Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMANENAN HASIL HUTAN


ACARA II
PENGAMATAN WAKTU KERJA

Oleh :
NAMA : Ghina Wardah Hania Putri
NIM : 16/393948/KT/08185
CO-ASS : Hendry Sepriyadin
SHIFT : Kamis/ 15.30 WIB

LABORATORIUM PEMANENAN HASIL HUTAN


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
ACARA II

PENGAMATAN WAKTU KERJA

I. Tujuan
Tujuan Praktikum ini pengamatan kerja, meliputi:

1. Mempelajari cara-cara pengamatan waktu kerja (time study).


2. Dapat melaksanakan pekerjaan pengamatan waktu kerja sehingga mendapatkan
data-data yang terukur dari suatu pekerjaan.

II. Dasar Teori


Pengukuran waktu kerja adalah penerapan teknik yang dirncanakan untuk
menerapkan waktu bagi pekerja yang memenuhi syarat untuk menyelesaikan
pekerjaan tertentu pada tingkat prestasi yang ditetapkan. Tujuan pengukuran waktu
kerja adalah untuk mendapatkan waktu baku yang harus dicapai oleh pekerja dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan (Wignjosoebroto, 2003).

Pengukuran kerja digunakan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan


oleh pekerja yang berkualitas dan terlatih dengan baik yang bekerja pada kegiatan
yang normal dalam melakukan suatu tugas ang spesifik. Dengan waktu kerja dapat
diketahui hal-hal berikut :

1. Pengaruh perubahan kondisi kerja terhadap hasil kerja


2. Akibat dari suatu hasil kerja
3. Waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan (Andhika, 2003).
Produktivitas kerja penebangan merupakan salah satu informasi dasar yang
penting terutama untuk kegiatan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Proses
pengawasan dan evaluasi meliputi beberapa kegiatan antara lain penentuan standar
yang digunakan untuk penelitian, pengukuran pekerjaan, dan membandingkan hasil
pekerjaan dengan standar yang dipakai serta mengambil tindakan perbaikan jika
diketahui adanya penyimpangan. Selain berfungsi untuk kegiatan perencanaan,
pengawasan, dan evaluasi pekerjaan, produktivitas kerja juga berfungsi untuk
penentuan dan perhitungan upah. Analisis produktivitas kerja ini bertujuan untuk
mengetahui produktivitas kerja dengan cara menghitung waktu yang digunakan
pada setiap elemen kerja, sehingga diperoleh waktu total dan dibandingkan dengan
keluaran berupa volume kayu yang ditebang atau disarad pada pengusahaan hutan
skala kecil yang diusahakan oleh masyarakat (Mujetahid, 2008).

Dalam pengukuran kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung,


menggunakan performance rating yang dapat dijadikan sebagai dasar nilai
terhadap kemampuan kerja yang dapat dilakukan oleh operatot. Sebagai dasar
acuannya, operator menggunakan Westinghouse System untuk menetapkan
performansi kerja yang dapat diberikan oleh pekerja selama melakukan kerja.
Westinghouse menetapkan 4 faktor yang dapat dijadikan bahan penelitian kerja
(dua diantaranya ditambahkan dari faktor yang dinyatakan oleh Beudeux) yaitu
kecakapan, usaha, kondisi kerja, dan kekonsistenan kerja dari operator dalam
menggunakan kerja. Oleh karena itu, Westinghouse telah membuat suatu tabel
performance rating yang berisikan nilai-nilai angka berdasarkan tingkatan yang
ada untuk masing-masing faktor (Sanders, 1997).

III. Alat dan Bahan


Dalam praktikum ini, alat dan bahan yang digunakan adalah :

1. Data sekunder penebangan


2. Data sekunder penyaradan
3. Data sekunder pengangkutan
4. Stopwatch
5. Blangko pengamatan
6. Alat tulis
7. Kalkulator
t
s
e
r
P
k
d
a
j
u
h
i
g
n
IV. Cara Kerja

Deskripsi :

Praktikum dimulai dengan membagi tabel derajat prestasi kerja (DPK) serta
Westing House sebagai acuan nantinya. Kemudian, data dibagikan dan diolah
sedemikian rupa menggunakan Microsoft Excel, yang didasarkan pada kedua tabel acuan
tersebut. Data yang ada terbagi menjadi dua yaitu waktu utama dan waktu allowances.
Data tersebut diolah dan didapat hasil yang diinginkan. Hasil pengamatan dicatat
kemudian dihitung prestasi kerja keseluruhannya.

