Anda di halaman 1dari 20

LATAR BELAKANG

Penggunaan lahan saat ini dirasakan semakin penting karena laju pertumbuhan penduduk
yang tinggi membuat penggunaan lahan oleh manusia pada daerah yang luas dan tersebar benar-
benar sangat kompleks. Penggunaan lahan pada saat sekarang (present land use) merupakan
pertanda adanya dinamika dari eksploitasi oleh manusia (baik secara perorangan maupun
masyarakat) terhadap sekumpulan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhannya
(Ritohardoyo, 2009).

Kota dengan segala sarana dan fasilitasnya merupakan tempat bagi penduduk untuk
melakukan berbagai macam aktivitas. Bertambahnya jumlah penduduk baik itu disebabkan oleh
pertambahan alami maupun migrasi berimplikasi pada semakin besarnya tekanan penduduk atas
pemanfaatan lahan kota. Bentuk penggunaan lahan suatu perkotaan mencerminkan aktivitas
penduduk di wilayah tersebut. Bertambahnya jumlah penduduk baik itu disebabkan oleh
pertambahan alami maupun migrasi berimplikasi pada semakin besarnya tekanan penduduk atas
pemanfaatan lahan kota. Tuntutan akan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal atau kawasan
hunian serta untuk sarana menunjang fasilitas-fasilitas lain dan pendukungnya juga semakin
meningkat.

Meningkatnya kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan baik dalam keperluan
produksi pertanian, perkebunan, industri, jasa serta permukiman mendorong lahirnya pemikiran
tentang bagaimana mengambil keputusan pemanfaatan lahan yang paling menguntungkan dari
sumber daya yang terbatas. Dengan keadaan seperti ini perlu suatu perencanaan penggunaan
lahan dan penataan kembali penggunaan lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk
itu perlu dilakukan kesesuaian penggunaan lahan agar bentuk penggambaran tingkat kecocokan
sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu dapat berjalan dengan baik. Hal ini akan
menjadi persoalan bagi perencana, pengelola kota maupun penduduk itu sendiri apabila
penggunaannya tidak sesuai dengan pemanfaatan yang semestinya.
KAJIAN TEORI

Penggunaan Lahan Perkotaan Secara umum, pola penggunaan lahan perkotaan memiliki 3
ciri (Sadyohutomo, 2006:71), antara lain :

1. Pemanfaatannya dengan intensitas yang tinggi yang disebabkan oleh populasi penduduk
yang lebih tinggi dari kawasan pedesaan. Dengan demikian, dalam pasar investasi tingkat
permintaan akan lahan juga tinggi dan nilai guna lahan kawasan perkotaan cenderung
lebih tinggi pula.
2. Adanya keterkaitan yang erat antar unit-unit penggunaan tanah.
3. Ukuran unit-unit penggunaan lahan didominasi luasan yang relatif kecil. Hal ini sangat
berbeda dengan kawasan pedesaan yang memungkinkan sebentang lahan yang luas
memiliki satu fungsi yang sama sehingga cocok untuk kegiatan budi daya agraria.

Secara umum, klasifikasi penggunaan tanah pada kawasan perkotaan dapat dibagi menjadi 7
jenis (Sadyohutomo, 2006: 72) , antara lain :

1. Perumahan, berupa kelompok rumah sebagai tempat tinggal lengkap dengan prasarana
dan sarana lingkungan.
2. Perdagangan, berupa tempat transaksi barang da jasa yang secara fisik berupa bangunan
pasar, toko, pergudangan dan lain sebagainya.
3. Industri, adalah kawasan untuk kegiatan proses pengolahan bahan-bahan baku menjadi
barang setangah jadi atau barang jadi.
4. Jasa, berupa kegiatan pelayanan perkantoran pemerintah, semi komersial, kesehatan,
sosial, budaya dan pendidikan.
5. Taman, adalah kawasan yang berfungsi sebagai ruang terbuka publik, hutan kota dan
taman kota.
6. Perairan, adalah areal genangan atau aliran air permanen atau musiman yang terjadi
secara buatan dan alami.
7. Lahan kosong, berupa lahan yang tidak dimanfaatkan
Selaras dengan perkembangan kota dan aktivitas penduduknya maka lahan di kota
terpetak-petak sesuai dengan peruntukkannya. Jayadinata (1992: 101) mengemukakan bahwa
tata guna tanah perkotaan menunjukan pembagian dalam ruang dan peran kota.

