Anda di halaman 1dari 8

4-3 a. Indentifikasi perhatian utama dalam analisis piutang!

Terdapat dua perhatian utama analis keuangan sehubungan terdahap piutang, yakni :
 Apakah piutang dan jatuh tempo dapat diberlakukan?
 Apakah pengumpulan telah dinilai dengan benar?

b. Menjelaskan informasi, selain yang biasanya tersedia dalam laporan keuangan,


yang harus kami kumpulkan untuk menilai risiko tidak tertagihnya piutang!

Dalam laporan keuangan mengenai piutang tidak memberikan informasi yang rinci
mengenai apakah itu piutang asli, jatuh tempo dan diberlakukannya. Oleh karena itu
pengetahuan mengenai praktik industri dan sumber informasi tambahan harus
digunakan kuntuk jaminan tambahan, contohnya :

 Harus ada penyisihan dalam hal pengembalian barang dagang yang substansial
 Penyisihan terhadap piutang tak tertagih didasarkan atas kejadian lampau. Seorang
analis harus menggunakan pengetahuan industri untuk mengestimasi nilai piutang
tak tertagih
 Beberapa informasi harus dicari secara langsung dari perusahaan, contoh : (1) apa
konsentrasi pelanggan? akankah kegagalan berdampak pada kondisi kuangan
perusahaan? (2) Bagaimana pola umur piutang?
 Dalam menilai posisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya sekarang, seorang analisi harus mengakui dampak dari konvensi
akuntansi yang berkitan dengan piutang “lancar”.

4-4 a. Apa yang dimaksud dengan anjak piutang atau sekuritisasi piutang?

Sekuritisasi piutang merupakan sebuah praktik dimana sebagian atau semua piutang
milik perusahaan dijual kepada pihak ketiga

b. Apa yang dimaksud dengan menjual piutang dengan jaminan? Apa artinya
menjualnya tanpa jaminan?

Saat piutang dijual dengan jaminan artinya jika piutang tersebut tidak tertagih maka
pihak ketiga memiliki hak untuk menagih dari perusahaan yang menjual piutang
tersebut. Sedangkan ketika piutang tersebut dijual tanpa jaminan, pihak ketiga akan
menanggung risiko penagihan.
c. Bagaimana penjualan piutang (terutama dengan jaminan) berpotensi merusak
neraca?

Saat piutang dijual dengan jaminan, neraca akan mencatat kas yang masuk dari
penjualan piutang dan mungkin atau tidak mungkin akan melaporkan kewajiban
kontijensi tersebut kepada pihak ketiga untuk piutang tidak tertagih yang dibeli
dengan jaminan.

4-5 a. Diskusikan konsekuensi masing-masing metode biaya persediaaan terhadap


pencatatan biaya persediaan dan penentuan laba

Ada berbagai metode yang digunakan dalam proses persediaan seperti FIFO, LIFO,
dan metode average, yang bertujuan untuk mengetahui harga pokok penjualan, laba
rugi, dan penilaian persediaan. Namun, tentunya metode ini memiliki konsekuensi

 FIFO, merupakan salah satu metode yang bertujuan memberikan asumsi arus
biaya dalam penentuan harga pokok penjualan. Metode ini mengasumsikan
bahwa barang yang pertama dibeli, barang tersebut yang pertama dijual
Untuk tujuan perpajakan, diasumsikan bahwa aset FIFO dengan biaya paling
lama dimasukkan ke dalam laporan laba rugi. Selama kenaikan harga dengan
FIFO, laba bersih lebih banyak yang mengakibatkan kewajiban pajak bagi
perusahaan
Dengan metode FIFO, biaya pendapatan disesuaikan dengan persediaan
barang dengan biaya yang tertinggi dan terendah, maka dari itu meningkatkan
laba bersih perusahaan. Selama inflasi, metode FIFO memiliki potensi
meningkatkan nilai sisa persediaan dan menghasilkan laba bersih yang tinggi.
Penggunaan FIFO dalam penilaian persediaan akan menghasilkan persediaan
lebih tinggi di neraca dan harga pokok penjualan yang lebih rendah
 Average method, yang dikenal sebagai metode rata-rata tertimbang, yang
menetapkan biaya ke item persediaan yang didasarkan pada total harga pokok
pembelian dalam periode tertentu dengan jumlah barang yang dibeli.
Metode rata-rata tertimbang apabila digunakan ketika harga stabil maka
metode ini lebih mudah digunakan karena dapat membandingkan dengan
metode lain, juga metode ini dapat digunakan untuk menentukan jumlah rata-
rata yang diinvestasikan pada tiap kelompok sekuritas.
 LIFO, yang bertujuan untuk membebankan harga pokok penjualan pada harga
pokok yang terakhir terjadi. Selama inflasi, biaya dan pendapatan lebih cocok
dicatat dengan metode ini. Metode ini juga memprioritaskan laporan laba rugi
di atas neraca, dan keuntungan menggunakan metode ini adalah keuntugan
pajak. Karena kenaikan biaya mengindikasikan pendapatan bersih lebih
rendah mengakibatkan kewajiban pajak lebih kecil. Selama inflasi, LIFO juga
menghasilkan peningkatan biaya dan saldo lebih rendah dalam persediaan,
sehingga menurunkan rasio lancar dan meningktkan rasio perputaran
persediaan.
Namun, metode LIFO kurang baik karena mengecilkan nilai persediaan,
karena harga pokok penjualan lebih tinggi, sehingga menyebabkan pendapatan
lebih sedikit dan pajak berkurang. Metode LIFO juga menyebabkan unit lama
tersisa di periode akuntansi. Metode ini juga memberikan kesempatan pada
manjemen untuk memanipulasi laba dengan membiarkan persediaan habis di
tahun yang buruk, sehingga memanfaatkan biaya rendah untuk meningkatkan
pendapatan

