Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

AD DENGAN MASALAH
GANGGUAN PSIKOSOSIAL: ANSIETAS
DI RUANG KEDONDONG RSUD KLUNGKUNG
TANGGAL 12-14 OKTOBER 2020

I. IDENTITAS KLIEN
Ruang Rawat : Ruang Kedondong Tanggal Rawat : 10 Oktober II.
Jenis Kelamin 2020 II.
: (L/P)
II.
No.RM : 123241 II.
Umur : 56 Tahun Status : Kawin II.
Pekerjaan : Tidak Bekerja Pendidikan : SMA II.
II.
II.
ALASAN MASUK RUMAH SAKIT
Tn. AD dirawat di ruang kedondong sudah 2 hari yang lalu, di ruangan pasien ditemani oleh
istinya yaitu Ny. AF, pasien dirawat karena mengalami gangguan pada psikologisnya, Ny.
AF (istri pasien) mengatakan seminggu yang lalu pasien dipecat oleh atasannya ditempat
pasien bekerja. Ny. AF juga mengatakan ini kali ke 4 pasien mengalami kegagalan yang
sama. Sejak itulah Tn. AD selalu menunjukkan sikap aneh tidak seperti biasanya, pasien
sering melamun dan mengungkapkan kepada Ny. AF nasib ekonomi keluarganya turun
sangat drastis, dan Tn. AD sangat berfikir keras untuk memenuhi kebutuhan 4 orang anak dan
istrinya. Saat dianamnesa pasien mengeluh merasa bingung, mengeluh merasa khawatir
dengan akibat dari kondisi yang dihadapi saat ini, pasien mengeluh pusing, pasien
mengungkapkan merasa tidak berdaya, pasien mengeluh merasa sulit berkonsentrasi, pasien
tampak gelisah, pasien tampak tegang, dan didapatkan tanda-tanda vital antara lain: TD=
120/80 mmHg, N= 100 x/ menit, RR= 20 x/ menit, S= 37,50 C.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?
□ Tidak □ ya
2. Pengobatan sebelumnya ?
□ berhasil □ kurang berhasil □ tidak berhasil
3. Penolakan dari lingkungan : □ ya □tidak
Jelaskan : Di lingkungan Tn. AD tidak
mengalami penolakan dalam bermasyarakat
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
□ ya □ tidak
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Tn.AD seminggu yang lalu mengalami musibah bahwa dipecat oleh atasanya
karena hasil pekerjaannya tidak memuaskan atasannya.

IV. FISIK

1. Tanda vital : TD : 120/80 mmHG N : 100 x/ menit S : 3 7 , 5 0 C


P : 20 x/ menit
2. Ukuran : TB : 165 Cm BB : 50 Kg □ Turun □
Naik
3. Keluhan fisik □ Ya □ Tidak
Jelaskan:

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

Jelaskan : Tidak ada karena pasien dan keluarga tidak memiliki riwayat
penyakit keturunan seperti DM, Penyakit jantung, Asma, dan penyakit
menahun.
2. Konsep Diri
a. Citra tubuh :
Tn. AD mengatakan tidak ada masalah dengan kondisi fisik tubuhnya,
pasien tampak kondisi fisik pasien tidak ada maslah
b. Identitas diri :
Tn. AD mengatakan seorang ayah dari 4 orang anaknya dan sebagai suami
dari Ny. AF (istri pasien), pasien mengatakan seorang yang penganguran
c. Peran :
Tn. AD mengatakan sangat khawatir dengan kondisi ekonominya yang
sangat sulit, memikirkan anak dan istri, merasa sangat terpukul karena
tidak bekerja
d. Ideal Diri :
Tn. AD mengatakan dirinya sangat sedih melihat kondisinya saat ini

