Anda di halaman 1dari 224

Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BAB 7 BAB VII – PERATURAN


ZONASI
Peraturan zonasi merupakan ketentuan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari RDTR. Peraturan zonasi berfungsi sebagai :

a) Perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang;

b) Acuan dalam pemberian izin pemanfaatan ruang, termasuk di dalamnya


air right development dan pemanfaatan ruang di bawah tanah;

c) Acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif;

d) Acuan dalam pengenaan sanksi, dan;

e) Rujukan teknis dalam pengembangan atau pemanfaatan lahan dan


penetapan lokasi investasi.

Peraturan zonasi bermanfaat untuk :

a) Menjamin dan menjaga kualitas ruang BWP minimal yang ditetapkan;

b)Menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan


penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zona, dan;

c) Meminimalkan gangguan atau dampak negatif terhadap zona.

Di dalam Peraturan Zonasi terdapat materi wajib dan materi pilihan. Materi
wajib adalah materi yang harus dimuat dalam peraturan zonasi. Materi wajib yang
meliputi ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan, ketentuan intensitas
pemanfaatan ruang, ketentuan tata bangunan, ketentuan prasarana dan sarana
minimal, ketentuan pelaksanaan. Sedangkan materi pilihan adalah materi yang
perlu dimuat sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Materi pilihan
terdiri atas ketentuan tambahan, ketentuan khusus, standar teknis, dan ketentuan
pengaturan zonasi.

LAPORAN AKHIR 1
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1. Aturan Dasar

Peraturan zonasi merupakan ketentuan yang mengatur pemanfaatan ruang


dan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan sesuai
dengan rencana rinci tata ruang. Peraturan zonasi berisi ketentuan yang harus,
boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang dapat
terdiri atas ketentuan tentang amplop ruang (koefisien dasar ruang hijau, koefisien
dasar bangunan, koefisien lantai bangunan, dan garis sempadan bangunan),
penyediaan sarana dan prasarana, serta ketentuan lain yang dibutuhkan untuk
mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Ketentuan
lain yang dibutuhkan antara lain adalah ketentuan pemanfaatan ruang yang terkait
dengan keselamatan penerbangan, pembangunan pemancar alat komunikasi, dan
pembangunan jaringan listrik tegangan tinggi.

Dalam hal rencana tata ruang wilayah Kota Pekanbaru memerlukan rencana
detail tata ruang, maka disusun rencana detail tata ruang yang dilengkapi dengan
peraturan zonasi sebagai salah satu dasar dalam pengendalian penataan ruang dan
sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan bagi
zona-zona yang pada rencana detail tata ruang ditentukan sebagai zona yang
penanganannya diprioritaskan.
Dalam hal rencana tata ruang wilayah Kota Pekanbaru tidak memerlukan
rencana rinci tata ruang, Peraturan Zonasi Kota Pekanbaru disusun untuk kawasan
perkotaan baik yang sudah ada maupun yang direncanakan pada wilayah Kota
Pekanbaru.

RDTR Kecamatan Payung Sekaki disusun bersama-sama dengan Peraturan


Zonasi, dimana akan dihasilkan RDTR yang dilengkapi dengan Peraturan Zonasi
untuk wilayah perencanaan tersebut sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Peraturan zonasi berfungsi sebagai :

a. Kelengkapan rencana detail tata ruang;


b. Perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang;
c. Rujukan teknis dalam pengembangan/pemanfaatan lahan dan
penetapan lokasi investasi oleh pemerintah, swasta dan masyarakat;
d. Acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif;

LAPORAN AKHIR 2
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

e. Acuan dalam pemberian izin pemanfaatan ruang; serta


f. Acuan dalam pengenaan sanksi.

Peraturan zonasi bermanfaat dalam:

a. Menjamin dan menjaga kualitas lokal minimum yang ditetapkan;


b. Menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan
kegunaan/ penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik
zona, serta
c. Meminimalkan gangguan/dampak negative terhadap zona.

7.1.1. Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan


Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan adalah ketentuan yang berisi
kegiatan dan penggunaan lahan yang diperbolehkan, kegiatan dan penggunaan
lahan yang bersyarat secara terbatas, kegiatan dan penggunaan lahan yang
bersyarat tertentu, dan kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak diperbolehkan
pada zona lindung maupun zona budi daya. Ketentuan kegiatan dan penggunaan
lahan dirumuskan berdasarkan ketentuan maupun standar yang terkait dengan
pemanfaatan ruang, ketentuan dalam peraturan bangunan setempat, dan ketentuan
khusus bagi unsur bangunan atau komponen yang dikembangkan.

LAPORAN AKHIR 3
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.1 Ketentuan Teknis Zonasi

KLASIFIKASI KATEGORI DESKRIPSI


Kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi I memiliki
sifat sesuai dengan peruntukan ruang yang direncanakan. Pemerintah
Pemanfaatan
I kabupaten/kota tidak dapat melakukan peninjauan atau pembahasan atau
diperbolehkan/diizinkan
tindakan lain terhadap kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk
dalam klasifikasi I.
Pemanfaatan bersyarat secara terbatas bermakna bahwa kegiatan dan
penggunaan lahan dibatasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1) pembatasan pengoperasian, baik dalam bentuk pembatasan waktu
beroperasinya suatu kegiatan di dalam subzona maupun pembatasan jangka
waktu pemanfaatan lahan untuk kegiatan tertentu yang diusulkan;
Pemanfaatan bersyarat 2) pembatasan luas, baik dalam bentuk pembatasan luas maksimum suatu
T
secara terbatas kegiatan di dalam subzona maupun di dalam persil, dengan tujuan untuk
tidak mengurangi dominansi pemanfaatan ruang di sekitarnya; dan
3) pembatasan jumlah pemanfaatan, jika pemanfaatan yang diusulkan telah
ada mampu melayani kebutuhan, dan belum memerlukan tambahan, maka
pemanfaatan tersebut tidak boleh diizinkan atau diizinkan terbatas dengan
pertimbangan pertimbangan khusus.
B Pemanfaatan bersyarat Pemanfaatan bersyarat tertentu bermakna bahwa untuk mendapatkan izin
tertentu atas suatu kegiatan atau penggunaan lahan diperlukan persyaratan-
persyaratan tertentu yang dapat berupa persyaratan umum dan persyaratan
khusus, dapat dipenuhi dalam bentuk inovasi atau rekayasa teknologi.
Persyaratan dimaksud diperlukan mengingat pemanfaatan ruang tersebut
memiliki dampak yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Contoh persyaratan

LAPORAN AKHIR 4
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI KATEGORI DESKRIPSI


umum antara lain:
1) dokumen AMDAL;
2) dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL);
3) dokumen Analisis Dampak Lalu-lintas (ANDALIN); dan
4) pengenaan disinsentif misalnya biaya dampak pembangunan (development
impact fee).
Kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi X memiliki
sifat tidak sesuai dengan peruntukan lahan yang direncanakan dan dapat
Pemanfaatan yang tidak
x/- menimbulkan dampak yang cukup besar bagi lingkungan di sekitarnya.
diperbolehkan
Kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi X tidak
boleh diizinkan pada zona yang bersangkutan.
Keterangan :
T  Tipologinya dapat berupa:
T1 = Dibatasi jumlahnya maks ..... kegiatan
T2 = Dibatasi jam beroperasinya (misalnya maksimum beroperasi jam 9 malam, tidak boleh 24 jam dsb)
T3 = Dibatasi luasannya (dalam 1 kapling).
T4 = Terbatas untuk skala pelayanan tertentu (misalnya terbatas untuk kegiatan skala blok, kelurahan dsb)
T5 = Terbatas pada luasan kapling tertentu (misalnya untuk kapling minimal 200 m²)

B  Tipologinya dapat berupa:


B1 = Wajib Amdal
B2 = Wajib RKL, RPL
B3 = Wajib Analisis Dampak Lalu Lintas
B5 = Wajib menyediakan parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 5
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

B6 = Wajib menyediakan pengelolaan limbah dalam kapling


B7 = Wajib menyediaan prasarana/infrastruktur lainnya

Untuk lebih detailnya mengenai matriks ITBX yang berlaku pada seluruh blok di Kecamatan Payung Sekaki dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel 7.2 Ketentuan Kegiatan dan Pemanfaatan Ruang Zonasi pada Zona Lindung

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

Perumahan                    
1 Rumah Tunggal X X X X X X X X X X
2 Rumah Kopel X X X X X X X X X X
3 Rumah Deret X X X X X X X X X X
4 Rumah Susun X X X X X X X X X X
5 Rumah Petak X X X X X X X X X X
6 Rumah Dinas Negeri X X X X X X X X X X
7 Rumah Dinas Swasta X X X X X X X X X X
8 Rumah Jabatan X X X X X X X X X X
9 Rumah sewa/kost X X X X X X X X X X
10 Asrama X X X X X X X X X X
11 Mess karyawan X X X X X X X X X X
12 Apartemen X X X X X X X X X X
13 Kondominium X X X X X X X X X X
14 Panti jompo X X X X X X X X X X
15 Panti asuhan dan yatim piatu X X X X X X X X X X
16 Rumah Singgah X X X X X X X X X X
17 Maisonet X X X X X X X X X X
18 Paviliun X X X X X X X X X X
19 Town House X X X X X X X X X X
20 Perumahan Cluster X X X X X X X X X X
21 Rumah Adat X X X X X X X X X X
22 Rumah Panggung X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 6
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

                       
Perdagangan                    
1 Pusat Perbelanjaan X X X X X X X X X X
2 Mall X X X X X X X X X X
3 Plaza X X X X X X X X X X
4 Departemen Store X X X X X X X X X X
5 Supermarket X X X X X X X X X X
6 Mini Market X X X X X X X X X X
7 Toserba X X X X X X X X X X
8 Showroom X X X X X X X X X X
9 Perkulakan/Grosir X X X X X X X X X X
10 Pasar Tradisional X X X X X X X X X X
11 Pertokoan X X X X X X X X X X
12 Toko X X X X X X X X X X
13 Rumah Toko X X X X X X X X X X
14 Kios X X X X X X X X X T
15 Kedai X X X X X X X X X X
16 Warung X X X X X X X X X X
17 Restoran X X X X X X X X X X
18 Rumah Makan X X X X X X X X X X
19 Café X X X X X X X X X X
20 Kedai Kopi X X X X X X X X X X
21 Pusat Jajan X X X X X X X X X X
22 Jasa Boga X X X X X X X X X X
23 Bakery X X X X X X X X X X
24 Hotel X X X X X X X X X X
25 Losmen X X X X X X X X X X
26 Wisma X X X X X X X X X X
27 Guest House X X X X X X X X X X
28 Cottage X X X X X X X X X X
29 Home Stay X X X X X X X X X X
30 Villa X X X X X X X X X X
31 Bioskop X X X X X X X X X X
32 Karaoke X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 7
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

33 Klab Malam X X X X X X X X X X
34 Bar X X X X X X X X X X
35 Diskotik X X X X X X X X X X
36 Bilyar X X X X X X X X X X
37 Bowling X X X X X X X X X X
38 Permainan Ketangkasan X X X X X X X X X X
39 Game Center X X X X X X X X X X
40 Kolam Renang X X X X X X X X X X
41 Kolam Pancing X X X X X X X X X X
42 Teater Terbuka X X X X X X X X X X
43 Bank X X X X X X X X X X
44 Koperasi X X X X X X X X X X
45 Money Changer X X X X X X X X X X
46 Warung Internet X X X X X X X X X X
47 Warung Telekomunikasi X X X X X X X X X X
48 Kantor Pos X X X X X X X X X X
49 Biro Travel X X X X X X X X X X
50 Salon / Pangkas Rambut X X X X X X X X X X
51 Pijat X X X X X X X X X X
52 Mandi Uap/ Sauna dan Spa X X X X X X X X X X
53 Pusat Kebugaran / Fitnes X X X X X X X X X X
54 Pengobatan Alternatif X X X X X X X X X X
55 Bengkel Alat Berat X X X X X X X X X X
56 Bengkel Karoseri X X X X X X X X X X
57 Bengkel Mobil X X X X X X X X X X
58 Salon Mobil X X X X X X X X X X
59 Cucian Mobil X X X X X X X X X X
60 Bengkel Cat Kendaraan X X X X X X X X X X
61 Bengkel Sepeda Motor X X X X X X X X X X
62 Cucian Sepeda Motor X X X X X X X X X X
63 Bengkel Kendaraan Tidak Bermotor X X X X X X X X X X
64 Bengkel Las X X X X X X X X X X
65 Bengkel Elektronik X X X X X X X X X X
66 Bengkel Meubel/ Furniture X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 8
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

67 Bimbingan Belajar X X X X X X X X X X
68 Kursus Mengemudi X X X X X X X X X X
69 Rumah Duka X X X X X X X X X X
70 Krematorium X X X X X X X X X X
71 Rumah Abu X X X X X X X X X X
72 Penitipan Anak X X X X X X X X X X
73 Penitipan Hewan X X X X X X X X X X
74 Penitipan Barang X X X X X X X X X X
75 Air Minum Isi Ulang X X X X X X X X X X
76 SPBU X X X X X X X X X X
77 SPBE X X X X X X X X X X
78 SPBG X X X X X X X X X X
79 Jasa Pemasaran Property X X X X X X X X X X
80 Jasa Hukum X X X X X X X X X X
81 Jasa Bangunan/Arsitek X X X X X X X X X X
82 Jasa Riset dan Pengembangan IPTEK X X X X X X X X X X
83 Jasa Bunga Ucapan Selamat X X X X X X X X X X
84 Jasa Tukang Jahit X X X X X X X X X X
85 Laundry X X X X X X X X X X
86 Studio Foto X X X X X X X X X X
87 Foto Copy/ Percetakan X X X X X X X X X X
88 Penyewaan Alat Berat X X X X X X X X X X
89 Reklame/ Spanduk/ Bilboard X X X X X X X X X X
90 Kondotel (Kondominium Hotel) X X X X X X X X X X
91 Rumah Kantor / Soho X X X X X X X X X X
92 Superblok/Multifungsi X X X X X X X X X X
                       
Perkantoran                    
1 Kantor Perwakilan Negara Asing X X X X X X X X X X
2 Kantor Pemerintah Pusat/Instansi Vertikal X X X X X X X X X X
3 Kantor Pemerintah Propinsi X X X X X X X X X X
4 Kantor Pemerintah Kota X X X X X X X X X X
5 Kantor Kecamatan X X X X X X X X X X
6 Kantor Kelurahan X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 9
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

7 Kantor Kodam X X X X X X X X X X
8 Kantor Kodim X X X X X X X X X X
9 Kantor Koramil X X X X X X X X X X
10 Kantor Korem X X X X X X X X X X
11 Kantor Polda X X X X X X X X X X
12 Kantor Polwil X X X X X X X X X X
13 Kantor Polres/Polresta X X X X X X X X X X
14 Kantor Polsek/Polsekta X X X X X X X X X X
15 Pos Polisi X X T X X X X X X X
16 Pos Pemadam Kebakaran X X T X X X X X X X
17 Kantor Pos Induk X X X X X X X X X X
18 Kantor Pos Cabang X X X X X X X X X X
19 Kantor PLN Regional X X X X X X X X X X
20 Kantor PLN Cabang X X X X X X X X X X
21 Kantor Telkom X X X X X X X X X X
22 Kantor Bank Indonesia X X X X X X X X X X
23 Kantor PDAM X X X X X X X X X X
24 Kantor Perbankan X X X X X X X X X X
25 Kantor Dagang / Bisnis X X X X X X X X X X
26 Kantor Telekomunikasi Seluler X X X X X X X X X X
27 Kantor Partai Politik dan Organisasi Massa X X X X X X X X X X
28 Kantor Asosiasi Profesi X X X X X X X X X X
                       
Sarana Pelayanan Umum                    
1 Pra Sekolah/PAUD X X X X X X X X X X
2 TK X X X X X X X X X X
3 SD/MI X X X X X X X X X X
4 SLTP/MTS X X X X X X X X X X
5 SMU/MA/SMK X X X X X X X X X X
6 Sekolah Terpadu X X X X X X X X X X
7 Pesantren X X X X X X X X X X
8 Akademi X X X X X X X X X X
9 SekolahTinggi X X X X X X X X X X
10 Instistut X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 10
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

11 Universitas X X X X X X X X X X
12 Tempat Kursus/ Pelatihan / Bimbingan Belajar X X X X X X X X X X
13 Pendidikan Non Formal X X X X X X X X X X
14 Perpustakaan X X X X X X X X X X
15 Pusat Penelitian dan Riset X X X X X X X X X X
16 Rumah Sakit Tipe A X X X X X X X X X X
17 Rumah Sakit Tipe B X X X X X X X X X X
18 Rumah Sakit Tipe C X X X X X X X X X X
19 Rumah Sakit Tipe D X X X X X X X X X X
20 Rumah Sakit Gawat Darurat X X X X X X X X X X
21 Rumah Sakit Bersalin X X X X X X X X X X
22 Laboratorium Kesehatan X X X X X X X X X X
23 Puskesmas X X X X X X X X X X
24 PuskesmasPembantu X X X X X X X X X X
25 BalaiPengobatan X X X X X X X X X X
26 PengobatanTradisional X X X X X X X X X X
27 PosKesehatan X X T X X X X X X X
28 Posyandu X X X X X X X X X X
29 PraktekDokterUmum X X X X X X X X X X
30 PraktekDokterSpesialis X X X X X X X X X X
31 PraktekBidan X X X X X X X X X X
32 Klinik/ Polikinik X X X X X X X X X X
33 Klinik dan atau Rumah Sakit Hewan X X X X X X X X X X
34 Apotek X X X X X X X X X X
35 TokoObat X X X X X X X X X X
36 Optik X X X X X X X X X X
37 Islamic Center X X X X X X X X X X
38 Masjid X X X X X X X X X X
39 Langgar/ musholla X X X X X X X X X X
40 Gereja X X X X X X X X X X
41 Pura X X X X X X X X X X
42 Vihara X X X X X X X X X X
43 Klenteng X X X X X X X X X X
44 Stadion X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 11
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

45 GedungOlahraga X X X X X X X X X X
46 LapanganOlahraga X X X X X X X X X X
47 Lapangan Futsal X X X X X X X X X X
48 LapanganBulutangkis X X X X X X X X X X
49 LapanganTenis X X X X X X X X X X
50 Lapangan Golf X X X X X X X X X X
51 Arena Ketangkasan X X X X X X X X X X
52 GelanggangRemaja / Seni X X X X X X X X X X
53 SanggarSeni X X X X X X X X X X
54 Gedungpertemuanlingkungan X X X X X X X X X X
55 BalaiPertemuan X X X X X X X X X X
56 GedungPertemuan Kota X X X X X X X X X X
57 Gedung Expo/ Pameran X X X X X X X X X X
58 GedungSerbaGuna X X X X X X X X X X
59 PusatInformasilingkungan X X X X X X X X X X
60 LembagaSosial/organisasikemasyarakatan X X X X X X X X X X
61 GedungKesenian X X X X X X X X X X
62 GedungTeater X X X X X X X X X X
63 Museum X X X X X X X X X X
64 Studio Keterampilan X X X X X X X X X X
65 PusatRehabilitasi X X X X X X X X X X
66 Terminal Tipe A X X X X X X X X X X
67 Terminal Tipe B X X X X X X X X X X
68 Terminal Tipe C X X X X X X X X X X
69 StasiunKeretaApi X X X X X X X X X X
70 Area Parkir Sepeda X X I T T T X X X T
71 Area Parkir KendaraanBermotorRoda 2 X X I T T T X X X T
72 Area Parkir Kendaraan Bermotor Roda 4 X X I T T T X X X T
73 Area Parkir Kendaraan bermotor Roda 6 X X I X X X X X X X
74 Area Parkir Truk/ Kontainer X X I X X X X X X X
75 Gedung Parkir X X X X X X X X X X
76 Halte X X I X X X X X X X
77 Pangkalan Ojek X X X X X X X X X X
78 Pelabuhan X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 12
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

79 Dermaga X X X X X X X X X X
80 Mercusuar X X X X X X X X X X
81 Bandara X X I X X X X X X X
82 PendaratanHelikopter X X I X X X X X X X
83 JembatanPenyeberangan X X X X X X X X X X
84 Pool Bus X X X X X X X X X X
85 Pool Taxi X X X X X X X X X X
86 Pool AngkutanUmum X X X X X X X X X X
87 TPS X X I X X X X X X X
88 TPA X X X X X X X X X X
89 Pengolahansampah/limbah X X X X X X X X X X
90 Daurulang X X T X X X X X X X
91 Penimbunanbarangrongsokan X X X X X X X X X X
92 Saringansampahdrainase X X X X X X X X X X
93 Pembongkarankendaraanbermotor X X X X X X X X X X
94 PosPemadamKebakaran X X X X X X X X X X
95 Fire Hidrant Pile X X T X X X X X X X
96 Menara Telekomunikasi X X X X X X X X X X
97 Warung Telekomunikasi(Telepon / Internet) X X X X X X X X X X
98 PusatTransmisi/PemancarJaringan Telekomunikasi X X X X X X X X X X
99 Stasiun Radio / TV X X X X X X X X X X
100 Iklan /Reklame di halamanberkonstruksi X X X X X X X X X X
101 Iklan /Reklamemenempelbangunan X X X X X X X X X X
102 Iklan /Reklamediatasbangunan X X X X X X X X X X
103 Rambu-rambu / Signage T T T T T T T T T T
dst. dst.                    
Industri                    
1 Industri Kecil/ Home Industri X X X X X X X X X X
2 Industri Pengemasan Barang X X X X X X X X X X
3 Industri Berbahan Kerajinan Tangan X X X X X X X X X X
4 Industri Kimia Dasar X X X X X X X X X X
5 Industri Mesin dan Logam Dasar X X X X X X X X X X
6 Industri Makanan / Minuman X X X X X X X X X X
7 Industri Pengolahan Tembakau X X X X X X X X X X

LAPORAN AKHIR 13
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

8 Industri Tekstil X X X X X X X X X X
9 Industri Pakaian Jadi X X X X X X X X X X
10 Industri Berbahan Kulit & Karet X X X X X X X X X X
11 Industri Furniture X X X X X X X X X X
12 Industri Daur Ulang X X X X X X X X X X
13 Industri Kayu X X X X X X X X X X
14 Industri Kertas X X X X X X X X X X
15 Gudang Terbuka X X X X X X X X X X
16 Gudang Tertutup X X X X X X X X X X
17 Pergudangan X X X X X X X X X X
                       
Pariwisata                    
1 Area Perkemahan X X X X X X X X X X
2 Area Out Bond X X X I X X X X X X
3 Kebun Binatang X X X X X X X X X X
4 Resort X X X X X X X X X X
5 Marina X X X X X X X X X X
6 Taman Air/ Water Park X X X X X X X X X X
                       
Pertahanan dan Keamanan                    
1 Asrama Militer X X X X X X X X X X
2 Pusat Latihan Tempur X X X X X X X X X X
3 TNI AD X X X X X X X X X X
4 TNI AU X X X X X X X X X X
5 TNI AL X X X X X X X X X X
                       
Ruang Terbuka Non Hijau                    
1 Lapangan X X I X X X X X X X
2 Plaza X X I X X X X X X X
3 Tempat parkir T X I X X X X X X X
4 Taman bermain dan rekreasi X X X X X X X X X X
5 Trotoar T X I T T T T T T T
6 Alun-alun X X X X X X X X X X
7 Kolam Retensi I X I I I I I I I X

LAPORAN AKHIR 14
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

8 Waduk T X I I I I I I I X
                       
Ruang Evakuasi Bencana                    
1 Barak Penampungan X X X X X X X X X X
2 Dapur Umum X X X X X X X X X X
                       
Ruang Sektor Informal                    
1 Pedagang Kaki Lima X X X X X X X X X X
                       
Pertambangan                    
1 MinyakBumi X X X X X X X X X X
2 Gas Alam X X X X X X X X X X
3 Batubara X X X X X X X X X X
4 Uranium X X X X X X X X X X
5 BatuKapur X X X X X X X X X X
6 Batu, X X X X X X X X X X
7 Kerikil, X X X X X X X X X X
8 Lempung X X X X X X X X X X
9 PasirKwarsa X X X X X X X X X X
10 Tanah Liat X X X X X X X X X X
11 Pasir X X X X X X X X X X
12 Tanah Urug X X X X X X X X X X
13 Aluminium, X X X X X X X X X X
14 Tembaga X X X X X X X X X X
15 Besi X X X X X X X X X X
16 Nikel X X X X X X X X X X
17 Timah X X X X X X X X X X
18 Magnesium X X X X X X X X X X
19 Emas X X X X X X X X X X
20 Perak X X X X X X X X X X
21 Platina X X X X X X X X X X
22 Seng X X X X X X X X X X
23 Timbal X X X X X X X X X X
                       

LAPORAN AKHIR 15
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perlindungan
Zona Perlindungan
Terhadap Kawasan Zona RTH Kota
Setempat
Bawahannya
No Kegiatan
RTH- RTH- RTH- RTH- RTH- RTH-
KR SS JP RTH-7
1 2 3 4 5 6

Pertanian                    
1 Sawah X X X X X X X X X X
2 Ladang X X X X X X X X X X
3 Kebun X X X X X X X X X X
4 Hortikultura dan Rumah Kaca X X X X X X X X X X
5 Pembibitan X X X X X X X X X X
6 Pergudangan Hasil Panen X X X X X X X X X X
7 PenjualanTanaman/Bunga yang Dikembangbiakkan X X X X X X X X X X
8 Tambak X X X X X X X X X X
9 Kolam X X X X X X X X X X
10 Tempat Pelelangan Ikan X X X X X X X X X X
11 Keramba X X X X X X X X X X
12 Lapangan Pengembalaan X X X X X X X X X X
13 PemerahanSusu X X X X X X X X X X
14 KandangHewan X X X X X X X X X X
15 Rumah Potong Hewan X X X X X X X X X X
16 RumahWalet X X X X X X X X X X
                       
Pertanian                    
1 Taman T I I I I I I I I X
2 Hutan Kota I I I I I I I I I X
3 Jalur Hijau Jalan T I I I I I I I I I
4 Pemakaman T T X X X X X X X I
5 Sempadan Sungai I I I I I I I I I I
                       

LAPORAN AKHIR 16
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.3 Ketentuan Kegiatan dan Pemanfaatan Ruang Zonasi pada Zona Budidaya

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
Perumahan                        
1 Rumah Tunggal I I X T T T/B I I I I T/B T/B
2 Rumah Kopel I T X X X T/B I I I I T/B T/B
3 Rumah Deret I T X X X T/B I I I I T/B T/B
4 Rumah Susun T/B T/B X T T T/B I I I I T/B T/B
5 Rumah Petak I T X X X T/B I I I I T/B T/B
6 Rumah Dinas Negeri I T X X X T/B I I I I T/B T/B
7 Rumah Dinas Swasta I T X X X T/B I I I I T/B T/B
8 Rumah Jabatan B I X X X T/B I I I I T/B T/B
9 Rumah sewa/kost T/B T X X X T/B I I I I T/B T/B
10 Asrama T/B T/B X X X T/B I I I I T/B T/B
11 Mess karyawan T/B T/B X X X T/B I I I I T/B T/B
12 Apartemen T/B T/B X T T T/B I I I I T/B T/B
13 Kondominium T/B T/B X T T T/B I I I I T/B T/B
14 Panti jompo T T X X X T/B T T T T T/B T/B
15 Panti asuhan dan yatim piatu T T X X X T/B T T T T T/B T/B
16 Rumah Singgah T T X X X T/B T T T T T/B T/B
17 Maisonet I I X X X T/B T T T T T/B T/B
18 Paviliun I I X X X T/B T T T T T/B T/B
19 Town House T T X X X T/B T T T T T/B T/B
20 Perumahan Cluster T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B T/B
21 Rumah Adat T T X X X T/B T T T T T/B T/B
22 Rumah Panggung I I X X X T/B T T T T T/B T/B
                           
Perdagangan                        
1 Pusat Perbelanjaan X X I I I X T T T T X X
2 Mall X X I I I X T T T T X X
3 Plaza X X I I I X T T T T X X
4 Departemen Store X X I I I X T T T T X X
5 Supermarket X X I I I X T T T T X X
6 Mini Market T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B

LAPORAN AKHIR 17
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
7 Toserba T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
8 Showroom T T T I I T/B T T T T T/B T/B
9 Perkulakan/Grosir X X I I I T/B T T T T X T/B
10 Pasar Tradisional T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
11 Pertokoan T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
12 Toko B B X I I T/B T T T T T/B T/B
13 Rumah Toko B B X I I T/B T T T T T/B T/B
14 Kios B B X I I T/B T T T T T/B T/B
15 Kedai B B X I I T/B T T T T T/B T/B
16 Warung B B X I I T/B T T T T T/B T/B
17 Restoran T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
18 Rumah Makan T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
19 Café T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
20 Kedai Kopi T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
21 Pusat Jajan T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
22 Jasa Boga B B X I I T/B T T T T T/B T/B
23 Bakery B B X I I T/B T T T T T/B T/B
24 Hotel B B I I I T/B T T T T T/B T/B
25 Losmen B B X I I T/B T T T T T/B T/B
26 Wisma B B X I I T/B T T T T T/B T/B
27 Guest House B B X X X T/B T T T T T/B T/B
28 Cottage B B X I I T/B T T T T T/B T/B
29 Home Stay B B X I I T/B T T T T T/B T/B
30 Villa B B X I I T/B T T T T X T/B
31 Bioskop T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
32 Karaoke T/B T/B X I I T/B T T T T X T/B
33 Klab Malam X X X I I T/B T T T T X T/B
34 Bar X X X I I T/B T T T T X T/B
35 Diskotik X X X I I T/B T T T T X T/B
36 Bilyar T/B T/B X I I T/B T T T T X T/B
37 Bowling T/B T/B X I I T/B T T T T X T/B
38 Permainan Ketangkasan T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
39 Game Center T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
40 Kolam Renang T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B

LAPORAN AKHIR 18
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
41 Kolam Pancing T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
42 Teater Terbuka T/B T/B X I I T/B T T T T T/B T/B
43 Bank B B X I I T/B T T T T T/B T/B
44 Koperasi B B X I I T/B T T T T T/B T/B
45 Money Changer B B X I I T/B T T T T T/B T/B
46 Warung Internet T T X I I T/B T T T T T/B T/B
47 Warung Telekomunikasi T T X I I T/B T T T T T/B T/B
48 Kantor Pos T T X I I T/B T T T T T/B T/B
49 Biro Travel T T X I I T/B T T T T T/B T/B
50 Salon / Pangkas Rambut T T X I I T/B T T T T T/B T/B
51 Pijat T T X I I T/B T T T T T/B T/B
52 Mandi Uap/ Sauna dan Spa T T X I I T/B T T T T T/B T/B
53 Pusat Kebugaran / Fitnes T T X I I T/B T T T T T/B T/B
54 Pengobatan Alternatif T T X I I T/B T T T T T/B T/B
55 Bengkel Alat Berat B B X I I T/B T T T T T/B T/B
56 Bengkel Karoseri B B X I I T/B T T T T T/B T/B
57 Bengkel Mobil B B X I I T/B T T T T T/B T/B
58 Salon Mobil B B X I I T/B T T T T T/B T/B
59 Cucian Mobil T T X I I T/B T T T T T/B T/B
60 Bengkel Cat Kendaraan B B X I I T/B T T T T T/B T/B
61 Bengkel Sepeda Motor B B X I I T/B T T T T T/B T/B
62 Cucian Sepeda Motor T T X I I T/B T T T T T/B T/B
63 Bengkel Kendaraan Tidak Bermotor T T X I I T/B T T T T T/B T/B
64 Bengkel Las B B X I I T/B T T T T T/B T/B
65 Bengkel Elektronik B B X I I T/B T T T T T/B T/B
66 Bengkel Meubel/ Furniture B B X I I T/B T T T T T/B T/B
67 Bimbingan Belajar B B X I I T/B T T T T T/B T/B
68 Kursus Mengemudi T T X I I T/B T T T T T/B T/B
69 Rumah Duka X X X I I T/B T T T T T/B T/B
70 Krematorium X X X I I T/B T T T T T/B T/B
71 Rumah Abu X X X I I T/B T T T T T/B T/B
72 Penitipan Anak T T X I I T/B T T T T T/B T/B
73 Penitipan Hewan T T X I I T/B T T T T T/B T/B
74 Penitipan Barang T T X I I T/B T T T T T/B T/B

LAPORAN AKHIR 19
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
75 Air Minum Isi Ulang T T X I I T/B T T T T T/B T/B
76 SPBU B B X I I T/B T T T T T/B T/B
77 SPBE B B X I I T/B T T T T T/B T/B
78 SPBG B B X I I T/B T T T T T/B T/B
79 Jasa Pemasaran Property T T X I I T/B T T T T T/B T/B
80 Jasa Hukum T T X I I T/B T T T T T/B T/B
81 Jasa Bangunan/Arsitek T T X I I T/B T T T T T/B T/B
82 Jasa Riset dan Pengembangan IPTEK T T X I I T/B T T T T T/B T/B
83 Jasa Bunga Ucapan Selamat T T X I I T/B T T T T T/B T/B
84 Jasa Tukang Jahit T T X I I T/B T T T T T/B T/B
85 Laundry T T X I I T/B T T T T T/B T/B
86 Studio Foto T T X I I T/B T T T T T/B T/B
87 Foto Copy/ Percetakan T T X I I T/B T T T T T/B T/B
88 Penyewaan Alat Berat B B X I I T/B T T T T T/B T/B
89 Reklame/ Spanduk/ Bilboard T T X I I T/B T T T T T/B T/B
90 Kondotel (Kondominium Hotel) B B I I I T/B T T T T T/B T/B
91 Rumah Kantor / Soho T T X I I T/B T T T T T/B T/B
92 Superblok/Multifungsi B B I I I T/B T T T T T/B T/B
                           
Perkantoran                        
1 Kantor Perwakilan Negara Asing T T T I I I I I I I T/B T/B
2 Kantor Pemerintah Pusat/Instansi Vertikal T T T I I I I I I I T/B T/B
3 Kantor Pemerintah Propinsi T T T I I I I I I I T/B T/B
4 Kantor Pemerintah Kota T T T I I I I I I I T/B T/B
5 Kantor Kecamatan T T T I I I I I I I T/B T/B
6 Kantor Kelurahan T T T I I I I I I I T/B T/B
7 Kantor Kodam T T T I I I I I I I I T/B
8 Kantor Kodim T T T I I I I I I I I T/B
9 Kantor Koramil T T T I I I I I I I I T/B
10 Kantor Korem T T T I I I I I I I I T/B
11 Kantor Polda T T T I I I I I I I I T/B
12 Kantor Polwil T T T I I I I I I I I T/B
13 Kantor Polres/Polresta T T T I I I I I I I I T/B
14 Kantor Polsek/Polsekta T T T I I I I I I I I T/B

