Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PSIKOLOGI DAN BUDAYA DALAM KEPERAWATAN

DIVERSITY DALAM MASYARAKAT

DISUSUN OLEH :
Kelompok 11
1. Putri Lesmana(1914301058)
2. Serli Diani (1914301060)
3. Febri Ani Cesaria (191430100)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNG KARANG
SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIN 2020/2021
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari kelompok yang telah bekerja sama dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bandar Lampung,11 Agustus 2020

Kelompok 11

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul........................................................................................................i

Kata Pengantar......................................................................................................ii

Daftar isi ..............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1 Latar Belakang.......................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..................................................................................1

1.3 Tujuan ...................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................2

2.1 makna diversity......................................................................................2

2.3 unsur – unsur keberagaman dalam masyarakat.....................................2

2.3 pengaruh keberagaman dan kehifupan beragama,bermasyarakat,

bernegara,dan kehidupan global ..................................................................3

2.4 problem deskriminasi.............................................................................4


2.5 pemecahan masalah dan masyarakat multicultural................................5

BAB III PENUTUP................................................................................................6

3.1 Kesimpulan............................................................................................6

3.2 Saran.......................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................7

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar bahasa Indonesia 
artinya tingkah laku, macam jenis, lagu musik langganan, warna corak ragam, laras. Sehingga
keragaman berarti perihal beraga-ragam berjenis-jenis; perihal ragam hal jenis keragaman
yang di maksud di sini suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaaa-perbedaan
dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat
kesopanan serta situasi ekonomi.Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari
Sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya
pengelompokkan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti
rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala dan lain sebagainya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian diversity (keragaman) dalam masyarakat ?
2.      Bagaimana pengaruh diversity (keragaman) dalam masyarakat ?
3.      Bagaimana alternative dalam pemecahan masalah dalam masyarakat multikultur ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui diversity (keragaman) dalam masyarakat
2.      Untuk mengetahui pengaruh diversity (keragaman) dalam masyarakat
3.      Untuk mengetahui alternative dalam pemecahan masalah dalam masyarakat multikultur

D.    Manfaat
1.      Dapat mengetahui diversity (keragaman) dalam masyarakat
2.      Dapat mengetahui pengaruh diversity (keragaman) dalam masyarakat
3.      Dapat mengetahui alternative dalam pemecahan masalah dalam masyarakat multikultur

1
BABII
PEMBAHASAN

2.1 Makna Diversity (Keragaman)

Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar bahasa Indonesia


artinya tingkah laku, macam jenis, lagu musik langgan, warna corak ragam, laras. Sehingga
keragaman berarti perihal beragam-ragam berjenis-jenis; perihal ragam hal jenis kergaman
yang di maksud di sini suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaaa-perbedaan
dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat
kesopanan serta situasi ekonomi.

2.2 Unsur – Unsur Keberagaman Dalam Masyarakat

a. Suku Bangsa dan Ras


Suku bangsa yang menempati wilayah indonesia dari sabang sampai merauke sangat
beragam.sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokkan besar manusia
yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriyah yamg sama seperti rambut, warna kulit, ukuran
tubuh, mata, ukuran kepala dan lain sebagainya.
Di indonesia, terutama bagian barat mulai dari sulawesi adalah termasuk ras
mongoloid melayu muda. Kecuali batak dan toraja yang termasuk mongoloid melayu tua
sebelah timur indonesia termasuk ras austroloid, termasuk bagian NTT. Sedangkan
kelompokterbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan chinayang
termasuk atratic mongooid

b. Agama dan Keyakinan


Agama mengandung arti ikatan yang harus di pegang dan di patuhi manusia. Ikatan
yang di maksud berasal dari kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan
gaibyang tak dapat di tangkap dengan panca indra. Namun mempunyai pengaruh besar yang
besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari ( Haru nasution: 10).
Agama sebagai keyakinan memang sulit di ukur secara tepat dan rinci.Hal ini pula
yang barang kali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang
agama. Namun apapun bentuknya kepercayaan yang di anggap sebagai agama, tampaknya
memang memilki ciri umum yang hampir sama, baik dalam agama pitif maupun agama
monoteisma. Menurut Robert H. Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama berpusat pada
tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh di abaikan
( psikologi agama:14)
Masalah agama tak akan mungkin dapat di pisahkan dari kehidupan masyarakat.
Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah :
1. Berfungsi edukatif: ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang
2. Berfungsi penyelamat
3. Berfungsi sebagai perdamaian
4. Berfungsi sebagai sosial kontrol
5. Berfungsi sebagai pemupuk ras dan solidaritas
6. Berfungsi tranformatif

