Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MAKALAH ILMU GIZI

KEBUTUHAN NUTRISI BAGI PROSES PENYEMBUHAN LUKA

DOSEN PENGAJAR: Ns. Sunarsih, S.Kep., M.M

DISUSUN OLEH:

1. ADE PUTRI AULIA (1914301084)


2. DEVI FITRIYANI (1914301064)
3. FEBRIANI CESARIA (1914301100)
4. MARISA YUSRO A. (1914301069)
5. MUSTIKA AYU P. (1914301068)
6. M. ALFAN ALKAUTSAR (1914301076)
7. PUTRI LESMANA (1914301058)
8. RARA SUCI ARIYATI (1914301077)
9. SANOVAL AJI P. (1914301083)
10. SELPI TIARA A. (1914301057)

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN TANJUNGKARANG


TAHUN AKADEMIK 2019/2020

1
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Salawat serta
salam tak lupa pula saya haturkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW, seorang
nabi yang telah membawa kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang.

Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak yang telah ikut serta dalam pembuatan
makalah megenai “Kebutuhan Nutrisi bagi Proses Penyembuhan Luka”. Makalah ini saya buat
untuk memperdalam ilmu kita tentang mata kuliah Ilmu Gizi.

Saya menyadari dalam makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, namun
demikian banyak pula pihak yang telah membantu menyediakan sumber informasi serta
memberikan masukan pemikiran. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran demi
perbaikan dan kesempurnaan makalah ini di waktu yang akan datang. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagikita semua dalam memahami materi mata kuliah Ilmu Gizi.

Bandar Lampung, 28 Juli 2020

Penulis

3
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN...............................................................................................1

KATA PENGANTAR.............................................................................................2

DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................4

1.1 Latar Belakang ..............................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................4

1.3 Tujuan............................................................................................................4

BAB 2 PEMBAHASAN.........................................................................................5

2.1 Tahap penyembuhan luka..............................................................................5

2.2Sumber nutrisi bagi penyembuhan Luka........................................................6

2.3 Hubungan status nutrisi dengan proses penyembuhan luka..........................8

BAB 3 PENUTUP.................................................................................................14

3.1 Kesimpulan .................................................................................................14

3.2 Saran............................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima
makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya.

Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat-zat lain
yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit.

Gizi merupakan faktor penting dalam penyembuhan luka, kondisi malnutrisi atau
kekurangan gizi tersebut memiliki dampak yang mendalam pada penyembuhan luka setelah
trauma operasi. Penyembuhan luka secara normal memerlukan nutrisi yang tepat, karena proses
fisiologi penyembuhan luka tergantung pada tersedianya protein, 3 vitamin (terutama vitamin A
dan C) dan serta mineral yang berperan dalam pembentukan jaringan baru pada proses
penyembuhan luka.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja tahap-tahap pada proses penyembuhan luka?


2. Apa saja kebutuhan nutrisi pada proses penyembuhan luka?
3. Bagaimana hubungan status nutrisi dengan proses penyembuhan luka?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui tahap-tahap pada proses penyembuhan luka
2. Mengetahui kebutuhan nutrisi pada proses penyembuhan luka
3. Mengetahui hubungan status nutrisi dengan proses penyembuhan luka

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tahap Penyembuhan Luka

Fase penyembuhan luka digambarkan seperti yang terjadi pada luka pembedahan

antara lain :

1. FaseInflamasi

Fase inflamasi dimulai setelah perlukaan dan berakhir hari ke 3 – 4. Dua tahap
dalam fase ini adalah hemostasis dan fagositosis. Sebagai hasil adanya suatu konstriksi
pembuluh darah, berakibat terjadinya pembekuan darah untuk menutupi luka. Diikuti
vasodilatasi menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah luka yang dibatasi oleh sel
darah putih untuk menyerang luka dan menghancurkan bakteri dan debris.
Lebih kurang 24 jam setelah luka sebagian besar sel fagosit (makrofag) masuk ke
daerah luka dan mengeluarkan faktor angiogenesis yang merangsang pembentukan anak
epitel pada akhir pembuluh luka sehingga pembentukan kembali dapat terjadi.

2. FaseProliferasi

Dimulai pada hari ke 3 atau 4 dan berakhir pada hari ke 21. Fibroblast secara
cepat mensintesis kolagen dan substansi dasar. Lapisan tipis dari sel epitel terbentuk
melintasi luka dan aliran darah ada didalamnya, jaringan baru ini disebut
jaringangranulasi.

