Anda di halaman 1dari 5

EKSPOSISI TEMA SOSIAL

ARGUMENTASI
Seiring dengan berkembangnya teknologi media sosial sekarang ini,tidaklah heran
segala sesuatunya mudah di akses secara cepat dan mudah. Dari beberapa sumber yang
didapatkan bahwa Berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan oleh para oknum masyarakat
penyalahgunaan media sosial salah satunya adalah mencari korban. Faktanya menurut Mahfudz
Siddiq anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
menyatakan bahwa "Yang perlu dicermati ternyata penyalahgunaan media sosial ini melibatkan
banyak gadis remaja yang bahkan sebagiannya di bawah umur. “Pada kenyataannya, didapatkan
fakta dari Komnas Perlindungan Anak (2010) bahwa sekitar 53% pemakai situs jejaring sosial di
Indonesia adalah remaja berusia kurang dari 18 tahun. Hal ini perlu mendapatkan perhatian
ekstra dari pemerintah dan setiap orang dewasa, karena umumnya banyak terjadi dampak-
dampak negatif karena penggunaan situs jejaring sosial.”

Lebih lanjut, Penyalahgunaan media sosial khususnya dikalangan remaja semakin marak
terjadi akhir-akhir ini. Contoh kasus pelarian seorang remaja berumur 14 tahun bernama
Marietha Novatriani di Sidoarjo, Surabaya. Remaja ini dilaporkan hilang dan diduga dibawa
teman yang baru dikenalnya di Facebook. Diduga kuat pelakunya bernama Arie Power,
temannya di Facebook.

                                    

Penegasan Ulang Pendapat

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa penyalahgunaan media sosial harus segera
ditangani. Para remaja seharusnya bisa mengolah dampak negatif maupun positif dengan adanya
media sosial, Sebab remaja zaman sekarang sangat bergantung pada internet. Oleh karena itu
semua pihak, sebagai pemerintah, masyarakat, dan media perlu ikut bertanggung jawab
menghadapi tantangan kemudahan hidup yang ditawarkan internet di masa depan. Mengingat
penyalahgunaan media sosial dikalangan remaja saat ini bukan hal yang tidak lumrah lagi, tetap
selalu waspada dan memanfaatkan media sosial sebagai hal yang positifKarena hal tersebut akan
berpengaruh dalam pembentukan generasi unggul di masa yang akan datang.
EKSPOSISI TEMA AGAMA

Model Pengelolaan Alam dan Energi dalam Islam

        Sebagai sebuah ideologi. Islam memiliki sistem ekonomi yang khas. Di dalamnya ada
konsep bagaimana mengelola sumber daya alam ini. Menurut pandangan Islam, hutan, air dan
energi adalah milik umum. Ini didasarkan kepada hadist Rasulullah SAW : "Kaum Muslim
berserikat dalam tiga hal : air, padang rumput dan api" (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)
(Imam Asy Sayukani, Nayl al Authar, halaman 1140). 
          Maka, pengelolaannya tidak boleh diserahkan kepada swasta tapi harus dikelola
sepenuhnya oleh negara dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk.
Untuk pengelolaan barang tambang dijelaskan oleh hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dari
Abyadh bin Hamal menceritakan, saat itu Abyad meminta kepad aRasul SAW untuk dapat
mengelolah sebuah tambang garam. Rasul meluluskan permintaan itu, tapi segera diingatkan
oleh seorang sahabat. 
         "Wahai Rasulullah, tahukah engkau, apa yang engkau berikan kepadanya ?.Sesungguhnya
engkau telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma'u al-'iddu)" Rasulullah
kemudian bersabda, "Tariklah tambang tersebut darinya". Sikap pertama Rasulullah SAW
memberikan tambang garam kepada Abyadh menunjukkan kebolehan memberikan tambang
garam atau tambang yang lain kepada seseorang. Akan tetapi, ketika Rasul SAW mengetahui
bahwa tambang tersebut dikategorikan milik umum. Adapun semua milik umum tidak boleh
dikuasai oleh individu. Fokus dalam hadits tersebut tentu saja bukan "garam", melainkan
tambangnya. Terbukti ketika Rasul SAW mengetahui bahwa tambang garam itu jumlahnya
sangat banyak, beliau menarik kembali pemberian itu. Syekh Taqyuddin An-Nabhani mengutip
ungkapan Abu Ubaid yang mengatakan : "Adapun pemberian Nabi SAW kepada Abyadh bin
Hambal terhadap tambang garam yang terdapat di daerah Ma'rab, kemudian beliau
mengambilnya kembali dari tangan Abyadh. Sesungguhnya beliau mencabutnya semata karena
menurut beliau tambang tersebut merupakan tanah mati yang dihidupkan oleh Abyadh. lalu dia
mengelolanya. Ketika Nabi SAW mengetahui bahwa tambang tersebut (laksana) air yang
mengalir, yang berarti barang tambang tersebut merupakan benda yang tidak pernah habis,
seperti mata air dan air bor, maka beliau mencabutnya kembali karena sunah Rasulullah SAW
dalam masalah padang, api dan air menyatakan bahwa semua manusia berserikat dalam masalah
tersebut. Untuk itu, beliau melarang bagi seseorang untuk memilikinya, sementara yang lain
tidak dapat dimilikinya". 
         Karena itu, penarikan kembali pemerian Rasul SAW dari Abyadh adalah illat dari larangan
sesuatu yang menjadi milik umum termasuk dalam hal ini barang tambang yang kandungannya
sangat banyak untuk dimiliki individu. Menurut konsep kepemilikan dalam sistem ekonomi
Islam, tambang yang jumlahnya sangat besar, baik yang tampak sehingga bisa didapat tanpa
harus susah payah, seperti garam, batubara, dan sebagainya : maupun tambang yang berada di
dalam perut bumi yang tidak bisa diperoleh, kecuali dengan usaha keras, seperti tambang emas,
perak, besi, tembaga, timah, dan sejenisnya, termasuk milik umum. Baik itu berbentuk padat,
seperti kristal maupun berbentuk cair, seperti minyak, semuanya itu adalah barang tambang yang
termasuk ke dalam pengertian hadis di atas. Nah model ini hanya bisa berlaku dalam sistem yang
sesuai syariah, yakni khilafah. Di sinilah urgensi menerapkan syariah islam secara kaffah dalam
negara khalifah. 
EKSPOSISI TEMA TAMAN KELAS
Eksposisi Tentang Lingkungan Sekolah

