Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

BIOSEL
RIBOSOM

Di susun oleh

Kelompok 9 :
Extrada wardoyo 431417038
Ismail djafar 431417027

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum, wr, wb.

Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat allah subhana


wata’ala, shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi
Muhammad SAW, juga untuk para keluarga, sahabat dan pengikutnya sampai
akhir zaman. Karena atas rahmat-nya, saya dapat menyelesaikan makalah
“Ribosom”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah biosel jurusan
biologi. Saya berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca dan
memberikan gambaran mengenai materi terkait yaitu kedudukan dan struktur ilmu
dalam pendidikan biologi. sehingga pembaca dapat menggunakan makalah ini
sebagai litelatur pendukung dalam pengembangan bidang ilmu selanjutnya yang
terkait bentang alam pegunungan.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnnaan baik
materi maupun bahasanya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
semua pihak yang menjadikan makalah ini sebagai bahan litelatur mengenai
materi terkait, amin.

Wassalamu’alaikum, wr, wb.

Gorontalo, 23 maret 2019


Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ii


DAFTAR ISI ......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang. ..........................................................................1
1.2. Rumusan Masalah .....................................................................1
1.3. Tujuan .......................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Ribosom ...................................................................................2
2.2 Struktur dan fungsi ribosom …………………………………..2
2.3 Fungsi Ribosom ……………………………………….............3

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan ...............................................................................6
3.2. Saran ..........................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ribosom adalah komponen sel yang membuat protein dari semua asam
amino. Salah satu prinsip utama biologi, sering disebut sebagai “dogma
sentral”, adalah DNA yang digunakan untuk membuat RNA, yang pada
gilirannya, digunakan untuk membuat protein. Ururtan DNA gen disalin ke
RNA (mRNA). Ribosom kemudian membaca informasi dalam RNA dan
menggunakannya untuk membuat protein. proses ini dikenal sebagai
translasi : yaitu ribosm “menerjemahkan” informasi genetik dari RNA
menjadi protein. Ribosom melakukan hal ini dengan mengikat sebuah mRNA
dan mengunakannya sebagai template untuk urutan yang benar asam amino
pada protein tertentu.
Asam amino melekat yang pada RNA transfer (tRNA) molekul, yang masuk
salah satu bagian dari ribosom dan mengikat ke urutan messeger RNA. asam
amino terlampir yang kemudian bergabung bersama oleh bagian lain dari
ribosom. Ribosom bergerak sepanjang mRNA, “membaca” urutan dan
menghasilkan rantai asam amino. Ribosom terbuat dari kompleks dari RNA
dan protein.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari ribosom?
2. Bagaimana struktur dan fungsi dari ribosom sebagai tempat proses
sintesis protein?
3. Bagaimana sifat dari struktur ribosom?
1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian ribosom.
2. Mahasiswa dapat mengetahui struktur dan fungsi dari ribosom sebagai
tempat proses sintesis protein.
3. Mahasiswa dapat mengetahui sifat dari struktur ribosom.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Ribosom
Berasal dari kata ribosom asam ribonukleat. Archaeal, eubacterial dan ribosom
eukariotik berbeda dalam ukuran, komposisi dan rasio protein untuk RNA. Karena
mereka terbentuk dari dua subunit ukuran non-sama, mereka sedikit lebih panjang
di sumbu daripada di diameter. ribosom prokariotik sekitar 20 nm (200 Angstrom)
dengan diameter dan terdiri dari 65% RNA ribosom dan protein ribosom 35%
(dikenal sebagai ribonucleoprotein atau RNP).
Ribosom membangun protein dari instruksi genetik yang diadakan dalam
messenger RNA. Ribosom bebas ditangguhkan dalam sitosol (bagian semi-cairan
sitoplasma), dan yang lainnya terikat pada retikulum endoplasma kasar, sehingga
memberikan penampilan kekasaran, langkah-langkah lain dalam sintesis protein
(seperti translokasi) disebabkan oleh perubahan konformasi protein.
Ribosom kadang-kadang disebut sebagai organel, namun penggunaan istilah
organel sering dibatasi untuk menggambarkan komponen sub-seluler yang
termasuk membran fosfolipid, yang seluruhnya partikulat. Untuk alasan ini,
ribosom kadang-kadang dapat digambarkan sebagai “non-membran organel”.
Pada mulanya ribosom dipandang memiliki hubungan pasif pada proses sintesis
protein, melalui struktur yang terjadi pada proses translasi.
Pandangan ini berubah pada beberapa tahun kemudian, sehingga ribosom
dianggap memiliki 2  peran aktif dalam dalam proses sintesis protein :
1. Ribosom mengkoordinasi sintesis protein dengan menempatkan
mRNAaminoacyl, tRNA dan menghubungkan faktor protein dengan posisi
yang relatif benar satu sama-lainnya.
2. Komponen ribosom meliputi rRNAs, mengkatalisis sedikitnya reaksi kimia
yang terjadi selama translasi.

