Anda di halaman 1dari 16

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan meliputi pendekatan penelitian, teknik

pengumpulan data, teknik sampling, kebutuhan data, teknik dan kerangka analisis

3.1.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan dalam peneltian mengenai Dampak Kegiatan Wisata Terhadap

Perubahan Penggunaan lahan, Ekonomi dan Sosial Masyarakat menggunakan

variabel deduktif. Dimana pengumpulan variabel didapat dari kajian lteratur yang

digunakan untuk menjawab pertanyaan peneltian. Pendekatan deduktif ini

menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan berdasarkan

seperangkat premis yang diberikan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai

pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang khusus. Pendekatan penelitian

deduktif yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Metode Peneltian

kuantitatif adalah cara untuk memperoleh pengetahuan atau memecahkan maslaah

yang dihadapi dan dilakukan secara hati-hati dan sistematis, dan data-data yang

dikumpulkan berupa rangkaian atau kumpulan angka-angka (Nasehudin dan

Gozali, 2012). Sifat dari penelitian dengan pendekatan kuantitatif adalah objektif

dan dapat terukur. Penggunaan metode kuantitatif dalam penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui hubungan antar variabel peneltian, dimana dalam variabel-

variabel penelitian sebagai objek penelitian. Data yang digunakan dalam analisis

didapat dari hasil kuesioner.


3.1.2 Teknik Pengumpulan Data

Sebuah penelitian akan berjalan jika terdapat data mengenai apa yang

diteliti, untuk itu teknik pengumpulan data merupakan salah satu komponen

penting dalam sebuah penelitian. Data merupakan catatan fakta dari

fenomena/keadaan yang diamati. Tujuan pengumpulan data adalah mendapatkan

fakta guna mencapai t ujuan penelitian yang dilakukan, berdasarkan data yang

dibutuhkan terbagi menjadi dua yaitu teknik pengumpulan data sekunder dan

pengumpulan data primer.

a. Teknik Pengumpulan Data Sekunder

Teknik pengumpulan data sekunder merupakan teknik pengumpulan data

dengan metode dokumentasi yaitu pengambilan data melalui dokumen-

dokumen/ catatan yang terkait dengan permasalahan yang akan diteliti

(Wardiyanta, 2006). Pengumpulan data sekunder dilakukan degan cara studi

literatur terhadap data-data yang sudah diketahui sumbernya pada penelitian

yang dilakukan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan survey

instansi, kajian literatur, telaah dokumen dan interprestasi citra satelit .

1. Survey instansi

Survey instansi digunakan untuk memperoleh dokumen-dokumen

perencanaan dan data-data statistik yang terkait dengan penelitian.

Instansi-instansi yang menjadi sumber data sekunder diantaranya BPS

untuk emndapatkan data-data Kabupaten Rokan Hulu dalam angka dan

Kecamatan Rambah dalam Angka. Kantor Kecamatan Rambah untuk


mendapatkan data monografi kecamatan yang memuat situasi kecamatan

dan data potensi kecamatan yang terkait dengan keberadaan Wisata Religi

2. Kajian Literatur

Kajian literatur digunakan untuk mendapatkan teori atau konsep yang

sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Kajian literatur ini berasal dari

buku, jurnal internasional atau nasioal, artikel seminar dan pencarian di

internet. Kajian Literatur ini menghasilkan literatur yang kemudian

disintesakan menjadi variabel-variabel penelitian.

3. Telaah Dokumen

Telaah dokumen merupakan metode dalam pengumpulan data sekunder

yang mengacu pada dokumen-dokumen perencanaan. Dalam penelitian ini

dokumen yang dipergunakan yaitu UU No. 10 Tahun 2009 Tentang

Kepariwisataan dan Perda No.5 Tentang RTRW Kabupaten Rokan Hulu.

4. Interprestasi Citra Satelit

Citra satelit merupakan rekaman gambar permukiman bumi yang

diperoleh dari media satelit. Perekaman kenampakan permukaan bumi

secara periodik sangat bermanfaat untuk menganalisis perubahan

kenampakan gejala yang ada pada suatu wilayah (Yunus, 2010). Citra

satelit yang diperoleh dari google earth akan diinterprestasikan untuk

menganalisis perubahan penggunaan lahan pada kawasan Kecamatan

Rambah.
b. Teknik Pengumpulan Data Primer

Teknik pengumpulan data primer merupakan teknik pengumpulan dimana

informasi yang diperoleh berasal dari sumber-sumber primer, yaitu peneliti

langsung terjun mencatat kejadian-kejadian dilapangan. Teknik pengumpulan data

primer yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuesioner, Wawancara

dan Observasi Lapangan.

