Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN.

F DENGAN PENYAKIT OBESITAS DALAM


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DESA LIWUTO (PULAU
MAKASAR) KECAMATAN KOKALUKUNA KELURAHAN SUKANAEYO
KOTA BAUBAU 2019/2020

DI SUSUN
OLEH :

IMAN RUSDIMAN MAE


2118024

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
GEMA INSAN AKADEMIK
MAKASSAR
2020
FORMATPENGKAJIAN KELUARGA
KEPERAWATAN KELUARGA

A.DATAUMUM
1. NamaKK :Tn. B
2. UsiaKK : 42 tahun
3.AlamatKK : lingkungan Bawean RT. 002 RW. 004 kelurahan sukanaeyo
4.PekerjaanKK: Pedagang
5.PendidikanKK : Sekolah Menengah Pertama (Smp)
6.KomposisiKeluarga :
NO Nama LHub Umr Tingkt. Statusimunisasi Ket
JK dg pend BCG DPT Polio Hept Camp
KK 123 123 123

1 Tn. B L Suami 42 SMP SEHAT

2 Ny. A P Istri 42 SD SEHAT

3 An. F P Anak 10 SD

4 An. N P Anak 8 SD SEHAT

7. Genogram :

8.Tipe Keluarga:Nuclear family


9.Suku Bangsa;Buton / indonesia
10.Agama :Islam
11.Status Sosisl ekonomi keluarga:Penghasilan keluarga kurang lebih Rp. 1.200.000
12.Akti fitasrekreasi keluarga:menonton tv

I. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


13.Tahap perkembangan keluarga saa tini: keluarga pada tahap perkembangan anak usia sekolah (fika
berusia (10)tahun saat ini dan adiknya 8 tahun)

14.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi: saat ini keluarga Tn. B yang memiliki 2 orang
anak yang duduk dibangku sekolah dasar namun kurang efektif dan efisien tentang cara yang tepat
mengarjakan ank bersisialisasi di lingkungannya. Menurut penuturan ibunya mereka sangat taat dan
berperilaku baik di dalam rumah tetapi ketika bersosialisasi di luar rumah (lingkungan bermain) mereka
kadang nakal dengan teman sebayanya)

15.Riwayat keluargainti: anak pertama mengalami obesitas dan menurut penuturan ibunya tidak ada yang
menderita penyakit berat hanya terkadang panas dan sakit kepala biasa.