3. FaseMaturasi

6
Fase akhir dari penyembuhan, dimulai hari ke 21 dan dapat berlanjut sampai luka
sembuh secara sempurna. Kolagen baru menyatu, menekan pembuluh darah dalam
penyembuhan luka, sehingga bekas luka menjadi rata dan tipis.
Perkembangan perawatan luka sejak tahun 1940 hingga sekarang, telah banyak
mempelajari tentang perawatan luka. Hasilnya menunjukkan bahwa lingkungan yang
lembab lebih baik daripada lingkungan kering. Hasil penelitian terdahulu menyimpulkan
bahwa migrasi epidermal pada luka superfisial lebih cepat pada suasana lembab daripada
kering, dan hal ini merangsang perkembangan balutan luka modern (Potter, 1998).
Konsep penyembuhan luka dengan teknik lembab ini merubah konsep perawatan luka
dan memberikan rangsangan bagi perkembangan balutan lembab.
Penggantian balutan dilakukan sesuai kebutuhan tidak hanya berdasarkan
kebiasaan, melainkan disesuaikan terlebih dahulu dengan tipe dan jenis luka. Penggunaan
antiseptik hanya untuk yang memerlukan saja karena memiliki efek toksik terhadap sel
sehat. Pembawa sitotoksik seperti povidine iodine, asam asetat, seharusnya tidak secara
sering digunakan untuk membersihkan luka karena dapat menghambat penyembuhan dan
mencegah reepitelisasi.

2.2 Sumber Nutrisi bagi Penyembuhan Luka

Untuk mendukung ketiga tahapan proses penyembuhan luka, dibutuhkan sumber


nutrisi bagi tubuh antara lain :

1. Protein

Penyembuhan setelah operasi membutuhkan asam amino untu memperbaiki dan


membentuk jaringan di dalam tubuh Anda. Protein merupakan sumber nutrisi kaya
akan asam amino. Selain  itu protein dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan
infeksi dan penyakit yang dapat memperlambat penyembuhan.

Makanan tinggi protein dapat ditemukan di dalam ikan, putih telur dan ayam.
Maka jangan heran bila setelah operasi dokter sering meminta untuk mengkonsumsi
banyak putih telur. Sumber asam amino lainnya bisa didapatkan di daging tanpa
lemak, produk susu rendah lemak dan kacang panjang.

7
2. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi


utama. Proses penyembuhan luka bakar membutuhkan energi yang cukup besar, oleh
karena itu dibutuhkan sumber energi tubuh yang juga cukup banyak untuk menunjang
hal tersebut. Jika karbohidrat tidak terpenuhi, maka energi yang dihasilkan akan
berkurang, atau malah tubuh akan mengambil sumber protein – yang seharusnya
melakukan perbaikan jaringan, sebagai sumber energi, pengganti karbohidrat.

3. Lemak

Lemak sangat penting untuk penyembuhan luka karena membran sel dibuat dengan
menggunakan asam lemak.Satu cangkir susu atau yogurt atau satu ons keju adalah
jumlah sumber lemak yang baik setiap harinya selama proses penyembuhan.

Jumlah lemak yang dibutuhkan dalam sehari adalah 15-20% dari total kalori. Lebih
baik mengonsumsi sumber lemak yang baik, yaitu makanan dengan lemak tidak jenuh
tinggi seperti kacang, alpukat, minyak zaitun, dan ikan.

4. Vitamin

a. Vitamin C

Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dalam produksi kolagen, serta


mencegah pecahnya luka-luka yang sudah sembuh. Sumbernya bisa dari tomat,
paprika, kentang, bayam, jeruk, strawberry, brokoli, kol dan kembang kol.

b. Vitamin A

Perannya adalah mempromosikan sintesis kolagen dan diferensiasi fibroblast


serta mengendalikan infeksi. Sumbernya dari sayuran berdaun hijau, buah-buahan
berwarna kuning dan orange, produk susu yang sudah difortifikasi serta hati hewan.

c. Vitamin K

8
Pembekuan darah adalah fase pertama dari proses penyembuhan luka, dan
vitamin K berperan besar dalam proses ini. Vitamin K bersama kalsium menghasilkan
trombin (agen utama pembekuan tubuh). Sumbernya dari sayuran berdaun hijau,
brokoli, anggur, alpukat dan kiwi.

5. Zinc

Zinc membantu berbagai jenis enzim di tubuh untuk melaksanakan fungsinya,


karena banyak enzim yang terlibat dalam penyembuhan luka terutama produksi
kolagen. Selain itu membantu proses pembelahan sel yang memungkinkan tubuh
menggunakan protein tertentu. Sumbernya dari seafood, domba, daging merah, sereal.
asparagus, sawi, kacang polong, miso dan biji wijen.

6. Zat besi

Dalam proses sintesis kolagen, zat besi diperlukan untuk hidroksilasi proline
dan lisin. Jika orang kekurangan zat besi (anemia) akan mengganggu penyembuhan
luka. Sumbernya bisa dari kunyit, kacang panjang, aspragaus, tahu, jamur shiitake,
bayam, daun bawang, rumput laut, daging sapi dan rusa.

7. Tembaga (copper)

Tembaga membantu enzim lysyl oxidase untuk memproduksi kolagen dan


elastin yang berfungsi mempromosikan penyembuhan luka agar lebih cepat.
Sumbernya dari tomat, kentang, kacang hijau, jahe, sawi, terong, asparagus, biji bunga
matahari, peppermint, lobak, jamur crimini dan tempe.

