Anda di halaman 1dari 25

PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN JIWA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH
HARGA DIRI RENDAH

HENDRI TRI YULIANTO


NPM: 18190100098

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
JAKARTA 2020
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN
HARGA DIRI RENDAH
DI RUANG LAVENDER RUMAH SAKIT JIWA SOEHARTO HERDJAN

RUANGAN RAWAT : LAVENDER


TANGGAL DIRAWAT : 24 agustus 2020

III. IDENTITAS PASIEN


Inisial : Tn. S [L]
Tanggal Pengkajian : 24 agustus 2020
Umur : 30 tahun
RM No. : 12-13-14
Informan : Keluarga, Klien dan perawat
II. ALASAN MASUK
Klien masuk RSJ lewat UGD pada tanggal 24 Agustus 2020 pukul 10.00 WIB, klien
mengatakan dirinya tidak berguna setelah dipecat dari pekerjaannya, klien tampak
lesu dan tidak semangat menjalani hidup, klien mengatakan susah tidur dan malas
makan.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu?
o Ya
o Tidak
2. Pengobatan sebelumnya:
o Berhasil
o Kurang berhasil
o Tidak berhasil
3.
pelaku usia korban usia saksi usia
Aniaya fisik - - - - - -
Aniaya seksual - - - - - -
Penolakan - - - - - -
Kekerasan dalam keluarga - - - - - -
Tindakan kriminal - - - - - -

Jelaskan No. 1, 2, 3:

1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun yang lalu, pernah dirawat di
RSJ. SH, namun setelah pulang dari RSJ Klien tampak sering murung, bingung
bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / mengakhiri
kehidupan, poduktifitas menurun, cemas dan takut.
2. Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil

Masalah Keperawatan : HDR (Harga Diri Rendah), Rejimen terapeutik


inefektif
1. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
o Ya
o Tidak
Hubungan keluarga Gejala Riwayat pengobatan/perawatan
- - -
Masalah Keperawatan : tidak ada gangguan

2. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan:


Klien mempunyai pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan yaitu bercerai

Masalah Keperawatan : HDR (Harga Diri Rendah)

IV. FISIK
1. Tanda-tanda vital
 Tekanan darah : 130/80 mmhg
 Nadi                : 84 x/menit
 Suhu                : 36,50C
 Pernafasan       : 26 x/menit
2. Ukur
 Berat badan     :  62 kg
 Tinggi badan   : 169 cm
3. Keluhan fisik
Klien tidak mengeluh sakit apa – apa, tidak ada kelainan fisik.

Masalah Keperawatan : Tidak ada

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Klien merupakan anak kedua laki-laki dari tiga bersaudara, klien dengan keluarga
bersikap baik, jika ada masalah klien tidak menceritakan kepada orang lain, lebih
suka diam.

Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif


2. Konsep Diri
a. Gambaran diri :
Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai adalah mata karena bisa
melihat.
b. Identitas :
Klien mengatakan anak ke-2 dari 3 bersaudara.
c. Peran
Klien mengatakan di dalam keluarganya atau dirumah sebagai anak.
d. Ideal diri
Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang, merasa bosan dan ingin
bekerja lagi.
e. Harga diri
Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang lain selain ibu dan
saudaranya, klien merasa tidak pantas jika berada diantara orang lain, kurang
interaksi sosial.
Masalah Keperawatan: HDR (Harga Diri Rendah)
3. Hubungan Sosial
 Orang yang dekat dengan klien adalah ibu dan kedua saudaranya.
 Peran serta kelompok / masyarakat : sebelum klien sakit sering mengikuti arisan
didesanya.
 Hambatan dalam hubungan dengan orang lain: selama klien rawat jalan / berobat
jalan temannya berkurang karena klien malu berkomunikasi.

Masalah Kepeawatan : Menarik diri

4. Spiritual
Klien mengatakan jarang sholat dalam 5x sehari, jika sedang sholat klien sehabis
sholat berdoa agar cepat sembuh.

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan :
o Tidak rapih
o Penggunaan pakaian tidak sesuai
o Cara berpakaian seperti biasanya
Jelaskan :
Rambut klien tidak tertata. Klien tampak kusam, lesu, dan kuku klien tampak
kotor. Penampilan klien kurang rapi, klien menggunakan baju yang
disediakan diRSJ.

Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri : Berhias

2. Pembicaraan
Cepat Keras Gagap Inkoheren
Apatis Lambat v Membisu Tidak mampu
Memulai pembicaraan

Jelaskan
Klien berbicara lambat tetapi dapat tercapai dan dapat dipahami.

Masalah keperawatan : HDR (Harga Diri Rendah)

3. Aktifitas Motorik
v Lesu Tegang Gelisah Agitasi
Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Jelaskan
Ketika berbincang-bincang, Klien labih banyak menunduk, aktivitas klien
menyesuaikan.

Masalan keperawatan : HDR (Harga Diri Rendah)

4. Alam perasaan:
sedih ketakuta v putus Khawat Gembira
n asa ir berlebihan

Jelaskan
Klien mengatakan bosan diRSJ ingin cepat sembuh dan pulang, klien sedih
belum bisa bertemu ibu dan kedua saudara nya.

Masalah keperawatan : HDR (Harga Diri Rendah)

5. Afek:
datar tumpul Labil V tidak sesuai

Jelaskan
Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat

Masalah keperawatan : Isolasi Sosial


6. Interaksi selama wawancara:
bermusuhan tidak kooperatif mudah tersinggung
v Kontak mata [-] defensif curiga
Jelaskan
Kontak mata kurang karena menunduk,sesekali klien menengadah,selalu
menjawab jika ditanya.
Masalah Keperawatan :tidakada
7. Persepsi
pendengaran penglihatan perabaan pengecapa penghidu
n

Jelaskan
Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
Masalah keperawatan : tidak ada
8. Proses Pikir:
Sirkumstansial tangensial kehilangan asosiasi

flight of idea blocking persevarasi/pengulangan


pembicaraan

Jelaskan
Tidak ada waham.
Masalah keperawatan : tidak ada

9. Isi Pikir:
obsesi Fobia hipokondria
depersonalisasi ide yang pikiran magis
terkait
Klien saat ini berpikir untuk pulang
Masalah keperawatan : tidak ditemukan

Waham:
agama somatik Kebesara curiga
n
nihilistic sisip pikir siar pikir kontrol
pikir

10. Tingkat Kesadaran:


v Bingung Sedasi Stupor

Disorientasi:
v Waktu v Tempat V Orang

11. Memori:
v Gangguan daya ingat Gangguan daya ingat
jangka panjang jangka pendek
Gangguan daya ingat Konfabulasi
saat ini

Jelaskan
Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
Masalah keperawatan : tidak ditemukan

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


Mudah TIdak mampu TIdak mampu
beralih konsentrasi berhitung sederhana

Jelaskan
Klien berhitung lancar, contoh 20 – 15= 5
Masalah keperawatan : tidak ditemukan

13. Kemampuan Penilaian:


v Gangguan ringan Gangguan bermakna

Jelaskan :
Klien mampu menilai antara masuk kamar setelah makan atau membiarkan
kursi tidak rapi, klien memilih membereskan kursi.
Masalah keperawatan : Tidak Ditemukan
14. Daya Tilik Diri:
Mengingkari penyakit yang Menyalahkan hal-hal di luar
diderita dirinya
Jelaskan :
Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit jiwa.
Masalah keperawatan : tidakditemukan

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan:
v Bantuan minimal Bantuan total

2. BAB/BAK:
v Bantuan minimal Bantuan total

Jelaskan
Masalah Keperawatan : Tidak Ditemukan
BAB/BAK
Klien mengatakan BAB & BAK di kamar mandi dan klien menyiramnya
Masalah Keperawatan : Tidak Ditemukan
3. Mandi:
v Bantuan minimal Bantuan total
Klien mengatakan dalam sehari mandi 2 kali dengan menggunakan alat mandi
yang benar, namun klien jarang sikat gigi, sehingga giginya tampak kotor dan
klien tidak mencuci rambut dan sabunan.
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri :Mandi

4. Berpakaian/berhias:
v Bantuan minimal Bantuan total
Klien tidak nampak berhias diruangan, klien mengganti pakaian sehari satu kali
dan menggantinya sendiri. Rambut tidak tertata rapi.
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri : Berhias

5. Istirahat dan Tidur:


Klien mengatakan jadwal tidur siang dan malam tidak menentu, tapi biasanya :
Tidur siang   : 13.00-14.00
Tidur malam             : 21.00-04.00
Masalah  keperawatan : tidak ditemukan
Penggunaan Obat:
Klien  minum obat secara mandiri, klien minum obat secara teratur dengan
dosis yang benar. Klien tidak tahu jenis dan manfaat obat yang diminum.
Masalah keperawatan : kurang pengetahuan
v Bantuan minimal Bantuan total