V. Hasil
VI. Pembahasan
Time Study merupakan suatu studi atau analisis yang mempelajari berapa
lama waktu yang paling tepat untuk menyelesaikan suatu unit kegiatan, studi atau
analisis ini dilakukan pada waktu standar. Time Study digunakan untuk
menentukan waktu yang dibutuhkan oleh orang yang mempunyai kualifikasi tinggi
dan terlatih dalam bekerja dengan kecepatan normal untuk melakukan tugas
tertentu. Tim e Study yang digunakan untuk mengumpulkan data waktu berkaitan
dengan kegiatan konstruksi untuk tujuan baik analisis statistik atau menentukan
aktivitas kerja.

Metode yang digunakan dalam time study bervariasi sesuai jenis kegiatan
yang akan diamati dan penggunaan data yang telah diperoleh. Metode pengukuran
waktu kerja ada 3 macam, yaitu :

a. Continuous Timing Method


Dalam metode ini konsumsi diukur terus-menerus mulai dari elemen
kerja pertama hingga terakhir. Konsumsi waktu tiap elemen dibaca langsung
oleh stopwatch
b. Repetitive Timing Method
Pada metode ini, pencatatan konsumsi waktu dilakukan pada masing-
masing elemen.
c. Acumulative Timing Method
Pencatatan waktu untuk masing-masing elemen dibaca langsung dengan
menggunakan 2 stopwatch sekaligus.

Prosedur yang tepat digunakan dalam membuat time study mungkin sangat
sedikit, tergantung pada jenis operasi yang dipelajari dan aplikasi yang akan dibuat
dari data yang diperoleh. Beberapa langkah yang diperlukan :

1. Mengumpulkan informasi tentang pekerjaan yang sedang dipelajari


2. Pekerjaan diuraikan menjadi beberapa bentuk pekerjaan yang lebih detail
3. Mengamati dan mencatat waktu yang dibutuhkan oleh tiap pekerjaan yang
sudah diuraikan
4. Mengukur waktu tiap-tiap pekerjaan yang ingin diamati
5. Mencatat hasil pengukuran
6. Periksa untuk memastikan bahwa jumlah pekerjaan yang telah dihitung
waktunya
7. Menentukan standar waktu untuk operasi

Faktor-Faktor yang memengaruhi pengamatan time study diantaranya


adalah sebagai berikut :

1. Sumber Daya Manusia (SDM) atau pekerja, dapat dikategorikan sebagai


pekerja terlatih atau pekerja biasa
2. Metode kerja atau langkah-langkah yang digunakan
3. Mesin atau peralatan yang canggih atau konvensional akan memengaruhi
konsumsi waktu kerja
4. Material atau bahan pemanenan hasil hutan yang diolah
5. Lingkungan pekerja yang mendukung pekerjaan tersebut atau hambatan yang
mungkin akan muncul
6. Kondisi lapangan, misalnya lapak tanah becek atau terjadi longsor, hal tersebut
akan mengganggu pelaksanaan kegiatan pemanenan

Levelling Factor (lf) adalah koefisien yang digunakan untuk mengubah


waktu rata-rata yang dipakai oleh orang ahli atau kurang ahli menjadi waktu untuk
orang normal. Levelling Factor (lf) ini berfungsi untuk meramalkan waktu kerja
yang diperoleh dari pengukuran kerja yang dibutuhkan oleh masing-masing
pekerja. Levelling Factor (lf) ini dapat dibedakan menjadi dua metode perhitungan,
yaitu perhitungan dengan metode tabel Derajat Prestasi Kerja (DPK) yang
berdasarkan sifat pekerjaan atau karakteristik dari seorang pekerja dan metode
tabel Westinghouse yang berdasarkan kemampuan atau keahlian dari seorang
pekerja

Pada praktikum kali ini dibuat 2 tabel elemen waktu kerja utama dan
allowances serta volume total. Total waktu elemen utama sebesar 528,02 menit,
kemudian total waktu allowances sebesar 108,32 menit, sedangkan volume total
penebangan sebesar 355,53 m3. Setelah diketahui total dari setiap elemen lalu
dihitung waktu rata-rata (WR) yang merupakan rata-rata konsumsi waktu pada
masing-masing elemen kerja pada hasil pengamatan yang dapat diperoleh dari total
konsumsi waktu utama & allowances dibagi dengan jumlah pengamatan, diperoleh
WR utama sebesar 17,60 menit dan WR allowances sebesar 3,61 menit. Setelah itu
dihitung waktu normal (WN) yang merupakan rata-rata waktu yang dikonsumsi
oleh orang normal untuk melaksanakan pekerjaan yang sama. Perhitungan WN
menggunakan 2 metode yaitu Westinghouse dan Derajat Prestasi Kerja (DPK). WN
Westinghouse diperoleh hasil sebesar 20,94 menit dan Derajat Prestasi Kerja
sebesar 15,72 menit. Lalu, menghitung Waktu Standar (WS) yang merupakan tolak
ukur dalam penentuan prestasi kerja disebut pual dengan rata-rata waktu yang
dikonsumsi oleh orang normal dan dikoreksi dengan Allowances. Perhitungan WS
juga menggunakan 2 metode yaitu dengan DPK dan Westinghouse berturut-turut
sebesar 19,33 menit dan 24,56 menit.

