Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH KEPERAWATAN AJAL DAN PALIATIF

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 9

LATANIYA AULIYA RIZKY (1914301051)

SERLI DIANI (1914301059)

RARA SUCI ARIYATI (1914301077)

AMRI WIJAYA RAHMAN (1914301094)

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN TANJUNGKARANG

TAHUN AKADEMIK 2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Salawat serta
salam tak lupa pula saya haturkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW, seorang
nabi yang telah membawa kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang.

Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak yang telah ikut serta dalam pembuatan
makalah mengenai “Kegawatan dan Tindakan Asuhan Keperawatan pada Klien Paliatif”.
Makalah ini saya buat untuk memperdalam ilmu kita tentang mata kuliah Keperawatan Ajal dan
Paliatif.

Saya menyadari dalam makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, namun
demikian banyak pula pihak yang telah membantu menyediakan sumber informasi serta
memberikan masukan pemikiran. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran demi
perbaikan dan kesempurnaan makalah ini di waktu yang akan datang. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, 14 Agustus 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN...............................................................................................1

KATA PENGANTAR.............................................................................................2

DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................4

1.1 Latar Belakang .........................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................4

1.3 Tujuan.......................................................................................................4

BAB 2 PEMBAHASAN.........................................................................................5

2.1 Pengertian Asuhan Paliatif.......................................................................5

2.2 Tujuan Asuhan Keperawatan Paliatif.......................................................5

2.3 Komponen Asuhan Keperawatan Paliatif.................................................5

2.4 Kegawatan Asuhan Klien Paliatif.............................................................6

BAB 3 PENUTUP...............................................................................................9

3.1 Kesimpulan ..............................................................................................9

3.2 Saran.........................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................10

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Asuhan paliatif adalah suatu spesialisasi asuhan medis bagi orang yang hidup dengan
penyakit serius, beserta keluarga mereka. Asuhan paliatif meredakan rasa sakit dan gejala yang
dialami pasien, serta menyediakan dukungan emosional, sosial, dan spiritual untuk pasien dan
keluarganya.

Tujuan dari asuhan paliatif adalah meningkatkan kualitas hidup mereka yang hidup
dengan penyakit serius, dan untuk mendukung keluarga mereka.

Dari 78% penduduk miskin dan menengah, hanya 14% yang menerima asuhan paliatif.
Terlalu ketatnya aturan mengenai penggunaan morfin dan zat lain menghambat keadekuatan
penanganan nyeri dan asuhan paliatif. Rendahnya pelatihan dan kesadaran terhadap asuhan
paliatif dari tenaga kesehatan adalah penghambat utama dalam meningkatkan akses. Kebutuhan
global terhadap asuhan paliatif akan terus berkembang seiring meningkatnya penyakit tidak
menular dan populasi aging.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian asuhan keperawatan pada pasien paliatif ?


2. Apakah tujuan dari asuhan keperawatan pada pasien paliatif?
3. Komponen apa saja yang dicakup dalam asuhan keperawtaan paliatif?
4. Apa saja prinsip pada asuhan keperawatan paliatif?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian asuhan keperawatan pada pasien paliatif
2. Mengetahui tujuan dari asuhan keperawatan pada pasien paliatif
3. Mengetahui komponen apa saja yang dicakup dalam asuhan keperawtaan paliatif
4. Mengetahui prinsip pada asuhan keperawatan paliatif

4
BAB II

PENDAHULUAN

2.1 Pengertian Asuhan Paliatif

Asuhan keperawatan paliatif adalah pendekatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup
pasien dan keluarganya saat menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan penyakit yang
mengancam jiwa, dengan cara mencegah dan mengurangi penderitaan melalui identifikasi dini,
pengkajian cermat menyeluruh, meredakan rasa sakit dan gejala lainnya dalam hal fisik,
psikososial, dan spiritual.

