Anda di halaman 1dari 11

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA.

, Asean CPA
MODUL 3

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Penyampelan Audit

 Penyampelan audit adalah penerapan prosedur


audit pada kurang dari 100% item-item populasi,
seperti saldo rekening atau kelas transaksi, yang
bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakteristik
populasi tersebut

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Risiko Audit

 Ketidakpastian yang melekat pada penyampelan


audit

 Risiko Audit terdiri atas:


1. risiko pengendalian,
2. risiko uji detail

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Risiko Penyampelan dan Non Penyampelan

Risiko Penyampelan
Yaitu risiko yang berhubungan
dengan kemungkinan pengambilan
sampel yang tidak representatif

Uji pengendalian Uji substantif

Risiko menaksir Risiko menaksir Risiko Risiko


risiko risiko
kesalahan kesalahan
pengendalian pengendalian
terlalu rendah terlalu tinggi penerimaan penolakan

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Risiko Non Penyampelan
Yaitu risiko yang merujuk pada bagian
risiko audit yang tidak disebabkan
pemeriksaan pada sebagian data

Sumber-sumber risiko nonpenyampelan:

1. kesalahan manusia, seperti kegagalan mengenali


kesalahan dokumen
2. penerapan prosedur audit yang tidak tepat pada
tujuan audit
3. salah interpretasi hasil sampel, (dan) mendapatkan
informasi dari pihak ketiga yang salah, misalnya
jawaban konfirmasi

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Penyampelan statistik

 Dalam penyampelan statistik, auditor menentukan


ukuran sampel dengan menggunakan hukum
probabilitas

Penyampelan statistik bermanfaat bagi auditor dalam


hal:
(1) merancang sampel yang efisien,
(2) mendapatkan bukti yang memadai, dan
(3) mengevaluasi hasil sampel

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Penyampelan non statistik

 Dalam penyampelan non-statistik, auditor


menentukan ukuran sampel dan mengevaluasi hasil
sampel seluruhnya berdasarkan kriteria subyektif dan
pengalaman

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Kerangka Kerja
Kerangka Kerja Penyampelan Audit Untuk Uji Pengendalian meliputi:

 Langkah 1. Menentukan Tujuan Uji Pengendalian


 Langkah 2. Menentukan Prosedur untuk Mengevaluasi Pengendalian
Internal
 Langkah 3. Membuat Keputusan Tentang Teknik Penyampelan Audit
 Langkah 4. Membatasi Jumlah Populasi dan Sampel
 Langkah 5. Menggunakan Penilaian Profesional untuk Menentukan
Ukuran Sampel
 Langkah 6. Memilih Sampel yang Representatif
 Langkah 7. Menerapkan Prosedur Audit
 Langkah 8. Mengevaluasi Hasil Sampel
 Langkah 9. Mendokumentasikan Kesimpulan

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


Kearangka Kerja Penyampelan Audit untuk Uji Substantif meliputi:

 Langkah 1. Menentukan Tujuan Uji Substantif


 Langkah 2. Menentukan Prosedur Audit Substantif untuk dikerjakan
 Langkah 3. Membuat Keputusan tentang Teknik Penyampelan Audit
 Langkah 4. Menentukan Unit Populasi dan Penyampelan
 Langkah 5. Menggunakan Penilaian Profesional dan Metode Statistik untuk
Menentukan Ukuran Sampel
 Langkah 6. Memilih Sampel Representatif
 Langkah 7. Menerapkan Prosedur Audit
 Langkah 8. Mengevaluasi Hasil Sampel
 Langkah 9. Mendokumentasikan Kesimpulan

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA


SELAMAT BELAJAR

Padlah Riyadi.,MM., Ak., CA., Asean CPA

Anda mungkin juga menyukai