Anda di halaman 1dari 2

AUDITING II

KELOMPOK 2 :
MOHAMAD ALFIAN FARABI A0C018070
HAEKAL IHZAL FATAWI A0C018043
HAERUDIN SANI A0C018044
M FAUZI NAZARI A0C018064
MUHAMMAD DANIEL AKBAR A0C018073

BAB 18
(PEMERIKSAAN EKUITAS)

1. Sama seperti liabilitas jangka panjang, modal merupakan kewajiban perusahaan kepada
pemilik perusahaan. (B)
2. Dalam badan hukum yang berbenuk koperasi, modal pokoknya adalah simpanan pokok
anggota yang tak dapat dipindahtangankan dan dapat diambil kembali pada saat seorang
anggota menggundurkan diri. (B)
3. Modal menurut akta pendirian yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM
terdiri dari modal dasar (issued capital), modal ditempatkan (authorized capital) dan
modal disetor (paid-up capital). (B)
4. Modal yang berasal dari sumbangan (donated capital) tidak bisa dilaporkan sebagai
bagian dari tambahan modal disetor. (S)
5. Jika akta pendirian suatu PT belum mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
HAM, menurut UU No.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, transaksi hukum
perusahaan (perjanjian-perjanjian yang dibuat perusahaan) belum dianggap sah. (B)
6. Treasury Stock tidak berhak atas pembagian dividen. Oleh karena itu, jika suatu
perusahaan yang memiliki treasury stock membagikan dividen kas, maka dividen per
saham akan menjadi lebih kecil. (S)
7. Jika akuntan public meragukan kelangsungan hidup perusahaan (going concern)
misalnya karena akumulasi kerugiaan perusahaan lebih besar dari 75% dari modal
disetor, maka hal tersebut akan memengaruhi opini yang diberikan akuntan public
terhadap kewajaran laporan keuangan perusahaan secara keseluruhan. (B)
8. Ada atau tidak ada peraturan pemeritah, perusahaan bisa saja melakukan revaluasi asset
tetap dan mencantumkan nilai asset tetapnya di laporan posisi keuangan (neraca)
berdasarkan nilai revaluasi. (S)
9. Adjusment ke retained earnings hanya diperbolehkan jika menyangkut laba rugi tahun
lalu yang jumlahnya material atau menyangkut pembayaran pajak yang berasal dari STP
dan SKP walaupun jumlahnya kecil. (B)
10. Setoran saham dalam bentuk inbreng, harus menggunakan nilai wajar asset bukan kas
yang diserahkan (disetor), yaitu nilai appraisal yang disetujui Dewan Komisaris untuk PT
yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek, atau nilai yang disepakati oleh Dewan Komisaris
dan penyetoran bentuk barang. (B)
11. Waktu yang dibutuhkan dalam pemeriksaan permodalan biasanya cukup banyak, seperti
pada pemeriksaan persediaan. (S)
12. Salah satu audit objective dalam memeriksa ekuitas adalah untuk memeriksa apakah
perubahan terhadap ekuitas telah mendapat otorisasi baik dari pejabat perusahaan yang
berwenang, RUPS maupun dari instansi pemerintah. (B)
13. Besarnya dividen yang akan dibagikan, diusulkan oleh Direksi perusahaan dan disahkan
dalam RUPS. (B)
14. Dalam hal pembagian stock dividend, jumlah stockholders’ equity tidak berubah, karena
retained earnings berkurang dan paid in capital bertambah dalam jumlah yang sama. (B)
15. Salah satu ciri internal control yang baik atas ekuitas adalah digunakannya stock transfer
agent untuk mengurus pengadministrasian saham dan pembayaran dividen, terutama
untuk perusahaan yang sudah go public. (B)

Anda mungkin juga menyukai