Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

Pengantar
Manajemen

Disusun Oleh:

Maytina Oktarina (18420021)

Dosen Pembimbing : Drs. H. Imam Suroso, MS

UNIVERSITAS SJAKHYAKIRTI 1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat pertolongan dan rahmat-

Nya kami berhasil menyelesaikan makalah “Pengantar Manajemen” ini. Adapun makalah ini

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pusat Data tentang Pengantar

Manajemen. Dan kami juga berterima kasih kepada dosen kami, karena telah memberi kami

tugas pembuatan makalah ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan

serta pengetahuan kita mengenai Pengantar Manajemen dalam Manajemen Pusat Data.

Kami juga menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata

sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah

yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat kritik dan saran nantinya akan

membuat kami lebih baik kedepannya.

Semoga makalah yang kami buat ini dapat dipahami dan berguna bagi kami sendiri

maupun orang yang membacanya. Demikian yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi,

semoga makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran dari pembaca.

Kayuagung, Mei 2019

Maytina Oktarina

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
DAFTAR ISI

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Perkembangan Manajemen

Manajemen sebenarnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa

demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas

dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung, baik di sadari

ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua

Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang

dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan

produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan

kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya. Sekarang timbul suatu

pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan

di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala

bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama

untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti

seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan

diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai

seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer

bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky

W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,

pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
(goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan

perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar,

terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui

orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran

organisasi.

1.2 Unsur – Unsur Manajemen

Unsur manajemen adalah sarana bagi manajemen untuk melakukan kegiatan.

Manajemen tidak akan bisa melakukan hal apapun jika tidak memiliki unsur unsur

manajemen. Manajemen pasti memiliki tujuan. Tapi tujuan hanyalah sebatas keinginan.

Cita-cita. Dan tidak bisa dicapai jika manajemen tidak melakukan apapun. Karena tidak

memiliki unsur manajemen.Setidaknya. Ada 6 unsur yang hukumnya wajib dimiliki oleh

manajemen perusahaan. 6 unsur itu dikenal dengan 6 M :

1. Man | Manusia

Man atau manusia - dalam manajemen disebut sumber daya manusia - adalah faktor

yang paling penting dan paling menentukan. Manusia yang memiliki keinginan. Manusia

yang merancang tujuan. Manusia yang menetapkan tujuan. Dan manusia jugalah yang

menjalankan prosesnya. Semua hal penting dalam manajemen dilakukan oleh manusia.

Manusia merancang perencanaan. Mengorganisasikan. Mengarahkan. Mengendalikan. Dan

semua kegiatan detail lainnya. Mulai dari hal besar hingga detail-detail kecil. Semua

memerlukan sentuhan manusia. Bahkan manajemen itu sendiripun merupakan manusia.

Kumpulan manusia. Itulah manajemen. Kumpulan manusia-manusia yang memiliki latar

belakang berbeda. Pendidikan berbeda. Pandangan berbeda. Skil dan kemampuan berbeda.

Dan hampir semuanya berbeda. Kecuali tujuannya yang mungkin sama. Manajemen

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
mengatur semua itu. Yang beda beda itu. Mereka akan melakukan hal yang berbeda.

Ditempat yang berbeda. Bahkan diwaktu yang berbeda. Untuk satu tujuan dan kepentingan

bersama. Intinya: Manajemen mengatur agar manusia manusia itu bekerja sama. Tidak

melakukan hal yang hanya untuk dirinya sendiri.