LAPORAN AKHIR 20
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
15 Pos Polisi T T T I I I I I I I I T/B
16 Pos Pemadam Kebakaran T T T I I I I I I I T/B T/B
17 Kantor Pos Induk T T T I I I I I I I T/B T/B
18 Kantor Pos Cabang T T T I I I I I I I T/B T/B
19 Kantor PLN Regional T T T I I I I I I I T/B T/B
20 Kantor PLN Cabang T T T I I I I I I I T/B T/B
21 Kantor Telkom T T T I I I I I I I T/B T/B
22 Kantor Bank Indonesia T T T I I I I I I I T/B T/B
23 Kantor PDAM T T T I I I I I I I T/B T/B
24 Kantor Perbankan T T T I I I I I I I T/B T/B
25 Kantor Dagang / Bisnis T T T I I I I I I I T/B T/B
26 Kantor Telekomunikasi Seluler T T T I I I I I I I T/B T/B
27 Kantor Partai Politik dan Organisasi Massa T T T I I I I I I I T/B T/B
28 Kantor Asosiasi Profesi T T T I I I I I I I T/B T/B
                           
Sarana Pelayanan Umum                        
1 Pra Sekolah/PAUD T T X I I T/B I I I I T/B T/B
2 TK T T X I I T/B I I I I T/B T/B
3 SD/MI T T X I I T/B I I I I T/B T/B
4 SLTP/MTS T T X I I T/B I I I I T/B T/B
5 SMU/MA/SMK T T X I I T/B I I I I T/B T/B
6 Sekolah Terpadu T T X I I T/B I I I I T/B T/B
7 Pesantren T T X I I T/B I I I I T/B T/B
8 Akademi T T X I I T/B I I I I T/B T/B
9 SekolahTinggi T T X I I T/B I I I I T/B T/B
10 Instistut T T X I I T/B I I I I T/B T/B
11 Universitas T T X I I T/B I I I I T/B T/B
12 Tempat Kursus/ Pelatihan / Bimbingan Belajar T T X I I T/B I I I I T/B T/B
13 Pendidikan Non Formal T T X I I T/B I I I I T/B T/B
14 Perpustakaan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
15 Pusat Penelitian dan Riset T T X I I T/B I I I I T/B T/B
16 Rumah Sakit Tipe A B B X I I T/B B B B B T/B T/B
17 Rumah Sakit Tipe B B B X I I T/B B B B B T/B T/B
18 Rumah Sakit Tipe C B B X I I T/B B B B B T/B T/B

LAPORAN AKHIR 21
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
19 Rumah Sakit Tipe D B B X I I T/B B B B B T/B T/B
20 Rumah Sakit Gawat Darurat B B X I I T/B B B B B T/B T/B
21 Rumah Sakit Bersalin B B X I I T/B B B B B T/B T/B
22 Laboratorium Kesehatan B B X I I T/B I I I I T/B T/B
23 Puskesmas B B X I I T/B I I I I T/B T/B
24 PuskesmasPembantu B B X I I T/B I I I I T/B T/B
25 BalaiPengobatan B B X I I T/B I I I I T/B T/B
26 PengobatanTradisional B B X I I T/B I I I I T/B T/B
27 PosKesehatan B B X I I T/B I I I I T/B T/B
28 Posyandu B B X I I T/B I I I I T/B T/B
29 PraktekDokterUmum B B X I I T/B I I I I T/B T/B
30 PraktekDokterSpesialis B B X I I T/B I I I I T/B T/B
31 PraktekBidan B B X I I T/B I I I I T/B T/B
32 Klinik/ Polikinik B B X I I T/B I I I I T/B T/B
33 Klinik dan atau Rumah Sakit Hewan B B X I I T/B I I I I T/B T/B
34 Apotek T T X I I T/B I I I I T/B T/B
35 TokoObat T T X I I T/B I I I I T/B T/B
36 Optik T T X I I T/B I I I I T/B T/B
37 Islamic Center T T X I I T/B I I I I T/B T/B
38 Masjid I I X I I T/B T T T T T/B T/B
39 Langgar/ musholla I I X I I T/B T T T T T/B T/B
40 Gereja B B X I I T/B T T T T T/B T/B
41 Pura B B X I I T/B T T T T T/B T/B
42 Vihara B B X I I T/B T T T T T/B T/B
43 Klenteng B B X I I T/B T T T T T/B T/B
44 Stadion B B X I I T/B I I I I T/B T/B
45 GedungOlahraga T T X I I T/B I I I I T/B T/B
46 LapanganOlahraga T T X I I T/B I I I I T/B T/B
47 Lapangan Futsal T T X I I T/B I I I I T/B T/B
48 LapanganBulutangkis T T X I I T/B I I I I T/B T/B
49 LapanganTenis T T X I I T/B I I I I T/B T/B
50 Lapangan Golf T T X I I T/B I I I I T/B T/B
51 Arena Ketangkasan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
52 GelanggangRemaja / Seni T T X I I T/B I I I I T/B T/B

LAPORAN AKHIR 22
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
53 SanggarSeni T T X I I T/B I I I I T/B T/B
54 Gedungpertemuanlingkungan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
55 BalaiPertemuan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
56 GedungPertemuan Kota B B X I I T/B I I I I T/B T/B
57 Gedung Expo/ Pameran B B T I I T/B I I I I T/B T/B
58 GedungSerbaGuna T T X I I T/B I I I I T/B T/B
59 PusatInformasilingkungan I I X I I T/B I I I I T/B T/B
60 LembagaSosial/organisasikemasyarakatan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
61 GedungKesenian T T X I I T/B I I I I T/B T/B
62 GedungTeater T T X I I T/B I I I I T/B T/B
63 Museum T T X I I T/B I I I I T/B T/B
64 Studio Keterampilan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
65 PusatRehabilitasi T T X I I T/B I I I I T/B T/B
66 Terminal Tipe A B B X I I X B B B B X T/B
67 Terminal Tipe B B B X I I X B B B B X T/B
68 Terminal Tipe C B B X I I X B B B B X T/B
69 StasiunKeretaApi B B X I I X B B B B X T/B
70 Area Parkir Sepeda T T I I I T/B I I I I T/B T/B
71 Area Parkir KendaraanBermotorRoda 2 T T I I I T/B I I I I T/B T/B
72 Area Parkir Kendaraan Bermotor Roda 4 T T I I I T/B I I I I T/B T/B
73 Area Parkir Kendaraan bermotor Roda 6 T T I I I T/B I I I I T/B T/B
74 Area Parkir Truk/ Kontainer T T I I I T/B I I I I T/B T/B
75 Gedung Parkir T T I I I T/B I I I I T/B T/B
76 Halte I I X I I T/B I I I I T/B T/B
77 Pangkalan Ojek I I X I I T/B I I I I T/B T/B
78 Pelabuhan X X X I I X X X X X X T/B
79 Dermaga X X X I I X X X X X X T/B
80 Mercusuar X X X I I X X X X X T/B T/B
81 Bandara B B X I I T/B I I I I T/B T/B
82 PendaratanHelikopter B B X I I T/B I I I I T/B T/B
83 JembatanPenyeberangan T T X I I T/B I I I I T/B T/B
84 Pool Bus B B X I I T/B I I I I X T/B
85 Pool Taxi B B X I I T/B I I I I X T/B
86 Pool AngkutanUmum B B X I I T/B I I I I X T/B

LAPORAN AKHIR 23
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
87 TPS B B X I I T/B I I I I T/B T/B
88 TPA X X X X X T/B X X X X X T/B
89 Pengolahansampah/limbah B B X X X T/B I I I I T/B T/B
90 Daurulang T T X X X T/B I I I I T/B T/B
91 Penimbunanbarangrongsokan B B X X X T/B I I I I T/B T/B
92 Saringansampahdrainase T T X I I T/B I I I I T/B T/B
93 Pembongkarankendaraanbermotor B B X I I T/B I I I I T/B T/B
94 PosPemadamKebakaran I I X I I T/B I I I I T/B T/B
95 Fire Hidrant Pile I I X I I T/B I I I I T/B T/B
96 Menara Telekomunikasi B B X I I T/B I I I I T/B T/B
97 Warung Telekomunikasi(Telepon / Internet) T T X I I T/B I I I I T/B T/B
98 PusatTransmisi/PemancarJaringan Telekomunikasi T T X I I T/B I I I I T/B T/B
99 Stasiun Radio / TV T T X I I T/B I I I I X T/B
10
Iklan /Reklame di halamanberkonstruksi T T X I I T/B I I I I X T/B
0
10
Iklan /Reklamemenempelbangunan T T X I I T/B I I I I X T/B
1
10
Iklan /Reklamediatasbangunan T T X I I T/B I I I I X T/B
2
10
Rambu-rambu / Signage I I T I I T/B I I I I T/B T/B
3
dst. dst.                        
Industri                        
1 Industri Kecil/ Home Industri B B B B B T/B B B B B X T/B
2 Industri Pengemasan Barang B B B B B T/B B B B B X T/B
3 Industri Berbahan Kerajinan Tangan B B B B B T/B B B B B X T/B
4 Industri Kimia Dasar B B B B B T/B B B B B X T/B
5 Industri Mesin dan Logam Dasar B B B B B T/B B B B B X T/B
6 Industri Makanan / Minuman B B B B B T/B B B B B X T/B
7 Industri Pengolahan Tembakau B B B B B T/B B B B B X T/B
8 Industri Tekstil B B B B B T/B B B B B X T/B
9 Industri Pakaian Jadi B B B B B T/B B B B B X T/B
10 Industri Berbahan Kulit & Karet B B B B B T/B B B B B X T/B
11 Industri Furniture B B B B B T/B B B B B X T/B

LAPORAN AKHIR 24
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
12 Industri Daur Ulang B B B B B T/B B B B B X T/B
13 Industri Kayu B B B B B T/B B B B B X T/B
14 Industri Kertas B B B B B T/B B B B B X T/B
15 Gudang Terbuka B B B B B T/B B B B B X T/B
16 Gudang Tertutup B B B B B T/B B B B B X T/B
17 Pergudangan B B B B B T/B B B B B X I
                           
Pariwisata                        
1 Area Perkemahan B B X T T T/B T T T T T/B T/B
2 Area Out Bond B B X T T T/B T T T T T/B T/B
3 Kebun Binatang B B X T T T/B X X X X X T/B
4 Resort B B X X X T/B X X X X X T/B
5 Marina X X X T T T/B X X X X X T/B
6 Taman Air/ Water Park B B X T T T/B T T T T X T/B
                           
Pertahanan dan Keamanan                        
1 Asrama Militer T T X T T T/B T T T T I T/B
2 Pusat Latihan Tempur X X X X X X X X X X I X
3 TNI AD B B X T T T/B T T T T I T/B
4 TNI AU B B X T T T/B T T T T I T/B
5 TNI AL B B X T T T/B T T T T I T/B
                           
Ruang Terbuka Non Hijau                        
1 Lapangan I I I I I I I I I I I I
2 Plaza I I I I I I I I I I I I
3 Tempat parkir I I I I I I I I I I I I
4 Taman bermain dan rekreasi I I T I I X T T T T T/B I
5 Trotoar I I I I I I I I I I I I
6 Alun-alun I I I I I I I I I I I I
7 Kolam Retensi T T I I I I I I I I I I
8 Waduk T T I I I I I I I I I I
                           
Ruang Evakuasi Bencana                        
1 Barak Penampungan I I T T T T/B T T T T T T/B

LAPORAN AKHIR 25
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
2 Dapur Umum I I T T T T/B T T T T T T/B
                           
Ruang Sektor Informal                        
1 Pedagang Kaki Lima T T X T T T/B X X X X T/B T/B
                           
Pertambangan                        
1 MinyakBumi X X X X X X X X X X X X
2 Gas Alam X X X X X X X X X X X X
3 Batubara X X X X X X X X X X X X
4 Uranium X X X X X X X X X X X X
5 BatuKapur X X X X X X X X X X X X
6 Batu, X X X X X X X X X X X X
7 Kerikil, X X X X X X X X X X X X
8 Lempung X X X X X X X X X X X X
9 PasirKwarsa X X X X X X X X X X X X
10 Tanah Liat X X X X X X X X X X X X
11 Pasir X X X X X X X X X X X X
12 Tanah Urug X X X X X X X X X X X X
13 Aluminium, X X X X X X X X X X X X
14 Tembaga X X X X X X X X X X X X
15 Besi X X X X X X X X X X X X
16 Nikel X X X X X X X X X X X X
17 Timah X X X X X X X X X X X X
18 Magnesium X X X X X X X X X X X X
19 Emas X X X X X X X X X X X X
20 Perak X X X X X X X X X X X X
21 Platina X X X X X X X X X X X X
22 Seng X X X X X X X X X X X X
23 Timbal X X X X X X X X X X X X
                           
Pertanian                        
1 Sawah T T X T T T T T T T T T/B
2 Ladang T T X T T T T T T T T T/B
3 Kebun T T X T T T T T T T T T/B

LAPORAN AKHIR 26
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona Perdagangan dan Zona


Zona Perumahan Zona Sarana Pelayanan Umum Zona Peruntukan Lainnya
Jasa Perkantoran
No Kegiatan K-3
R-3 R-4 SPU-1 SPU-2 SPU- PL-7
K-1 K-2 (Sub SPU-3 PL-12
(Sedang (Rendah KT (Kota (Kecamatan 4 (Hankam
(Kota) (BWP) BWP (Kelurahan) (Pergudangan)
) ) ) ) (RW) )
)
4 Hortikultura dan Rumah Kaca T T X T T T T T T T T T/B
5 Pembibitan T T X T T T T T T T T T/B
6 Pergudangan Hasil Panen B B X B B B B B B B B I
PenjualanTanaman/Bunga yang
7 T T X T T T T T T T T T/B
Dikembangbiakkan
8 Tambak T T X T T T T T T T T T/B
9 Kolam T T X T T T T T T T T T/B
10 Tempat Pelelangan Ikan X X X X X X X X X X X T/B
11 Keramba T T X T T T T T T T T T/B
12 Lapangan Pengembalaan B B X X X B B B B B B T/B
13 PemerahanSusu B B X B B B B B B B B T/B
14 KandangHewan B B X X X X X X X X X T/B
15 Rumah Potong Hewan B B X B B X X X X B B T/B
16 RumahWalet X X X X X X X X X X X T/B
                           
Pertanian                        
1 Taman I I I I I I I I I I I I
2 Hutan Kota I I I I I I I I I I I I
3 Jalur Hijau Jalan I I I I I I I I I I I I
4 Pemakaman T T T T T T T T T T T T/B
5 Sempadan Sungai I I I I I I I I I I I I
                           

LAPORAN AKHIR 27
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1.1.1. Klasifikasi Zonasi


Klasifikasi zonasi ini mengacu pada Peraturan Menteri ATR Nomor 10
Tahun 2018 yang disesuaikan dengn kondisi yang ada di Kawasan Payung Sekaki.
Secara terperinci klasifikasi zonasi yang di Kecamatan Payung Sekaki adalah
sebagai berikut:

Tabel 7.4 Klasifikasi Zonasi di Kecamatan Payung Sekaki

Sub Zona /
No Kode Definisi
Zona
Zona Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
Perlindungan kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok
A Terhadap   sebagai perlindungan terhadap kawasan di
Kawasan bawahannya meliputi Kawasan gambut dan kawasan
Bawahannya resapan air
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai
1 Kolam Retensi KR
perlindungan terhadap kawasan di bawahannya,
khususnya sebagai penampungan air hujan
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
Zona kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok
B Perlindungan   sebagai perlindungan terhadap sempadan pantai,
Setempat sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau
waduk, dan kawasan sekitar mata air
Kawasan yang berfungsi sebagai ruang penyangga antara
Sempadan
1 SS ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan
Sungai
kegiatan manusia tidak saling terganggu.
Kawasan yang berfungsi sebagai perpanjangan jalur pacu
Pengaman Jalur di bawah lintasan pesawat udara setelah lepas landas
  JP
Bandara atau akan mendarat yang bertujuan untuk upaya
perlindungan jalur penerbangan
Area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang
Zona Ruang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat
C  
Terbuka Hijau tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara
alamiah maupun yang sengaja ditanam
Kawasan dengan peruntukan sebagai areal/ ruang
terbuka hijau yang berupa hamparan lahan yang
RTH- bertumbuh pohon-pohon yang kompak dan rapat di
1 Hutan Kota
1 dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara
maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota
oleh pejabat yang berwenang.
Lahan terbuka yang yang berfungsi sosial dan estetik
RTH- sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan
2 Taman Kota
2 lain yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota
atau bagian wilayah kota
Lahan terbuka yang yang berfungsi sosial dan estetik
Taman RTH- sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan
3
Kecamatan 3 lain yang ditujukan untuk melayani penduduk satu
kecamatan

LAPORAN AKHIR 28
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Sub Zona /
No Kode Definisi
Zona
Lahan terbuka yang yang berfungsi sosial dan estetik
Taman RTH- sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan
4
Kelurahan 4 lain yang ditujukan untuk melayani penduduk satu
kelurahan
Lahan terbuka yang yang berfungsi sosial dan estetik
sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan
RTH- lain yang ditujukan untuk melayani penduduk satu RW,
5 Taman RW
5 khususnya kegiatan remaja, kegiatan olahraga
masyarakat, serta kegiatan masyarakat lainnya di
lingkungan RW tersebut
Lahan terbuka yang yang berfungsi sosial dan estetik
sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan
RTH-
6 Taman RT lain yang ditujukan untuk melayani penduduk dalam
6
lingkup 1 (satu) RT, khususnya untuk melayani kegiatan
sosial di lingkungan RT tersebut
Kawasan dengan peruntukan sebagai tempat
pemakaman umum yang berupa areal/ruang terbuka
RTH- dengan fasilitas pendukungnya yang berupa makam,
7 Pemakaman
7 pedestrian, plaza, pohon-pohon pelindung, lampu,
petunjuk arah, bangunan pengelola, tempat parkir, dan
fasilitas-fasilitas lain sesuai kebutuhan.
Peruntukan ruang yang terdiri atas kelompok rumah
Zona
A   tinggal yang mewadahi kehidupan dan penghidupan
Perumahan
masyarakat yang dilengkapi dengan fasilitasnya
Rumah Peruntukan yang difungsikan untuk tempat tinggal atau
1 kepadatan R-1 hunian yang memiliki kepadatan bangunan diatas 1000
sangat tinggi (seribu) rumah/hektar
Peruntukan yang difungsikan untuk tempat tinggal atau
Rumah
hunian yang memiliki kepadatan bangunan 100
2 kepadatan R-2
(seratus)-1000 (seribu) rumah/hektar atau luas persil
tinggi
dari 60 m2 sampai dengan 150 m2
Peruntukan yang difungsikan untuk tempat tinggal atau
Rumah
hunian yang memiliki kepadatan bangunan 40 (empat
3 kepadatan R-3
puluh)-100 (seratus) rumah/hektar atau luas persil dari
sedang
150 m2 sampai dengan 250 m2
Peruntukan yang difungsikan untuk tempat tinggal atau
Rumah
hunian yang memiliki kepadatan bangunan dibawah 10
4 kepadatan R-4
(sepuluh)-40 (empat puluh) rumah/hektar atau luas
rendah
persil dari 150 m2 sampai dengan 250 m2
Peruntukan yang difungsikan untuk tempat tinggal atau
Rumah
hunian yang memiliki kepadatan bangunan di bawah 10
5 kepadatan R-5
(sepuluh) di bawah 10 (sepuluh) rumah/hektar atau luas
sangat rendah
persil lebih luas dari 350 m2
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan budi daya difungsikan untuk
Zona
pengembangan kegiatan usaha yang bersifat
B Perdagangan  
komersial, tempatbekerja, tempat berusaha, serta
dan Jasa
tempat hiburan dan rekreasi, serta fasilitas
umum/sosial pendukungnya
6 Skala kota K-1 Peruntukan ruang yang difungsikan untuk

LAPORAN AKHIR 29
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Sub Zona /
No Kode Definisi
Zona
pengembangan kelompok kegiatan perdagangan
dan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat
hiburan dan rekreasi dengan jangkauan pelayanan bagi
masyarakat skala nasional, regional maupun kota dengan
pengembangan bangunan tunggal
Peruntukan ruang yang difungsikan untuk
pengembangan kelompok kegiatan perdagangan
dan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat
7 Skala BWP K-2 hiburan dan rekreasi dengan jangkauan pelayanan bagi
masyarakat skala regional, kota maupun lokal dengan
bentuk bangunan deret dengan tingkat kepatan rendah
sampai sedang
Peruntukan ruang yang difungsikan untuk
pengembangan kelompok kegiatan perdagangan
dan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat
8 Skala SubBWP K-3
hiburan dan rekreasi dengan jangkauan pelayanan bagi
masyarakat skala lokal dengan bentuk bangunan deret
dengan tingkat kepatan sedang sampai tinggi
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan budi daya difungsikan untuk
Zona pengembangan kegiatan pelayanan pemerintahan
C  
Perkantoran dan tempat bekerja/berusaha, tempat berusaha,
dilengkapi dengan fasilitas umum/sosial
pendukungnya
Peruntukan ruang yang difungsikan untuk
pengembangan kegiatan pelayanan pemerintahan dan
9 Perkantoran KT
tempat bekerja/ berusaha, tempat berusaha, dilengkapi
dengan fasilitas umum/sosial pendukungnya.
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk
Zona sarana menampung fungsi kegiatan yang berupa
D pelayanan   pendidikan, kesehatan, peribadatan, sosial budaya,
umum olahraga dan rekreasi, dengan fasilitasnya dengan
skala pelayanan yang ditetapkan dalam RTRWK
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk melayani
peduduk skala kota dengan lokasi SPU dapat disebar
pada titik-titik strategis atau sekitar pusat kota. Terdiri
SPU-
10 Skala kota atas kantor pemerintahan; gedung sosial budaya
1
(serbaguna, alun-alun), sarana peribadatan (masjid
agung, gereja, vihara, kleteng), sarana kesehatan (rumah
sakit), sarana olahraga (lapangan besar)
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk melayani
peduduk skala kota dengan lokasi SPU dapat disebar
pada titik-titik strategis atau sekitar pusat kecamatan.
Skala SPU-
11 Terdiri atas kantor kecamatan; kantor polisi; pos
kecamatan 2
pemadam kebakaran; kantor pos pembantu; balai nikah/
KUA/ BP4; parkir umum; Gedung pertemuan/ serba
guna, puskesmas, sekolah.
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk melayani
SPU-
12 Skala kelurahan peduduk skala kota dengan lokasi SPU dapat disebar
3
pada titik-titik strategis atau sekitar pusat kelurahan.

LAPORAN AKHIR 30
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Sub Zona /
No Kode Definisi
Zona
Terdiri atas kantor kelurahan; pos kamtib; pos pemadam
kebakaran; agen pelayanan pos; loket pembayaran air
bersih; loket pembayaran listrik; puskesmas, sekolah,
bak sampah besar; dan parkir umum dengan standar
satuan parkir 25 m2.
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk melayani
peduduk skala kota dengan lokasi SPU dapat disebar
SPU- pada titik-titik strategis atau sekitar pusat RW. Terdiri
13 Skala RW
4 atas balai pertemuan warga; pos hansip; gardu listrik;
bak sampah kecil; posyandu; dan parkir umum dengan
standar satuan parkir 25 m2, MCK Bersama.
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk
Zona
menampung fungsi kegiatan di daerah tertentu
E Peruntukan  
berupa pertanian, pertambangan, pariwisata, dan
Lainnya
peruntukan-peruntukan lainnya
peruntukan tanah yang dikembangkan untuk menjamin
kegiatan dan pengembangan bidang pertahanan dan
Pertahanan dan
14 PL-7 keamanan seperti kantor, instalasi hankam, termasuk
keamanan
tempat latihan baik pada tingkat nasional, Kodam,
Korem, Koramil, dsb
PL- Peruntukan ruang untuk melakukan proses
15 Pergudangan
12 penyimpanan, pemeliharaan, dan pemindahan barang.

7.1.1.2. Daftar Kegiatan


Daftar kegiatan merupakan rincian kegiatan yang diturunkan berdasarkan
klasifikasi zonasi yang sudah disampaikan sebelumnya. Berikut daftar kegiatan di
Kecamatan Payung Sekaki adalah sebagai berikut:

LAPORAN AKHIR 31
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.5 Daftar Kegiatan


Zona
No Definisi
Kegiatan
Perumahan  
1 Rumah Tunggal Hunian yang berdiri sendiri pada persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya.
2 Rumah Kopel Hunian yang umumnya berada pada satu persil, satu bangunan terdiri dari 2 unit rumah dengan satu atap
3 Rumah Deret Hunian yang unitnya menempel satu sama lain, umumnya maksimal 6 unit berderet
Hunian bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara
fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masingmasing dapat dimiliki dan
4 Rumah Susun
digunakan secara terpisah, yang berfungsi untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama
dan tanah bersama
Rumah yang disekat-sekat menjadi beberapa petak dengan tujuan disewakan dan dijadikan sumber pendapatan oleh
5 Rumah Petak
pemiliknya
6 Rumah Dinas Negeri Hunian yang berfungsi sebagai tempat tinggal untuk menunjang pelaksanaan tugas pegawai negeri.
Hunian yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang disedikan oleh perusahaan swasta untuk menunjang pelaksanaan tugas
7 Rumah Dinas Swasta
pejabat dan/atau pegawainya
8 Rumah Jabatan Hunian yang berfungsi sebagai tempat tinggal untuk menunjang pelaksanaan tugas pejabat
Hunian yang penggunaannya sebagian atau seluruhnya dijadikan sumber pendapatan oleh pemiliknya dengan jalan
9 Rumah sewa/kost
menerima penghuni tempat kos minimal satu bulan dengan memungut uang pemondokan
Hunian dengan kamar–kamar yang dapat ditempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya. Para penghuni menginap
10 Asrama
di asrama untuk jangka waktu yang lebih lama dari pada di hotel atau losmen
Hunian dengan kamar–kamar yang dapat ditempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya bagi karyawan suatu
11 Mess karyawan
perusahaan
12 Apartemen Hunian yang mengarah pada bangunan fisik bentuk vertikal dengan sistem Sewa
13 Kondominium Hunian yang mengarah pada bangunan fisik bentuk vertikal dengan sistem Hak Guna Bangunan
14 Panti jompo Hunian untuk menampung dan merawat orang-orang yang lanjut usia atau jompo
Hunian yang menampung anak-anak yatim piatu. Di dalam panti asuhan, anak-anak yatim piatu (ataupun anak yang
15 Panti asuhan dan yatim piatu dititipkan orang tuanya karena tidak mampu) biasanya tinggal, mendapatkan pendidikan, dan juga dibekali berbagai
keterampilan agar dapat berguna di kehidupannya nanti
16 Maisonet Hunian tipe standar dari bangunan berkapasitas tinggi dan bertingkat rendah 2 lantai
17 Paviliun Hunian berupa ruang/unit tambahan di samping rumah induk
Hunian yang dapat disewakan sebagai tempat tinggal untuk jangka waktu
18 Guest House
tertentu
19 Town House Hunian yang memiliki fasilitas bersama, seperti kolam renang, club house, serta ruang terbuka (rumah cluster)
20 Rumah Adat Bangunan yang memiliki ciri khas khusus sebagai representasi tempat hunian oleh suatu suku bangsa tertentu
21 Rumah Panggung Hunian yang dibangun di atas permukaan tanah atau air dengan menggunakan tiang
dst. dst.  

LAPORAN AKHIR 32
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
Perdagangan  
Usaha untuk melakukan usaha perdagangan, rekreasi, restoran dan sebagainya yang diperuntukkan bagi kelompok,
1 Pusat Perbelanjaan perorangan, perusahaan atau koperasi untuk melakukan penjualan barang-barang dan atau jasa, dan terletak dalam
bangunan/ruang yang menyatu
Jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur
2 Mall untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan dengan bentuk
bangunan melebar
3 Plaza Pusat perbelanjaan yang secara arsitektur bangunan dirancang tinggi, memiliki lebih dari tiga lantai
4 Departemen Store Suatu bentuk toko swalayan yang menjual barang dagangan eceran
Sarana/tempat usaha untuk melakukan penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan sembilan
5 Supermarket bahan pokok secara eceran dan langsung kepada konsumen akhir dengan cara swalayan yang luas lantai usaha lantainya
paling besar (maksimal) 4.000 m2 (empat ribu meter persegi).
Sarana/tempat usaha untuk melakukan penjualan barang-barang kebutuhan sehari-hari secara eceran dan langsung
6 Mini Market kepada konsumen akhir dengan cara swalayan yang luas lantai usahanya paling besar (maksimal) 200 m2 (dua ratus meter
persegi).
Sarana/tempat usaha untuk melakukan penjualan berbagai macam barang kebutuhan rumah tangga dan bukan kebutuhan
7 Toserba sembilan bahan pokok, yang disusun dalam bagian yang terpisah-pisah dalam bentuk kounter secara eceran dan langsung
kepada konsumen akhir yang dalam pelayanannya dibantu oleh para pramuniaga
8 Showroom Sarana/tempat usaha untuk melakukan penjualan kendaraan bermotor
Usaha untuk melakukan pembelian berbagai macam barang dalam partai besar dari berbagai pihak dan menjual barang
9 Perkulakan/Grosir
tersebut dalam partai besar sampai pada sub distributor dan atau pedagang eceran
Pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara dan badan usaha
milik daerah termasuk kerja sama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, counter, los dan tenda yang
10 Pasar Tradisional
dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan
proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar
11 Pertokoan Kompleks toko atau deretan toko yang masing-masing dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau badan hukum
12 Toko Usaha untuk melakukan penjualan barang secara eceran maupun sub grosiran langsung kepada konsumen akhir
13 Rumah Toko Rumah yang sekaligus untuk toko (toko di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai kedua)
14 Kios Tempat usaha sekala kecil yang menjual barang dagangannya secara eceran, yang macam barangnya itu hanya satu
15 Kedai Bangunan yang digunakan sebagai tempat berjualan makanan dan minuman
Kegiatan aksesoris yang melekat pada kaveling bangunan hunian berupa warung makan, warung kelontong, dan lain-lain
16 Warung
dengan proporsi tertentu
17 Restoran Fasilitas penyediaan makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran
18 Rumah Makan Fasilitas penyediaan makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran
Penyediaan makanan ringan dan minuman ringan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
19 Café
pembuatan, penyimpanan dan/atau penyajiannya, di dalam 1 (satu) tempat tetap yang tidak berpindah-pindah.
20 Kedai Kopi Penyediaan makanan ringan dan minuman ringan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses

LAPORAN AKHIR 33
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
pembuatan, penyimpanan dan/atau penyajiannya, di dalam 1 (satu) tempat tetap yang tidak berpindah-pindah.
Penyediaan makanan dan minuman dilengkapi dengan pembuatan, peralatan dan perlengkapan untuk proses
21 Pusat Jajan
penyimpanan dan penyajian, di dalam 1 (satu) tempat tetap yang tidak berpindah-pindah
Jasa penyediaan makanan dan minuman yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan,
22 Jasa Boga
penyimpanan dan penyajian, untuk disajikan di lokasi yang diinginkan oleh pemesan
Jasa penyediaan makanan berupa roti dan kue yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
23 Bakery
pembuatan, penyimpanan dan penyajian, untuk disajikan di lokasi yang diinginkan oleh pemesan
Hotel adalah penyediaan akomodasi secara harian berupa kamar-kamar di dalam 1 (satu) bangunan, yang dapat dilengkapi
24 Hotel
dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan serta fasilitas lainnya
Sejenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangungan rumah yang menyediakan penginapan dengan/
25 Losmen
tanpa makan – minum bagi setiap orang yang datang untuk beristirahat sementara waktu
Jenis akomodasi yang dibangun dan dimiliki suatu instansi untuk tempat peristirahatan bagi para pegawainya dan
26 Wisma
diperlengkapi dengan peralatan makan dan minum
Sejenis akomodasi yang berlokasi di sekitar pantai atau danau dengan bentuk bangunan – bangunan terpisah, disewakan
27 Cottage
untuk keluarga, serta dilengkapi dengan fasilitas rekreasi
Sejenis akomodasi yang mengijinkan seseorang tinggal di bangunan milik warga dalam beberapa lama untuk mempelajari
28 Home Stay
segala hal yang terdapat di kawasan homestay tersebut, seperti kehidupan, bahasa, dan sebagainya
Tempat tinggal sementara sekaligus tempat untuk liburan, yang biasanya terletak di luar daerah yang berhawa sejuk
29 Villa
seperti di pinggiran kota, pegunungan, pantai, dsb
Gedung/Bangunan yang digunakan sebagai tempat jasa pelayanan hiburan dengan melaksanakan pertunjukan film-film
30 Bioskop
layar lebar
31 Karaoke Usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas menyanyi dengan atau tanpa pemandu lagu
Tempat istirahat yang buka pada waktu larut malam berupa kedai minum, dan dilengkapi ruang tarian dan layanan DJ yang
32 Klab Malam
memainkan musik pop dan tarian yang rancak
Usaha penyediaan minuman beralkohol dan non-alkohol dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses
33 Bar
pembuatan, penyimpanan dan/atau penyajiannya, di dalam 1 (satu) tempat tetap yang tidak berpindah-pindah
Tempat hiburan atau klub dengan rekaman musik yang dimainkan oleh disc jockey dan bukan sebuah band di atas
34 Diskotik
panggung
35 Bilyar Tempat untuk kegiatan olahraga bola sodok (billiar)
36 Bowling Tempat untuk kegiatan olahraga bola gelinding (bowling)
Kegiatan yang dilakukan sebagai hiburan yang berkaitan dengan kecepatan dan/atau kecekatan dan/atau kepandaian
37 Permainan Ketangkasan
seseorang
Tempat untuk menyewakan PC untuk kepentingan bermain game, baik online melalui internet maupun offline tanpa
38 Game Center
internet, dimana game tersebut sebagian besar merupakan aplikasi tersendiri
Suatu konstruksi buatan yang dirancang untuk diisi dengan air dan digunakan untuk berenang, menyelam, atau aktivitas
39 Kolam Renang
air lainnya.
40 Kolam Pancing Usaha yang menyediakan tempat serta fasilitas untuk memancing sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan

LAPORAN AKHIR 34
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
penyediaan pelayanan jasa pelayanan makan dan minum
Suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk mempertunjukkanseni budaya di tempat terbuka (tanpa atap)
41 Teater Terbuka
dan dapat dilengkapi dengan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum
Sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang,
42 Bank
meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote
43 Koperasi Sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama
44 Money Changer Tempat pertukaran atau jual beli mata uang asing
45 Warung Internet Tempat yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum
Pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum yang ditunggu baik bersifat sementara maupun tetap dan merupakan bagian
46 Warung Telekomunikasi dari telepon umum yang di dalamnya terdapat kamar bicara umum (KBU) berisi pesawat telepon untuk digunakan
pemakai jasa
Fasilitas fisik tidak bergerak untuk melayani penerimaan, pengumpulan, penyortiran, transmisi, dan pengantaran surat dan
47 Kantor Pos
paket pos
Perusahaan perjalanan pelayanan informasi yang menyangkut keperluan mencapai tujuan perjalanan dan informasi
48 Biro Travel
yang menyangkut daerah tujuan perjalanan
49 Salon / Pangkas Rambut Tempat yang menyediakan tempat, peralatan dan fasilitas untuk memotong, menata dan merias rambut
Usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas pemijatan dengan tenaga pemijat terlatih dan berbusana sopan serta
50 Pijat
dilakukan dalam suatu ruangan dengan pencahayaan terang yang memungkinkan aktifitasnya diketahui dari luar
Suatu usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk mandi uap sebagai usaha pokok dan dapat dilengkapi dengan
51 Mandi Uap/ Sauna dan Spa
pijat dan penyediaan jasa pelayanan makan dan minum
52 Pusat Kebugaran / Fitnes Tempat yang biasa juga disebut pusat kebugaran atau gym yang merupakan tempat tujuan latihan fisik
Tempat pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau bisa juga diartikan sebagai jenis
53 Pengobatan Alternatif
pengobatan yang berfungsi sebagai metode pengobatan pendukung pengobatan medis
54 Bengkel Alat Berat Tempat untuk memperbaiki kendaraan alat berat dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknik
55 Bengkel Karoseri Tempat untuk membentuk dan memperbaiki karoseri (kerangka kendaraan)
56 Bengkel Mobil Tempat untuk memperbaiki kendaraan baik roda empat ataupun lebih dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknik
Jasa perawatan interior ataupun eksterior kendaraan baik roda empat ataupun lebih dan hal-hal yang berkaitan dengan
57 Salon Mobil
estetika kendaraan
Jasa untuk membersihkan interior dan eksterior kendaraan baik roda empat ataupun lebih dengan menggunakan air dan
58 Cucian Mobil
alat-alat lainnya
59 Bengkel Cat Kendaraan Tempat untuk memperbaiki dan memperbaharui warna kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor
60 Bengkel Sepeda Motor Tempat untuk memperbaiki kendaraan roda dua dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknik
61 Cucian Sepeda Motor Jasa untuk membersihkan kendaraan roda dua dengan menggunakan air danalat-alat lainnya
62 Bengkel Kendaraan Tidak Bermotor Tempat untuk memperbaiki kendaraan tidak bermotor dan hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknik
Suatu usaha yang menyediakan jasa pengelasan (teknik penyambungan berbagai logam dengan cara mencairkan sebagian
63 Bengkel Las
logam induk dan logam pengisi dan menghasilkan sambungan yang kontinyu) berbagai jenis logam
64 Bengkel Elektronik Tempat untuk melakukan perakitan, pengukuran, test dan uji coba serta perbaikan terhadap barang-barang elektronik

LAPORAN AKHIR 35
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
65 Bengkel Meubel/ Furniture Tempat perakitan dan perbaikan perabotan rumah/kantor/sekolah/lain-lainnya seperti meja dan kursi
66 Bimbingan Belajar Jasa penyedia kegiatan pembelajaran tambahan yang diberikan kepada anak maupun orang dewasa
Lembaga pelatihan yang kegiatannya diselenggarakan dalam waktu pendek dan hanya mempelajari keterampilan
67 Kursus Mengemudi
mengemudi
68 Rumah Duka Rumah tempat orang yang berduka cita karena ada yang meninggal
69 Krematorium Tempat membakar mayat hingga menjadi abu
Tempat penghormatan bagi orang meninggal yang telah dikremasi dan abunya disimpan di sebuah pasu (guci yang
70 Rumah Abu
menyimpan sisa kremasi almarhum)
Bentuk PAUD pada pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan
71 Penitipan Anak
kesejahteraan sosial terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun
Lokasi dengan kelengkapan fasilitas yang berkaitan dengan seluruh kegiatan peternakan dan kesehatan hewan baik yang
72 Penitipan Hewan
dioperasikan dengan motor penggerak maupun tanpa motor penggerak untuk menjamin kesejahteraan hewan
73 Penitipan Barang Suatu sarana yang tertutup dan terkunci untuk menyimpan barang-barang milik seseorang
74 Air Minum Isi Ulang Usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan menjual langsung ke konsumen
Tempat/sarana yang menyediakan dan melayani kebutuhan bahan bakar minyak untuk sektor transportasi untuk umum
75 SPBU
langsung kepada masyarakat, baik yang menetap maupun yang berpindah lokasi
Tempat/sarana yang menyediakan dan melayani kebutuhan bahan bakar khusus dan bahan bakar gas untuk sektor
76 SPBE transportasi untuk umum langsung kepada masyarakat, dan untuk industri serta TNI/Polri, baik yang menetap maupun
yang berpindah lokasi
Tempat/sarana yang menyediakan dan melayani kebutuhan bahan bakar gas untuk sektor transportasi untuk umum
77 SPBG
langsung kepada masyarakat, dan untuk industri serta TNI/Polri, baik yang menetap maupun yang berpindah lokasi
78 Jasa Pemasaran Property Tempat untuk jasa yang berkaitan dengan pemasaran property seperti rumah, apartement, hotel dan lain sebagainya
79 Jasa Hukum Tempat untuk jasa yang berkaitan dengan bidang hukum seperti pengacara dan notaris
80 Jasa Bangunan/Arsitek Tempat untuk jasa yang berkaitan dengan desain suatu bangunan atau gedung
81 Jasa Riset dan Pengembangan IPTEK Tempat untuk jasa yang berfungsi sebagai tempat riset dan pengembangan IPTEK
82 Jasa Bunga Ucapan Selamat Tempat untuk jasa yang menyewakan papan bungan ucapan selamat
83 Jasa Tukang Jahit Tempat untuk jasa yang berfungsi sebagai tempat menjahit pakaian dan barang-barang berbahan kain
84 Laundry Tempat untuk jasa yang berfungsi sebagai tempat mencuci pakaian
85 Studio Foto Tempat berupa ruang yang ditata khusus untuk aktivitas fotografi
Suatu usaha yang melakukan proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta
86 Foto Copy/ Percetakan
di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak
Suatu usaha yang menyediakan jasa peminjaman excavator, buldozer, grader, dan lain-lain dengan sistem pembayaran
87 Penyewaan Alat Berat
yang telah ditentukan
Mediaperiklanan besar, yang biasa ditempatkan pada area yang sering dilalui, misalnya pada sisi persimpangan jalan raya
88 Reklame/Spanduk/Bilboard
yang padat.
Bangunan yang terdiri dari unit-unit layaknya apartemen yang tiap unit memiliki dapur, ruang duduk atau kamar
89 Kondotel (Kondominium Hotel)
tergantung tipe yang ada dan memiliki fasilitas-fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran, meeting rooms dan fasilitas

LAPORAN AKHIR 36
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
lain seperti yang disediakan hotel berbintang, semua ditujukan untuk kenyamanan pengunjung
90 Rumah Kantor / Soho Rumah yang sekaligus untuk toko (toko di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai kedua).
Beberapa gedung dalam suatu kawasan atau area yang terdiri dari beberapa kegiatan kecuali industri, luas lahan skala
91 Superblok/Multifungsi
besar dan merupakan satu kesatuan perencanaan.

Perkantoran  
Tempat kegiatan pemerintahan asing dan administrasi pemerintahan asing beserta fasilitasnya dengan luas lahan yang
1 Kantor Perwakilan Negara Asing
disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan pemerintahan pusat dan administrasi pemerintahan pusat beserta fasilitasnya dengan luas lahan yang
2 Kantor Pemerintah Pusat/Instansi Vertikal
disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan pemerintahan propinsi dan administrasi pemerintahan propinsi beserta fasilitasnya dengan luas lahan
3 Kantor Pemerintah Propinsi
yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan pemerintahan kota dan administrasi pemerintahan kota beserta fasilitasnya dengan luas lahan yang
4 Kantor Pemerintah Kota
disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan pemerintahan kecamatan dan administrasi pemerintahan kecamatan beserta fasilitasnya dengan luas
5 Kantor Kecamatan
lahan yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan pemerintahan kelurahan dan administrasi pemerintahan kelurahan beserta fasilitasnya dengan luas lahan
6 Kantor Kelurahan
yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat dengan luas lahan yang
7 Kantor Kodam
disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat di bawah korem dengan
8 Kantor Kodim
luas lahan yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan satuan teritorial yang berada di tingkat kecamatan bagian dari TNI Angkatan Darat yang langsung
9 Kantor Koramil
berhubungan dengan pejabat dan masyarakat sipil dengan luas lahan yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat di bawah kodam dengan
10 Kantor Korem
luas lahan yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan satuan pelaksana utama kewilayahan yang berada di bawah Polri dengan luas lahan yang disesuaikan
11 Kantor Polda
dengan fungsinya.
12 Kantor Polwil Tempat kegiatan kepolisian wilayah dengan luas lahan yang disesuaikan dengan fungsinya.
Tempat kegiatan kepolisian Republik Indonesia di daerah kabupaten/kota dengan luas lahan yang disesuaikan dengan
13 Kantor Polres/Polresta
fungsinya.
Tempat kegiatan kepolisian Republik Indonesia di tingkat kecamatan dengan luas lahan yang disesuaikan dengan
14 Kantor Polsek/Polsekta
fungsinya.
Tempat kegiatan kepolisian Republik Indonesia di tingkat kelurahan/desa dengan luas lahan yang disesuaikan dengan
15 Pos Polisi
fungsinya.
16 Pos Pemadam Kebakaran Tempat yang berfungsi sebagai lokasi garasi kendaraan pemadam kebakaran serta penyimpanan alat-alat pemadam
kebakaran, pusat informasi dan pengaduan, serta lokasi operasi komando pemadam kebakaran yang mewakili tingkat

LAPORAN AKHIR 37
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
kecamatan/kelurahan
Tempat utama/pusat yang berfungsi untuk melayani penerimaan, pengumpulan, penyortiran, transmisi, dan pengantaran
17 Kantor Pos Induk
surat dan paket pos
Tempat yang berkedudukan di bawah kantor pusat yang berfungsi untuk melayani penerimaan, pengumpulan,
18 Kantor Pos Cabang
penyortiran, transmisi, dan pengantaran surat dan paket pos
19 Kantor PLN Regional Badan Usaha Milik negara yang mengurusi semua aspek kelistrikan di Indonesia yang merupakan kantor pusat
20 Kantor PLN Cabang Badan Usaha Milik negara yang mengurusi semua aspek kelistrikan di Indonesia yang berada di bawah kantor pusat
21 Kantor Telkom Perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia
22 Kantor Bank Indonesia Tempat berlangsungnya seluruh kegiatan bank sentral Republik Indonesia
Unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum yang diawasi dan dimonitor oleh
23 Kantor PDAM
aparat-aparat eksekutif maupun legislatif.
24 Kantor Perbankan Bangunan untuk lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya
25 Kantor Dagang / Bisnis Bangunan untuk lembaga yang mengadakan kegiatan perdagangan/jual beli dan bisnis
26 Kantor Telekomunikasi Seluler Perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi seluler di Indonesia
27 Kantor Partai Politik dan Organisasi Massa Bangunan untuk lembaga yang berkaitan dengan politik atau organisasi di lingkungan masyarakat
Tempat untuk suatu organisasi, yang biasanya bersifat nirlaba, yang ditujukan untuk suatu profesi tertentu dan bertujuan
28 Kantor Asosiasi Profesi
melindungi kepentingan publik maupun profesional pada bidang tersebut.

Sarana Pelayanan Umum  


Satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak
1 Pra Sekolah/PAUD
usia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun
Satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak
2 TK
usia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun
3 SD/MI Jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah
4 SLTP/MTS Jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar
5 SMU/MA/SMK Jenjang pendidikan lanjutan pendidikan menengah pertama
Sekolah-sekolah yang diselenggarakan berada dalam satu komplek dan di kelola secara terpadu baik dari aspek kurikulum,
6 Sekolah Terpadu
pembelajaran, guru, sarana dan sarana, managemen, dan evaluasi
Lembaga pendidikan keagamaan Islam berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan diniyah atau secara
7 Pesantren
terpadu dengan jenis pendidikan lainnya.
8 Akademi Suatu institusi pendidikan tinggi, penelitian, atau keanggotaan kehormatan
Perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu
9 Sekolah Tinggi
pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau profesional
10 Instistut
dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu yang berasal dari satu jenis keilmuan
Perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau profesional
11 Universitas
dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu

LAPORAN AKHIR 38
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
Tempat jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. yang
Tempat Kursus/ Pelatihan / Bimbingan
12 dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang
Belajar
ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
13 Pendidikan Non Formal Suatu jalur pendidikan yang dilakukan di luar pendidikan formal.
14 Perpustakaan Tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya
15 Pusat Penelitian dan Riset Tempat, gedung, atau ruang yang disediakan untuk kegiatan penelitian dan riset terhadap suatu hal pada berbagai bidang
Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Merupakan tempat
16 Rumah Sakit Tipe A
pelayanan rumah sakit rujukan tertinggi (top referral hospital) atau rumah sakit pusat.
Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Didirikan di setiap
17 Rumah Sakit Tipe B
ibukoata propinsi (propincial hospital) yang menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.
Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas, yaitu pelayanan penyakit dalam,
18 Rumah Sakit Tipe C pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kebidanan dan kandungan. Didirikan di setiap ibukota
kabupaten (regency hospital) yang menampung pelayanan rujukan dari puskesmas.
19 Rumah Sakit Tipe D Rumah sakit yang memberikan pelayanan transisi yang memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi
Sarana kesehatan yang menyediakan pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera untuk
20 Rumah Sakit Gawat Darurat
menyelamatkan hidupnya dan memberikan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit/cedera
Tempat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi wanita hamil, dan bersalin yang mempunyai penanggungjawab
21 Rumah Sakit Bersalin
medis seorang dokter ahli kebidanan dan kandungan serta seorang dokter anak.
Sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia
22 Laboratorium Kesehatan atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor
yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat.
Kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran
23 Puskesmas serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Tempat/jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam
24 Puskesmas Pembantu
wilayah kerja Puskesmas.
Tempat penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar minimal kuratif, prepentif dan promotif dengan penanggung
25 Balai Pengobatan jawabnya seorang dokter umum dan pelaksanaan harian adalah dokter/tenaga keperawatan minimal D3 Keperawatan
(Akper).
Tempat pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau bisa juga diartikan sebagai jenis
26 Pengobatan Tradisional
pengobatan yang berfungsi sebagai metode pengobatan pendukung pengobatan medis.
Sarana pelayanan keluhan masyarakat mengenai kesehatan sebelum penanganan lebih lanjut ke puskesmas lalu ke erumah
27 Pos Kesehatan
sakit
Tempat kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas
28 Posyandu
kesehatan
29 Praktek Dokter Umum Tempat profesi lulusan pendidikan kedokteran yang belum mendalami keahlian pada jenis penyakit tertentu (bukan
spesialis), baik di di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan

LAPORAN AKHIR 39
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
peraturan perundang-undangan.
Tempat profesi lulusan pendidikan kedokteran yang mengkhususkan keahliannya di satu macam penyakit; baik di dalam
30 Praktek Dokter Spesialis
maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Tempat bidan secara mandiri memberikan pelayanan pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi, kesejahteraan
31 Praktek Bidan ibu dan janin/bayinya, masa antara dalam lingkup praktek kebidanan juga termasuk pendidikan kesehatan dalam hal
proses reproduksi untuk keluarga dan komunitasnya.
Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan
32 Klinik/ Polikinik medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang
tenaga medis
Usaha pelayanan jasa medik veteriner yang dijalankan oleh suatu manajemen dengan dipimpin oleh seorang dokter hewan
33 Klinik dan atau Rumah Sakit Hewan penanggungjawab, memiliki fasilitas untuk pelayanan gawat darurat, laboratorium diagnostik, rawat inap, unit penanganan
intensif, ruang isolasi, serta dapat menerima jasa layanan medik veteriner yang bersifat rujukan.
Tempat untuk melakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat, diantaranya
pengadaan obat penyimpanan obat, pembuatan sediaan obat, peracikan, penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi
34 Apotek
serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perbekalan kefarmasian yang terdiri dari obat, bahan obat, obat
tradisional, alat kesehatan dan kosmetik.
35 Toko Obat Sarana yang memiliki izin untuk menyimpan obat-obat bebas dan obat-obat bebas terbatas untuk dijual secara eceran.
36 Optik Toko peralatan optik (kacamata dan sebagainya)
Lembaga keagamaan yang dalam fungsinya sebagai pusat pembinaan dan pengembangan Agama Islam, yang berperan
37 Islamic Center
sebagai mimbar Pelaksanaan Da’wah dalam Era Pembangunan
38 Masjid Rumah ibadah agama Islam
39 Langgar/ musholla Tempat atau rumah kecil menyerupai masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah agam islam
40 Gereja Rumah ibadah agama Protestan dan Katolik
41 Pura Rumah ibadah agama Hindu
42 Vihara Rumah ibadah agama Budha
43 Klenteng Rumah ibadah agama Konghucu
44 Stadion Lapangan olahraga yang dikelilingi tempat duduk
45 Gedung Olahraga Suatu bangunan gedung yang digunakan berbagai kegiatan olahraga yang biasa dilakukan dalam ruangan tertutup
46 Lapangan Olahraga Tempat atau tanah yang luas biasanya rata untuk olahraga
47 Lapangan Futsal Tempat yang luas dan biasanya rata untuk olahraga futsal
48 Lapangan Bulutangkis Tempat atau tanah yang luas biasanya rata untuk olahraga bulutangkis
49 Lapangan Tenis Tempat atau tanah yang luas biasanya rata untuk olahraga tenis
50 Lapangan Golf Fasilitas untuk olahraga dan berlatih golf yang terdiri dari lapangan rumput yang luas.
Suatu tempat untuk kegiatan yang dilakukan sebagai hiburan yang berkaitan dengan kecepatan dan/atau kecekatan
51 Arena Ketangkasan
dan/atau kepandaian seseorang
Ruang atau tempat yang biasanya dipakai para remaja untuk memanfaatkan waktu luang dengan melakukan berbagai
52 Gelanggang Remaja / Seni
kegiatan yang berguna

LAPORAN AKHIR 40
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
Usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas untuk melakukan kegiatan seni atau menonton karya seni dan/atau
53 Sanggar Seni
pertunjukan seni, seperti:sanggar seni, galeri seni, dan gedung pertunjukan seni.
54 Gedung pertemuan lingkungan Gedung yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti rapat dengan skala lingkungan
Suatu ruangan yang digunakan sebagai tempat untuk pertemuan (yang mencakup sidang utama dan komisi, serta jamuan)
bagi sekelompok orang untuk saling tukar-menukar informasi, pendapat dan hai-hal baru yang menarik dibahas untuk
55 Balai Pertemuan
kepentingan bersama, lengkap dengan segala sarana dan prasarana penunjangnya, baik konvensi berskala nasional
maupun internasional, serta masih dimungkinkan dilaksanakan kegiatan lainnya seperti jamuan makan dan eksibisi.
56 Gedung Pertemuan Kota Gedung yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti rapat dengan skala kota
57 Gedung Expo/ Pameran Suatu tempat untuk memamerkan kegiatan seni dari segala bentuk macam seni rupa yang ada dan berkembang
Gedung yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti seminar, workshop, diskusi round table yang berskala nasional
58 Gedung Serba Guna maupun internasional dan dapat digunakan juga untuk kegiatan lain seperti pameran, resepsi pernikahan dan acara-acara
lainnya denganfasilitas meliputi: meja kursi, sound system, LCD, wireless mic dan motorized projection screen.
Pusat yang bertugas memberikan informasi yang diolah dari sumber lain mengenai suatu bidang khusus mencakup
59 Pusat Informasi lingkungan
pengertian data numerik, tekstual, suara maupun citra.
Lembaga Sosial/organisasi Lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka
60
kemasyarakatan menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Tempat yang digunakan untuk menggelar berbagai pertunjukan seni, baik itu bioskop, wayang, pagelaran musik, maupun
61 Gedung Kesenian
tari.
62 Gedung Teater Tempat yang digunakan untuk menggelar pertunjukan teater
Tempat yang berfungsi untuk mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat
63 Museum
untuk tujuan studi, penelitian dan hiburan
Tempat yang digunakan untuk kegiatan mengasah kecakapan, dan berlatih seperti membuat studi foto, studio film, studio
64 Studio Keterampilan
TV, kartun, atau musik.
Hunian yang berfungsi proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan penyandang cacat mampu
65 Pusat Rehabilitasi
melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.
Prasarana beserta fasilitasnya untuk menurunkan dan menaikkan penumpang yang melayani kendaraan umum untuk
66 Terminal Tipe A Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan/atau Angkutan Lintas Batas Negara, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi
(AKDP), Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan.
Prasarana beserta fasilitasnya untuk menurunkan dan menaikkan penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum
67 Terminal Tipe B
untuk Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan.
Prasarana beserta fasilitasnya untuk menurunkan dan menaikkan penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum
68 Terminal Tipe C
untuk Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan.
69 Stasiun Kereta Api Prasarana kereta api sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api.
Prasarana untuk memarkirkan sepeda yang biasanya dilengkapi dengan perangkat untuk mengunci, merantai sepeda pada
70 Area Parkir Sepeda
rak sepeda
71 Area Parkir Kendaraan Bermotor Roda 2 Prasarana untuk memarkirkan kendaraan bermotor roda 2 (dua) yang dapat berupa gedung parkir atau parkir terbuka
72 Area Parkir Kendaraan Bermotor Roda 4 Prasarana untuk memarkirkan kendaraan bermotor roda 4 (empat) yang dapat berupa gedung parkir atau parkir terbuka

LAPORAN AKHIR 41
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
73 Area Parkir Kendaraan bermotor Roda 6 Prasarana untuk memarkirkan kendaraan bermotor roda 6 (enam) yang dapat berupa gedung parkir atau parkir terbuka
Prasarana untuk memarkirkan kendaraan berat berupa truk bak terbuka, truk kontainer, dan lain sebagainya.yang dapat
74 Area Parkir Truk/Kontainer
berupa gedung parkir atau parkir terbuka.
75 Gedung Parkir Gedung yang khusus dibangun untuk tempat parkir kendaraan
76 Halte Tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bus, biasanya ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan bus.
Tempat perhentian ojek (transportasi umum tidak resmi berupa sepeda motor yang disewakan dengan cara
77 Pangkalan Ojek
memboncengkan penumpang) untuk menunggu penumpang yang datang
Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan
pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang
78 Pelabuhan
dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan
serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.
Prasarana untuk penambatan kapal penyeberangan di pelabuhanyang menurut kegiatannya melayani kegiatan angkutan
79 Dermaga
penyeberangan.
80 Mercusuar Bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut.
Kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara
mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda
81 Bandara
transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas
penunjang lainnya.
Prasarana yang digunakan untuk pendaratan dan lepas landas helikopter di daratan (surface level heliport), di atas gedung
82 Pendaratan Helikopter
(elevated heliport) dan di anjungan lepas pantai/kapal (helideck).
83 Jembatan Penyeberangan Fasilitas pejalan kaki untuk menyeberang jalan yang ramai dan lebar
Tempat penyimpanan, memelihara dan perbaikan kendaraan berupa bus serta tempat menaikan dan menurunkan
84 Pool Bus
penumpang.
Tempat penyimpanan, memelihara dan perbaikan kendaraan berupa taxi serta tempat menaikan dan menurunkan
85 Pool Taxi
penumpang.
Tempat penyimpanan, memelihara dan perbaikan kendaraan angkutan umum berupa mikrolet serta tempat menaikan dan
86 Pool Angkutan Umum
menurunkan penumpang.
Tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendaur ulangan, pengelolaan, dan/ atau tempat pengelolaan sampah
87 TPS
terpadu
88 TPA Tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan
89 Pengolahan sampah/limbah Tempat dilakukannya pengolahan sampah/limbah baik domestik maupun nondomestik
Usaha untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang
sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan
90 Daur ulang
energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang
baru.
91 Penimbunan barang rongsokan Tempat pengumpulan barang-barang yang sudah tak terpakai atau tidak dapat digunakan
92 Saringan sampah drainase Bangunan yang berfungsi sebagai penyaring sampah yang berada pada prasarana drainase yang dapat dioperasikan secara

LAPORAN AKHIR 42
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
manual maupun mekanik
93 Pembongkaran kendaraan bermotor Tempat yang berfungsi sebagai lokasi pembongkaran kendaraan-kendaraan bermotor
Tempat yang berfungsi sebagai lokasi garasi kendaraan pemadam kebakaran serta penyimpanan alat-alat pemadam
94 Pos Pemadam Kebakaran kebakaran, pusat informasi dan pengaduan, serta lokasi operasi komando pemadam kebakaran yang mewakili tingkat
kecamatan/kelurahan
95 Fire Hidrant Pile Alat terminal air yang berfungsi untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran
Bangunan yang berfungsi sebagai penunjang jaringan telekomunikasi yang desain/bentuk konstruksinya disesuaikan
96 Menara Telekomunikasi
dengan keperluan jaringan telekomunikasi.
Pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum yang ditunggu baik bersifat sementara maupun tetap dan merupakan bagian
Warung Telekomunikasi (Telepon /
97 dari telepon umum yang di dalamnya terdapat kamar bicara umum (KBU) berisi pesawat telepon untuk digunakan
Internet)
pemakai jasa.
Pusat Transmisi/Pemancar Jaringan Bangunan khusus yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk menempatkan peralatan telekomunikasi yang desain
98
Telekomunikasi atau bentuk konstruksinya disesuaikan dengan keperluan penyelenggaraan telekomunikasi.
Stasiun yang memberikan layanan penyiaran audio (suara), yang disiarkan melalui udara sebagai gelombang radio dari
99 Stasiun Radio / TV sebuah antena pemancar ke alat penerima/stasiun penyiaran yang menyebarkan siarannya dalam bentuk audio dan video
secara bersama-sama ke televisi penerima di wilayah tertentu.
Pesan atau berita yang bertujuan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang/ jasa yang
100 Iklan /Reklame di halaman berkonstruksi
ditawarkan, yang berada pada halaman berkonstruksi
Pesan atau berita yang bertujuan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang/ jasa yang
101 Iklan /Reklame menempel bangunan
ditawarkan, yang menempel pada bangunan
Pesan atau berita yang bertujuan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang/ jasa yang
102 Iklan /Reklame diatas bangunan
ditawarkan, yang berada di atas bangunan
103 Rambu-rambu / Signage Tanda atau petunjuk bagi pengguna jalan

Industri  
Usaha mikro dengan modal dasar dibawah 500 (lima ratus) juta, dan menggunakan peralatan yang sederhana untuk proses
1 Industri Kecil/ Home Industri produksinya dengan jumlah tenaga kerja 1-19 orang. Contohnya antara lain industri kerajinan kayu, batik tulis, tanah liat,
anyaman, dan sebagainya.
2 Industri Pengemasan Barang Industri yang menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai.
Industri yang menggunakan keterampilan tenaga manusia untuk menciptakan suatu barang yang mempunyai kualifikasi
3 Industri Berbahan Kerajinan Tangan
fungsional dan estetika
4 Industri Kimia Dasar Industri yang berhubungan dengan produksi zat kimia
5 Industri Mesin dan Logam Dasar Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau barang setengah jadi berupa mesin dan logam dasar
6 Industri Makanan / Minuman Industri yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang berupa makanan dan minuman
7 Industri Pengolahan Tembakau Industri yang mengolah bahan-bahan tembakau
Industri yang didasarkan pada perubahan dari serat menjadi benang, kemudian menjadi kain, sampai akhirnya menjadi
8 Industri Tekstil
tekstil yang melalui berbagai macam proses hingga menghasilkan suatu produk

LAPORAN AKHIR 43
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
9 Industri Pakaian Jadi Industri yang memperoduksi pakaian jadi dan perlengkapan pakaian
10 Industri Berbahan Kulit & Karet Industri yang mengolah bahan-bahan yang berasal dari kulit dan karet
Industri yang mengolah bahan baku atau bahan setengah jadi dari kayu, rotan, dan bahan baku alami lainnya menjadi
11 Industri Furniture
produk barang jadi furniture yang mempunyai nilai tambah dan manfaat yang lebih tinggi.
12 Industri Daur Ulang Industri yang bertujuan untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru
13 Industri Kayu Industri yang mengolah hasil hutan untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk baru seperti kertas
Industri yang mengolah kayu sebagai bahan dasar untuk memproduksi pulp, kertas, papan, dan produk berbasis selulosa
14 Industri Kertas
lainnya.
Kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya
15 Gudang Terbuka
sendiri, dan/atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang di ruangan terbuka.
Kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya
16 Gudang Tertutup sendiri, dan/atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang di dalam gedung atau
ruangan tertutup.
Tempat yang berfungsi untuk menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu
17 Pergudangan
tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan.

Pariwisata  
Lahan terbuka yang difungsikan untuk mendirikan kemah untuk tempat kediaman sementara bagi berteduh dan
1 Area Perkemahan
bermalam.
2 Area Out Bond Lahan atau ruang terbuka yang difungsikan untuk permainan Out Bond
Tempat atau wadah yang memiliki fungsi utama sebagai lembaga konservasi yang melakukan upaya perawatan dan
pengembangbiakan berbagai jenis satwa berdasarkan etika dan kaidah kesejahteraan satwa dalam rangka membentuk dan
3 Kebun Binatang mengembangkan habitat baru, sebagai sarana perlindungan dan pelestarian jenis melalui kegiatan penyelamatan,
rehabilitasi dan reintroduksi alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta sarana rekreasi yang sehat.
Penginapan yang mempunyai fasilitas khusus untuk kegiatan bersantai dan berolahraga seperti tennis, golf, trackking, dan
4 Resort
sebagainnya.
Pelabuhan khusus yg disediakan untuk kapal pesiar, dilengkapi dng prasarana yg dibutuhkan, misal air tawar dan
5 Marina telekomunikasi dan juga tempat rekreasi dan pusat olah raga laut seperti ski air, wind surfing, memancing, menyelam dan
lain-lain.
sebuah taman bermain yang dikhususkan untuk melakukan permainan yang berhubungan dengan air. Sebuah taman air
6 Taman Air/ Water Park biasanya berisi kolam renang, seluncur air, kolam arus, dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang bilas, kamar kecil,
pujasera, dan tempat penyewaan ruangan.

Pertahanan dan Keamanan  


1 Asrama Militer Hunian dengan kamar–kamar yang dapat ditempati oleh beberapa anggota militer di setiap kamarnya
2 Pusat Latihan Tempur Sarana yang digunakan oleh angkatan militer untuk menyelenggarakan latihan bagi jajarannya yang juga bertujuan untuk

LAPORAN AKHIR 44
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit
3 TNI AD Angkatan perang yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia di darat
4 TNI AU Angkatan perang yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia di udara
5 TNI AL Angkatan perang yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia di laut

Ruang Terbuka Non Hijau  


Suatu bentuk ruang terbuka non hijau sebagai suatu pelataran dengan fungsi utama tempat dilangsungkannya aktivitas
1 Lapangan
olahraga.
2 Plaza Tempat terbuka untuk umum (ruang publik) di perkotaan
3 Tempat parkir Tempat sebagai perparkiran berbagai macam kendaraan
Tempat dengan daya tarik yang terdiri atas wahana permainan seperti wahana lintas-gunung (roller coaster) dan balap air.
4 Taman bermain dan rekreasi Biasanya taman hiburan memiliki pilihan sejumlah jenis wahana permainan yang berbeda, bersama dengan toko, restoran,
dan gerai (outlet) hiburan lainnya.
Jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin
5 Trotoar
keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.
Suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan untuk kegiatan
6 Alun-alun
masyarakat yang bermanfaat
Kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan sementara waktu dengan memberikan kesempatan untuk dapat
7 Kolam Retensi
meresap kedalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air.
8 Waduk Kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan

Ruang Evakuasi Bencana  


1 Barak Penampungan Suatu tempat atau bangunan yang bersifat sementara untuk para pengungsi akibat terjadinya bencana
2 Dapur Umum Suatu tempat dalam bentuk tenda sementara untuk menyikapi terjadinya bencana yang diselenggarakan oleh instalasi gizi.

Ruang Sektor Informal  


Usaha perdagangan dengan menggunakan sarana usaha bergerak maupun tidak bergerak, menggunakan prasarana kota,
1 Pedagang Kaki Lima fasilitas sosial, fasilitas umum, lahan dan bangunan milik pemerintah dan/atau swasta yang bersifat sementara/tidak
menetap.