e. Harga Diri :
Tn. AD mengatakan merasa dirinya tidak berguna bagi keluarganya karena
menjadi kepala keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan
keluarganya saat ini
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti :
Tn. AD mengatakan dalam kehidupannya keluarganyalah yang sangat
berarti dalam hidupnya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Ny. AF mengatakan seminggu yang lalu pasien tidak lagi terlihat atau aktif
dalam kegiatan yang ada di kelompok masyarakat karena berdiam diri di
rumah
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Tn. AD mengatakan tidak ingin menemui orang lain, karena merasa malu
selalu mendapati suatu kegagalan dalam hidupnya
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Tn. AD mengatakan beragama hindu dan meyakini adanya tuhan, selalu
berdoa ketika ada maslah dalam hidupnya
b. Kegiatan ibadah :
Tn. AD mengatakan hanya beribadah di rumah saja

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan
□ Tidak Rapi
□ Penggunaan pakaian tidak sesuai
□ Cara pakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan: Pasien tampak selalu dibantu oleh istrinya dalam perawatan diri
atau penampulan pasien
2. Pembicaraan
□ Cepat
□ Apatis
□ Kasar
□ Lambat
□ Gagap
□ Membisu
□ Inkoherensi
□ Tidak mampu memulai pembicaraan
Jelaskan: Pasien tampak apatis ketika diajak komunikasi
3. Aktivitas motorik
□ Lesu □ Gelisah □ Tik □ Tremor
□ Tegang□ Agitasi □ Grimasem □ Kompulsif
Jelaskan: Pasien tampak terlihat gelisah, tampak tremor , dan tampak
tegang

4. Alam perasaan
□ Sedih □ Putus Asa □ Gembira berlebihan
□ Ketakutan □ Kuatir
Jelaskan: Tn. AD mengatakan merasa sedih, merasa takut dan
khawatir dengan kondisinya saat ini
5. Afek/ emosi
□ Datar □ Tumpul □ Labil □ Tidak sesuai
Jelaskan:Pasien tampak emosinya tidak sesuai, kadang sedih dan
kadang raut mukanya datar tanpa ekspresi
6. Interaksi selama wawancara
□ Bermusuhan □Mudah tersinggung
□ Tidak kooperatif □ Kontak mata kurang □ Curiga
Jelaskan: Pasien tampak kontak mata kurang saat diajak
komunikasi karena pasien terlihat hanya fokus pada dirinya
sendiri, dan sesekali melihat kearah istrinya :
7. Persepsi
□ Pendengaran □ Pengelihatan □ Perabaan
□ Pengecapan □ Penghidupan
Jelaskan : Pasien tampak sedih dengan kondisi kehidupan yang kurang
memadai, karena pasien mengeluh selalu mengalami cemas yang sangat berat

8. Proses pikir
□ Sirkumstansial □ Tangensial □ Kehilangan asosiasi
□ Flight of ideas □ Blocking □Pengulangan pembicaraan/
preservarasi
Jelaskan :Pasien tampak terus mengulang ungkapan yang sama
9. Isi pikir
□ Obsesi □ Hipokondria □ Ide yang terkait
□ Phobia □ Depersonalisasi □ Pikiran magis Waham
□ Agama □ Somatik □ Kebesaran □ Curiga
□ Nihilistik □ Sisip pikir □ Siar pikir □Kontrol pikir
Jelaskan : karena pasien merasa cemas dengan kondisi yang
dialami, pasien tampak sangat berfikir bagaimana caranya agar cepat
mendapat pekerjaan yang bagus

10. Tingkat kesadaran


□ Bingung □ Sedasi □ Stupor
Disorientasi:
□ Waktu □ Tempat □ Orang
Jelaskan : pasien tidak mengalami disorientasi
11. Memori
□ Gangguan daya ingat jangka panjang
□ Gangguan daya ingat jangka pendek
□ Gangguan daya ingat saat ini□ Konfabulas
Jelaskan : pasien tidak mengalami gangguan pada memorinya
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
□ Mudah beralih
□ Tidak mampu berkonsentrasi
□ Tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan : Pasien tampak tidak mampu berkonsentrasi karena terlalu banyak
yang dipikirkannya
13. Kemampuan penilaian
□ Gangguan ringan □ Gangguan bermakna
Jelaskan : pasien mengalami kecemasan karena selalu mengalami
kegagalan dalam mencari pekerjaan, sehingga menurut pasien hal
ini sangat mempengaruhi kehidupannya
14. Daya tilik diri
□ Mengingkari penyakit yang diderita
□ Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan : Pasien tampak selalu memyalahkan dirinya kedalam masalah yang
dialaminya

