Anda di halaman 1dari 7

Tugas Personal ke-2

Week 7, Sesi 11

Khadafy Pradana Putra

2201918860

JWEA

1. Apa saja 7 faktor lain yang mempengaruhi keputusan lokasi disamping globalisasi?
(bobot 30%)

2. Jelaskan 4 tahapan dalam proses seleksi pemasok! (bobot 40%)

3. Apa itu model SCOR, dan apa tujuannya? (bobot 30%)

MGMT6159 - Operational Management-R2


Jawab

1. Apa saja 7 faktor lain yang mempengaruhi keputusan lokasi disamping globalisasi?
(bobot 30%)

 Produktivitas Tenaga Kerja

Saat memutuskan sebuah lokasi, manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah
yang rendah pada suatu daerah. Walaupun demikian, tingkat upah bukanlah satu-
satunya dasar pertimbangan.

 Risiko Nilai Tukar dan Mata Uang

Nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang


telah dilakukan, walaupun tingkat upah buruh dan produktivitas dapat membuat
sebuah negara terlihat ekonomis. Perusahaan terkadang dapat mengambil
keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi
atau mengekspor produknya ke negara asing. Walaupun demikian, nilai mata
uang asing hampir di semua negara terus berfluktuasi.

 Biaya – biaya

Biaya lokasi terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

1. Biaya nyata (tangible costs) adalah biaya-biaya yang dapat diidentifikasi


langsung dan dihitung secara tepat. Biaya nyata meliputi biaya layanan
umum (seperti listrik dan air), tenaga kerja, bahan baku, pajak,

MGMT6159 - Operational Management-R2


penyusutan, serta biaya lainyang dapat diidentifikasi oleh departemen
akuntansi dan pihak manajemen. Selain itu, biaya-biaya seperti seperti
biaya pengiriman bahan mentah, pengantaran bahan jadi, dan
pembangunan pabrik merupakan faktor dari biaya lokasi secara
keseluruhan.

2. Biaya tidak nyata (intangible costs) adalah biaya-biaya yang lebih sulit
dihitung. Biaya tidak nyata meliputi kualitas pendidikan, fasilitas
transportasi umum, sikap masyarakat terhadap industri dan perusahaan,
serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak nyata juga meliputi
variabel kualitas hidup seperti iklim dan kelompok yang dapat
memengaruhi proses rekrutmen pekerja.

 Risiko Politik, Nilai, dan Budaya

Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap


pemerintah nasional, negara bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan
intelektual, penetapan zona, kolusi, serta stabilitas ketenagakerjaan.

Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain, daerah dengan
daerah. Pandangan pekerja mengenai proses regenerasi pekerja, serikat pekerja,
dan tingkat kehadiran merupakan faktor-faktor yang berkaitan

Tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan budaya


negara lain. Akibatnya, manajer operasi menghadapi tantangan berat saat
membangun rantai pasokan (supply chain) efektif yang meliputi perusahaan asing.

 Kedekatan Terhadap Pasar

Bagi sejumlah perusahaan, berada di lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah
sangat penting. Organisasi jasa banyak berpendapat bahwa kedekatan dengan
pasar merupakan faktor lokasi utama, contohnya restoran, salon, toko obat, dll.
Perusahaan manufaktur juga sependapat dengan pernyataan diatas apabila terjadi
pengiriman barang yang mahal yang sulit akan berbalik menjadi lebih murah dan
mudah apabila berdekatan dengan pelanggan.

MGMT6159 - Operational Management-R2


 Kedekatan pada Pemasok

Perusahaan menempatkan diri dekat dengan bahan mentah dan pemasok karena:

1. Barang-barang yang mudah busuk dapat teratasi apabila dekat dengan


pemasok;

2. Biaya transportasi jadi lebih murah;

3. Lebih mudah apabila bahan mentah yang diperlukan berjumlah banyak.

 Kedekatan pada Pesaing (Clustering)

Mungkin terasa sangat mengagetkan jika perusahaan-perusahaan juga senang


berdekatan dengan para pesaingnya. Kecenderungan atau yang biasa disebut
pengelompokan atau clustering ini sering terjadi apabila sumber daya utama
ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini meliputi sumber daya alam,
informasi, modal proyek dan bakat.

