Anda di halaman 1dari 20

SISTEM RANGKA

DISUSUN OLEH :

MORISON YOSEP MOA BOLONG

2018 28 01 69

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS FLORES
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur tak henti-hentinya penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, sebagai syukur atas berkat dan bimbingannya sehingga makalah ini dapat
diselesaikan. Makalah ini merupakan salah satu makalah dari mata kuliah Anatomi
Fisiologi Manusia yang merupakan tugas wajib yang harus diselesaikan oleh
mahasiswa pada program studi pendidikan biologi.
Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Maria Waldetrudis Lidi,
S.Pd, M.Pd yang merupakan dosen pangampuh pada mata kuliah Anatomi Fisiologi
Manusia. Terimakasih untuk semua motivasi dan dukungannya kepada penulis dalam
penyelesaian makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini bisa membantu menjelaskan tentang Sistem
Rangka, serta tidak lupa penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca
guna melengkapi makalah ini.

Ende, 07 Oktober 2020

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ….………………………… i


KATA PENGANTAR ….………………………… ii
DAFTAR ISI ….………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ….………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ….………………………… 1
1.3 Tujuan Penulisan ….………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Rangka ….………………………… 3
2.2 Rangka Aksial ….………………………… 4
2.3 Rangka Apendikuler ….………………………… 7
2.4 Jenis Tulang Pada Tubuh Manusia ….………………………… 8
2.5 Otot ….………………………… 10
2.6 Persendian ….………………………… 11
2.7 Penyakit dan Kelainan Pada Rangka Manusia ….………………………… 12

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ….………………………… 15
3.2 Saran ….………………………… 16

DAFTAR PUSTAKA ….………………………… 17


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu ciri dari manusia sebagai makhluk hidup adalah melakukan aktivitas
dan gerakan. Gerak adalah perubahan posisi sebagian atau seluruh tubuh makhluk
hidup. Pada manusia dan hewan tingkat tinggi lainnya, fungsi gerak dilaksanakan oleh
fungsi gerak. Sistem ini terdiri dari otot dan juga sistem rangka.
Tulang termasuk ke dalam alat gerak pasif sedangkan otot termasuk dalam alat
gerak aktif. Keduanya saling bekerjasama membentuk sebuah sistem gerak. Karena
lingkungan hidup, kebiasaan, serta perilaku yang berbeda-beda maka alat gerak pada
hewan dan manusia memiliki struktur yang berbeda.
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup.Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal,
dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang.
Rangka memiliki fungsi Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh,
menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya, melindungi organ-organ tubuh
seperti otak, jantung, dan paru-paru, untuk bergerak ketika dikehendaki otot dan
menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang. Sehingga Sistem Rangka menjadi
sistem yang sangat penting bagi tubuh manusia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu sistem rangka?
2. Apa itu rangka aksial?
3. Apa itu rangka apendikular?
4. Bagaimana jenis tulang pada tubuh manusia?
5. Apa itu otot?
6. Apa itu persendian?
7. Apa saja penyakit dan kelainan pada sistem rangka manusia?
1.3 Tujuan
1. Mampu menjelaskan tentang sistem rangka.
2. Mampu menjelaskan tentang rangka aksial.
3. Mampu menjelaskan tentang rangka apendikuler.
4. Mampu menjelaskan tentang jenis tulang pada tubuh manusia.
5. Mampu menjelaskan tentang otot.
6. Mampu menjelaskan tentang persendian.
7. Mampu menjelaskan tentang penyakit dan kelainan pada sistem rangka manusia.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Rangka


Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup.Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal,
dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang.
Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan
mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi
tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang
angota badan atas dan bawah. Fungsi Kerangka adalah untuk memberikan bentuk
keseluruhan bagi tubuh, menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya,
melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru, untuk bergerak
ketika dikehendaki otot dan menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.
Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka
ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar dari
tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua
terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang
– tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh
sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.
Kerangka tubuh manusia terletak di dalam tubuh ditutupi oleh kulit dan daging
sehingga disebut rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan
memberi bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga
berfungsi sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga
tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah merupakan pusat penghasil
sel-sel darah.
Rangka manusia terdiri dari ± 206 ruas tulang yang mempunyai ukuran dan
bentuk yang bervariasi. Rangka pada bagian anggota tubuh manusia memiliki
berbagai macam fungsi, seperti contohnya sebagai berikut : memberi bentuk tubuh,
melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah, menegakkan tubuh, tempat melekatnya
otot-otot rangka, sebagai alat gerak pasif, sebagai tempat produksi sel-sel darah merah,
sebagai tempat cadangan kalsium dan fosfat.
Tulang-tulang penyusun rangka dikelompokkan menjadi tulang tengkorak, tulang
pembentuk tubuh dan tulang anggota gerak. Anggota gerak dikelompokkan menjadi
anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak atas terdiri dari
lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak
tangan dan tulang jari tangan. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari tulang paha,
tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki dan tulang
jari kaki.
Susunan dan bentuk tulang anggota gerak atas sesuai dengan fungsi lengan,
misalnya untuk mengangkat, melempar, memukul, memegang, menggenggam,
memungut, dan menjumput. Tulang Anggota gerak bawah memiliki bentuk dan
susunan tulang anggota gerak bawah lebih disesuaikan untuk berjalan, berlari, dan
menahan beban tubuh. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan
(seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan
organ lainnya.
Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka
aksial dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

2.2 Rangka Aksial


Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra) dan tulang
rusuk.
a. Tulang tengkorak
Tulang tengkorak berbentuk bulat, sebagian besar tersusun atas tulang-tulang
yang pipih. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya bersambungan sangat
kuat. Fungsi dari tulang kepala (tengkorak) adalah melindungi otak yang merupakan
organ tubuh yang sangat penting. Tulang-tulang pada bayi yang baru dilahirkan akan
terasa lunak dan belum berkaitan erat dan rapat. Namun seiring berjalannya waktu,
tulang-tulang tengkorak mengalami pertumbuhan dan bertambah besar, menyatu dan
tidak dapat digerakkan. Tulang tengkorak dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu
tulang bagian kepala dan bagian muka.
a) Tulang bagian kepala
Bagian bagian tulang bagian kepala adalah:
 Tulang Dahi
 Tulang Ubun-ubun
 Tulang kepala belakang
 Tulang bajie
 Tulang tapis
 Tulang pelipis

b) Tulang bagian muka


Bagian-bagian tulang bagian muka adalah:
 Tulang rahang atas
 Tulang rahang bawah
 Tulang pipi
 Tulang langit langit
 Tulang hidung
 Tulang air mata
 Tulang lidah
Sebagian besar tulang tulang tengkorak tidak dapat digerakkan. Pada tulang muka,
hanya tulang rahang bawah yang dapat digerakkan terhadap tulangrahang atas.
Tulang kepala juga berfungsi sebagai pembentuk wajah.
b. Tulang belakang (Vertebra)
Pada tulang belakang terjadi pelengkungan – pelengkungan yang berfungsi
untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai
jenis posisi dan gerakar misalnya berdiri, duduk, atau berlari
Tulang belakang terdiri dari 33 ruas, yaitu :
 7 ruas tulang leher
 12 ruas tulang punggung
 5 ruas tulang pinggang
 5 ruas tulang kelangkang (sakrum)
 4 ruas tulang ekor

c. Tulang dada
Tulang dada mempunyai bagian diantaranya :
 Hulu
 Badan
 Taju pedang
d. Tulang rususk
Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang,yang dapat dikelompokan sabagai berikut :
 7 pasang tulang rusuk sejati. Tulang rusuk ini bagian depan
melekat pada badan tulang dada dan bagian belakang melekat pad
tulang punggung.
 3 pasang tulang rusuk palsu.tulang rusuk ini bagian depan melekat
pada tulang rusuk diatasnya dan bagian belakang melekat pada
tulang punggung.
 2 pasang tulang rusuk melayang. Tulang rusuk ini bagian belakang
melekat pada tulang punggung dan bagian depan tidak melekat
pada tulang yang lain.

e. Tulang hioid
Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan
mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.