b. Berikan komentar keragaman praktik yang terkait dengan biaya yang dicakup
dalam persediaan. Berikan paling tidak dua contoh penyebab keragaman tersebut

Persediaan dan harga pokok penjualan muncul di laporan keuangan


perusahaan. Beberapa biaya dimasukkan dalam aset seperti persediaan dan
yang lain diakui sebagai beban pada laporan laba rugi periode tersebut.
Pencantuman biaya persediaan berbeda dalam pengakuan karena merupakan
beban dalam laporan laba rugi sampai persediaan itu dijual. Baik US GAAP
dan IFRS sepakat bahwa biaya harus dimasukkan dalam persediaan contohnya
biaya pembelian. Yang pada dasarnya, biaya pembelian termasuk harga
pembelian barang, transportasi, asuransi selama pengangkutan, dan lain-lain

Beberapa biaya diperlakukan sebagai aset seperti persediaan dan lain diakui
sebagai beban. Beberapa beban tidak termasuk beban yang diperlakukan
sebagai beban sejenis, seperti limbah material diakui sebagai beban abnormal,
biaya penjualan, administrasi, dan penyimpanan yang diperlakukan sebagai
beban dan diakui dalam laporan laba rugi. Dalam praktik yang berbeda terkait
dengan pengcualian maupn penyertaan dari berbagai biaya overhead,biaya
pengangkutan, biaya umum dan administrasi, menyebabkan terjadinya
pengaruh signifikan pada komparabilitas dalam seluruh perusahaan

4-9 Perusahaan biasanya menerapkan metode lower of cost market (LCM) untuk valuasi
persediaan

