Anda di halaman 1dari 144

Tanggal: 2 Oktober 2020

ion
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi Karyawan dari risiko terjangkit COVID-19
2. Memberikan panduan bekerja bagi seluruh Karyawan dalam kaitannya dengan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan PT PJB
3. Memastikan proses bisnis dan penyediaan energi listrik tetap berjalan dengan baik dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan Karyawan

PETUNJUK PENGISIAN
1. Silahkan diisikan angka berikut :
1 = BELUM
2 = SEBAGIAN
3 = SUDAH
2. Jika ada program primary maupun secondary yang tidak mungkin dilakukan di Unit saudara, semisal di Kantor Pusat tidak memiliki CCR, maka di-isi NA pengisiannya

1
No Primary Sub Secondary
PJB KP
1.1 Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
sesering mungkin baik sebelum maupun setelah
beraktivitas
1.2 Menggunakan masker bila mengalami gejala klinis dan
apabila terindikasi demam lebih dari 37,5 oC segera ke
klinik terdekat
1.3 Apabila mengalami kelainan klinis seperti demam,
pilek, batuk dan sesak nafas segera ke klinik terdekat
untuk pemeriksaan
1.4 Tidak melakukan kontak fisik dengan berjabat tangan
dan salam dapat disampaikan tanpa bersentuhan

1.5 Menghindari kontak langsung antara jari tangan


dengan obyek layanan umum seperti tombol lift,
handel pintu. Upayakan gunakan bahu, siku atau alat
bantu lain

1.6 Menghindari tempat keramaian:


a. Tempat makan umum diluar kantor/Unit
b. Penggunaan transportasi umum/massal, apabila
Pedoman Perilaku terpaksa maka harus dilakukan sterilisasi
1 Karyawan

1.7 Tidak berbagi makanan serta tidak bertukar peralatan


makan/minum dan diupayakan membawa bekal
makanan
1.8 Membawa barang-barang kebutuhan pribadi lainnya
seperti perlengkapan ibadah, dan membawa sendiri
semua perlengkapan pribadi yang diperlukan
1.9 Sedapat mungkin menghindari kontak dengan hewan
hidup termasuk unggas dan burung
1.10Menjaga asupan makanan yang sehat/bervitamin
serta waktu istirahat yang cukup. Karyawan diminta
untuk tidak mengonsumsi daging mentah dan kurang
matang

1.11Melakukan social distancing (jarak antar individu


minimal 2 meter) dan mengurangi aktivitas di luar
rumah

Sub-Nilai #DIV/0!
2.1 Memastikan ketersediaan logistik pencegahan COVID-
19 seperti masker, satung tangan, hand sanitizer, alat
pengukur suhu, disinfektan, masker, sabun antiseptic
secara cukup di lingkungan kerja

2.2 Meningkatkan kebersihan area kerja dan kendaraan


dengan melakukan penyemprotan disinfektan minimal
dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan
2.3 Melaksanakan pembersihan di area kantor, area
kantin, sarana olahraga dan tempat ibadah khususnya
pada bidang-bidang yang sering disentuh seperti,
handel pintu, railing tangga, tombol lift, meja rapat
dan lain-lain dengan cairan disinfektan secara rutin

2.4 Memastikan higienitas perlengkapan yang tersedia


pada fasilitas umum, seperti toilet, dapur (contohnya
penyediaan hand dryer/tisu menggantikan
2.5 Seluruh areasterilisasi
handuk/lap, kerja Perusahaan
kran air, (termasuk di dalamnya
sterilisasi jet shower,
tempat ibadah,
dan lain-lain) fasilitas olah raga dan kantin) bebas
dari tamu eksternal, hanya Karyawan setempat yang
dapat memasuki area kerja PJB

2.6 Menyediakan bilik sterilisasi pada akses masuk


kantor/pembangkit
2.7 Menyediakan posko klinik dilengkapi petugas
medis/paramedis, ambulance, obat-obatan dan
nomor telepon posko klinik di semua area kerja
dengan jam operasional:
a. Area kantor, 8 jam
b. Area operasional, 24 jam
2.8 Karyawan yang bekerja di frontliner wajib dalam
kondisi dehat, menggunakan APD kerja, masker,
sarung tangan dan hand sanitizer
2.9 Seluruh Karyawan tidak melakukan perjalanan dinas
ke dalam dan ke luar negeri, sampai ada
pemberitahuan lebih lanjut
2.10Melarang kepada seluruh Karyawan dan keluarga
untuk tidak melakukan perjalanan non-dinas ke luar
negeri, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut

2.11Melakukan pengukuran suhu tubuh dua kali sehari.