16. Riwayat keluarga sebelumnya : Menurut pengakuan keluarga, tidak pernah mengalami sakit berat yang
memerlukan perawatan di Rumah Sakit ataupun perawatan di rumah yang lama. Dari riwayat kesehatan
keluarga Tn. A tidak ada yang memilki penyakit kronis maupun penyakit keturunan.
II. LINGKUNGAN
17.Karakteristik rumah
Denah Rumah:
a. type rumah : permanen
b. Jenis bangunan : Permanen
c. Luas bangunan : 15x8
d. Status rumah : Pribadi
e. Atap rumah : Seng
f. Apakah di rumah terdapat jendela : Iya
g. Apakah jendela di buka setiap hari : Iya
h. Pencahayaan rumah : Bagus
i. Penerangan :Bagus
j. Lantai : Beton
k. Kebersihan dalam rumah : Kadang bersih, kadang tidak
l. Kebersihan halaman : Kadang bersih, Kadang tidak
m. Sumber air yang di gunakan oleh keluarga : PAM
1. Karakteristik tetangga dan komunitas
a. Tempat tinggal saat ini : Tn. B bertempat tinggal di desa (Pulau)
b. Tempat tinggal saat ini berada di lingkungan : desa yang masih lestari dengan pepohonan
dan lingkungan yang kadang bersih dan kadang tidak
c. Apakah ada aturan tentang pembuangan sampah di wilayah? Ny. A mengatakan belum ada
aturan tentang pembuangan sampah
d. Apakah di lingkungan ini terdapat aktivitas sosial seperti PKK/ PENGAJIAN ? Ny. A menuturkan
ada pengajian di desa itu dan dia tidak mengikuti pengajian tersebut di karenakan masih
sibuk menjaga kios
e. Mayoritas mata pencaharian masyarakat di lingkungan ini : Nelayan
f. Berapa jarak rumah dengan pelayanan kesehatan? ny. A mengatakan jarak antara rumah
dengan pelayanan kesehatan kurang lebih 1 km.
g. Berapa jarak rumah dengan pasar? Ny. A mengatakan jarak rumahnya dengan pasar sekitar
2-3 Km
h. Berapa jarak rumah dengan apotik? Ny. A mengatkan jarak rumahnya dengan apotik 500
Meter.
i. Transportasi yang digunakan untuk mencapai fasiliotas umum yang tersedia? Sepeda Motor
2. Mobilitas geografis keluarga
a. Apakah sebelumnya pernah pindah-pindah rumah?
keluarga mereka tidak pernah berpindah tempat tinggal, selama pernikahan mereka tinggal
menetap.
b. Berapa lama tinggal di wilayah saat ini ?
sejak kecil Ny. A sudah tinggal di desa tersebut dan kira kira sdah 42 tahu berada di wilayah
tersebut.
c. Transportasi apa yang digunakan untuk melakukan aktifitas sehari-hari? Semua anggota
keluarga menggunakan sepeda motor
3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
a. Apakah dalam keluarga besar ada perkempulan keluarga dalm periode tertentu? Setiap sore
pukul 5 keluarga mnyempatkan waktu untuk bercengkrama. Tidak ada perkumpulan keluarga
tertentu
b. Apakah keluarga ikut dalam kegiatan masyarakat?
Ny. A menyatakan tidak sempat mengikuti kegiatan masyarakat karena kesibukannya saat ini.

III. STRUKTURKELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga
a. Bahasa apa yang di gunakan sehari-hari dalam keluarga?
Ny. A mengatakan di keluargaanya biasanya menggunakan bahasa Buton, walaupun
terkadang bercampur dengan bahasa Indonesia.
b. Apakah anggota keluarga menerima kritikan dari anggota keluarga lain?
Ny. A menyatakan selalu menerima kritikan dari anak dan kakak- kakaknya jika itu yang
terbaik untuknya.
c. Bagaimana pola komunikasi antar anggota keluarga?
keluarga mengatakan pola komunikasi antar keluarga terjalin dengan baik, saling
bercengkrama dan sering melakukan komunikasi.
2. Struktur kekuatan keluarga
a. Jika ada anggota keluarga yang mempunyai perilaku menyimpang, siapa yang
mempengaruhi untuk merubah perilaku tersebut?
Ny. A mengatakan untuk merubah perilaku adalah hal yang wajib bagi orang tua dan peran
anggota keluarga lainnya.
b. Siapa yang mempunyai kekuasaan untuk mengambil keputusan?
Ny. A mengatakan yang mengambil keputusan dalam keluarganya di putuskan bersama
suaminya.
c. Apakah anggota keluarga berperan aktif dalam mengambil keputusan?
Ny. A mengatakan dia bersama Suaminya berperan aktif dalam mengambil keputusan tetapi
terkadang di bantu oleh sanak keluarga dalam pemecahan masalah yang berat.
3. Struktur Peran
a. Peran Tn B sebagai : Kepala Keluarga
b. Peran Ny. A sebagai : Ibu rumah tangga
c. Peran An. F sebagai : Anak Pertama dan sebagai kakak
d. Peran An. N sebagai : Anak Kedua
4. Nilai dan Norma Keluarga
a. Kepercayaan yang di anut keluarga : Ny. A mengatakan semua nggota keluarganya
menganut agama islam.
b. Apakah keluarga mempunyai suatu kepercayaan tertentu mengenai agama yang
mempengaruhi kesehatan?
Ny. A mengatakan tidak ada suatu kepercayaan di dalam keluarga yang mempengaruhi
kesehatan.
c. Seberapa aktif anggota keluarga dalam melakukan ibadah?
Ny. A mengatakan keluarganya jarang melakukan ibadah
IV. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Efektif
a. Sejauh mana keluarga mengetahui kebutuhan anggota keluarga masing-masing?
Ny. A mengatakan anggota keluarganya bisa mengerti kebutuhan masing anggota keluarga.
b. Bagaimana perhatian antar anggota keluarga dan apakah mereka saling mendukung?
Ny. A menyatakan anggota keluarga saling mendukung, jika salah satu anggota keluarga
mengalami masalah atau hambatan, mereka saling membantu.
c. Apakah antar anggota keluarga akrab?
Ny. A mengatakan bahwa istri dan anak-anaknya saling akrab satu sama lain
2. Fungsi Sosialisasi
a. Apakah anggota keluarga aktif mengikuti sosialisasi di masyarakat?
Ny. A menuturkan mereka jarang akti dalam kegiatan masyarakat terkecuali 17 agustu-an
dan HUT kota.
b. Apakah setiap anggota keluarga mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat
sekitar?
Ny M mengatakan keluarganya secara keseluruhan menjalin hubungan yang baik dengan
masyarakat sekitar, tapi mereka beranggapan ada beberapa orang yang memang tidak
menyukai keluarganya namun mereka membiarkan hal itu, mereka tidak menghiraukan hal
tersebut
3. Fungsi perawatan kesehatan (mengenali masalah kesehatan yang di alami)
a. Mengenal masalah kesehatan
Ny. A mengatakan keluarga sudah mengetahui masalah kesehatan yang terjadi pada
anaknya. Tetapi belum terlalu mengetahui tentang pengobatan anaknya yang obesitas.
b. Mengambil keputusan  mengenai tindakan kesehatan
Untuk masalah yang di alami An. F yaitu obesitas, membuat ibunya khawatir nanti
mengganggu kesehatan anaknya sehingga berusaha semaksimal mungkin mengatur porsi
makannya.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
d. Jika ada keluarga yang sakit Ny. A mengatakan yang merawat yaitu bergantian dengan Tn.
B namun yang lebih sering adalah Ny. A karena suaminya yang jarang di rumah di
karenakan pekerjaannya yang merantau.
e. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
Ny. A mengatakan untuk sanitasi di rumahnya sama tetangganya kurang bersih.
Ketidakmampuan keluarganya dalam memodifikasi lingkungan bisa terjadi karena
terbatasnya sumber-sumber keluarga diantaranya keuangan.
f. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga
Bila ada anggota keluarga yang sakit keluarga selalu membawa anaknya ke pueskesmas
untuk tempat berobat, karena sudah ada JAMKESMAS dari pemerintah jadi keluarga lebih
mudah dalam berobat.
V. STRESS DAN KOPING KELUARGA
1. Stressor jangka panjang dan pendek : Ny. A terkadang khawatir dengan kondisi anaknya yang
mengalami obesitar namun tak bisa berbuat banyak karena kurangnya pengetahuan dan saat ini
yang bias ia lakukan hanyalah mengurangi porsi makan An. F
2. Kemampuan keluarga merespon terhadap situasi/stressor : Ny. A mengatakan hanya mengatasi
dengan cara mengatur jumlah porsi makan An. F dan berharap Allah member jalan keluar dari
masalah ini.
3. Strategi koping yang di gunakan : Ny A mengatakan jika ada masalah mereka membicarakannya
dengan berdiskusi dan meminta saran dari keluarga lainnya.
4. Strategi adaptasi fungsional
Bila anak “Pertama” sulit untuk dinasehati Ny. A mengulang terus menasehati dan bila anak
pertama tak mendengar terkadang ia meninggikan suaranya.
VI. PEMERIKSAAN FISIK
No Nama Umur Ttv Kepala Leher Dada Abdomen Ekstremitas

1. Tn. B

2. Ny. A 42th TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
120/80 mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan bentuk
mmHg hidung simetris kelenjar tidak ada
N: 85x/M dan bersih, tiroid nyeri tekan
S: 36 c mulut (lidah
BB: 50 Kg gigi) bersih, dan
telinga bersih
dan simetris.