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Kemampuan klien memenuhi/menyediakan kebutuhan :
a. Makan : □ Bantuan minimal □ Bantuan total
b. Keamanan : □ Bantuan minimal □ Bantuan total

c. Tempat tinggal : □ Bantuan minimal □ Bantuan total


d. Perawatan kesehatan : □ Bantuan minimal □ Bantuan total
e. Berpakian/berhias: □Bantuan minimal □ Bantuan total
f. Transportasi : □ Bantuan minimal □ Bantuan total
g. Uang : □ Bantuan minimal □ Bantuan total

2. Kegiatan hidup sehari-hari


a. Perawatan diri : □ Bantuan minimal □ Bantuan total
b. Nutrisi :
- Apakah anda puas dengan pola makan : □ya □tidak
- Apakah anda memisahkan diri : □ya □tidak
- Frekwensi makan perhari : Pasien mengatakan makan 3 x/ sehari,
sesuai porsi yang didapat di Rumah Sakit
- Frekwensi kudapan perhari
- Nafsu makan : Biasa
- BB : 50 kg
- Diet khusus : tidak ada diet khusus
c. Tidur
- apakah ada masalah ? : □ya □tidak
- apakah anda merasa segar setelah bangun tidur ? : □ya
□tidak
- apakah ada kebiasaan tidur siang ? : □ya □tidak
- apa yang menolong anda untuk tidur ? □ya □tidak
- Waktu tidur malam : □ya □tidak

3. Kemampuan klien dalam


- Mengantisipasi kebutuhan sendiri ? : □ya □tidak
- Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri :
□ya □tidak
- Mengatur penggunaan obat ? : □ya □tidak
- Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : □ya
□tidak

4. Klien memiliki sistem pendukung


Keluarga :□ya □tidak
Teman Sejawat :□ya □tidak
Profesional/terapis :□ya □tidak
Kelompok social :□ya □tidak

5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang


menghasilkan atau hobi : □ ya □ tidak

VIII. MEKANISME KOPING


Adaptif Maladaptif
□ Bicara dengan orang lain □ Minum alkohol
□ Mampu menyelesaikan masalah □ Relaksaksi lambat berlebih
□ Teknik relokasi □ Berkerja berlebihan
□ Aktivitas konstruktif □ Menghindar
□ Olahraga □ Mencederai diri
□ Lainnya □ Lainnya
Alasan: Pasien mengatakan ketika ada masalah selalu melampiaskan
kemarahannya dengan minum alkohol, dan lebih suka menyendiri
IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
□ Masalah dengan dukungan Kelompok:
Ny. AF mengatakan pasien tidak memiliki masalah dalam dukungan kelompok
lain, semua mendukung dan simpati terhadap kondisi pasien saat ini

□ Masalah dengan Lingkungan:


Ny. AF mengatakan tidak memiliki maslah dalam lingkungan disekitar pasien
□ Masalah dengan pendidikan :
Pasien hanya menyelesaikan pendidikan SMA saja
□ Masalah dengan Pekerjaan :
Tn. AD mengatakan bahwa dirinya baru saja dipecat oleh atasannya, karena
hasil pekerjaannya kurang memuaskan, pasien tampak sangat sedih
□ Masalah dengan perumahan :
Tn. AD mengatakan tidak memiliki rumah tetap, hanya tinggal di rumah
kontrakan
□ Masalah dengan ekonomi:
Tn. AD mengatakan sangat cemas dengan keadaan ekonominya
yang sangat kurang
□ Masalah dengan pelayanan kesehatan :
Tn. AD mengatakan tidak ada masalah dalam pelayanan kesehatan yang
diberikan, hanya saja merasa bosan dan merasa tidak senang berada di
rumah sakit
□ Masalah lainnya : tidak ada