Padahal kebersihan dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar, sekolah yang memiliki lingkungan
yang indah, bersih, asri maka dalam proses kegiatan belajar mengajar akan menjadikan kenyamanan
tersendiri dibandingkan sekolah yang memiliki lingkungan gersang dan banyak sampah.

Mari kita langsung saja belajar mengenai teks eksposisi bertemakan lingkungan sekolah beserta
strukturnya agar kalian dapat memahami lebih dalam.

#1. TESIS

Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor penting untuk menciptakan kenyamanan dalam
proses KBM. Selain untuk menciptakan kenyamanan dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),
kebersihan diperlukan untuk menjaga kesehatan para siswa. Siswa akan lebih senang belajar dalam
suasana yang asri dan bersih.

Namun, masih banyak siswa yang kurang menjaga kebersihan sekolah. Di laci meja kelas biasanya
banyak ditemukan sampah bekas makanan atau minuman. Siswa masih kurang kesadaran dalam
menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

#2. ARGUMENTASI

Penyebab mereka tidak menjaga kebersihan salah satunya adalah mereka malas, dan kurang kesadaran
menjaga kebersihan. Padahal disetiap titik lingkungan sekolah sudah disediakan tempat sampah. Kurang
kesadaran akan kebersihan dan malas itulah penyakit siswa siswi sekolah pada saat ini.

Akibat tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, lingkungan sekolah menjadi bau, kotor serta
banyak serangga. Laci-laci meja kelas yang banyak sampah akan menjadi sarang nyamuk dan serangga.
Ruang kelas yang tidak dibersihkan akan kotor dan nenimbulkan ketidaknyamanan dalam proses belajar
mengajar. Sampah yang berserakan atau tempat sampah yang tidak dibersihkan akan menimbulkan bau
yang menyengat dan penyakit-penyakit baru.

Alasan lain adalah para siswa berpikiran bahwa, kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab
penjaga dan perawat sekolah sehingga mereka dengan enaknya membuang sampah sembarangan.
Padahal kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

#3. PENEGASAN ULANG

Menjaga kebersihan di lingkungan sekolah perlu dilakukan. Dengan cara reboisasi, membersihkan kelas
dan sekolah, lingkungan sekolah akan terasa nyaman untuk ditinggali warganya. Perlu diberikan sanksi
yang tegas kepada siswa yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, diadakan bersih sekolah
setiap bulan yaitu kerja bakti warga sekolah untuk membersihkan sekolahnya agar siswa-siswa memiliki
tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap sekolahnya.
EKSPOSISI TEMA BUDAYA

Bangga Keberagaman Budaya Indonesia

Indonesia yang memiliki wilayah dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai dataran,
pegunungan, lembah, lautan dan lainnya. Bukan sesuatu yang asing bila di Indonesia terdapat
banyak sekali adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda-beda setiap daerahnya. Keberagaman
adat istiadat, mulai dari agama, ras, suku, adat berpakaian, tarian adat, upacara adat, rumah adat
dan lain sebagainya. Hidup di Indonesia berarti hidup dengan keberagaman budaya dan pluralitas
masyarakatnya yang tak terbatas. Oleh karena itu untuk menjaga keutuhan, kesatuan dan
perastuan untuk ketahanan nasional di tengah pluralitas memerlukan suatu tindakan dari setiap
warga negara Indonesia.

