Anda di halaman 1dari 11

Nama : Febby Nurfadilah

NIM : 1900991

Kelas : Biologi C’19

Kelompok :1

LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA

METABOLISME

Dasar Teori

Metabolisme secara harfiah mempunyai arti “perubahan”, yang dipakai untuk


menunjukkan semua transformasi kimia dan tenaga yang timbul di dalam tubuh, atau
secara sederhana adalah penggunaan makanan oleh tubuh. Hewan dalam hidupnya
selalu memerlukan energi untuk pertumbuhan, produksi, bekerja, dan mempertahankan
suhu tubuh agar kehidupannya berlangsung optimal. Sumber energi tersebut berasal
dari pembakaran atau oksidasi karbohidrat, protein, dan lemak yang menghasilkan CO 2,
H2O, dan tenaga.

Di dalam tubuh oksidasi merupakan suatu proses yang rumit, lambat dan
bertahap yang disebut katabolisme. Energi dapat disimpan dalam tubuh dalam bentuk
senyawa fosfat, serta dalam bentuk protein, lemak, karbohidrat kompleks yang
disintesis dari molekul yang lebih sederhana yang dikenal dengan proses anabolisme.

Jumlah energi yang dibebaskan oleh katabolisme makanan di dalam tubuh sama
dengan jumlah yang dibebaskan bila makanan di bakar di luar tubuh. Energi yang
dibebaskan oleh proses katabolik di dalam tubuh tampak sebagai energi kerja, energi
yang disimpan, dan energi panas tubuh atau Energi makanan = energi kerja + energi
yang disimpan + energi panas tubuh.

Jumlah energi yang dibebaskan persatuan waktu merupakan laju metabolik.


Standar energi panas adalah kalori (kal) yang didefinisikan sebagai jumlah energi
panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 gram 1 derajat, dari 15 ke 16 derajat
Celcius atau disebut gram kalori. Dalam fisiologi dan kedokteran yang lazim digunakan
adalah Kkal (kilo-kalori) setara 1000 kal.

Produksi panas total atau pemakaian energi dari tubuh adalah jumlah yang
diperlukan untuk mempertahankan hidup (metabolisme basal), bersama-sama dengan
energi tambahan yang dikeluarkan untuk berbagai aktivitas tambahan. Produksi energi
yang tingkatnya paling rendah selaras dengan kehidupan disebut basal metabolic rate
(BMR) atau laju metabolisme basal.

A. Kecepatan Metabolisme
1. Tujuan
Menentukan kecepatan metabolisme secara teoritis berdasarkan luas
permukaan tubuh.
2. Alat dan Bahan :
a. Timbangan badan
b. Alat pengukur tinggi badan
3. Cara Kerja
a. Catat tinggi, bobot badan, umur dan jenis kelamin.
b. Tentukan luas permukaan tubuh dengan menggunakan chart Dubois (lihat
daftar lampiran).
c. Cara menentukan luas permukaan tubuh dengan menggunakan chart
Dubois.
1). Letakkan nilai tinggi badan anda pada titik yang sesuai di garis I dan
bobot badan pada garis II.
2). Kemudian hubungkan dengan menggunakan mistar antara titik pada
garis I dengan titik pada garis II melalui garis III.
3). Di garis tersebut (pada garis III) diperoleh satu titik yang tepat dilalui
oleh garis tersebut. Pada titik tersebut akan didapatkan angka tertentu
yang menunjukkan nilai luas permukaan tubuh yang bersangkutan dalam
satuan m2.
d. Setelah mengetahui luas permukaan tubuh, carilah banyak kalori yang hilang
permenit, perjam, dan perhari (lihat daftar BME).
e. Luas permukaan tubuh dikalikan dengan banyaknya panas yang hilang
sesuai dengan umur dan jenis kelamin, maka dapat ditentukan kecepatan
panas yang hilang hasil metabolisme.
f. Lakukan pengukuran kecepatan metabolisme untuk setiap individu anggota
kelompok.
Catatan :
BME = L x BME x 24 (kalori/hari) L : Luas permukaan tubuh
BMR : Basal metabolic rate BME : Basal metabolic energy
-: waktu dalam jam selama sehari
B. Konsumsi Oksigen
1. Tujuan
Mengetahui konsumsi oksigen dan mengukur kecepatan metabolisme pada
beberapa hewan.
2. Alat dan bah
a. respirometer
b. hewan kecil dari klompok poikiothermis dan homoiothermis
c. Kristal KOH/NaOH
d. Timbangan
e. Kapas /kain kasa /perban