Setelah dilakukan perhitungan Waktu Rata-Rata, Waktu Standar, dan


Waktu Normal lalu prestasi kerja juga perlu dihitung. Perhitungan prestasi kerja
berdasarkan PK per jam dan PK per HOK (7 jam). Perhitungan prestasi kerja per
jam juga dihitung dengan menggunakan 2 macam levelling factor yaitu lf
Westinghouse dan lf Derajat Prestasi Kerja (DPK), diperoleh hasil berturut-turut
sebesar 38,326 m3/jam dan 36,610 m3/jam. Perhitungan prestasi kerja per HOK
juga menggunakan 2 lf yaitu lf Westinghouse dan lf DPK dan diperoleh hasil
berturut-turut sebesar 268,282 m3/jam dan 256,270 m3/jam. Dari perhitungan yang
sudah dilaksanakan dapat dihitung bahwa tingkat prestasi kerja per jam maupun
per HOK yang menggunakan Derajat Prestasi Kerja jauh lebih kecil sebab
membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama
apabila dibandingkan dengan Westinghouse.

Setelah dilakukan perhitungan waktu rata-rata, waktu normal, waktu


standar, dan pretasi kerja juga diperlukan perhitungan sebaran waktu kerja.
Sebaran waktu kerja dibagi menjadi 2 yaitu sebaran waktu kerja utama dan sebaran
waktu kerja Allowances. Masing-masing sebaran tersebut dihitung range, kelas,
dan juga intervalnya, sehingga dapat diketahui frekuensi yang akan digunakan
dalam pembuatan grafik sebaran elemen kerja. Allowances adalah waktu yang
terbuang dari suatu pekerjaan di luar waktu kerja utama sehingga dapat dilihat
bahwa kenaikan interval diikuti oleh penurunan frekuensi, dengan kata lain waktu
dalam suatu pekerjaan memang telah diperhitungkan oleh operator agar tidak
terlalu lama menyelesaikan pekerjaan sehingga produktivitas dan prestasi kerja
tetap baik.
VII. Kesimpulan
Dari praktikum yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Cara pengamatan waktu kerja :
 Continuous Timing Method, yaitu pengamatan waktu kerja yang
menggunakan stopwatch dari elemen kerja pertama hingga terakhit
 Repetitive Timing Method, yaitu pengamatan waktu kerja yang
menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu tiap elemen kerja.
 Acumulative Timing Method, yaitu pengamatan waktu kerja yang
menggunakan 2 buah stopwatch yang digunakan untuk menghitung sejak
awal penebangan dan untuk menghitung waktu per elemen.
2. Data-data yang terukur dari perhitungan waktu kerja adalah, sebagai berikut :
 Waktu Rata-rata Utama= 17,60 menit
 Waktu Rata-rata Allowances= 3,61 menit
 Lf Westinghouse = 1,19
 Lf Derajat Prestasi Kerja = 0,89
 Waktu Normal Westinghouse = 20,94menit
 Waktu Normal Derajat Prestasi Kerja = 15,72 menit
 Waktu Standar Westinghouse = 24,56 menit
 Waktu Standar Derajat Prestasi Kerja = 19,33 menit
 Rata-rata Volume Pohon = 11,85 m3
 PK per jam Westinghouse = 38,326 m3/jam
 PK per jam DPK = 36,610 m3/jam
 PK per HOK Westinghouse = 268,282 m3/HOK
 PK per HOK DPK = 256,270 m3/HOK
VIII. Daftar Pustaka
Andhika, E.K.2003. Prestasi Kerja Penebangan Akasia dengan Chainsaw. Institut
Teknologi Pertanian. Bogor.

Mujetahid, Andi. "Produktivitas penebangan pada hutan jati (Tectona grandis)


rakyat di Kabupaten Bone." Jurnal Perennial 5.1 (2008): 53-58.

Sanders, Mark. 1997. Human Factor in Engineering and Design. Singapore : Mc


Graw Hill

Wignjosoebroto, Sritomo. 2003. Ergonomi. Studi Gerak dan Waktu. Surabaya :


Guna Widya.