a. Jelaskan pengertian biaya pada valuasi persediaan


Merupakan jumlah pengeluaran dan biaya yang berlaku baik langsung maupun
tidak langsung yang timbul dalam membawa barang ke dalam kondisi dan lokasi
yang berlaku. Pengeluaran dan biaya yang berlaku mencakup semua biaya
perolehan dan produksi namun tidak termasuk dengan biaya penjualan, biaya
umum dan administrsi yang tidak terkait dengan produksi. Biaya ini berkaitan
dengan biaya perolehan persediaan. Pada dasarnya dihitung dengan salah satu
metode persediaan seperti FIFO, LIFO, dan rata-rata tertimbang. Konsepnya
adalah mencatat persediaan pada harga yang lebih rendah atau nilai pasar. Saat
harga tinggi, aturan ini cenderung meremehkan persediaan tanpa meggunakan
metode biaya, sehingga mengakibatkan penurunan rasio lancar dan jika rasio
lancar dibawah 2:1 tidak baik bagi sebuah perusahaan
b. Jelaskan pengertian pasar pada valuasi persediaan
Nilai pasar dianggap sebagai biaya penggantian persediaan saat ini. Biaya ini tidak
lebih dari nilai realisasi bersih atau lebih rendah dari nilai realisasi bersih
dikurangi dengan margin keuntungan yang normal. Nilai realisasi bersih
merupakan harga jual persediaan yang dikurangkan biaya yang timbul karena
menyiapkan persediaan untuk penjualan. Batas atas nilai pasar dianggap sebagai
biaya yang terkait dengan penjualan produk, sedangkan batas bawah
menunjukkan persediaan diturunkan dari biaya ke pasar sehingga titik itu
merupakan margin keuntungan dengan biaya terkait
c. Diskusikan alasan di balik penerapan LCM
Ketika persediaan dibeli oleh perusahaan, hal tersebut dimasukkan pada biaya.
Namun, nilai persedian seiring waktu disusutkan sehingga untuk meningkatkan
kepercayaan pada laporan keuangan perubaha nilai persediaan harus dilaporkan
dalam laporan keuangan. Sehingga untuk mencerminkan niai pasti persediaan
harus dicerminkan dalam laporan keuangan, dan nantinya akan memberikan
dampak pencocokan biaya dan laba yang lebih baik dan berkontribusi untuk
pengukuran laba secara berkala. Penyimpangan biaya diperlukan ketika utilitas
barang yang terasuk dalam persediaan kurang dari biaya sehingga harus diakui
sebagai kerugi saat ini, dan di periode berikutnya dibebankan untuk persediaan
dengan harga yang tidak lebih tnggi dari harga yang akan dibayarkan pada awal
periode
d. Identifikasi pendapat yang menentang LCM
- Metode ini mencerminkan pelaporan estimasi kerugian sebagai beban
pendapatan bahkan kerugian yang belum tentu bertahan. Dibawah kriteria
kekonsistenan dari realisasi, penurunan harga jual di bawah biaya tidak lebih
merupakan kerugian yang berkelanjutan dibandingkan dengan kenaikan di atas
biaya yang merupakan keuntungan yang direalisasikan
- Penyusutan harga dimasukkan dalam laporan laba rugi sebelum kerugian
dipertahankan melalui penjualan. Jika pembebanan penurunan nilai persediaan
tidak dicatat dalam akun kerugian khusus, biaya untuk barang yang dijual
meningkat dengan jumlah perkiraan penyusutan harga barang yang tidak
terjual. Sehingga judul harga pokok penjualan menjadi keliru
- Tidak konsisten dalam penerapan karena metode ini mengakui kesesuaian
penurunan harga tersirat namun tidak memberikan pengakuan dalam akun atau
laporan keuangan atas pengaruh kenaikan harga
- Tidak konsisten karena oerseduaab dapat dinilai dengan biaya pada akhir
tahun dan dengan nilai pasar di akhir tahun berikutnya
- Metode biaya atau pasar yang lebih rendah menilai persediaan di neraca yang
memberikan efek pada laporan laba rugi, yang mana laba bersih dapat
terdistorsi jika penurunan harga jual yang diharapkan tidak terwujud

4-14 Mengidentifikasi alat analisis yang berguna dalam mengevaluasi biaya


penyusutan. Jelaskan mengapa mereka berguna

- Metode penyusutan : melihat besarnya penyusutan dari aktiva setiap tahun akan
menurun

- Metode beban menurun : penyusutan dipercepat, penyusutan lebih tinggi pada awal
tahun dan akan menjadi lebih rendah pada periode selnajutnya
- Metode depresiasi khusus : untuk mengetahui penyusutan manfaat aset sebuah
perusahaan, dapat digunakan pada (aktiva yang homongen/memiliki fungsi sama dan
metode campuran sesuai dengan keinginan akuntan)
- Metode hasil produksi : menghitung beban depresiasi dari banyak nya produk yang
dihasilkan, jadi beban depresiasi tiap periode akan berubah

Alat analisis depresiasi berguna agar kita mengetahui aset dari perusahaan apakah
masih berumur Panjang, apakah perusahaan dapat meneruskan produksi perusahaan,
bila beban penyusutan tidak dialokasikan dengan benar, maka akan mempengaruhi
perhitungan beban pokok produksi di perusahaan,

4-19 Dari sudut pandang pengguna laporan keuangan, jelaskan keberatan atas
penggunaan biaya historis sebagai dasar untuk menilai aset berwujud

Dengan menggunaan biaya historis sebagai pengukuran aset biaya historis memiliki
kelebihan dari segi objektivitas yaitu kelebihan dalam segi verifiabilitas tersebut dengan
menggunakan biaya historis lebih mempunyai bukti-bukti yang kuat dalam penentuan nilai
atau value aset tersebut. Bukti-bukti tersebut terutama adalah bukti yang didapat pada waktu
perolehan aset yang dimaksud, namun dari sudut pandang pengguna laporan keuangan
penggunaan biaya hisotris itu tidak dapat di evaluasi setelah periode berakhir, jadi nilainya
sudah tidak tepat, sehingga pengguna laporan keuangan tidak dapat membuat keputusan atau
mengevaluasi laporan keuangan tersebut dengan benar, laporan dengan biaya historis juga
tidak relevan dengan pertanyaan tentang biaya penggantian saat ini atau kebutuhan masa
depan. mereka tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan data serupa di laporan
perusahaan lain.

