Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PENGANGKUTAN AIR PADA TUMBUHAN

I. TUJUAN

Memahami proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui pembuluh xilem (pembuluh
kayu) dan pembuluh tapis (floem)

II. DASAR TEORI

- Kapilaritas batang : Tumbuhan mempunyai berkas pembuluh

(pengangkutan) air yang disebut xilem. Xilem merupakan sebuah saluran kecil yang merentang mulai dari
akar hingga daun.Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral dapat naik ke atas tanpa
dorongan apapun.

- Daya Isap Daun : Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menyebabkan tumbuhan mudah
kehilangan air karena, air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menyebabkan
tekanan pada daun menjadi rendah sehingga menarik air yang ada di pembuluh. Isapan daun ini akan
membuat air yang terdapat di akar naik ke atas.

III. ALAT DAN BAHAN

Tabung Erlenmeyer

Pisau

Ember

Tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina) yang masih segar

Larutan eosin atau tinta merah.

IV. CARA KERJA

1. Siapkan dua tumbuhan pacar air yang sama ukuranya, kemudian cuci bagian akarnya.

2. Ambil salah satu tumbuhan tersebut dan pangkas seluruh daunya sehingga tinggal batangnya saja.

3. Potong bagian akar dari kedua tumbuhan tersebut. Pemotongan harus dilakukan dalam air.
4. Pindahkan segera batang tumbuhan ke dalam tabung erlenmeyer yang telah diisi larutan eosin atau
tinta merah.

5. Setelah lebih kurang 30 menit, amati bagian batang dan pada daun kedua tumbuhan tersebut.
Selanjutnya buat potongan melintang batang. Amati pada bagian tengah potongan tersebut.

6. Amati larutan eosin pada tabung erlenmeyer. Larutan mana yang berkurang lebih banyak pada
kedua tabung erlenmeyer tersebut?

V. HASIL PENGAMATAN

(a). (b).

(a). Gambar tumbuhan pacar air yang berdaun dimasukan kedalam larutan eosin atau tinta merah

(b). Gambar tumbuhan pacar air yang tidak berdaun dimasukan kedalam larutan eosin atau tinta merah.

Hasil Pengamatan Dibawah Mikroskop


VI. PERTANYAAN

Pada tumbuhan mana larutan eosin atau tinta merah bergerak lebih cepat?

Jawab :

Larutan eosin atau tinta merah bergerak lebih cepat pada tumbuhan pacar air yang berdaun.

Apa peranan daun dalam pengangkutan eosin tersebut?

Jawab :

Peranan daun dalam pengangkutan eosin adalah daun mempunyai daya isap daun sehingga akan membuat
larutan eosin atau tinta merah naik ke atas.

Faktor apa saja yang mempengaruhi naiknya larutan eosin atau tinta merah pada tumbuhan pacar air yang
berdaun?

Jawab :

Faktor yang mempengaruhi naiknya larutan eosin atau tinta merah pada tumbuhan pacar air yang berdaun
adalah daya isap daun.

Kesimpulan apa saja yang dapat kalian kemukakan dari hasil percobaan tersebut? (berhubungan dengan
faktor-faktor yang mempengaruhi pengngkutan air pada tumbuhan).

Jawab :
- Kapilaritas batang : Tumbuhan mempunyai berkas pembuluh

(pengangkutan) air yang disebut xilem. Xilem merupakan sebuah saluran kecil yang merentang mulai dari
akar hingga daun.Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral dapat naik ke atas tanpa
dorongan apapun.

Daya Isap Daun : Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menyebabkan tumbuhan mudah
kehilangan air karena, air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menyebabkan
tekanan pada daun menjadi rendah sehingga menarik air yang ada di pembuluh. Isapan daun ini akan
membuat air yang terdapat di akar naik ke atas.

VII. KESIMPULAN

Ternyata setelah dilakukan percoban larutan eosin lebih cepat naik pada tanaman pacar air yang berdaun
karena, adanya daya isap daun. Sedangkan, larutan eosin naik lebih lambat pada tanaman yang tidak
berdaun karena, kapilaritas batang.

PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang

Untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan
garam-garam mineral dari akar ke daun, tumbuhan menggunakan jaringan pengangkut. Macam Macam
Jaringan pengangkut terdiri dari:

1. Xilem (pembuluh kayu). Xilem disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem (pembuluh kayu),
parenkim kayu, dan sklerenkim kayu (serabut kayu). Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan
garam mineral dan dari dalam tanah menuju ke daun.
2. Floem (pembuluh tapis). Floem disusun oleh sel ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel pengiring,
sel parenkim kulit kayu, dan serabut kulit kayu (sel sklerenkim). Floem berfungsi untuk mengangkut
zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh. Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan
pembuluh angkut (Anonim 2012).
Proses fisiologi yang berlangsung pada tumbuhan banyak berkaitan dengan air atau bahan-bahan
(senyawa atau ion) yang terlarut di dalam air. Air dapat melarutkan lebih banyak jenis bahan kimia
dibandingkan dengan zat cair lainnya. Sifat ini disebabkan karena air memiliki konstanta dielektrik yang
paling tinggi. Konstanta dielektrik merupakan ukuran dari kemampuan untuk menetralisir daya tarik-
menarik antara molekul atau atom yang bermuatan listrik berbeda. Oleh sebab itu, air merupakan pelarut
yang sangat baik untuk ion-ion bermuatan positif maupun negatif. Sisi positif molekul air dapat mengikat
anion sedangkan sisi negatifnya akan mengikat kation, sehingga molekul-molekul air seolah membentuk
pembungkus bagi ion-ion tersebut. Fenomena ini menyebabkan ion-ion tersebut tidak dapat menyatu
untuk membentuk kristal atau endapan (Lakitan 2012).
Penyerapan air yang tidak cukup oleh akar tumbuhan akan menimbulakan defisit air dalam tumbuhan,
termasuk sel-sel daun yang akan mengakibatkan penurunan evaporasi air dari daun sehingga laju
transpirasi menjadi rendah. Air pada system tanaman akan bergerak dari sumber air di dalam tanah, ke
perakaran dan melewati jaringan xylem yang tersusun secara sinambung dan kontinu mulai dari akar,
batang dan daun. Pergerakan air dalam tanah ke atmosfer dapat dibagi dalam 3 fase yaitu:

1. Larutan tanah, dipisahkan dari xilem oleh sebuah membran.


2. Pembuluh xilem yang berupa tabung sebagai penghubung antara akar dan daun.
3. Udara, dipisahkan dari ujung xilem bagian atas oleh sebuah membran (Feryanto 2011).
Tujuan Praktikum
Untuk mempelajari transportasi air di dalam jaringan tumbuhan

TINJAUAN PUSTAKA
Sistem jaringan pembuluh pada tumbuhan terdiri dari dua jaringan yaitu xilem dan floem yang berfungsi
transport air dan materi organik ke seluruh bagian tumbuhan dan melakukan transport jarak jauh antara
akar dan taruk (Iriawati 2009).

Fungsi utama xylem adalah mengangkut air serta zat-zat yang terlarut didalamnya. Floem berfungsi
mengangkut zat makanan hasil fotosintesis. Pada batang berkas xylem umumnya berasosiasi dengan
floem pada satu ikatan pembuluh. Kombinasi xylem dan floem membentuk sistem jaringan pembuluh di
seluruh tubuh tumbuhan, termasuk semua cabang batang dan akar.

Xilem, terdiri dari trakeid, trakea / pembuluh kayu, parenkim xylem, dan serabut / serat xylem.
Berdasarkan asal terbentuknya terbagi menjadi xylem primer dan xylem sekunder. Xilem primer berasal
dari prokambium sedangkan xilem sekunder berasal dari kambium. Berdasarkan proses terbentuknya
xilem primer dapat dibedakan menjadi protoxylem dan metaxylem.  Protoxilem adalah xylem primer
yang pertama kali terbentuk sedangkan metaxilem yang terbentuk kemudian.

Floem terdiri dari unsur tapis (sel tapis dan komponen pembuluh tapis), sel pengiring / sel pengantar,
parenkim dan serabut / serat floem. Berdasarkan asal terbentuknya terbagi menjadi floem primer dan
floem sekunder. Floem primer berasal dari prokambium sedangkan floem sekunder berasal dari kambium.