2.3 Rangka Apendikuler


Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan,
tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka
apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas
rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.Tulang rangka apendikuler
bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai berikut:
a. Tulang Selangka
Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.
b. Tulang Belikat
Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk
bahu.
Gelang bahu terdiri atas 2 buah tulang belikat dan 2 buah tulang selangka
c. Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta
Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta
menyusun alat gerak, yaitu tangan.
d. Tangan
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan,
dan jari tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform,
trapesium, trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari
bagian dasar, batang, dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari
yang mempunyai dua ruas.
e. Kaki
Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun
kaki (alat gerak bagian bawah).Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang
kaki disusun oleh tulang paha , tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis.
Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit, kalkaneus, talus, kuboid, navikular,
kuneiformis, dan jari – jari.

2.4 Jenis Tulang Pada Tubuh Manusia


Tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia tersusun sedemikian rupa sesuai
dengan fungsinya. Rangka tubuh manusia sebagian besar tersusun atas tulang keras
dan sedikit tulang rawan.

a. Tulang keras
Tulang keras terbagi atas tiga bentuk utama, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan
tulang pendek. Tulang keras dibungkus oleh lapisan jaringan ikat atau periosteum.
yang merupakan tempat melekatnya otot. Saluran Havers pada tulang keras
mengandung pembuluh darah yang berfungsi untuk memberikan makanan bagi sel
tulang keras (osteosit).
 Tulang pipa biasanya berbentuk bulat panjang serupa pipa.
Ujung-ujungnya membentuk bonggol yang di dalamnya berisi sumsum
kuning. Contoh tulang pipa misalnya tulang paha, tulang lengan, tulang
kering, tulang betis, dan tulang ruas-ruas jari.
 Tulang pipih bentuknya pipih dengan rongga sumsum merah di
dalamnya tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
Contoh tulang pipih yaitu tulang-tulang yang membentuk tengkorak,
tulang belikat, tulang bahu, tulang dada, tulang rusuk, dan tulang
panggul.
 Tulang pendek bentuknya tidak beraturan dengan rongga berisi
sumsum merah. Contoh tulang pendek yaitu tulang-tulang yang
membentuk pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan dan
jari-jari tangan, telapak kaki dan jari-jari kaki, serta ruas-ruas tulang
belakang.

b. Tulang rawan
Saat masih bayi, rangka manusia masih berupa tulang rawan. Seiring dengan
perkembangannya, tulang rawan berangsur-angsur tumbuh menjadi tulang keras. Pada
bagian tertentu, tulang rawan tidak mengalami perubahan, seperti pada persendian
tulang, ujung hidung, daun telinga. Tulang rawan mengandung banyak zat perekat
(kolagen) yang tersusun atas protein, sedangkan zat kapurnya sedikit. Hal ini
menyebabkan tulang rawan bersifat lentur dan elastis.

2.5 Otot

Manusia dapat mengerakkan tubuhnya karena adanya otot. Otot atau yang dikenal
dengan istilah sehari-hari "daging" terdiri atas sel-sel otot. Sifat sel otot adalah
mempunyai kemampuan untuk mengerut (kontraksi) dan mengembang kembali
(relaksasi).
Otot mampu memberikan tarikan pada tulang karena dapat melakukan kontraksi.
Saat kontraksi serabut otot akan memendek dan tendon yang melekat pada tulang
akan membuat tulang tertarik ke arah yang lebih dekat searah kontraksi otot. Untuk
mengembalikan tulang pada posisi semula maka otot mengalami relaksasi, dengan
memanjang seperti semula. Otot yang terdapat pada rangka yang berfungsi sebagai
alat gerak aktif merupakan otot lurik. Kumpulan serabut otot lurik akan membentuk
berkas otot. Berkas otot membentuk otot yang melekat pada tulang. Ujung otot yang
melekat pada tulang disebut sebagai tendon.
2.6 Persendian
Hubungan antar tulang pada rangka tubuh disebut sebagai persendian.
Berdasarkan perbedaan kemampuan geraknya persendian terbagi dalam sendi gerak,
sendi kaku dan sendi mati. Sendi gerak merupakan hubungan antar tulang dengan
kemampuan gerak lebih banyak. Pada sendi gerak tulang yang satu dengan tulang
yang lain diikat dengan semacam jaringan pengikat atau ligamen. Gerakan antar
tulang ini akan menimbulkan gesekan dan rasa sakit jika pada rongga antar tulang
tidak terdapat minyak sendi.
Berdasarkan jenis gerakannya sendi gerak dikenal dengan berbagai jenis sendi, di
antaranya sendi peluru, sendi putar, sendi pelana, sendi gulung dan sendi engsel.