Pertambangan  
Hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa cair atau padat,
1 Minyak Bumi
termasuk aspal, lilin mineral atau ozokerit, dan bitumen yang diperoleh dari proses penambangan
Hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa gas yang
2 Gas Alam
diperoleh dari proses penambangan Minyak dan Gas Bumi.
Endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan dan merupakan endapan
3 Batubara
karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk bitumen padat, gambut, dan batuan aspal

LAPORAN AKHIR 45
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
Benda logam kelabu berwarna keperakan warna putih, namun berubah atau teroksidasi menjadi hitam ketika terpapar
4 Uranium
dengan atmosfer atau udara
5 Batu Kapur Batuan sedimen yang utamanya tersusun oleh kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit.
6 Batu Benda padat atau solid yang terbuat secara alami dari mineral dan/atau mineraloid
7 Kerikil Bebatuan kecil yang biasanya merupakan batu granit yang dipecahkan
8 Lempung Batuan sedimen yang terdiri dari material kaya aluminium dan silika
Bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silika dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses
9 Pasir Kwarsa pengendapan, biasa disebut dengan pasir putih yang merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama
seperti kuarsa dan feldspar
10 Tanah Liat Partikel mineral berkerangka dasar silika
11 Pasir Batuan sedimen sisa hasil rombakan batuan padat
Tanah tambahan yang digunakan untuk menyesuaikan ukuran/ketinggian tanah pada suatu lokasi yang diambil dari lokasi
12 Tanah Urug
lainnya
13 Aluminium Logam yang ringan dan memiliki ketahanan korosi yang baik, hantaran listrik yang baik dan sifat-sifat lainnya.
14 Tembaga Unsur logam dengan warna kemerahan yang merupakan konduktor panas dan listrik yang baik
15 Besi Logam yang berasal dari bijih besi yang banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari
16 Nikel Unsur kimia metalik yang memiliki sifat tahan karat dan dalam keadaan murni bersifat lembek
17 Timah Logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah dan dapat ditempa
Logam ringan dengan warna putih keperakan saat kondisi standar, dimana akan memudar dan jadi dilindungi lapisan tipis
18 Magnesium oksida saat terkena udara, akan menghasilkan gas hidrogen saat bersentuhan dengan air dan jika dibakar akan berwarna
putih terang
19 Emas Logam mulia berwarna kuning yang dapat ditempa dan dibentuk, biasa dibuat perhiasan seperti cincin dan kalung
20 Perak Logam lunak berwarna putih (dalam keadaan standar) yang memiliki lapisan logam mengkilap
21 Platina Logam mengkilap berwarna keperakan yang bersifat sangat elastis
22 Seng Logam berwarna putih kebiruan, berkilauan, dan bersifat diamagnetik (tidak dapat ditarik oleh medan magnet)
23 Timbal Logam keperakan yang lembut dengan warna kebiru-biruan bersifat lunak dan elastis

Pertanian  
1 Sawah Lahan usaha tani yang secara fisik rata dan mempunyai pematang seta dapat ditanami padi dengan sistem genangan
2 Ladang Tanah yang diusahakan dan ditanami
3 Kebun Sebidang tanah yang ditanami pohon musiman (buah-buahan dan sebagainya)
4 Hortikultura dan Rumah Kaca Bangunan/lahan untuk penanaman sayur-sayuran, buah-buahan, bunga hiasan dan landskap.
5 Pembibitan Lahan untuk menyemaikan atau mengembangkan bibit untuk ditanam atau diternakkan.
6 Pergudangan Hasil Panen Tempat yang digunakan untuk menyimpan seluruh hasil panen
Penjualan Tanaman/Bunga yang
7
Dikembangbiakkan Tempat menjual tanaman dan bunga seperti pasar tanaman hias atau pasar bunga
8 Tambak Kolam buatan, biasanya di daerah pantai, yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai sarana budidaya perairan (akuakultur).

LAPORAN AKHIR 46
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Zona
No Definisi
Kegiatan
Area/bidang tanah yang digenangi air dan dibudidayakan dengan jenis pengusahaan berupa: kolam ikan air tawar, tambak
9 Kolam
dan kolam penggaraman
Pasar yang biasanya terletak di dalam pelabuhan/pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat tersebut terjadi transaksi
10 Tempat Pelelangan Ikan
penjualan ikan hasil/hasil laut baik secara lelang maupun tidak (tidak termasuk TPI yang menjual/melelang ikan darat)
Tempat pembudidayaan ikan yang terbuat dari keranjang pengangkut atau tempat ikan, bentuknya lonjong, terbuat dari
11 Keramba anyaman bambu dengan kerangka kayu, biasanya berlapis agar kedap air; 2 (dua) keranjang atau kotak dari bilah bambu di
sungai, danau, bendungan atau laut.
12 Lapangan Pengembalaan Tanah datar yang berfungsi sebagai tempat penggembalaan hewan ternak seperti domba, kambing, sapi.
Tempat untuk memeras hasil hewan ternak mamalia yaitu berupa susu.Hewan ternak mamalianya seperti sapi, kuda, dan
13 Pemerahan Susu
lain-lain
14 Kandang Hewan Ruang berpagar tempat memelihara binatang
Suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan disain tertentu yang digunakan sebagai tempat memotong hewan selain
15 Rumah Potong Hewan
unggas bagi konsumsi masyarakat luas.
16 Rumah Walet Suatu bangunan dengan desain tertentu yang digunakan sebagai tempat tinggal/memelihara burung walet

LAPORAN AKHIR 47
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1.1.3. Ketentuan Pemanfaatan


7.1.1.3.1. Zona Perlindungan Setempat

Tabel 7.6 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas dan/atau Bersyarat Sub


Zona Sempadan Sungai (SS)

Klasifikasi
No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat
Sub zona
1. Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang
Sempadan Pada sub zona Sempadan Sungai (SS) diperbolehkan pemanfaatan
Sungan (SS) ruang bagi kegiatan :

1. Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi sempadan sungai

2. Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Pengaman Pada sub zona Jalur Pengamanan Penerbangan (JP)diperbolehkan
Jalur pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
Penerbanga
n (JP) 1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,
dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

7.1.1.3.2. Zona Ruang Terbuka Hijau

Tabel 7.7 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Ruang Terbuka Hijau

Klasifikasi
No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat
Sub zona
1 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang
Hutan Kota Pada sub zona Hutan Kota (RTH-1) diperbolehkan pemanfaatan
(RTH-1) ruang bagi kegiatan :

1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai

LAPORAN AKHIR 48
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Klasifikasi
No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat
Sub zona
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

2 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Taman Kota Pada sub zona Taman Kota (RTH-2) diperbolehkan pemanfaatan
(RTH-2) ruang bagi kegiatan :

1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

3 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Taman Pada sub zona Taman Kecamatan (RTH-3) diperbolehkan
Kecamatan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
(RTH-3)
1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,
dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

4 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Taman Pada sub zona Taman Kelurahan (RTH-4) diperbolehkan
Kelurahan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
(RTH-4)
1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,
dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

5 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang

LAPORAN AKHIR 49
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Klasifikasi
No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat
Sub zona
Taman RW Pada sub zona Taman RW (RTH-5) diperbolehkan pemanfaatan
(RTH-5) ruang bagi kegiatan :

1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

6 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Taman RT Pada sub zona Taman RT (RTH-6) diperbolehkan pemanfaatan
(RTH-6) ruang bagi kegiatan :

1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

7 Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang


Pemakaman Pada sub zona Pemakaman (RTH-7) diperbolehkan pemanfaatan
(RTH-7) ruang bagi kegiatan :

1. Pos Polisi, pos Pemadam Kebakaran, pos kesehatan, daur ulang,


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
o Ketinggian lantai bangunan 1 lantai
o Tidak mengganggu fungsi ruang terbuka hijau

2. Rambu-rambu, Pemakaman dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
o Tidak mengganggu fungsi jalur pengaman penerbangan

LAPORAN AKHIR 50
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1.1.3.3. Zona Perumahan

A. Sub Zona Perumahan Kepadatan Sedang (R-3)

Tabel 7.8 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Perumahan Sub Zona


Perumahan Kepadatan Sedang (R-3)

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

1. A. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona perumahan sedang (R-3) diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi
kegiatan :
1. Rumah Susun, Asrama, Mess Karyawan, Apartemen, dan Kondominium
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan
ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
o Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
o Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
o Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KBD maksimal 60%, bangunan
dengan jumlah lantai mulai dari 8 lantai KDB maksimal 50%.
o KLB menyesuaikan dengan kelas jalan.
o Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas jalan dan sudut
pandang.

2. Rumah Jabatan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B), dengan


ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
o Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

3. Rumah sewa/kost memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)


dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
o Bangunan yang memiliki lebih dari 2 lantai atau jumlah kamar lebih
dari 20 kamar, minimal berada di kelas jalan lokal.
o Mendapat persetujuan dari warga setempat.
o Menyediakan parkir kendaraan sesuai dengan kapasitas.
o Menyediakan ruang tamu untuk fasilitas Bersama.

4. Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
o Menyediakan lahan parkir sesuai standar
o Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter
persegi

LAPORAN AKHIR 51
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

o Mendapat persetujuan dari warga sekitar yang diketahui oleh lurah


dan camat setempat

5. Town house dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (T), dengan


ketentuan:

6. Perumahan Cluster memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),


dengan ketentuan:
o Tidak menutupi akses dan pandangan terhadap jalan umum
o Bangunan berorientasi pada jalan umum eksisting.

7. Rumah adat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dengan


ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

8. Mini market dan Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter.
o Mendapat persetujuan dari warga setempat.
o Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

9. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

10. Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)
dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

LAPORAN AKHIR 52
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

11. Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

12. Toko dan Rumah Toko memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

13. Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

14. Restoran, Rumah Makan, Café, Kedai Kopi, dan Pusat Jajan memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

15. Jasa boga dan Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

16. Hotel, Kondotel dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar (minimal 5 bus besar), serta
sepeda motor dan disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 53
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

17. Losmen, Wisma, Guest House, Cottage, Homestay dan Villa memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar, serta sepeda motor dan
disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada

18. Bioskop, Karaoke, Bilyar, Bowling, Permainan Ketangkasan, Game Center,


Tetater Terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mendapat persetujuan warga setempat.

19. Kolam renang, kolam pancing memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Mendapat persetujuan warga setempat.

20. Bank, Koperasi, Money Changer memiliki ketentuan diizinkan secara


bersyarat (B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

21. Warung internet memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Mendapat persetujuan warga setempat.
4. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 23.00 WIB
5. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

22. Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B)


dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 54
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

23. Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
3. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat

24. Biro travel, Salon/pangkas rambut, pijat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
3. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat
4. Waktu pengoperasian pukul 07.00 s/d 22.00 WIB

25. Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes dengan ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.

26. Pengobatan alternatif dengan ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

27. Bengkel alat berat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

28. Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan, Bengkel
sepeda motor, Penyewaan alat berat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Memperhatikan tingkat kebisingan
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

29. Cucian mobil, Cucian sepeda motor, Laundry dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

LAPORAN AKHIR 55
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

2. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 21.00 WIB


3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

30. Bengkel kendaraan tidak bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Pelayanan hanya untuk skala zub zona bersangkutan
2. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

31. Bengkel las, Bengkel meubel/furniture dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan
3. Mendapatkan persetujuan warga setempat

32. Bengkel elektronik, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

33. Bimbingan belajar, Kursus mengemudi, Studio foto, Foto copy/percetakan,


Reklame/spanduk/bilboard dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat
tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal

34. Krematorium, Rumah Abu, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

35. Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang, Jasa
pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa bunga ucapan selamat, Jasa tukang jahit, dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Mendapatkan persetujuan warga setempat

36. SPBU, SPBE, SPBG, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

37. Rumah kantor/soho dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.

LAPORAN AKHIR 56
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.


3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

38. Superblok/multifungsi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

39. Kantor perwakilan negara asing, Kantor pemerintah pusat/instansi vertikal,


Kantor pemerintah propinsi, Kantor pemerintah kota, Kantor kecamatan,
Kantor kodam, Kantor kodim, Kantor koramil, Kantor korem, Kantor polda,
Kantor polwil, Kantor polres/polresta, Kantor polsek/polsekta, Pos pemadam
kebakaran, Kantor pos induk, Kantor pos cabang, Kantor PLN regional, Kantor
PLN cabang, Kantor telkom, Kantor bank indonesia, Kantor PDAM, Kantor
perbankan, Kantor dagang/bisnis, Kantor telekomunikasi seluler dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

40. Kantor kelurahan, Pos polisi, Kantor partai politik dan organisasi massa,
Kantor asosiasi profesi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Mendapatkan persetujuan warga setempat
3. Harus memelihara ketertiban lingkungan

41. Pra sekolah/PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs/, SMU/MA/SMK, Pesantren dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesuai ketentuan
fasos/fasum
2. Harus memeilhara ketertiban lingkungan

42. Sekolah terpadu, Akademi, Sekolah tinggi, Institut, Universitas dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesaui ketentuan fasos/fasum
3. Harus memelihara ketertiban lingkungan
4. Minimal berada di Jalan Lokal

43. Tempat kursus/pelatihan/bimbingan belajar, Pendidikan non formal,


Perpustakaan, Pusat penelitian dan riset dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
5. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
6. Minimal berada di Jalan Lokal

LAPORAN AKHIR 57
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

7. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

44. Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin, Laboratorium kesehatan,
Klinik/poliklinik, Klinik dan atau rumah sakit hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Pemilahan limbah medis dan non medis

45. Puskesmas, Puskesmas pembantu, Balai pengobatan dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Pemilahan limbah medis dan non medis

46. Pengobatan tradisional, Pos kesehatan, Posyandu dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Pemilahan limbah medis dan non medis
4. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
6. Mendapat persetujuan dari warga setempat

47. Praktek dokter umum, Praktek dokter spesialis, Praktek bidan, Apotek, Toko
obat, Optik dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
4. Minimal berada di Jalan Lokal

48. Masjid, Musholla dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
2. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
49. Islamic center Gereja , Pura, Vihara, Klenteng dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

50. Stadion dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait

LAPORAN AKHIR 58
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

2. Minimal berada di Jalan Lokal


3. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

51. Gedung olahraga, Gelanggang remaja/seni dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

52. Lapangan olahraga, Lapangan futsal, Lapangan bulutangkis, Lapangan tenis


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

53. Lapangan golf, Arena ketangkasan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 18.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

54. Sanggar seni, Gedung pertemuan lingkungan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
3. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat

55. Balai pertemuan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

56. Gedung pertemuan kota, Gedung expo/pameran, Gedung serba guna, Gedung
kesenian, Gedung teater, Museum, Studio keterampilan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

57. Lembaga sosial/organisasi kemasyarakatan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

LAPORAN AKHIR 59
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

58. Pusat rehabilitasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapat persetujuan dari warga setempat
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

59. Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api, Bandara,
Pendaratan helikopter dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
6. Tidak boleh berbatasan langsung dengan aktifitas utama (perumahan)

60. Area parkir sepeda


1. Dibatasi luas area parkir maksimum 100 (seratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

61. Area parkir kendaraan bermotor roda 2 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 200 (dua ratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

62. Area parkir kendaraan bermotor roda 4 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 1000 (seribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

63. Area parkir kendaraan bermotor roda 6 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 2000 (dua ribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

64. Area parkir truk/kontainer dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 4000 (empat ribu) meter persegi
yang disesuaikan dengan skala pelayanan

65. Gedung parkir dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan disesuaikan dengan skala pelayanan

66. Jembatan penyebrangan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Hanya untuk pejalan kaki
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 60
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

67. Pool bus, Pool taxi, Pool angkatan umum dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan prasarana tambahan lainnya untuk para penumpang
2. Minimal berada di kelas jalan lokal.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

68. TPS dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Jarak minimal dengan bangunan hunian sejauh 30 (tiga puluh meter)

69. Pengolahan sampah/limbah dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Hanya untuk pengolahan limbah domestik yang melayani sub zona
bersangkutan
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

70. Daur ulang dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Dilarang menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

71. Penimbunan barang rongsokan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Dilarang menimbulkan pencemaran lingkungan
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

72. Saringan sampah drainase dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Memperhatikan aspek keselamatan warga sekitar

73. Pembongkaran kendaraan bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

74. Menara telekomunikasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Harus merupakan menara bersama minimal untuk 3 (tiga) provider
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat
3. Menara telekomunikasi yang berada di atas bangunan, bangunan dasar
harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

75. Pusat transmisi/pemancar jaringan telekomunikasi dengan ketentuan

LAPORAN AKHIR 61
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :


1. Mendapat persetujuan dari warga setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

76. Stasiun radio/TV dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

77. Iklan/reklame di halaman berkonstruksi dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

78. Iklan/reklame menempel bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Hanya untuk reklame dalam bentuk cat atau stiker pada dinding
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

79. Iklan/reklame diatas bangunan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

80. Industri kecil/home industri, Industri pengemasan barang, Industri berbahan


kerajinan tangan, Industri kimia dasar, Industri mesin dan logam dasar,
Industri makanan/minuman, Industri pengolahan tembakau, Industri tekstil,
Industri pakaian, Industri berbahan kulit & karet, Industri furniture, Industri
daur ulang, Industri kayu, Industri kertas, Gudang terbuka, Gudang tertutup,
Pergudangan, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Minimal berada di kelas jalan lokal.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
6. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

81. Area perkemahan, Area outbond, Kebun binatang dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan

LAPORAN AKHIR 62
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Ketentuan Pemanfaatan Ruang Terbatas Dan/Atau Bersyarat

perumahan/permukiman

82. Resort dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

83. Kolam pancing, Kolam renang, Taman air/water park dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

84. Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

85. Kolam retensi, Waduk dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

86. Pedagang kaki lima dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
2. Mendapat izin dari warga dan disetujui oleh pihak RT dan RW
3. Mendapat izin dari dinas KUMKM

87. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga yang
dikembangbiakkan, Tambak, Kolam, Keramba, Lapangan pengembalaan,
Pemerahan susu, Kandang hewan, Rumah potong hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

LAPORAN AKHIR 63
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

B. Sub Zona Perumahan Kepadatan Rendah (R-4)

Tabel 7.9 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Perumahan Sub Zona


Perumahan Kepadatan Rendah (R-4)

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. A. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona perumahan Rendah (R-4) diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi
kegiatan :
1. Rumah Susun, Asrama, Mess Karyawan, Apartemen, dan Kondominium
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan
ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
o Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
o Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
o Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KBD maksimal 60%, bangunan
dengan jumlah lantai mulai dari 8 lantai KDB maksimal 50%.
o KLB menyesuaikan dengan kelas jalan.
o Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas jalan dan sudut
pandang.

2. Rumah Jabatan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B), dengan


ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
o Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

3. Rumah sewa/kost memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)


dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
3. Bangunan yang memiliki lebih dari 2 lantai atau jumlah kamar lebih dari
20 kamar, minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Menyediakan parkir kendaraan sesuai dengan kapasitas.
6. Menyediakan ruang tamu untuk fasilitas Bersama.

4. Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
7. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
8. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
9. Mendapat persetujuan dari warga sekitar yang diketahui oleh lurah dan
camat setempat

LAPORAN AKHIR 64
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

5. Town house dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (T), dengan


ketentuan:

6. Perumahan Cluster memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),


dengan ketentuan:
1. Tidak menutupi akses dan pandangan terhadap jalan umum
2. Bangunan berorientasi pada jalan umum eksisting.

7. Rumah adat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

8. Mini market dan Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter.
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

9. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

10. Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)
dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

11. Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat.

LAPORAN AKHIR 65
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.


4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

12. Toko dan Rumah Toko memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

13. Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

14. Restoran, Rumah Makan, Café, Kedai Kopi, dan Pusat Jajan memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

15. Jasa boga dan Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

16. Hotel, Kondotel dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar (minimal 5 bus besar), serta
sepeda motor dan disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

17. Losmen, Wisma, Guest House, Cottage, Homestay dan Villa memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar, serta sepeda motor dan

LAPORAN AKHIR 66
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada

18. Bioskop, Karaoke, Bilyar, Bowling, Permainan Ketangkasan, Game Center,


Tetater Terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mendapat persetujuan warga setempat.

19. Kolam renang, kolam pancing memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Mendapat persetujuan warga setempat.

20. Bank, Koperasi, Money Changer memiliki ketentuan diizinkan secara


bersyarat (B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

21. Warung internet memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Mendapat persetujuan warga setempat.
4. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 23.00 WIB
5. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

22. Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B)


dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

23. Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
3. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat

LAPORAN AKHIR 67
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

24. Biro travel, Salon/pangkas rambut, pijat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
3. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat
4. Waktu pengoperasian pukul 07.00 s/d 22.00 WIB

25. Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes dengan ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.

26. Pengobatan alternatif dengan ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

27. Bengkel alat berat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

28. Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan, Bengkel
sepeda motor, Penyewaan alat berat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Memperhatikan tingkat kebisingan
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

29. Cucian mobil, Cucian sepeda motor, Laundry dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

30. Bengkel kendaraan tidak bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Pelayanan hanya untuk skala zub zona bersangkutan
2. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

31. Bengkel las, Bengkel meubel/furniture dengan ketentuan diizinkan secara

LAPORAN AKHIR 68
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :


1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan
3. Mendapatkan persetujuan warga setempat

32. Bengkel elektronik, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

33. Bimbingan belajar, Kursus mengemudi, Studio foto, Foto copy/percetakan,


Reklame/spanduk/bilboard dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat
tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal

34. Krematorium, Rumah Abu, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

35. Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang, Jasa
pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa bunga ucapan selamat, Jasa tukang jahit, dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Mendapatkan persetujuan warga setempat

36. SPBU, SPBE, SPBG, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

37. Rumah kantor/soho dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

38. Superblok/multifungsi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 69
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

39. Kantor perwakilan negara asing, Kantor pemerintah pusat/instansi vertikal,


Kantor pemerintah propinsi, Kantor pemerintah kota, Kantor kecamatan,
Kantor kodam, Kantor kodim, Kantor koramil, Kantor korem, Kantor polda,
Kantor polwil, Kantor polres/polresta, Kantor polsek/polsekta, Pos pemadam
kebakaran, Kantor pos induk, Kantor pos cabang, Kantor PLN regional, Kantor
PLN cabang, Kantor telkom, Kantor bank indonesia, Kantor PDAM, Kantor
perbankan, Kantor dagang/bisnis, Kantor telekomunikasi seluler dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

40. Kantor kelurahan, Pos polisi, Kantor partai politik dan organisasi massa,
Kantor asosiasi profesi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Mendapatkan persetujuan warga setempat
3. Harus memelihara ketertiban lingkungan

41. Pra sekolah/PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs/, SMU/MA/SMK, Pesantren dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesuai ketentuan
fasos/fasum
2. Harus memeilhara ketertiban lingkungan

42. Sekolah terpadu, Akademi, Sekolah tinggi, Institut, Universitas dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesaui ketentuan fasos/fasum
3. Harus memelihara ketertiban lingkungan
4. Minimal berada di Jalan Lokal

43. Tempat kursus/pelatihan/bimbingan belajar, Pendidikan non formal,


Perpustakaan, Pusat penelitian dan riset dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

44. Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin, Laboratorium kesehatan,
Klinik/poliklinik, Klinik dan atau rumah sakit hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 70
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Pemilahan limbah medis dan non medis

45. Puskesmas, Puskesmas pembantu, Balai pengobatan dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Pemilahan limbah medis dan non medis

46. Pengobatan tradisional, Pos kesehatan, Posyandu dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Pemilahan limbah medis dan non medis
4. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
6. Mendapat persetujuan dari warga setempat

47. Praktek dokter umum, Praktek dokter spesialis, Praktek bidan, Apotek, Toko
obat, Optik dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
4. Minimal berada di Jalan Lokal

48. Masjid, Musholla dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
2. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
49. Islamic center Gereja , Pura, Vihara, Klenteng dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

50. Stadion dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
2. Minimal berada di Jalan Lokal
3. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

51. Gedung olahraga, Gelanggang remaja/seni dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

LAPORAN AKHIR 71
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

52. Lapangan olahraga, Lapangan futsal, Lapangan bulutangkis, Lapangan tenis


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

53. Lapangan golf, Arena ketangkasan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 18.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

54. Sanggar seni, Gedung pertemuan lingkungan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
3. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat

55. Balai pertemuan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

56. Gedung pertemuan kota, Gedung expo/pameran, Gedung serba guna, Gedung
kesenian, Gedung teater, Museum, Studio keterampilan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal

57. Lembaga sosial/organisasi kemasyarakatan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

58. Pusat rehabilitasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapat persetujuan dari warga setempat
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

59. Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api, Bandara,
Pendaratan helikopter dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 72
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Minimal berada di kelas jalan lokal.


2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
6. Tidak boleh berbatasan langsung dengan aktifitas utama (perumahan)

60. Area parkir sepeda


1. Dibatasi luas area parkir maksimum 100 (seratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

61. Area parkir kendaraan bermotor roda 2 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 200 (dua ratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

62. Area parkir kendaraan bermotor roda 4 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 1000 (seribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

63. Area parkir kendaraan bermotor roda 6 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 2000 (dua ribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

64. Area parkir truk/kontainer dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas area parkir maksimum 4000 (empat ribu) meter persegi
yang disesuaikan dengan skala pelayanan

65. Gedung parkir dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Dibatasi luas lantai bangunan disesuaikan dengan skala pelayanan

66. Jembatan penyebrangan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Hanya untuk pejalan kaki
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

67. Pool bus, Pool taxi, Pool angkatan umum dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Menyediakan prasarana tambahan lainnya untuk para penumpang
2. Minimal berada di kelas jalan lokal.
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

LAPORAN AKHIR 73
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

68. TPS dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Jarak minimal dengan bangunan hunian sejauh 30 (tiga puluh meter)

69. Pengolahan sampah/limbah dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Hanya untuk pengolahan limbah domestik yang melayani sub zona
bersangkutan
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

70. Daur ulang dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Dilarang menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

71. Penimbunan barang rongsokan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Dilarang menimbulkan pencemaran lingkungan
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

72. Saringan sampah drainase dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Memperhatikan aspek keselamatan warga sekitar

73. Pembongkaran kendaraan bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

74. Menara telekomunikasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Harus merupakan menara bersama minimal untuk 3 (tiga) provider
2. Mendapat persetujuan dari warga setempat
3. Menara telekomunikasi yang berada di atas bangunan, bangunan dasar
harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

75. Pusat transmisi/pemancar jaringan telekomunikasi dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat persetujuan dari warga setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

76. Stasiun radio/TV dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 74
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

77. Iklan/reklame di halaman berkonstruksi dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

78. Iklan/reklame menempel bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Hanya untuk reklame dalam bentuk cat atau stiker pada dinding
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

79. Iklan/reklame diatas bangunan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapat izin dari lingkungan setempat
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

80. Industri kecil/home industri, Industri pengemasan barang, Industri berbahan


kerajinan tangan, Industri kimia dasar, Industri mesin dan logam dasar,
Industri makanan/minuman, Industri pengolahan tembakau, Industri tekstil,
Industri pakaian, Industri berbahan kulit & karet, Industri furniture, Industri
daur ulang, Industri kayu, Industri kertas, Gudang terbuka, Gudang tertutup,
Pergudangan, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Minimal berada di kelas jalan lokal.
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
6. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

81. Area perkemahan, Area outbond, Kebun binatang dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

82. Resort dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

LAPORAN AKHIR 75
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

83. Kolam pancing, Kolam renang, Taman air/water park dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

84. Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

85. Kolam retensi, Waduk dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

86. Pedagang kaki lima dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
2. Mendapat izin dari warga dan disetujui oleh pihak RT dan RW
3. Mendapat izin dari dinas KUMKM

87. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga yang
dikembangbiakkan, Tambak, Kolam, Keramba, Lapangan pengembalaan,
Pemerahan susu, Kandang hewan, Rumah potong hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

7.1.1.3.4. Zona Perdagangan dan Jasa

LAPORAN AKHIR 76
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.10 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Perdagangan dan Jasa

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
1. Sub Zona A. Sifat Penggunaan Ruang
Perdagangan dan Pada sub zona perdagangan dan jasa skala pelayanan kota (K-
Jasa Skala 1) diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
Pelayanan Kota 1. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(K-1) (T), dengan ketentuan:
 Minimal berada dikelas jalan lokal

2. Kantor Perwakilan Negara Asing, Kantor Pemerintah


Pusat/Instansi Vertikal, Kantor Pemerintah Propinsi,
Kantor Pemerintah Kota, Kantor Kecamatan, Kantor
Kodam, Kantor Kodim, Kantor Koramil, Kantor Korem,
Kantor Polda, Kantor Polwil, Kantor Polres/Polresta,
Kantor Polsek/Polsekta, Pos Pemadam Kebakaran, Kantor
Pos, Kantor Pos Cabang, Kantor PLN Regional, Kantor PLN
Cabang, Kantor Telkom, Kantor Bank Indonesia, Kantor
PDAM, Kantor Perbankan, Kantor Dagang/Bisnis, Kantor
Telekomunikasi Seluler memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku

3. Kantor Kelurahan, Pos Polisi, Kantor Partai Politik dan


Organisasi Massa, dan Kantor Asosiasi Profesi memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung
sesuai standar

4. Gedung Expo/Pameran memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Waktu operasional pukul 05.00 s/d 24.00 WIB
 Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

5. Rambu-rambu/Signage memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Ketinggian maksimal ... m
2. Jarak antar signange minimal ... m

6. Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan


Barang, Industri Berbahan Kerajinan Tangan, Industri
Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam Dasar, Industri
Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau,
Industri Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan

LAPORAN AKHIR 77
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
Kulit & Karet, Industri Furniture, Industri Daur Ulang,
Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka, Gudang
Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan
secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Melakukan kajian AMDAL
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

7. Taman Bermain dan Rekreasi memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Pembatasan jam pengoperasian

8. Barak Penampungan, dan Dapur Umum memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

9. Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
Sub Zona 1. Rumah Tunggal memiliki ketentuan diizinkan secara
Perdagangan dan terbatas (T), dengan ketentuan:
Jasa Skala  Pada jalan arteri dan jalan kolektor, minimal luas
Pelayanan BWP persil 2.000 m2
(K-2)  Pada jalan lokal, minimal luas persil 400 m2
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

2. Rumah Susun, Apartemen, dan Kondominium memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
 Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
 Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang
memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku
 Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KDB maksimal
60%, bangunan dengan jumlah lantai mulai dari 8
lantai KDB maksimal 50%
 KLB menyesuaikan dengan kelas jalan
 Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas

LAPORAN AKHIR 78
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
jalan dan sudut pandang

3. Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan


Barang, Industri Berbahan Kerajinan Tangan, Industri
Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam Dasar, Industri
Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau,
Industri Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan
Kulit & Karet, Industri Furniture, Industri Daur, Industri
Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka, Gudang Tertutup,
Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan secara
bersyarat (B), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Melakukan kajian AMDAL
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

4. Area Perkemahan, dan Area Out Bond memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

5. Kebun Binatang memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
 Kajian lingkungan hidup
 Kajian analisa dampak lalu lintas
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar

6. Marina memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

7. Kolam Pancing, Kolam Renang, dan Taman Air/Water


Park memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Waktu operasional pukul 07.00 WIB s/d 18.00 WIB
 Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai
standar

8. Asrama Militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal

LAPORAN AKHIR 79
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA

9. Barak Penampungan, dan Dapur Umum memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

10. Pedagang Kaki Lima memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
 Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
 Mendapatkan izin dari dinas KUMKM

11. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan Rumah Kaca,


Pembibitan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi dari instasi terkait
 Tidak berbatasan langsung dengan perumahan

12. Pergudangan Hasil Panen memiliki ketentuan diizinkan


secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Melakukan kajian lingkungan hidup
 Luas lahan minimal sesuai ketentuan yang berlaku
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

13. Penjualan Tanaman/Bunga yang Dikembangbiakkan


memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Dibatasi waktu pengoperasiannya

14. Tambak, Kolam, dan Keramba memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Melakukan kajian lingkungan hidup
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

15. Pemerahan Susu, dan Rumah Potong Hewan memiliki


ketentuan diizinkan secara bersyarat (B), dengan
ketentuan:
 Melakukan kajian lingkungan hidup

16. Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
Sub Zona 1. Rumah Tunggal memiliki ketentuan diizinkan secara
Perdagangan dan terbatas (T), dengan ketentuan:
Jasa Skala  Tidak berada di kelas jalan arteri dan kolektor
Pelayanan Sub  Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 80
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
BWP (K-3)
2. Rumah Susun, Kondominium memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

3. Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan


Barang, Industri Berbahan Kerajinan Tangan, Industri
Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam Dasar, Industri
Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau,
Industri Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan
Kulit & Karet, Industri Furniture, Industri Daur Ulang,
Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka, Gudang
Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan
secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Melakukan kajian AMDAL
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

4. Area Perkemahan, dan Area Out Bond memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

5. Kebun Binatang memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
 Kajian lingkungan hidup
 Kajian analisa dampak lalu lintas
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar

6. Marina memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

7. Kolam Pancing, Kolam Renang dan Taman Air/Water


Park memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Waktu pengoperasian dari pukul 07.00 WIB s/d 18.00
WIB
 Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai

LAPORAN AKHIR 81
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
standar

8. Asrama Militer, TNI AD, TNI AU, dan TNI AL memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal

9. Barak Penampungan, dan Dapur Umum memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

10. Pedagang Kaki Lima memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
 Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
 Mendapatkan izin dari dinas KUMKM

11. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan Rumah Kaca,


Pembibitan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
 Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
 Tidak berbatasan langsung dengan perumahan

12. Pergudangan Hasil Panen memiliki ketentuan diizinkan


secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
 Minimal berada di kelas jalan lokal
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Melakukan kajian lingkungan hidup
 Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
 Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

13. Penjualan Tanaman/Bunga yang Dikembangbiakkan


memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Dibatasi waktu pengaoperasiannya

14. Tambak, Kolam, Keramba memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Melakukan kajian lingkungan hidup
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait

15. Pemerahan Susu, dan Rumah Potong Hewan memiliki


ketentuan diizinkan secara bersyarat (B), dengan
ketentuan:
 Melakukan kajian lingkungan hidup

LAPORAN AKHIR 82
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KLASIFIKASI
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS
NO ZONA/SUB
DAN/ATAU BERSYARAT
ZONA
16. Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
 Menyediakan tempat parkir sesuai standar
 Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait

7.1.1.3.5. Zona Perkantoran (K)

Tabel 7.11 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Perkantoran (KT)

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. A. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona Perkantoran (KT) diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan
:

1. Rumah Tunggal, Rumah kopel, Rumah Deret, Rumah Petak, Rumah Dinas
Negeri, Rumah Dinas Swasta, Rumah Jabatan, Rumah Sewa/Kost, Asrama,
Mess Karyawan, Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, rumah singgah,
maisonet, pavilion, town house, rumah pnggung, memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
o Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
o Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

2. Rumah Susun, Apartemen, dan Kondominium memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
o Minimal berada di kelas jalan lokal.
o Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
o Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
o Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
o Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku
o Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KBD maksimal 60%, bangunan
dengan jumlah lantai mulai dari 8 lantai KDB maksimal 50%.
o KLB menyesuaikan dengan kelas jalan.
o Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas jalan dan sudut
pandang.
o Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
o Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

LAPORAN AKHIR 83
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Perumahan Cluster memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),


dengan ketentuan:
o Tidak menutupi akses dan pandangan terhadap jalan umum
o Bangunan berorientasi pada jalan umum eksisting.
o Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
o Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

4. Rumah adat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
5. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

5. Mini market dan Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter.
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
7. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

6. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
8. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

LAPORAN AKHIR 84
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

7. Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)


dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
9. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

8. Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

9. Toko dan Rumah Toko memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

10. Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

LAPORAN AKHIR 85
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.