4.22 Identifikasi lima jenis tagihan yang ditangguhkan dan jelaskan alasan
penangguhan untuk masing-masing.

Beban tangguhan yaitu jenis biaya yang terdiri dari biaya awal, biaya pembiayaan hutang
jangka panjang, dan biaya iklan yang akan dicatat di neraca sebagai aset tidak lancar.

Berikut adalah jenis tagihan yang ditangguhkan :


1. Biaya awal: Sesuai dengan namanya, ini merupakan jenis biaya awal. Biaya ini
bersifat aset fiktif karena biaya ini dikeluarkan oleh bisnis sebelum bisnis tersebut
dimulai, atau saat fase awal. Biaya awal ini adalah jenis biaya yang perlu
dikapitalisasi dengan aset tetap yang bersifat modal.
2. Sewa di Ruang Kantor: Jenis biaya ini merupakan bentuk umum pada kasus bisnis.
Sewa yang ditangguhkan tidak mesti konsisten. Saat inflasi, dengan berjalanannya
waktu sewa bulanan meningkat. Jenis biaya ini mencakup akun biaya sewa tangguhan
yang mana biaya sewa untuk semua periode termasuk juga pada bulan yang
menawarkan diskon dihitung yang dapat naik dengan inflasi.
3. Biaya Iklan: Biaya yang mencangkup biaya yang terlibat sebagai pengeluaran
promosi untuk produk baru. Sehingga, beberapa bisnis mengkapitalisasi biaya iklan
dikarenakan biaya promosi dan akuisisi diamortisasi selama periode berdasarkan
umur aset dan kadang berdasarkan pendapatan terkait.
4. Uang Muka tanggungan asuransi: Pada bentuk pembayaran asuransi ini menjamin
pembeli jika penjual tidak berhasil memenuhi kewajiban yang telah disepakati, maka
pembayaran akan dikembalikan.
5. Biaya aktiva tidak berwujud yang ditangguhkan karena amortisasi : Jenis biaya
ditangguhkan yang merupakan biaya bunga yang dikapitalisasi yang merupakan
bagian dari aktiva tetap. Biaya yang dibebankan pada aset tidak berwujud itu
disajikan sebagai beban yang merupakan amortisasi dan penghapusan umur aset tidak
berwujud.

4.23 a. Jelaskan setidaknya dua aset yang tidak dicatat di neraca.

Aset yang tidak dicatat merupakan aset yang sepenuhnya dihapuskan tapi mempunyai
keberadaan fisik dalam bisnis. Jadi, aset yang tidak ditunjukkan di dalam pembukuan
dikatakan bahwa bisnis tidak memiliki kewajiban tersebut sampai aset tersebut dijual. Off
balance sheet mengacu pada aset dan kewajiban yang tidak ada di neraca perusahaan. Aset ini
bisa berguna untuk melindungi laporan keuangan dari kepemilikan aset maupun hutang.

Dua aset yang tidak dicatat di neraca yaitu:

1. Goodwill yang dihasilkan secara internal: goodwill ini dihasilkan secara internal,
bukan dibeli dari pihak luar. Maka dari itu, biaya tidak dapat dikapitalisasi dan setiap
biaya yang muncul ditampilkan sebagai biaya.
2. Aset Kontinjensi: Hak dan klaim kontinjensi seperti ini yang tidak diakui karena
ketidakpastiannya yang terjadi untuk tujuan bisnis.

4.23 b. Jelaskan bagaimana seorang analis mengevaluasi aset yang tidak tercatat.

Analis diharuskan mengevaluasi pada aset yang tidak tercatat dalam bisnis misalnya
cadangan inventaris LIFO, modal manusia, citra merek, pelanggan setia, dll.

Karena hal ini tidak dapat diukur dalam penilaian moneter sehingga tidak dapat dimasukkan
pada neraca. Tetapi, ini memiliki kendali atas profitabilitas jangka panjang yang digunakan
untuk tujuan penilaian karena jika aset yang tidak tercatat memiliki nilai moneter, maka aset
tersebut akan menghasilkan pendapatan abnormal yang lebih tinggi untuk bisnis. Aset yang
tidak tercatat ini berpotensi menurunkan total aset dan pendapatan dari bisnis.