a. Sendi peluru
Sendi peluru merupakan persendian yang memungkinkan gerakan ke seluruh arah,
dan biasanya berporos tiga. Sendi peluru terdapat pada hubungan antara tulang lengan
atas dan tulang belikat. Pada sendi peluru ujung tulang yang satu dengan yang lain
membentuk lekukan berupa lingkaran sehingga bonggol tulang yang satu dapat masuk
pada lekukan tulang yang lain. Hubungan antar tulang panggul dan tulang paha juga
merupakan sendi peluru.

b. Sendi putar
Hubungan antar tulang dimana ujung tulang yang satu berupa tonjolan yang
masuk kedalam lubang tulang yang lain disebut sendi putar. Sendi putar
memungkinkan terjadinya gerakan memutar. Sendi putar terdapat pada hubungan
antara tulang hasta dan tulang pengumpil, juga pada hubungan antara tulang pemutar
dan tulang atlas.

c. Sendi pelana
Hubungan tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah adalah sendi
pelana. Sendi pelana terdapat pada hubungan antara tulang ibu jari dengan tulang
telapak tangan. Hubungan antara tulang telapak tangan dengan tulang pengumpil
merupakan sendi gulung.

d. Sendi engsel
Hubungan antara ujung tulang yang menghasilkan gerakan seperti engsel pada
pintu disebut sendi engsel. Hubungan antara tulang paha dengan tulang kering pada
lutut, atau antara tulang lengan dengan tulang hasta pada sikut serta pada ruas-ruas ibu
jari juga merupakan sendi engsel.

e. Sendi kaku
Sendi kaku merupakan jenis persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit
gerakan. Sendi kaku terdapat pada hubungan antar tulang-tulang pergelangan tangan
dan tulang pergelangan kaki. Sendi mati merupakan jenis persendian yang
menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain tanpa dapat digerakkan
sama sekali. Persendian jenis ini terdapat pada hubungan antara tulang pada
tengkorak.

2.7 Penyakit dan Kelainan Pada Sistem Rangka Manusia


a. Penyakit pada tulang
a) Osteoporosis
Orang yang menderita penyakit ini, keadaan tulangnya akan rapuh dan
keropos. Ini disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam tulang. Seiring
dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium akan berkurang sedikit
demi sedikit. Wanita lebih rentan terkena penyakit tulang ini. Ketika seorang
wanita mengalami menopause, ia akan kehilangan kalsium dengan cepat. Hal ini
akan mengakibatkan tulang keropos. Untuk menghindari hal ini, maka dianjurkan
untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium. Susu kalsium
dosis tinggi sangat dianjurkan untuk ibu-ibu yang berumur di atas 50 tahun.
Selain minum susu, sebaiknya diimbangi pula dengan olahraga yang teratur.

b) Rakhitis
Penyakit ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak. Hal ini
disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini berfungsi
untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolism kalsium. Penderita ini
disarankan banyak mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain itu,
pada pagi hari, penderita disarankan berjemur di bawah sinar matahari karena
sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