2.2 Tujuan Asuhan Keperawatan Paliatif

Tujuan perawatan paliatif adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dalam
menghadapi setiap penyakit yang diderita dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan
tenang dan nyaman tanpa merasa tertekan atas penyakit yang diderita, baik secara fisik (nyeri,
mual, muntah) maupun psikis yang berbasis spiritual. Jadi, perawatan paliatif bukan untuk
menyembuhkan penyakit dan yang ditangani bukan hanya penderita,  tetapi juga keluarganya.
Meski pada akhirya pasien meninggal, yang terpenting sebelum meninggal dia sudah siap secara
psikologis dan spiritual, serta tidak stres menghadapi penyakit yang dideritanya.

2.3 Komponen Keperawatan Paliatif

1. Menyediakan bantuan dari rasa sakit dan gejala menyedihkan lainnya


2. Menegaskan hidup dan memepercepat atau menunda kematian.
3. Mengntegrasikan aspek-aspek psikologis dan spiritual perawatan pasien
4. Tidak mempercepat atau memperlambat kematian
5. Meredakan nyeri dan gejala fisik lain yang mengganggu
6. Menawarkan sistem pendukung untuk membantu keluarga menghadapi penyakit pasien
dan kehilangan mereka.

5
2.4 Kegawatan Asuhan Klien Paliatif
 Identifikasi kegawatan dalam paliatif dan kasus kasus yang perlu dirujuk dan
manajemen yang efektif untuk mengatasi kegawatan
Perawatan paliatif : penyakit yang tidak mungkin lagi disembuhkan, baik penyakit tp
thoraks :kanker maupun non kanker.
Tujuan apliatif : meringankan beban penderitaan sehingga meningkatkan kualitas
hidup pasien.
Penyalit kasus paliatif : mempengaruhi aspek fisik dan psikososial
Pada aspek fisik dapat terjadi kegawatan yang perlu penanganan/rujukan ke pusat
layanan kesehatan.
 Identifikasi tanda kegawatan pada paliatif dan yang perlu dirujuk beserta managemen
mengatasi kegawatan

1. Efusi perikardial dan temponade jantung


terjadi pengumpulan cairan dan infiltrasi sel-sel ganas metastatik ke jaringan
perikardium.gejala : sesak nafas, ortopnea, nyeri dada dan perubahan status
kejiwaan.pemeriksaan fisik : takikardi, takipnea, hipotensi, pulsus paradoksus,
suara jantung yang menghilang dan gesekan perikardial.foto thoraks :
pembesaran kontur jantung, disertai efusi pleura
Ekhokardiografi : dapat dilihat kolaps atrium kanan dan ventrikel pada saat
diastolik.
Manajemen :
 Perikardiosentesis : meringankan temponade
 Penatalaksanaan definitif : operasi
 Pada kondisi hemodinamik yang stabil : kemoterapi dan radioterapi
pada jenis kanker yang responsif.

2. Sindroma vena kava superior


Biasanya disebabkan oleh kanker paru terutama small cell lungcarsinoma
( SLCC ). Berat ringannya ditentukan olehbesarnya obstruksi vena kava dan
keberhasilan sistemkolateral vena kompensatorik yang terjadi.

6
Manajemen:radioterapi
Diagnosis : sakit kepala, mual, muntah, gangguan penglihatan dan
sinkop.suara serak, sesak nafas, disfagia atau sakit punggung
Thoraks :adanya masa trakeal atau di mediastinum
Pemeriksaan biopsi : untuk histopatologi.Manajemen : radioterapi

3.  Hiperkalsemia
sebagai akibat metabolik dari keganasan yang tidak terkontrol, dapat terjadi
secara mendadak dan memburuk dengan sangat cepat.
diagnosis : anoreksia, mual, muntah, poliuria dan perubahan kesadaran.
Manajemen :
Pemantauan balans cairan dan status kardiopulmoner untuk mencegah
kelebihan cairan dan gagal jantung. Terapi furosemid dan hidrasi dengan
cairan saline dapat menurunkan hiperkalsemia.