3. An. F 10th TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
RR: mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan bentuk
25x/M hidung simetris kelenjar tidak ada
S: 36 c dan bersih, tiroid nyeri tekan
BB: 50kg mulut (lidah
gigi) bersih, dan
telinga bersih
dan simetris.

4. An. N 8th TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
S: 36 C mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan bentuk
RR: hidung simetris kelenjar tidak ada
22x/M dan bersih, tiroid nyeri tekan
BB: 24 kg mulut (lidah
gigi) bersih, dan
telinga bersih
dan simetris.

VII. HARAPAN KELUARGA


keluarga berharap agar An. F bias kembali normal sehingga bisa anak mereka bisa
kembali bergaul tanpa rasa minder dengan kawan sebayanya.
LAPORAN HASIL PENGKAJIAN
KEPERAWATAN KELUARGA

BAB I TINJAUAN TEORI (LP) :


1. Definisi Kasus Utama
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan
penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
2. Etiologi kasus utama
Obesitas dapat di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain , keturunan,pola
makan, obat-obatan,psikososial ekonomi, aktivitas, pola pikir dan konsentrasi intake
makanan.
3. Tanda dan Gejala
Obesitas dapat terjadi pada semua golongan umur, akan tetapi pada anak biasanya
timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak wanita, selain berat
badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat
(ternyata jika periksa usia tulangnya), sehingga pada akhirnya remaja yang cepat tumbuh
dan matang itu akan mempunyai tinggi badan yang relative rendah dibandingkan dengan
anak yang sebayanya.
Bentuk tubuh, penampilan dan raut muka penderita obesitas :
a. Paha tampak besar, terutama pada bagian proximal, tangan relatif kecil dengan jari
– jari yang berbentuk runcing.
b. Kelainan emosi raut muka, hidung dan mulut relatif tampak kecil dengan dagu yang
berbentuk ganda.
c. Dada dan payudara membesar, bentuk payudara mirip dengan payudara yang telah
tumbuh pada anak pria keadaan demikian menimbulkan perasaan yang kurang
menyenangkan.
d. Abdomen, membuncit dan menggantung serupa dengan bentuk bandul lonceng,
kadang – kadang terdapat strie putih atau ungu.
e. Lengan atas membesar, pada pembesaran lengan atas ditemukan biasanya pada
biseb dan trisebnya
Pada penderita sering ditemukan gejala gangguan emosi yang mungkin merupakan
penyebab atau keadaan dari obesitas.
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada
bisa menekan paru – paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas,
meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.Gangguan pernafasan bisa
terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara
waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.
Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung
bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan
pergelangan kaki).Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit.Seseorang yang
menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan
dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan
mengeluarkan keringat yang lebih banyak.Sering ditemukan edema (pembengkakan
akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.
4. Patofisiologi
Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake
dan out put yang keluar – masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan
lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan. Apabila hal ini terjadi akan
timbul berbagai masalah, diantaranya
Timbunan lemak pada area abdomen yang emnyebabkan tekanan pada otot-otot
diagfragma meningkat sehingga menggagu jalan nafas , BB yang berlebihan menyebabkan
aktifitas yang terganggu sehingga mobilitas gerak terbatasi dan timbul perasaan tidak
nyaman, obat-obatan golongan steroid yang memicu nafsu makan tidak terkontrol
mengakibatkan perubahan nutrisi yang berlebih, dan krisis kepercayaan diri karena
timbunan lemak pada tubuh telah mengubah bentuk badannya.
5. Pentalaksanaan Medis
Penatalaksanaan Obesitas dianjurkan agar melalui banyak cara secara bersama-sama.
Terdapat banyak pilihan antara lain:
a. Gaya hidup
Perubahan perilaku dan pengaturan makan.Prinsipnya mengurangi asupan kalori