2. Money | Uang

Money atau uang. Tidak perlu dijelaskan panjang lagi. Anda sudah pasti tahu. Uang

dibutuhkan oleh siapapun. Bayi baru lahirpun butuh uang. Bahkan orang matipun butuh

uang. Apalagi manajemen perusahaan. Mereka butuh uang. Untuk mencari uang. Bahkan

dimulai sejak awal mula perusahaan berdiri uang sangat dibutuhkan. Mulai dari pengurusan

izin, pembangunan aset dan semua perlengkapannya. Semua butuh uang. Kegiatan

operasional perusahaan membutuhkan uang. Nilai perusahaan juga diukur dengan uang. Dan

bahkan perusahaan bangkrut sekalipun juga perlu uang. Uang menjadi penting, lalu

kemudian diperlukan ilmu untuk mengatur pengelolaan keuangan agar semua aktivitas

menjadi lancar. Uang memang perlu diatur. Penggunaannya harus terarah, diperhitungakan

dengan cermat dan rasional untuk meminimalkan resiko kegagalan dalam mencapai tujuan.

Berapa jumlah uang yang diperlukan. Bagaimana uang diperoleh. Bagaimana uang

digunakan dan bagaimana perputaran uang tersebut. Dalam perusahaan, ada manajemen

keuangan yang mengaturnya.

3. Materials | Bahan

Material atau bahan baku menjadi salah satu unsur manajemen yang juga penting.

Tanpa ada material, perusahaan tidak bisa berproduksi, tidak bisa beroperasi. Ketika

perusahaan furniture tidak memiliki kayu. Maka para tukang tidak akan bisa bekerja. Tidak

ada yang bisa mereka kerjakan karena memang tidak ada bahan untuk dikerjakan.

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
Umumnya, perusahaan tidak menghasilkan bahan baku atau bahan mentah sendiri

melainkan mendapatkannya dari pihak lain. Walaupun ada beberapa perusahaan yang juga

menghasilkan bahan baku sendiri. Perusahaan membeli dari perusahaan vendor penyedia

bahan baku yang diperlukan. Manajer perusahaan biasanya akan berusaha untuk

mendapatkan bahan baku dengan harga yang palin murah agar bisa memperoleh laba yang

maksimal. Ditambah dengan biaya pengadaan bahan baku yang paling minim. Dengan

sumber daya manusia yang ahli, bahan tersebut nantinya akan diproses seefisien mungkin

untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Bahan yang awalnya mentah akan menjadi

barang setengah jadi atau barang setengah jadi. Dengan tenaga ahli, material tersebut akan

menjadi produk dengan nilai yang lebih tinggi. Lebih bermanfaat dan lebih layak jual.

Menguntungkan.

Melihat penjelasan diatas, Material mungkin sangat cocok dengan perusahaan yang

bergerak dibidang manufaktur. Perusahaan memproduksi suatu barang. Bukan pada

perusahaan yang bergerak dibidang dagang dan jasa. Konsep material ini juga bisa

diadaptasi ke industri dagang dan jasa. Bagaimana perusahaan jasa membuat jasanya,

kontennya, informasinya mempunyai nilai plus diatas kompetitor lain. Tujuannya untuk user

experience yang lebih baik. Nilai tambah yang lebih. dan keuntungan yang lebih baik.

4. Machine | Mesin

Unsur manajemen yang berupa manusia, walaupun sangat berperan penting, namun

kini fungsinya telah terbantu dan relatif berkurang akibat adanya mesin. Mesin kini telah

menjadi sebagai pembantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang

sebelumnya dikerjakan dengan tenaga manusia. Perkembangan kemajuan teknologi kini

telah menyebabkan penggunaan mesin yang makin dominan dalam segala bidang. Baik

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
untuk produksi, pengangkutan maupun yang lainnya. Mesin bisa memangkas waktu dalam

proses produksi. Lebih cepat, lebih efisien dan output yang dihasilkan bisa lebih banyak

dibandingkan dengan tenaga manusia. Kualitas yang dihasilkan lebih merata dan konsisten.

Kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi bisa ditekan. Dan yang lebih penting ongkos

produksi bisa jauh berkurang.Meskipun mesin bisa diandalka dalam memdahkan kerja

manusia. Tenaga manusia masih mutlak diperlukan walaupun sebuah perusahaan 100 persen

produknya dihiasilkan dengan mesin. Tenaga manusia masih diperlukan untuk mengatur

mesin. Bagaimana mesin bisa bekerja dengan baik. Manusia masih diperlukan dalam

pengoperasian mesin. Maintenance mesin. Repair mesin bahkan penggantian mesin. Semua

masih bergantung pada manusia.