Apabila suhu tubuh di atas 37,5°C, maka sesegera
mungkin memeriksakan diri ke Petugas
Medis/Poliklinik setempat

Penanganan Kesehatan
2 Lingkungan dan Karyawan
2.12Bagi Karyawan yang saat ini masih berada di luar
negeri harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Segera melaporkan jadwal kepulangan ke atasan
langsung
b. Wajib mengikuti deteksi dini di pintu masuk dan
wilayah untuk mendapatkan Health Alert Card (HAC)
c. Wajib melakukan masa isolasi diri di rumah selama
14 hari terhitung sejak tanggal kepulangan
d. Wajib melakukan pengukuran suhu tubuh secara
mandiri 2 kali sehari. Apabila dalam masa isolasi diri
suhu tubuhnya di atas 37.5 oC dan/atau menunjukkan
adanya gejala klinis maka Karyawan harus segera
Penanganan Kesehatan memeriksakan diri ke Petugas Medis.Poliklinik dan
2 mengikuti saran lebih lanjut dari Dokter/Petugas
Lingkungan dan Karyawan Medis.
e. Karyawan yang telah melewati masa isolasi diri
tanpa adanya peningkatan suhu tubuh dan/atau
gejala klinis, dapat masuk kerja kembali setelah
menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari
Dokter/Petugas Medis. Surat Keterangan Sehat
tersebut setelah dilakukan pemeriksaan minimal
meliputi radiologi (rontgen thorax) dan laboratorium
(perifer lengkap)
2.13Bagi Karyawan yang telah kembali dari perjalanan luar
negeri, harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Wajib melakukan masa isolasi diri di rumah selama
14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal
kepulangan Karyawan;
b. Wajib melakukan pengukuran suhu tubuh secara
mandiri sehari 2 (dua) kali dan pengecekan gejala
klinis seperti batuk/pilek/demam. Apabila dalam masa
perawatan di rumah suhu tubuh Karyawan di atas
37,5°C dan/atau menunjukkan adanya gejala klinis
maka Karyawan harus segera memeriksakan diri ke
rumah sakit rujukan Pemerintah dan mengikuti saran
lebih lanjut dari Dokter/Petugas Medis;
c. Karyawan yang telah melewati masa isolasi diri di
rumah tanpa adanya peningkatan suhu tubuh
dan/atau gejala klinis dapat masuk kerja kembali
dengan menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari
Dokter/Petugas Medis. Surat Keterangan Sehat
tersebut setelah dilakukan pemeriksaan minimal
meliputi radiologi (rontgen thorax) dan laboratorium
(perifer lengkap)
2.14Selama isolasi diri di rumah, sesuai sifat pekerjaannya
atasan langsung dapat melakukan pengaturan kerja
dengan sistem Work From Home (WFH)

2.15Bagi Karyawan dan/atau keluarga inti yang berada di


dalam negeri dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke
luar negeri tetapi mengalami suhu tubuh di atas
37,5°C harus segera memeriksakan diri ke rumah
sakit/klinik terdekat serta mengikuti saran lebih lanjut
dari Dokter/Petugas Medis

2.16Karyawan dapat menghubungi hotline Tim


Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) PT
Pembangkitan Jawa - Bali di nomor +62 813-5741-
2221, hotline Sekretaris Perusahaan di nomor +6231
8283180 ext 251, atau hotline Kemenkes di nomor
0812- 1212-3119 serta mengisi formulir untuk
pemantauannya di link
https://box.ptpjb.com/s/yj44eBMcLsQxt8K dan
melaporkannya melalui email
cegahcorona@ptpjb.com
Sub-Nilai #DIV/0!

3.1 Memberlakukan status siaga penyebaran Covid-19 di


lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali sejak 16
Maret 2020 sampai dengan waktu yang ditetapkan
lebih lanjut