4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

11. Restoran, Rumah Makan, Café, Kedai Kopi, dan Pusat Jajan memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

12. Jasa boga dan Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

13. Hotel, Kondotel dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar (minimal 5 bus besar), serta
sepeda motor dan disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

14. Losmen, Wisma, Guest House, Cottage, Homestay dan Villa memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 86
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


6. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar, serta sepeda motor dan
disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada

15. Bioskop, Karaoke, Bilyar, Bowling, Permainan Ketangkasan, Game Center,


Tetater Terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 23.00 WIB
6. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Mendapat persetujuan warga setempat.

16. Kolam renang, kolam pancing memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Mendapat persetujuan warga setempat.

17. Bank, Koperasi, Money Changer memiliki ketentuan diizinkan secara


bersyarat (B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

18. Warung internet memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 87
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai


dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mendapat persetujuan warga setempat.
6. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 23.00 WIB
7. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

19. Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B)


dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

20. Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat

21. Biro travel, Salon/pangkas rambut, pijat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat
6. Waktu pengoperasian pukul 07.00 s/d 22.00 WIB

22. Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes dengan ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

23. Pengobatan alternatif dengan ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan

LAPORAN AKHIR 88
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.
6. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

24. Bengkel alat berat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
4. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

25. Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan, Bengkel
sepeda motor, Penyewaan alat berat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Memperhatikan tingkat kebisingan
6. Mendapatkan persetujuan warga setempat

26. Cucian mobil, Cucian sepeda motor, Laundry dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
5. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

27. Bengkel kendaraan tidak bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon

LAPORAN AKHIR 89
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Pelayanan hanya untuk skala zub zona bersangkutan
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

28. Bengkel las, Bengkel meubel/furniture dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Memperhatikan tingkat kebisingan
5. Mendapatkan persetujuan warga setempat

29. Bengkel elektronik, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Memperhatikan tingkat kebisingan

30. Bimbingan belajar, Kursus mengemudi, Studio foto, Foto copy/percetakan,


Reklame/spanduk/bilboard dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat
tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal

31. Krematorium, Rumah Abu, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

32. Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang, Jasa
pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa bunga ucapan selamat, Jasa tukang jahit, dengan

LAPORAN AKHIR 90
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :


1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

33. SPBU, SPBE, SPBG, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Dilengkapi dengan fasilitas umum
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

34. Rumah kantor/soho dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

35. Superblok/multifungsi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

36. Pra sekolah/PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs/, SMU/MA/SMK, Pesantren dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesuai ketentuan fasos/fasum
4. Harus memeilhara ketertiban lingkungan

LAPORAN AKHIR 91
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

37. Sekolah terpadu, Akademi, Sekolah tinggi, Institut, Universitas dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
5. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
6. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
7. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
8. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesaui ketentuan fasos/fasum
9. Harus memelihara ketertiban lingkungan
10. Minimal berada di Jalan Lokal

38. Tempat kursus/pelatihan/bimbingan belajar, Pendidikan non formal,


Perpustakaan, Pusat penelitian dan riset dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

39. Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin, Laboratorium kesehatan,
Klinik/poliklinik, Klinik dan atau rumah sakit hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Pemilahan limbah medis dan non medis

40. Puskesmas, Puskesmas pembantu, Balai pengobatan dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis

41. Pengobatan tradisional, Pos kesehatan, Posyandu dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna

LAPORAN AKHIR 92
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis
6. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
7. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
8. Mendapat persetujuan dari warga setempat

42. Praktek dokter umum, Praktek dokter spesialis, Praktek bidan, Apotek, Toko
obat, Optik dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
6. Minimal berada di Jalan Lokal

43. Masjid, Musholla dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
4. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

44. Islamic center Gereja , Pura, Vihara, Klenteng dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

45. Stadion dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran

LAPORAN AKHIR 93
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait


4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

46. Gedung olahraga, Gelanggang remaja/seni dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

47. Lapangan olahraga, Lapangan futsal, Lapangan bulutangkis, Lapangan tenis


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

48. Lapangan golf, Arena ketangkasan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 18.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

49. Sanggar seni, Gedung pertemuan lingkungan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
5. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
6. Mendapat persetujuan dari warga setempat

50. Balai pertemuan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 94
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna


lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

51. Gedung pertemuan kota, Gedung expo/pameran, Gedung serba guna, Gedung
kesenian, Gedung teater, Museum, Studio keterampilan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

52. Lembaga sosial/organisasi kemasyarakatan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

53. Pusat rehabilitasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

54. Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api, Bandara,
Pendaratan helikopter dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 95
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan aktifitas utama (perumahan)

55. Area parkir sepeda


1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 100 (seratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

56. Area parkir kendaraan bermotor roda 2 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 200 (dua ratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

57. Area parkir kendaraan bermotor roda 4 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
4. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
5. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
6. Dibatasi luas area parkir maksimum 1000 (seribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

58. Area parkir kendaraan bermotor roda 6 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 2000 (dua ribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

59. Area parkir truk/kontainer dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 4000 (empat ribu) meter persegi
yang disesuaikan dengan skala pelayanan

60. Gedung parkir dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),

LAPORAN AKHIR 96
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi luas lantai bangunan disesuaikan dengan skala pelayanan

61. Jembatan penyebrangan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Hanya untuk pejalan kaki
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

62. Pool bus, Pool taxi, Pool angkatan umum dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Menyediakan prasarana tambahan lainnya untuk para penumpang
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

63. TPS dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Jarak minimal dengan bangunan hunian sejauh 30 (tiga puluh meter)

64. Pengolahan sampah/limbah dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Hanya untuk pengolahan limbah domestik yang melayani sub zona
bersangkutan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

65. Daur ulang dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan

LAPORAN AKHIR 97
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dilarang menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

66. Penimbunan barang rongsokan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dilarang menimbulkan pencemaran lingkungan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

67. Saringan sampah drainase dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Memperhatikan aspek keselamatan warga sekitar

68. Pembongkaran kendaraan bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

69. Menara telekomunikasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Harus merupakan menara bersama minimal untuk 3 (tiga) provider
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat
5. Menara telekomunikasi yang berada di atas bangunan, bangunan dasar
harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
6. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

70. Pusat transmisi/pemancar jaringan telekomunikasi dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 98
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon


guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

71. Stasiun radio/TV dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

72. Iklan/reklame di halaman berkonstruksi dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

73. Iklan/reklame menempel bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Hanya untuk reklame dalam bentuk cat atau stiker pada dinding
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

74. Iklan/reklame diatas bangunan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

75. Industri kecil/home industri, Industri pengemasan barang, Industri berbahan


kerajinan tangan, Industri kimia dasar, Industri mesin dan logam dasar,
Industri makanan/minuman, Industri pengolahan tembakau, Industri tekstil,

LAPORAN AKHIR 99
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

Industri pakaian, Industri berbahan kulit & karet, Industri furniture, Industri
daur ulang, Industri kayu, Industri kertas, Gudang terbuka, Gudang tertutup,
Pergudangan, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

76. Area perkemahan, Area outbond, Kebun binatang dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

77. Resort dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

78. Kolam pancing, Kolam renang, Taman air/water park dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 100


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

79. Asrama militer, Pusat Latihan Tempur, TNI AD, TNI AU, TNI AL dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

80. Kolam retensi, Waduk dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

81. Pedagang kaki lima dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
4. Mendapat izin dari warga dan disetujui oleh pihak RT dan RW
5. Mendapat izin dari dinas KUMKM

82. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga yang
dikembangbiakkan, Tambak, Kolam, Keramba, Lapangan pengembalaan,
Pemerahan susu, Kandang hewan, Rumah potong hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan perkantoran pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak mengganggu aktivitas
perkantoran
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

LAPORAN AKHIR 101


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

7.1.1.3.6. Zona Sarana Pelayanan Umum


A. Sub Zona Sarana Pelayanan Umum Skala Kota (SPU-1)

Tabel 7.12 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Sarana Pelayanan Umum Sub
Zona Sarana Pelayanan Umum Skala kota (SPU-1)

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. 1. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona sarana pelayanan umum skala pelayanan kota (SPU-1)
diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
 Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, Rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Maisonet memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
 Paviliun memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Town house memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Perumahan cluster memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:

 Rumah adat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
ketentuan yang berlaku

 Rumah panggung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pusat perbelanjaan, Mall, Plaza, Departemen store memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Supermarket memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan

LAPORAN AKHIR 102


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Mini market, Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Perkulakan/grosir memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

 Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

 Toko dan Rumah toko memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

LAPORAN AKHIR 103


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Restoran, Rumah makan, Cafe, Kedai kopi, Pusat jajanan memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa boga, Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Hotel memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Losmen, Wisma, Guest house, Cottage, Home stay, Villa memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Bioskop memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Karaoke, Klab malam, Bar, Diskotik, Bilyar, Bowling, Permainan ketangkasan,


Game center, Teater terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Kolam renang, Kolam pancing, Taman air/waterpark memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pembatasan waktu pengoperasian
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Bank, Koperasi, Money changer memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Warung internet, Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:

LAPORAN AKHIR 104


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar


2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakaan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Biro travel, Salon/pangkas rambut, Pijat memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Pengobatan alternatif memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

 Bengkel alat berat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan,


Bengkel sepeda motor, Penyewaan alat berat memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Cucian mobil, Cucian sepeda motor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

LAPORAN AKHIR 105


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Bengkel kendaraan tidak bermotor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pelayanan hanya untuk skala sub zona bersangkutan
2. Dibatasi waktu operasional

 Bengkel las, Bengkel elektronik, Bengkel meubel/furniture memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Bimbingan belajar, Kursus mengemudi memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Rumah duka, Krematorium, Rumah abu memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendatapkan rekomendasi dari instansi terkait
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar

 SPBU, SPBE, SPBG memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa tukang jahit memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar

 Laundry memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Studio foto, Foto copy/percetakan memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

 Reklame/spanduk/bilboard memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas

LAPORAN AKHIR 106


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

(T), dengan ketentuan:


1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Kondotel (kondominium hotel) memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah kantor/soho memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Superblok/multifungsi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Memisahkan limbah medis dengan limbah non medis

 Masjid, Langgar/musholla memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kedaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

 Pura, Vihara, Klenteng memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan Barang, Industri


Berbahan Kerajinan Tangan, Industri Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam
Dasar, Industri Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau, Industri

LAPORAN AKHIR 107


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan Kulit & Karet, Industri
Furniture, Industri Daur, Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka,
Gudang Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan secara
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya

 Area perkemahan, Area out bond memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

 Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Taman bermain dan rekreasi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Barak penampungan, Dapur umum memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

 Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga, Tambak, Kolam,
Keramba, Lapangan pengembalaan, Pemerahan susu memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan/permukiman

 Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 108


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

C. Sub Zona Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan (SPU-2)

Tabel 7.13 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Sarana Pelayanan Umum Sub
Zona Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan(SPU-2)

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. 1. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona sarana pelayanan umum skala pelayanan kota (SPU-1)
diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
 Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, Rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Maisonet memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
 Paviliun memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Town house memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Perumahan cluster memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:

 Rumah adat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
ketentuan yang berlaku

 Rumah panggung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pusat perbelanjaan, Mall, Plaza, Departemen store memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Supermarket memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Mini market, Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

LAPORAN AKHIR 109


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Perkulakan/grosir memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

 Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

 Toko dan Rumah toko memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

 Restoran, Rumah makan memiliki ketentuan diizinka secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Minimal berada dikelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

LAPORAN AKHIR 110


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Cafe, Kedai kopi, Pusat jajanan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Dibatasi jumlah meja maksimal 30
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa boga, Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Hotel memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Losmen, Wisma, Guest house, Cottage, Home stay, Villa memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Bioskop memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Pembatasan jam pengoperasian

 Karaoke, Klab malam, Bar, Diskotik, Bilyar, Bowling, Permainan ketangkasan,


Game center, Teater terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Kolam renang, Kolam pancing, Taman air/waterpark memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pembatasan waktu pengoperasian
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Bank, Koperasi, Money changer memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 111


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Warung internet, Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakaan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Biro travel, Salon/pangkas rambut, Pijat memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Pengobatan alternatif memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

 Bengkel alat berat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan,


Bengkel sepeda motor, Penyewaan alat berat memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Cucian mobil, Cucian sepeda motor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

LAPORAN AKHIR 112


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

2. Dibatasi waktu pengoperasian


3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Bengkel kendaraan tidak bermotor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pelayanan hanya untuk skala sub zona bersangkutan
2. Dibatasi waktu operasional

 Bengkel las, Bengkel elektronik, Bengkel meubel/furniture memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Bimbingan belajar, Kursus mengemudi memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Rumah duka, Krematorium, Rumah abu memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendatapkan rekomendasi dari instansi terkait
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar

 SPBU, SPBE, SPBG memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa tukang jahit memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar

 Laundry memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Studio foto, Foto copy/percetakan memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

LAPORAN AKHIR 113


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Reklame/spanduk/bilboard memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Kondotel (kondominium hotel) memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah kantor/soho memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Superblok/multifungsi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Memisahkan limbah medis dengan limbah non medis

 Masjid, Langgar/musholla memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kedaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

 Pura, Vihara, Klenteng memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan Barang, Industri

LAPORAN AKHIR 114


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

Berbahan Kerajinan Tangan, Industri Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam
Dasar, Industri Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau, Industri
Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan Kulit & Karet, Industri
Furniture, Industri Daur, Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka,
Gudang Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan secara
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya

 Area perkemahan, Area out bond memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

 Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Taman bermain dan rekreasi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Barak penampungan, Dapur umum memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

 Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga, Tambak, Kolam,
Keramba, Lapangan pengembalaan, Pemerahan susu memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan/permukiman

 Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 115


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

D. Sub Zona Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan (SPU-3)

Tabel 7.14 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Sarana Pelayanan Umum Sub
Zona Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan (SPU-3)

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. 1. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona sarana pelayanan umum skala pelayanan kota (SPU-1)
diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
 Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, Rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Maisonet memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
 Paviliun memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Town house memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Perumahan cluster memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:

 Rumah adat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
ketentuan yang berlaku

 Rumah panggung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pusat perbelanjaan, Mall, Plaza, Departemen store memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
4. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Supermarket memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Mini market, Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

LAPORAN AKHIR 116


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
3. Minimal berada di kelas jalan lokal
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Perkulakan/grosir memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

 Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

 Toko dan Rumah toko memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

 Restoran, Rumah makan memiliki ketentuan diizinka secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Minimal berada dikelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

LAPORAN AKHIR 117


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Cafe, Kedai kopi, Pusat jajanan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Dibatasi jumlah meja maksimal 20
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa boga, Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Hotel memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Losmen, Wisma, Guest house, Cottage, Home stay, Villa memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Bioskop memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Pembatasan jam pengoperasian

 Karaoke, Klab malam, Bar, Diskotik, Bilyar, Bowling, Permainan ketangkasan,


Game center, Teater terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Kolam renang, Kolam pancing, Taman air/waterpark memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pembatasan waktu pengoperasian
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Bank, Koperasi, Money changer memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 118


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Warung internet, Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakaan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Biro travel, Salon/pangkas rambut, Pijat memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Pengobatan alternatif memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

 Bengkel alat berat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
3. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan,


Bengkel sepeda motor, Penyewaan alat berat memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal
4. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Cucian mobil, Cucian sepeda motor memiliki ketentuan diizinkan secara

LAPORAN AKHIR 119


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Bengkel kendaraan tidak bermotor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pelayanan hanya untuk skala sub zona bersangkutan
2. Dibatasi waktu operasional

 Bengkel las, Bengkel elektronik, Bengkel meubel/furniture memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Bimbingan belajar, Kursus mengemudi memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Rumah duka, Krematorium, Rumah abu memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendatapkan rekomendasi dari instansi terkait
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar

 SPBU, SPBE, SPBG memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa tukang jahit memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar

 Laundry memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Studio foto, Foto copy/percetakan memiliki ketentuan diizinkan secara

LAPORAN AKHIR 120


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

 Reklame/spanduk/bilboard memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Kondotel (kondominium hotel) memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah kantor/soho memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Superblok/multifungsi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Memisahkan limbah medis dengan limbah non medis

 Masjid, Langgar/musholla memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kedaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

 Pura, Vihara, Klenteng memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

LAPORAN AKHIR 121


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

 Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan Barang, Industri


Berbahan Kerajinan Tangan, Industri Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam
Dasar, Industri Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau, Industri
Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan Kulit & Karet, Industri
Furniture, Industri Daur, Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka,
Gudang Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan secara
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya

 Area perkemahan, Area out bond memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
6. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
8. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

 Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Taman bermain dan rekreasi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Barak penampungan, Dapur umum memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

 Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga, Tambak, Kolam,
Keramba, Lapangan pengembalaan, Pemerahan susu memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan/permukiman

 Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 122


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

E. Sub Zona Sarana Pelayanan Umum Skala RW (SPU-4)

Tabel 7.15 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Sarana Pelayanan Umum Sub
Zona Sarana Pelayanan Umum Skala RW (SPU-4)

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. 1. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona sarana pelayanan umum skala pelayanan kota (SPU-1)
diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan :
 Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, Rumah singgah memiliki
ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Maisonet memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
 Paviliun memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
 Town house memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
 Perumahan cluster memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:

 Rumah adat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
ketentuan yang berlaku

 Rumah panggung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pusat perbelanjaan, Mall, Plaza, Departemen store memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
4. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Supermarket memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Mini market, Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter

LAPORAN AKHIR 123


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai


dengan ketentuan yang berlaku

 Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Perkulakan/grosir memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

 Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

 Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

 Toko dan Rumah toko memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
1. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
2. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

 Restoran, Rumah makan memiliki ketentuan diizinka secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Minimal berada dikelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai

LAPORAN AKHIR 124


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

dengan ketentuan yang berlaku


4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Cafe, Kedai kopi, Pusat jajanan memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Dibatasi jumlah meja maksimal 10
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa boga, Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instanis terkait
2. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

 Hotel memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Losmen, Wisma, Guest house, Cottage, Home stay, Villa memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Bioskop memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:


1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Pembatasan jam pengoperasian

 Karaoke, Klab malam, Bar, Diskotik, Bilyar, Bowling, Permainan ketangkasan,


Game center, Teater terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Kolam renang, Kolam pancing, Taman air/waterpark memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pembatasan waktu pengoperasian
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Bank, Koperasi, Money changer memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal

LAPORAN AKHIR 125


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar


3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Warung internet, Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:
1. Menyediakaan lahan parkir sesuai standar
2. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Biro travel, Salon/pangkas rambut, Pijat memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

 Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes memiliki ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Pengobatan alternatif memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Dibatasi waktu pengoperasian
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
3. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

 Bengkel alat berat memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
3. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan,


Bengkel sepeda motor, Penyewaan alat berat memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

LAPORAN AKHIR 126


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

4. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Cucian mobil, Cucian sepeda motor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Dibatasi waktu pengoperasian
3. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Bengkel kendaraan tidak bermotor memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Pelayanan hanya untuk skala sub zona bersangkutan
2. Dibatasi waktu operasional

 Bengkel las, Bengkel elektronik, Bengkel meubel/furniture memiliki


ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
2. Memperhatikan tingkat kebisingan

 Bimbingan belajar, Kursus mengemudi memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Menyediakan lahan parkir sesuai standar

 Rumah duka, Krematorium, Rumah abu memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Mendatapkan rekomendasi dari instansi terkait
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang
memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar

 SPBU, SPBE, SPBG memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
3. Dilengkapi dengan fasilitas umum
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Jasa pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa tukang jahit memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
2. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar

 Laundry memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan


ketentuan:

LAPORAN AKHIR 127


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

1. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

 Studio foto, Foto copy/percetakan memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar

 Reklame/spanduk/bilboard memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait

 Kondotel (kondominium hotel) memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah kantor/soho memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Superblok/multifungsi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Memisahkan limbah medis dengan limbah non medis

 Masjid, Langgar/musholla memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kedaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

 Pura, Vihara, Klenteng memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
3. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api memiliki

LAPORAN AKHIR 128


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (B), dengan ketentuan:


1. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
2. Melakukan kajian analisa dampak lalu lintas

 Industri Kecil/Home Industri, Industri Pengemasan Barang, Industri


Berbahan Kerajinan Tangan, Industri Kimia Dasar, Industri Mesin dan Logam
Dasar, Industri Makanan/Minuman, Industri Pengolahan Tembakau, Industri
Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Berbahan Kulit & Karet, Industri
Furniture, Industri Daur, Industri Kayu, Industri Kertas, Gudang Terbuka,
Gudang Tertutup, Pergudangan memiliki ketentuan diizinkan secara
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur lainnya

 Area perkemahan, Area out bond memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

 Asrama militer, TNI AD, TNI AU, TNI AL memiliki ketentuan diizinkan secara
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
3. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

 Taman bermain dan rekreasi memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas


(T), dengan ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Pembatasan jam pengoperasian

 Barak penampungan, Dapur umum memiliki ketentuan diizinkan secara


terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Hanya dioperasikan dalam jangka waktu tertentu

 Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga, Tambak, Kolam,
Keramba, Lapangan pengembalaan, Pemerahan susu memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait
2. Tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan/permukiman

 Pemakaman memiliki ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan

LAPORAN AKHIR 129


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

NO KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN BERSYARAT

ketentuan:
1. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
2. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait

LAPORAN AKHIR 130


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1.1.3.7. Zona Peruntukan Lainnya


A. Sub Zona Pertahanan dan Keamanan (PL-7)

Tabel 7.16 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Peruntukan Lainnya Sub


Zona Pertahanan dan Keamanan (PL-7)

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. A. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona Pertahanan dan Keamanan (PL-7) diperbolehkan pemanfaatan
ruang bagi kegiatan :
1. Rumah Susun, Apartemen, dan Kondominium memiliki ketentuan diizinkan
secara terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku
6. Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KBD maksimal 60%, bangunan
dengan jumlah lantai mulai dari 8 lantai KDB maksimal 50%.
7. KLB menyesuaikan dengan kelas jalan.
8. Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas jalan dan sudut
pandang.
9. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.

2. Rumah Tunggal, Rumah kopel, Rumah Deret, Rumah Petak, Rumah Dinas
Negeri, Rumah Dinas Swasta, Rumah Jabatan, Rumah Sewa/Kost, Asrama,
Mess Karyawan, Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, rumah singgah,
maisonet, pavilion, town house, rumah pnggung, memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok

3. Perumahan Cluster memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),


dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Tidak menutupi akses dan pandangan terhadap jalan umum
4. Bangunan berorientasi pada jalan umum eksisting.

4. Rumah adat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dengan


ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas

LAPORAN AKHIR 131


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

5. Mini market dan Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter.
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
6. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
7. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

6. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

7. Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)


dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
9. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

8. Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan


bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas

LAPORAN AKHIR 132


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

9. Toko dan Rumah Toko memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

10. Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas
lantai maksimum 200 (duaratus) meter persegi

11. Restoran, Rumah Makan, Café, Kedai Kopi, dan Pusat Jajan memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

12. Jasa boga dan Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai

LAPORAN AKHIR 133


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

dengan ketentuan yang berlaku.

13. Hotel, Kondotel dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar (minimal 5 bus besar), serta
sepeda motor dan disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

14. Losmen, Wisma, Guest House, Cottage, Homestay dan Villa memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar, serta sepeda motor dan
disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada

15. Bioskop, Karaoke, Bilyar, Bowling, Permainan Ketangkasan, Game Center,


Tetater Terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 23.00 WIB
6. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Mendapat persetujuan warga setempat.

16. Kolam renang, kolam pancing memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Mendapat persetujuan warga setempat.

LAPORAN AKHIR 134


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

17. Bank, Koperasi, Money Changer memiliki ketentuan diizinkan secara


bersyarat (B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

18. Warung internet memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mendapat persetujuan warga setempat.
6. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 23.00 WIB
7. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

19. Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B)


dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

20. Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan terbatas
(T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat

21. Biro travel, Salon/pangkas rambut, pijat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

LAPORAN AKHIR 135


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat


6. Waktu pengoperasian pukul 07.00 s/d 22.00 WIB

22. Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes dengan ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

23. Pengobatan alternatif dengan ketentuan diizinkan secara terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.
6. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

24. Bengkel alat berat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
4. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

25. Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan, Bengkel
sepeda motor, Penyewaan alat berat dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
1. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
2. Minimal berada di kelas jalan lokal
3. Memperhatikan tingkat kebisingan
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

26. Cucian mobil, Cucian sepeda motor, Laundry dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.

LAPORAN AKHIR 136


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
5. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

27. Bengkel kendaraan tidak bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Pelayanan hanya untuk skala zub zona bersangkutan
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

28. Bengkel las, Bengkel meubel/furniture dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Memperhatikan tingkat kebisingan
5. Mendapatkan persetujuan warga setempat

29. Bengkel elektronik, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Memperhatikan tingkat kebisingan

30. Bimbingan belajar, Kursus mengemudi, Studio foto, Foto copy/percetakan,


Reklame/spanduk/bilboard dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat
tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal

31. Krematorium, Rumah Abu, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 137


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

32. Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang, Jasa
pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa bunga ucapan selamat, Jasa tukang jahit, dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

33. SPBU, SPBE, SPBG, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Dilengkapi dengan fasilitas umum
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

34. Rumah kantor/soho dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

35. Superblok/multifungsi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

36. Kantor perwakilan negara asing, Kantor pemerintah pusat/instansi vertikal,


Kantor pemerintah propinsi, Kantor pemerintah kota, Kantor kecamatan,
Kantor kodam, Kantor kodim, Kantor koramil, Kantor korem, Kantor polda,
Kantor polwil, Kantor polres/polresta, Kantor polsek/polsekta, Pos pemadam
kebakaran, Kantor pos induk, Kantor pos cabang, Kantor PLN regional, Kantor
PLN cabang, Kantor telkom, Kantor bank indonesia, Kantor PDAM, Kantor
perbankan, Kantor dagang/bisnis, Kantor telekomunikasi seluler dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 138


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.


2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

37. Kantor kelurahan, Pos polisi, Kantor partai politik dan organisasi massa,
Kantor asosiasi profesi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat
5. Harus memelihara ketertiban lingkungan

38. Pra sekolah/PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs/, SMU/MA/SMK, Pesantren dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesuai ketentuan fasos/fasum
4. Harus memeilhara ketertiban lingkungan

39. Sekolah terpadu, Akademi, Sekolah tinggi, Institut, Universitas dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesaui ketentuan fasos/fasum
5. Harus memelihara ketertiban lingkungan
6. Minimal berada di Jalan Lokal

40. Tempat kursus/pelatihan/bimbingan belajar, Pendidikan non formal,


Perpustakaan, Pusat penelitian dan riset dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

41. Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit tipe
D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin, Laboratorium kesehatan,
Klinik/poliklinik, Klinik dan atau rumah sakit hewan dengan ketentuan

LAPORAN AKHIR 139


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :


1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Pemilahan limbah medis dan non medis

42. Puskesmas, Puskesmas pembantu, Balai pengobatan dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis

43. Pengobatan tradisional, Pos kesehatan, Posyandu dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis
6. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
7. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
8. Mendapat persetujuan dari warga setempat

44. Praktek dokter umum, Praktek dokter spesialis, Praktek bidan, Apotek, Toko
obat, Optik dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
6. Minimal berada di Jalan Lokal

45. Masjid, Musholla dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
4. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

LAPORAN AKHIR 140


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

46. Islamic center Gereja , Pura, Vihara, Klenteng dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

47. Stadion dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

48. Gedung olahraga, Gelanggang remaja/seni dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

49. Lapangan olahraga, Lapangan futsal, Lapangan bulutangkis, Lapangan tenis


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

50. Lapangan golf, Arena ketangkasan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 18.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

LAPORAN AKHIR 141


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

51. Sanggar seni, Gedung pertemuan lingkungan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
5. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
6. Mendapat persetujuan dari warga setempat

52. Balai pertemuan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
2. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat

53. Gedung pertemuan kota, Gedung expo/pameran, Gedung serba guna, Gedung
kesenian, Gedung teater, Museum, Studio keterampilan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

54. Lembaga sosial/organisasi kemasyarakatan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter
persegi
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

55. Pusat rehabilitasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

56. Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api, Bandara,
Pendaratan helikopter dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas

LAPORAN AKHIR 142


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

blok
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan aktifitas utama (perumahan)

57. Area parkir sepeda


1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 100 (seratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

58. Area parkir kendaraan bermotor roda 2 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 200 (dua ratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

59. Area parkir kendaraan bermotor roda 4 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 1000 (seribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

60. Area parkir kendaraan bermotor roda 6 dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 2000 (dua ribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

61. Area parkir truk/kontainer dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 4000 (empat ribu) meter persegi
yang disesuaikan dengan skala pelayanan

62. Gedung parkir dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 143


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.


2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi luas lantai bangunan disesuaikan dengan skala pelayanan

63. Jembatan penyebrangan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Hanya untuk pejalan kaki
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

64. Pool bus, Pool taxi, Pool angkatan umum dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Menyediakan prasarana tambahan lainnya untuk para penumpang
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

65. TPS dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Jarak minimal dengan bangunan hunian sejauh 30 (tiga puluh meter)

66. Pengolahan sampah/limbah dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Hanya untuk pengolahan limbah domestik yang melayani sub zona
bersangkutan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

67. Daur ulang dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas blok
3. Dilarang menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 144


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

68. Penimbunan barang rongsokan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dilarang menimbulkan pencemaran lingkungan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

69. Saringan sampah drainase dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Memperhatikan aspek keselamatan warga sekitar

70. Pembongkaran kendaraan bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

71. Menara telekomunikasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu


(B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Harus merupakan menara bersama minimal untuk 3 (tiga) provider
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat
5. Menara telekomunikasi yang berada di atas bangunan, bangunan dasar
harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
6. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

72. Pusat transmisi/pemancar jaringan telekomunikasi dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

73. Stasiun radio/TV dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok

LAPORAN AKHIR 145


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.


4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

74. Iklan/reklame di halaman berkonstruksi dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

75. Iklan/reklame menempel bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Hanya untuk reklame dalam bentuk cat atau stiker pada dinding
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

76. Iklan/reklame diatas bangunan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

77. Industri kecil/home industri, Industri pengemasan barang, Industri berbahan


kerajinan tangan, Industri kimia dasar, Industri mesin dan logam dasar,
Industri makanan/minuman, Industri pengolahan tembakau, Industri tekstil,
Industri pakaian, Industri berbahan kulit & karet, Industri furniture, Industri
daur ulang, Industri kayu, Industri kertas, Gudang terbuka, Gudang tertutup,
Pergudangan, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

78. Area perkemahan, Area outbond, Kebun binatang dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 146


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.


2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

79. Resort dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

80. Kolam pancing, Kolam renang, Taman air/water park dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

81. Asrama militer, Pusat Latihan Tempur, TNI AD, TNI AU, TNI AL dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

82. Kolam retensi, Waduk dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 147


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya


7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

83. Pedagang kaki lima dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
4. Mendapat izin dari warga dan disetujui oleh pihak RT dan RW
5. Mendapat izin dari dinas KUMKM

84. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga yang
dikembangbiakkan, Tambak, Kolam, Keramba, Lapangan pengembalaan,
Pemerahan susu, Kandang hewan, Rumah potong hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Mendapatkan izin dari pihak militer yang berwenang.
2. Luasan keseluruhan maksimal 20% (dua puluh persen) dari total luas
blok
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

F. Sub Zona Pergudangan (PL-12)

Tabel 7.17 Ketentuan Pemanfaatan Ruang Zona Peruntukan Lainnya Sub


Zona Pergudangan (PL-12)

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. A. Sifat Penggunaan Ruang


Pada sub zona Pergudangan (PL-12) diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi
kegiatan :

83. Rumah Tunggal, Rumah kopel, Rumah Deret, Rumah Petak, Rumah Dinas
Negeri, Rumah Dinas Swasta, Rumah Jabatan, Rumah Sewa/Kost, Asrama,
Mess Karyawan, Panti jompo, Panti asuhan dan yatim piatu, rumah singgah,
maisonet, pavilion, town house, rumah pnggung, memiliki ketentuan
diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan

LAPORAN AKHIR 148


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas


pergudangan

84. Rumah Susun, Apartemen, dan Kondominium memiliki ketentuan diizinkan


secara terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Mendapatkan rekomendasi teknis dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
5. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku
6. Bangunan dengan ketinggian 7 lantai KBD maksimal 60%, bangunan
dengan jumlah lantai mulai dari 8 lantai KDB maksimal 50%.
7. KLB menyesuaikan dengan kelas jalan.
8. Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kelas jalan dan sudut
pandang.
9. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
10. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan

85. Perumahan Cluster memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),


dengan ketentuan:
1. Tidak menutupi akses dan pandangan terhadap jalan umum
2. Bangunan berorientasi pada jalan umum eksisting.
3. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
4. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan

86. Rumah adat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dengan
ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
3. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
4. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
5. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan

87. Mini market dan Toserba memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Minimal berada di kelas jalan lokal.
2. Jarak minimal dengan pasar tradisional 500 (lima ratus) meter.
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai dengan

LAPORAN AKHIR 149


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

ketentuan yang berlaku.


6. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
7. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan

88. Showroom memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
8. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan

89. Pasar tradisional memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T)
dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
9. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

90. Pertokoan memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan
bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai

LAPORAN AKHIR 150


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

dengan ketentuan yang berlaku.


7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan ketentuan
yang berlaku

91. Toko dan Rumah Toko memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

92. Kios, Kedai, Warung memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 100 (seratus) meter dengan luas lantai
maksimum 200 (duaratus) meter persegi

93. Restoran, Rumah Makan, Café, Kedai Kopi, dan Pusat Jajan memiliki ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T) dan bersyarat (B), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

94. Jasa boga dan Bakery memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

LAPORAN AKHIR 151


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

95. Hotel, Kondotel dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar (minimal 5 bus besar),
serta sepeda motor dan disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

96. Losmen, Wisma, Guest House, Cottage, Homestay dan Villa memiliki
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan tempat parkir mobil, bus besar, serta sepeda motor dan
disesuaikan dengan jumlah kamar yang ada

97. Bioskop, Karaoke, Bilyar, Bowling, Permainan Ketangkasan, Game Center,


Tetater Terbuka memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 23.00 WIB
6. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Mendapat persetujuan warga setempat.