5. Methode | Metode

Metode kerja dalam manajemen benar benar diperlukan supaya mekanisme kerja yang

ada berjalan secara efektif dan efisien. Biasa kita kenal dengan nama SOP atau standar

operasional. Metode kerja yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan masing masing

organisasi, apakah itu yang berhubungan dengan produksi ataupun administrasi tidak terjadi

dengan begitu saja dengan sendirinya melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Setiap bagian didalam divisi-divisi perusahaan memiliki tugas dan fungsinya masing-

masing. Disetiap divisi tersebut memiliki metodena sendiri. Masing-masing metode yang

dijalankan tentu selaras dengan divisi lain dan tujuan umum perusahaan.

Dalam dunia manajemen dihadapkan dengan berbagai macam alternatif metode dalam cara

menjalankan pekerjaan. Beberapa metode mungkin tepat bagi satu industri namun tak begitu

memuaskan bila diterapkan di tempat lain. Metode yang tepat untuk kondisi suatu organisasi

akan memudahkan manajemen untuk mencapai sasaran.

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
6. Markets | Pasar

Proses produksi merupakan proses yang cukup penting, namun apabila barang atau

jasa hasil produksi tidak bisa terserap dengan baik oleh pasar. Tidak laku dijual, maka

proses produksi tersebut bisa berhenti dan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Pasar merupakan unsur manajemen yang sifatnya sangat strategis. Penguasaan pasar dalam

arti menyebarkan dominasi hasil produksi bisa jadi merupakan satu faktor yang menentukan

dalam perusahaan.

Pasar merupakan sumber utama sebuah perusahaan dalam memperoleh pendapatan.

Permasalahan lain adalah bagaimana cara mempertahankan pasar yang telah dikuasai dari

ranah kompetitor, berbicara riset, strategi pemasaran, kualitas, kuantitas, harga yang sesuai

dengan selera dan daya beli pelanggan merupakan hal yang perlu didalami dalam masalah

ini. Bahkan jika memungkinan perusahaan harus mencari ceruk pangsa pasar yang baru.

Namun apabila hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Bisa dipertimbangakan untuk

mengkaji lagi penentuan pasar dan persaingan. Perpindahan pasar adalah sebuah

keniscayaan. Apabila memang hasilnya lebih banyak diterima dan diminati oleh konsumen.

Produk dinimati atau tidak, respon pasarlah yang menentukan.

1.3 Prinsip- Prinsip Manajemen

1. Pembagian Kerja (Division of work)

Pernah mendengar prinsip “the right man in the right place?”.  Dalam praktiknya, karyawan

memiliki spesialisasi dalam bidang yang berbeda dan mereka memiliki keterampilan yang

berbeda pula satu sama lain. Tingkat keahlian yang berbeda dapat dibedakan dalam bidang

pengetahuan mulai dari generalis hingga spesialis, pengembangan pribadi dan profesi harus

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
saling mendukung. Menurut Henri Fayol, meningkatkan efisiensi tenaga kerja dapat

meningkatkan produktivitas. Selain itu, spesialisasi tenaga kerja meningkatkan akurasi dan

kecepatan mereka. Prinsip manajemen ini berlaku untuk kegiatan teknis dan manajeria di

setap organisasi,

2. Otoritas dan Tanggung jawab (Authority and responsibility)

Untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi, manajemen memiliki wewenang untuk

memberi perintah kepada karyawan. Tentu saja ini dengan otoritas ini ada tanggung jawab.