3.2 Memaksimalkan pengaturan kerja dengan sistem


Work From Home (WFH) kepada seluruh Karyawan
dengan ketentuan sebagai berikut:
3.3 Atasan wajib
a. Sistem WFHmemberikan
berlaku pada briefing
unit dikepada
daerah Karyawan
status
yang melakukan WFH pada setiap waktu mulai
kuning, orange dan merah pada peta sebaran virus dan
waktu
Coronaselesai jam kerja melalui
yang dikeluarkan mediaPusat/Daerah
Pemerintah komunikasi
(tele/video
atau melaluiconference, calllgroup,
informasi infografik chat)
pada dan
link
didokumentasikan sebagai laporan
https://www.covid19.go.id. harian.
Untuk unit Hal-halyang
di daerah
minimal yang dikomunikasikan
tidak terdampak adalah:
atau (status hijau) tetap menjaga
a. Memastikan kondisi kesehatan Karyawan
kewaspadaan penyebaran Covid-19 secara maksimal.
b.
b. Memastikan
Mengecualikan Karyawan tinggalKaryawan
WFH kepada di kediamannya
dengan
masing-masing
sifat pekerjaan operasional pelayanan 24 jam non-
c. Mengevaluasi progress
stop/tertentu/kritikal pekerjaan
antara sesuai jobdesk
lain Operator,
Pemeliharaan, Call Center, Security, Tenaga Medis
atau pekerjaan lainnya yang tidak dapat ditinggalkan
secara operasional;
c. Sistem WFH bagi Karyawan di perkantoran
minimal 90% dan selebihnya diatur sepenuhnya oleh
Direktur Pembina masing-masing;
d. General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala
Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
meminimalkan operasi dan interaksi sesama
Karyawan di lingkungan kantornya;
3.4 Seluruh agenda rapat dilakukan melalui media
tele/video conference
3.5 Seluruh kegiatan surat menyurat dilakukan melalui
aplikasi Office Automation (OA)
3.6 Karyawan yang mendapat penugasan WFH tetap
melakukan absensi yang disampaikan secara manual
melalui SMS/Whatsapp, dan ketentuan tersebut akan
diatur lebih lanjut
3 Manajemen SDM
3.7 Kepala Satuan/Divisi/Bidang/General Manager
melaporkan secara berkala (setiap akhir
pekan) terkait pelaksanaan WFH di unit/satuan
kerjanya termasuk rekap absensi seluruh Karyawan
kepada Direktur SDM dan Administrasi melalui Office
Automation (OA) cq Kepala Divisi Performance
Management dan Sistem Informasi Human Capital
3.8 Bagi Karyawan yang tetap bekerja di kantor, absensi
tidak dilakukan dengan menggunakan fingerprint,
tetapi menggunakan beberapa alternatif sebagai
berikut:
a. Menggunakan aplikasi M-Presensi, atau
b. Apabila tidak memungkinkan menggunakan aplikasi
M-Presensi maka disampaikan secara manual melalui
SMS/Whatsapp dan atasan langsung akan membuat
rekap daftar hadir manual Karyawan untuk kemudian
diserahkan kepada Manajer Sistem Informasi Human
Capital di kantor Pusat/Supervisor SDM di Unit

3.9 Karyawan yang tidak melakukan konfirmasi absensi


kepada atasannya maka tidak terhitung sebagai Jam
Kerja Karyawan

Sub-Nilai #DIV/0!
4.1 Seluruh jajaran Manajemen wajib menunda atau
menjadwalkan ulang rapat dengan stakeholder
eksternal Perusahaan
4.2 Seluruh jajaran Manajemen wajib menunda atau
menjadwalkan ulang kegiatan tatap muka langsung
dalam jumlah besar (rapat, training, event, konsultasi,
Focused Group Discussion)

4.3 Pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan pihak


eksternal dan tidak dapat ditunda pelaksanaannya
maka wajib mendapatkan rekomendasi dari Tim
Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di
lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali, kecuali
dalam keadaan emergency maka General Manager
dapat memberikan rekomendasi dengan melakukan
tahapan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-
19) dan melaporkan pelaksanaannya kepada Tim
Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di
lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali

4.4 Control Room dan Area Mesin Pembangkit harus tetap


dalam status Restricted Area. Hanya Karyawan yang
ditunjuk yang dapat memasuki ruangan tersebut
4.5 Control Room dibersihkan secara berkala
menggunakan disinfektan secara rutin dengan
memperhatikan keamanan operasional dan peralatan
kerja

4.6 Karyawan yang bertugas di bagian Control Room


hanya bekerja di Area Kerja dan tidak diperbolehkan
memasuki area lain seperti Office
4.7
Alat-alat kerja (hand held) dilakukan sterilisasi secara
berkala, peralatan Human Machine Interface (HMI)
dan sejenisnya dilapisi plastik yang diganti setiap
pergantian shift
4.8

Menyediakan peralatan kesehatan seperti masker,


hand sanitizer, sarung tangan, disposal clothing (saat
bekerja di luar dan daerah terdampak Covid-19)
4.9 Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
4.10