Klasifikasi penggunaan lahan dikota terbagi atas beberapa, yaitu;

(a) Lahan kawasan lindung


(b) Lahan konstruksi
(c) Lahan industry manufaktur
(d) Lahan transportasi
(e) Lahan komunikasi
(f) Lahan utilitas umum
(g) Lahan perdagangan grosir
(h) Lahan perdagangan eceran
(i) Lahan perumahan mewah
(j) Lahan asuransi
(k) Lahan keuangan
(l) Lahan jasa pelayanan
(m)Lahan pemerintahan
(n) Lahan pendidikan

Penggunaan lahan menurut Galion dan simon (1994), dikatakan bahwa penggunaan lahan
perkotaan diklasifikasikan sebagai berikut: (a) lahan perumahan (b) ahan ruang terbuka hijau (c)
lahan perdagangan dan jasa (d) lahan industry (e) lahan fasilitas umum dan fasilitas social.

Penggunaan Lahan menurut Sandy (1977:24), dikatakan bahwa penggunaan lahan


perkotaan diklasifikasikan sebagai berikut; (a) lahan permukiman, meliputi perumahan termasuk
pekarangan dan lapangan olah raga; (b) lahan jasa, meliputi perkantoran pemerintah dan swasta,
sekolahan, puskesmas dan tempat ibadah; (c) lahan perusahaan, meliputi pasar, toko,kios dan
tempat hiburan; dan (d) lahan industri, meliputi pabrik dan percetakan.
Penggunaan Lahan menurut Sutanto (1977: 42), penggunaan lahan diklasifikasikan
menjadi; (a) lahan permukiman; (b) lahan perdagangan; (c) lahan pertanian; (d) lahan indsutri;
(e) lahan jasa; (f) lahan rekreasi; (g) lahan ibadah dan (h) lahan lainnya.

Biro Pusat Statistik (BPS) membuat klasifikasi penggunaan lahan dengan tujuan untuk
mengetahui produktivitas lahan (pertanian) sebagai berikut; (a) lahan pertanian yang terdiri dari
irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana PU, irigasi no-PU, tadah hujan,
tegal/kebun, kolam/empang, lahan tanaman kayu, hutan; dan (b) lahan non pertania n, terdiri dari
bangunan dan pekarangan, tanah kering, lain-lain.
METODE

Metode penelitian adalah rangkaian dari cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan
didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang
dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu. Rancangan ini menjelaskan
prosedur atau langkah-langkah yang harus dijalani, waktu penelitian, kondisi data dikumpulkan,
sumber data serta dengan cara apa data tersebut dibuat dan diolah. Tujuan dari rancangan ini
adalah menggunakan metode penelitian yang baik dan tepat, dirancang kegiatan yang bisa
memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. 

Dalam makalah ini kami menggunakan metode penelitian deskriptif dan metode penelitian
survei.

Metode penelitian deskriptif ialah sebuah metode penelitian yang bertujuan untuk
menjelaskan fenomena-fenomena yang ada, dan yang sedang berlangsung saat ini. Penelitian
deskriptif, dapat menjelaskan sesuatu kondisi saja, namun dapat juga menjelaskan keadaan da
dalam langkah-langkah perkembangannya. Nah disini kami akan menjelaskan kondisi
penggunaan lahan yang terdapat dikecamatan pekanbaru kota.

Metode penelitian survei ialah metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi
dalam bentuk opini dari sejumlah orang terhadap isu dan topik tertentu, Tujuan dari survei
adalah untuk mengetahui gambaran umum dari populasi. Nah disini kami telah mensurvei
klasifikasi penggunaan lahan dikecamatan pekanbaru kota dengan langsung kelapangan dan
memfoto penggunaan lahan dikecamatan pekanbaru kota.
GAMBARAN UMUM

LETAK DAN GEOGRAFIS


Kecamatan Pekanbaru Kota merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota Pekanbaru,
yang terletak di antara 0051-0053’ Lintang Utara dan 120044’-101045’ Bujur Timur. Luas
wilayah Kecamatan Pekanbaru Kota adalah 2,26 km2 dengan luas masing-masing kelurahan
sebagai berikut:
a. Kelurahan Simpang Empat : 0,66 km2
b. Kelurahan Sumahilang : 0,51 km2
c. Kelurahan Tanah Datar : 0,29 km2
d. Kelurahan Kota Baru : 0,24 km2
e. Kelurahan Sukaramai : 0,25 km2
f. Kelurahan Kota Tinggi : 0,31 km2

Batas-batas wilayah Kecamatan Pekanbaru Kota adalah:


Sebelah Timur : berbatasan dengan Kecamatan Lima Puluh
Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan Sukajadi
Sebelah Utara : berbatasan dengan Kecamatan Senapelan
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Sail

LUAS WILAYAH MENURUT JENIS PENGGUNAAN TANAH DI


KECAMATAN PEKANBARU KOTA

JENIS PENGGUNAAN TANAH


KELURAHAN TANAH TANAH BANGUNAN ATAU
SAWAH KERING PEKARANGAN
SIMPANG EMPAT 0 5.00 61.00
SUMAHILANG 0 6.75 44.25
TANAH DATAR 0 3.00 26.00
KOTA BARU 0 1.20 22.80
SUKARAMAI 0 2.00 23.00
KOTA TINGGI 0 2.25 28.75
JUMLAH 0 20.20 205.80

PEMERINTAHAN
Kecamatan Pekanbaru Kota terdiri dari 6 kelurahan yaitu Kelurahan Simpang Empat,
Kelurahan Sumahilang, Kelurahan Tanah Datar, Kelurahan Kota Baru, Kelurahan Sukaramai
dan Kelurahan Kota Tinggi dan memiliki 40 RW serta 125 RT. Pada tahun 2013 terdapat 5.856
kepala keluarga.

KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Kecamatan Pekanbaru Kota mencapai 28.914 jiwa pada tahun 2013.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0.06 persen dari tahun 2012. Kepadatan penduduknya
mencapai 12.794 jiwa/km2, dengan kelurahan terpadat adalah Kelurahan Tanah Datar sebesar
22.686 jiwa/km2.

LUAS, JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATAN PENDUDUK


DI KECAMATAN PEKANBARU KOTA

JUMLAH KEPADATAN
KELURAHAN LUAS (KM2) PENDUDUK (JIWA/KM²)
SIMPANG EMPAT 0,66 1.880 2.848
SUMAHILANG 0,51 5.899 11.567
TANAH DATAR 0,29 6.579 22.686
KOTA BARU 0,24 5.223 21.763
SUKARAMAI 0,25 5.386 21.544
KOTA TINGGI 0,31 3.947 12.732
JUMLAH 2,26 28.914 12.794

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN


DI KECAMATAN PEKANBARU KOTA

KELURAHAN JENIS KELAMIN JUMLAH


LAKI-LAKI PEREMPUAN
SIMPANG EMPAT 824 1.056 1.880
SUMAHILANG 3.050 2.849 5.899
TANAH DATAR 3.193 3.386 6.579
KOTA BARU 2.526 2.697 5.223
SUKARAMAI 2.781 2.605 5.386
KOTA TINGGI 2.055 1.892 3.947
JUMLAH 14.429 14.485 28.914

JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH KEPALA KELUARGA DAN RATARATA


JIWA PER KEPALA KELUARGA
DI KECAMATAN PEKANBARU KOTA

KELURAHAN JUMLAH JUMLAH KEPALA RATA-RATA


PENDUDUK KELUARGA JIWA/KK
SIMPANG EMPAT 1.880 507 4
SUMAHILANG 5.899 1.297 5
TANAH DATAR 6.579 1.377 5
KOTA BARU 5.223 891 6
SUKARAMAI 5.386 1.067 5
KOTA TINGGI 3.947 717 6
JUMLAH 28.914 5.856 5

PEMBAHASAN

Lahan kawasan lindung


Lahan rekreasi

Penggunaan lahan kawasan lindung dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan


diponegoro. Kawasan lindung ini di namakan dengan Taman Kota pekanbaru. Taman ini
merupakan taman yang dilindungi oleh pemerintah kota pekanbaru. Selain sebagai taman kota
juga berfungsi sebagai taman rekreasi oleh masyarakat pekanbaru.
Penggunaan lahan kawasan rekreasi dikecamatan pekanbaru kota terletak dijalan
sumatera. Kawasan rekreasi ini di namakan dengan kacamayang. Berfungsi sebagai tempat
rekreasi dan tempat berlibur.

LAHAN PEMERINTAHAN

DPRD RIAU

1. DPRD Riau

Penggunaan lahan pemerintahan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman.


Salah satu contohnya yaitu kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau, Berfungsi sebagai
tempat wakil-wakil rakyat bekerja menampung aspirasi masyarakat riau.

Kanwil Departemen Agama


2. Kantor wilayah Departemen Agama

Penggunaan lahan pemerintahan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman.


Contoh selanjutnya yaitu kantor wilayah departemen agama riau, Berfungsi sebagai tempat
perumusan dan penetapan visi, misi, dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan
bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat di provinsi.

Polda Riau

3. POLDA RIAU
Penggunaan lahan pemerintahan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman.
Contoh selanjutnya yaitu kantor polisi daerah riau, Berfungsi sebagai tempat melayani dan
menyelesaikan masyarakat riau dalam masalah kejahatan,kekerasan,kriminalitas dan sebagainya.

Kejaksaan Tinggi Riau

4. Kejaksaan Tinggi Riau

Penggunaan lahan pemerintahan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman.


Contoh selanjutnya yaitu kantor kejaksaan tinggi riau , Berfungsi sebagai tempat kekuasaan
Negara khususnya di bidang penuntutan, dimana semuanya merupakan satu kesatuan yang
utuh yang tidak dapat dipisahkan.

