Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

PENYULUHAN DAN KONSELING BALITA DAN WANITA USIA SUBUR (WUS)


DI PUSKESMAS NUSA INDAH
TA. 2018/2019

A. LATAR BELAKANG
Balita adalah bayi yang berada pada rentang usia 0-5 tahun. Pada usia ini otak anak
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yang dikenal dengan istilah masa keemasan (the
golden ege), dan pada masa ini harus mendapatkan stimulasi secara menyeluruh baik kesehatan,
gizi, pengasuhan dan pendidikan. Istilah ini sudah sering di dengar dan di pahami oleh semua
orang tua, karena mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, tapi sedikit
yang memanfaatkan peluang ini, karena mereka merasa pertumbuhan anak adalah proses alami
yang akan terjadi dengan sendirinya tanpa dengan interpretesi orang tua atau siapapun.
Anak usia 1-5 tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanandari apa
yang disediakan ibunya. Dengan kondisi demikian, sebaiknya anak balita diperkenalkan dengan
berbagai bahan makanan. Laju pertumbuhan masa balita lebih besar dari masa usia prasekolah
sehingga diperlukan jumlah makanan yang relatif lebih besar. Namun, perut yang masih lebih
kecil menyebabkan jumlah makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil
daripada anak yang usianya lebih besar. Oleh karena itu, pola makan yang diberikan adalah porsi
kecil dengan frekuensi sering.
Kebutuhan gizi seseorang adalah jumlah yang diperkirakan cukup untuk memelihara
kesehatan pada umumnya.Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukanoleh usia, jenis kelamin,
aktivitas, berat badan, dan tinggi badan. Antara asupan zat gizi dan pengeluarannya harus ada
keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik. Status gizi balita dapat dipantau dengan
menimbang anak setiap bulan dan dicocokkan dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Zat gizi
makro yang dibutuhkan balita ialah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro
yang dibutuhkan balita ialah vitamin dan mineral.
Wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi
dengan baik antara umur 20-45 tahun. Pada wanita usia subur ini berlangsung lebih cepat dari
pada pria. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki
kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an persentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan
memasuki usia 40, kesempatan hamil berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita
hanya punya maksimal 10% kesempatan untuk hamil. Masalah kesuburan alat reproduksi
merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini harus
menjaga dan merawat personal hygiene yaitu pemeliharaan keadaan alat kelaminnya dengan
rajin membersihkannya.oleh karena itu WUS dianjurkan untuk merawat diri.
Usia subur adalah usia yang paling aman  dan paling memungkinkan untuk hamil. Zat gizi
makro yang dibutuhkan wanita usia subur ialah karbohidrat, protein, dan lemak. sedangkan zat
gizi mikro yang dibutuhkan wanita usia subur ialah vitamin dan mineral. Menurut penelitian
yang dilakukan oleh Royal College of Obstetrician Gynaecologist, wanita usia subur adalah
wanita dengan usia kisaran 20 hingga 35 tahun. Kehamilan pada usia 35 tahun ke atas berisiko
lebih besar mengalami komplikasi seperti preeklampsia, keguguran, dan cenderung untuk
melahirkan secara caesar. Namun, meski usia subur adalah masa terpenting dalam hidup dan
kesehatan wanita, nyatanya banyak yang justru mengalami masalah gizi di usia ini.
Bayi yang dapat lahir dengan normal terdapat ibu yang memiliki usia subur karena bayi itu
membutuhkan asupan gizi yang seimbang dari yang di konsumsi ibu nya. Sehingga ibu harus
menjaga asupan gizi yang di makan.
Untuk mengetahui tanda-tanda wanita subur antara lain :
1. Siklus
2. Alat pencatat kesuburan
3. Tes Darah
4. Pemeriksaan fisik
5. Track record

B. NAMA KEGIATAN
“Penyuluhan dan Konseling Kebutuhan Zat Gizi Balita Dan Wanita Usia Subur
(WUS).

C. TUJUAN UMUM
1. Menambah pengetahuan masyarakat tentang kebutuhan akan zat gizi makro pada
balita.
2. Menambah pengetahuan masyarakat tentang kebutuhan akan zat gizi mikro pada
balita.
3. Menambah pengetahuan masyarakat tentang kebutuhan akan zat gizi makro pada
wanita usia subur (WUS).
4. Menambah pengetahuan masyarakat tentang kebutuhan akan zat gizi mikro pada
wanita usia subur (WUS).