Menyediakan transportasi antar jemput dari rumah ke


kantor (sebaliknya) dan memastikan kendaraan antar
jemput beserta driver dalam kondisi steril
4 Pengelolaan Proses Bisnis
4.11
4 Pengelolaan Proses Bisnis Memberikan tambahan makanan yang sehat/bergizi
dan vitamin untuk
meningkatkan daya tahan tubuhnya
4.12
Menjaga kebersihan ruang kerja dengan melakukan
penyemprotan disinfektan secara rutin/harian
4.13
Pekerjaan operasional yang bersifat kritikal di Unit
Pembangkit, harus dipastikan dilengkapi dengan
Mirroring Control System yang siap untuk
dipergunakan dan petugas dilengkapi dengan petugas
cadangan (back-up)
4.14
Kegiatan local patrol termasuk safety patrol tetap
dilakukan dengan meminimalisir kontak antar
personal
4.15Melakukan pengaturan area kerja bagi Personil
Supporting (security, cleaning service dan helper)
untuk meminimalisir kontak dengan Karyawan
4.16
Kendaraan dinas/kendaraan antar jemput Karyawan
agar disterilisasi secara rutin dan dijemur dengan suhu
tertentu
4.17

Bidang Teknologi lnformasi di Kantor Pusat/Unit/Anak


Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan
sarana dan prasarana, pedoman teknis, sistem
monitoring dan pelaporan, supaya pelaksanaan WFH
dapat berjalan dengan baik dan
keamanan/kerahasiaan data-data Perusahaan tetap
terjaga
4.18

General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala


Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
membuat dan melaksanakan Business Continuity
Planning
(BCP)/Response Plan yang berisi langkah-langkah
kesiapsiagaan (SOP operasi sistem/sub sistem
kelistrikan) dan mitigasi risiko menghadapi darurat
Covid-19
4.19
Business Continuity Planning (BCP)/Response Plan
tersebut dikirimkan paling lambat 3 (tiga) hari sejak
ditetapkan Surat Edaran ini ke Direktur Pembina
terkait
4.20

Satuan Manajemen Risiko & Kepatuhan melakukan


supervisi pembuatan Business
Continuity Planning (BCP)/Response Plan oleh masing-
masing Unit/Divisi/Bidang/Anak Perusahaan

Sub-Nilai #DIV/0!

5.1

Manajemen komunikasi termasuk diantaranya


publikasi kepada media cetak, media online, TV dan
media sosial lainnya untuk kepentingan internal
Perusahaan dan publik, dikelola oleh Tim Pencegahan
Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di lingkungan PT
Pembangkitan Jawa - Bali di bawah koordinasi
Sekretaris Perusahaan
5.2

Tim Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)


di lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali melakukan
pembaharuan informasi berdasarkan perkembangan
yang dapat dipantau melalui sumber-sumber
terpercaya yaitu Kementerian Kesehatan Rl dan WHO
5.3

Melarang seluruh Karyawan untuk menggunakan


topik Covid-19 sebagai bahan bercanda karena akan
berpotensi membuat kebingungan baik di lingkungan
internal maupun masyarakat
5.4
5 Manajemen Komunikasi
Mengajak seluruh Karyawan untuk semakin
meningkatkan kewaspadaan mengenai informasi yang
beredar melalui berbagai alat komunikasi, media,
media sosial, untuk menghindari informasi
menyesatkan atau justru menjadi bagian dari rantai
penyebaran informasi menyesatkan tentang Covid-19
5.5

General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala


Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
membuat emergency call tree (pedoman terlampir)
dan disampaikan kepada Ketua Tim Pencegahan
Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di lingkungan PT
Pembangkitan Jawa - Bali paling lambat 3 (tiga) hari
sejak ditetapkan Surat Edaran ini
5.6
Divisi Lingkungan & K3 melakukan supervisi
pembuatan emergency call tree oleh masing-masing
Unit/Divisi/Bidang/Anak Perusahaan
Sub-Nilai #DIV/0!

Nilai Total #DIV/0!

Nilai Presentase (%) #DIV/0!


FORM MONITORING HARIAN THDP PENERAPAN SE DIR PJB NO. 008.E/012/DIR/2020
tentang
ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN PT PJB

hatan Karyawan

i-isi NA pengisiannya

Pelaksana
2 3 4 5 6 7
UP Paiton UP Brantas UP Gresik UPHT UPHB UP CIRATA
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


DIR PJB NO. 008.E/012/DIR/2020
LINGKUNGAN PT PJB

Pelaksanaan di Unit-Unit Jawa


8 9 10 11 12 13 14
BPWC UP MKR UP MTW UJPT UJPC UJTA UJRB
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


15 16 17 18
UBANG dan
UJIMY KANWIL PJB ACADEMY UJLJ2
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


