
SPLN D5.008-1: 2020

No. Urutan kegiatan Uraian aktivitas


2 Pengukuran jarak lintasan Ukur jarak antara titik penting dan membaginya menjadi titik
antara, dengan jarak untuk jaringan SUTM antara 40 m s.d 50
m. Untuk jarak yang melebihi ketentuan, digunakan tiang
dengan kekuatan minimal 350 daN dan panjang minimal 12 m.
3 Pengukuran sudut lintasan Gunakan Kompas untuk mengukur sudut titik penting.
jaringan Pengukuran sudut ini penting untuk pemilihan konstruksi tiang
yang sesuai.
4 Pematokan akhir Setelah kegiatan pengukuran awal selesai, evaluasi dan
sesuaikan jarak antar patok-patok awal sebagai hasil survei
yang optimal.

Evaluasi hasil survei dan siapkan data akhir survei, yang meliputi:

a. Gambar lintasan, berupa simbol dan jarak yang di skala;


b. Gambar dan catatan kondisi geografis lokasi lintasan jaringan;
c. Catatan kondisi lingkungan lokasi lintasan jaringan yang harus diperhatikan untuk
perencanaan dan pelaksanaan konstruksi;
d. Jumlah material konstruksi yang dibutuhkan sesuai hasil survei.

Dengan perolehan data survei jalur jaringan diharapkan dapat direncanakan lebih detil
tentang prospek besarnya kapasitas listrik yang akan disalurkan, perkembangan beban
dan lokasi / lingkungan di masa yang akan datang dan dana yang tersedia untuk
pembangunan konstruksi jaringan distribusi, serta pemilihan konstruksi dan komponen
jaringannya.

NN.3. Handling Transportasi

Sebelum dilakukan pengangkutan material dari gudang, harus dipastikan persyaratan


administrasi harus terpenuhi (surat kuasa dan asuransi material). Pekerjaan pemindahan
atau pengangkutan kabel harus dilakukan hati-hati dan dilaksanakan sesuai ketentuan.
Untuk jarak pemindahan pendek < 20 meter, haspel dapat digelindingkan dan didorong
dengan arah berlawanan gulungan kabel. Lintasan gulungan kabel harus dibersihkan dari
batu-batu dan hambatan lain. Untuk kondisi lintasan/struktur tanah yang lemah supaya
digunakan plat besi setebal 6 s/d 10 mm.

Untuk pengangkutan menggunakan kendaraan, kondisi haspel harus dalam keadaan baik.
Bila ada kerusakan maka haspel harus diperbaiki. ApabilaI haspel tidak mungkin untuk
diperbaiki maka kabel harus digulungkan pada haspel yang baru. Menaikkan haspel kabel
ke atas truk harus dengan fork lift, kran ataupun derek bermotor. Didalam truk, haspel harus
diganjal dan diikat agar tidak menggelinding. Cara lain untuk pengangkutan adalah
dengan menggunakan “trailer” kabel yang ditarik oleh mobil. Kemampuan peralatan atau
kendaraan yang digunakan harus sesuai dengan berat kabel.

Pengangkutan kabel dengan cara diuraikan terlebih dulu dari haspel untuk kemudian di
sling diatas truk pengangkut adalah tidak direkomendasikan. Jika terpaksa harus

158
SPLN D5.008-1: 2020

dilaksanakan, misalnya akibat panjang kabel yang akan diangkut tidak mencapai 300 m
(panjang penuh kabel pada 1 haspel), maka penaikan dan peletakan di atas truk harus
hati-hati dan membentuk sling dengan radius 2 m.

Penurunan kabel tidak boleh dilakukan dengan cara menjatuhkan kabel dari atas truk.
Penurunan dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada waktu penurunan. Bila
kabel yang akan diangkut memiliki panjang kurang dari 25 meter, pengangkutan-
pengangkutan dapat dilakukan tanpa haspel, kabel dapat dibuat dalam bentuk melingkar
atau spiral dan lingkaran satu dengan yang lainnya sekurang-kurangnya di tempat-tempat
tertentu. Perhatikan agar jari-jari lingkaran minimal lebih besar dari 15 x diameter luar
kabel.

NN.4. Pendirian Tiang dan Kelengkapannya

Pendirian tiang dan kelengkapannya harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Gunakan truck/trailer sesuai beban tiang yang akan di pindahkan ke lokasi pendirian
tiang bersangkutan;
2. Dilarang menurunkan tiang dengan cara mendorong sehingga berisiko kerusakan
pada struktur tiang bersangkutan;
3. Upayakan pemberian bantalan pada tiang;
4. Sebelum tiang didirikan, periksa ulang kedalaman lubang tiang minimal 1/6 panjang
tiang serta persiapan pondasi yang diperlukan;
5. Upayakan pendirian tiang langsung dengan menggunakan lifter tiang beton. Bila
menggunakan tenaga manusia, perhatikan persiapan penopang pengaman dan
tenaga minimal yang diperlukan (3 orang). Dihindari mendirikan tiang dengan
menggunakan tripot;
6. Setelah tiang berdiri, segera diperkuat/pasang pondasi sesuai ketentuan konstruksi.
Perhatikan bila tiang tersebut merupakan tiang sudut atau penegang;
7. Sebelum penarikan penghantar, pasang guy wire atau topang tarik pada tiang awal,
tiang akhir atau tiang sudut sesuai rancangan konstruksi SUTM pada jalur
bersangkutan. Periksa ketentuan instalasi guy wire, topang tarik atau penguatan
khusus pondasi tiang;
8. Pasang pole plat form atau pole step pada tiang sebagai pijakan kerja petugas
instalasi 1,2 m dari rencana posisi cross arm;
9. Pasang cross arm/insulator yang sesuai dengan rancangan konstruksi SUTM pada
tiang bersangkutan. Perhatikan kekencangan baut pengikat cross arm pada tiang
minimal 20 Nm dengan menggunakan kunci 19 atau 22;
10. Pada pemasangan insulator, naikkan insulator dengan katrol dan segera ikatkan
pada cross arm. Perhatikan kesesuaian insulator tumpu atau tarik dengan sudut
tiang.

159
SPLN D5.008-1: 2020

NN.5. Penarikan Konduktor (Stringing)

Peralatan penarikan konduktor (stringing) yang diperlukan adalah:

a. Pulling grip (pemegang konduktor) sesuai ukuran diameter konduktor;


b. Swivel untuk menetralisir putaran agar konduktor stabil (tidak terlilit);
c. Roll 4 sisi sebagai alas/dudukan konduktor agar tidak tergores;
d. Dinamo meter untuk menentukan besar gaya tarik pada konduktor;
e. Winch machine (mesin penarik);
f. Pillot rope dan main rope;
g. Drumjack (penyangga dan penahan haspel) sesuai kebutuhan (vertical atau
horizontal).

Sebelum pelaksanaan penarikan penghantar, periksa hal-hal berikut:

a. Tiang beton diberi penguatan sementara – guy wire di tiang awal dan tiang akhir;
b. Konstruksi instalasi cross arm serta insulator pada masing-masing tiang;
c. Kesiapan konduktor dalam drum/haspel pada penopang rol;
d. Terpasangnya stringing block pada masing-masing tiang;
e. Tenaga pengawas lapangan/keselamatan kerja;
f. Petugas pengendali kontrol kecepatan putar drum konduktor;
g. Perkakas kerja yang diperlukan;
h. Peralatan keselamatan kerja pada ketinggian.