6. Pemeliharaan Kesehatan:
Perawatan Lanjutan
Ya v Tidak

Perawatan Pendukung
Ya v Tidak

7. Kegiatan di dalam Rumah:


Mempersiapkan makanan
v Ya Tidak
Menjaga kerapihan rumah
v Ya Tidak
Mencuci pakaian
v Ya Tidak
Pengaturan keuangan
v Ya Tidak

8. Kegiatan di luar Rumah:


Belanja
v Ya Tidak
Transportasi
v Ya Tidak
Lain-lain
Ya v Tidak
Jelaskan
Masalah keperawatan : tidak ditemukan
VIII. MEKANISME COPING
Adaptif Maladaptif
v Bicara dengan orang lain Minum alkohol
v Mampu menyelesaikan Reaksi lambat/berlebih
masalah
Tehnik relaksasi Bekerja berlebihan
Aktifitas konstruktif Menghindar
Olahraga Mencederai diri
Lainnya Lainnya
_________________________ ______________________
___ _____
Klien mampu berbicara dengan orang lain,terlihat malu, mampu menjaga
kebersihan diri sendiri, mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada
orang lain,lebih suka diam.
Masalah Keperawatan : Koping Individu Tidak Efektif

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN:


Masalah dengan dukungan kelompok
Spesifik:mendapat dukungan dari keluarganya
Masalah berhubungan dengan lingkungan
Spesifik:Klien menarik diri dari lingkungan
Masalah dengan pendidikan
Spesifik: -
Masalah dengan pekerjaan
Spesifik: -
Masalah dengan perumahan
Spesifik:Klien tinggal dengan kedua orang tuadan 2 saudaranya.
Masalah ekonomi
Spesifik:Kebutuhan klien dipenuhi oleh ibunya.
Masalah dengan pelayanan kesehatan
Spesifik: -
Masalah lainnya
Spesifik: -
1. Masalah berhubungan dengan dukungan kelompok
Klien mendapat dukungan dari keluarganya walaupun dirawat di RSJ. Hal ini
di buktikan dengan datangnya keluarga klien untuk menjenguk.
Masalah Keperawatan : Tidak Ditemukan
2. Masalah berhubungan dengan lingkungan
Klien menarik diri dari lingkungan
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial
3. Masalah dengan pendidikan
Masalah Keperawatan : Tidak ditemukaan
4. Masalah dengan pekerjaan
Masalah Keperawatan : Tidak ditemukaan
5. Masalah dengan perumahan
Klien tinggal dengan kedua orang tua dan 2 saudaranya.
Masalah Keperawatan : Tidak Ditemukan
6. Masalah ekonomi
Kebutuhan klien dipenuhi oleh ibunya.
Masalah Keperawatan : tidak ditemukan
7. Masalah dengan pelayanan kesehatan
Masalah Keperawatan : tidakditemukan

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG:


v Penyakit jiwa V Sistem pendukung
V Faktor presipitasi Penyakit fisik
v Coping v Obat-obatan
Lainnya:
Klien kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa yang klien alami sekarang,
klien belum mengetahui cara pengobatan yang dilakukan, karena kurang
pengetahuan itu cara klien menyelesaikan masalah tidak benar dan tepat.
Masalah keperawatan : kurang pengetahuan

XI. ASPEK MEDIK


1. Dx. Medis                      : Skizofrenia
2. Therapi medis (saat ini):
Depakotke 500mg 1x1
Rispondon 2 mg 2x1
Lorerepan 100 mg 1x11/2
XII. ANALISIS DATA
No Analisa Data Maslah
. Keperawatan
3. DS : Klien mengatakan malu berhadapan langsung dengan orang lain
selain ibu dan adiknya,klien merasa tidak pantas jika berada
Harga Diri
diantara orang lain, kurang interaksi sosial. Rendah