98. Kolam renang, kolam pancing memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat
(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 18.00 WIB
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai sesuai

LAPORAN AKHIR 152


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

dengan ketentuan yang berlaku.


6. Mendapat persetujuan warga setempat.

99. Bank, Koperasi, Money Changer memiliki ketentuan diizinkan secara


bersyarat (B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

100. Warung internet memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mendapat persetujuan warga setempat.
6. Waktu operasional pukul 07.00 s/d 23.00 WIB
7. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

101. Warung telekomunikasi memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat


(B) dan terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir dan sirkulasi kendaraan yang memadai
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Dibatasi luas lahan bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi

102. Kantor pos memiliki ketentuan diizinkan secara bersyarat (B) dan
terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat

LAPORAN AKHIR 153


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

103. Biro travel, Salon/pangkas rambut, pijat dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
4. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
5. Mendapat persetujuan lurah dan camat setempat
6. Waktu pengoperasian pukul 07.00 s/d 22.00 WIB

104. Mandi uap/sauna dan spa, Pusat kebugaran/fitnes dengan ketentuan


diizinkan secara terbatas (T), dengan ketentuan:
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.

105. Pengobatan alternatif dengan ketentuan diizinkan secara terbatas (T),


dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Waktu pengoperasian pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal.
6. Memiliki 2 jenis perizinan yaitu surat terdaftar pengobatan tradisional
(STPT) dan surat izin pengobatan tradisional (SIPT)

106. Bengkel alat berat dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir alat berat sesuai standar
4. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
5. Minimal berada di kelas jalan lokal

107. Bengkel karoseri, Bengkel mobil, Salon mobil, Bengkel cat kendaraan,
Bengkel sepeda motor, Penyewaan alat berat dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna

LAPORAN AKHIR 154


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir untuk kendaraan para pengunjung sesuai
standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Memperhatikan tingkat kebisingan
6. Mendapatkan persetujuan warga setempat

108. Cucian mobil, Cucian sepeda motor, Laundry dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 21.00 WIB
5. Menyediakan IPAL untuk limbah cucian

109. Bengkel kendaraan tidak bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Pelayanan hanya untuk skala zub zona bersangkutan
4. Waktu operasional pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

110. Bengkel las, Bengkel meubel/furniture dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
5. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
6. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
7. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
8. Memperhatikan tingkat kebisingan
9. Mendapatkan persetujuan warga setempat
111. Bengkel elektronik, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir pengunjung sesuai standar
4. Memperhatikan tingkat kebisingan

112. Bimbingan belajar, Kursus mengemudi, Studio foto, Foto


copy/percetakan, Reklame/spanduk/bilboard dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 155


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna


lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal

113. Krematorium, Rumah Abu, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

114. Penitipan anak, Penitipan hewan, Penitipan barang, Air minum isi ulang,
Jasa pemasaran property, Jasa hukum, Jasa bangunan/arsitek, Jasa riset dan
pengembangan IPTEK, Jasa bunga ucapan selamat, Jasa tukang jahit, dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat

115. SPBU, SPBE, SPBG, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal
5. Dilengkapi dengan fasilitas umum
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

116. Rumah kantor/soho dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

LAPORAN AKHIR 156


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

117. Superblok/multifungsi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

118. Kantor perwakilan negara asing, Kantor pemerintah pusat/instansi


vertikal, Kantor pemerintah propinsi, Kantor pemerintah kota, Kantor
kecamatan, Kantor kodam, Kantor kodim, Kantor koramil, Kantor korem,
Kantor polda, Kantor polwil, Kantor polres/polresta, Kantor polsek/polsekta,
Pos pemadam kebakaran, Kantor pos induk, Kantor pos cabang, Kantor PLN
regional, Kantor PLN cabang, Kantor telkom, Kantor bank indonesia, Kantor
PDAM, Kantor perbankan, Kantor dagang/bisnis, Kantor telekomunikasi
seluler dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

119. Kantor kelurahan, Pos polisi, Kantor partai politik dan organisasi massa,
Kantor asosiasi profesi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan tempat parkir kendaraan pengunjung sesuai standar
4. Mendapatkan persetujuan warga setempat
5. Harus memelihara ketertiban lingkungan

120. Pra sekolah/PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs/, SMU/MA/SMK, Pesantren


dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesuai ketentuan fasos/fasum

LAPORAN AKHIR 157


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Harus memeilhara ketertiban lingkungan

121. Sekolah terpadu, Akademi, Sekolah tinggi, Institut, Universitas dengan


ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Harus memenuhi luas tanah dan bangunan sesaui ketentuan fasos/fasum
5. Harus memelihara ketertiban lingkungan
6. Minimal berada di Jalan Lokal

122. Tempat kursus/pelatihan/bimbingan belajar, Pendidikan non formal,


Perpustakaan, Pusat penelitian dan riset dengan ketentuan diizinkan secara
bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar

123. Rumah sakit tipe A, Rumah sakit tipe B, Rumah sakit tipe C, Rumah sakit
tipe D, Rumah sakit gawat darurat, Rumah sakit bersalin, Laboratorium
kesehatan, Klinik/poliklinik, Klinik dan atau rumah sakit hewan dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Pemilahan limbah medis dan non medis

124. Puskesmas, Puskesmas pembantu, Balai pengobatan dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis

125. Pengobatan tradisional, Pos kesehatan, Posyandu dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :

LAPORAN AKHIR 158


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon


guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Pemilahan limbah medis dan non medis
6. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
7. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
8. Mendapat persetujuan dari warga setempat

126. Praktek dokter umum, Praktek dokter spesialis, Praktek bidan, Apotek,
Toko obat, Optik dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter
6. Minimal berada di Jalan Lokal

127. Masjid, Musholla dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan parkir kendaraan di dalam persil
4. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
5. Jarak antar kegiatan sejenis minimal 500 (lima ratus) meter

128. Islamic center Gereja , Pura, Vihara, Klenteng dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat setempat
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

129. Stadion dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas

LAPORAN AKHIR 159


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

pergudangan
3. Mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait
4. Minimal berada di Jalan Lokal
5. Menyediakan lahan parkir sesuai ketentuan

130. Gedung olahraga, Gelanggang remaja/seni dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

131. Lapangan olahraga, Lapangan futsal, Lapangan bulutangkis, Lapangan


tenis dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

132. Lapangan golf, Arena ketangkasan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 18.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

133. Sanggar seni, Gedung pertemuan lingkungan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
5. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
6. Mendapat persetujuan dari warga setempat

LAPORAN AKHIR 160


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

134. Balai pertemuan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

135. Gedung pertemuan kota, Gedung expo/pameran, Gedung serba guna,


Gedung kesenian, Gedung teater, Museum, Studio keterampilan dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Waktu operasional pukul 06.00 s/d 23.00 WIB
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat
6. Minimal berada di Jalan Lokal

136. Lembaga sosial/organisasi kemasyarakatan dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Dibatasi luas lantai bangunan maksimum 200 (dua ratus) meter persegi
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

137. Pusat rehabilitasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Menyediakan lahan parkir kendaraan sesuai standar

138. Terminal tipe A, Terminal tipe B, Terminal tipe C, Stasiun kereta api,
Bandara, Pendaratan helikopter dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat
tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Minimal berada di kelas jalan lokal.

LAPORAN AKHIR 161


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.


5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan aktifitas utama (perumahan)

139. Area parkir sepeda


1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 100 (seratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

140. Area parkir kendaraan bermotor roda 2 dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 200 (dua ratus) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

141. Area parkir kendaraan bermotor roda 4 dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 1000 (seribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

142. Area parkir kendaraan bermotor roda 6 dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 2000 (dua ribu) meter persegi yang
disesuaikan dengan skala pelayanan

143. Area parkir truk/kontainer dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dibatasi luas area parkir maksimum 4000 (empat ribu) meter persegi
yang disesuaikan dengan skala pelayanan

LAPORAN AKHIR 162


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

144. Gedung parkir dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Dibatasi luas lantai bangunan disesuaikan dengan skala pelayanan

145. Jembatan penyebrangan dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
4. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
5. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
6. Hanya untuk pejalan kaki
7. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

146. Pool bus, Pool taxi, Pool angkatan umum dengan ketentuan diizinkan
secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Menyediakan prasarana tambahan lainnya untuk para penumpang
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
6. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
7. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

147. TPS dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Jarak minimal dengan bangunan hunian sejauh 30 (tiga puluh meter)

148. Pengolahan sampah/limbah dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Hanya untuk pengolahan limbah domestik yang melayani sub zona
bersangkutan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 163


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

149. Daur ulang dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas (T),
dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dilarang menimbulkan pencemaran udara, tanah, air dan suara
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

150. Penimbunan barang rongsokan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dilarang menimbulkan pencemaran lingkungan
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

151. Saringan sampah drainase dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Memperhatikan aspek keselamatan warga sekitar

152. Pembongkaran kendaraan bermotor dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon guna
lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan aktivitas
pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

153. Menara telekomunikasi dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Harus merupakan menara bersama minimal untuk 3 (tiga) provider
4. Mendapat persetujuan dari warga setempat
5. Menara telekomunikasi yang berada di atas bangunan, bangunan dasar
harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
6. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 164


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

154. Pusat transmisi/pemancar jaringan telekomunikasi dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapat persetujuan dari warga setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

155. Stasiun radio/TV dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas


(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan lahan parkir sesuai standar
5. Mendapat persetujuan dari warga setempat

156. Iklan/reklame di halaman berkonstruksi dengan ketentuan diizinkan


secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

157. Iklan/reklame menempel bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Hanya untuk reklame dalam bentuk cat atau stiker pada dinding
5. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

158. Iklan/reklame diatas bangunan dengan ketentuan diizinkan secara


bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapat izin dari lingkungan setempat
4. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

159. Industri kecil/home industri, Industri pengemasan barang, Industri

LAPORAN AKHIR 165


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

berbahan kerajinan tangan, Industri kimia dasar, Industri mesin dan logam
dasar, Industri makanan/minuman, Industri pengolahan tembakau, Industri
tekstil, Industri pakaian, Industri berbahan kulit & karet, Industri furniture,
Industri daur ulang, Industri kayu, Industri kertas, Gudang terbuka, Gudang
tertutup, Pergudangan, dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu
(B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Minimal berada di kelas jalan lokal.
5. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
6. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
8. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

160. Area perkemahan, Area outbond, Kebun binatang dengan ketentuan


diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan
perumahan/permukiman

161. Resort dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan
ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

162. Kolam pancing, Kolam renang, Taman air/water park dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.

LAPORAN AKHIR 166


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar


5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya

163. Asrama militer, Pusat Latihan Tempur, TNI AD, TNI AU, TNI AL dengan
ketentuan diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

164. Kolam retensi, Waduk dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat


terbatas (T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Menyediakan tempat parkir sesuai standar
5. Luas lahan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menyediakan prasarana/infrastruktur tambahan lainnya
7. Minimal berada di kelas jalan lokal.

165. Pedagang kaki lima dengan ketentuan diizinkan secara bersyarat terbatas
(T), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Dibatasi waktu dan ditetapkan lokasinya
4. Mendapat izin dari warga dan disetujui oleh pihak RT dan RW
5. Mendapat izin dari dinas KUMKM

166. Sawah, Ladang, Kebun, Holtikultura dan rumah kaca, Pembibitan,


Pergudangan hasil panen, Penjualan tanaman/bunga yang
dikembangbiakkan, Tambak, Kolam, Keramba, Lapangan pengembalaan,
Pemerahan susu, Kandang hewan, Rumah potong hewan dengan ketentuan
diizinkan secara bersyarat tertentu (B), dengan ketentuan :
1. Maksimal luasan 40 % dari kawasan pergudangan pada satu polygon
guna lahan
2. Fungsi kegiatan/bangunan yang dimaksud tidak terganggu akan
aktivitas pergudangan
3. Mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
4. Tidak boleh berbatasan langsung dengan kawasan

LAPORAN AKHIR 167


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG TERBATAS DAN/ATAU


NO
BERSYARAT

perumahan/permukiman

7.1.2. Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang


Intensitas pemanfaatan ruang adalah ketentuan teknis tentang kepadatan
zona terbangun yang dipersyaratkan pada zona tersebut dan diukur melalui
Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan Koefisien
Daerah Hijau (KDH) baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. Ketentuan
intensitas pemanfaatan ruang adalah ketentuan mengenai intensitas pemanfaatan
ruang yang diperbolehkan pada suatu zona, yang meliputi:

a. Koefisien Dasar Bangunan Maksimum (KDB Maksimum)

Penetapan Koefisien Dasar Bangunan Maksimum (KDB Maksimum) didasarkan


pada pertimbangan tingkat pengisian/peresapan air (KDH Minimum), kapasitas
drainase, dan jenis penggunaan lahan.

Koefisien Dasar Bangunan adalah perbandingan antara luas dasar bangunan


dengan luas persil. Arahan angka Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dibedakan
berdasarkan atas jenis penggunaan lahannya, mempertimbangkan
perkembangan kawasan tersebut, daya dukung lahan lingkungan serta
keseimbangan dan keserasian lingkungan.

b. Koefisien Lantai Bangunan Maksimum (KLB Maksimum)

Penetapan besar KLB Maksimum didasarkan pada pertimbangan harga lahan,


ketersediaan dan tingkat pelayanan prasarana (jalan) dampak atau kebutuhan
terhadap prasarana tambahan serta ekonomi dan pembiayaan.

Koefisien Lantai Bangunan adalah angka perbandingan antara luas dasar


bangunan dengan persil, dengan indikator analisis adalah: harga lahan,

LAPORAN AKHIR 168


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

ketersediaan dan tingkat pelayanan prasarana (jalan), dampak atau


kebutuhan terhadap parasarana tambahan serta ekonomi dan pembiayaan.

c. Koefisien Dasar Hijau Minimum (KDH Minimum)

Koefisien Dasar Hijau Minimum (KDH Minimum) adalah koefisien yang dapat
digunakan untuk mewujudkan Ruang Terbuka Hijau dan diberlakukan secara
umum pada suatu zonasi. Pertimbangan besar KDH Minimum didasarkan pada
pertimbangan tingkat pengisian/peresapan air dan kapasitas drainase.

Koefisien dasar hijau (KDH) adalah angka prosentase perbandingan antara


luas ruang terbuka di luar bangunan yang diperuntukkan bagi
pertamanan/penghijauan dengan luas tanah daerah perencanaan, dengan
indikator analisis: tingkat pengisian/resapan air (water recharge), besar
pengaliran air serta rencana penggunaan lahan. KDH minimal 10% pada
daerah sangat padat. KDH ditetapkan meningkat setara dengan naiknya
ketinggian bangunan dan berkurangnya kepadatan wilayah.

Untuk perhitungan KDH secara umum dipergunakan rumus: 100% - (KDB +


20% KDB).

Beberapa aturan lain dapat ditambahkan ditambahkan dalam Intensitas


Pemanfaatan Ruang, antara lain:

a. Koefisien Tapak Basement Maksimum (KTB Maksimum)

b. Koefisien Tapak Basement Maksimum didasarkan pada batas KDH Minimum


yang ditetapkan.

c. Koefisien Wilayah Terbangun Maksimum (KWT maksimum)

d. Prinsip penetapan KWT sama dengan penetapan KTB tetapi dalam unit blok
(bukan persil).

e. Kepadatan Bangunan atau Unit Maksimum

f. Kepadatan Bangunan ditetapkan berdasarkan pertimbangan faktor


kesehatan (ketersediaan air bersih, sanitasi, sampah, cahaya matahari,

LAPORAN AKHIR 169


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

aliran udara dan ruang antar bangunan), faktor sosial (ruang terbuka privat,
perivasi, perlindungan dan jarak tempuh terhadap fasilitas lingkungan),
faktor teknis (resiko kebakaran dan keterbatasan lahan untuk
bangunan/rumah), faktor ekonomi (biaya lahan, ketersediaan dan ongkos
penyediaan pelayanan dasar).

g. Kepadatan Penduduk Minimum.

Berdasarkan ketentuan tersebut Iintensitas pemanfaata ruang di


Kecamatan Payung Sekaki meliputi rencana penentuan koefisien dasar
bangunan (KDB) dan koefisien lantai bangunan (KLB) dan koefisien dasar
Hijau (KDH) sebagaimana terlihat pada tabel berikut.

7.1.3. Ketentuan Tata Bangunan


Ketentuan tata bangunan adalah ketentuan yang mengatur bentuk, besaran,
peletakan, dan tampilan bangunan pada suatu zona untuk menjaga keselamatan
dan keamanan bangunan. Komponen ketentuan tata bangunan minimal terdiri
atas:
1) Ketinggian bangunan (TB) maksimum Ketinggian bangunan adalah
tinggi maksimum bangunan gedung yang diizinkan pada lokasi tertentu
dan diukur dari jarak maksimum puncak atap bangunan terhadap
(permukaan) tanah yang dinyatakan dalam satuan meter.
2) Garis sempadan bangunan (GSB) minimum GSB adalah jarak minimum
antara garis pagar terhadap dinding bangunan terdepan. GSB ditetapkan
dengan mempertimbangkan keselamatan, resiko kebakaran, kesehatan,
kenyamanan, dan estetika.
3) Jarak bebas antar bangunan minimal yang harus memenuhi ketentuan
tentang jarak bebas yang ditentukan oleh jenis peruntukan dan
ketinggian bangunan.
4) Jarak bebas samping (JBS) dan jarak bebas belakang (JBB) JBB adalah
jarak minimum antara garis batas petak belakang terhadap dinding
bangunan terbelakang. Jarak Bebas Samping (JBS) merupakan jarak
minimum antara batas petak samping terhadap dinding bangunan
terdekat.

LAPORAN AKHIR 170


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Selain itu, ketentuan tata bangunan dapat memuat tampilan bangunan yang
ditetapkan dengan mempertimbangkan warna bangunan, bahan bangunan, tekstur
bangunan, muka bangunan, gaya bangunan, keindahan bangunan, serta keserasian
bangunan dengan lingkungan sekitarnya. Ketentuan tata bangunan mendetailkan
lebih lanjut tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi
pada RTRW kabupaten/kota, atau juga dapat berisi sama dengan tata bangunan
yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW kabupaten/kota.
Tata bangunan yang terdapat dalam ketentuan tata bangunan ruang dapat
didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL

LAPORAN AKHIR 171


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.18 Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
1 I 01 I.01.K-1.005 1,62 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
2 I 01 I.01.KR.001 4,23 Kolam Retensi 0% 0 100% -
3 I 01 I.01.K-1.004 4,90 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
4 I 01 I.01.SPU-1.002 35,73 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
5 I 01 I.01.K-1.003 6,36 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
6 I 01 I.01.R-3.003 47,49 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
7 I 01 I.01.R-3.001 22,94 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
8 I 01 I.01.SPU-4.003 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
9 I 01 I.01.SPU-1.001 2,03 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
10 I 01 I.01.K-1.002 2,22 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
11 I 01 I.01.R-3.002 20,64 Perumahan Kepadatan Sedang 50% 2,1 10% 3
12 I 01 I.01.R-3.005 9,26 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
13 I 01 I.01.K-1.001 20,26 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
14 I 01 I.01.SPU-4.002 0,70 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
15 I 01 I.01.SPU-1.003 4,48 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
16 I 01 I.01.R-3.004 8,70 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
17 I 01 I.01.K-3.002 1,61 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
18 I 01 I.01.K-3.001 1,17 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
19 I 01 I.01.RTH-6.001 0,08 Taman RT 30% 0,3 70% 2
20 I 01 I.01.SPU-4.001 0,15 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
21 I 01 I.01.SS.001 1,24 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
22 I 01 I.01.SS.002 1,15 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
23 I 01 I.01.K-1.001 0,02 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
24 I 01 I.01.R-3.005 0,00 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
25 I 02 I.02.K-1.002 6,97 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP

LAPORAN AKHIR 172


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
26 I 02 I.02.R-3.001 40,75 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
27 I 02 I.02.R-3.002 28,64 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
28 I 02 I.02.SPU-4.003 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
29 I 02 I.02.SPU-3.001 0,25 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
30 I 02 I.02.SPU-4.001 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
31 I 02 I.02.SPU-4.001 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
32 I 02 I.02.SPU-4.005 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
33 I 02 I.02.SPU-4.004 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
34 I 02 I.02.SPU-4.002 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
35 I 02 I.02.SPU-1.001 0,15 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
36 I 02 I.02.SPU-3.002 0,14 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
37 I 02 I.02.K-3.002 2,31 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
38 I 02 I.02.K-3.001 2,67 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
39 I 02 I.02.K-1.001 14,17 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
40 I 02 I.02.SPU-3.001 0,23 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
41 I 03 I.03.K-1.001 2,59 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
42 I 03 I.03.R-3.001 21,93 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
43 I 03 I.03.K-3.003 5,77 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
44 I 03 I.03.R-3.002 31,20 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
45 I 03 I.03.R-3.003 17,96 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
46 I 03 I.03.K-3.002 2,65 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
47 I 03 I.03.K-3.001 1,34 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
48 I 03 I.03.RTH-6.002 0,03 Taman RT 30% 0,3 70% 2
49 I 03 I.03.SPU-4.001 0,02 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
50 I 03 I.03.SPU-4.006 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
51 I 03 I.03.SPU-4.003 0,20 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2

LAPORAN AKHIR 173


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
52 I 03 I.03.SPU-4.002 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
53 I 03 I.03.SPU-4.001 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 50% 1,2 20% 2
54 I 03 I.03.SPU-4.002 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 50% 1,2 20% 2
55 I 03 I.03.SPU-4.005 0,10 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 50% 1,2 20% 2
56 I 03 I.03.SPU-1.001 1,28 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
57 I 03 I.03.SPU-2.001 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
58 I 03 I.03.SPU-3.002 0,18 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
59 I 03 I.03.SPU-3.001 0,16 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
60 I 03 I.03.SPU-4.007 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
61 I 03 I.03.K-3.004 3,89 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
62 I 03 I.03.R-3.004 17,86 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
63 I 03 I.03.SPU-4.004 0,15 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
64 I 03 I.03.RTH-6.003 0,21 Taman RT 30% 0,3 70% 2
65 I 03 I.03.RTH-6.001 0,11 Taman RT 30% 0,3 70% 2
66 I 03 I.03.R-3.001 3,47 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
67 I 03 I.03.K-3.001 0,45 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
68 I 03 I.03.K-3.003 1,37 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
69 I 03 I.03.R-3.004 9,91 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
70 I 04 I.04.K-2.002 2,58 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
71 I 04 I.04.R-3.005 7,56 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
72 I 04 I.04.SPU-4.001 0,27 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
73 I 04 I.04.K-3.001 0,66 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
74 I 04 I.04.K-2.001 1,82 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
75 I 04 I.04.SS.003 0,39 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
76 I 04 I.04.SS.001 0,75 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
77 I 04 I.04.SS.002 0,79 Sempadan Sungai 0% 0 100% -

LAPORAN AKHIR 174


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
78 I 04 I.04.SS.004 0,41 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
79 I 04 I.04.R-3.004 30,00 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
80 I 04 I.04.KR.001 2,41 Kolam Retensi 0% 0 100% -
81 I 04 I.04.K-2.005 0,82 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
82 I 04 I.04.K-3.003 1,28 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
83 I 04 I.04.K-3.002 1,24 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
84 I 04 I.04.RTH-6.001 0,21 Taman RT 30% 0,3 70% 2
85 I 04 I.04.K-3.004 0,16 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
86 I 04 I.04.SPU-4.002 0,17 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
87 I 04 I.04.R-3.001 18,94 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
88 I 04 I.04.R-3.002 8,32 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
89 I 04 I.04.K-2.001 1,89 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
90 I 04 I.04.KT.001 1,02 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
91 II 01 II.01.K-1.002 2,01 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
92 II 01 II.01.SPU-4.001 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
93 II 01 II.01.K-2.001 1,82 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
94 II 01 II.01.R-3.001 2,60 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
95 II 01 II.01.K-2.003 1,15 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
96 II 01 II.01.R-3.002 0,94 Perumahan Kepadatan Sedang 50% 2,1 10% 3
97 II 01 II.01.R-3.003 3,56 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
98 II 01 II.01.K-3.001 0,48 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
99 II 01 II.01.K-2.002 0,31 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
100 II 02 II.02.K-3.002 1,63 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
101 II 02 II.02.K-3.001 1,37 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
102 II 02 II.02.K-1.001 5,18 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
103 II 02 II.02.K-3.003 1,21 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3

LAPORAN AKHIR 175


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
104 II 02 II.02.SPU-1.001 1,41 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
105 II 02 II.02.RTH-2.001 0,68 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
106 II 02 II.02.R-3.001 2,45 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
107 II 02 II.02.R-3.002 6,58 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
108 II 02 II.02.KT.001 0,15 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
109 II 02 II.02.SPU-4.002 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
110 II 02 II.02.SPU-4.005 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
111 II 02 II.02.SPU-4.001 0,02 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
112 II 02 II.02.SPU-4.003 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
113 II 02 II.02.SPU-4.006 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
114 II 02 II.02.SPU-4.007 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
115 II 02 II.02.SPU-4.004 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
116 II 02 II.02.SPU-3.002 1,06 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
117 II 02 II.02.SPU-3.001 0,26 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
118 II 02 II.02.SS.001 0,10 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
119 II 02 II.02.R-3.003 7,07 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
120 II 02 II.02.RTH-2.003 1,89 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
121 II 02 II.02.R-3.002 2,23 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
122 II 02 II.02.K-3.001 1,05 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
123 II 02 II.02.R-3.001 2,35 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
124 II 02 II.02.K-1.001 4,00 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
125 II 02 II.02.R-3.003 1,22 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
126 II 02 II.02.R-3.003 4,83 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
127 II 02 II.02.K-3.002 0,52 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
128 II 03 II.03.RTH-7.001 0,53 Pemakaman 30% 0,3 70% 2
129 II 03 II.03.K-1.001 2,39 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP

LAPORAN AKHIR 176


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
130 II 03 II.03.K-1.002 5,08 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
131 II 03 II.03.R-3.003 1,38 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
132 II 03 II.03.K-3.001 1,59 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
133 II 03 II.03.R-3.002 9,57 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
134 II 03 II.03.SPU-4.001 0,13 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
135 II 03 II.03.SPU-4.004 0,01 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
136 II 03 II.03.SPU-4.002 0,02 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
137 II 03 II.03.SPU-4.003 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
138 II 03 II.03.SPU-4.005 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
139 II 03 II.03.R-3.001 1,53 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
140 II 03 II.03.SPU-2.001 0,39 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
141 II 04 II.04.K-1.001 1,95 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
142 II 04 II.04.K-3.001 1,72 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
143 II 04 II.04.K-3.004 1,75 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
144 II 04 II.04.K-3.003 0,74 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
145 II 04 II.04.K-1.002 3,32 Perdagangan dan Jasa Skala Kota 50% 8 20% KKOP
146 II 04 II.04.R-3.002 6,61 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
147 II 04 II.04.RTH-2.001 1,23 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
148 II 04 II.04.R-3.003 3,12 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
149 II 04 II.04.SPU-4.002 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
150 II 04 II.04.SPU-4.001 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
151 II 04 II.04.SPU-4.003 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
152 II 04 II.04.SPU-4.005 0,02 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
153 II 04 II.04.R-3.001 5,68 Perumahan Kepadatan Sedang 50% 2,1 10% 3
154 II 04 II.04.PS-1.002 0,39 Sempadan Sungai 50% 0 100% -
155 II 04 II.04.PS-1.001 0,08 Sempadan Sungai 50% 0 100% -

LAPORAN AKHIR 177


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
156 II 04 II.04.SPU-3.001 1,56 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
157 II 04 II.04.K-3.002 0,59 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 50% 2,1 10% 3
158 II 04 II.04.K-3.002 1,02 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
159 III 01 III.01.K-3.003 1,41 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
160 III 01 III.01.K-3.002 4,78 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
161 III 01 III.01.R-3.002 52,06 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
162 III 01 III.01.K-3.005 2,85 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
163 III 01 III.01.SPU-2.001 1,08 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
164 III 01 III.01.SPU-4.003 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
165 III 01 III.01.SPU-4.002 0,24 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
166 III 01 III.01.SPU-4.001 0,14 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
167 III 01 III.01.R-3.001 28,13 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
168 III 01 III.01.K-3.004 0,67 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
169 III 01 III.01.K-3.001 0,51 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
170 III 01 III.01.SPU-4.004 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
171 III 02 III.02.K-2.005 2,02 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
172 III 02 III.02.K-2.004 1,11 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
173 III 02 III.02.R-3.013 10,10 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
174 III 02 III.02.K-2.003 0,40 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
175 III 02 III.02.PS-1.004 0,17 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
176 III 02 III.02.PS-1.003 0,09 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
177 III 02 III.02.KR.002 0,83 Kolam Retensi 0% 0 100% -
178 III 02 III.02.K-2.001 3,84 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
179 III 02 III.02.PS-1.006 1,17 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
180 III 02 III.02.R-3.011 1,81 Perumahan Kepadatan Sedang 50% 2,1 10% 3
181 III 02 III.02.R-3.012 7,76 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3

LAPORAN AKHIR 178


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
182 III 02 III.02.K-3.006 1,13 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
183 III 02 III.02.K-3.005 1,33 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
184 III 02 III.02.K-3.003 3,14 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
185 III 02 III.02.K-3.002 1,29 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
186 III 02 III.02.K-3.001 2,43 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
187 III 02 III.02.KR.003 2,25 Kolam Retensi 0% 0 100% -
188 III 02 III.02.KR.001 0,27 Kolam Retensi 0% 0 100% -
189 III 02 III.02.R-3.014 12,89 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
190 III 02 III.02.R-3.003 31,38 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
191 III 02 III.02.R-3.002 25,19 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
192 III 02 III.02.PS-1.005 0,95 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
193 III 02 III.02.SPU-4.004 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
194 III 02 III.02.SPU-4.003 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
195 III 02 III.02.SPU-4.001 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
196 III 02 III.02.SPU-4.006 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
197 III 02 III.02.SPU-4.005 0,02 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
198 III 02 III.02.SPU-3.001 0,11 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
199 III 02 III.02.K-3.004 3,39 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
200 III 02 III.02.R-3.013 12,96 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
201 III 02 III.02.K-3.007 0,68 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
202 III 02 III.02.KT.002 1,11 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
203 III 02 III.02.PS-1.008 0,59 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
204 III 02 III.02.PS-1.007 0,59 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
205 III 02 III.02.PS-1.001 0,08 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
206 III 02 III.02.SS.001 0,10 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
207 III 02 III.02.PS-1.002 0,38 Sempadan Sungai 0% 0 100% -

LAPORAN AKHIR 179


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
208 III 02 III.02.SPU-4.002 0,11 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
209 III 02 III.02.R-3.005 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
210 III 02 III.02.R-3.009 0,81 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
211 III 02 III.02.SPU-2.001 1,40 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
212 III 02 III.02.R-3.010 1,76 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
213 III 02 III.02.SPU-1.001 2,17 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
214 III 02 III.02.K-2.002 1,62 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
215 III 02 III.02.KT.002 1,99 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
216 III 02 III.02.K-2.002 0,79 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
217 III 02 III.02.KT.002 0,40 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
218 III 02 III.02.K-3.002 0,57 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
219 III 02 III.02.K-3.001 1,51 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
220 III 02 III.02.R-3.001 5,21 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
221 III 03 III.03.K-2.001 8,83 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
222 III 03 III.03.KR.001 2,96 Kolam Retensi 0% 0 100% -
223 III 03 III.03.K-3.001 3,22 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
224 III 03 III.03.R-3.001 31,09 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
225 III 03 III.03.K-3.002 1,30 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
226 III 03 III.03.R-3.001 3,93 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
227 III 03 III.03.SS.002 1,04 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
228 III 03 III.03.SS.001 0,29 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
229 III 03 III.03.SPU-4.002 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
230 III 03 III.03.SPU-4.001 0,14 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
231 III 03 III.03.JP.001 0,00 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
232 III 03 III.03.RTH-2.001 11,79 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
233 III 04 III.04.K-2.003 6,13 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4

LAPORAN AKHIR 180


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
234 III 04 III.04.K-2.002 5,23 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
235 III 04 III.04.R-3.007 4,29 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
236 III 04 III.04.R-3.008 6,58 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
237 III 04 III.04.RTH-2.003 0,37 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
238 III 04 III.04.RTH-2.001 27,95 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
239 III 04 III.04.R-3.006 30,01 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
240 III 04 III.04.K-2.001 2,41 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
241 III 04 III.04.K-3.002 1,06 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
242 III 04 III.04.K-3.001 0,89 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
243 III 04 III.04.PS-1.003 0,84 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
244 III 04 III.04.PS-1.002 0,83 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
245 III 04 III.04.PS-1.001 0,78 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
246 III 04 III.04.PS-1.004 0,99 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
247 III 04 III.04.KT.001 0,40 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
248 III 04 III.04.SPU-4.002 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
249 III 04 III.04.SPU-4.001 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
250 III 04 III.04.SPU-4.003 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
251 III 04 III.04.R-3.004 15,14 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
252 III 04 III.04.RTH-2.002 0,24 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
253 III 04 III.04.R-3.005 3,86 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
254 III 04 III.04.K-2.004 2,07 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
255 III 04 III.04.K-2.005 0,17 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
256 III 04 III.04.JP.002 8,99 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
257 IV 01 IV.01.SPU-3.001 0,46 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
258 IV 01 IV.01.K-2.001 7,99 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
259 IV 01 IV.01.R-4.004 19,08 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3