2. Jelaskan 4 tahapan dalam proses seleksi pemasok! (bobot 40%)

1. Evaluasi Pemasok

Tahap pertama pemilihan pemasok adalah evaluasi pemasok. Proses ini terdiri dari
menemukan pemasok potensial dan menentukan apakah mereka bisa menjadi pemasok
yang cocok. Jika memilih pemasok yang salah, maka supply chain akan sia-sia. Ketika
perusahaan membutuhkan pemasok untuk jangka panjang, maka faktor kekuatan
finansial, kualitas, manajemen, penelitian dan kemampuan teknis memainkan peran yang
penting. Kriteria evaluasi yang penting bagi perusahaan antara lain kemampuan proses
produksi, lokasi, dan sistem informasi.

Perusahaan juga bisa menggunakan sertifikasi yang dimiliki oleh calon pemasok sebagai
benchmark dalam menilai. Semisal, perusahaan dengan ISO 9000 atau 14000 sudah
tervalidasi memiliki kemampuan manajemen kualitas dan mutu yang baik.

MGMT6159 - Operational Management-R2


2. Pengembangan Pemasok

Jika perusahaan sudah menentukan calon pemasok yang akan digunakan, langkah
selanjutnya adalah melakukan pendalaman kepada pemasok tersebut. Apakah mereka
cocok dengan sistem dan standar perusahaan kita atau tidak. Perusahaan harus
memastikan bahwa calon pemasok tersebut memiliki nilai-nilai yang sama terhadap
standar dan kualitas yang dimiliki perusahaan. Dari sisi administrasi, perusahaan juga
harus memastikan bahwa legalitas mereka telah memenuhi persyaratan administrasi
vendor dalam sistem pengadaan perusahaan.

3. Negosiasi

Meskipun pihak pemasok telah memiliki harga jual yang tertera (publish rate) namun
seringkali mereka memiliki kelonggaran dalam harga terutama untuk pembelian dalam
jumlah tertentu. Ada beberapa strategi dalam negosiasi harga, diantaranya

 Cost Based Price Model, dimana pemasok membuka berapa biaya produksi
tetap dalam waktu tertentu, yang kemudian ditambahkan sekian persen untuk
menutup biaya variabel.

 Market Based Price Model, pada skema ini harga ditentukan dengan merujuk
pada harga pasar suatu produk. Biasanya berlaku untuk penyediaan bahan
baku komoditas seperti karet, logam dan hasil bumi lainnya.

 Competitive Bidding, kebijakan ini yang paling umum. Perusahaan akan


menunjuk beberapa calon pemasok untuk kemudian dipilih mana yang
memberikan penawaran harga terbaik. Seringkali disebut tender.

Selain harga, negosiasi juga bisa dilakukan untuk hal lain. Seperti pengiriman, kualitas
atau jangka waktu pembayaran. Semua bisa dinegosiasikan selama memberikan win-win
solution.

4. Membuat Kontrak

Tahap terakhir dalam penunjukan adalah penandatangan kerjasama. Kontrak dibuat demi
kepentingan bersama dengan saling berbagi manfaat, resiko serta mendorong kedua pihak

MGMT6159 - Operational Management-R2


untuk berkontribusi lebih baik ke depannya. Dalam kontrak biasanya juga diatur benefit
yang akan diberikan kedua pihak, seperti harga yang bisa lebih rendah lagi jika volume
lebih besar atau jaminan penggantian dari pemasok jika kualitas barang tidak sesuai.

3. Apa itu model SCOR, dan apa tujuannya? (bobot 30%)

Referensi Operasi Rantai Pasokan (SCOR) memiliki 5 bagian yaitu:

 Perencanaan (merencanakan kegiatan untuk pemasokan dan permintaan)

 Sumber (kegiatan pembelian)

 Membuat (kegiatan produksi)

 Pengiriman (kegiatan distribusi)

 Pengembalian (kegiatan rantai pasokan tertutup)

Perusahaan menggunakan SCOR untuk mengidentifikasi, mengukur, mengorganisasi


ulang, dan meningkatkan proses rantai pasokan. Model SCOR mendefinisikan lebih dari
200 elemen proses, 550 metrik yang dapat diukur, dan 500 praktik terbaik. Tolak ukur
dapat sangat berguna, namun tidak selalu memadai untuk keunggulan rantai pasokan.
Audit berdasarkan pada komunikasi yang terus-menerus,pemahaman, kepercayaan,
kinerja, dan strategi perusahaan adalah hal yang penting. Hubungan harus mewujudkan
diri dalam kepercayaan mutual bahwa ―kita bersama‖ dan berjalan seiring dengan
kesepakatan tertulis.

Sumber:

Lecture Note 6

Lecture Note 7

MGMT6159 - Operational Management-R2


http://www.ccsi.co.id/wp-content/uploads/2020/01/QHSE-P-PL-002-Prosedur-Seleksi-
Evaluasi-Pemasok_REV-01.pdf

MGMT6159 - Operational Management-R2