LAHAN KEUANGAN
1. Bank Riau Kepri

Penggunaan lahan keuangan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman. Salah
satu contohnya yaitu bank riau kepri, Berfungsi sebagai tempat melakukan transaksi keuangan,
atau pun tempat untuk menyimpan uang utk masyarakat pekanbaru.

Bank mandiri

2. Bank mandiri
Penggunaan lahan keuangan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman. Contoh
selanjutnya yaitu bank riau mandiri, Berfungsi sebagai tempat melakukan transaksi keuangan,
atau pun tempat untuk menyimpan uang utk masyarakat pekanbaru.

Bank BCA

3. Bank BCA

Penggunaan lahan keuangan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman. contoh
selanjutnya yaitu bank BCA, Berfungsi sebagai tempat melakukan transaksi keuangan, atau pun
tempat untuk menyimpan uang utk masyarakat pekanbaru.

LAHAN PERDAGANGAN
Ramayana

Mall Pekanbaru

Penggunaan lahan Perdagangan di kecamatan Pekanbaru Kota terletak disepanjang


jalan Sudirman juga.

1. Ramayana

Penggunaan lahan perdagangan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan Sudirman.


Salah satu contohnya yaitu pasar, pasar ini bernama pasar Ramayana. Berfungsi sebagai tempat
jual beli pakaian, perlengkapan rumah tangga bagi masyarakat pekanbaru Pasar ini merupakan
pusat dari pasar yang ada dipekanbaru.
2. Mall Pekanbaru

Penggunaan lahan perdagangan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman.


Contoh selanjutnya yaitu mall, mall ini bernama mall pekanbaru. Berfungsi sebagai tempat
penjualan barang elektronik. Mall ini merupakan pusat barang elektronik yang ada dipekanbaru.

LAHAN ASURANSI

Penggunaan lahan asuransi dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan sudirman. Salah
satu contohnya yaitu asuransi Jasa Raharja. Berfungsi sebagai tempat melayani dalam hal
asuransi umum untuk orang yang mengalami kecelakaan.

LAHAN JASA PELAYANAN


Penggunaan lahan jasa pelayanan dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan Hangtuah.
Salah satu contohnya yaitu Rumah Sakit, rumah sakit umum ini bernama Rumah Sakit Umum
Daerah Arifin Ahmad. Berfungsi sebagai tempat pengobatan masyarakat Riau yang mengalami
kesakitan.

LAHAN UTILITAS UMUM

Lahan utilitas umum dikecamatan pekanbaru kota terletak di jalan hangtuah. Salah satu
contoh Utilitas umum adalah mesjid raya. Mesjid ini bernama Mesjid Raya Agung An-Nur.
Mesjid ini berfungsi sebagai tempat untuk ibadah umat muslim. Selain berfungi sebagai tempat
untuk ibadah halaman mesjid ini juga berfngsi sebagai tempat untuk berolahraga.

LAHAN PERMUKIMAN/PERUMAHAN

Penggunaan Lahan Permukiman atau Perumahan di Kecamatan Pekanbaru Kota terletak


di jalan Diponegoro dan di jalan Pangeran Hidayat. Berfungsi sebagai tempat tinggal atau pun
hunian ataupun tempat berlindung dari hujan dan panas bagi penduduk di kecamatan Pekanbaru
Kota.

KESIMPULAN
Penggunaan lahan pada saat sekarang (present land use) merupakan pertanda adanya
dinamika dari eksploitasi oleh manusia (baik secara perorangan maupun masyarakat) terhadap
sekumpulan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhannya (Ritohardoyo, 2009). segala
sarana dan fasilitasnya merupakan tempat bagi penduduk untuk melakukan berbagai macam
aktivitas. Tuntutan akan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal atau kawasan hunian serta untuk
sarana menunjang fasilitas-fasilitas lain dan pendukungnya juga semakin meningkat. Dengan
keadaan seperti ini perlu suatu perencanaan penggunaan lahan dan penataan kembali penggunaan
lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Rencana struktur peruntukan lahan dalam pengembangan Kawasan Pekanbaru Kota tidak
terlepas dari arahan pengembangan kota, baik RTRW Kota Pekanbaru maupun RDTR Kota
Pekanbaru. Sehingga secara keseluruhan membentuk struktur yang sesuai dengan yang
direncanakan. Kawasan kecamatan Pekanbaru Kota merupakan kawasan Jasa Pelayanan,
Perdagangan, Pemukiman atau Perumahan, Pemerintahan, Utilitas Umum, Asuransi, Kawasan
Lindung, Keuangan, dan Perdagangan

TATA GUNA LAHAN


DEZA JULIANTIKA
IBNU MUCHLIS
M. RENDI MAULANA
RINI SALMAN
RIZKI SUWANDI
3B
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU