Anda di halaman 1dari 6

CASE REPORT

Lola’s Market: Capturing A New Generation


Mata Kuliah: Strategic Management

Kelompok 1:
Ayu Diana Ansori 19/452418/PEK/25370
Graceilla Kristia Sheraphim Budiono 19/452471/PEK/25423
Harentama Fardhani 19/452477/PEK/25429
I Made Antony Dwi Putra 19/452483/PEK/24435
Yodi Saputra 19/452590/PEK/25542

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020
A. ULASAN KASUS
Lola’s Market merupakan sebuah supermarket yang menawarkan
roti dan masakan khas Amerika Latin. Lola’s Market didirikan oleh David
Ortega pada tahun 1992, dan hingga saat ini telah memiliki 5 gerai. Lola’s
market mengalami penurunan pendapatan sebesar 1,25% dari tahun 2015
ke tahun 2016, hal ini dikarenakan adanya peningkatan biaya operasional
gerainya. Tetapi, Lola’s juga mengalami penurunan pada rasio ​cost of
goods sold y​ ang mengindikasikan adanya perkembangan pada kontrol
biaya. Besarnya jumlah masyarakat milenial yang mendekati usia puncak
konsumsi membuat Lola’s tertarik untuk menyasar pasar tersebut. Untuk
itu, Lola’s bermaksud melakukan ​repositioning ​untuk menjadi ​engaging
brand di media sosial. Hal itu disebabkan karena milenial yang merupakan
first digital native ​lebih tertarik dengan merek yang mereka lihat di media
sosial. Hanya saja, Lola’s kesulitan untuk melakukan hal tersebut karena
belum menemukan orang yang tepat untuk melakukan pemasaran di media
sosial. Walaupun Lola’s menawarkan makanan khas Latin, tetapi mereka
juga memastikan bahwa menu mereka fresh, sehat, dan memberi
kesan”rumah” bagi pelanggan.

B. PERMASALAHAN KASUS
Dari paparan kasus di atas, dapat dirumuskan pertanyaan permasalahan
sebagai berikut:
- Bagaimana analisis strategi perusahaan di dalam kasus tersebut?
- Apa rekomendasi yang dapat diberikan dan mungkin untuk
diimplementasikan perusahaan di dalam persaingan yang ketat?

C. ANALISIS KASUS
1. Analisis Eksternal
Driving force for change:
Pertumbuhan generasi milenial yang sangat besar menjadi faktor utama
penggerak untuk melakukan perubahan. Tantangan perubahan pada
generasi milenial ini ada pada hal sebagai berikut:
- Kedekatan generasi milenial ini terhadap lingkungan teknologi
seperti penggunaan media sosial.
- Preferensi makanan cepat saji namun bergaya hidup sehat.

2. Analisis SWOT
Strengths:
- Produk dengan citarasa yang khas dan kualitas yang baik
- Pelayan yang mampu berbahasa Spanyol
- Bisnis unik: pabrik roti khas dengan restoran yang tergabung dengan
swalayan
Weaknesses:
- Tidak memiliki SDM yang mengelola digital marketing untuk
menarik millennial
- Biaya operasional perusahaan yang tinggi (karena menggabungkan
pabrik roti, resto dan swalayan)
- Pangsa pemasaran terbatas pada pasar California
Opportunities:
- Pasar generasi millennials yang sangat besar (37,3%)
- Belum ada khusus konsumen Latin yang menawarkan masakan
khas tetapi mengikuti perkembangan kesadaran konsumen akan
makanan sehat dan ​fresh.​
Threats:
- Kompetitor Lola’s Market, yaitu Oliver’s Market telah melakukan
rebranding ​terlebih dahulu dengan tampilan yang lebih modern dan
menyediakan Wi-Fi bagi pengunjung. Sedangkan Whole Foods
yang diakuisisi Amazon memiliki keunggulan tersendiri dengan
penawaran tambahan berupa ​shipping option​. Amazon sendiri telah
memiliki posisi yang kuat di benak milenial dengan sistem daring
dan kenyamanan bagi konsumen mereka.

3. Strategi CEO Lola’s Market


Strategi Ofensif
- Melakukan ekspansi segmen pasar kepada generasi milenial
- Memberikan makanan yang ​fresh u​ ntuk mengubah stigma bahwa
makanan Latin tidak sehat dan menarik generasi milenial yang
memperhatikan gaya hidup sehat
- Melakukan perubahan cara penyajian dan tata letak toko dan
restoran
Strategi Defensif
Penguatan ​Brand Image ​dengan konsep ​traditional, nostalgic,
homemade food diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Lola’s
Market ke depan.