Pada saat penarikan yang perlu diperhatikan adalah:

a. Saat menggelar, diharuskan konduktor diawali konduktor tengah, ditarik dari bagian
tengah tiang cross arm;
b. Potong menurut panjang yang diperlukan dan diletakkan pada strain clamp atau dead-
end clamp pada cross arm ujung tiang;
c. Penarikan kedua konduktor pinggir harus dilaksanakan bersama dan balance running
blocks atau rollers selalu dipakai sampai konduktor-konduktor diberi kuat tarik dan
lendutan tertentu;
d. Periksa dan segera perbaiki konduktor bilamana stranded konduktor tersebut terurai,
dengan menggunakan repair sleeve atau preformed repair sleeve;
e. Setelah penarikan penghantar selesai, segera ikat penghantar pada strain-clamp
insulator tarik ujung dan awal;
f. Ikat penghantar pada masing-masing insulator tumpu sesuai posisi tiang (lurus atau
sudut);

160
SPLN D5.008-1: 2020

g. Periksa ulang hasil instalasi seperti kuat tarik yang dipersyaratkan, lendutan, ikatan
penghantar penghantar pada insulator dan pengukuran tahanan isolasi hasil konstruksi
penghantar penghantar.

NN.6. Komisioning

Pada instalasi SUTM, seluruh tahapan pekerjaan tersebut diatas harus diawasi dengan
seksama dan pada tahap akhir dilakukan komisioning.

161
SPLN D5.008-1: 2020

Lampiran OO
Contoh Prosedur Penyelenggaraan Konstruksi SKTM

OO.1. SKTM Tanam Langsung

OO.1.1. Pekerjaan Persiapan Penggelaran Kabel

Sebelum pekerjaan lapangan dilaksanakan, periksa dan persiapkan gambar rencana rute
pelaksanaan. Pastikan terlebih dulu awal dan akhir penggelaran kabel.

Melakukan survei rencana jalur/jalur kabel dan pastikan keseluruhan proses periijinan
PEMDA atau Pemilik lahan sudah diperoleh untuk keseluruhan jalur SKTM serta
penggalian titik kontrol jalur kabel pada tiap 5 meter (injeksi test galian) untuk meneliti
kemungkinan adanya utilitas lain.

Dalam hal terdapat instalasi utilitas non PLN (PAM, kabel TM, kabel TT, pipa gas, fiber
optik, kabel telkom dsb.) lain dibawah tanah, periksa ulang dan laksanakan konsultasi
dengan PEMDA/pemilik lahan. Mempersiapkan material penunjang antara lain:

a. Pasir urug;
b. Batu patok/tanda;
c. Batu peringatan;
d. Batu pembatas antar kabel (concrete slab atau batu bata);
e. Timah label;
f. Pipa beton/HDPE/sejenis.

Mempersiapkan peralatan kerja dan konstruksi prasarana pendahuluan, seperti:

a. Lintasan/Crossing-Boring;
b. Jembatan kabel;
c. Pembersihan rencana jalur kabel;
d. Rambu-rambu K3;
e. Alat-alat kerja (rol kabel, dll).

OO.1.2. Handling Transportasi Kabel

Pekerjaan pemindahan atau pengangkutan kabel harus dilakukan hati-hati. Untuk jarak
pemindahan pendek < 20 meter, haspel dapat digelindingkan dan didorong dengan arah
berlawanan gulungan kabel. Lintasan gulungan kabel harus dibersihkan dari batu-batu
dan hambatan lain.

162
SPLN D5.008-1: 2020

Untuk pengangkutan menggunakan kendaraan, kondisi haspel harus dalam keadaan baik.
Bila ada kerusakan haspel harus diperbaiki dan bila tidak mungkin untuk diperbaiki kabel.
Menaikan haspel kabel ke atas truk harus dengan fork lift, kran ataupun derek bermotor.
Didalam truk haspel harus diganjal dan diikat agar tidak menggelinding. Cara lain untuk
pengangkutan adalah dengan menggunakan “trailer” kabel yang ditarik oleh mobil.
Kemampuan peralatan atau kendaraan yang digunakan harus sesuai dengan berat kabel.

Pengangkutan kabel dengan cara diuraikan terlebih dulu dari haspel untuk kemudian di
sling di atas truk pengangkut; sangat tidak direkomendasikan. Kalaupun terpaksa harus
dilaksanakan, misalnya akibat panjang kabel yang akan diangkut tidak mencapai 300 m
(panjang penuh kabel pada 1 haspel) penaikan dan peletakan di atas truk harus hati-hati
dan membentuk sling dengan radius 2 m.

Penurunan kabel tidak boleh dilakukan dengan cara menjatuhkan kabel dari atas truk.
Penurunan dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada waktu kenaikan. Bila
kabel yang akan diangkut panjang kurang dari 25 meter, pengangkutan-pengangkutan
dapat dilakukan tanpa haspel, kabel dapat dibuat dalam bentuk melingkar atau spiral dan
lingkaran satu dengan yang lainnya sekurang-kurangnya di tempat-tempat tertentu.
Perhatikan agar jari-jari lingkaran minimal lebih besar dari 15 x diameter luar kabel.

OO.1.3. Pelaksanaan Galian Kabel

Galian kabel harus dilaksanakan sesuai dimensi pada Tabel 5. Tanah bekas galian harus
diletakkan sedemikian sehingga tidak turun kembali ke galian atau mengganggu
pengguna jalan/lahan lokasi galian. Bila di jalur galian sudah terdapat instalasi kabel /
utilitas lain, sedangkan SKTM yang akan dibangun harus diletakkan di posisi aman.

OO.1.4. Penggelaran Kabel

Peralatan penggelaran/penarikan kabel yang diperlukan adalah:

a. Pulling grip (pemegang kabel) sesuai ukuran diameter kabel;


b. Swivel untuk menetralisir putaran agar kabel stabil (tidak terlilit);
c. Roll sebagai alas/dudukan kabel agar tidak tergores;
d. Winch machine (mesin penarik);
f. Pillot rope dan main rope;
g. Drumjack (penyangga dan penahan haspel) sesuai kebutuhan tanpa mengurangi
keamanan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggelaran/penarikan kabel, yaitu:

1. Jumlah tenaga yang akan melaksanakan penarikan atau penggelaran kabel harus
cukup minimal satu orang per 5 meter kabel;
2. Sebelum dilakukan penarikan atau penggelaran kabel tanah, haspel harus diletakkan

163
SPLN D5.008-1: 2020

diatas drumjack dengan menggunakan dongkrak;


3. Kabel dilepas dari rol haspelnya, ditarik dan digelar secara hati – hati jangan sampai
melilit;
4. Kabel ditarik dengan winch machine atau menggunakan tenaga manusia untuk
kondisi tertentu. Pekerja berdiri dengan jarak yang teratur sepanjang penggalian (1
orang, 1 roller, setiap kurang lebih 5 m);
5. Dalam melakukan penarikan kabel pada tikungan / belokan radius lengkungan kabel
selama penggelaran harus selalu lebih dari 1,5 meter.

Dalam melaksanakan penarikan kabel sedapat mungkin tanpa membuat selingan kabel.
Jika selingan kabel tersebut harus dibuat berbentuk huruf S dimana jari-jari lengkungannya
minimal 1,5 meter.

OO.1.5. Penyambungan Kabel

Instalasi penyambungan harus dilaksanakan oleh petugas yang kompeten. Syarat yang
harus diperhatikan pada saat menyambung kabel adalah faktor kehati–hatian dan
ketelitian untuk peniadaan resiko rusak dikemudian hari saat dioperasikan. Pada posisi
penyambungan ini kabel diberi cadangan / spare secukupnya.

1. Pemasangan Konektor.
Gunakan konektor sesuai ukuran & jenis konduktor. Kekuatan tekan alat kompresi
konektor sesuai persyaratan pabrikan kotak sambung tersebut dengan bentuk dies
hexagonal atau lingkaran penuh. Ukuran dies harus sesuai penampang penghantar.

