Anda di halaman 1dari 8

SKENARIO ROLE PLAY DISKUSI REFLEKSI KASUS (DRK) DI RUANG

TULIP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS JEMBER


STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN

Oleh
Kelompok 2

Ninuk Profita., S.Kep 192311101166


Novi Farida., S.Kep 192311101168
Frihatin Al Isnaini., S.Kep 192311101172
Afrize Rosalina., S.Kep 192311101175
Deka Isnatu Raka Joni., S.Kep 192311101177
Dewi Negeri Atika Yanti 192311101178
Ranny Dwi Harwati., S.Kep 192311101181
Auly Via Nurul Safitri., S.Kep 192311101185
Anisa Kirnawati., S.Kep 192311101198
Aris Munandar., S.Kep 192311101199

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
2020
SKENARIO ROLEPLAY DISKUSI REFLEKSI KASUS (DRK)

Aris Munandar : Kepala Ruangan


Frihatin Al Isnaini : Ketua TIM
Dewi Negeri Atika Yanti : Penyaji
Auly Via Nurul Safitri : Perawat 1
Ranny Dwi Harwati : Perawat 2
Deka Isnatu Raka Joni : Perawat 3
Ninuk Profita : Perawat 4
Novi Farida : Perawat 5
Afrize Rosalina : Perawat 6
Anisa Kirnawati : Fasilitator

Pasien sakit demam, sesak nafas dan batuk kering, dengan hasil ttv, TD :100/70
mmHg, HR 70 x/menit, RR 20x/menit, suhu 38,5 0C, kemudian dilakukan rapid
tes yang hasilnya positif covid 19. Pasien masih mengeluh sesak nafas serta
terlihat lemas. Berdasarkan keadaan tersebut perawat melaksanakan DRK.

Perawat mengutarakan keadaan pasien dan meminta persetujuan untuk


diadakan DRK kepada ketua TIM

Perawat 1 : Selamat Pagi Ibu!

Ketua Tim : Selamat Pagi!

Perawat 1 : Ibu, pasien kamar nomer 3 yang bernama Tn S, pasien sudah 3


hari dirawat dan demam masih naik, pasien juga masih tampak
lemas, hasil lab rapid tes menunjukkan positif covid 19. Pasien
belum menunjukkan adanya peningkatan yang berarti. Jadi saya
bermaksud untuk melakukan DRK terhadap Tn. S. Apakah Bu
setuju?

Ketua Tim : Ya saya setuju. Bagaimana persiapannya dan kapan akan


dilakukan?

Perawat 1 : Saya sudah menyiapkan tim yang bisa melakukan DRK. Sesuai
dengan jadwal yang ada, DRK dilakukan besok hari senin tanggal
07 Juni 2020, untuk waktunya masih menunggu kesepakatan
dengan TIM bu.

Ketua Tim : Baiklah silahkan dilanjutkan. Saya tunggu informasi selanjutnya.

Perawat 1 : Baik bu, saya permisi dulu.

DRK dilakukan pada tanggal 07 Juni 2020 di ruang perawat pukul 06.30
WIB. DRK dihadiri seluruh anggota TIM 1.

(Di ruang perawat…)

Fasilitator : Assalamualaikum wr wb Selamat pagi!


Selamat datang di diskusi refleksi kasus yang sudah rutin kita
adakan setiap bulannya. Sebelum kita mulai kita serahkan kepada
bapak kepala ruangan untuk membuka kegiatan kita pada hari ini.
Kepala Ruangan : Assalamualaikum wr wb Selamat pagi!
Saya ucapkan terimakasih, sebelum kita mulai kegiatan hari ini
mari kita mulai dengan membaca fatihah. Bibarakatilahumul
fatihah. Untuk selanjutnya saya kembalikan kepada fasilitator.
Fasilitator : Hari ini kita akan melakukan refleksi kasus yang telah kita
sepakati sebelumnya yaitu tentang covid 19. Sebelumnya kita
sepakati terlebih dahulu waktu diskusi kita hari ini. Bagaimana
kalau diskusi kita laksanakan selama 60 menit?
Peserta : Setuju..