dan meningkatkan keaktifan fisik, dikombinasikan dengan perubahan perilaku.Kata
pepatah Cina kuno “makan malam sedikit akan membuat Anda hidup sampai sembilan
puluh sembilan tahun”.Pertama usahakan mencapai dan mempertahankan BB yang
sehat.Konsumsi kalori kurang adalah faktor penting untuk keberhasilan penurunan
BB. Pengaturan makan disesuaikan dengan banyak faktor antara lain usia, keaktifan
fisik. Makan jumlah sedang makanan kaya nutrien, lemak rendah dan kalori rendah.Pilih
jenis makanan dengan kepadatan energi rendah seperti sayur-sayuran dan buah-
buahan, jenis makanan sehat, jenis karbohidrat yang berserat tinggi, hindari manis-
manisan, kurangi lemak. Awasi ukuran porsi, dan hitung kalori misalnya makanan yang
diproses mengandung lebih banyak kalori daripada yang segar. Perbanyak kerja fisik,
olahraga teratur, dan kurangi waktu nonton TV.
b. Bedah bariatrik
Di Amerika Serikat cara ini dianjurkan bagi mereka dengan IMT 40 kg/m2 atau IMT
35,0-39,9 kg/m2 disertai penyakit kardiopulmonar, DM t2, atau gangguan gaya hidup
dan telah gagal mencapai penurunan BB yang cukup dengan cara non-bedah. (NIH
Consensus Development Panel pada tahun 1991). Kemudian pada tahun 2004 ASBS
Consensus menganjurkan juga cara ini untuk mereka dengan IMT 30,0–34,9 kg/m2
dengan keadaan komorbid yang dapat disembuhkan atau diperbaiki secara nyata.
Dapat diharapkan penurunan BB maksimal 21–38%.
c. Obat-obat anti obesitas
Ada obat yang mempunyai kerja anoreksian (meningkatkan satiation, menurunkan
selera makan, atau satiety, meningkatkan rasa kenyang, atau keduanya), contohnya
Phentermin.Obat ini hanya dibolehkan untuk jangka pendek.Orlistat menghambat
enzim lipase usus sehingga menurunkan pencernaan lemak makanan dan
meningkatkan ekskresi lemak dalam tinja dengan sedikit kalori yang
diserap. Sibutramine meningkatkan statiation dengan cara menghambat ambilan
kembali monoamine neurotransmitters (serotonin, noradrenalin dan sedikit dopamin),
menyebabkan peningkatan senyawa-senyawa tersebut di hipotalamus. Rimonabant
termasuk kelompok antagonuis CB1, yang menghambat ikatan cannabinoid endogen
pada reseptor CB1 neuronal, sehingga menurunkan selera makan dan menurunkan
BB.Orlistat, sibutramin dan rimonabant dapat dipergunakan untuk jangka lama dengan
memperhatikan efek sampingnya; rimonabant masih ditunda di Amerika
Serikat.Sayangnya obat-obatan tersebut tiada yang dapat memenuhi harapan dan
kebutuhan orang.Oleh karena itu industri farmasi masih mengembangkan banyak calon
obat baru.
d. Balon Intragastrik
Balon Intragastrik adalah kantung poliuretan lunak yang dipasang ke dalam
lambung untuk mengurangi ruang yang tersedia untuk makanan.
e. Pintasan Usus
Pintasan usus meliputi penurunan berat badan dengan cara malabsorbsi. Tindakan
ini kadang-kadang dilakukan dengan diversi biliopankreatik, yang memerlukan reseksi
parsial lambung dan eksisi kandung empedu dengan transeksi jejunum .jejunum
proksimal dianastomosiskan (dihubungkan melalui pembedahan) ke ilium distal, dan
jejunum distal dianastomosiskan ke bagian sisa dari lambung.
BAB II TINJAUAN KASUS
1. Pengkajian
Perawat I melakukan pengkajian di temukan data sebagai berikut :
Sebuah keluarga keluarga yang terdiri dari Tn. B tinggal bersama anggota keluarga yang
terdiri dari Istrinya Ny. A (42 th) dan Anak Pertamanya An. F (10 th), Anak kedua An. N (8 th).
Ibu A adalah Ibu Rumah Tangga yang berpendidikan terakhir sekolah dasar (SD). Bapak S
bekerja sebagai Penjual di perantauan. Berdasarkan pengakuan Ibu M bahwa Anaknya
sering makan sampai 3x dalam sehari, dan tidak sering beraktifitas. Dari Hasil Obeservasi
perawat I anak tersebut terlalu besar sehingga susah untuk bergerak dan cenderung malu
bergaul bersamateman sebayanya.
2. Analisa Data, Diagnosa Keperawatan dan Scoring
ANALISA DATA
N Data Masalah
o
1. DS : Obesitas
Ny. A mengatakan bahwa An. F Berat badan lebih
makan 3x dalam sehari, dan sering
Ngemil (karena mereka menjual
aneka makanan ringan) AN. F
jarang beraktivitas fisik dan sering
nonton tv sambil tidur tiduran.
DO :
An. F (10th)
TD =
RR = 25x/ Menit
TB = 130 cm
BB = 50 Kg