LAPORAN AKHIR 181


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
260 IV 01 IV.01.SPU-2.005 2,16 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
261 IV 01 IV.01.SPU-3.002 0,42 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
262 IV 01 IV.01.K-3.005 2,68 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
263 IV 01 IV.01.K-3.006 3,40 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
264 IV 01 IV.01.K-3.007 1,40 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
265 IV 01 IV.01.R-4.002 22,01 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
266 IV 01 IV.01.SPU-4.001 0,15 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
267 IV 01 IV.01.K-3.001 0,08 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
268 IV 01 IV.01.R-4.003 15,90 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
269 IV 01 IV.01.SPU-3.003 0,18 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
270 IV 01 IV.01.SPU-4.004 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
271 IV 01 IV.01.R-4.005 34,82 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
272 IV 01 IV.01.SPU-4.005 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
273 IV 01 IV.01.SPU-4.002 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
274 IV 01 IV.01.SPU-4.006 0,06 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
275 IV 01 IV.01.SPU-4.003 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
276 IV 01 IV.01.SPU-1.001 0,39 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
277 IV 01 IV.01.SPU-3.005 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
278 IV 01 IV.01.K-3.002 0,04 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
279 IV 01 IV.01.SPU-3.001 0,27 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
280 IV 01 IV.01.SPU-1.002 0,07 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
281 IV 01 IV.01.K-2.003 6,53 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
282 IV 01 IV.01.K-2.004 2,47 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
283 IV 01 IV.01.K-2.005 5,76 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
284 IV 01 IV.01.SPU-3.004 0,17 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
285 IV 01 IV.01.K-2.002 1,40 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4

LAPORAN AKHIR 182


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
286 IV 01 IV.01.K-3.004 0,55 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
287 IV 01 IV.01.R-4.001 15,52 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
288 IV 02 IV.02.K-2.007 8,10 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
289 IV 02 IV.02.K-2.010 2,04 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
290 IV 02 IV.02.K-2.008 2,96 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
291 IV 02 IV.02.K-3.004 1,60 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
292 IV 02 IV.02.SPU-4.001 0,16 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
293 IV 02 IV.02.SPU-4.002 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
294 IV 02 IV.02.R-3.003 22,72 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
295 IV 02 IV.02.K-2.011 3,22 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
296 IV 02 IV.02.R-3.001 11,26 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
297 IV 02 IV.02.R-3.002 5,33 Perumahan Kepadatan Sedang 60% 2,1 10% 3
298 IV 02 IV.02.K-2.005 6,46 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
299 IV 02 IV.02.K-3.002 0,69 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
300 IV 02 IV.02.RTH-2.001 4,51 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
301 IV 02 IV.02.KR.001 0,09 Kolam Retensi 0% 0 100% -
302 IV 02 IV.02.KR.002 0,90 Kolam Retensi 0% 0 100% -
303 IV 02 IV.02.KT.003 18,92 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
304 IV 02 IV.02.SPU-2.002 1,25 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
305 IV 02 IV.02.K-3.001 1,86 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
306 IV 02 IV.02.RTH-7.001 0,63 Pemakaman 30% 0,3 70% 2
307 IV 02 IV.02.SPU-4.003 0,41 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
308 IV 02 IV.02.K-2.002 5,76 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
309 IV 02 IV.02.K-2.003 2,32 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
310 IV 02 IV.02.K-2.004 2,97 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
311 IV 02 IV.02.R-4.004 6,19 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3

LAPORAN AKHIR 183


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
312 IV 02 IV.02.R-4.003 5,20 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
313 IV 02 IV.02.R-4.001 11,72 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
314 IV 02 IV.02.R-4.005 7,78 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
315 IV 02 IV.02.SPU-1.001 0,29 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
316 IV 02 IV.02.R-4.006 2,73 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
317 IV 02 IV.02.SPU-4.004 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
318 IV 02 IV.02.RTH-2.002 2,68 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
319 IV 02 IV.02.K-2.006 2,56 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
320 IV 02 IV.02.RTH-2.003 1,88 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
321 IV 02 IV.02.KT.002 0,34 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
322 IV 02 IV.02.K-2.009 0,88 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
323 IV 02 IV.02.SPU-4.005 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
324 IV 02 IV.02.K-3.005 1,13 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
325 IV 02 IV.02.KT.001 0,31 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
326 IV 02 IV.02.R-4.002 8,16 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
327 IV 02 IV.02.K-2.001 1,93 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
328 IV 02 IV.02.K-3.003 0,92 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
329 IV 03 IV.03.K-2.001 2,83 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
330 IV 03 IV.03.R-4.002 46,82 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
331 IV 03 IV.03.RTH-2.001 0,88 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
332 IV 03 IV.03.R-4.001 13,30 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
333 IV 03 IV.03.RTH-6.001 0,07 Taman RT 30% 0,3 70% 2
334 IV 03 IV.03.PL-7.002 88,70 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
335 IV 03 IV.03.PL-7.001 29,29 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
336 IV 03 IV.03.KT.001 2,07 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
337 IV 03 IV.03.K-3.001 6,02 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3

LAPORAN AKHIR 184


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
338 IV 03 IV.03.SPU-4.002 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
339 IV 03 IV.03.SPU-4.001 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
340 IV 03 IV.03.K-3.001 0,60 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
341 IV 04 IV.04.JP.001 21,77 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
342 IV 04 IV.04.RTH-2.001 0,55 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
343 IV 04 IV.04.K-2.005 4,31 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
344 IV 04 IV.04.K-2.003 1,33 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
345 IV 04 IV.04.KT.001 0,49 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
346 IV 04 IV.04.R-4.007 24,37 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
347 IV 04 IV.04.K-2.002 9,59 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
348 IV 04 IV.04.K-2.001 2,43 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
349 IV 04 IV.04.R-4.001 8,18 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
350 IV 04 IV.04.R-4.002 14,30 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
351 IV 04 IV.04.R-4.004 4,39 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
352 IV 04 IV.04.R-4.003 12,67 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
353 IV 04 IV.04.SPU-2.002 0,40 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
354 IV 04 IV.04.KT.004 1,43 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
355 IV 04 IV.04.SPU-1.001 2,60 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
356 IV 04 IV.04.SPU-4.001 0,05 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
357 IV 04 IV.04.SPU-3.001 0,16 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
358 IV 04 IV.04.PL-7.001 0,45 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
359 IV 04 IV.04.PL-7.003 1,89 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
360 IV 04 IV.04.PL-7.002 6,22 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
361 IV 04 IV.04.R-4.005 16,65 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
362 IV 04 IV.04.SPU-2.003 0,68 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
363 IV 04 IV.04.KT.002 0,16 Perkantoran 60% 2,4 20% 4

LAPORAN AKHIR 185


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
364 IV 04 IV.04.KT.003 0,18 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
365 IV 04 IV.04.SPU-3.002 2,05 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
366 IV 04 IV.04.K-3.001 1,10 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
367 IV 04 IV.04.SPU-2.001 0,79 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
368 IV 04 IV.04.SPU-4.002 0,25 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
369 IV 04 IV.04.K-2.004 0,97 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
370 IV 04 IV.04.K-2.006 4,70 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
371 IV 04 IV.04.R-4.006 8,30 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
372 V 01 V.01.SPU-1.001 162,33 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 8 20% KKOP
373 V 01 V.01.K-2.001 2,72 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
374 V 01 V.01.SPU-4.004 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
375 V 01 V.01.RTH-4.001 0,07 Taman RW 30% 0,3 70% 2
376 V 01 V.01.SPU-2.002 0,46 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
377 V 01 V.01.K-2.002 4,52 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
378 V 01 V.01.R-4.005 1,26 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
379 V 01 V.01.SPU-2.001 1,00 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
380 V 01 V.01.KT.001 0,17 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
381 V 01 V.01.KR.001 0,24 Kolam Retensi 0% 0 100% -
382 V 01 V.01.R-4.006 0,09 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
383 V 01 V.01.PL-7.001 405,80 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
384 V 01 V.01.KT.001 0,06 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
385 V 01 V.01.KT.002 0,96 Perkantoran 60% 2,4 20% 4
386 V 01 V.01.SPU-4.002 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
387 V 01 V.01.SPU-4.001 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
388 V 01 V.01.SPU-4.003 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
389 V 01 V.01.SPU-3.001 0,01 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3

LAPORAN AKHIR 186


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
390 V 01 V.01.R-4.003 1,55 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
391 V 01 V.01.R-4.002 41,31 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
392 V 01 V.01.PL-7.002 38,25 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
393 V 01 V.01.R-4.004 13,79 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
394 V 01 V.01.RTH-2.001 0,06 Taman Kota 20% 0,2 80% 2
395 V 01 V.01.RTH-7.001 1,41 Pemakaman 30% 0,3 70% 2
396 V 01 V.01.KR.002 0,57 Kolam Retensi 0% 0 100% -
397 V 01 V.01.K-3.004 4,18 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
398 V 01 V.01.K-3.003 0,28 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
399 V 01 V.01.K-3.001 7,05 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
400 V 01 V.01.K-3.002 1,77 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
401 V 01 V.01.R-4.001 36,56 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
402 V 01 V.01.SS.003 0,59 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
403 V 01 V.01.SS.002 2,15 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
404 V 01 V.01.SS.001 1,47 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
405 V 02 V.02.K-2.003 7,39 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
406 V 02 V.02.K-2.002 4,57 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
407 V 02 V.02.K-2.001 3,50 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
408 V 02 V.02.K-3.001 1,65 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
409 V 02 V.02.RTH-3.001 0,58 Taman Kelurahan 20% 0,3 70% 2
410 V 02 V.02.PL-7.002 19,38 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
411 V 02 V.02.PL-7.003 9,17 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
412 V 02 V.02.PL-7.001 7,20 Pertahanan dan Keamanan 60% 2,4 20% 4
413 V 02 V.02.SPU-4.001 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
414 V 02 V.02.SPU-4.002 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
415 V 02 V.02.SPU-3.001 0,30 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3

LAPORAN AKHIR 187


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
416 V 02 V.02.R-4.001 6,20 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
417 V 02 V.02.R-4.002 7,09 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
418 VI 01 VI.01.SPU-2.001 2,40 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
419 VI 01 VI.01.K-3.002 5,21 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
420 VI 01 VI.01.K-2.001 3,59 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
421 VI 01 VI.01.R-4.001 2,30 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
422 VI 01 VI.01.R-4.002 38,35 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
423 VI 01 VI.01.KT.001 0,16 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
424 VI 01 VI.01.SPU-4.003 0,04 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
425 VI 01 VI.01.SPU-4.002 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
426 VI 01 VI.01.SPU-1.001 0,32 Sarana Pelayanan Umum Skala Kota 60% 2,4 20% 4
427 VI 01 VI.01.SPU-4.001 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
428 VI 01 VI.01.SPU-3.001 0,20 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 2,4 20% 4
429 VI 01 VI.01.K-2.002 1,03 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
430 VI 01 VI.01.K-2.003 1,42 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
431 VI 01 VI.01.K-3.001 1,27 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
432 VI 02 VI.02.K-2.003 5,30 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
433 VI 02 VI.02.K-2.002 1,95 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
434 VI 02 VI.02.K-2.001 2,69 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
435 VI 02 VI.02.R-4.004 61,84 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
436 VI 02 VI.02.SPU-2.001 0,92 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
437 VI 02 VI.02.SPU-4.007 0,13 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
438 VI 02 VI.02.KR.001 1,01 Kolam Retensi 0% 0 100% -
439 VI 02 VI.02.SPU-4.006 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
440 VI 02 VI.02.R-4.001 5,06 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
441 VI 02 VI.02.SPU-4.005 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2

LAPORAN AKHIR 188


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
442 VI 02 VI.02.SPU-4.002 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
443 VI 02 VI.02.SPU-4.001 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
444 VI 02 VI.02.SPU-2.001 0,38 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
445 VI 02 VI.02.SPU-4.003 0,01 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
446 VI 02 VI.02.SPU-4.004 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
447 VI 02 VI.02.SPU-4.001 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
448 VI 02 VI.02.SPU-2.002 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 3
449 VI 02 VI.02.K-3.003 0,21 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
450 VI 02 VI.02.R-4.006 6,32 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
451 VI 02 VI.02.R-4.005 13,80 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
452 VI 02 VI.02.PL-12.001 0,91 Pergudangan 70% 2,1 20% 3
453 VI 02 VI.02.R-4.003 3,50 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
454 VI 02 VI.02.SS.003 0,63 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
455 VI 02 VI.02.SS.004 0,81 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
456 VI 02 VI.02.R-4.002 27,53 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
457 VI 02 VI.02.SS.001 1,33 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
458 VI 02 VI.02.SS.001 0,24 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
459 VI 02 VI.02.SS.002 1,05 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
460 VI 02 VI.02.K-3.001 0,64 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
461 VI 02 VI.02.K-3.002 3,60 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
462 VI 03 VI.03.K-2.001 1,00 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
463 VI 03 VI.03.PL-12.002 15,20 Pergudangan 70% 2,1 20% 3
464 VI 03 VI.03.PL-12.001 13,40 Pergudangan 70% 2,1 20% 3
465 VI 03 VI.03.K-2.003 4,73 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
466 VI 03 VI.03.K-2.004 3,72 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
467 VI 03 VI.03.R-4.007 2,12 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3

LAPORAN AKHIR 189


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
468 VI 03 VI.03.R-4.006 1,61 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
469 VI 03 VI.03.R-4.004 9,91 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
470 VI 03 VI.03.SPU-4.002 0,03 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
471 VI 03 VI.03.K-2.005 2,16 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
472 VI 03 VI.03.K-2.002 0,76 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
473 VI 03 VI.03.SPU-3.001 0,48 Sarana Pelayanan Umum Skala Kelurahan 60% 1,8 20% 3
474 VI 03 VI.03.R-4.005 4,12 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
475 VI 03 VI.03.SPU-4.001 0,12 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
476 VI 03 VI.03.R-4.001 15,21 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
477 VI 03 VI.03.SS.004 0,18 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
478 VI 03 VI.03.SS.002 0,57 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
479 VI 03 VI.03.R-4.002 7,04 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
480 VI 03 VI.03.R-4.003 8,60 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
481 VI 03 VI.03.SS.003 0,21 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
482 VI 03 VI.03.SS.001 0,57 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
483 VI 04 VI.04.JP.001 14,36 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
484 VI 04 VI.04.SPU-4.001 0,09 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
485 VI 04 VI.04.K-3.004 1,99 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
486 VI 04 VI.04.KT.001 0,07 Perkantoran 50% 8 20% KKOP
487 VI 04 VI.04.K-2.001 5,57 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4
488 VI 04 VI.04.K-3.001 2,19 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
489 VI 04 VI.04.K-3.002 0,61 Perdagangan dan Jasa Skala Sub BWP 70% 2,1 10% 3
490 VI 04 VI.04.R-4.003 12,01 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
491 VI 04 VI.04.R-4.002 2,11 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
492 VI 04 VI.04.R-4.001 22,16 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
493 VI 04 VI.04.K-2.002 2,57 Perdagangan dan Jasa Skala BWP 70% 2,4 20% 4

LAPORAN AKHIR 190

Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

BLO
NO SUB BLOK KODE SUB ZONA LUAS (Ha) FUNGSI KDB KLB KDH TB
K
494 VI 04 VI.04.R-4.004 20,68 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
495 VI 04 VI.04.RTH-4.001 0,12 Taman RW 30% 0,3 70% 2
496 VI 04 VI.04.SPU-4.003 0,20 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
497 VI 04 VI.04.SPU-4.002 0,08 Sarana Pelayanan Umum Skala RW 60% 1,2 20% 2
498 VI 04 VI.04.SPU-2.001 7,70 Sarana Pelayanan Umum Skala Kecamatan 60% 2,4 20% 4
499 VI 04 VI.04.JP.004 6,79 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
500 VI 04 VI.04.R-4.005 7,09 Perumahan Kepadatan Rendah 50% 1,8 15% 3
501 VI 04 VI.04.JP.003 2,98 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
502 VI 04 VI.04.JP.002 6,64 Pengaman Jalur Penerbangan 0% 0 100% KKOP
503 VI 04 VI.04.SS.003 0,41 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
504 VI 04 VI.04.SS.004 0,41 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
505 VI 04 VI.04.SS.002 0,51 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
506 VI 04 VI.04.SS.001 0,51 Sempadan Sungai 0% 0 100% -
507 VI 04 VI.04.RTH-7.002 0,20 Pemakaman 30% 0,3 70% 2
508 VI 04 VI.04.RTH-7.001 0,18 Pemakaman 30% 0,3 70% 2

LAPORAN AKHIR 191


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

7.1.4. Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal


Ketentuan prasarana dan sarana pendukung minimal mengatur jenis
prasarana dan sarana pendukung minimal apa saja yang harus ada pada
setiap zona peruntukan. Jenis prasarana dan sarana minimal ditentukan
berdasarkan sifat dan tuntutan kegiatan utama pada zona peruntukannya.
Sedangkan volume atau kapasitasnya ditentukan berdasarkan pada
perkiraan jumlah orang yang menghuni zona peruntukan tersebut.
Ketentuan prasarana dan sarana minimal berfungsi sebagai kelengkapan
dasar fisik lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan yang nyaman
melalui penyediaan prasarana dan sarana yang sesuai agar zona berfungsi
secara optimal. Ketentuan prasarana dan sarana minimum sekurangnya
harus mengatur jenis prasarana dan sarana pendukung untuk lima zona
budidaya utama, perumahan, komersial, PSU, industri dan zona hijau
budidaya. Prasarana dan sarana minimum pada Zona Lainnya diatur
mengikuti aturan pada kelima zona di atas. Prasarana yang diatur dalam
peraturan zonasi dapat berupa prasarana parkir, aksesibilitas untuk difabel,
jalur pedestrian, jalur sepeda, bongkar muat, dimensi jaringan jalan,
kelengkapan jalan, dan kelengkapan prasarana lainnya yang diperlukan.
Ketentuan prasarana dan sarana minimal ditetapkan sesuai dengan
ketentuan mengenai prasarana dan sarana yang diterbitkan oleh instansi
yang berwenang.

LAPORAN AKHIR 192


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Tabel 7.19 Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimal

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


1 KR Kolam Jaringan Jalan  Fasilitas evakuasi bencana :
Retensi  prasarana parkir; kegiatan yang T - Lokasi evakuasi;
dan B dalam ketentuan peraturan - Sistem peringatan dini,
zonasi harus menyediakan prasarana - Jalur evakuasi
parkir sesuai standar dengan - Penandaan/rambu-rambu.
konstruksi yang memungkinkan
terjadinya resapan air seperti conblok
di luar zona KR.
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, yang disertai
dengan pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 jalur sepeda; diperkenankan dengan
konstruksi yang bisa meresap air
disertai pemberian rambu-rambu.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu-
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.
 kelengkapan prasarana lainnya

LAPORAN AKHIR 193


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


merupakan bagian dari rencana sistem
jaringan transportasi darat

2 SS Sempadan Jaringan Jalan  Fasilitas evakuasi bencana :


Sungai  prasarana parkir; kegiatan yang T - Lokasi evakuasi;
dan B dalam ketentuan peraturan - Sistem peringatan dini,
zonasi harus menyediakan prasarana - Jalur evakuasi
parkir sesuai standar dengan - Penandaan/rambu-rambu.
konstruksi yang memungkinkan
terjadinya resapan air seperti conblok
di luar zona SS.
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, yang disertai
dengan pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 jalur sepeda; diperkenankan dengan
konstruksi yang bisa meresap air
disertai pemberian rambu-rambu.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu-
rambu, jalur memutar atau menepi,

LAPORAN AKHIR 194


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


lampu penerangan.
 kelengkapan prasarana lainnya
merupakan bagian dari rencana sistem
jaringan transportasi darat

RTH-1 Hutan Kota 


3 RTH-2 Taman Kota Jaringan Jalan  Fasilitas bagian dari kegiatan wisata :
 prasarana parkir; kegiatan yang T - Mushola
dan B dalam ketentuan peraturan - toilet
zonasi harus menyediakan prasarana - pos jaga
parkir sesuai standar dengan - tempat duduk
konstruksi yang memungkinkan - hidran
terjadinya resapan air seperti conblok. - bak sampah
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan  Fasilitas Transportasi :
yang diperkenankan harus - Parkir
menyediakan aksesibilitas untuk - Halte
difabel berupa pintu masuk/keluar,  Fasilitas evakuasi bencana :
koridor, tangga, ramp, kamar mandi, - Lokasi evakuasi;
area parkIr yang disertai dengan - sistem peringatan dini,
pemberian tanda atau rambu. - jalur evakuasi
 jalur pedestrian; disediakan dengan - penandaan/rambu-rambu.
konstruksi yang bisa meresap air.
 jalur sepeda; diperkenankan berupa
jalan setapak dan di areal parkir.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.

LAPORAN AKHIR 195


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

Jaringan Telekomunikasi
 kelengkapan telekomunikasi : wifi

RTH-3 Taman Jaringan Jalan 


Kecamatan  prasarana parkir; kegiatan yang T
dan B dalam ketentuan peraturan
zonasi harus menyediakan prasarana
parkir sesuai standar dengan
konstruksi yang memungkinkan
terjadinya resapan air seperti conblok.
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, kamar mandi,
area parkIr yang disertai dengan
pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 jalur sepeda; diperkenankan berupa
jalan setapak dan di areal parkir.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses

LAPORAN AKHIR 196


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

RTH-4 Taman  dalam ketentuan peraturan zonasi 


Kelurahan harus menyediakan prasarana parkir
sesuai standar dengan konstruksi yang
memungkinkan terjadinya resapan air
seperti conblok.
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, kamar mandi,
area parkIr yang disertai dengan
pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

RTH-5 Taman RW  prasarana parkir; kegiatan yang T 

LAPORAN AKHIR 197


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


dan B dalam ketentuan peraturan
zonasi harus menyediakan prasarana
parkir sesuai standar dengan
konstruksi yang memungkinkan
terjadinya resapan air seperti conblok.
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, kamar mandi,
area parkIr yang disertai dengan
pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

RTH-6 Taman RT  prasarana parkir; kegiatan yang T 


dan B dalam ketentuan peraturan
zonasi harus menyediakan prasarana
parkir sesuai standar dengan
konstruksi yang memungkinkan
terjadinya resapan air seperti conblok.

LAPORAN AKHIR 198


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan
yang diperkenankan harus
menyediakan aksesibilitas untuk
difabel berupa pintu masuk/keluar,
koridor, tangga, ramp, kamar mandi,
area parkIr yang disertai dengan
pemberian tanda atau rambu.
 jalur pedestrian; disediakan dengan
konstruksi yang bisa meresap air.
 dimensi jaringan jalan; untuk
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

4 RTH-7 Pemakaman Jaringan Jalan  Fasilitas bagian dari TPU :


 prasarana parkir; kegiatan yang T - Kantor pengelola pemakaman
dan B dalam ketentuan peraturan - Toilet
zonasi harus menyediakan prasarana - Gudang penyimpanan.
parkir sesuai standar dengan - Mushola
konstruksi yang memungkinkan - Kantin
terjadinya resapan air seperti conblok. - pos jaga
 aksesibilitas untuk difabel; kegiatan - hidran
yang diperkenankan harus - tempat pembuangan sampah
menyediakan aksesibilitas untuk sementara
difabel berupa pintu masuk/keluar, - bak sampah

LAPORAN AKHIR 199


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


koridor, tangga, ramp, kamar mandi,  Fasilitas Transportasi :
area parkIr yang disertai dengan - Parkir
pemberian tanda atau rambu. - Halte
 jalur pedestrian; disediakan dengan  Fasilitas evakuasi bencana :
konstruksi yang bisa meresap air. - Lokasi evakuasi;
 jalur sepeda; diperkenankan berupa - sistem peringatan dini,
jalan setapak dan di areal parkir. - jalur evakuasi
 dimensi jaringan jalan; untuk - penandaan/rambu-rambu.
pedestrian lebar minimal 120 cm yang
memungkinkan untuk dapat diakses
pengguna kursi roda.
 kelengkapan jalan; berupa rambu
rambu, jalur memutar atau menepi,
lampu penerangan.

5 R-3 Perumahan  Jaringan Jalan Lingkungan  Fasilitas Peribadatan: Disediakan


Kepadatan perumahan harus disediakan jaringan dengan jumlah, luasan, dan persebaran
Sedang jalan untuk pergerakan manusia dan sesuai standar minimum dalam
6 R-4 Perumahan kendaraan, dan berfungsi sebagai akses peraturan yang berlaku
Kepadatan untuk penyelamatan dalam keadaan  Fasilitas Perdagangan: Disediakan
Rendah darurat. dengan jumlah, luasan, dan persebaran
- Jalan utama sesuai standar minimum dalam
- Jalan lingkungan peraturan yang berlaku khusus untuk
Salah satu pedoman teknis jaringan fasilitas perdagangan skala lingkungan.
jalan diatur dalam Pedoman Teknis  Fasilitas Pendidikan: Disediakan
Prasarana Jalan Perumahan (Sistem dengan jumlah, luasan, dan persebaran
Jaringan dan Geometri Jalan), Dirjen sesuai standar minimum dalam
Cipta Karya, 1998. peraturan yang berlaku khusus untuk

LAPORAN AKHIR 200


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


 Jaringan air bersih: Tersedia sumber fasilitas pendidikan pra sekolah, tingkat
air, baik air tanah maupun air yang dasar, dan tingkat menengah.
diolah oleh penyelenggara dengan  Fasilitas Kesehatan: Disediakan
jumlah yang cukup. Untuk air PDAM dengan jumlah, luasan, dan persebaran
suplai air antara 60 liter/org/hari - 100 sesuai standar minimum dalam
liter/org/hari; Permen peraturan yang berlaku khusus untuk
41/PRT/M/2007 tentang Pedoman fasilitas kesehatan skala lingkungan.
Kreteria Teknis Pemanfaatan Kawasan  Fasilitas Olahraga : Disediakan
Budidaya. dengan jumlah, luasan, dan persebaran
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik sesuai standar minimum dalam
setiap rumah dilayani dengan kapasitas peraturan yang berlaku khusus untuk
minimal 900 Kwh. fasilitas olahraga skala lingkungan.
 Jaringan Persampahan  RTH:
- Alat pengangkut - Untuk kawasan perumahan
- Tempat pengumpulan sampah dengan luasan tertentu wajib
 Jaringan Drainase: Lingkungan menyediakan RTH Publik minimal
perumahan harus dilengkapi jaringan 10% atau akan diatur lebih lanjut
drainase sesuai ketentuan dan dalam Peraturan Walikota.
persyaratan teknis yang diatur dalam - Untuk tiap persil perumahan
peraturan/ perundangan yang telah wajib menyediakan RTH Private
berlaku, terutama mengenai tata cara sebesar minimal 13%.
perencanaan umum jaringan drainase  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
lingkungan perumahan di perkotaan. evakuasi, sistem peringatan dini, jalur
Salah satu ketentuan yang berlaku evakuasi, penandaan/ramburambu.
adalah SNI 02-2406-1991 tentang Tata
cara perencanaan umum drainase
perkotaan.

LAPORAN AKHIR 201


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


7 K-1 Perdagangan  Jaringan Jalan  Fasilitas Peribadatan: Harus
dan Jasa Perdagangan dan Jasa harus disediakan menyediakan fasilitas peribadatan
Skala Kota jaringan jalan untuk pergerakan untuk masyarakat sekitar di tempat
8 K-2 Perdagangan manusia dan kendaraan, dan berfungsi yang strategis dan layak dengan
dan Jasa sebagai akses untuk penyelamatan didukung penyediaan prasarana yang
Skala BWP dalam keadaan darurat. nyaman untuk beribadah.
9 K-3 Perdagangan - Jalan utama  Fasilitas Kesehatan: Harus
dan Jasa - Jalan lingkungan menyediakan fasilitas kesehatan untuk
Skala Sub Salah satu pedoman teknis jaringan masyarakat sekitar di tempat yang
BWP jalan diatur dalam Pedoman Teknis strategis dan layak dengan didukung
Prasarana Jalan Perumahan (Sistem penyediaan prasarana yang nyaman.
Jaringan dan Geometri Jalan), Dirjen  Fasilitas Olahraga : Disediakan
Cipta Karya, 1998. dengan jumlah, luasan, dan persebaran
 Jaringan air bersih: Tersedia sumber sesuai standar minimum dalam
air, baik air tanah maupun air yang peraturan yang berlaku khusus untuk
diolah oleh penyelenggara dengan fasilitas olahraga skala lingkungan.
jumlah yang  RTH: Wajib menyediakan RTH Publik
cukup. Untuk air PDAM suplai air minimal 20%.
antara 60 liter/org/hari - 100  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
liter/org/hari; Permen evakuasi, sistem peringatan dini, jalur
41/PRT/M/2007 tentang Pedoman evakuasi, penandaan/ramburambu.
Kreteria Teknis Pemanfaatan Kawasan
Budidaya.
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik
setiap kegiatan zona Perdagangan dan
Jasa dilayani dengan kapasitas listrik
sesuai dengan kebutuhan yang
mendukung kegiatan pada zona

LAPORAN AKHIR 202


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


tersebut.
 Jaringan Persampahan
- Alat pengangkut
- Tempat pengumpulan sampah
 Jaringan Drainase: Perdagangan dan
Jasa harus dilengkapi jaringan drainase
sesuai ketentuan dan persyaratan
teknis yang diatur dalam peraturan/
perundangan yang telah berlaku,
terutama mengenai tata cara
perencanaan umum jaringan drainase
lingkungan perumahan di perkotaan.
Salah satu ketentuan yang berlaku
adalah SNI 02-2406-1991 tentang Tata
cara perencanaan umum drainase
perkotaan.
 Jaringan Telekomunikasi :
Perdagangan dan Jasa dilayani oleh
jaringan telekomunikasi internet
berupa wifi.

10 KT Perkantoran  Jaringan Jalan Perkantoran harus  Fasilitas Peribadatan: Harus


disediakan jaringan jalan untuk menyediakan fasilitas peribadatan
pergerakan manusia dan kendaraan, untuk masyarakat sekitar di tempat
dan berfungsi sebagai akses untuk yang strategis dan layak dengan
penyelamatan dalam keadaan didukung penyediaan prasarana yang
darurat. nyaman untuk beribadah.
- Jalan utama  Fasilitas Perdagangan: Hanya

LAPORAN AKHIR 203


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


- Jalan lingkungan diperkenankan untuk mendukung
Salah satu pedoman teknis jaringan kegiatan pada zona fasilitas berupa
jalan diatur dalam Pedoman Teknis fasilitas perdagangan skala lingkungan.
Prasarana Jalan Perumahan (Sistem  Fasilitas Kesehatan: Harus
Jaringan dan Geometri Jalan), Dirjen menyediakan fasilitas kesehatan untuk
Cipta Karya, 1998. masyarakat sekitar di tempat yang
 Jaringan air bersih: Tersedia sumber strategis dan layak dengan didukung
air, baik air tanah maupun air yang penyediaan prasarana yang nyaman.
diolah oleh penyelenggara dengan  Fasilitas Olahraga : Disediakan
jumlah yang cukup. Untuk air PDAM dengan jumlah, luasan, dan persebaran
suplai air antara 60 liter/org/hari - 100 sesuai standar minimum dalam
liter/org/hari; Permen peraturan yang berlaku khusus untuk
41/PRT/M/2007 tentang Pedoman fasilitas olahraga skala lingkungan.
Kreteria Teknis Pemanfaatan Kawasan  RTH: Wajib menyediakan RTH Publik
Budidaya. minimal 10%.
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
setiap kegiatan zona Perkantoran evakuasi, sistem peringatan dini, jalur
dilayani dengan kapasitas listrik sesuai evakuasi, penandaan/rambu-rambu.
dengan kebutuhan yang mendukung
kegiatan pada zona tersebut.
 Jaringan Persampahan
- Alat pengangkut
- Tempat pengumpulan sampah
 Jaringan Drainase: Perkantoran
harus dilengkapi jaringan drainase
sesuai ketentuan dan persyaratan
teknis yang diatur dalam peraturan/
perundangan yang telah berlaku,

LAPORAN AKHIR 204


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


terutama mengenai tata cara
perencanaan umum jaringan drainase
lingkungan perumahan di perkotaan.
Salah satu ketentuan yang berlaku
adalah SNI 02-2406-1991 tentang Tata
cara perencanaan umum drainase
perkotaan.
 Jaringan Telekomunikasi
Perkantoran dilayani oleh jaringan
telekomunikasi internet berupa wifi.

11 SPU-1 Sarana  Jaringan Jalan; Sarana pelayanan  Fasilitas Peribadatan: Harus


Pelayanan umum harus disediakan jaringan jalan menyediakan fasilitas peribadatan
Umum Skala untuk pergerakan manusia dan untuk masyarakat sekitar di tempat
Kota kendaraan, yang strategis dan layak dengan
12 SPU-2 Sarana dan berfungsi sebagai akses untuk didukung penyediaan prasarana yang
Pelayanan penyelamatan dalam keadaan darurat. nyaman untuk beribadah.
Umum Skala - Jalan utama  Fasilitas Perdagangan: Hanya
Kecamatan - Jalan lingkungan diperkenankan untuk mendukung
13 SPU-3 Sarana  Salah satu pedoman teknis jaringan kegiatan pada zona fasilitas berupa
Pelayanan jalan diatur dalam Pedoman Teknis fasilitas perdagangan skala lingkungan.
Umum Skala Prasarana Jalan Perumahan (Sistem  Fasilitas Kesehatan: Harus
Kelurahan Jaringan dan Geometri Jalan), Dirjen menyediakan fasilitas kesehatan untuk
14 SPU-4 Sarana Cipta Karya, 1998. masyarakat sekitar di tempat yang
Pelayanan  Jaringan air bersih: Tersedia sumber strategis dan layak dengan didukung
Umum Skala air, baik air tanah maupun air yang penyediaan prasarana yang nyaman.
RW diolah oleh penyelenggara dengan  Fasilitas Olahraga : Disediakan
jumlah yang dengan jumlah, luasan, dan persebaran

LAPORAN AKHIR 205


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


cukup. Untuk air PDAM suplai air sesuai standar minimum dalam
antara 60 liter/org/hari - 100 peraturan yang berlaku khusus untuk
liter/org/hari; Permen fasilitas olahraga skala lingkungan.
41/PRT/M/2007 tentang Pedoman  RTH: Wajib menyediakan RTH Publik
Kreteria Teknis Pemanfaatan Kawasan minimal 10%.
Budidaya.  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik evakuasi, sistem peringatan dini, jalur
setiap kegiatan zona Sarana pelayanan evakuasi, penandaan/ rambu- rambu
umum dilayani dengan kapasitas listrik
sesuai dengan kebutuhan yang
mendukung kegiatan pada zona
tersebut.
 Jaringan Persampahan
- Alat pengangkut
- Tempat pengumpulan sampah
 Jaringan Drainase: Sarana pelayanan
umum harus dilengkapi jaringan
drainase sesuai ketentuan dan
persyaratan teknis yang diatur dalam
peraturan/ perundangan yang telah
berlaku, terutama mengenai tata cara
perencanaan umum jaringan drainase
lingkungan perumahan di perkotaan.
Salah satu ketentuan yang berlaku
adalah SNI 02-2406-1991 tentang Tata
cara perencanaan umum drainase
perkotaan.