Fasilitator : Baiklah seperti biasa, diharapkan semua peserta dapat mengikuti


diskusi dengan baik dan mengikuti perjalanan diskusi dengan aktif.
Untuk acara hari ini, materi akan disajikan oleh Penyaji selama 15
menit, dilanjutkan diskusi selama 30 menit. Kepada penyaji
dipersilahkan untuk menyampaikan materinya.

Penyaji : Assalamualaikum wr. wb. Pada diskusi kali ini, kita akan
membahas tentang Covid 19. Tn S sudah dirawat selama 4hari,
demam masih naik, sesak nafas dan tampak lemas.
Covid 19 adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit
mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis
coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat
menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome
(SARS) (WHO,2020).

Untuk diagnosa keperawatan yang diambil adalah ketidakefektifan


pola nafas, hipertermi dan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Dari diagnosa tersebut telah dilakukan beberapa intervensi yang
telah dilakukan kepada Tn. S adalah sebagai berikut :

1. Observasi TTV untuk mengetahui keadaan umum pasien


2. Berikan terapi oksigen dengan kecepatan 5
3. Berikan vitamin
4. Berikan kompres hangat untuk membantu menurunkan suhu
tubuh
5. Anjurkan pemakaian baju berbahan tipis dan menyerap
keringat untuk menjaga agar klien merasa nyaman dan
mengurangi penguapan tubuh.
6. Kolaborasi dengan dokter dengan pemberian antipiretik dan
antibiotic untuk mengurangi panas dan infeksi.

Sedangkan intervensi untuk masalah nutrisi yaitu,


1. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang manfaat makanan
dan nutrisi untuk meningkatkan motivasi makan.
2. Beri nutrisi dengan diet lunak, tidak mengandung banyak serat,
tidak merangsang, maupun menimbulkan banyak gas dan
hidangkan saat masih hangat untuk meningkatkan asupan
makanan karena mudah ditelan.
3. Berikan makanan yang bervariasi agar pasien tidak merasa
bosan dan nafsu makan meningkat
4. Sajikan makanan dengan sedikit tapi sering untuk menghindari
mual and muntah.
5. Anjurkan menjaga kebersihan mulut untuk menghilangkan rasa
tidak enak pada mulut dan meningkatkan nafsu makan
6. Kolaborasi dengan dokter pemberian antasida untuk
mengurangi rasa mual dan muntah

Dari apa yang telah dilakukan sesuai intervensi yang ada, tetapi
pasien belum menunjukkan adanya peningkatan yang berarti.

Fasilitator : Baik, langsung saja, jika ada yang ingin disampaikan dari teman-
teman, silahkan untuk menyampaikan satu per satu.

Perawat 1 : Bagaimana sesak nafas pasien tersebut? Apakah sesak nafasnya


bertambah atau sudah mulai berkurang?, kemudian bagimana
demam pasien tersebut? Pasien dengan demam yang tidak kunjung
turun kita harus waspada dan berhati-hati. Masalah yang bisa
timbul dalam 2 hal tersebut apabila tidak segera ditangani akan
menyebabkan penurunan kesadaran pada Tn.S.

Perawat 2 : Ya, itu benar. Kita monitor oksigenasi Tn.S, kemudian ketika
Tn.S demam, sudahkah kita mengompres dengan benar? Kompres
yang benar adalah menggunakan air hangat dan dikompres di
lipatan-lipatan tubuh. Sebagian besar keluarga pasien mengompres
hanya di dahi saja. Sehingga kita harus memberikan contoh dan
memberitahu kepada keluarga untuk melakukan kompres dengan
benar.

Penyaji : Oke, bisa dilanjutkan ke masalah yang lain.

Perawat 3 : Permasalahan yang biasa muncul itu pasien tidak mau makan,
keluarga tidak bisa memaksa pasien dengan baik. Kita meminta
kepada keluarga untuk selalu memberikan makanan sedikit-sedikit
tetapi sering kepada pasien yang masih sulit makan, kita harus
menanyakan makanan kesukaannya apa?
Perawat 5 : Benar. Nah, diet pasien adalah diet lunak rendah serat. Biasanya
petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter antara lain:

a. Makanan yang cukup (cairan, kalori, vitamin, protein)


b. Tidak mengandung banyak serat
c. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas
d. Makanan lunak diberikan selama istirahat.

Perawat 6 : Ada yang mengatakan juga makanan rendah serat dan rendah sisa.
Maksudnya rendah sisa bertujuan untuk memberikan makanan
sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa
sehingga dapat membatasi volume feses dan tidak merangsang
saluran cerna.

Perawat 4 : Untuk makanan-makanan yang dianjurkan itu bagaimana?

Perawat 3 : Untuk makanannya,

a. Sumber karbohidrat : beras di tim, kentang rebus atau tepung-


tepungan di bubur/ di pudding
b. Sumber protein : tahu tempe telur di rebus; daging, ayam,
direbus sampai empuk
c. Sayuran : sayuran yang berserat rendah seperti buncis, bayam,
labu siam, tomat dan wortel. Sayuran bisa ditumis atau direbus.

Perawat 1 : untuk buah-buahan dan minumannya adalah

a. Buah-buahan : buah yang tidak banyak menimbulkan gasdan


tidak dimakan beserta kulit dan bijinya seperti papaya, pisang,
jeruk, alpukat. Buah yang menimbulkan gas itu seperti nangka
dan durian
b. Minuman : teh encer boleh, tapi lebih baik air putih.

Perawat 2 : Masakannya itu tidak boleh pedas ya?

Penyaji : Ya benar.
Fasilitator : Ada yang ingin disampaikan atau sudah cukup? Waktu masih sisa
5 menit.

Katim : Ada satu lagi yang harus saya ingatkan kepada semuanya ketika
kita melakukan perawatan pada pasien covid 19 kita harus
memakai APD yang lengkap agar tidak menular kepada kita.

Failitator : Baik, ada lagi yang ingin disampaikan?

Peserta : Cukup.

Katim : alhamdulillah, diskusi hari ini telah berakhir. Dapat saya


simpulkan bahwa pasien dengan covid 19 ini harus dilakukan
pemantauan oksigenasi pasien, suhu pasien dan terkait diet
makanannya adalah diet lunak dan rendah serat.

Baik, karena diskusi telah selesai, kita beri tepuk tangan untuk kita
semua. Jangan lupa mengisi daftar hadir di lembar yang sudah
disediakan.

Saya akhiri diskusi kali ini

Wassalamualaikum wr wb, Selamat siang!


DISKUSIREFLEKSIKASUS(DRK)

NoRevisi Halaman
RS
No.Dokumen
UNIVERSITAS
- 1/2
JEMBER

SOP DitetapkandiJember
TanggalTerbit
RS UNIVERSITAS JEMBER

Kegiatan diskusi untuk merefleksikan pengalaman praktek


PENGERTIAN suatu kasus tertentu terhadap konsep pengetahuan baru / praktek
baru
1. Mengembangkan profesionalisme
2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis perawat
3. Meningkatkan motivasi belajar
4. Meningkatkan pemahaman tentang standar asuhan
TUJUAN keperawatan dan teori asuhan keperawatan
5. Memacu perawat untuk bekerja sesuai dengan standar
asuhan keperawatan
6. Meningkatkan kemampuan praktik berbasis klinis

1. Undang-undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan


2. Undang-undang nomer 44 tahun 2009 tetang rumah sakit
3. Undang-undang nomer 38 tahun 2014 tentang
keperawatan
KEBIJAKAN
4. Peraturan Menteri Kesehatan nomer 49 tahun 2013
tentang komite keperawatan
5. Peraturan Menteri PAN nomer 25 tahun 2014 tentang
jabatan fungsional perawat dan angka kredit KKNI

1. Dokumentasi asuhan keperawatan


2. Sinopsis tentang ide/gagasan/informasi terkait kasus yang
dibuat berdasarkan analisis hasil penelitian
ALATDANBAHA
3. Standar Asuhan Keperawatan sesuai kasus (jikaada)
N
4. SPO tindakan terkait kasus (jika ada)
5. Hasil audit keperawatan (jika ada)
6. Tool refleksi