Menurut Henri Fayol, kuasa atau kewenangan yang menyertainya memberi manajer  hak

untuk memberi perintah kepada bawahan. Tanggung jawab dapat ditinjau kembali dari

kinerja dan oleh karena itu perlu membuat perjanjian atas otoritas yang diberikan. Dengan

kata lain, otoritas dan tanggung jawab berjalan bersama dan mereka adalah dua sisi dari

mata uang yang sama.

3. Disiplin

Prinsip ketiga dari 14 prinsip manajemen adalah tentang kedisiplinan. Hal ini sering menjadi

bagian dari nilai inti (core) misi dan visi bentuk perilaku yang baik dan interaksi yang saling

menghormati. Prinsip manajemen ini sangat penting dan dilihat sebagai hal yang membuat

organisasi berjalan lancar.

4. Kesatuan Komando (Unity of command)

Prinsip manajemen ‘Unity of command’ atau kesatuan komando adalah bahwa setiap

karyawan harus menerima perintah dari satu manajer sehingga karyawan memiliki tanggung

jawab kepada manajer tersebut. Jika tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada

karyawan diberikan oleh lebih dari satu manajer, ini dapat menyebabkan kebingungan yang

10

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
dapat menyebabkan konflik bagi karyawan. Dengan menggunakan prinsip ini, tanggung

jawab agar terhindar dari kesalahan akan bisa di minimalisir.

5. Kesatuan Arah (Unity of direction)

Prinsip manajemen ini adalah tentang fokus dan kesatuan. Semua karyawan memberikan

kegiatan yang sama yang dapat dikaitkan dengan tujuan yang sama, hal ini seperti Anda

mencari North Star Metric untuk bisnis Anda. Semua kegiatan harus dilakukan oleh satu

kelompok yang membentuk tim. Kegiatan-kegiatan ini harus dijelaskan dalam rencana aksi.

Manajer pada akhirnya bertanggung jawab atas rencana ini dan dia memantau

perkembangan kegiatan yang ditentukan dan direncanakan. Area fokus adalah upaya yang

dilakukan oleh karyawan dan koordinasi.

6. Subordinasi Kepentingan Individu

Selalu ada semua jenis kepentingan dalam suatu organisasi. Agar organisasi berfungsi

dengan baik, Henri Fayol mengindikasikan bahwa kepentingan pribadi lebih rendah

daripada kepentingan organisasi (etika). Fokus utamanya adalah pada tujuan organisasi dan

bukan pada individu. Ini berlaku untuk semua tingkat dari seluruh organisasi, termasuk para

manajer.

7. Penggajian (Remuneration)

Motivasi dan produktivitas adalah dua hal yang berkaitan dalam kelancaran organisasi.

Prinsip manajemen ini menjelaskan bahwa penggajian harus cukup untuk membuat

karyawan termotivasi dan produktif. Ada dua jenis penggajian yaitu non-moneter (pujian,

tanggung jawab lebih, kredit) dan moneter (kompensasi, bonus atau kompensasi finansial

lainnya). Pada akhirnya, ini adalah tentang menghargai upaya karyawan yang telah

dilakukan.

11

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
8. Pemusatan (The Degree of Centralization)

Manajemen dan otoritas untuk memproses pengambilan keputusan harus seimbang dalam

sebuah organisasi. Ini tergantung pada volume dan ukuran organisasi tersebut.

Sentralisasi berarti meletakan konsentrasi otoritas dalam pengambilan keputusan di

manajemen puncak (dewan eksekutif). Berbagi kewenangan untuk proses pengambilan

keputusan dengan tingkat yang lebih rendah (manajemen menengah dan bawah), disebut

sebagai desentralisasi. Henri Fayol mengindikasikan bahwa organisasi harus berusaha untuk

melakukan keseimbangan yang baik dalam hal ini.