2
7. Berfungsi kreatif
8. Berfungsi sublimatif

Pada dasarnya agama dan keyakinan merupkan unsur penting dalam keragaman
bangsa indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang di akui di indonesia.

c. Tata Krama
Tata krama yang di anggap sebagai dari bahasa jawa yang berarti “adat sopan santun,
basa basi” pada dasarnya ialah segala tindakan, prilaku, adat istiadat, tegur sapa,ucap dan
cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. Tata krama di bentuk dan di kembangkan oleh
masyarakat yang terdiri dari aturan-aturan yang kalo di patuhi di harapkan akan tercipta
interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. Indonesia
memiliki keragaman suku bangsa dimanadi setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri
meskipun kerena adanya sosialisasi nila-nilai dan norma secara turun menurun dan
berkisenambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam
suatuisuku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.
d. Kesenjangan Ekonomi
Bagi sebagian negara, perkonomian akan menjadi salah satu perhatian yang harus di
tingkatkan namun umumnya, masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah
kebawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat di
hindari lagi
e. Kesenjangan Sosial

Masyarakat indonesia merupakan masyarakat yang majemmuk dengan bermacam


tingkat pangkat, dan seterata sosial yang hierarkis.hal ini, dapat terlihat dan di rasakan dengan
jelas dengan adanya penggologan orang berdasarkan kasta.Hal ini yang dapat menimbulkan
kesenjangan sosialyang tidak saja dapat menyakitkan, namun juga membahayakan bagi
kerukunan masyarakat.Tak hanya itu bahkan menjadi sebuah pemicu perang antara etnis atau
suku.

2.3 Pengaruh Keragaman dam Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara, dan


Kehidupan Global
Berdirinya negara indonesia di latar belakangi oleh masyarakat yang demikian
majemuk baik secara eknis, biogarfis.kultural, maupun religius. Kita tidak dapat mengingkari
prulalistik bangsa kita.sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan
suku bangsa dan kebudayaan beragama yang di anut oleh warga indonesia.masalah suku
bangsa dan, kesatuan nasional di indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu
negara yang multi etnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menistasikan peranan
identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. Gagasan tentang kebudayaan
nasional yang menyangkut kesadaran dan identitas suatu bangsa telah di rancang saat bangsa
kita belum merdeka.

Dikehidupan Sehari-Hari,Kebudayaan Suku Bangsa dan kebudayaan agama,bersama-


sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, mewarisi perilaku dan kegiatan
kita.berbagai kebudayaan itu beriringan, saling melengkapi. Bahkan mampu saling
menyesuaikan dalamkehidupan sehari-hari tetapi sering kali yang terjadi malah
3
sebaliknya.Perbedaa-perbedaan tersebut menciptkan ketegangan hubungan antara anggota
masyarakat. Hal ini di sebabkan oleh sifat dasar yang selalu di miliki oleh masyarakat
majemuk sebagai mana di jelaskan oleh Van de Berghe:

a. Terjadinya sikmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki


kebudayaan yang berbeda.
b. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat
non komplenter
c. Kurang mengembangkan konsensuf di antar anggota masyarakat tentang nilai-nilai
sosial yang bersifat dasar.
d. Secara relatif sering kali terjadi konflikdi antara kelompokyang satu dengan yang
lainnya.
e. Secara relatif integrasi tumbuh di atas paksaan yang saling ketergantungan di dalam
bidang ekonomi
f. Adanya dominasi politik oleh suatu kelomok terhadap kelompok yang lain

2.4 Problem Deskriminasi


Dsiskriminasi adalah sebuah tindakan yang melakukan perbedaan terhadap seseorang
atau kelompok orang berdasarkan ras,agama,suku, etnis, kelompok, golongan, status, dan
kelas soaial ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia,orientasi seksual, pandangan
ideologi dan politik. serta batas negara, dan kebangsaan seseorang.

Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia di dasarkan pada prinsi-prinsip hak
asasi manusia.Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecuali tidak dapat di pisahkan
dan saling tenrgantung. Berngkat dari pemahaman tersebut seyogianyasikap-sikap yang
didasarkan pada ethnosentrisme, resisme, religius fanatisme,dan diskrimination harus
dipandang sebagai dipandang sebagaiti8ndakan yang menghambat pengembangan
kesedarajatan dan demokrasi, penegakan hukum dalam kerangka pemajuan dan pemenuhan
HAM.