DO : Ketika berbincang-bincang klien tampak labih banyak menunduk,


aktivitas klien menyesuaikan
4. DS : Klien mengatakan jika ada masalah tidak menceritakan kepada Koping
orang lain,lebih suka diam. Individu Tidak
DO : - Klien tampak selalu menyendiri Efektif
- Klien terlihat jarang berbicara dengan orang lain
- Klien selalu diam
6. DS : - Klien mengatakan pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun Rejimen
Terapeutik
yang lalu, pernah dirawat di RSJ. SH
inefektif
- Klien mengatakan Kontrol tidak rutin, pengobatan kurang berhasil
DO : - Klien pernah mengalami gangguan jiwa ±3 tahun
- Klien dirawat di RSJ yang kedua

XIII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN:


A. Harga Diri Rendah
B. Koping Individu Tidak Efektif
C. Rejimen Terapeutik inefektif

XIV. POHON MASALAH:


 ( Efek )
ISOLASI SOSIAL

Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah ( Core problem )



Rejimen Terapeutik inefektif Keputusasaan ( Causa /Penyebab )

XV. DAFTAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN:


A. Harga Diri Rendah
B. Koping Individu Tidak Efektif
C. Rejimen Terapeutik inefektif
D. Isolasi Sosial
Keputus asaan /Kehilangan

Resiko halusinasi
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
KESEHATAN JIWA DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
No DX Keperawatan Rencana Tindakan Keperawatan Rasional
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
1. Harga Diri rendah TUM : Setelah 2 X interaksi klien 1. Bina hubungan saling Hubungan saling
Klien dapat melakukan menunjukan tanda-tanda percaya percaya akan
hubungan sosial secara percaya kepada atau terhadap 2. Sapa klien dengan ramah, menimbulkan
bertahap perawat : baik verbal maupun kepercayaan klien
 Wajah cerah, tersenyum nonverbal pada perawat
TUK 1 :  Mau berkenalan 3. perkenalkan diri dengan sehingga akan
Klien dapat membina  Ada kontak mata sopan\ memudahkan dalam
hubungan saling percaya  Bersedia menceritakan 4. tanya nama lengkap klien pelaksanaan tindakan
perasaan dan nama panggilan yang selanjutnya
 Berseddia mengungkapkan disukai klien
masalahnya 5. jelaskan tujuan pertemuan,
1. Klien dapat mengungkapkan jujur dan menepati janji
perasaannya 6. tunjukkan sikap empati dan
2. Ekspresi wajah bersahabat menerima klien apa adanya
3. Ada kontak mata 7. beri perhatian pada klien
4. menunjukkan rasa senang 8. beri kesempatan untuk
5. Mau berjabat tangan mengungkapkan
6. Mau menjawab salam perasaannya tentang
7. Klien mau duduk penyakit yang dideritanya
berdampingan
8. Klien mau mengutarakan
masalah yang dihadapi
TUK 2 : 1.sediakan waktu untuk Pujian akan
Klien dapat 1. klien mampu mendengarkan klien meningkatkan harga
mengidentifikasi mempertahankan aspek 2.katakan pada klien bahwa diri klien
kemampuan dan aspek positif yang dimiliki ia adalah seorang yang
positif yang dimiliki kebutuhan klien terpenuhi berharga dan
2. klien dapat melakukan bertanggungjawab serta
aktivitas terarah mampu menolong dirinya
sendiri
3.Diskusikan kemampuan
dan aspek positif yang
dimiliki klien dan beri
pujian /reinforcement atas
kemampuan
mengungkapkan
perasaannya
4.Saat bertemu klien,
hindarkan memberi
penilaian negatif.
Utamakan memberi pujian
yang realistis

TUK 3 : 1. Diskusikan kemampuan Peningkatan


Klien dapat menilai 1. Klien mampu beraktivitas klien yangmasih dapat kemampuan
kemampuan yang dapat sesuai kemampuan digunakan selama sakit mendorong klien
digunakan 2. lien mengikuti terapi 2. diskusikan juga untuk mandiri
aktivitas kelompok kemampuan yang dapat
dilanjutkan penggunaan di
rumah sakit dan dirumah
nanti

TUK 4: 1. Rencanakan bersama klien Pelaksanaan kegiatan


Klien dapat menetapkan Klien mampu beraktivitas aktivitas yang masih dapat secara mandiri modal
dan merencanakan sesuai kemampuan dilakukan setiap hari sesuai awal untuk m
kegiatan sesuai dengan kemampuan : kegiatan eningkatkan harga
kemampuan yang mandiri, kegiatan dengan diri rendah
dimiliki bantuan minimal, kegiatan
dengan bantuan total
2. Tingkatkan kegiatan sesuai Dengan aktivitas
dengan toleransi kondisi klien akan
klien mengetahui
3. Beri contoh cara kemampuannya
pelaksanaan kegiatan yang
boleh klien lakukan (sering
klien takut
melaksanakanny)

