Anda di halaman 1dari 28

TUTORIAL PERTEMUAN 7

AUDITING 2 / EKSI 4310

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MODUL 8

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


Audit Investasi
• Entitas dari suatu aktivitas investasi merupakan kegiatan yang
berkaitan dengan kepemilikan penerbitan sekuritas oleh
entitas lain
• Sekuritas ini termasuk sertifikat deposito, saham biasa dan
preferen, obligasi perusahaan dan pemerintah
• Berinvestasi pada surat berharga dapat dibedakan menjadi
dua siklus, yaitu:
1). Dividen dan bunga yang diterima atas investasi melibatkan
transaksi kas, dibahas sebagai bagian dari siklus pendapatan.
2). Pembelian surat berharga secara tunai dan melibatkan
pengeluaran transaksi kas, dibahas sebagai bagian dari siklus
pengeluaran.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


TUJUAN AUDIT

 audit yang spesifik dilakukan terhadap akun yang


dipengaruhi oleh transaksi investasi jangka panjang dan
jangka pendek

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MEMAHAMI ENTITAS DAN LINGKUNGANNYA
Pentingnya investasi sekuritas jangka panjang dan jangka
pendek sebagian besar tergantung pada kemampuan sebuah
entitas untuk menghasilkan free cash flow.
Perusahaan yang memiliki arus kas bebas (free cash flow)
yang signifikan harus secara teratur menginvestasikan kas
yang berlebih.
Beberapa perusahaan mungkin memiliki beberapa kali siklus
tahunan ketika mereka menghasilkan arus kas yang cukup,
mereka mencari investasi jangka pendek untuk menghasilkan
pendapatan pada arus kas yang berlebih.
Informasi sumber arus kas dari sebuah entitas akan
membantu auditor dalam mengembangkan ekspektasi
investasi jangka panjang dan jangka pendek.
Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA
PROSEDUR ANALITIS

Auditor dapat membandingkan saldo tahun berjalan dengan


tahun sebelumnya, atau membandingkan hasil aktual dari
jumlah investasi dan pendapatan investasi dengan anggaran
atau dokumentasi lain dari rencana manajemen.

Perbedaan ekspektasi menunjukkan kesalahan penyajian yang


berkaitan dengan keterjadian, kelengkapan, penilaian atau
pengalokasian, serta penyajian dan pengungkapan.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


RISIKO BAWAAN
Risiko pada investasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Volume transaksi investasi umumnya cukup rendah. Namun,
sekuritas rentan terhadap kecurangan dan akuntansi untuk
investasi menjadi kompleks
Adanya kesalahan saat menggambarkan klasifikasi yang tepat
untuk investasi, manajemen dapat menunda atau
mempercepat pengakuan keuntungan dan kerugian dalam
pendapatan.
Nilai wajar (jika diperlukan) sulit untuk ditentukan, sehingga
faktor-faktor ini (bila diperlukan), dapat berkontribusi untuk
tingkat risiko bawaan yang tinggi untuk penilaian atau alokasi,
penyajian dan pengungkapan.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERNAL
Pemahaman terhadap beberapa faktor pengendalian
lingkungan merupakan sesuatu yang relevan dengan siklus
audit investasi
Wewenang dan tanggung jawab investasi harus diserahkan
kepada seorang pejabat perusahaan seperti bendahara yang
memiliki integritas, pengetahuan dan kemampuan, serta
sadar akan pentingnya kontrol terhadap prosedur yang
berlaku
Sistem informasi dan akuntansi harus menggambarkan dan
menjelaskan seluruh biaya, nilai wajar, dan data lain yang
diperlukan untuk setiap metode akuntansi dalam berbagai
kategori investasi pada sekuritas ekuitas dan utang, baik pada
saat perolehan dan pada tanggal laporan keuangan.
Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA
Dalam sistem pengendalian internal yang kuat, komite
investasi menetapkan kebijakan investasi dan meninjau
transaksi investasi.