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG :


□ Penyakit jiwa
□ Faktor presipitasi

□ Koping
□ Lainnya
□ Sistem pendukung
□ Penyakit fisik
□ Obat-obatan

XI. ASPEK MEDIK


- Diagnosa medik: Ansietas
- Diagnosis multiaxial :

III. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


Data Fokus Pohon Masalah Masalah Keperawatan
DS: Ansietas Ansietas
1. pasien mengeluh
merasa bingung Ancaman terhadap
konsep diri
2. Pasien mengeluh
merasa khawatir
dengan akibat dari
Koping individu tidak
kondisi yang efektif
dihadapi saat ini
3. Pasien mengeluh
Sulit berkonsentrasi,
pusing
merasa tidak berdaya,
4. pasien merasa bingung
mengungkapkan
merasa tidak berdaya
Strssor
5. pasien mengeluh
merasa sulit
berkonsentrasi
DO:
1. Pasien tampak
gelisah
2. Pasien tampak tegang

DS: Gangguan Pola Tidur Gangguan Pola Tidur


1. Mengeluh sulit tidur
2. Mengeluh sering
terjaga Mengeluh sering terjaga,
dan mengeluh sulit tidur
3. Mengeluh pola tidur
berubah
4. Mengeluh istirahat
Kurang mengontrol tidur
tidak cukup
DO:
1. Pasien tampak Sterssor
kurang tidur
2. Pasien tampak
adanya kantung mata
hitam

XII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1 Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri ditandai dengan
pasien mengeluh merasa bingung, mengeluh merasa khawatir dengan akibat dari
kondisi yang dihadapi saat ini, pasien mengeluh pusing, pasien mengungkapkan
merasa tidak berdaya, pasien mengeluh merasa sulit berkonsentrasi, pasien
tampak gelisah, pasien tampak tegang.
2 Gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya mengontrol tidur ditandai
dengan mengeluh sulit tidur, mengeluh sering terjaga, mengeluh pola tidur
berubah, mengeluh istirahat tidak cukup, pasien tampak kurang tidur, pasien
tampak adanya kantung mata hitam

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


Hari/ Diagnosa Kriteria Hasil Intervensi
Tanggal Keperawatan (SLKI) (SIKI)
(SDKI)
Senin Ansietas Tingkat Ansietas Terapi Relaksasi (I.09326)
12-10- berhubungan (L.09093) 1. Identifikasi penurunan tingkat
2020 dengan Setelah dilakukan energi, ketidakmampuan
ancaman asuhan keperawatan berkonsentrasi, atau gejala lain
terhadap konsep selama 3x24 jam, yang mengganggu kemampuan
diri ditandai maka diharapkan kognitif
dengan pasien tingkat ansietas 2. Identifikasi teknik relaksasi yang
mengeluh menurun dengan pernah efektif digunakan
merasa kriteria hasil: 3. Ciptakan lingkungan tenang dan
bingung, 1. Verbalisasi tanpa gangguan dengan
mengeluh kebingungan pencahayaan dan suhu ruang
merasa khawatir menurun nyaman
dengan akibat 2. Verbalisasi 4. Gunakan nada suara lembut
dari kondisi khawatir akibat dengan irama lambat dan
yang dihadapi kondisi yang berirama
saat ini, pasien dihadapi 5. Jelaskan tujuan, manfaat, batasan,
mengeluh menurun dan jenis relaksasi yang tersedia
pusing, pasien 3. Perilaku gelisah dengan meditasi
mengungkapka menurun 6. Anjurkan mengambil posisi
n merasa tidak 4. Perilaku tegang nyaman
berdaya, pasien menurun 7. Anjurkan rileks dan merasakan
mengeluh 5. Tremor sensasi relaksasi
merasa sulit menurun 8. Anjurkan sering mengulang dan
berkonsentrasi, 6. Konsentrasi melatih teknikyang dipilih
pasien tampak membaik 9. Demonstrasikan dan latih teknik
gelisah, pasien relaksasi
tampak tegang.