4. Sindroma lisis tumor


Sekelompok gangguan metabolik yang dapat menjadi penyulit pada
pengobatan kanker. Lisis tumor yang terjadi akan melepaskan dalam jumlah
besar beberapa bahan-bahan tertentu seperti asam urat, fosfat dan kalium
kedalam sirkulasi.
Manajemen
 Hidrasi intra vena
 Bila kadar > 7 mg/dl : alkalinisasi dengan Na bicarbonate
 Hemodialisa untuk indikasi kasus yang berat.

5. Hiperurisemia
kelainan akibat pengobatan leukimia, gangguan mieloproliferatif, limfoma
atau mieloma.
diagnosis : uremia, hematuri, dan rasa nyeri menandakan adanya batu
ginjal.asam urat > 10 : oliguri atau anuri dengan atau tanpa adanya kristal
asam urat, kadar nitrogen dan kreatinin serum meningkat.
Manajemen
 Hidrasi dan alkalinisasi

7
 Hemodialisa jika diperlukan

6.  Hiponatremia
Disebabkan oleh seleksi atopik atau tidak normal dari hormon antidiuretik
( ADH ).
Diagnosis :
 anoreksia, mual, muntah dan rasa lemah.
 Na < 130 mEq/L atau kurang, kadar < 115 mEq/L bianya sudah
disertai dengan gangguan kesadaran atau kejang.

Manajemen :

 Batasi intake cairan 500 m/hri


 Terapi radiasi dan pemberian kortikosteroid dapat mengurangi
sindroma berat hormon diuretik karena metastase ke otak.
 Hiponatremia berat bila disertai komplikasi gangguan neurologik
dapat merupakan indikasi pemberian infus salin hipertonik.
 Bila kelebihan cairan dapat diberikan furosemid.

7. Hipoglikemia
merupakan efek langsung dari penyakit keganasan dan tidak jarang
dilaporkan.hipoglikema yang diakibatkan oleh tumor biasanya dicetuskan oleh
puasa atau olahraga, dimana hipoglikemi berkepanjangan dapat menyebabkan
kerusakan otak secara permanen.
Manajemen : mengatasi kekurangan darah adalah tindkan yang pertama kali
dilakukan.

8. Asites
Biasanya disebabkan oleh karsinoma peritoneal yang seringkali menyertai
kanker ovarium, payudara, dan gastrointestinal.
Diagnosis : pada pemeriksaan fisik menunjukkan abdomen yang membuncit,
shifting dullness dan penemuan-penemuan lain yang lazim didapatkan pada
asites.
Manajemen :

8
 Mengatasi tumor primernya
 Paresentesis, dapat memberikan keringanan simptomatik yang
dramatik, tetapi pengumpulan kembali cairan asites juga akan sangat
cepat. Paresentesis yang berulang akan menyebabkan kehilangan
protein yang sangat mengganggu dan disetai oleh angka kompliasi
yang tinggi.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perawatan paliatif adalah penedekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup


pasien dan keluarga yang menghadapi masalah berhubungan dengan penyakit yang dapat
mengancam jiwa, mealaui pencegahan dan membantu meringankan penderitaan,
identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri dan masalah lain baik
fisik, psikososial dan spiritual.

3.2 Saran
Diharapkan mahasiswa mampu memahami dan memperhatikan perawatan pada
pasien paliatif dan menjelang ajal, mampu memahami asuhan keperawatan pada pasien
paliatif dan menjelang ajal dan mampu mempraktikan perawatan paliatif pada klien.

10
DAFTAR PUSTAKA

Agustin, Suci. Konsep kep. Paliatif,

https://www.academia.edu/35340932/MAKALAH_konsep_kep_paliatif

Yodang. (2018). Buku ajar keperawatan paliatif berdasarkan kurikulum AIPNI 2015.
Jakarta: Trans Info Media

file:///D:/KONSEP_PERAWATAN_PALIATIF.pdf

https://slideplayer.info/slide/5304339/

11