9. Hirarki (Scalar Chain)

Hirarki atau tingkatan hadir dalam organisasi tertentu. Hal Ini bervariasi, mulai dari

manajemen senior (dewan eksekutif) ke level terendah dalam organisasi. Prinsip manajemen

hierarki menyatakan bahwa harus ada garis yang jelas di bidang otoritas (dari atas ke bawah

dan semua manajer di semua tingkatan dan divisi). Hal Ini bisa dilihat sebagai tipe struktur

manajemen. dengan adanya hierarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada

siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah

10. Ketertiban (Order)

Menurut prinsip ini, karyawan dalam suatu organisasi harus memiliki sumber daya yang

tepat sehingga mereka dapat berfungsi dengan baik dalam suatu organisasi. Selain tatanan

sosial (tanggung jawab manajer) lingkungan kerja harus aman, bersih dan rapi.

11. Keadilan dan Kejujuran (Equity)

Prinsip manajemen keadilan dan kejujuran sering terjadi pada nilai-nilai inti dari suatu

organisasi. Menurut Henri Fayol, karyawan harus diperlakukan dengan adil dan setara.

Karyawan harus berada di tempat yang tepat di organisasi untuk melakukan hal yang benar.

12

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
Manajer harus mengawasi dan memantau proses ini dan mereka harus memperlakukan

karyawan secara adil dan tidak memihak.

12. Stabilitas kondisi karyawan ( Stability of Tenure of Personnel )

Prinsip manajemen ini merupakan penempatan dan pengelolaan personil dan hal  ini harus

seimbang dengan layanan yang disediakan dari organisasi. Manajemen berusaha untuk

meminimalkan perputaran karyawan dan memiliki staf yang tepat di tempat yang tepat dan

waktu yang tepat. Hal seperti perubahan posisi pada karyawan harus dikelola dengan baik.

13. Inisiatif (Initiative)

Henri Fayol berpendapat bahwa dengan prinsip manajemen ini, karyawan harus diizinkan

untuk mengungkapkan ide-ide baru. Ini mendorong minat dan keterlibatan dan menciptakan

nilai tambah bagi perusahaan. Inisiatif karyawan adalah sumber kekuatan untuk organisas,

hal ini juga mendorong karyawan untuk terlibat dalam kemajuan organisasi.

14. Semangat kesatuan (Esprit de Corps)

Prinsip manajemen ‘esprit de corps’ adalah perjuangan untuk keterlibatan dan kesatuan

karyawan. Manajer bertanggung jawab atas pengembangan moral di tempat kerja, baik

secara individual dan dalam komunikasi. Esprit de corps berkontribusi pada pengembangan

budaya dan menciptakan suasana saling percaya dan pengertian.

13

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
BAB II
FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN

2.1 Definisi Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di

dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan

kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh

seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia

menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,

mengordinasi, dan mengendalikan.

2.2 Fungsi – Fungsi Manajemen

1. Planning

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan

yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa

perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil

yang diinginkan.

2. Organizing

Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam

cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

3. Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

 Mengambil keputusan

 Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan

bawahan.

14

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
 Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya

mereka bertindak. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota

kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan

agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

4. Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan

dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada

bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat

dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah

ditetapkan semula.

5. Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen

berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar

bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh

atasan.

6. Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen

untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan,

kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan

menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang

terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

15

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
7. Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu

fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan

koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang

benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.

8. Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau

hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian

dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

9. Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia

pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya

sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada

organisasi.

10. Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran

terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang

lebih pasti dapat dilakukan.

16

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
BAB III

PEMIMPIN DAN KEPIMPINAN

3.1 Kepemimpinan

Kepemimpinan dan manajemen seringkali disamakan pengertiannya oleh banyak

orang. Padahal diantara keduanya terdapat perbedaan yang penting untuk dipahami.

Kepemimpinan mempunyai artian yang lebih luas dibandingkan dari manajemen, karena

kepemimpinan bisa digunakan oleh setiap orang dan tidak terbatas hanya pada suatu

organisasi saja. Kepemimpinan bisa dilakukan dan terjadi di dalam dan di luar organisasi.

Sedangkan manajemen merupakan kepemimpinan yang dibatasi oleh tata krama birokrasi

atau dikaitkan dengan pemikiran suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Untuk itu perlu dimengerti perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen.