Bila pengepresan menggunakan alat DSICVC (Deep Stepped Indent Controlled


Volume Compression), bagian cekuan yang tercipta harus diisi bahan semi konduktor.
Perhatikan kemungkinan deformasi konektor dan haluskan untuk menghindari titik awal
discharge yang berujung kepada kerusakan isolasi dikemudian hari

2. Instalasi Isolasi Kotak Sambung


Gunakan kotak sambung jenis ciut panas (hot shrink) atau ciut dingin (cold shrink) dan
laksanakan instalasi sesuai ketentuan pabrikan jointing tersebut.

OO.1.6. Instalasi Terminal Kabel

Pemasangan terminasi harus dilaksanakan dengan teliti dan hati-hati mulai dari
pembukaan kabel sampai kepada pemasangan bagian terakhir terminasi. Instalasi
terminasi harus:

a. Mencegah terjadinya konsentrasi stress ada ujung screen kabel;


b. Mencegah terjadinya jejak konduktif (track) pada bahan isolasi terminasi, meskipun
dalam keadaan kurang baik;
c. Penyekatan (sealing) yang mempunyai keandalan terhadap air, kelembaban dalam
keadaan lingkungan sekitarnya;
164
SPLN D5.008-1: 2020

d. Kontak yang baik antara sepatu kabel dengan penghantarnya.

Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pemasangan, yaitu:

a. Pada saat pembukaan (pengupasan) lapisan semikonduktor yang terdapat pada


kabel, jangan sampai melukai lapisan tersebut;
b. Gunakan sepatu kabel yang sesuai dengan ukuran dan jenis kabel;
c. Kontrol tegangan (stress control);
d. Pada instalasi utama terminal kabel 20 kV, titik terpenting instalasi adalah pada
bukaan selubung pembumian terhadap isolasi. Di titik ini perlu diamankan tegangan
“stress” yang terjadi;
e. Sirip terminasi kabel harus tegak lurus mengikuti posisi konektor.

Harus dipasang pengendali stress menyelubungi isolasi kabel untuk mencegah adanya
loncatan-loncatan listrik (korona) yang terjadi pada isoalasi kabel, sehingga tidak akan
terjadi kerusakan isolasi kabel pada saat pengoperasian.

OO.1.7. Pemasangan Penghantar Pembumian

Seluruh pita grounding wire pada kabel TM harus terhubung sempurna saat instalasi kotak
sambung (jointing dan terminasi) kabel.

OO.1.8. Penandaan Konstruksi SKTM

Pada tiap jarak sejauh-jauhnya 50 meter jalur kabel harus diberi patok tanda kabel.
Khusus untuk trotoar dipasang penanda berupa plat beton sesuai permukaan trotoar.
Untuk sambungan kabel atau jointing juga harus diberikan penanda berupa patok yang
terbuat dari plat beton. Gambar penandaan SKTM dapat dilihat pada Lampiran II dan
Lampiran JJ.

OO.1.9. Komisioning

Pada instalasi SKTM, seluruh tahapan pekerjaan tersebut diatas harus diawasi dengan
seksama dan pada tahap akhir dilakukan komisioning.

OO.2. SKTM Boring HDD

OO.2.1. Persiapan Pekerjaan

1. Melakukan survei detail lokasi pekerjaan (topografi) berikut titik-titik entry pit, exit pit
dan kondisi penempatan mesin HDD beserta aksesoris pendukung HDD;
2. Membuat gambar denah lokasi jalur pengeboran;

165
SPLN D5.008-1: 2020

3. Menginventarisir/mendata utilitas (PAM, kabel TM, kabel TT, pipa gas, fiber optik, kabel
Telkom dsb.) yang ada di jalur HDD (± 5 mtr kiri dan kanan dari jalur pengeboran)
dengan cara mencari atau melihat MOF/PATOK;
4. Melakukan pencarian utilitas dengan Geo Radar atau Locator;
5. Melakukan koordinasi dengan pemilik utilitas (PEMDA, PDAM, PGN, Telkom, dsb.);
6. Membuat berita acara hasil survei dari para pihak;
7. Membuat design HDD Profile:
▪ Panjang Pipa yang diperlukan;
▪ Jumlah Jalur/Jalur;
▪ Posisi (area) Stringing Pipa dan arah pelaksanaan boring;
▪ Menentukan mesin yang akan digunakan (tipe machine) terkait kemampuan
terhadap boring.
8. Membuat Bore Plan;
9. Membuat lubang untuk Test Pit di jalur Boring yang sudah disepakati Apabila ada
keraguan atas data yang didapat dari Geo Radar/Locator maupun informasi dari
pemilik utilitas.

