Anda di halaman 1dari 15

Pengantar Epidemiologi Gizi

Devi S Effendy
outline
• Defenisi nutritional epidemiology
Definisi epidemiologi
• ilmu yang mempelajari distribusi dan
determinan dari frekuensi penyakit pada
manusia (Mac Mohan and Pugh).
• Study distribusi dan determinan dari keadaan
atau kejadian terkait kesehatan pada populasi
tertentu dan aplikasi dari studi tersebut untuk
mengontrol masalah-masalah kesehatan (J.M.
Last 1988)
Definisi epidemiologi gizi

a subdiscipline of
epidemiology and
provides specific
knowledge to
nutritional science.
Nutritional epidemiology is the application
of epidemiological methods to the study of
how diet is related to health and disease in
humans at the population
Epidemiologi gizi klasik
• Contoh klasik: scurvy,
scorbut
• Mengenai para pelaut
antara tahun 1500
sampai 1800
• Kematian diperkirakan
sekitar 2 juta orang

• Gusi berdarah,
pembengkakan pada
sendi, kematian
• J lind menemukan
bahwa lemon dan jeruk
merupkan yang paling
punya pengaruh dalam
perjalanan penyakit
scurvy.
• Saat itu struktur
molekul vitamin C
belum ditemukan James Lind, a pioneer in the field of
scurvy prevention
• Pelagra, mengenai
orang yang konsumsi
makanan pokoknya
adalah jagung pada awl
abad ke 19 sampai 20
• symptoms of pellagra
are diarrhea, dermatitis,
dementia, and death
("the four Ds").
• J. Goldberger, berasumsi
penyakit ini terkait
defisiensi zat gizi dan
mensupply daging dan
susu pada penduduk
yang terkena
• Kekurangan Niacin dan
tryptophan
Epidemiologi gizi modern
• Memusatkan perhatian pada etiologi dari
penyakit-penyakit kronid seperti cardiovaskular
dan kanker, 2 penyakit yang menjadi penyebab
utama kematian kematian.
• Juga penyakit lainnya seperti: osteoporosis,
DM, conggenital malformation
• hubungan antra faktor-faktor diet dan penyakit
kronik diobservasi jauh sbelum faktor etiologik
khusus/tertentu dapat diidentifikasi (Jacob,
1999).
• jalur dari pengamatan sampai terjadinya
penyakit lebih kompleks untuk peyakit-penyakit
kronik.
Karakteristik Epidemiologi Gizi
• Relevan terhadap masalah kesehatan krusial
dan beberapa temuan telah diaplikasikan dan
mungkin dapat meningkatkan kesehatan
masyarakat
• Kesulitan: complex nature of diet, sebab
multifaktorial pada penyakit kronik,
keterbatasan dari studi epidemiologi dalam
menjelaskan diet-disease relationship
Tujuan
• Monitor konsumsi makan, asupan zat gizi, dan status
gizi dari populasi
• Menghasikan hipotesis baru tentang diet-penyakit,
menghasilkan evidence yang mendukung hipotesis
atau menolak hipotsis lama, dan menilai kekuatan dari
hubungan diet-penyakit
• Berkontribusi dalam pencegahan penyakit dan
pengembangan kesehatan masyrakat
• Hanya dapat mengidentifikasi asosiasi tetapi tidak
dapat membuktikan causal relationship. Harus
dikombinasikan dengan intervention atau trial lainnya
Kontribusi epidemiologi gizi
• Menguraikan penyakit dari masalah gizi dan
menentukan hubungan sebab akibat.
• Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
merencanakan dan melaksanakan program
pencegahan, kontrol dan penanggulangan masalah gizi
di masyarakat.
• Kontribusi khususnya penilaian diet, gambaran
paparan gizi dan model statistik dari hubungan diet-
penyakit
• Selesai
• Tugas
Kumpulkan artikel tentang epidemiologi gizi dari
jurnal internasional pada pertemuan berikut