Berdasarkan proses terbentuknya floem primer terdiri dari protofloem dan metafloem. Protofloem adalah
floem primer yang pertama kali terbentuk sedangkan metafloem terbentuk kemudian (winxp 2010).

Air diserap tanaman melalui akar bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya,
kemudian diangkut ke bagian atas tanaman, terutama daun, melalui pembuluh xilem. Pembuluh xilem
pada akar, batang, dan daun merupakan suatu sistem yang kontinu, berhubungan satu sama lain. Untuk
dapat diserap oleh tanaman, molekul-molekul air harus berada pada permukaan akar. Dari permukaan
akar ini air (bersama-sama bahan-bahan yang terlarut) diangkut menuju pembuluh xilem. Lintasan
pergerakan air dari permukaan akar menuju pembuluh xilem ini disebut lintasan radial pergerakan air
(Lakitan 2012).

Masih menurut Lakitan 2012, ada 4 teori yang menjelaskan tentang pengangkutan air di dalam pembuluh
xilem yaitu: Teori tekananan akar. Pada awalnya diperkirakan air naik ke bagian atas tanaman karena
adanya tekanan dari akar. Hal ini didasarkan atas fakta bahwa jika batang tanaman dipotong dan
kemudian dihubungkan dengan selan manometer air raksa, maka air di dalam selang akan terdorong ke
atas oleh tekanan yang berasal dari akar. Tetapi dari hasil pengukuran yang intensif pada berbagai jenis
tanaman, maka besarnya tekanan tersebut umumnya tidak lebih dari 0,1 Mpa (mega pascal). Selain itu
tekanan akar hanya teramati pada kondisi tanah yang berkecukupan air dan kelembaban udara relatif
tinggi, atau dengan kata lain pada saat laju transpirasi sengat rendah.

METODE PRAKTIKUM
3.1  Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan Praktikum ini adalah pada hari Rabu, 4 Desember 2013 dan pengmatannya pada hari
Rabu, 11 Desember 2013. Dan Tempat pelaksanaan praktikum adalah Laboratorium ekofisiologi,
Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak

Bahan dan Alat


Dua pucuk daun puring yang mirip ( satu ranting/ satu cabang ). 2 botol selai yang  besarnya sama,
sumbat gabus, veseline, dan pisau kecil.

Cara kerja
1. Siapkan 2 pucuk puring yang ukuran daunnya sama. Masing-masing dipotong dengan ukuran 30
cm.
2. Kupas kulit bagian pangkal batang ( buang floemnya ) sepanjang 3 cm dari pangkal batang.
Apabila daunnya terlalu banyak boleh dikurangi, tetapi jumlah pucuk keduanya harus sama.
3. Sisipkan setiap batang melalui sumbat gabus yang telah dilubangi dan di pasang pada botol selai
yang telah di isi dengan air ¾ bagian.
4. Sebelum dimasukan kedalam botol selai satu pucuk puring di bagian pangkalnya di olesi dengan
veselin atau bagian xilemnya ditutup dan satu pucuk puringnya lagi di olesi dengan vaseline di bagian
floemnya atau floemnya di tutup.
5. Rendam pucuk tanaman tersebut dalam botol selai yang telah berisi air. Usahakan tanaman tidak
tersetuh dasar botol. Beri tanda tinggi permukaan air awal.
6. Amati setelah satu minggu. Beri tanda. Setiap terjadi penurunan volume air dalam botol,
bandingkan kondisi kedua pucuk tanaman tersebut.
7. Tentukan berapa pengurangan volume yang terjadi pada masing- masing botol
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
N
o Pelakuan Volume air Kondisi tanaman