2.3 Hubungan Status Nutrisi dengan proses Penyembuhan Luka

Pemilihan makanan yang tepat tidak hanya mengembalikan energi yang


hilang dari pasien luka bakar, tetapi juga membantu memperbaiki kerusakan jaringan
yang terjadi. Tanpa diet yang baik, maka pasien luka bakar justru akan semakin kritis,
kekurangan energi, dan kerusakan jaringan yang terjadi akan bertambah parah.

9
Pemberian dan komposisi dari makanan juga tergantung dengan derajat luka
bakar yang diderita, semakin tinggi derajat luka bakarnya maka semakin tinggi
kebutuhan akan zat gizinya.

Berikut adalah kebutuhan zat gizi secara umum untuk pasien luka bakar

1. Protein

Pasien dengan luka bakar sangat membutuhkan jumlah protein untuk


membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Kerusakan jaringan membuat banyak
protein hilang dalam tubuh. Selain itu, pasien luka bakar juga kehilangan banyak
energi dan hal ini menyebabkan tubuh menjadikan protein sebagai sumber energi
utama, sehingga protein di dalam tubuh pasien luka bakar sangat rendah. Menurut
Asosiasi Dietisien Indonesia, protein yang dibutuhkan pasien luka bakar dalam sehari
yaitu sekitar 20-25% dari kebutuhan kalori total. Jika kebutuhan protein tidak
dipenuhi akan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, kehilangan massa
otot yang cukup banyak, serta memperlambat proses penyembuhan.

2. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi


utama. Proses penyembuhan luka bakar membutuhkan energi yang cukup besar, oleh
karena itu dibutuhkan sumber energi tubuh yang juga cukup banyak untuk menunjang
hal tersebut. Sumber energi didapatkan dari karbohidrat, sehingga pasien dengan luka
bakar memerlukan sebanyak 50 hingga 60 persen karbohidrat dari total kalori dalam
sehari. Bila kebutuhan dari pasien luka bakar tersebut adalah 2500 kalori, maka
jumlah karbohidrat yang harus dikonsumsi dalam sehari adalah 312 sampai 375 gram.
Jika karbohidrat tidak terpenuhi, maka energi yang dihasilkan akan berkurang, atau

10
malah tubuh akan mengambil sumber protein – yang seharusnya melakukan
perbaikan jaringan, sebagai sumber energi, pengganti karbohidrat.

3. Lemak

Kebutuhan lemak untuk pasien luka bakar tidak terlalu tinggi seperti protein
dan karbohidrat. Lemak memang dibutuhkan tubuh untuk proses penyembuhan dan
sebagai ekstra cadangan energi untuk meningkatkan proses metabolisme. Tetapi
terlalu banyak lemak yang dimakan malah akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Lemak yang terlalu tinggi mengakibatkan peradangan di dalam tubuh dan
menurunkan sistem imun, sehingga penyembuhan akan semakin sulit dilakukan.
Jumlah lemak yang dibutuhkan dalam sehari adalah 15-20% dari total kalori. Lebih
baik mengonsumsi sumber lemak yang baik, yaitu makanan dengan lemak tidak jenuh
tinggi seperti kacang, alpukat, minyak zaitun, dan ikan.

4. Vitamin dan mineral

Tidak hanya zat gizi makro yang diperlukan, tetapi berbagai zat gizi mikro
juga diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan. Pemberian vitamin A, B,
C, dan D dalam jumlah tinggi sangat dianjurkan bagi pasien luka bakar. Selain itu,
mineral yang juga dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak adalah zat besi, seng,
natrium, kalium, fosfor, dan magnesium. Makanan seperti daging sapi, hati sapi,
daging ayam tanpa kulit, merupakan sumber yang baik untuk vitamin A, zat besi dan
seng. Sedangkan vitamin C bisa didapatkan dari berbagai buah-buahan.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Gizi merupakan faktor penting dalam penyembuhan luka, kondisi malnutrisi atau
kekurangan gizi tersebut memiliki dampak yang mendalam pada penyembuhan luka
setelah trauma operasi. Penyembuhan luka secara normal memerlukan nutrisi yang tepat,
karena proses fisiologi penyembuhan luka tergantung pada tersedianya protein, vitamin
serta mineral yang berperan dalam pembentukan jaringan baru pada proses
penyembuhan luka.

3.2 Saran
Selain obat-obatan dan faktor kebersihan, nutrisi berperan penting untuk
mempercepat proses penyembuhan luka untuk menghasilkan jaringan baru dan
menggantikan jarringan yang rusak, seperti pada luka bakar.

12
DAFTAR PUSTAKA

Roselita, Enggar dan Ahmad Nur Khoiri. 2017. Hubungan Sstatus Nutrisi dengan Proses
Penyembuhan Luka Pasca Sectio Caesarea. Jombang

http://journal.stikespemkabjombang.ac.id/index.php/jikep/article/download/133/127

Mita, Nimas Etika. 2020. Pentingnya Diet Luka Bakar untuk Menyembuhkan Luka
Bakar. Hello Sehat
https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/diet-luka-bakar-pengobatan/#gref

13