Tanggal: 2 Oktober 2020

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi Karyawan dari risiko terjangkit COVID-19
2. Memberikan panduan bekerja bagi seluruh Karyawan dalam kaitannya dengan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan PT PJB
3. Memastikan proses bisnis dan penyediaan energi listrik tetap berjalan dengan baik dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan Karyawan

PETUNJUK PENGISIAN
1. Silahkan diisikan angka berikut :
1 = BELUM
2 = SEBAGIAN
3 = SUDAH
2. Jika ada program primary maupun secondary yang tidak mungkin dilakukan di Unit saudara, semisal di Kantor Pusat tidak memiliki CCR, maka di-isi NA pengisiannya

1
No Primary Sub Secondary
JOM KALTEL
1.1 Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
sesering mungkin baik sebelum maupun setelah
beraktivitas
1.2 Menggunakan masker bila mengalami gejala klinis dan
apabila terindikasi demam lebih dari 37,5 oC segera ke
klinik terdekat
1.3 Apabila mengalami kelainan klinis seperti demam,
pilek, batuk dan sesak nafas segera ke klinik terdekat
untuk pemeriksaan
1.4 Tidak melakukan kontak fisik dengan berjabat tangan
dan salam dapat disampaikan tanpa bersentuhan

1.5 Menghindari kontak langsung antara jari tangan


dengan obyek layanan umum seperti tombol lift,
handel pintu. Upayakan gunakan bahu, siku atau alat
bantu lain

1.6 Menghindari tempat keramaian:


a. Tempat makan umum diluar kantor/Unit
b. Penggunaan transportasi umum/massal, apabila
Pedoman Perilaku terpaksa maka harus dilakukan sterilisasi
1 Karyawan

1.7 Tidak berbagi makanan serta tidak bertukar peralatan


makan/minum dan diupayakan membawa bekal
makanan
1.8 Membawa barang-barang kebutuhan pribadi lainnya
seperti perlengkapan ibadah, dan membawa sendiri
semua perlengkapan pribadi yang diperlukan
1.9 Sedapat mungkin menghindari kontak dengan hewan
hidup termasuk unggas dan burung
1.10Menjaga asupan makanan yang sehat/bervitamin
serta waktu istirahat yang cukup. Karyawan diminta
untuk tidak mengonsumsi daging mentah dan kurang
matang

1.11Melakukan social distancing (jarak antar individu


minimal 2 meter) dan mengurangi aktivitas di luar
rumah

Sub-Nilai #DIV/0!
2.1 Memastikan ketersediaan logistik pencegahan COVID-
19 seperti masker, satung tangan, hand sanitizer, alat
pengukur suhu, disinfektan, masker, sabun antiseptic
secara cukup di lingkungan kerja

2.2 Meningkatkan kebersihan area kerja dan kendaraan


dengan melakukan penyemprotan disinfektan minimal
dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan
2.3 Melaksanakan pembersihan di area kantor, area
kantin, sarana olahraga dan tempat ibadah khususnya
pada bidang-bidang yang sering disentuh seperti,
handel pintu, railing tangga, tombol lift, meja rapat
dan lain-lain dengan cairan disinfektan secara rutin

2.4 Memastikan higienitas perlengkapan yang tersedia


pada fasilitas umum, seperti toilet, dapur (contohnya
penyediaan hand dryer/tisu menggantikan
2.5 Seluruh areasterilisasi
handuk/lap, kerja Perusahaan
kran air, (termasuk di dalamnya
sterilisasi jet shower,
tempat ibadah,
dan lain-lain) fasilitas olah raga dan kantin) bebas
dari tamu eksternal, hanya Karyawan setempat yang
dapat memasuki area kerja PJB

2.6 Menyediakan bilik sterilisasi pada akses masuk


kantor/pembangkit
2.7 Menyediakan posko klinik dilengkapi petugas
medis/paramedis, ambulance, obat-obatan dan
nomor telepon posko klinik di semua area kerja
dengan jam operasional:
a. Area kantor, 8 jam
b. Area operasional, 24 jam
2.8 Karyawan yang bekerja di frontliner wajib dalam
kondisi dehat, menggunakan APD kerja, masker,
sarung tangan dan hand sanitizer
2.9 Seluruh Karyawan tidak melakukan perjalanan dinas
ke dalam dan ke luar negeri, sampai ada
pemberitahuan lebih lanjut
2.10Melarang kepada seluruh Karyawan dan keluarga
untuk tidak melakukan perjalanan non-dinas ke luar
negeri, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut

2.11Melakukan pengukuran suhu tubuh dua kali sehari.