Beragam cara dapat kita lakukan untuk hidup di tengah perbedaan yang ada di Indonesia. Salah
satu caranya adalah dengan saling menghormati perbedaan dengan wujud sikap toleransi
terhadap keberagaman. Toleransi diartikan sebagai sikap menahan diri, berhati lapang dan selalu
memberikan kesempatan untuk orang lain berpendapat. Toleransi dapat kita wujudkan dalam
berbagai bidang yaitu toleransi dalam kehidupan beragama. Di Indonesia terdapat enam agama
yang diakui secara resmi oleh pemerintah, setiap orang pasti memiliki satu keyakinan. Cara
toleransi dengan kepercayaan berbeda dianataranya adalah menghormati dan menghargai agama
yang dianut orang lain, tidak memaksa orang lain berpindah keyakinan, tidak mengganggu
agama lain saat ada perayaan atau ibadah, tidak mencela atau merendahkan agama lain.
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan berbagai suku dan ras yeng berbeda. Dengan
perbedaan ini bukanlah kendala dalam mewujdukan semangat persatuan bangsa Indonesia.
Hendaknya setiap individu saling menghormati, menghindari egois, menunjung tinggi nilai
kemanusiaan, guna meningkatkan semangat persatuan Indonesia.

Tak hanya itu, untuk menjaga keberagaman ini terdapat beberapa perilaku yang perlu
diwujudkan. Terutama untuk generasi penerus bangsa yang harus meningkatkan semangat
persatuan untuk menjaga kekayaan dan keberagaman budaya kita. Perilaku di antaranya dalah
dengan memahami keberagaman budaya yang ada di Indoneisa, menguasai dengan belajar
beberapa seni budya yang ada di tanah air, memilah budaya asing yang masuk ke Indonesia dan
memilih yang pantas dan sesuai nilai-nilai bangsa Indonesia.

Keberagaman kebudayaan, adat istiadat yang ada di Indonesia merupakan suatu kekayaan bangsa
kita yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Dengan begitu kita sebagai warga negara Indonesia
harus bangga dengan keberagaman ini. Wujud bangga kita dapat kita tunjukkan dengan berbagai
tindakan yaitu dengan toleransi saling menghargai dan menghormati. Juga dengan melalui
perilaku kita untuk berusaha menjaga budaya, melestarikan budaya kita untuk mewujudkan
persatuan dan kesatuan yang ada di Indonesia. Melastarikan budaya bangsa Indonesia adalah
kewajiban kita semua.
EKSPOSISI TENTANG PENDIDIKAN

Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia/ diri melalui upaya pengajaran dalam latihan, proses, cara, dan
perbuatan mendidik. Pendidikan dibagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan pendidikan
informal. Pendidikan formal adalah segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan
secara terorganisasi dan berjenjang (TK, SD, SMP, SMA, dan seterusnya) baik yang bersifat
umum maupun yang bersifat khusus. Pendidiakan informal adalah pendidikan atau pelatihan
yang terdapat keluarga atau masyarakat dalam bentuk yang tidak terorganisasi.  Karakter adalah
waktak atau berilaku seseorang. Jadi, pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengajarkan
anak untuk berperilaku jujur, sopan, santun,  kreatif, percaya diri, dan peduli.

Menurut penelitian usia remaja adalah usia yang tepat untuk pemberian pendidikan karakter.
Usia remaja berkisar antara usia 10 tahun sampai 21 tahun. Pada usia itulah kebanyakan remaja
sedang mencari identitas diri mereka. Pada masa inilah, remaja memerlukan pendidikan karakter
untuk mengarahkan mereka dan minat yang mereka miliki ke arah yang positif. Hal itu
dikarenakan pada usia remaja seperti ini, remaja mengalami gejolak emosi yang sangat labil.
Adanya berubahan tinggi badan, berat badan, mulai adanya ketertarikan antar lawan jenis, dan
berpengaruh terhadap psikologisnya. Kondisi itu merupakan masa sulit mereka dan diperlukan
pengendalian diri yang kuat saat berada di sekolah, di rumah, dan lingkungan tempat bermain.
Pendidikan karakter penting diberikan untuk membatu remaja dalam mengendalikan emosinya
dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Hal itu dikarenakan, pendidikan untuk
mencerdaskan otak saja tidak cukup untuk menjadikan anak menjadi lebih baik dalam
bersosiliasi. Seseorang juga harus memiliki pengendalian emosi yang baik untuk dapat diterima
dalam lingkungannya. Pengendalian diri ketika marah, tidak menyukai seseuatu, senang, kecewa,
dan bingung dapat membantu seseorang menjadi lebih dewasa. 

Pendidikan karakter dapat mendidik anak menjadi anak yang berprestasi dan kreatif. Selain itu,
dengan pendidikan karakter anak akan menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya,
mengajarkan nilai toleransi, sifat saling mengasihi, berbudi pekerti, cinta damai, mandiri, rasa
ingin tau, menjadi lebih religius dan lain-lain. Banyak manfaat positif dalam penerapan
pendidikan karakter pada usia remaja.