2.2 Struktur dan fungsi ribosom


a. StrukturRibosom
Ribosom adalah partikel kecil kedap-elektron dengan ukuran sekitar 20×30 nm.
Ribosom tersusun oleh empat jenis RNA ribosom (rRNA) dan hampir 80 protein
yang berbeda. Ribosom merupakan partikel yang padat terdiri dari
ribonukleoprotein. Ribosom ada yang tersebar secara bebas di sitoplasma dan ada
yang melekat pada permukaan external dari membran Retikulum Endoplasma.
Ribosom ini adalah organel yang memungkinkan terjadinya sintesa protein.

Struktur dari ribosom memiliki sifat sebagai berikut :

1. Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk elips.


2. Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak
lurus pada sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi
berbeda.
3. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam
unit Svedberg (S). Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S
untuk keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk
yang kecil). Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S
untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil).
4. Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada prokariot, panjang
ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot, ukurannya 32 nm
dengan besar 22 nm.
5. Pada prokariot sub unitnya kecil, memanjang, bentuk melengkung dengan 2
ekstremitas, memiliki 3 digitasi, menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub
unit besar menyerupai ribosom E. coli.

Ribosom umumnya terdapat di  retikulum endoplasma dan selaput inti, dan
sebagian lainnya terdapat bebas di dalam sitoplasma. Ribosom bertindak sebagai
mesin produksi protein dan akibatnya ribosom sangat melimpah pada sel yang
sedang aktif dalam sintesis protein. Sejumlah protein yang dihasilkan, diangkut ke
luar sel. Ribosom eukaryot diproduksi dan dirakit di dalam nukleolus.
Protein ribosomal masuk ke nukleolus dan berkombinasi dengan empat
strandrRNA untuk membentuk dua sub unit ribosomal (sub unit kecil dan sub unit
besar). Unit ribosom ke luar meninggalkan inti melalui pori inti dan menyatu
dalam sitoplasma untuk tujuan sintesis protein. Bila produksi protein tidak
berlangsung, kedua sub unit ribosomal terpisah.

2.3 Fungsi Ribosom

1.Sintesis Protein

Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh organel
yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat, dan
terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

anatomi-ribosom
Ada banyak tahapan antara ekspresi genotip ke fenotip.Gen-gen tidak dapat
langsung begitu saja menghasilkan fenotip-fenotiptertentu.Fenotip suatu individu
ditentukan oleh aktivitas enzim (protein fungsional).Enzim yang berbeda akan
menimbulkan fenotip yang berbeda pula.Perbedaan satu enzim dengan enzim
yang lain ditentukan oleh jumlah jenis dan susunan asam amino penyusun protein
enzim.Pembentukan asam amino ditentukan oleh gen atau DNA. Ekspresi gen
merupakan proses dimana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan
menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.

2. Transkripsi

transkripsi-dan-translasi
Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai
cetakan atau sense, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai
antisense.Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit
transkripsi. RNa dihasilkan dari aktivitas enzim RNA polimerase.Transkripsi
terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), dan
terminasi (pengakhiran) rantai RNA.

3. Elogasi

Setelah sintesis RNA berlangsung, DNA heliks ganda terbentuk kembali dan
molekul RNA baru akan dilepas dari cetakan DNA-nya.Transkripsi berlanjut pada
laju kira-kira 60 nukleotida per detik pada sel eukariotik.

4. Translasi

Dalam proses translasi, sel menginterpretasikan suatu kode genetik menjadi


protein yang sesuai. Kodegeneti tersebut berupa serangkaiankodon di sepanjang
molekul RNAd, interpreternya adalah RNAt.RNAt mentransfer asam amino-asam
amino dari kolam asam amino di sitoplasma ke ribosom.MolekulRNAt tidak
semuanya identik. Pada tiap asam amino digabungkan dengan RNAt yang sesuai
oleh suatu enzim spesifik yang disebut aminoasil-RNAtsintetase ( aminoacyl-
tRNAsynthetase). Tahap translasi dapat dibagi menjadi tiga tahap seperti
transkripsi, yaitu inisiasi elongasi, dan terminasi.Semua tahapan ini memerlukan
faktor-faktor protein yang membantu RNAd, RNAt, dan ribosom selama proses
translasi.Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida jga membutuhkan sejumlah
energi yang disediakan oleh GTP (guanosintriphosphat), suatu molekul yang
mirip ATP.