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Obesitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit
2. Berat badan lebih berhubungan dengan kurang aktifitas harian

SCORING
1. Obesitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit
N KRITERIA SCORE PEMBENARAN
O
1. Sifat Masalah : 2/3x1 = 2/3 Masalah obesitas pada
- Tidak/Kurang sehat (3) anak pertama Tn. B
- Ancaman Kesehatan (2) sudah terjadi, gejala
- Keadaan Sejahtera (1) yang mendukung yaitu
BB Lebih dari rata rata
dan bentuk tubuh yang
berbeda dari yang lain
sehingga menyebabkan
Ancaman Kesehatan
pada keluarga.
2. Kemungkinan masalah 1/2x2 = 1 Sebagian masalah
dapat di ubah : dapat di ubah dengan
- Mudah (2) tindakan keperawatan
- Sebagian (1) dan perubahan
- Tidak dapat (0) perilaku, pola makan,
mengurangi asupan
kalori dan
meningkatkan keaktifan
fisik.
3. Potensi masalah untuk di 2/3x1 = 2/3 Masalah dengan
cegah : obesitas sudah terjadi,
- Tinggi (3) membutuhkan waktu
- Cukup (2) yang lama untuk
- Rendah (1) menurunkan berat
badan dgn
menghilangkan
kebiasaan makan
4. Menonjolnya Masalah : 0/2x1 = 0 Keluarga mengatakan
- Masalah berat Harus sudah berusaha untuk
segera di tangani (2) mengajak anaknya
- Ada masalah tetapi tidak makan yang sehat dan
perlu segera di tengani mengajak olahraga
(1) serta banyak
- Masalah tidak dirasakan beraktifitas tapi anak
(0) menolak
Total score : 1 4/3

1. Berat badan lebih berhubungan dengan kurang aktifitas harian


N KRITERIA SCORE PEMBENARAN
O
1. Sifat Masalah : 2/3x1 = 2/3 Masalah berat badan
(Ancaman Kesehatan) lebih sudah terjadi,
yang di derita An. F
karena kurang
beraktifitas, sering
mengemil habis makan
dan Berat badan di atas
rata-rata.
2. Kemungkinan masalah 1/2x2 = 1 Sebagian masalah
dapat di ubah : dapat di ubah dengan
(Sebagian) tindakan keperawatan
dan banyak aktifitas,
mengurangi kebiasaan
setiap habis makan
mengemil lagi
3. Potensi masalah untuk di 2/3x1 = 2/3 Berat badan lebih
cegah :
(Rendah)