Selain itu, auditor internal dan dewan direksi harus


memonitor secara ketat efektivitas pengendalian atas aktivitas
investasi.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


TES SUBSTANTIF UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG
DAN JANGKA PENDEK

Tes Substantif untuk Investasi terdiri atas:

1. Prosedur Awal
2. Prosedur Analitis
3. Pengujian Rincian Transaksi
4. Pengujian Rincian Saldo
5. Pengujian Rincian Estimasi Akuntansi
6. Mengaudit Nilai Wajar Investasi
7. Pengujian Rincian Penyajian dan Pengungkapan

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


Audit Saldo Kas
 Saldo kas mencakup penerimaan yang belum
disetorkan, pemeriksaan secara umum saldo kas di
bank dan rekening tabungan, rekening tetap
(imprest) seperti kas kecil (petty cash) dan rekening
gaji di bank.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


TUJUAN AUDIT

 Tujuan audit untuk saldo kas berkaitan dengan


perolehan bukti yang cukup kuat tentang setiap
asersi laporan keuangan yang signifikan
menyangkut saldo transaksi kas.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


PROSEDUR ANALITIS
Perusahaan yang dikelola dengan baik secara teratur
mengembangkan anggaran kas, memproyeksikan (1)
penerimaan kas berdasarkan tertagihnya piutang
yang diantisipasi, (2) pengeluaran kas untuk
kebutuhan operasi, (3) kegiatan investasi dan
pendanaan.
Prosedur analitis yang efektif melibatkan
perbandingan saldo kas dengan anggaran, atau
dengan kebijakan perusahaan tentang saldo kas
minimum dan investasi dari surplus kas.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


RISIKO BAWAAN

Sifat dari saldo kas menyebabkan rentan pencurian


dalam bentuk berbagai jenis penipuan yang
melibatkan cash borneout.

Risiko berkaitan dengan hak dan kewajiban,


penilaian atau alokasi, serta penyajian dan
pengungkapan untuk kas minimal karena tidak
adanya kompleksitas yang melibatkan hak,
pengukuran akuntansi, estimasi, dan pengungkapan.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


PENGUJIAN SUBSTANTIF SALDO KAS

Tes Substantif terhadap saldo kas terdiri atas:

1. Prosedur Awal
2. Prosedur Analitis
3. Pengujian Rincian Transaksi
4. Pengujian Rincian Saldo
5. Penyajian dan pengungkapan

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MENGHITUNG KAS
Untuk melakukan penghitungan kas dengan tepat, auditor
harus:
1. Mengontrol seluruh uang tunai dan surat berharga yang
dimiliki oleh klien sampai seluruh dana yang telah
dihitung.
2. Meminta custodian menghitung seluruh kas yang ada.
3. Memperoleh tanda terima yang ditandatangani oleh
custodian pada saat pengembalian dana ke klien.
4. Memastikan bahwa seluruh cek yang belum disetorkan
dibayarkan kepada seluruh klien secara langsung atau
melalui penguasaan (endorsement).

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


PENGUJIAN UNTUK MENDETEKSI LAPPING

Kondisi yang kondusif untuk lapping ada ketika


seseorang yang menangani penerimaan kas juga
bertanggung jawab terhadap buku besar piutang.

Auditor harus menilai sampel data dari lapping


dalam memperoleh pemahaman tentang pemisahan
tugas dalam penerimaan dan pencatatan koleksi dari
pelanggan.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


PENGUJIAN RINCIAN SALDO

Pengujian rincian saldo oleh auditor terdiri atas:

1. Konfirmasi Saldo Simpanan Bank dan Saldo


Pinjaman

1. Mengkonfirmasi Perjanjian dengan Bank

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MODUL 9

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MENYELESAIKAN PEKERJAAN LAPANGAN

Untuk menyelesaikan kerja lapangan, auditor harus


melakukan beberapa prosedur tertentu dengan tujuan
mendapatkan bukti audit tambahan, yaitu:

1. membuat tinjauan kejadian kemudian (subsequent


event);
2. melakukan notulen pertemuan;
3. mendapatkan bukti tentang litigasi, klaim, dan
penaksiran;
4. membuat surat representasi klien;
5. melakukan prosedur analitis.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


Mengevaluasi Penemuan Audit

 Auditor memiliki dua tujuan dalam mengevaluasi


penemuan audit yaitu:
(1) menentukan jenis opini apa yang akan
dikeluarkan
(2) menentukan apakah prinsip audit terpenuhi
dalam audit

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


Dalam mengevaluasi penemuan audit, auditor melakukan
langkah-langkah berikut:
1. Membuat penaksiran akhir atas materialitas dan risiko
audit.
2. Mengevaluasi kelangsungan usaha klien.
3. Membuat tinjauan laporan keuangan.
4. Merumuskan opini dan membuat konsep laporan audit
tentang laporan keuangan.
5. Merumuskan opini dan konsep laporan audit tentang
pengendalian internal atas pelaporan keuangan (untuk
perusahaan publik).
6. Membuat tinjauan akhir kertas kerja.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


MENGKOMUNIKASIKAN DENGAN KLIEN

Komunikasi kesimpulan audit kepada klien


melibatkan pihak-pihak seperti komite audit (atau
dewan komisaris) dan manajemen.

Komunikasi dengan komite audit meliputi masalah-


masalah sebagai berikut:
(1) masalah terkait pengendalian internal klien
(2) masalah terkait kode etik audit
(2) membuat surat manajemen

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


TANGGUNG JAWAB PASCA AUDIT
Tanggung jawab pasca audit meliputi pertimbangan tentang:

1. Kejadian kemudian antara tanggal dan penerbitan laporan


auditor;
Pemilihan Tanggal Laporan Auditor Independen menyatakan
bahwa auditor tidak bertanggung jawab terhadap untuk
menyelidiki atau untuk melakukan prosedur audit selama
periode tersebut untuk mengungkap kejadian kemudian yang
signifikan. Namun demikian, jika informasi tentang kejadian
tersebut sampai ke auditor, auditor harus mempertimbangkan
apakah harus diungkapkan atau membuat penyesuaian
laporan keuangan terhadap kejadian tersebut.

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA


2. Penemuan fakta-fakta yang ada;
Auditor tidak bertanggung jawab atas penemuan fakta-fakta pasca
audit yang terdapat (tetapi tidak diketahui) pada tanggal laporan
audit. Namun demikian, Penemuan Fakta-fakta yang Terjadi
Setelah Tanggal Laporan, menjelaskan bahwa jika auditor
menyadari fakta-fakta tersebut dan fakta-fakta tersebut dapat
mempengaruhi laporan yang diterbitkan, auditor diharuskan untuk
memastikan keandalan informasi tersebut. Jika penyelidikan
mengkonfirmasi keberadaan fakta tersebut dan auditor yakin
bahwa informasi tersebut merupakan informasi penting yang
mendasari atau mungkin mendasari laporan keuangan, auditor
harus mengambil langkah untuk mencegah pengandalan pada
laporan audit masa mendatang.
Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA
3. Penemuan prosedur yang diabaikan

Atas penemuan prosedur yang diabaikan, auditor harus


menaksir kepentingannya sesuai kemampuan auditor untuk
mendukung opini terhadap laporan keuangan.

Jika landasan opini yang kuat dapat diperoleh dan bukti


mendukung opini yang dinyatakan, maka auditor tidak lagi
memiliki tanggung jawab. Namun demikian, jika kinerja
prosedur yang diabaikan dapat mengungkapkan fakta yang
terjadi pada tanggal laporan dapat mengubah opininya,
auditor harus mengikuti prosedur pemberitahuan untuk
mencegah pengandalan kepada laporan tersebut. Jika auditor
tidak mampu melakukan prosedur yang diabaikan atau
prosedur alternatif, auditor harus berkonsultasi kepada
pengacara untuk menentukan tindakan yang tepat.
Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA
Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA
TERIMA KASIH
====================================================

Padlah Riyadi., MM., Ak., CA., Asean CPA