4. Cara Kerja
1. Masukkan sedikit kristal KOH/ NaOH yang dibungkus kasa/kapas tersebut
ke dalam botol respirometer.
2. Timbang botol tersebut, kemudian masukkan hewan-hewannya dan timbang
kembali. Selisih berat dari kedua timbangan ini sama dengan berat hewan.
3. Kemudian tutup botol tadi dengan prop yang ada skalanya, dan olesi di
sekeliling prop tadi dengan vaselin.
4. Letakkan botol tersebut secara lurus di atas meja, sehingga kedudukan pipet
sejajar dengan permukaan meja.
5. Teteskan tinta/methylene blue /zat warna ke dalam pipet dari ujung yang
terbuka, beri tanda tetesan yang pertama tersebut.
6. Amati pergerakan tetesan tinta tadi, serta catat jarak yang ditempuh selama
waktu tertentu.
7. Hitunglah volume udara dalam pipet tadi selama 1 menit, percobaan diulangi
sampai 3 kali (diameter pipet harus diketahui).
8. Lakukan hal yang sama utuk hewan percobaan yang lain.
9. Hitunglah konsumsi oksigen per bobot badan (ml/gram) dalam setiap jam.
HASIL PENGAMATAN

Kegiatan I. Kecepatan Metabolisme

A. Tujuan
Menentukan kecepatan metabolisme secara teoritis berdasarkan luas
permukaan tubuh.
B. Hasil Pengamatan
NAMA USIA JENIS TINGGI BERAT LUAS BME BMR
KELAMIN BADAN BADAN PERMUKAAN
TUBUH
Febby 18 P 165 cm 45 kg 1,45 m2 37,3 1298,04
Adilah 19 P 156 cm 44 kg 1,40 m2 37,2 1249,92
2
Adityana 20 L 170 cm 50 kg 1,65 m 41 1623,6
2
Melanie 20 P 159 cm 54 kg 1,53 m 36,9 1354,968
2
Siti Nuraeni 19 P 159 cm 50 kg 1,5 m 37,2 1339,2

C. Pertanyaan
1. Jelaskan mengapa berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan terjadi
perbedaan kecepatan metabolisme? (dijawab oleh Adilah Hafizha Nur Sabrina)
Jawaban : Kecepatan metabolisme dipengaruhi oleh banyak faktor seperti
diantaranya menurut sumber literatur yakni aktivitas tubuh, pemasukan makanan,
suhu tubuh, suhu lingkungan, emosi, tinggi badan, berat badan, luas permukaan
tubuh, jenis kelamin, umur, masa pertumbuhan, laktasi (proses sekresi susu dari
kelenjar susu setelah melahirkan), kehamilan, hormon tiroid atau epinefrin. Pada
tabel terlihat kecepatan metabolism dipengaruhi oleh jenis kelamin, tinggi badan,
berat badan, luas permukaan tubuh dan usia tiap individu yang mana dalam
perhitungan secara teoritis berpengaruh terhadap BMR atau basal metabolic rate
yakni kebutuhan kalori yang tubuh butuhkan untuk melakukan aktivitas basalnya /
laju metabolism basal. Orang yang memiliki berat badan yang besar memiliki
kecepatan metabolism yang lebih tinggi untuk mengimbangi panas tubuh yang
hilang.
Energi makanan = energy kerja + energy yang disimpan + energy panas tubuh
Kecepatan metabolism setiap individu berbeda-berbeda tergantung
kebutuhannya masing-masing.
2. Dimana tempat terjadinya metabolisme ? Jelaskan! (dijawab oleh Febby
Nurfadilah)
Jawaban : metabolisme merupakan proses mengubah zat gizi yang telah
diserap oleh tubuh menjadi energi, proses ini terjadi didalam sel. Ada dua proses
terjadinya metabolisme yaitu anabolisme (proses pembentukan) dan katabolisme
(memecah zat gizi). Proses anabolisme bekerja dengan cara mengumpulkan
berbagai zat yang didapat dari makanan untuk dibentuk menjadi zat baru, proses
ini akan menghabiskan energi. Sedangkan katabolisme bekerja dengan cara
memecah zat gizi menjadi lebih kecil agar bisa disimpan oleh tubuh, proses ini
akan menghasilkan energi. Proses metabolisme terbagi menjadi tiga bagian,
yaitu:
1) Metabolisme karbohidrat. Mengubah polisakarida dalam karbohidrat
menjadi monosakarida melalui proses hidrolisis saat terjadi proses
pencernaan makanan. Polisakarida diuraikan menjadi monosakarida
dengan bantuan molekul air (H2O). Penguraian karbohidrat dimulut akan
dibantu oleh enzim ptialin yang menghidrolisis pati.
2) Metabolisme lemak. Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein,
karena dalam metabolisme ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur
Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang
utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Koenzim A. Akibatnya ketiga
macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk
semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat,
karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya.
 Sintesis Lemak dari Karbohidrat :
Glukosa diurai menjadi piruvat → gliserol.
Glukosa diubah → gula fosfat → asetilKo-A → asam lemak.
Gliserol + asam lemak → lemak.
 Sintesis Lemak dari Protein:
Protein → Asam Amino protease
Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih
dabulu, setelah itu memasuki daur Krebs. Banyak jenis asam amino yang
langsung ke asam piravat → Asetil Ko-A.
Asam amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi
Asam pirovat, selanjutnya asam piruvat → gliserol → fosfogliseroldehid.
Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi
membentuk lemak.
3) Metabolisme Protein. Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel,
melibatkan DNA, RNA dan Ribosom. Penggabungan molekul-molekul
asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida.
Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein
tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel
dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang
berperan penting sebagai "pengatur sintesis protein". Substansi-substansi
tersebut adalah DNA dan RNA.

Proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dalam sel tubuh manusia,
satu sama lain saling terkait. Ketiga proses metabolsime tersebut akan melewati
senyawa asetil CO-A, sebagai senyawa antara untuk memasuki siklus krebs.
Begitu pula apabila terjadi kelebihan sintesis glukosa, maka dalam tubuh akan
diubah menjadi senyawa lemak sebagai cadangan energi.

3. Berdasarkan BMR yang telah dihitung dari masing masing anggota kelompok
berapakah kebutuhan karbohidrat.protein dan lemak jika anda melakukan
kegiatan yang aktif pada hari pengukuran tersebut? (dijawab oleh Melanie Kristi)
Jawaban : Faktor aktivitas = 2.1 (Laki-laki) dan 2.0 (Perempuan)

Nama anggota Kebutuhan Karbohidrat (gr) Protein (gr) Lemak (gr)


kelompok energi total
Adilah H 2500kkal 375 – 469 62.5 – 93.8 27.8 – 69.4
Febby N 2596kkal 389 – 486.75 65 – 97 28.8 – 43.3
Melanie K 2710kkal 406.5 – 508 67.8 – 101 30 – 45
Siti Nuraeni 2678kkal 402 – 502 67 – 100 29.8 – 44.6
Adityana A 3410kkal 511.5 - 639 85 - 128 38 - 57

4. Apa kesimpulan anda tentang kecepatan metabolism basal ? (dijawab oleh Siti
Nuraeni)
Jawaban : Laju metabolisme basal merupakan banyaknya energi yang
digunakan untuk aktivitas jaringan tubuh ketika kita sedang beristirahat / tidak
berkegiatan, dipengaruhi oleh beberapa variabel, yaitu jenis kelamin, usia, tinggi
dan berat badan. Metabolisme basal laki-laki lebih tinggi dibandingkan wanita,
dan metabolisme basal pada umur yang lebih muda lebih tinggi disbanding yang
lebih tua.

Kegiatan II: Konsumsi Oksigen


1. Tujuan
Mengetahui konsumsi oksigen dan mengukur kecepatan metabolisme pada
beberapa hewan
2. Hasil Pengamatan

Jenis Berat Banyak Poikiloter Keterang


hewan (gram konsumsi m/ an
) Oksigen/menit homoioter
m

3. Pertanyaan

1. Mengapa dalam botol tersebut disimpan NaOH kristal, jelaskan!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------
2. Mengapa tetesan tinta dalam skala bergeser mendekati botol respirometer,
jelaskan!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------

4. Apakah kecepatan konsumsi oksigen pada setap hewan sama baik hewan
homoiothermis maupun hewan poikiothermis ?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------

5. Factor – factor apa saja yang mempengaruhi konsumsi oksigen pada hewan ?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
6. Apa kesimpulan anda tentang konsumsi oksigen ? jelaskan
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------