Setelah 7
Awal hari

Xilem
1 ditutup 200 ml 189 ml Segar dan utuh

Floem di
2 tutup 200 ml 187 ml Segar dan utuh
Pembahasan
Sistem jaringan pembuluh pada tumbuhan terdiri dari dua jaringan yaitu xilem dan floem yang berfungsi
transport air dan materi organik ke seluruh bagian tumbuhan dan melakukan transport jarak jauh antara
akar dan taruk (Iriawati 2009).
Fungsi utama xylem adalah mengangkut air serta zat-zat yang terlarut didalamnya. Floem berfungsi
mengangkut zat makanan hasil fotosintesis. Pada batang berkas xylem umumnya berasosiasi dengan
floem pada satu ikatan pembuluh. Kombinasi xylem dan floem membentuk sistem jaringan pembuluh di
seluruh tubuh tumbuhan, termasuk semua cabang batang dan akar

Berdasarkan data di atas transportasi yang terjadi yang paling besar atau air yang paling banyak hilang
adalah pada pucuk puring yang floemnya ditutup dengan menggunakan vaseline yaitu air yang hilang
selama satu minggu adalah 13 ml sedangkan transportasi yang terjadi pada pucuk puring yang xilemnya
ditutup jumlah air yang hilang selama satu minggu adalah 11 ml ini mebuktikan bahwa jaringan yang
berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun adalah jaringan xilem karena pada percobaan
ini jika floemnya di tutup maka xilemnya terbuka sehingga jaringan xilem akan mengangkut air dan unsur
hara dari akar ke daun tanaman. Sedang fungsi utama dari jaringan floem adalah mengangkut hasil – hasil
fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA

http://jeniwidya.blogspot.com/2013/04/transport-air-di-dalam-tubuh-tanaman.html
Adiputra, I.G.K. 2010. Penilaian Status Unsur Hara pada Tumbuhan Menggunakan Pendekatan
Biosintesis Sukrosa. Widya Biologi, 1(1): 1-10

Anggarwulan, E, dkk. 2008. Karakter Fisiologi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) pada
Variasi Naungan dan Ketersediaan Air. Biodiversitas, 9(4): 264-268

Evita. 2010. Respon tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.) terhadap Cekaman Air. Percikan, 111:
1-4
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
JARINGAN XYLEM

1.      TUJUAN
-          Untuk mengetahui jaringan xylem pada tumbuhan

2.      KAJIAN TEORI
            Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda.
Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding
sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun atas serabut,
sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel.
Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang.
            Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem. Kedua tipe
sel berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga
berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-
lubang), hanya ada celah (noktah), berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel
lainnya. Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung  selnya.
            Transportasi air dan mineral pada trakea berlangsung melalui perforasi ini, sedangkan pada trakeid
berlangsung lewat noktah (celah) antar sel selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa
sehingga merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler).
Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral, atau jala.

3.      ALAT DAN BAHAN


a.       Cutter

b.      2 Buah Tanaman Pacar Air

c.       2 Botol Air Mineral Bekas Ukuran 1500 ml

d.      2 Sachet Pewarna Makanan Biru dan Merah

e.       Air Secukupnya

4.      PROSEDUR / CARA KERJA


1)      Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

2)      Membersihkan akar tanaman pacar air dari tanah yang masih menempel

3)      Memotong tanaman pacar air yang pertama yaitu pada akarnya

4)      Membiarkan akar tanaman pacar air yang kedua tetap utuh


5)      Memotong kedua botol air mineral bekas menjadi sama besar untuk tempat menaruh tanaman pacar air
atau memotongnya disesuaikan dengan ukuran tanaman pacar air

6)      Selanjutnya mengisi kedua botol air mineral bekas yang sudah dipotong dengan air yang secukupnya

7)      Beri tanda pada botol air mineral bekas, contohnya :

a.       Tanda A untuk Tanaman Pacar Air yang Akarnya Masih Utuh

b.      Tanda B untuk Tanaman Pacar Air Yang Tidak Ada Akarnya

8)       Memasukkan pewarna makanan kedalam botol air mineral bekas, contohnya :

a.       Tanda A diberi Pewarna Makanan Warna Biru

b.      Tanda B diberi Pewarna Makanan Warna Merah

9)      Lalu aduk air yang sudah dicampur pewarna makanan sampai merata

10)  Memasukkan tanaman pacar air kedalam masing-masing botol air mineral bekas

11)  Setelah semuanya selesai menunggu 1 sampai 2 hari untuk melihat hasil percobaan yang telah dibuat,
dengan catatan setiap hari kita selalu melihat apakah ada perubahan pada masing-masing tanaman pacar
air.