4. Menonjolnya Masalah : 0/2x1 = 0 Masalah yang di derita


(Masalah tidak di rasakan) tidak di rasakan karena
anak begitu cuek
dengan apa yang
terjadi pada dirinya
tersebut
Total score : 1 4/3
PERENCANAAN
NO Dx Kep Tujuan Rencana Evaluasi Perencanaan

Umum Khusus Kriteria Standar

1. Obesitas berhubungan Setelah Setelah Respon Obesitas ini Memberikan


dengan mendapatkan dilakukan Verbal merupakan penjelasan
ketidakmampuan perawatan tindakan keadaan kesehatan
keluarga dalam selama 2x 24 keperawatan kelainan tentang
merawat anggota jam di harapkan dalam 2x atau Obesitas yang
keluarga yang sakit partisipasi dalam pertemuan penyakit di alami oleh
diet dapat di dalam 1 yang anak,
tingkatkan minggu selama ditandai
Mengidentifika
dengan kriteria 50 menit dengan
si kondisi
hasil: keluarga penimbunan
kesehatan
mampu jaringan
1. Memilih porsi pasien yang
mengenal lemak
yang sesuai dapat
dengan diet
masalah tubuh
mempengaruhi
yang di tentang secara
berat badan,
tentukan Obesitas pada berlebihan
2. Menghindari An. F dan sehinggany Menjelaskan
makanan dan mampu a diperlukan kepada
minuman yang merawatnya keluarga
1. Menentuk
tidak
dengan tentang diet
an
diperbolehkan
Kriteria: keinginan
yang sehat
dalam diet
pasien kepada anak,
1. Makan
dan
sesuai Memberikan
memotiva
dengan diet penjelasan
si untuk
yang di
kepada orang
mengura
tentukan.
ngi berat tua mengenai
2. Mengurangi
badan makanan yang
porsi makan
atau sehat kepada
sesuai
anjuran diet
lemak anak.
tubuh
2. Menentuk
an
bersama
pasien
jumlah
penuruna
n badan
yang di
inginkan
2. Berat badan lebih Setelah di Setelah di Respon Berat badan Memberikan
berhubungan dengan lakukan tindakan lakukan Verbal lebih ini penjelasan
kurang aktifitas harian keperawatan tindakan merupakan kesehatan
selama 1 bulan keperawatan masalah tentang
An. F di selama 3x yang masalah yang
harapkan pertemuan menyebabk di alami,
partisipasi dalam keluarga Tn. B an
Menjelaskan
latihan dapat di khususnya An. beberapa
kepada
tingkatkan F dapat penyakit.
keluarga dalam
dengan criteria mengenal
Memfasilitas kegiatan
hasil : masalah Berat
i aktifitas pengeluaran
badan lebih
1. 163307 fisik secara energy
dengan
menyeimbangk teratur setidaknya tiga
an aktivitas
kriteria:
untuk kali seminggu,
sehari-hari
1. Sering meningkatk
dengan Mendorong
melakukan an/
olahraga
aktifitas
pengganti
mempertah
2. 163309 kebiasaan
2. Olahraga atau
ankan
Melakukan yang tidak di
melakukan
olahraga kesehatan
senam inginkan
dengan tepat dengan
dengan
tingkat
kebiasaan
kebugaran
baik,
1. Melakuka
Menetapkan
n latihan
bersama,
tujuan realistis

dengan mingguan
aktifitas untuk
tertentu menurunkan
2. Memberik berat badan
an
informasi
mengenal
jumlah
energy
yang di
keluarkan
dikaitkan
dengan
kegiatan
fisik

