Anda di halaman 1dari 2

Nama: Gathan Ryamizard Mafaza

NIM: 5190211121
Kelas: Manajemen D

1. Jenis pengendalian apa feedforward, concurrent atau feedback yang menurut anda paling
penting untuk situasi ini? Jelaskan

Jawab:
Pengendalian yang tepat untuk kasus diatas adalah jenis pengendalian concurrent. Untuk
menyesuaikan proses yang sedang berjalan. Pengendalian real-time ini mengendalikan aktivitas
pemantauan yang terjadi saat ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang terlalu jauh dari
standarnya. Sehingga tidak terjadi penumpukan bagasi yang menyebabkan aktivitas terhambat
karna sistem yang tidak langsung diperbaiki. Di samping itu pengendalian concurrent membatu
mereka memperbaiki kesalahan sebelum menjadi lebih memakan biaya.

2. Bagaimana langkah perbaikan langsung digunakan dalam situasi ini? Bagaimana dengan
langkah perbaikan dasar?

Jawab:
➢ Tahap 1 : Pengukuran
Seorang manajer harus mendapat informasi sebab dari kekacauan sistem bagasi.
➢ Tahap 2 : Membandingkan kinerja aktual dengan standarnya
Menentukan variasi kinerja antara aktual dan standar, maksudnya mempunyai catatan atau laporan
tentang kekacauan dalam sistem bagasi sehingga manajer mengetahui dengan jelas jika terjadi
kekacauan dikedepannya.
➢ Tahap 3 : Mengambil tindakan
Melakukan perbaikan langsung terhadap kerusakan dalam sistem bagasi agar dapat berfungsi
kembali sehingga tidak terjadi penumpukan bagasi para penumpang pesawat.
Langkah perbaikan dasarnya petugas memberikan alasan mengapa terjadi kekacauan dalam sistem
bagasi sebelum mengoreksi penyimpangan yang terjadi. Dengan kata lain manajer yang efektif
menganalisis penyimpangan atau kekacauan sistem bagasi mereka butuh waktu untuk menunjuk
dan memperbaiki kekacauan sistem bagasi tersebut sampai benar-benar dapat berfungsi kembali

3. Dapatkah pengendalian British Airways lebih efektif? Caranya?


Dapat, yaitu dengan cara :
• Lingkungan Pengendalian
Manajemen dan staf British Airways harus menciptakan dan memelihara
lingkungan dalam organisasi yang menetapkan perilaku positif dan dukungan terhadap
pengendalian manajemen dan kesadaran manajemen.
• Penilaian Risiko
Manajemen dalam upayanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus
memahami adanya hambatan, tantangan, kerugian, dan kesulitan lain yang dapat
berpotensi tidak tercapainya tujuan dimaksud. Hal-hal yang menghalangi pencapaian
tujuan tersebut disebut risiko. Manajemen memiliki kepentingan untuk mengenal risiko
dan mempersiapkan strategi, taktik, program dan kegiatan dalam menyikapi risiko yang
mungkin akan dihadapinya.

• Kegiatan Pengendalian
Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko,
penetapan dan pelaksanaan kebijakan serta prosedur, untuk memastikan bahwa tindakan
mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif. Kebijakan dan prosedur tersebut harus
ditetapkan dan dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa tindakan-tindakan yang dijalankan
oleh manajemen mengarah pada pencapaian tujuan secara efektif.
• Informasi dan Komunikasi
Efektivitas dari komunikasi terlihat dari umpan balik yang ditunjukkan oleh pihak
yang menerima pesan. Umpan balik itu akan menunjukkan apakah telah terjadi kesamaan
pemahaman atas makna pesan yang disampaikan.
• Pemantauan Pengendalian Intern
Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern bertujuan untuk meyakinkan
bahwa pengendalian telah berjalan sebagaimana yang diharapkan dan diperbaiki sesuai
dengan kebutuhan. Aspek pemantauan pengendalian intern mencakup penilaian kegiatan
rutin, seperti supervisi, reviu atas transaksi yang terjadi guna memastikan apakah kegiatan
operasional telah sesuai dengan sistem dan prosedur pengendalian yang telah ditetapkan.

4. Apa yang dapat dilakukan oleh pengendalian informasi dalam situasi ini? Pengendalian
interaksi pelanggan? tolak ukur?
Dengan tujuan untuk menjadi lebih dekat dengan pelanggan, beberapa perusahaan
mengembangkan sistem customer relationship management yang canggih. Mereka
menyusun database pelanggan dengan data-data yang lengkap, baik data demografis
maupun psikografis, agar dapat memberikan penawaran yang tepat sesuai segmen
pelanggan. Mereka juga melakukan penghitungan tingkat kepuasan pelanggan terhadap
produk maupun pelayanan yang diberikan. Berbagai tools dan teknologi digunakan untuk
membentuk perusahaan menjadi suatu perusahaan yang fokus kepada pelanggan.
Sistem customer relationship management membantu perusahaan untuk
memberikan pengalaman yang konsisten dan sesuai dengan harapan pelanggan pada setiap
interaksi yang terjadi. Karakter brand yang mencerminkan karakter pelanggan membentuk
ikatan emosional antara pelanggan dengan brand. Sedang pelayanan kepada pelanggan
menciptakan pengalaman yang unik kepada pelanggan sehingga ia merasa dihargai. Dan
sistem pengendalian kualitas yang baik akan mengurangi risiko pelanggan mengalami
kegagalan produk. Benang merah dari seluruh inisiatif ini adalah semua memiliki dampak
terhadap pengalaman pelanggan dalam menggunakan jasa perusahaan .