5.      HASIL PENGAMATAN
Perubahan yang Perubahan yang
terjadi pada terjadi pada
No Tanaman Hari ke 1 Hari ke 2
Pada pangkal batang
didalamnya mulai Daun dan Pembuluh
Tanaman Pacar Air yang terlihat ada pembuluh Xylem tampak berwarna
1 Akarnya Masih Utuh yang berwarna Biru Biru
Pada pangkal batang
didalamnya mulai Daun dan Pembuluh
Tanaman Pacar Air yang Tidak terlihat ada pembuluh Xylem tampak berwarna
2 Ada Akar yang berwarna Merah Merah

6.      PEMBAHASAN
Pada kedua tanaman pacar air yang telah diberi tanda A dan B hasilnya sama yaitu Jaringan Xylem akan
tampak pada kedua tanaman tersebut karena sesuai dengan fungsinya yaitu menyalurkan air dan mineral
yang diserapnya menuju keseluruh bagian tanaman. Proses penyerapan tersebut disebut Proses Osmosis
yang dipengaruhi  oleh beberapa factor yaitu :
1.      Daya Tekan Akar

2.      Daya  Kapilaritas

3.      Daya Hisap Daun

Proses pengangkutan ini dibedakan menjadi 2 yaitu:


1.      Pengangkutan ekstrafasikuler, pengangkutan di luar berkas pembuluh angkut.
Mula-mula air dan garam mineral yang larut dalam tanah diserap oleh bulu-bulu akar. Pada dasarnya
cairan dalam sel tumbuhan lebih pekat dari larutan dalam tanah. Adanya perbedaan kepekatan ini
menyebabkan larutan dlm tanah merembes ke dalam sel tumbuhan melalui membran semipermeabel yg
ada di epidermis pd bulu akar. Peristiwa inilah yang disebut dengan osmosis. Setelah melewati bulu akar.
Air selanjutnya bergerak melewati korteks, endodermis dan silinder pusat. Air terus bergerak hingga
mencapai pembuluh xylem yang terdapat pd silinder pusat.

2.      Pengangkutan intrafasikular, pengangkutan yang berlangsung di dalam berkas pembuluh angkut Air


akan bergerak menuju daun melalui pembuluh xylem akibat adanya daya kapilaritas pada pembuluh
xylem. Pembuluh xylem membentuk seperti pipa-pipa kecil yg dapat mengangkut air lebih kuat
dibandingkan dengan pipa yang besar. Selanjutnya pada daun terjdi transpirasi (penguapan). Adanya
peristiwa transpirasi akan mengakibatkan aliran air dan garam mineral dari batang ke daun,hal ini disebut
sebagai kemampuan daun mengisap air dan garam mineral.

7.      KESIMPULAN
Pada Tanaman Pacar Air yang ada atau tidak adanya akar tidak mempengaruhi karen pada batang juga
terdapat pembuluh xylem sehingga pembuluh menyerap air dan mineral kemudian diedarkan keseluruh
bagian tumbuhan, maka daun dan pembuluh xylem pada tanaman tersebut akan berubah warna menjadi
warna Merah dan Biru.

DAFTAR PUSTAKA

1.http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091025033445AAer4xg

2.https://www.google.co.id/search?q=GAMBAR+JARINGAN+XILEM&hl=id&biw=10       24&bih=603&tbm=is
ch&ei=3X6qT8KqOYSnrAfizM2eDg&start=20&sa=N

3. http://www.crayonpedia.org/mw/1._Struktur_dan_Fungsi_Jaringan_Tumbuhan_11.1
Pendahuluan
Di dalam tubuh makhluk hidup selalu terjadi sistem transportasi. Sistem transportasi ini terjadi melalui
proses pengangkutan nutrisi, oksigen, karbondioksida, dan sisa metabolisme.
Xilem dan floem adalah jaringan seperti tabung yang berperan dalam sistem pengangkutan. Air dan
mineral dari dalam tanah akan diserap oleh akar, kemudian diangkut melalui xilem ke bagian batang dan
daun tumbuhan. Zat makanan yang dibuat di daun akan diangkut melalui floem ke bagian lain tumbuhan
yang memerlukan zat makanan. Xilem dan floem adalah jaringan pengangkut yang salurannya terpisah.
Xilem yang ada di akar bersambungan dengan xilem yang ada di batang dan di daun. Floem juga
bersambungan ke semua bagian tubuh tumbuhan.