1. Kuesioner

Kuesioner adalah sekumpulan pertanyaan yang telah dibuat sedemikian

rupa oleh peneliti untuk mengumpulkan data dalam upaya memberikan

jawaban ilmiah terhadap permaslahan yang telah dirumuskan (Yunus,

2010). Dalam penelitian kuesioner berupa kuesioner tertutup, dimana

pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sudah dilengkapi dengan pilihan

jawaban dari peneliti. Kuesioner ditujukan kepada pelaku usaha dan

wisatawan di Kecamatan Rambah. Pertanyaan yang terdapat di kuesioner

terkait dengan karakteristik pelaku usaha, peningkatan pendapatan,

penciptaan lapangan pekerjaan, perubahan sikap dan perilaku masyarakat.

Sedangkan untuk kuesioner wisatawan hanya digunakan untuk

mengidentifikasi karakteristik wisatawan yang datang ke masjid Madani

Islamic Center Pasir Penagraian.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan

pertanyaan secara langsung oleh pewawancara. Wawancara ini dapat

dilakukan langsung dengan bertatap muka atau melalui telepon


(Kusmayadi dan Sugiarto, 2000). Wawancara yang dilakukan dalam

penelitian ini merupakan wawancara terstruktur atau wawancara baku

karena pertanyaan sudah disiapkan oleh peneliti dalam form wawancara.

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila

peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh.

Dalam wawancara ini selain membawa instrumen sebagai pedoman

wawancara juga dapat menggunakan alat bantu (Sugiyono, 2008).

Narasumber yang akan dijadikaan sumber informasi adalah

Kepala/Perangkat Kelurahan dan pengelola wisata mesjid manadi islamic

center pasir pengaraian untuk mengetahui perubahan penggunaan,

ekonomi dan sosial yang terjadi wisata religi Kecamatan Rambah.

Instrumen yang dibawa berupa form wawancara dengan alat bantu berupa

peta citra Kecamatan Rambah.

3. Observasi Lapangan

Observasi adalah cara pengumpulan data berlandaskan pada pengamatan

langsung gejala fisik obyek penelitian. Dengan metode observasi,

informasi dapat dikumpulkan dari pengamatan fisik dan mekanis terhadap

hal yang dijadikan obyek penelitian (Wardiyanti, 2010). Observasi

dilakukan untuk mengetahui perubahan guna lahan di Masjid Madani

islamic center Pasir Pengaraian seperti perubahan lahan terbangun dan non

terbangun
3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi popuasi bukan hanya orang,

tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Popuasi juga bukan sekedar jumlah

yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik

atau sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek itu (Sugiyono, 2011).

Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan terutama mengenai

dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di kecamatan

rambah, dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk di sampaikan kepada

responden yaitu masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Rambah Tengah Hilir

dan Desa Pematang Berangan.

Tabel 3.1
Jumlah Penduduk Kecamatan Rambah, 2016
No Desa/Kelurahan Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga
.
1. Menaming 2.905 676
2. Rambah Tengah Hulu 2713 653
3. Rambah Tengah Barat 3458 807
4. Pasir Pengarian 5659 1397
5. Rambah Tengah Utara 4773 1139
6. Rambah Tengah Hilir 3366 815
7. Pasir Baru 1173 326
8. Tanjung Belit 1630 391
9. Sialang Jaya 1173 284
10. Koto Tinggi 7954 1915
11. Suka Maju 4231 1038
12. Pematang Berangan 7736 1789
13. Babussalam 4398 1004
14. Pasir Maju 1176 324
Jumlah 52.345 12.558
Sumber: Kecamatan Rambah Dalam Angka,2016

3.2.2 Teknik Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut. Teknik sampel adalah teknik pengambilan sampel untuk

menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian (Sugiyono,2012).

Teknik untuk pengambilan sampel digunakan teknik dengan meggunakan

Stratified Random Sampling adalah cara pengambilan sampel dengan

memperhatikan strata (tingkatan) didalam populasi. Dalam Stratified Random

Sampling data tingkatan tunggi, rendah, sedangbaik, jenjang pendidikan kemudian

sampel diambil dari tiap tingkatan tersebut. Stratified Random Sampling sangat

tepat digunakan kalau elemen-elemen yang diselidiki mempunyai nilai-nilai

karakteristik yang heterogen (bervariasi).