Apabila suhu tubuh di atas 37,5°C, maka sesegera
mungkin memeriksakan diri ke Petugas
Medis/Poliklinik setempat

Penanganan Kesehatan
2 Lingkungan dan Karyawan
2.12Bagi Karyawan yang saat ini masih berada di luar
negeri harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Segera melaporkan jadwal kepulangan ke atasan
langsung
b. Wajib mengikuti deteksi dini di pintu masuk dan
wilayah untuk mendapatkan Health Alert Card (HAC)
c. Wajib melakukan masa isolasi diri di rumah selama
14 hari terhitung sejak tanggal kepulangan
d. Wajib melakukan pengukuran suhu tubuh secara
mandiri 2 kali sehari. Apabila dalam masa isolasi diri
suhu tubuhnya di atas 37.5 oC dan/atau menunjukkan
adanya gejala klinis maka Karyawan harus segera
Penanganan Kesehatan memeriksakan diri ke Petugas Medis.Poliklinik dan
2 mengikuti saran lebih lanjut dari Dokter/Petugas
Lingkungan dan Karyawan Medis.
e. Karyawan yang telah melewati masa isolasi diri
tanpa adanya peningkatan suhu tubuh dan/atau
gejala klinis, dapat masuk kerja kembali setelah
menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari
Dokter/Petugas Medis. Surat Keterangan Sehat
tersebut setelah dilakukan pemeriksaan minimal
meliputi radiologi (rontgen thorax) dan laboratorium
(perifer lengkap)
2.13Bagi Karyawan yang telah kembali dari perjalanan luar
negeri, harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Wajib melakukan masa isolasi diri di rumah selama
14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal
kepulangan Karyawan;
b. Wajib melakukan pengukuran suhu tubuh secara
mandiri sehari 2 (dua) kali dan pengecekan gejala
klinis seperti batuk/pilek/demam. Apabila dalam masa
perawatan di rumah suhu tubuh Karyawan di atas
37,5°C dan/atau menunjukkan adanya gejala klinis
maka Karyawan harus segera memeriksakan diri ke
rumah sakit rujukan Pemerintah dan mengikuti saran
lebih lanjut dari Dokter/Petugas Medis;
c. Karyawan yang telah melewati masa isolasi diri di
rumah tanpa adanya peningkatan suhu tubuh
dan/atau gejala klinis dapat masuk kerja kembali
dengan menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari
Dokter/Petugas Medis. Surat Keterangan Sehat
tersebut setelah dilakukan pemeriksaan minimal
meliputi radiologi (rontgen thorax) dan laboratorium
(perifer lengkap)
2.14Selama isolasi diri di rumah, sesuai sifat pekerjaannya
atasan langsung dapat melakukan pengaturan kerja
dengan sistem Work From Home (WFH)

2.15Bagi Karyawan dan/atau keluarga inti yang berada di


dalam negeri dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke
luar negeri tetapi mengalami suhu tubuh di atas
37,5°C harus segera memeriksakan diri ke rumah
sakit/klinik terdekat serta mengikuti saran lebih lanjut
dari Dokter/Petugas Medis

2.16Karyawan dapat menghubungi hotline Tim


Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) PT
Pembangkitan Jawa - Bali di nomor +62 813-5741-
2221, hotline Sekretaris Perusahaan di nomor +6231
8283180 ext 251, atau hotline Kemenkes di nomor
0812- 1212-3119 serta mengisi formulir untuk
pemantauannya di link
https://box.ptpjb.com/s/yj44eBMcLsQxt8K dan
melaporkannya melalui email
cegahcorona@ptpjb.com
Sub-Nilai #DIV/0!

3.1 Memberlakukan status siaga penyebaran Covid-19 di


lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali sejak 16
Maret 2020 sampai dengan waktu yang ditetapkan
lebih lanjut