Senin Gangguan pola Pola Tidur Dukungan Tidur (I.05174)


12-10- tidur (L.05045) 1. Identifikasi pola aktivitas dan
2020 berhubungan Setelah dilakukan tidur
dengan asuhan keperawatan 2. Identifikasi faktor pengganggu
kurangnya selama 3x24 jam, tidur (fisik dan/ atau psikologis)
mengontrol maka diharapkan pola 3. Identifikasi makanan dan
tidur ditandai tidur membaik minuman yang menggangu tidur
dengan dengan kriteria hasil: (mis, kopi, teh, alkohol, makan
mengeluh sulit 1. Keluhan sulit mendekati waktu tidur, minum
tidur, mengeluh tidur menurun banyak air sebelum tidur)
sering terjaga, 2. Keluhan sering 4. Identifikasi obat tidur yang
mengeluh pola terjaga menurun dikonsumsi
tidur berubah, 3. Keluhan tidak 5. Fasilitasi menghilangkan stres
mengeluh puas tidur sebelum tidur
istirahat tidak menurun 6. Lakukan prosedur untuk
cukup, pasien 4. Keluhan istirahat meningkatkan kenyamanan seperti
tampak kurang tidak cukup pengaturan posisi
tidur, pasien menurun 7. Sesuaikan jadwal pemberian obat
tampak adanya 5. Kemampuan dan atau tindakan untuk
kantung mata beraktivitas menunjang siklus-terjaga
hitam meningkat 8. Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
9. Anjurkan menepati kebiasaan
waktu tidur

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


Hari/ No Tindakan Keperawatan Respon Klien Paraf
Tanggal/ Jam Dx
Senin 1 - Mengidentifikasi penurunan tingkat DS: Pasien
12-10-2020 energi, ketidakmampuan mengatakan cemas
08.00 berkonsentrasi, atau gejala lain yang dengan kondisi
wita mengganggu kemampuan kognitif yang dialaminya
- Mengidentifikasi teknik relaksasi saat ini, pasien
yang pernah efektif digunakan mengatakan belum
pernah mendengar
dan melakukan
yang namanya
teknik relaksasi
DO: Pasien tampak
sedih, dan
memegang
kepalanya, tampak
sedang memikirkan
sesuatu, pasien
tampak tegang
08.05 1 - Menciptakan lingkungan tenang dan DS:
wita tanpa gangguan dengan DO: Pasien tampak
pencahayaan dan suhu ruang mendengarkan
nyaman dengan baik
- Menggunakan nada suara lembut
dengan irama lambat dan berirama

08.10 1 - Menjelaskan tujuan, manfaat, DS: Pasien


wita batasan, dan jenis relaksasi yang mengatakan hanya
tersedia dengan meditasi ingin berada
- Menganjurkan mengambil posisi didekat istri dan
nyaman anak-anaknya
- Menganjurkan rileks dan merasakan DO: Pasien dan
sensasi relaksasi keluarga tampak
mendengarkan
penjelasan tujuan
dan manfaat teknik
relaksasi yang akan
diberikan kepada
pasien, pasien
tampak mengambil
posisi setengah
duduk di tempat
tidur
08.20 1 - Menganjurkan sering mengulang DS:
wita dan melatih teknikyang dipilih DO: pasien tampak
- Mendemonstrasikan dan latih teknik aktif mengikuti
relaksasi arahan dan
prosedur tindakan
yang diajarkan
perawat
19.00 2 - Mengidentifikasi pola aktivitas dan DS: Pasien
wita tidur mengatakan tidak
- Mengidentifikasi faktor pengganggu tidur nyenyak,
tidur (fisik dan/ atau psikologis) mengatakan
- Mengidentifikasi makanan dan perasaannya sangat
minuman yang menggangu tidur kacau dan sedih,
(mis, kopi, teh, alkohol, makan pasien mengatakan
mendekati waktu tidur, minum tidak ada minum
banyak air sebelum tidur) atau makan
- Mengidentifikasi obat tidur yang sembarangan hanya
dikonsumsi makan dan minum
yang didapat di
rumah sakit
DO: pasien tampak
sedih, pasien
tampak matanya
mengantuk dan ada
kantong mata yang
berwarna gelap
19.25 2 - Memfasilitasi menghilangkan stres DS:
wita sebelum tidur DO: Pasien tampak
- Melakukan prosedur untuk mengikuti interuksi
meningkatkan kenyamanan seperti yang diberikan
pengaturan posisi perawat