IMPLEMENTASI
N TGL/WAKTU DIAGNOSA KEP IMPLEMENTAS RESPON TTD
o I

1. 14 Juni 2020 Obesitas - Memberikan 16.00-17:00


berhubungan dengan penyuluhan
16.00 dalam merawat
Ds:
ketidakmampuan
anggota keluarga
keluarga dalam - An. F
yang sakit
merawat anggota mengatakan
- Memberikan
keluarga yang sakit belum mampu
motivasi pada
diet begitu karena
pasien
masih tergoda
- Menggali
dengan jajanan di
wawasan
luar sana
keluarga tentang
- Keluarga
penatalaksanaan
mengatakan,
obesitas
yaitu:
Menurunkan BB
Hindari stress
Olahraga teratur

Do:

- Tersenyum
- Mendengar
- An. F fokus
mendengar
2. 16 Juni 2020 Berat badan lebih - Menggali fikiran 10:00-11:30
berhubungan dengan keluarga tentang
10:00 diet, makanan
Ds: keluarga
kurang aktifitas
dan olahraga mengatakan yang
harian
yang di anjurkan di larang dalam
- Menjelaskan makanan untuk
makanan yang di diet yaitu daging
anjurkan dan di dan makanan
larang
yang berlemak
1. Di anjurkan:
lainnya serta
Buah seperti
berolahraga
apel, papaya dll
dengan tepat
2. Tidak di
waktu dan tidak
anjurkan:
Kurangi gula tidur terus
dan garam dan
Do: keluarga
buat jadwal
memperhatikan
makan dan
dan tersenyum
olahraga yang
teratur senam
Ds: An. F dan
Tae Bo
keluarga
- Memberikan
mengaku baru
edukasi rumput
mengetahui
laut sebagai
manfaat rumput
bahan makanan
kaya serat untuk laut

penderita
diabetes

EVALUASI
NO HARI/TGGL DX KEP EVALUASI

1. JUMAT/ 19 Juni Obesitas berhubungan S: An. F mengatakan belum bisa


2020 dengan ketidakmampuan menjalani diet kalori. Keluarga
keluarga dalam merawat mengatakan dukungan untuk diet
16: 00
anggota keluarga yang diberikan terus kepada anaknya
sakit namun godaan jajanan di luar
rumah menghambat hal tersebut.
An. F mengatakan ingin di belikan
rumput laut oleh ibunya tapi
belum di belikan karena di pasar
lagi kosong

O:

BB saat ini = 50 Kg

Pola makan seperti biasa (jajan,


dan sering mengemil setelah
makan), olahraga belum
seimbang/rutin

A: Masalah belum teratasi/Belum


tercapai

P: lanjutkan program diet,


berikan makanan yang sehat dan
jelly rumput laut serta dukungan
dari keluarga

2. Sabtu/20 Juni 2020 Berat badan lebih S: An. F mengatakan siap


berhubungan dengan melakukan senam tersebut dan
13:00
kurang aktifitas harian ibunya juga sudah mengajarkan
senam seperti yang di anjurkan
dengan menggunakan youtube

O: An. F merasa kesulitan di


gerakan setengah jongkok,
karena keseimbangan tubuh
kurang. Gerakan yang di lakukan
kurang energik sehingga keringat
di keluarkan tubuh tidak banyak.

BB sebelum Beraktivitas fisik 50kg

BB sesudah beraktivitas fisik 1


minggu 49kg

Anak masih sering menonton tv


dan sambil tiduran, sudah ada
kemauan untuk berolahraga
walaupun dengan teguran ibunya

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan latihan seperti


senam Tae Bo, Dan memberikan
variasi senam lainnya (Aerobik)
sertas menganjurkan olahraga
lain seperti berenang

DAFTAR PUSTAKA

Dr.Soetjiningsih,SpAk2015. Tumbuh Kembang Anak.Jakarta.EGC


NANDA, Diagnosa Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2015-2016
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2014). Nursing Diagnosis Definitions And Classification 2015-
2017. 10th Ed. Oxford: Wiley Blackwell.
Dickson-Spillman, M., & Siegrist, M. (2010). Consumers’ Knowledge of Healthy Diets and
Correlation With Dietary Behavior. Jurnal of Human Nutrion and Dietetics, 24 (1), 54-60.
DAFTARPUSTAKA

17