N
n=
1+ N ¿ ¿

Keterangan:

n : Ukuran Sampel

N : Ukuran Populasi

E : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel

yang masih dapat ditolerir.

Nilai e diambil dari 5% dengan pertimbangan karena adanya keterbatasan

waktu serta biaya dalam penelitian ini. Tingkat ketelitian/kepercayaan yang

dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu dan tenaga yang tersedia

(Sugiyono, 2012).
Ukuran populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kepala

keluarga (KK). Jumlah Kepala Keluarga yang tinggal di Desa Rambah Tengah

Hilir dan Desa Pematang Berangan adalah sebanyak 2.604 KK. Sehingga Jumlah

sampel yang akan diteliti sesuai rumus di atas adalah:

2.604
n= 2
1+2.604 .(0,1)

= 96,30 kk

= 97 kk

Adapun keterangan mengenai jumlah KK yang ada disetiap kelurahan

yang ada di Desa Rambah Tengah Hilir dan Desa Pematang Berangan adalah

sebagai berikut:

a) Rambah Tengah Hilir

815
n= x 97=30 KK
2.604

b) Pematang Berangan

1 . 789
n= x 97=67 KK
2.604
3.3 Metode Analisis Data

Metode yang digunakan dalam menganalisis penelitian yang dilakukan

agar data yang diperoleh dapat lebih akurat dalam penggunaan data sebagai acuan

penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian Dampak Kegiatan

Wisata Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan, Ekonomi dan Sosial Masyarakat

menggunakan analisis statistik deskriptif dan interpretasi citra. Statistik deskriptif

adalah teknik analisis dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data

yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan

yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2008).

3.4 Teknik Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan dan observasi dan kuesioner dalam

penelitian ini selanjutnya akan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan

interpretasi citra. Alur proses analisis dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk

kerangka analisis yang dibuat secara tersturuktur berdasarkan input, proses dan

output. Tahapan atau proses analisis dalam penelitian mengenai Keberadaan

wisata religi tterhadap perubahan penggunaan lahan, ekonomi dan sosial

masyarakat ditunjukkan pada gambar 1.5 terdapat 3 proses analisis dilakukan

diantaranya.

1. Pengaruh Keberadaan Wisata Religi Terhadap Perubahan Penggunaan

Lahan Desa Rambah Tengah Hilir dan Desa Pematang Berangan

Pengaruh wisata religi terhadap perubahan penggunaan lahan Desa

Rambah Tengah Hilir dan Desa Pematang Berangan dapat diketahui dari
penambahan luas lahan terbangun pada wilayah disekitar objek Wisata

Religi Mesjid Islamic Center Pasir Pengaraian. Analisis ini menggunakan

interpretasi citra satelit yang berasal dari google earth yang nantinya akan

diketahui seperti apa perubahan lahan yang terjadi akibat keberadaan

Mesjid Islamic Center Pasir Pengaraian terhadap wilayah sekitar yakni

pada Desa Rambah Tengah Hilir dan Desa Pematang Berangan. Perubahan

lahan yang akan dilihat yakni perubahan lahan pada tahun 2007 dan tahun

2020.

2. Pengaruh Keberadaan Wisata Religi Terhadap Perekonomian Masyarakat

Pengaruh wisata religi terhadap perekonomian masyarakat didapat dari

data tingkat kesempatan kerja, jenis pekerjaan pokok dan sampingan serta

pendapat pekerjaan pokok dan sampingan. Analisis menggunakan analisis

statistik deskriptif dengan outputnya disajikan dalam bentuk tabel,

diagram dan narasi.