LAPORAN AKHIR 206


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


15 PL-7 Pertahanan  Jaringan Jalan Jarigan jalan harus  Fasilitas Peribadatan: Harus
dan disediakan untuk pergerakan manusia menyediakan fasilitas peribadatan
Keamanan dan kendaraan yang mendukung fungsi untuk pekerja maupun masyarakat
khusus berupa Jalan utama dan Jalan sekitar di tempat yang strategis dan
komplek dengan konstruksi sesuai layak dengan didukung penyediaan
dengan standar kebutuhan masing- prasarana yang nyaman untuk
masing karakteristik kawasan khusus. beribadah.
 Jaringan air bersih: Tersedia sumber  Fasilitas Perdagangan: Hanya
air, baik air tanah maupun air yang diperkenankan untuk mendukung
diolah oleh penyelenggara dengan kegiatan zona khusus dengan luasan
jumlah yang cukup dengan terbatas.
mengutamakan sumber air dari  Fasilitas Pendidikan: Hanya
jaringan PDAM. diperkenankan menyediakan fasilitas
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik pendidikan khusus tingkat pra sekolah,
setiap kegiatan zona khusus dilayani dan sekolah dasar di tempat yang
dengan kapasitas listrik sesuai dengan strategis dan layak dengan didukung
kebutuhan yang mendukung kegiatan penyediaan prasarana yang nyaman
pada zona khusus tersebut.  Fasilitas Kesehatan: Harus
 Jaringan Persampahan dan Air menyediakan fasilitas kesehatan untuk
Limbah pekerja maupun masyarakat sekitar di
- Disediakan sistem pengangkutan tempat yang strategis dan layak dengan
sampah secara berkala sesuai didukung penyediaan prasarana yang
kebutuhan nyaman.
- Disediakan IPAL bagi  Fasilitas Olahraga: Disediakan
pengelolahan limbah non B3 dengan jumlah, luasan, dan persebaran
sesuai dengan standar kelayakan sesuai standar minimum dalam
lingkungan. peraturan yang berlaku khusus untuk
 Penampungan khusus untuk sampah mendukung kegiatan zona khusus.

LAPORAN AKHIR 207


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


dan atau limbah B3 bagi kegiatan  RTH: Wajib menyediakan RTH Publik
khusus yang menghasilkan limbah B3. minimal 20%.
 Jaringan Drainase: Harus disediakan  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
sistem drainase dan peresapan air evakuasi, sistem peringatan dini, jalur
dengan ketentuan : evakuasi, penandaan/rambu-rambu.
- Drainase terhubung dengan
system drainase perkotaan di
lingkungan sekitar.
- Harus menyediakan kolam
resapan dan lubang biopori untuk
menjamin zona khusus yang
ramah lingkungan.

16 PL-12 Pergudangan  Jaringan Jalan; Jarigan jalan harus  Fasilitas Peribadatan: Harus
disediakan untuk pergerakan manusia menyediakan fasilitas peribadatan
dan kendaraan yang mendukung fungsi untuk pekerja maupun masyarakat
khusus berupa Jalan utama dan Jalan sekitar di tempat yang strategis dan
komplek dengan konstruksi sesuai layak dengan didukung penyediaan
dengan standar kebutuhan masing- prasarana yang nyaman untuk
masing karakteristik pergudangan . beribadah.
 Jaringan air bersih: Tersedia sumber  Fasilitas Perdagangan: Hanya
air, baik air tanah maupun air yang diperkenankan untuk mendukung
diolah oleh penyelenggara dengan kegiatan zona pergudangan dengan
jumlah yang luasan terbatas.
cukup dengan mengutamakan sumber  Fasilitas Pendidikan: Hanya
air dari jaringan PDAM. diperkenankan menyediakan fasilitas
 Jaringan Listrik: Jaringan listrik pendidikan khusus tingkat pra sekolah,
setiap kegiatan zona khusus dilayani sekolah dasar, kursus, dan Balai

Penyusunan RDTR,
LAPORAN PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
AKHIR 208
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

No Kode Zona Prasarana Minimal Sarana Minimal


dengan kapasitas listrik sesuai dengan Pendidikan dan Pelatihan yang
kebutuhan yang mendukung kegiatan mendukung kegiatan pergudangan di
pada zona pergudangan tersebut. tempat yang strategis dan layak dengan
 Jaringan Persampahan dan Air didukung penyediaan prasarana yang
Limbah nyaman.
- Disediakan sistem pengangkutan  Fasilitas Kesehatan: Harus
sampah secara berkala sesuai menyediakan fasilitas kesehatan untuk
kebutuhan pekerja maupun masyarakat sekitar di
- Disediakan IPAL bagi tempat yang strategis dan layak dengan
pengelolahan limbah non B3 didukung penyediaan prasarana yang
sesuai dengan standar kelayakan nyaman.
lingkungan.  Fasilitas Olahraga: Disediakan
- Penampungan khusus untuk dengan jumlah, luasan, dan persebaran
sampah dan atau limbah B3 bagi sesuai standar minimum dalam
kegiatan pergudangan yang peraturan yang berlaku khusus untuk
menghasilkan limbah B3. mendukung kegiatan zona
 Jaringan Drainase: Harus disediakan pergudangan .
sistem drainase dan peresapan air  RTH: Wajib menyediakan RTH Publik
dengan ketentuan : minimal 20%.
- Drainase terhubung dengan  Fasilitas evakuasi bencana : Lokasi
sistem drainase perkotaan di evakuasi, sistem peringatan dini,
lingkungan sekitar. jalur evakuasi, penandaan/rambu-
- Harus menyediakan kolam rambu.
resapan dan lubang biopori untuk
menjamin zona pergudangan yang
ramah lingkungan.

LAPORAN AKHIR 209


7.1.5. Ketentuan Khusus
Ketentuan khusus adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan zona yang
memiliki fungsi khusus dan diberlakukan ketentuan khusus sesuai dengan
karakteristik zona dan kegiatannya. Selain itu, ketentuan pada zona-zona yang
digambarkan di peta khusus yang memiliki pertampalan (overlay) dengan zona
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
lainnya dapat pula dijelaskan disini. Ketentuan khusus merupakan aturan
tambahan yang ditampalkan (overlay) di atas aturan dasar karena adanya hal-hal
khusus yang memerlukan aturan tersendiri karena belum diatur di dalam aturan
dasar.

Komponen ketentuan khusus antara lain meliputi:


1) Bandar udara, antara lain meliputi kawasan keselamatan operasi
penerbangannya (KKOP), batas kawasan kebisingan, dan kawasan di
sekitar bandar udara yang penting untuk diperhatikan;
2) Cagar budaya atau adat;
3) Rawan bencana;
4) Tempat evakuasi bencana (TES dan TEA);
5) Pertahanan keamanan (hankam);
6) Pusat penelitian (observatorium, peluncuran roket, dan lainlain);
7) Kawasan berorientasi transit (TOD); dan
8) Lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Ketentuan mengenai penerapan aturan khusus pada zona-zona khusus di


atas ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang diterbitkan oleh instansi yang
berwenang. Ketentuan khusus dapat menganulir aturan yang ada pada aturan
dasar sesuai dengan tuntutan kekhususannya.

Pada Kawasan Kecamatan Payung Sekaki, terdapat 2 kawasan yang


memerlukan ketentuan khusus, antara lain:

7.1.5.1. Kawasan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II

7.1.5.2. Kawasan Militer Lapangan Udara Roesmin Noerjadin

LAPORAN AKHIR 210


7.1.6. Standar Teknis

Standar teknis adalah aturan-aturan teknis pembangunan sarana dan


prasarana permukiman perkotaan yang ditetapkan berdasarkan
peraturan/standar/ ketentuan teknis yang berlaku serta berisi panduan yang
Penyusunan RDTR,
terukur danPZ dan KLHS
ukuran Kecamatan
yang Payung
sesuai dengan Sekaki
kebutuhan. Standar teknis ini berfungsi
sebagai panduan pelaksanaan pembangunan dan sekaligus juga berfungsi sebagai
instrumen pemeriksaan dan pengawasan pengendalian pemanfaatan ruang.

Secara garis besar, standar teknis pemanfaatan ruang meliputi:

1) standar kebutuhan utilitas, mengatur besarnya kebutuhan/kapasitas


utilitas (air bersih, persampahan, air limbah, drainase, listrik, telpon,
gas masak, tv kabel, dst) untuk setiap jenis peruntukan ruang;
2) standar sarana pendukung (Fas. Peribadatan, Fas. Pendidikan, Fas.
Perdagangan, Fas. Sosial, Fas. Olahraga, Fas. Keamanan, RTH/Taman,
SPBU, SPBE, dst) yang sesuai dengan jumlah penduduk atau orang
yang harus dilayaninya;
3) standar prasarana pendukung (parkir, pedestrian, jalur sepeda, TPS,
dsb) yang sesuai dengan jumlah penduduk atau orang yang harus
dilayaninya; dan
4) standar prasarana lain (media luar ruang) yang sesuai dengan desain
estetika lingkungan yang diinginkan.

Standar teknis yang digunakan dalam penyusunan RDTR mengikuti


peraturan perundang-undangan, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI).

7.1.7. Ketentuan Pelaksanaan


Ketentuan pelaksanaan adalah aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan
penerapan peraturan daerah RDTR dan PZ yang terdiri atas:
1) Ketentuan variansi pemanfaatan ruang yang merupakan ketentuan yang
memberikan kelonggaran untuk menyesuaikan dengan kondisi tertentu
dengan tetap mengikuti ketentuan massa ruang yang ditetapkan dalam
peraturan zonasi. Hal ini dimaksudkan untuk menampung dinamika
pemanfaatan ruang mikro dan sebagai dasar antara lain transfer of

LAPORAN AKHIR 211


development rights (TDR) dan air right development yang dapat diatur
lebih lanjut dalam RTBL.
2) Ketentuan pemberian insentif dan disinsentif yang merupakan
ketentuan yang memberikan insentif bagi kegiatan pemanfaatan ruang
yang sejalan dengan rencana tata ruang dan memberikan dampak
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
positif bagi masyarakat, serta yang memberikan disinsentif bagi
kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak sejalan dengan rencana tata
ruang dan memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Insentif dapat
berbentuk kemudahan perizinan, keringanan pajak, kompensasi,
imbalan, subsidi prasarana, pengalihan hak membangun, dan ketentuan
teknis lainnya. Sedangkan disinsentif dapat berbentuk antara lain
pengetatan persyaratan, pengenaan pajak dan retribusi yang tinggi,
pengenaan denda, pembatasan penyediaan prasarana dan sarana, atau
kewajiban untuk penyediaan prasarana dan sarana kawasan.
3) Ketentuan untuk penggunaan lahan yang sudah ada dan tidak sesuai
dengan peraturan zonasi. Ketentuan ini berlaku untuk pemanfaatan
ruang yang izinnya diterbitkan sebelum penetapan RDTR/peraturan
zonasi, dan dapat dibuktikan bahwa izin tersebut diperoleh sesuai
dengan prosedur yang benar.
4) Aturan peralihan yang mengatur status pemanfaatan ruang yang
berbeda dengan fungsi ruang zona peruntukannya. Sesuai dengan UU
No 26 Tahun 2007, untuk pemanfaatan ruang yang berbeda dapat
diberikan tenggang waktu selama 36 bulan untuk menyesuaikan
terhadap fungsi zona peruntukannya atau pindah ke zona yang sesuai.
Untuk pemanfaatan ruang tertentu yang memenuhi persyaratan dapat
mengajukan persetujuan “legal non-conforming use” atau persetujuan
“conditional use.”

7.1.7.1. Ketentuan Variansi Pemanfaatan Ruang


 Non Conforming Dimension

LAPORAN AKHIR 212


Kelonggaran berupa pengurangan ukuran dari yang ditetapkan seperti
perubahan koefisien dasar bangunan atau ketinggian bangunan
maksimal
 Non Conforming Structure
Suatu tanda atau struktur tanda atau bagian daripadanya yang telah
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
ada dan sesuai dengan aturan ketika aturan tersebut berlaku, dimana
saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan aturan tersebut
 Non Conforming Sign
Suatu ruang area atau dimensi lain yang tidak sesuai dengan peraturan
ketika suatu kode/ aturan tersebut berlaku.
 Non Conforming Use
Izin yang diberikan untuk melanjutkan penggunaan lahan, bangunan
atau struktur yang telah ada pada waktu peraturan zonasi didtetapkan
dan tidak sesuai dengan peraturan zonasi.
 Interim Development
Izin pembangunan yang diberikan untuk melaksanakan pembangunan
antara sebagai begian/ tahapan dari pembangunan secara
keseluruhan, misalnya perataan lahan (grading), pematangan lahan
(konstruksi jalan, saluran drainase, dll).
 Interim Temporary Use
Izin penggunaan lahan sementara yang diberikan dalam jangka waktu
tertentu sebelum pemanfaatan ruang final direalisasikan.

7.1.7.2. Aturan Perubahan Delineasi Zonasi

LAPORAN AKHIR 213


7.1.7.3. Ketentuan Pemberian Insentif dan Disinsentif
7.1.7.3.1. Pemberian Insentif
Pemberian insentif adalah sebagai berikut:
Plaza/courtyard (ruang terbuka) umum, dengan bonus (x) m2 luas lantai
untuk tiap meter persegi dari plaza/courtyard tersebut, dengan ketentuan dapat
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
digunakan untuk kepentingan umum secara terus menerus selama 24 jam penuh;
tidak dibatasi oleh pagar; mempunyai akses secara langsung ke jalan umum; tidak
tertutup atap; mempunyai luasan minimum sebesar 10% dari luas Daerah
Perencanaan; lebar minimum 5 meter. (Untuk plaza, minimal 15%, tidak lebih dari
60% dari luasan tersebut ditanami dengan pohon, “ground cover” dan tanaman
lain, sedangkan courtyard, minimal 60% dari luasan tersebut yang ditanami. Plaza
dan courtyard juga dilengkapi dengan tempat-tempat duduk, lampu penerangan,
decorative-paving dan pedestrian furnishing). Plaza/courtyard ini tidak termasuk
dari luasan KDH yang dipersyaratkan sesuai ketentuan, serta tidak termasuk pada
bagian lahan yang dibatasi pembangunannya hanya maksimal 20% KDB.
Pemberian insentif penambahan luas lantai bangunan yang diberikan untuk Plaza
terbuka/Courtyard, harus memenuhi ketentuan dan kewajiban:

a. Dapat diakses dengan mudah dari minimal dua jalan eksisting dan atau
posisinya berdampingan dan atau berbatasan langsung secara
memanjang dengan bidang jalan.

b. Dikelola dan dipelihara oleh pemilik lahan dan bangunan.

Pemberian insentif penambahan luas lantai bangunan yang diberikan untuk


peningkatan kualitas plaza terbuka, dengan ketentuan: membuat pola pavement
yang innovatif, public art, street furniture, public seating facilities, shade structure,
water features dan lain-lain yang relevan.

Teater terbuka untuk pertunjukan seni, diberikan insentif (x) M2 luas lantai
untuk tiap meter persegi dari teater terbuka tersebut, dengan ketentuan dapat
digunakan untuk kepentingan umum secara terus menerus selama 24 jam penuh.

Pemberian insentif adalah sebagai berikut, Green Roof/Roof Garden (taman


atap), dengan bonus (x) m2 luas lantai untuk tiap meter persegi dari taman atap
tersebut.

LAPORAN AKHIR 214


Pemberian insentif adalah sebagai berikut :

a. koridor/jembatan antar bangunan dengan lebar minimum 4 (empat) meter


sebagai sarana penghubung khusus untuk pejalan kaki dan terbuka untuk
umum tidak diperhitungkan sebagai luas lantai dalam perhitungan KLB;

b. RDTR,
Penyusunan lantaiPZbangunan
dan KLHS yang secaraPayung
Kecamatan nyata Sekaki
digunakan untuk kepentingan umum
secara terus menerus mulai dari jam 06.00 pagi sampai dengan jam 22.00
malam jam, tidak diperhitungkan sebagai luas lantai dalam perhitungan
KLB; dengan pengertian luasan lantai bangunan dimaksud maksimal 20%
(dua puluh persen) dari batasan KDB yang ditetapkan;

c. ruang yang dimanfaatkan bagi terselenggaranya kontak sosial masyarakat,


dengan tetap memperhatikan aspek keserasian lingkungan, maka tinggi
lantai bangunan diperkenankan maksimal 10 meter dan tidak
diperhitungkan sebagai dua lantai.

Penambahan lebar jalur pejalan kaki (pedestrian/trotoar) pada jalan umum,


dengan bonus (x) M2 luas lantai untuk tiap meter persegi dari penambahan lebar
pedestrian tersebut, dengan ketentuan penambahan minimum selebar 2 meter dari
jalur pedestrian yang ada yang sudah sesuai dengan trace rencana kota, dengan
ketentuan:

a. dapat diintegrasikan dengan jalur pejalan kaki eksisting

b. berada pada koridor pengembangan sistem angkutan umum massal dan


sistem feeder-nya.

Arcade bangunan, suatu jalur pejalan kaki yang menghubungkan (a) dua
jalan umum, atau (b) sebuah jalan umum dan area parkir, atau (c) sebuah jalan
umum dan arcade lain, (dengan lebar minimum 2,5 meter), dengan bonus (x) M2
luas lantai dari tiap meter persegi luasan jalur arcade tersebut.

Pedestrian penghubung, suatu jalur pejalan kaki yang menerus yang melalui
blok daerah perencanaan yang menghubungkan dua ruang publik (jalan atau
pedestrian) diberikan bonus (x) M2 luas lantai dari tiap meter persegi luasan jalur

LAPORAN AKHIR 215


pedestrian tersebut. Ketentuan sarana penghubung ini diberikan ketentuan
berbeda jika lokasinya:

a. Berada pada lantai dasar bangunan (ground floor) dan mempunyai lebar
minimal 3,5 meter.

b. RDTR,
Penyusunan Berada di atas
PZ dan KLHSmuka tanahPayung
Kecamatan (above ground level) tetapi berhubungan
Sekaki
langsung dengan fasilitas pedestrian yang berada pada lantai dasar, dan
mempunyai lebar minimal 3,5 meter.

c. Berhubungan secara langsung dengan fasilitas sistem angkutan umum


massal.

Pemberian insentif penambahan luas lantai bangunan yang diberikan untuk


fasilitas pejalan kaki, harus memenuhi ketentuan:

a. dapat diintegrasikan dengan jalur pejalan kaki eksisting

b. menarik untuk pejalan kaki dan mudah diakses

c. terbuka untuk umum

d. sebagai bagian dari penataan dan pengembangan jalur pejalan kaki yang
mendukung sistem pergerakan orang menuju dan atau dari sarana sistem
angkutan umum massal.

Pemberian insentif adalah sebagai berikut:

a. Terdapat bangunan yang mempunyai ketinggian lantai di atas 50 lantai


dan kemudian menyediakan ruang lantai observasi bagi publik pada lantai
tertinggi bangunannya dan terdapat akses vertikal langsung menuju lokasi
tersebut, dapat diberikan insentif penambahan luas lantai sebesar (x) kali
dari besaran ruang untuk publik tersebut.

b. Lantai khusus yang disediakan untuk keselamatan/evakuasi bahaya


kebakaran tidak diperhitungkan dalam KLB.

Pemberian insentif adalah sebagai berikut :


Terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang masuk ke dalam golongan
pemugaran dan atau masuk dalam daftar Bangunan Cagar Budaya maka nilai KLB
yang tidak terpakai pada lokasi tersebut dapat dialihkan ke lokasi lain yang berada
LAPORAN AKHIR 216
pada koridor jalan yang sama yang penetapannya diatur melalui Keputusan
Walikota Kota Bandung. Terhadap lokasi yang menerima pengalihan nilai KLB
tersebut diwajibkan memberikan kontribusi penataan lingkungan bangunan
pemugaran tersebut dan kontribusi terhadap penyediaan ruang-ruang publik serta
pemecahan masalah transportasi lingkungan sekitar.
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki

Pemberian insentif adalah sebagai berikut :

1. Pada lokasi dimana dilaksanakan penyediaan ruang bagi sektor informal (PK-
5) yang penataannya terintegrasi dengan bangunan utamanya dapat
diberikan batasan ketinggian hingga 2 (dua) lantai dan luas lantai dasarnya
tidak lebih dari 10% dari Daerah Perencanaan, maka besaran penambahan
bangunan tersebut tidak diperhitungkan dalam KLB bangunan fungsi
utamanya.

2. Pemberian insentif penambahan luas lantai bangunan yang diberikan untuk


penyediaan ruang bagi pedagang informal (PKL), harus memenuhi ketentuan:

a. Menampung pedagang sektor informal dari lingkungan sekitar


dengan aktifitas utamanya adalah jasa penjualan makanan dan
minuman guna memenuhi kebutuhan bagi para pekerja lingkungan
setempat dan sekitar serta masyarakat sekitar.

b. Melengkapi sarana dimaksud dengan toilet umum (public restroom)

7.1.7.3.2. Materi Insentif Pembangunan


Materi pokok Insentif pembangunan yang terkait penataan bangunan,
lingkungan dan kawasan meliputi:

a. Insentif Luas Bangunan, yaitu insentif yang terkait dengan KLB dan diberikan
apabila bangunan gedung terbangun memenuhi persyaratan peruntukan
lantai dasar yang dianjurkan. Luas lantai bangunan yang ditempati oleh fungsi
tersebut dipertimbangkan untuk tidak diperhitungkan dalam KLB dan atau
besaran KDB maksimal yang ditetapkan.

LAPORAN AKHIR 217


b. Insentif Langsung, yaitu insentif yang memungkinkan penambahan luas lantai
maksimum bagi bangunan gedung yang menyediakan fasilitas umum berupa
sumbangan positif bagi lingkungan permukiman terpadu; termasuk
diantaranya jalur pejalan kaki, ruang terbuka hijau, ruang terbuka umum, dan
fasilitas umum bersama.
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
Penetapan berbagai insentif pembangunan untuk mencapai
keseimbangan distribusi Intensitas Pemanfaatan Lahan dilaksanakan untuk
keuntungan bersama dari berbagai pihak yaitu pengelola, Pemerintah Daerah,
pengembang, pemilik lahan dan masyarakat umum. Pemberian Insentif
Pembangunan yang dilakukan diupayakan tetap menghormati hak masyarakat.

Pengaturan Insentif Pembangunan yang dilaksanakan di Kecamatan


Payung Sekaki dibedakan berdasarkan lokasinya yaitu:

a. Berlokasi pada kawasan sekitar bandara dimana menggunakan pola


pembangunan wilayah terutama permukiman dengan ketinggian bangunan
tidak lebih dari 3 lantai dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat
mengganggu keselamatan penerbangan.

b. Kawasan yang didorong perkembangannya, sesuai dengan arah kebijakan


perkembangan kota yaitu pusat setiap kelurahan sebagai kawasan
peruntukan permukiman maksimal dengan kepadatan sedang. Serta pusat
perdagangan skala regional pada Jalan Sukarno Hatta, Jalan Arifin Ahmad Dan
Jalan Sudirma.;

c. Kawasan yang masuk ke dalam wilayah pertahanan dan keamanan (AURI);

d. Kawasan yang dibatasi perkembangannya;

e. Kawasan yang dilestarikan;

f. Memiliki kemudahan pengembangan infrastruktur dan utilitas, baik yang


diselenggarakan sendiri, maupun yang disediakan Pemerintah, atau gabungan
antara keduanya;

g. Kepadatan bangunan eksisting masih rendah atau kepadatan bangunan tinggi


tetapi termasuk dalam program peremajaan kota;

LAPORAN AKHIR 218


Penerapan insentif secara terpisah dilakukan untuk perizinan skala
kecil/individual sesuai dengan peraturan zonasi, sedangkan penerapan insentif
secara bersamaan diberikan untuk perizinan skala besar/kawasan karena dalam
skala besar/kawasan dimungkinkan adanya pemanfaatan ruang yang dikendalikan
dan didorong pengembangannya secara bersamaan. Pengaturan Insentif
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
Pembangunan yang bersifat kawasan dan atau skala besar, penataannya dilakukan
melalui Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines).

Selain pengaturan insentif pembangunan, Peraturan Daerah ini juga


mengatur pengembangan ruang kota yang didasarkan pada optimalisasi
pemanfaatan ruang kota secara efisien dan efektif guna terwujudnya ruang kota
yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan, yaitu melalui:

a. Pengembangan Transit Oriented Development;

b. Pengaturan Transfer of Development Right;

c. Pembangunan layang (air right development);

d. Pengaturan parkir (Parkir Bangunan, Parkir Persil, Parkir Mekanik, Parkir


Basement, Parkir Maksimum, Parkir Bersama);

e. Pengaturan bangunan podium;

f. Pengembangan hunian vertikal tinggi (Rumah Susun non-sederhana);

g. Pengembangan Hunian Vertikal (Rumah Susun Sederhana-Rumah Susun


Sederhana Sewa);

h. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik.

Suatu perencanaan kawasan dan atau lokasi yang ditingkatkan intensitas


pemanfaatan ruangnya, diwajibkan:

a. Menyediakan ruang-ruang terbuka publik dan atau ruang terbuka hijau pada
lokasi pembangunan dan atau pada kawasan sekitar dalam satu daerah
perencanaan yang besarannya minimal 20% dari daerah perencanaan;

b. Meningkatkan kemudahan akses dan kapasitas jalur pejalan kaki di sekitar


kawasan yang mendukung pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal
(SAUM);

LAPORAN AKHIR 219


c. Membangun/meningkatkan jaringan jalan baik arteri atau kolektor, maupun
jalan lingkungan di sekitar kawasan dimaksud sesuai dengan kebutuhan;

d. Memberikan kontribusi atas pemecahan masalah kepadatan lalu lintas di


sekitar kawasan dimaksud;

e. Membuat
Penyusunan perencanaan
RDTR, PZ dan dan melaksanakan
KLHS Kecamatan Payung Sekaki pembangunan prasarana dan
sarana yang dapat menanggulangi banjir/pencemaran lingkungan di kawasan
tersebut;

f. Menyediakan fasilitas lingkungan sesuai dengan standar kebutuhan yang


berlaku.

7.1.7.3.3. Komponen Insentif Bangunan, Lingkungan dan Kawasan


Ruang Privat Bangunan yang dapat diakses oleh Umum, Ruang-ruang privat
yang terkait dengan bangunan baik yang didalam bangunan maupun sisi bangunan
yang sudah didedikasikan oleh pemilik bangunan tersebut untuk dapat
dimanfaatkan oleh kepentingan umum, baik yang ada di atas permukaan maupun
dibawah permukaan tanah.

Ruang Terbuka Privat yang dapat diakses oleh Umum, Ruang terbuka pada
lahan atau di luar bangunan yang sudah didedikasikan oleh pemilik lahan untuk
dapat diakses, dilalui dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

Ekspresi Bangunan dan Lingkungan, Bangunan-bangunan yang dirancang


secara khusus baik secara arsitektural dan penggunaan material yang mempunyai
kontribusi pada ramah lingkungan, penghematan energi dan mampu memberikan
daya tarik bagi kunjungan wisata.

Sistem Sirkulasi dan Jalur Penghubung bagi Pejalan Kaki termasuk jalur bagi
penyandang cacat dan lanjut usia (jalur pejalan kaki terbuka, jalur pejalan kaki
menembus bangunan (lantai dasar, lantai bawah tanah), jalur pejalan kaki
penghubung antar bangunan/pedestrian layang, arkade).

Pemanfaatan Khusus Lantai Bangunan (Lantai Observasi, Lantai khusus


Keselamatan/Evakuasi bahaya kebakaran), Pemanfaatan khusus lantai bangunan
yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum untuk tujuan tertentu dan
khusus yang dapat berupa lantai observasi (pengamatan visual) dari lokasi

LAPORAN AKHIR 220


tertinggi bangunan untuk mengamati panorama kota; dan atau lantai khusus yang
dimanfaatkan sepenuhnya untuk ruang keselamatan dan evakuasi dari bahaya
kebakaran.

Penyediaan Public Art, didefinisikan sebagai hasil pekerjaan seni yang dapat
diakses dan dinikmati oleh publik, apakah didanai dan dipelihara oleh swasta atau
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
publik. Contoh dari publik art meliputi sculpture, painted atau ceramic murals,
kinetic art, monumental art and environmental art. Secara tradisional, public art
didisplay dalam bentuk sculpture dan seringkali digunakan sebagai sebuah simbol
monumen dan ditempatkan pada ruang publik seperti taman dan plaza. Saat ini,
publik art menjadi bagian integral dari suatu proyek perancangan lokasi bangunan
dan lingkungannya. Perlindungan Bangunan Cagar Budaya/ Bersejarah

Penyediaan ruang bagi sektor informal (PK-5), Penyedian ruang bagi


kegiatan sektor informal yang penataannya diintegrasikan dengan kegiatan utama
lahan yang ditujukan untuk melayani penghuni dan masyarakat sekitarnya.

Penyediaan Fungsi Retail (Street Level Retail) pada Lantai Dasar Bangunan,
Lantai dasar dari kegiatan komersial dan atau campuran (mixed use) dimana lantai
dasarnya dimanfaatkan atau disediakan bagi kegiatan fungsi retail (restoran, café,
barbershop, toko bunga, restoran fastfood, toko buku dan lain-lain) yang dapat
secara langsung diakses oleh publik dari arah ruang publik lainnya seperti jalur
pejalan kaki publik, plaza, arkade dan lain-lain.

7.1.7.4. Ketentuan Untuk Penggunaan Lahan


7.1.7.5. Aturan Peralihan

LAPORAN AKHIR 221


7.2. Teknik Pengaturan Zonasi
Teknik pengaturan zonasi berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dalam
penerapan peraturan zonasi dasar serta memberikan pilihan penanganan pada
lokasi tertentu sesuai dengan karakteristik, tujuan pengembangan, dan
permasalahan yang dihadapi pada zona tertentu, sehingga sasaran pengendalian
Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
pemanfaatan ruang dapat dicapai secara lebih efektif.
Teknik pengaturan zonasi adalah aturan yang disediakan untuk mengatasi
kekakuan aturan dasar di dalam pelaksanaan pembangunan kota. Penerapan
teknik pengaturan zonasi tidak dapat dilakukan secara serta-merta, melainkan
harus direncanakan sejak awal mengenai teknik apa saja yang akan diaplikasikan
dan didukung oleh perangkat dan kelembagaan yang auditable. Teknik pengaturan
zonasi yang dikenal antara lain:

7.2.1. Transfer Development Right (TDR)


TDR adalah teknik pengaturan zonasi yang memungkinkan pemilik tanah
untuk menjual haknya untuk membangun kepada pihak lain, sehingga si pembeli
dapat membangun propertinya dengan intensitas lebih tinggi. Umumnya, TDR
digunakan untuk melindungi penggunaan lahan pertanian atau penggunaan lahan
hijau lainnya dari konversi penggunaan lahan, dimana pemilik lahan
pertanian/hijau dapat mempertahankan kegiatan pertaniannya dan memperoleh
uang sebagai ganti rugi atas haknya untuk membangun.
Di Indonesia TDR tidak dapat digunakan untuk melindungi lahan pertanian
ataupun lahan hijau karena pada lahan pertanian dan lahan hijau budidaya sudah
tidak diperkenankan ada kegiatan lain (bangunan) dan intensitas pemanfaatan
ruang nol. TDR digunakan untuk menambah intensitas pemanfaatan ruang pada
kawasan terbangun dengan kriteria sebagai berikut:
1) hanya dapat diaplikasikan sebagai upaya terakhir setelah tidak ada lagi
teknik pengaturan zonasi lain yang dapat digunakan untuk
meningkatkan intensitas pemanfaatan ruang;
2) diaplikasikan pada satu blok peruntukan yang sama. Bila diaplikasikan
pada zona yang sama namun antara blok peruntukan berbeda, harus
didahului dengan analisis daya dukung daya tampung terkait dengan

LAPORAN AKHIR 222


perubahan intensitas pemanfaatan ruang pada blok peruntukan yang
menerima tambahan intensitas ruang; dan
3) hanya dapat diaplikasikan pada zona komersial dan zona perkantoran.

7.2.2. Bonus zoning


Penyusunan RDTR, PZ dan KLHS Kecamatan Payung Sekaki
Bonus zoning adalah teknik pengaturan zonasi yang memberikan izin
kepada pengembang untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan ruang melebihi
aturan dasar, dengan imbalan (kompensasi) pengembang tersebut harus
menyediakan sarana publik tertentu, misalnya RTH, terowongan penyeberangan
dsb. Penerapan bonus zoning harus memenuhi kriteria berikut:
1) diberikan pada pengembang yang belum atau tidak pernah menambah
intensitas pemanfaatan ruangnya;
2) hanya dapat diberlakukan pada zona komersial, zona perkantoran, dan
zona perumahan, khususnya untuk rumah susun; dan
3) harus didahului dengan analisis daya dukung daya tampung lingkungan
untuk mengetahui:
a) penambahan intensitas pemanfaatan ruang pada blok peruntukan
agar masih dalam daya dukung lingkungannya;
b) dampak negatif yang mungkin ditimbulkan beserta besar
kerugiannya; dan
c) kompensasi pembangunan sarana publik.
Kompensasi pembangunan sarana publik diutamakan untuk dilaksanakan
pada sub kawasan dimana bonus zoning diterapkan, namun dapat juga
dilaksanakan pada kawasan lainnya dengan persyaratan tertentu berdasarkan
keputusan Pemerintah Daerah.

7.2.3. Conditional uses


Conditional uses adalah teknik pengaturan zonasi yang memungkinkan suatu
pemanfaatan ruang yang dianggap penting atau diperlukan keberadaannya, untuk
dimasukkan ke dalam satu zona peruntukan tertentu sekalipun karakteristiknya
tidak memenuhi kriteria zona peruntukan tersebut. Pemerintah daerah dapat
menerbitkan izin pemanfaatan ruang bersyarat atau Conditional Use Permit (CUP)

LAPORAN AKHIR 223


setelah melalui pembahasan dan pertimbangan TKPRD. CUP diberikan dengan
kriteria:
1) Pemanfaatan ruang yang akan diberi izin memiliki tingkat kepentingan
yang nyata bagi kepentingan orang banyak atau kawasan perkotaan
secara keseluruhan;
2) Pemanfaatan ruang yang akan diberi izin tidak mengganggu fungsi
ruang di sekitarnya; dan
3) Pemberian izin harus melalui pertimbangan TKPRD.

LAPORAN AKHIR 224