5. Inisiasi

Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya RNAd, sebuah RNAt yang
memuat asam amino pertma dari polipeptida, dan dua subunit ribosom. Pertama,
subunit ribosom kecil mengikatkan diri pada RNAd dan RNAtinisiator. Di dekat
tempat pelekatan ribosom subunit kecil pada RNAd terdapat kodon inisiasi AUG,
yang memberikan sinyal dimulainya proses translasi.RNAt inisiator, yang
membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi AUG.
6. Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino berikutnya ditambahkan satu per
satu pada asam amino pertama (metionin). Pada ribosom membentuk ikatan
hidrogen dengan antikodon molekul RNAt yang komplemen dengannya.
MolekulRNAr dari subunit ribosom besar berfungsi sebagai enzim, yaitu
mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang
memanjang ke asam amino yang baru tiba. Pada tahap ini polipeptida
memisahkan diri dari RNAt tempat perlekatannya semula, dan asam amino pada
ujung karboksilnya berikatan dengan asam amino yang dibawa oleh RNAt yang
baru masuk. SaatRNAd berpindah tempat, antikodonnya tetap berikatan dengan
kodonRNAt. RNAd bergerak bersama-sama dengan antikodon dan bergeser ke
kodon berikutnya yang akan ditranslasi.

7. Terminasi

Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA


yang disebut terminator. Terminator merupakan suatu urutan DNA yang berfungsi
menghentikan proses transkripsi.Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya
berhenti tepat pada saat RNA polimerase mencapai titik terminasi.Sedangkan
pada sel eukariotik, RNA pilomerase terus melawati titik terminasi. RNA yang
telah terbentuk akan terlepas dari enzim tersebut.  Tahap akhir translasi adalah
terminasi. Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodonstop. Triplet basa
kodon stop adalah UAA, UAG, atau UGA. Kodon stop tidak mengkode suatu
asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi.
BAB III

PENUTUP

3.1 kesimpulan

Dari makalah yang dibuat didapat kesimpulan sebagai berikut:

1.    Ribosom adalah komponen sel yang membuat protein dari semua asam
amino. Ribosom umumnya terdapat terikat ke retikulum endoplasma dan selaput
inti, dan sebagian lainnya terdapat bebas dalam sitoplasma.

2.    Ribosom bertindak sebagai mesin produksi protein dan akibatnya ribosom
sangat melimpah pada sel yang sedang aktif dalam sintesis protein. Sejumlah
protein yang dihasilkan, diangkut ke luar sel.
Ribosom eukaryot diproduksi dan dirakit di dalam nukleolus.

3.    Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain.
Mengikat subunit kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih
besar kepada tRNA dan asam amino. Ketika selesai membaca mRNA ribosom,
kedua subunit terpecah. Ribosom telah diklasifikasikan sebagai ribozim, karena
RNA ribosomal tampaknya paling penting bagi aktivitas transferasepeptidil yang
menghubungkan asam amino bersama. Ribosom dari bakteri, archaea dan
eukariota (tiga domain kehidupan di Bumi), memiliki struktur secara signifikan
berbeda dan urutan RNA.

4.    Salah satu sifat Struktur dari ribosom adalah yaitu Setiap sub unit dicirikan
oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam unit Svedberg (S). Sehingga
koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk keseluruhan ribosom (50S
untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil). Untuk eukariot adalah 80S
untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil).

5.    Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh
organel yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam
ribonukleat, dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

6.    Ribosom juga dapat melakukan Transkripsi, Terminasi, Inisiasi, Elogasi,


Elongasi,

3.2 Saran
Saya menyadari bahwa penulisan masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail. Semoga dengan adanya
makalah ini bisa membantu teman-teman dalam pengetahuan tentang
ribosom.
DAFTAR PUSTAKA

Comarck, David .H. 1994. Histologi Jilid 1 Edisi ke-9. Jakarta : Binarupa Aksara

Geneser, Finn. 2009. Buku Teks Histologi. Jakarta : Binarupa Aksara

Johnson. E, Kurt. 1994. Histologi dan Biologi Sel. Jakarta : Binarupa Aksara