D. TUJUAN KHUSUS
Untuk menambah wawasan masyarakat tentang kebutuhan zat gizi makro dan mikro pada
balita dan wanita usia subur (WUS).

E. BENTUK KEGIATAN

Kegiatan penyuluhan ini merupakan teori dan praktek dalam bentuk kegiatan
dilapangan (outdoor).

F. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan :

Hari/Tanggal : Juma’t, 12 oktober 2018


Pukul : 08.00 s/d selesai
Tempat : Puskesmas Nusa Indah
G. KEPANITIAAN

Susunan panitia penyuluhan tentang balita dan wanita usia subur 2018 terlampir.

H. RANCANGAN ANGGARAN BIAYA(RAB)


Rincian Anggaran Biaya (RAB) penyuluham tentang balita dan wanita usia subur
terlampir.

I. PENUTUP

Demikian Proposal ini dibuat sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan


penyuluhan tentang balita dan wanita usia subur (WUS) Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Bengkulu. Semoga kegiatan ini dapat menjadi kontribusi positif bagi kita dan
semoga Allah SWT merestui langkah-langkah kita dalam mengabdikan diri untuk Bangsa
dan Negara.
HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL

Bengkulu, Oktober 2018

Penaggung Jawab Ketua Panitia

Emy Yuliantini, SKM.,MPH Agustri Putra


NIP:197502061998032001 NIM. P0 5130117 001

Mengetahui,
Ketua jurusan gizi

Kamsiah,SST.,M.Kes
NIP: 197408181997032002
Lampiran 1

Susunan Kepanitiaan penyuluhan dan konseling pada balita dan wanita usia subur (WUS)
Tahun 2018 jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Penasehat : Kamsiah,SST.,M.Kes
Penanggung jawab : Emy Yuliantini, SKM.,MPH
Wakil penanggung jawab: Ahmad Rizal,SKM.,MM
Ketua panitia : Agustri Putra
Wakil Ketua : Tri Zantika
Sekretaris 1 : Putri Balqis M.R
Sekretaris 2 : Navalin Ragil
Bendahara : Indah Diana

Media

Koordinator : Ega Purwita Sari

Anggota 1. Salsa Bela Aniya Utama


2. Aima Sugiarta
3. Dieyana Ismita
4. Dwi Ariska Cempaka Sari
5. Elgha Selviani
6. Intan Surya Ningsi
7. Krisdayanti Sipayung
8. Miranti Handayani
9. Nadila Putri Lestari
10. Nurmi Susanti
11. Tri Deni Widia Sari
12. Vebi Aprilia

Laporan :

Koordinator Deti Hanita

Anggota 1. Dhea Devianti

2. Endira Hanna W

3. M. Iqmal Zulkarnain

4. Rada Alodia

5. Vitria Jaya Lestari


Perlengkapan :

Koordinator : M.Iqmal Zulkarnain

1. Tri Zantika
2. Navalin Ragil Dian T
3. Agustri Putra S
4. Putri Balqis M.R
5. Riska Nursyafitri
6. Indah Diana

Dokumentasi :

1. Anggi Dwi Mardian


2. Fitri Meilani
3. Sarah Cesar A
4. Thesa Frovela

Konseling : BALITA dan WUS

1. Ade Irma Rezky S


2. Diah Anggraini
3. Cindi Putri Utami
4. Harvita Damara U
5. Shela Vionita
6. Rezatul Putri G.C
7. Zerly Oktarina
8. Shania Qotimah

Penyuluh : 1. Algha Syalika Tiara

2.Intan Widia Lestari


Lampiran 2

DANA DAN SUMBER DANA

Dengan rincian sebagai berikut :

Dana Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu

No Uraian Volume Harga Satuan Jumlah Uang


1 ATK
Pulpen 2 buah @2.000 Rp. 4.000
Buku Double Folio 2 Buah @17.000 Rp. 34.000
Tip X 2 Buah @5.000 Rp. 10.000
proposal 2 Buah @10.000 Rp. 20.000
2 KONSUMSI
Snack 150 buah @5.000 Rp. 750.000,-

3 PERLENGKAPAN
Spanduk 1 Buah @300.000 Rp.300.000
Brosur @100 buah @1.000 Rp. 100.000
Jumlah 1.218.000

Bengkulu, oktober 2018

Mengetahui ketua panitia

( Agustri putra )