19. 35 2 - Menyesuaikan jadwal pemberian DS:


wita obat dan atau tindakan untuk DO: Pemberian
menunjang siklus-terjaga obat sudah
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup diberikan sesuai
selama sakit jadwal, pasien
- Menganjurkan menepati kebiasaan mulai
waktu tidur membiasakan tidur
lebih awal
Selasa 1 - Mengidentifikasi penurunan tingkat DS: Pasien
13-10-2020 energi, ketidakmampuan mengatakan rasa
08.00 berkonsentrasi, atau gejala lain yang cemas terhadap
wita mengganggu kemampuan kognitif kondisi yang
- Mengidentifikasi teknik relaksasi dialaminya saat ini
yang pernah efektif digunakan sudah mulai
berkurang
walaupun masih
merasa sedih,
pasien mengatakan
ketika rasa cemas
itu muncul
langsung
menggunakan
teknik relaksasi
yang telah
diberikan
DO: Pasien tampak
rileks dan mampu
mengontrol
kecemasannya
08.10 1 - Menciptakan lingkungan tenang dan DS:
wita tanpa gangguan dengan DO: Pasien tampak
pencahayaan dan suhu ruang mendengarkan
nyaman dengan baik
- Menggunakan nada suara lembut
dengan irama lambat dan berirama

08.15 1 - Menjelaskan tujuan, manfaat, DS: Pasien


wita batasan, dan jenis relaksasi yang mengatakan hanya
tersedia dengan meditasi ingin berada
- Menganjurkan mengambil posisi didekat istri dan
nyaman anak-anaknya
- Menganjurkan rileks dan merasakan DO: Pasien dan
sensasi relaksasi keluarga tampak
mendengarkan
penjelasan tujuan
dan manfaat teknik
relaksasi yang akan
diberikan kepada
pasien, pasien
tampak mengambil
posisi setengah
duduk di tempat
tidur
08. 25 1 - Menganjurkan sering mengulang DS:
wita dan melatih teknikyang dipilih DO: pasien tampak
- Mendemonstrasikan dan latih teknik aktif mengikuti
relaksasi arahan dan
prosedur tindakan
yang diajarkan
perawat
19.00 2 - Mengidentifikasi pola aktivitas dan DS: Pasien
wita tidur mengatakan
- Mengidentifikasi faktor pengganggu tidurnya mulai
tidur (fisik dan/ atau psikologis) membaik,
- Mengidentifikasi makanan dan mengatakan
minuman yang menggangu tidur perasaannya sedikit
(mis, kopi, teh, alkohol, makan membaik, pasien
mendekati waktu tidur, minum mengatakan tidak
banyak air sebelum tidur) ada minum atau
- Mengidentifikasi obat tidur yang makan
dikonsumsi sembarangan hanya
makan dan minum
yang didapat di
rumah sakit
DO: pasien tampak
rileks, pasien
tampak matanya
mengantuk menjadi
berkurang dan
kantong mata yang
berwarna gelap
masih terlihat tapi
sedikit memudar
19.25 2 - Memfasilitasi menghilangkan stres DS:
wita sebelum tidur DO: Pasien tampak
- Melakukan prosedur untuk mengikuti interuksi
meningkatkan kenyamanan seperti yang diberikan
pengaturan posisi perawat