TUK 5 : 1. Beri kesempatan klien


Klien dapat melakukan Klien mampu melakukan apa untuk mencoba kegiatan
kegiatan sesuai kondisi yang diajarkan yang direncanakan
sakit dan kemampuannya 2.klien mau memberikan 2. Beri pujian atas
dukungan keberhasilan klien
3. Diskusikan kemungkinan
pelaksanaan dirumah
1. Beri pendidikan kesehatan
pada keluarga klien tentang
cara merawat klien harga
diri rendah
2. Bantu keluarga memberi
dukungan selama klien
dirawat
3.bantu keluarga menyiapkan
lingkungan dirumah

2. Isolasi Sosial TUM : Klien mampu Setelah 2 X interaksi klien 1. Bina hubungan saling Hubungan saling
berinteraksi dengan menunjukan tanda-tanda percaya dengan : percaya merupakan
orang lain percaya kepada atau terhadap  Beri salam setiap langkah awal untuk
perawat : berinteraksi melakukan interaksi
TUK 1 : Klien dapat  Wajah cerah, tersenyum  Perkenalkan nama,
membina hubungan  Mau berkenalan nama panggilan
saling percaya  Ada kontak mata perawat, dan tujuan
 Bersedia menceritakan perawat berkrnalan
perasaan  Tanyakan dan panggil
 Berseddia mengungkapkan nama kesukaan klien
masalahnya  Tunjukan sikap jujur
dan menepati janji
setiap kali berinteraksi
 Tanyakan perasaan dan
masalah yang dihadapi
klien
 Buat kontrak interaksi
yang jelas
Dengarkan dengan penuh
perhatian ekspresi perasaan
klien
TUK 2 : Setelah 2 kali interaksi klien 1. Tanyakan pada klien Dengan mengetahu
Klien mampu dapat menyebutkan minimal tentang : tanda-tanda dan
menyebutkan penyebab  satu penyebab menarik diri :  Orang yang tinggal gejala, kita dapat
tanda dan gejala isolasi  Diri Sendiri serumah atau dengan menentukan langkah
sosial  Orang lain sekamar klien intervensi selanjutnya
 Lingkungan  Orang yang paling
            dekat ddengan klien
dirumah atau diruangan
perawatan
 Apa yang membuat
klien dekat dengan
orang tersebut
 Orang yang tidak dekat
dengan klien dirumah
atau diruangan perawat
 Apa yang membuat
klien tidak dekat
dengan orang tersebut
 Upaya yang sudah
dilakukan agar dekat
dengan orang tersebut
2. Diskusikan dengan klien
penyebab menarik diri /
tidak mau bergaul dengan
orang lain
3. Beri pujian terhadap
kemampuan klien
mengungkapkan
perasaanya
TUK 3 : Setelah 2 X interaksi dengan 1. Tanyakan pada klien Reinforcement dpat
Klien mampu klien dapat menyebutkan tentang : meningkatkan harga
menyebutkan keuntungan berhubungan  Manfaat hubungan diri klien
keuntungan berhubungan sosial, misalnya : sosiial
sosial dan kerugian  Banyak teman  Kerugian menarik diri
menarik diri  Tidak kesepian 2. Diskusikan bersama klien
 Saling menolong tentang manfaat
Dean kerugian menarik diri berhubungan sosial dan
misalnya : kerugian menarik diri
 Sendiri 3. Beri pujian terhadap
 Kesepian kemampuan klien
 Tidak bisa diskusi mengungkapkan
  perasaannya
TUK 4 : Setelah 2 X interaksi klien 1. Observasi perilaku klien Mengetahui sejauh
Klien dapat dapat melaksanakan hubungan tentang berhubungan mana pengetahuan
melaksanakan hubungan soosial secara bertahaap sosial klien tentang
sosial secara bertahap dengan : 2. Beri motivasi dan bantuu berhubungan dengan
 Perawat klien untuk berkenalan / orang lain
 Perawat lain berkomunikasi dengan
 Kelompok perawat lain, klien lain,
kelompok
3. Libatkan klien dalam
terapi aktivitas kelompok
sosialisasi
4. Diskusikan jadwal harian
yang dilakukan untuk
meningkatkan
kemampuan klien
bersosialisasi
5. Beri motivasi klien untuk
melakukan kegiatan
sesuai jadwal yang telah
dibuat
6. Beri pujian terhadap
kemampuan klien
memperluas pergaulanya
melalui aktifitas yang
dilaksanakan