3.2 Memaksimalkan pengaturan kerja dengan sistem


Work From Home (WFH) kepada seluruh Karyawan
dengan ketentuan sebagai berikut:
3.3 Atasan wajib
a. Sistem WFHmemberikan
berlaku pada briefing
unit dikepada
daerah Karyawan
status
yang melakukan WFH pada setiap waktu mulai
kuning, orange dan merah pada peta sebaran virus dan
waktu
Coronaselesai jam kerja melalui
yang dikeluarkan mediaPusat/Daerah
Pemerintah komunikasi
(tele/video
atau melaluiconference, calllgroup,
informasi infografik chat)
pada dan
link
didokumentasikan sebagai laporan
https://www.covid19.go.id. harian.
Untuk unit Hal-halyang
di daerah
minimal yang dikomunikasikan
tidak terdampak adalah:
atau (status hijau) tetap menjaga
a. Memastikan kondisi kesehatan Karyawan
kewaspadaan penyebaran Covid-19 secara maksimal.
b.
b. Memastikan
Mengecualikan Karyawan tinggalKaryawan
WFH kepada di kediamannya
dengan
masing-masing
sifat pekerjaan operasional pelayanan 24 jam non-
c. Mengevaluasi progress
stop/tertentu/kritikal pekerjaan
antara sesuai jobdesk
lain Operator,
Pemeliharaan, Call Center, Security, Tenaga Medis
atau pekerjaan lainnya yang tidak dapat ditinggalkan
secara operasional;
c. Sistem WFH bagi Karyawan di perkantoran
minimal 90% dan selebihnya diatur sepenuhnya oleh
Direktur Pembina masing-masing;
d. General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala
Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
meminimalkan operasi dan interaksi sesama
Karyawan di lingkungan kantornya;
3.4 Seluruh agenda rapat dilakukan melalui media
tele/video conference
3.5 Seluruh kegiatan surat menyurat dilakukan melalui
aplikasi Office Automation (OA)
3.6 Karyawan yang mendapat penugasan WFH tetap
melakukan absensi yang disampaikan secara manual
melalui SMS/Whatsapp, dan ketentuan tersebut akan
diatur lebih lanjut
3 Manajemen SDM
3.7 Kepala Satuan/Divisi/Bidang/General Manager
melaporkan secara berkala (setiap akhir
pekan) terkait pelaksanaan WFH di unit/satuan
kerjanya termasuk rekap absensi seluruh Karyawan
kepada Direktur SDM dan Administrasi melalui Office
Automation (OA) cq Kepala Divisi Performance
Management dan Sistem Informasi Human Capital
3.8 Bagi Karyawan yang tetap bekerja di kantor, absensi
tidak dilakukan dengan menggunakan fingerprint,
tetapi menggunakan beberapa alternatif sebagai
berikut:
a. Menggunakan aplikasi M-Presensi, atau
b. Apabila tidak memungkinkan menggunakan aplikasi
M-Presensi maka disampaikan secara manual melalui
SMS/Whatsapp dan atasan langsung akan membuat
rekap daftar hadir manual Karyawan untuk kemudian
diserahkan kepada Manajer Sistem Informasi Human
Capital di kantor Pusat/Supervisor SDM di Unit

3.9 Karyawan yang tidak melakukan konfirmasi absensi


kepada atasannya maka tidak terhitung sebagai Jam
Kerja Karyawan

Sub-Nilai #DIV/0!
4.1 Seluruh jajaran Manajemen wajib menunda atau
menjadwalkan ulang rapat dengan stakeholder
eksternal Perusahaan
4.2 Seluruh jajaran Manajemen wajib menunda atau
menjadwalkan ulang kegiatan tatap muka langsung
dalam jumlah besar (rapat, training, event, konsultasi,
Focused Group Discussion)

4.3 Pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan pihak


eksternal dan tidak dapat ditunda pelaksanaannya
maka wajib mendapatkan rekomendasi dari Tim
Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di
lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali, kecuali
dalam keadaan emergency maka General Manager
dapat memberikan rekomendasi dengan melakukan
tahapan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-
19) dan melaporkan pelaksanaannya kepada Tim
Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di
lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali

4.4 Control Room dan Area Mesin Pembangkit harus tetap


dalam status Restricted Area. Hanya Karyawan yang
ditunjuk yang dapat memasuki ruangan tersebut
4.5 Control Room dibersihkan secara berkala
menggunakan disinfektan secara rutin dengan
memperhatikan keamanan operasional dan peralatan
kerja

4.6 Karyawan yang bertugas di bagian Control Room


hanya bekerja di Area Kerja dan tidak diperbolehkan
memasuki area lain seperti Office
4.7
Alat-alat kerja (hand held) dilakukan sterilisasi secara
berkala, peralatan Human Machine Interface (HMI)
dan sejenisnya dilapisi plastik yang diganti setiap
pergantian shift
4.8

Menyediakan peralatan kesehatan seperti masker,


hand sanitizer, sarung tangan, disposal clothing (saat
bekerja di luar dan daerah terdampak Covid-19)
4.9 Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
4.10