b. Kelainan pada tulang


Kelainan terjadi karena bawaan sejak lahir, kecelakaan.Beberapa kelainan yang
terjadi pada anggota gerak tubuh adalah sebagai berikut :
a) Fraktura
Tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras,
misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan
mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang,
untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang
mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali.Tulang
lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat
dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1
bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan.
b) Greenstick
Apabila tulang mengalami retak sebagian dan tidak sampai memisah.
c) Komminudet
Apabila tulang mengalami retak menjadi beberapa bagian tetapi tidak sampai
keluar dari otot.
d) Kelainan bawaan sejak lahir
Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan ini disebabkan
oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan saat seorang ibu mengandung,
misalnya ibu tersebut kekurangan vitamin D dan kalsium. Oleh sebab itu, ibu
yang sedang hamil dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium.
e) Mikrosefalus
Penderita kelainan ini akan mengalami keadaan di mana pertumbuhan
tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala kecil. Kelainan ini
merupakan bawaan dari lahir. Ini disebabkan karena ketika sedang hamil, seorang
ibu kurang mendapat vitamin A dan zat kapur/kalsium. Oleh sebab itu, ibu hamil
dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A yang banyak terdapat pada sayuran
yang berwarna merah dan kuning, kuning telur, mentega, minyak ikan, hati, dan
susu. Sedangkan zat kapur (kalsium) dapat diperoleh dari sayuran kubis, brokoli,
biji-bijian, susu, kerang, ikan dan keju.
f) Hidrocepalus
Suatu kelainan yang ditandai pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi
pelebaran rongga dalam otak sehingga kepala membesar, disebut juga
megalochephalus.
g) Kelainan yang disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah
Kelainan ini antara lain seperti berikut:
 Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke
depan.
 Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang,
sehingga badan terlihat bongkok.
 Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping
kiri atau kanan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup.Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal,
dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang.
Fungsi Kerangka adalah Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh,
menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya, melindungi organ-organ tubuh
seperti otak, jantung, dan paru-paru, untuk bergerak ketika dikehendaki otot dan
menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang. Secara garis besar, rangka (skeleton)
manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler (anggota
tubuh).
Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra) dan tulang
rusuk sedangkan Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan,
tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler
menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas
dan rangka bagian bawah.
Jenis Tulang dibagi menjadi dua yaitu Tulang Keras dan Tulang Rawan.Tulang
keras terbagi atas tiga bentuk utama, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang
pendek. Tulang keras dibungkus oleh lapisan jaringan ikat atau periosteum. yang
merupakan tempat melekatnya otot. Saluran Havers pada tulang keras mengandung
pembuluh darah yang berfungsi untuk memberikan makanan bagi sel tulang keras
(osteosit). Pada bagian tertentu, tulang rawan tidak mengalami perubahan, seperti
pada persendian tulang, ujung hidung, daun telinga. Tulang rawan mengandung
banyak zat perekat (kolagen) yang tersusun atas protein, sedangkan zat kapurnya
sedikit. Hal ini menyebabkan tulang rawan bersifat lentur dan elastis.
Hubungan antar tulang pada rangka tubuh disebut sebagai persendian.
Berdasarkan perbedaan kemampuan geraknya persendian terbagi dalam sendi gerak,
sendi kaku dan sendi mati. Tulang juga memiliki kelainan dan juga penyakit seperti
pengeroposan tulang (osteoporosis), pelunakan tulang (Rakhitis). Sementara untuk
kelainan pada tulang terjadi karena bawaan sejak lahir, kecelakaan.Beberapa kelainan
yang terjadi pada anggota gerak tubuh seperti Fraktura, Greenstick, Komminudet.
Sementara kelainan bawaan sejak lahir yaitu Mikrosefalus, Hidrocephalus dan
Kelainan ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah seperti lordosis, kifosis
dan skoliosis.

3.2 Saran
Pada penyajian makalah ini mungkin tidak menampilkan penjelasan secara
mendalam atau detail. Oleh karena itu, diharapkan kepada pembaca selanjutnya dapat
melengkapi makalah ini dengan mencari sumber-sumber lain demi penyempurnaan
makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

https://septiantarie.com/2012/10/08/sistem-rangka-pada-manusia/
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rangka
http://asagenerasiku.com/2012/03/rangka-manusia-dan-fungsinya.html
https://www.academia.edu/11154912/Sistem_Rangka
https://www.academia.edu/26349064/Penjelasan_Sistem_Gerak_Manusia_Rangka_T
ulang_Otot_dan_Persendian
https://dosenbiologi.com/manusia/sistem-rangka-manusia