OO.2.2. Handling transportasi

Untuk handling transportasi kabel mengacu ke Lampiran OO butir 1.2.

OO.2.3. Pelaksanaan Pekerjaan

1. Prepare area entry (kondisi penempatan posisi mesin, aksesoris dan material
pendukung HDD);
2. Mobilisasi mesin HDD berikut aksesorisnya;
3. Pemasangan banner pengaman;
4. Setting mesin HDD dan setting akesorisnya (entry point);
5. Pelaksanaan piloting, pilot bor dikendalikan dengan tracking system dari entry point
hingga exit point (data hasil DIGITREX dicatat). Sebelum piloting dimulai, hal yang
harus dilakukan adalah mengkalibrasi pemancar (transmiter) didalam mata bor, guna
mengakurasi jarak, arah dan posisi mata bor dengan alat penerima (receiver). Alat
penerima dapat dimonitor langsung oleh operator sebagai acuan jalan / posisi mata
bor;
6. Maksimal perubahan sudut tiap batang ROD tergantung pipa bor yang digunakan;

166
SPLN D5.008-1: 2020

7. Reaming/pembesaran dimensi boring (disesuaikan dengan kebutuhan jumlah jalur


pipa HDPE). Besar diameter lubang pengeboran minimal 50% harus lebih besar dari
diameter luar pipa HDPE (akumulasi diameter jumlah pipa). Overcut ini diperlukan
untuk memungkinkan sirkulasi untuk mengembalikan cairan pengeboran dan sisa
pencairan tanah yang berubah menjadi bubur lumpur. Campuran bentonite dan
polymer yang diproduksi mud mixing, dipompa kedalam lubang untuk menjaga
kestabilan lubang bor dan untuk sebagai flush (pembersih). Untuk memperbesar
lubang, ukuran reamer bervariasi berdasarkan jumlah pipa HDPE yang hendak di-
instal;
8. Limbah lumpur yang padat dari hasil pilot maupun Reaming yang tidak tertampung
dalam lubang exit maupun entry dimasukan dalam karung dan limbah lumpur yang cair
menggunakan truck sedot lumpur atau sejenis;
9. Pull Back (Penarikan pipa HDPE setelah dilakukan penyambungan pipa HDPE).
Setelah Reaming selesai Pipa HDPE yang telah tersambung sebelumnya pipa HDPE
ditarik kelubang dengan menggunakan Reamer didepannya dan Reaming tersebut
dialiri dengan cairan lubrikasi agar jalur yang akan dilewati pipa tetap licin dan sirkulasi
di dalam lubang tetap lancar selama penarikan pipa HDPE, dengan menggunakan
Swivel atau perangkat yang dipergunakan untuk mencegah pipa HDPE ikut berputar;
10. Penarikan kabel (menggunakan mesin penarik kabel/ cable winch);
11. Kabel berikut haspel kabel digantung di drum jack pada saat proses penarikan kabel;
12. Pipa HDPE yang tidak terisi kabel TM (spare) dipasang tali pancing dan ditutup dop
pengaman;
13. Demobilisasi (pengembalian kembali peralatan dan material);
14. Reinstetment (perbaikan/rekondisi).

OO.2.4. Penandaan Konstruksi HDD

Penandaan HDD dipasang pada entry-pit dan exit-pit berupa plat beton.

167
SPLN D5.008-1: 2020

OO.2.5. Komisioning

Pada instalasi HDD, seluruh tahapan pekerjaan tersebut diatas harus diawasi dengan
seksama dan pada tahap akhir dilakukan komisioning.

168
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id
Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Duren Tiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id