3. Pengaruh Keberadaan Wisata Religi Terhadap Sosial Masyarakat

Pengaruh wisata religi terhadap sosial masyarakat dapat diketahui dari

perubahan sikap dan perilaku masyarakat serta peningkatan ketrampilan

masyarakat dalam membuat kerajinan dan ada tidaknya pergeseran tingkah

laku masyarakat dari wisatawan yang menginap di Hotel. Analisis

menggunakan analisis statistik deskriptif dengan output disajikan dalam

bentuk Narasi.
Tabel 3.3
Penentuan Kategori

No. Skala Likert Persentase (%) Nilai Bobot


1 Sangat Setuju 80% - 100% 5
2 Setuju 60% - 79,99% 4
3 Cukup Setuju 40% - 59,99% 3
4 Tidak Setuju 20% - 39,99% 2
5 Sangat Tidak Setuju 0% - 19,99% 1
Sumber: Hasil Analisis

3.5 Skala Pengukuran Instrumen

Instrumen merupakan alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam

suatu penelitian dapat berupa kuesioner, sehingga skala pengukuran instrumen

adalah menentukan satuan yang diperoleh, sekaligus jenis data atau tingkatan

data.

Dalam penelitian ini, meneliti dan mengidentifikasi dampak Kegiatan

Wisata Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan,Ekonomi dan Sosial Masyarakat

menggunakan Skala Pengukuran Menggunakan Skala likert sebagai alat ukur,

skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,

dan persepsi seseorang tentang suatu obyek atau fenomena tertentu. Skala likert

memiliki dua bentuk pertanyaan yaitu pertanyaan positif dan negatif

(Siregar,2011).

3.6 Variabel Penelitian


Sugiyono (2014) Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai

dari orang, Objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Setelah mengkaji

teori dan konsep dari berbagai literatur yang ada, maka dapat ditarik sebuah

kesimpulan bahwa untuk mengetahui Dampak kegiatan wisata terhadap

perubahan penggunaan lahan, Ekonomi dan Sosial Masyarakat di Desa Rambah

Tengah Hilir dan Desa Pematang Berangan dapat di gunakan beberapa Variabel

seperti yang ditunjukkan pada tabel 3.4 berikut ini:


Tabel 3.5 Variabel Penelitian

No Sasaran Variabel Indikator Sumber

1. Mengidentifikasi Perubahan Penggunaan Pemerintah Desa dan Peta


Penambahan Luas lahan terbangun dan
Pengaruh Wisata Lahan Penggunaan Lahan dan Peta
Perubahan Fungsi
Religi terhadap Citra
Perubahan
Tingkat Penambahan Lahan Terbangun Kelompok Responden
Penggunaan Lahan
2. Mengidentifikasi  Penciptaan Lapangan
Pengelola Wisata Religi dan
Pengaruh Wisata Kerja Jenis Lapangan Pekerjaan
Kondisi Lapangan Wisata Religi
Religi Terhadap  Peningkatan Pendapatan
Sosial Ekonomi Masyarakat Jenis Pekerjaan Pokok dan Sampingan Kelompok Responden
Masyarakat  Perubahan Sikap dan Pendapatan Pokok dan Sampingan Kelompak Responden
Perilaku Masyarakat Perangkat Desa dan Kelompok
Tingkat Kesempatan Kerja
 Peningkatan Keterampilan Responden
Perangkat desa, Pengelola
Tingkat Adaptasi Masyarakat Wisata Religi dan Kelompok
Responden
Pengaruh Wisata Religi Terhadap
Kelomok Responden
Perilaku Masyarakat

Jenis Pelatihan Kelompok Responden


No Sasaran Variabel Indikator Sumber

Tingkat Keterampilan Masyarakat Perangkat Desa, Pengelola Desa


Wisata dan Kelompok
Responden
Sumber:Hasil Analisis 2018
INPUT PROSES OUTPUT

 Penambahan luas
lahan terbangun dan Analisis Interpretasi Citra Pengaruh wisata religi
perubahan fungsi Google Earth Terhadap perubahan
 Tingkat penambahan penggunaan lahan
bangunan

 Tingkat Kesempatan Pengaruh Wisata


Karakteristik Wisata
Kerja Religi dan Objek wisata
Religi terhadap
 Jenis Pekerjaan Analisis Statistik Deskriptif disekitarnya
Perkembangan
Pokok dan Ekonomi Masyarakat
sampingan
 Besar Pendapatan
Pokok dan
Sampingan

 Tingkat Adaptasi Pengaruh Wisata


Masyarakat Religi terhadap
 Perubahan Sikap dan Perubahan sosial
Analisis Statistik Deskriptif masyarakat.
Perilaku Masyarakat
 Peningkatan
Ketrampilan
Masyarakat.

Kajian Dampak Kegiatan Wisata Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan,


Ekonomi dan Sosial Masyarakat.
(analisis Statistik Deskriptif)

Gambar 3.5
Kerangka Analisis