Air adalah zat yang diperlukan oleh tumbuhan. Air adalah salah satu jenis zat yang termasuk ke dalam
kelompok zat cair. Peristiwa masuk dan keluarnya air dari tumbuhan dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan. Pada saat kondisi lingkungan lembap atau jumlah uap air di lingkungan tinggi, maka air akan
masuk ke dalam tumbuhan. Akan tetapi, apabila lingkungan di sekitar tumbuhan kering atau jumlah uap
air di lingkungan rendah, uap air akan keluar dari tumbuhan melalui stomata yang terdapat di daun.
Proses ini disebut transpirasi.

Air yang ada di dalam tanah masuk ke dalam sel tumbuhan karena adanya perbedaan konsentrasi air.
Konsentrasi adalah ukuran yang menunjukkan jumlah suatu zat dalam volume tertentu. Apabila terjadi
perpindahan molekul zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, maka proses perpindahan
ini disebut difusi. Apabila terjadi perpindahan molekul zat pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi
tinggi melalui membran semipermeabel, maka proses perpindahan ini disebut osmosis.

Berikut ini jaringan yang dilalui oleh air ketika masuk ke akar.

Epidermis>Korteks>Endodermis>Perisikel>Xilem

Penyerapan air ini dipengaruhi oleh :

1. Daya kapilaritas batang


2. Daya isap daun
3. Tekanan akar
4. Pengaruh sel sel yang hidup
Tujuan :
Mengamati proses pengangkutan pada tumbuhan.

Alat dan bahan :


1. Stoples kecil
2. Pisau atau silet
3. Tanaman pacar air
4. Pewarna
5. Air
6. Vaselin
7. Stopwatch
Langkah Kerja :
1. Siapkan dua tanaman pacar air dengan ukuran dan jumlah daun yang sama.
2. Hilangkan daun – daun dari salah satu tanaman kemudian olesi bekasnya dengan vaselin.
3. Potonglah akar kedua tanaman di dalam air dan segera masukkan potongan akar kedua tanaman
ke dalam toples yang berisi cairan pewarna.Hilangkan daun – daun dari salah satu tanaman
kemudian olesi bekasnya dengan vaselin.
4. Setelah satu jam, amatilah tangkai daun dan batang kedua tanaman tersebut.
Kesimpulan dan Pembahasan
Setelah didiamkan selama kurang lebih 1 jam, terlihat bahwa air bergerak lebih cepat pada tanaman pacar
air yang masih terdapat daunnya meskipun memang perbedaannya tidak terlalu banyak. Hal tersebut
terjadi sebab di dalam tumbuhan itu memang terjadi suatu proses transpirasi, dimana tumbuhan
membutuhkan air untuk fotosintesis. Pada tanaman pacar air yang terdapat daunnya, air yang ada dalam
toples paling banyak berkurang dibanding toples berisi tanaman pacar air tanpa daun, ini menandakan
bahwa jaringan xilem dan floem yang berada di batang dan daun pacar air tersebut bekerja (melakukan
trasnportasi) menyalurkan zat yang dibutuhkan dalam fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan terutama
daun. Sedangkan pada tanaman pacar air yang hanya batang dan tangkai saja, pengambilan air
(transportasi) hanya disalurkan ke batang, jadi jaringan xilem tidak dapat bekerja menyalurkan air ke
daun, sehingga proses fotosintesis tidak dapat berjalan karena fotosintesis terjadi pada daun.

Kesimpulannya air dan zat hara yang diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis harus disalurkan ke daun,
jika daun tidak ada maka proses fotosintesis tersebut tidak akan terjadi, sebab tempat terjadinya
fotosintesis adalah di daun.

Anda mungkin juga menyukai