PASAL 218 Ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa: “setiap orang berhak
bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan
perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.” Sementara itu pasal 3 UU
No 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “... setiap orang di lahirkan bebas dengan
harkat dan martabat yang sama dan sederajat... “ ketentuan tersebut merupakan landasan
hukumyang mendasari prinsip non-diskriminasi di indonesia.

Pencantuman prinsip ini pada awal pasal berbagai instrumen hukum yang mengatur
HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi realitas yang
promblematik sehingga:

a. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di


berbagai belahan dunia
b. Prinsip non-diskriminasi harus mengawali kesepakatan antar bangsa untuk dapat
hidup dalamkebebasan keadilan dan perdamaian

4
Dalam demokrasi diskriminasi seharusnya telah di tiadakan dengan adanya kesetaraan
dalam bidang hukum, kesedarajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam
kehidupan negara yang demokratis. Akan tetapi berbagai penelitian dan pengkajian
menunjukkan bahwa kondisi di indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas
persamaan di muka hukum secara utuh

Promblematika lainnya timbul dan harus di waspadai adalah disentegrasi bangsa dari
kajian yang di lakukan terhadap berbagai kasus dissntegrasi bangsa dan bubarnya sebuah
negara dapat di simpulkan adanya enam faktor utama secara gradualbisa menjadi penyebab
utama proses itu, yaitu:

1. Kegagalan kepemimpinan
2. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama
3. Krisis politik
4. Krisis sosial
5. Demoralisasi tentara dan polisi
6. Intervensi asing

2.5 Pemecahan Masalah dalam Masyarakat Multikultural

Kemampuan untuk menampungberbagai perbedaan dan keanekaragaman


kebudayaan dalam sebuah kesatuan yang di landasi suatu ikatan kebersamaan. Salah satu
pengembangan konsep toleransi terhadap keberagaman budaya adalah mewujudkan
masyarakat indonesia yang multikultural dengan bentuk pengakuan dan toleransi,
terhadap perbedaan dalam kesetaraan individual maupun secara kebudayaan. Dalam
masyarakat multikultural, masyarakat anatar suku bangsa dapat hidup berdampingan,
bertoleransi, dan saling menghargai. Selain itu, alternatif penyelesaian keberagaman
budaya yang ada di indonesia di lakukan melalui interaksi lintas budaya dengan
mengembangkan media sosial, seperti pengembangan lambang-lambang komunikasi
lisan maupun tertulis, norma-norma yang di sepakati dan di terima sebagai pedoman
bersama, dan perangkat nilai sebagai kerangka acuan bersama.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

5
keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar bahasa indonesia artinya
tingkah laku, macam jenis, lagu musik langgan, warna corak ragi, laras. Sehingga kergaman
berarti perihal beraga-ragam berjenis-jenis;perihal ragam hal jenis kergaman yang di maksud
di sini suatu kondisi dalammasyarakat diman terdapat perbedaaa-perbedaan dalam berbagai
bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan,ideologi,adat keseponan serta
situasi ekonomi.
Unsur – unsur keragaman dalam masyarakat Indonesia mencakup suku bangsa dan ras,
agama dan keyakinan, tata karma, kesenjangan ekonomi, kesenjangan social.Dimana  unsur –
unsur ini dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta
kehidupan secara Global.
Salah satu problem yang ditimbulkan keragaman ini adalah Problem
Diskriminasi.Dan untuk menghindari dan menyelesaikan masalah ini pemerintah telah
mengaturnya dalam PASAL 218 Ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa: “setiap
orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak
mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.” Sementara itu
pasal 3 UU No 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “... setiap orang di lahirkan
bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat... “ ketentuan tersebut merupakan
landasan hukumyang mendasari prinsip non-diskriminasi di indonesia.
Kemampuan untuk menampung berbagai perbedaan dan keanekaragaman kebudayaan
dalam sebuah kesatuan yang di landasi suatu ikatan kebersamaan adalah salah satu
pemecahan masalah yang dapat digunakan dalam masyarakat multicultural.

B.     Saran
Sebagai mahasiswa seharusnya mengetahui bagaimana cara bersikap ketika berada
dalam masyarakat yang berbagai macam kultur, dalam menangangi masalah harus sesuai
norma yang dianut oleh masing-masing suku. Agar tidak terjadi perselisihan atau
permasalahan.

Daftar Pustaka

6
M. Si, Dr. Elly M. Setiadi, et al. 2006. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar edisi kedua catatan
ke-5. Jakarta : Kencana Prenada Media Group