TUK 5 : Setelah 2X interaksi klien 1. Diskusikan dengan klien Agar klien lebih
Klien mampu dapat menyebutkan perasaanya tentang perasaanya setelah percaya diri untuk
menjelaskan perasaanya setelah berhubungan sosial berhubungan sosial berhungan dengan
setelah berhubungan dengan : dengan : orang lain
sosial  Orang lain  Orang lain
 Kelompok  Kelompok
2. Beri pujian terhadap
kemampuan klien
mengungkapkan
perasaaanya

TUK : 6 1. Setelah 2X kali pertemuan, 1. Diskusikan pentingya Agar klien lebih


Klien mendapat keluarga dapat menjelaskan : peran serta keluarganya percaya diri dan tau
dukungan keluarga  Pengertian menarik diri sebagai pendukung untuk akibat tidak
dalam memperluas  Tanda dan gejala menarik mengatasi perilaku berhubungan dengan
hubungan sosial diri menarik diri orang lain
 Penyebab dan akibat 2. Diskusikan potensi
menarik diri keluarga untuk membantu
 Cara merawat klien klien mengatasi perilaku
menarik diri menarik diri
3. Jelaskan pada keluarga
2.Setelah 2X pertemuan, tentang:
keluarga dapat mempraktekkan  Pengertian menarik diri
cara merawat klien menarik  Tanda dan gejala
diri menarik diri
 Penyebab dan akibat
menarik diri
 Cara merawat klien
menarik diri

4. Latih keluarga cara


merawat klien menarik
diri
5. Tanyakan perasaan
keluarga setelah mencoba
cara yang dilatihkan
6. Beri motivasi keluarga
agar membantu klien
bersosialisasi
7. Beri pujian pada keluarga
atas keterlibatannya
merawat klien dirumah
sakit
TUK 7 : Setelah 2X interaksi klien 1. Diskusikan dengan klien Minum obat dapat
Klien dapat menyebutkan : tentang manfaaat dan menyembuhkan
memanfaatkan obat  Manfaat minum obat kerugian tidak minum penyakit klien
dengan baik  Kerugian tidak meminum obat, nama, warna, dosis,
obat cara, efek terapi, dan efek
 Nama, warna, dosis, efek samping penggunaan obat.
terapi, efek samping obat 2. Pantau klien saat
penggunaan obat
Setelah 2x interaksi klien 3. Beri pujian jika klien
mendemonstrasikan menggunakan obat
penggunaan obat dengan benar dengan benar
4. Diskusikan berhenti
Setelah 4 kali interaksi klien minum obat tanpa
dapt menyebutkan akibat konsultasi dengan dokter
berhenti minum obat tanpa 5. Anjurkan klien untuk
konsultasi dokter konsultasi kepada dokter
atau perawat jika terjadi
hal-hal yang tidak
diinginkan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI TINDAKAN
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA SOEHARTO HERDJAN

Nama : Tn. S Ruangan : Lavender RM No.: 12-13-14

IMPLEMENTASI EVALUASI
Hari/Tanggal : 24 Agustus 2020
Data :
DS : Klien mengatakan malu berhadapan
langsung dengan orang lain selain
ibu dan adiknya,klien merasa tidak
pantas jika berada diantara orang
lain, kurang interaksi sosial.
DO :- Ketika berbincang-bincang klien
tampak labih banyak menunduk,
aktivitas klien menyesuaikan

Diagnosa Keperawatan:
Harga diri rendah

Tindakan Keperawatan:
- Mendiskusikan kemampuan dan aspek
positif yang dimiliki pasien,
- Membantu pasien menilai kemampuan
yang masih dapat digunakan
- Membantu pasien memilih/menetapkan
kemampuan yang akan dilatih
- Melatih kemampuan yang sudah dipilih
dan menyusun jadwal pelaksanaan
kemampuan yang telah dilatih dalam
rencana harian.

RTL: - Klien diharapkan mampu


melakukan cara merapikan tempat
tidur yang diajarkan
- Klien dapat memasukan kegiatan
yang diajarkan ke dalam jadwal
kegiatan harian

Anda mungkin juga menyukai