Seorang manajer merupakan pimpinan secara struktural di suatu perusahaan atau organisasi.

Tetapi apakah manajer tersebut telah memiliki sifat kepemimpinan? hal ini belum tentu.

Kepemimpinan tidak sama artinya dengan manajemen, kepemimpinan adalah

sesuatu kemampuan yang lebih tinggi. Pemimpinlah yang menentukan ke mana arah bisnis,

arah tujuan internal maupun tujuan eksternal, dan menyelaraskan aset serta keterampilan

organisasi dengan kesempatan dan resiko yang dihadapkan oleh lingkungan. Pemimpin

adalah ahli strategi yang menetapkan tujuan organisasi, sedangkan manajer memusatkan

perhatian pada cara-cara agar organisasi dapat mencapai tujuan itu. Manajer memiliki

tingkat kekuasaan yang sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawabnya. Tetapi kekuasaan

pemimpin sering diperoleh dari pendapat, hormat serta penghargaan disamping kekuasaan

untuk mendominasi dan memerintah.

17

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh

faktor kepemimpinan bukan oleh manajer. Secara lebih luas kepemimpinan dibutuhkan

manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.

Di satu pihak manusia memiliki kemampuan terbatas untuk memimpin, di pihak lain ada

orang yang memiliki kelebihan kemampuan untuk memimpin.

3.2 Definisi dan Faktor Kepemimpinan

Berikut ini beberapa definisi mengenai kepemimpinan yang diambil dari Materi

Pelatihan Kepemimpinan, Pelatihan Keterampinan Manajerial SPMK – Januari 2003:

 Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung

melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.

(Tannebaum, Weschler and Nassari, 1961, 24)

 Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk

mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)

 Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur

untuk mencapai tujuan bersama. (Rauch & Behling, 1984, 46)

 Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada

kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan.

(Jacobs & Jacques, 1990, 281)

Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan

terjadi apabila seseorang dapat mengerahkan kemampuannya untuk dapat mempengaruhi

18

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
orang lain baik secara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan yang

diinginkannya.

3.3 Tipe Kepemimpinan

Berikut ini merupakan tipe-tipe pemimpin dari beberapa faktor yang menyebabkan

seseorang dapat menjadi pemimpin.

1. Leader by the position achieved (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan posisi

yang diperolehnya). Contohnya :

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden

pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai

wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung

agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli

Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004

Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.

2. Leader by personality, charisma (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan

kepribadiannya yang menonjol atau kharisma yang dimilikinya.)

Ahmad Dinejad merupakan seseorang yang menjadi pemimpin dikare nakan

kepribadiannya dan kharisma yang dimilikinya. Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad,

setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan,

terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh

rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang

19

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya

dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

3. Leader by moral example (Seseorang yang menjadi pemimpin karena memiliki moral

yang baik, menjadi contoh moral bagi banyak orang).

Contohnya : Nabi Muhammad

Nabi Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim.

Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah

Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di

Makkah. Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat

masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah.

4. Leader by power held (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kekuasaan yang

dimilikinya.)

Contohnya : Muammar Khadafi

Muammar Abu Minyar al-Qaddafi, lahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni1942 (67 tahun

lalu) atau Gaddafi adalah pemimpin Libya sejak 1969. Jabatan yang disandangnya bukan

merupakan jabatan resmi, tetapi ia menyandang "Guide of the First of September Great

Revolution of the Socialist People's Libyan Arab Jamahiriya" atau "Brotherly Leader and

Guide of the Revolution".Khadafi adalah anak termuda dari sebuah keluarga miskin Badawi

(Bedouin) yang nomadik di daerah gurun pasir di Sirte. Ibunya adalah seorang Yahudi yang

mulai memeluk agama Islam sejak usia 9 tahun. Hal ini secara teknis membuat Khadafi

20

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
seorang Yahudi menurut Judaisme. Dia diberikan pendidikan SD tradisional yang religius

dan bersekolah di SMU Sebha di Fezzan dari 1956 hingga 1961.