Menyediakan transportasi antar jemput dari rumah ke


kantor (sebaliknya) dan memastikan kendaraan antar
jemput beserta driver dalam kondisi steril
4 Pengelolaan Proses Bisnis
4.11
4 Pengelolaan Proses Bisnis Memberikan tambahan makanan yang sehat/bergizi
dan vitamin untuk
meningkatkan daya tahan tubuhnya
4.12
Menjaga kebersihan ruang kerja dengan melakukan
penyemprotan disinfektan secara rutin/harian
4.13
Pekerjaan operasional yang bersifat kritikal di Unit
Pembangkit, harus dipastikan dilengkapi dengan
Mirroring Control System yang siap untuk
dipergunakan dan petugas dilengkapi dengan petugas
cadangan (back-up)
4.14
Kegiatan local patrol termasuk safety patrol tetap
dilakukan dengan meminimalisir kontak antar
personal
4.15Melakukan pengaturan area kerja bagi Personil
Supporting (security, cleaning service dan helper)
untuk meminimalisir kontak dengan Karyawan
4.16
Kendaraan dinas/kendaraan antar jemput Karyawan
agar disterilisasi secara rutin dan dijemur dengan suhu
tertentu
4.17

Bidang Teknologi lnformasi di Kantor Pusat/Unit/Anak


Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan
sarana dan prasarana, pedoman teknis, sistem
monitoring dan pelaporan, supaya pelaksanaan WFH
dapat berjalan dengan baik dan
keamanan/kerahasiaan data-data Perusahaan tetap
terjaga
4.18

General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala


Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
membuat dan melaksanakan Business Continuity
Planning
(BCP)/Response Plan yang berisi langkah-langkah
kesiapsiagaan (SOP operasi sistem/sub sistem
kelistrikan) dan mitigasi risiko menghadapi darurat
Covid-19
4.19
Business Continuity Planning (BCP)/Response Plan
tersebut dikirimkan paling lambat 3 (tiga) hari sejak
ditetapkan Surat Edaran ini ke Direktur Pembina
terkait
4.20

Satuan Manajemen Risiko & Kepatuhan melakukan


supervisi pembuatan Business
Continuity Planning (BCP)/Response Plan oleh masing-
masing Unit/Divisi/Bidang/Anak Perusahaan

Sub-Nilai #DIV/0!

5.1

Manajemen komunikasi termasuk diantaranya


publikasi kepada media cetak, media online, TV dan
media sosial lainnya untuk kepentingan internal
Perusahaan dan publik, dikelola oleh Tim Pencegahan
Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di lingkungan PT
Pembangkitan Jawa - Bali di bawah koordinasi
Sekretaris Perusahaan
5.2

Tim Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)


di lingkungan PT Pembangkitan Jawa - Bali melakukan
pembaharuan informasi berdasarkan perkembangan
yang dapat dipantau melalui sumber-sumber
terpercaya yaitu Kementerian Kesehatan Rl dan WHO
5.3

Melarang seluruh Karyawan untuk menggunakan


topik Covid-19 sebagai bahan bercanda karena akan
berpotensi membuat kebingungan baik di lingkungan
internal maupun masyarakat
5.4
5 Manajemen Komunikasi
Mengajak seluruh Karyawan untuk semakin
meningkatkan kewaspadaan mengenai informasi yang
beredar melalui berbagai alat komunikasi, media,
media sosial, untuk menghindari informasi
menyesatkan atau justru menjadi bagian dari rantai
penyebaran informasi menyesatkan tentang Covid-19
5.5

General Manager Unit/Kepala Badan/Kepala


Divisi/Kepala Bidang/Pimpinan Anak Perusahaan
membuat emergency call tree (pedoman terlampir)
dan disampaikan kepada Ketua Tim Pencegahan
Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di lingkungan PT
Pembangkitan Jawa - Bali paling lambat 3 (tiga) hari
sejak ditetapkan Surat Edaran ini
5.6
Divisi Lingkungan & K3 melakukan supervisi
pembuatan emergency call tree oleh masing-masing
Unit/Divisi/Bidang/Anak Perusahaan
Sub-Nilai #DIV/0!

Nilai Total #DIV/0!

Nilai Presentase (%) #DIV/0!


FORM MONITORING HARIAN THDP PENERAPAN SE DIR PJB NO. 008.E/012/D
tentang
ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN PT PJB

ehatan Karyawan

di-isi NA pengisiannya

P
2 3 4 5 6 7
JOM PULPIS JOM TENAYAN JOM ARUN JOM BELITUNG JOM ANGGREK SUPPA
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


PAN SE DIR PJB NO. 008.E/012/DIR/2020
ng
-19 DI LINGKUNGAN PT PJB

Pelaksanaan di Unit-Unit Luar Jawa


8 9 10 11 12
JOM DURI JOM KETAPANG JOM TIDORE JOM KENDARI JOM TEMBILAHAN
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


13 14 15 16 17
JOM AMURANG JOM ROPA JOM BOLOK JOM AMPANA JOM BANGKA
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!