D. REKOMENDASI
● Menerapkan strategi ​focused differentiation
Strategi yang sesuai bagi Lola’s Market adalah ​focused differentiation
strategy d​ i mana produk dibuat berbeda dari restoran lain dengan
menyasar segmen Latin (baik generasi sebelumnya maupun milenial).
● Merencanakan Sistem ​Franchising
Perusahaan dapat menerapkan sistem franchising untuk memperluas
cakupan pasar, di tengah persaingan usaha sejenis yang semakin gencar.
Nilai-nilai perusahaan keluarga tetap dapat dipertahankan, karena Lola’s
Market selaku ​franchisor tetap dikelola oleh David Ortega dan
manajemennya. Perusahaan dapat memilih keluarga berdarah latin untuk
menjadi franchisee, agar memiliki kesamaan nilai di dalam pengelolaan
tokonya. Selain itu, ​franchisee cukup menjadi investor pasif, sedangkan
manajer toko, pegawai dan sistem kerja dikendalikan oleh perwakilan dari
manajemen pusat.
● Mengembangkan ​Digital Marketing/E-Commerce
Lola’s Market dapat mengembangkan ​digital marketing dalam sistem
pemasarannya dengan merekrut mahasiswa dengan kapabilitas
pengelolaan social media yang dimiliki Lola’s Market. Hal ini dilakukan
karena market ini tidak memiliki karyawan dengan kapabilitas demikian
sehingga tidak dapat memanfaatkan teknologi dengan efektif.
Pengembangan ​digital marketing dapat mendorong Lola’s Market untuk
beradaptasi dengan pangsa pasar milenial.
Sistem di atas dapat membuat Lola’s Market membuka peluang
untuk memperluas jaringan pangsa pasarnya yang sebelumnya terbatas
pada California. Lebih lanjut, dengan bantuan aplikasi daring, Lola’s
Market dapat menampilkan ​customer experience​, yakni pengalaman nyata
pelanggan untuk lebih meyakinkan pasar baru, terutama generasi milenial.

E. IMPLIKASI
Implikasi Rekomendasi ​focused differentiation
● Brand Image Lola’s Market akan semakin menguat di mata para
pelanggan loyal
● Perusahaan akan menempati posisi tersendiri untuk menjadi rujukan
di dalam industrinya, karena mengambil strategi ​focused
differentiation
Implikasi Rekomendasi Sistem ​Franchising
● Sistem franchise akan lebih menarik pelanggan, karena tercipta akses
yang lebih luas (Min dan Min, 2011)
● Market share perusahaan akan meningkat, begitu pula dengan
pendapatannya (Hua dan Templeton, 2010)
● Perusahaan akan unggul di dalam industrinya, karena ​franchising
merupakan sistem yang lebih efektif dalam jangka panjang (Nan dan
Dalbor, 2013)
Implikasi Rekomendasi ​Digital Marketing/E-Commerce
● Pelanggan akan lebih dapat “diarahkan” di dalam pengambilan
keputusan dengan adanya ​e-commerce​ (Kim dan Srivastava, 2007)
● Konstruk pelanggan dan calon pelanggan akan lebih terbentuk
melalui e-commerce (Pour, 2004)

F. Referensi
Hua, Nan dan Amanda Templeton. 2010. Forces Driving The Growth of The
Restaurant Industry in The USA. ​International Journal of
Contemporary Hospitality Management​ Vol.22 No.1, 2010
Hua, Nan dan MC Dalbor. 2013. Evidence of Franchising on Outperformance in
The Restaurant Industry: A Long Term Analysis And Perspective.
International Journal of Contemporary Hospitality Management
Vol.25 No.5, 2013
Kim, Young Ae dan Jaideep Srivastava. 2007.Impact of Social Influence in
E-Commerce Decision Making. ​Proceedings of The Ninth
International Conference on Electronic Commerce,​ Augustus 2007
Min, Hokey dan Hyesung Min. 2011. Benchmarking The Service Quality of
Fast-Food Restaurant Franchises in The USA. B​enchmarking: An
International Journal​ Vol.18 No.2, 2011
Pour, ​Mehdi Khosrow​. 2004. ​The Social and Cognitive Impacts of E-commerce
on Modern Organizations​. London: Idea Group Publishing.
Thompson, A. A. Jr., M.A. Peteraf, J.E. Gamble, and A.J. Strickland III (2020).
Crafting and Executing Strategy The Quest for Competitive Advantage
Concept and Cases.​ 22​nd​ Ed. Singapore: McGraw Hill (Asia)