5. Intellectual leader (Seseorang yang menjadi pemimpin dikarenakan kemampuan

intelektualnya.)

6. Leader becouse of ability to accomplish things (Seseorang yang menjadi pemimpin

dikarenakan keberhasilannya mencapai prestasi tertentu.)

Contoh dari pemimpin tipe ini adalah Stephen Gerrald, pria bertinggi badan 188 cm

sampai sekarang masih bermain untuk Liverpool F.C. sejak tahun 1997. Gerrard adalah

kunci permainan Liverpool, berposisi sebagai gelandang Gerrard sangatlah vital. Ia

merupakan inspirator serangan sekaligus sebagai benteng pertama dalam pertahanan saat

timnya diserang. Gerrard pada awalnya adalah gelanda ng bertahan, tetapi beberapa waktu

kemudian, perannya mulai bergeser menjadi gelandang serang, baik di tengah, maupun di

kanan.

3.4 Gaya Kepemimpinan

1. Delegating, perilaku pemimpin ini rendah dukungan dan rendah pengarahan atas tugas

yang diberikan kepada bawahan. Bawahanlah yang memiliki kontrol untuk memutuskan

tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas. Pemimpin memberikan kesempatan yang

luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan mereka sendiri karena mereka

memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalam pengarahan

perilaku mereka sendiri.

21

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
2. Participating, pemimpin dengan gaya kepemimpinan partisipasi, lebih menekankan

pada dukungan tetapi rendah pengarahan, karena posisi kontrol atas pemecahan masalah

dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Pemimpin dan pengikut saling

tukar-menukar ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan.

3. Consultation, perilaku pemimpin ini tinggi pengarahan dan tinggi dukungan. Pemimpin

masih banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hampir sama dengan

keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatnya komunikasi dua arah dan perilaku

mendukung. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian (control) atas pengambilan

keputusan tetap pada pemimpin.

4. Instruction, gaya pemimpin tipe ini dicirikan dengan komunikasi satu arah. Pemimpin

memberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa,

bagaimana, bilamana, dan dimana melaksanakan berbagai tugas. Inisiatif pemecahan

masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin.

22

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam sebuah organisasi sangatlah diperlukan sebuah manajemen yang baik.

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu

akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri

merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait.

Dalam manajemen, perlu diperhatikan prinsip-prinsip, fungsi, tujuan hingga cara

membagun tim yang baik agar organisasi yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu, figur seorang pemimpin juga sangat diperlukan dalam sebuah manajemen.

Pemimpin yang baik dapat membuat organisasinya yang dipimpinnya dapat terus maju dan

berkembang lebih baik.

23

Pengantar Manajemen
Kelompok 1
DAFTAR PUSTAKA

Gupong Corp., 21 September 2015, “Contoh Makalah Pengantar Manajemen”, [online],

(http://blogpenahitam.blogspot.co.id/2015/09/contoh-makalah-pengantar-

manajemen.html, diakses pada tanggal 19 Mei 2017)

Didi Kurnaedi - Manajemen Pusat Data [15044]/Modul Manajemen Pusat Data [TM1].doc

Douglas Alger (2005), Build the Best Data Center Facility for Your Business, Cisco Press,

Indianapolis, USA.

Mauricio Arregoces, Maurizio Portolani (2003), Data Center Fundamentals, Cisco Press,

USA.

Kailas Jayaswal (2006), Administering Data Centers: Servers, Storage, and Voice over IP,

Wiley Publishing, Inc, USA.

Hubbert Smith (2011), Data Center Storage: Cost Effective Strategies, Implementation, and

Management, CRC Press, USA

Diah Eka Yulianti, Hafda Bayu Nanda (2008). Best Practice Perancangan Data Center.

OPenContent License.

24

Pengantar Manajemen
Kelompok 1