19.30 2 - Menyesuaikan jadwal pemberian DS:


wita obat dan atau tindakan untuk DO: Pemberian
menunjang siklus-terjaga obat sudah
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup diberikan sesuai
selama sakit jadwal, pasien
- Menganjurkan menepati kebiasaan mulai
waktu tidur membiasakan tidur
lebih awal
Rabu 1 - Mengidentifikasi penurunan tingkat DS: Pasien
14-10-2020 energi, ketidakmampuan mengatakan rasa
08.00 berkonsentrasi, atau gejala lain yang cemas terhadap
wita mengganggu kemampuan kognitif kondisi yang
- Mengidentifikasi teknik relaksasi dialaminya saat ini
yang pernah efektif digunakan sudah mulai
berkurang
walaupun masih
merasa sedih,
pasien mengatakan
ketika rasa cemas
itu muncul
langsung
menggunakan
teknik relaksasi
yang telah
diberikan
DO: Pasien tampak
rileks dan mampu
mengontrol
kecemasannya
08.15 1 - Menciptakan lingkungan tenang dan DS:
wita tanpa gangguan dengan DO: Pasien tampak
pencahayaan dan suhu ruang mendengarkan
nyaman dengan baik
- Menggunakan nada suara lembut
dengan irama lambat dan berirama

08.25 1 - Menjelaskan tujuan, manfaat, DS: Pasien


wita batasan, dan jenis relaksasi yang mengatakan hanya
tersedia dengan meditasi ingin berada
- Menganjurkan mengambil posisi didekat istri dan
nyaman anak-anaknya
- Menganjurkan rileks dan merasakan DO: Pasien dan
sensasi relaksasi keluarga tampak
sudah memahami
teknik relaksasi
yang telah
diajarkan dan
mampu
menggunakannya
dengan benar
08.30 1 - Menganjurkan sering mengulang DS:
wita dan melatih teknikyang dipilih DO: pasien tampak
Mendemonstrasikan dan latih teknik sudah mampu
relaksasi melakukan teknik
relaksasi dengan
mandiri
19.00 2 - Mengidentifikasi pola aktivitas dan DS: Pasien
wita tidur mengatakan
- Mengidentifikasi faktor pengganggu tidurnya mulai
tidur (fisik dan/ atau psikologis) membaik,
- Mengidentifikasi makanan dan mengatakan
minuman yang menggangu tidur perasaannya sedikit
(mis, kopi, teh, alkohol, makan membaik, pasien
mendekati waktu tidur, minum mengatakan tidak
banyak air sebelum tidur) ada minum atau
- Mengidentifikasi obat tidur yang makan
dikonsumsi sembarangan hanya
makan dan minum
yang didapat di
rumah sakit
DO: pasien tampak
rileks, pasien
tampak matanya
mengantuk menjadi
berkurang dan
kantong mata yang
berwarna gelap
masih terlihat tapi
sedikit memudar
19.25 2 - Memfasilitasi menghilangkan stres DS:
wita sebelum tidur DO: Pasien tampak
- Melakukan prosedur untuk mengikuti interuksi
meningkatkan kenyamanan seperti yang diberikan
pengaturan posisi perawat

19.30 2 - Menyesuaikan jadwal pemberian DS:


wita obat dan atau tindakan untuk DO: Pemberian
menunjang siklus-terjaga obat sudah
- Menjelaskan pentingnya tidur cukup diberikan sesuai
selama sakit jadwal, pasien
- Menganjurkan menepati kebiasaan mulai
waktu tidur membiasakan tidur
lebih awal

EVALUASI
Hari/ No Diagnosa Evaluasi Paraf
Tanggal/ Jam
Rabu 1 S= Pasien mengeluh merasa bingung menurun,
14-10-2020 mengeluh merasa khawatir dengan akibat dari
19. 35 kondisi yang dihadapi saat ini menurun, pasien
wita mengeluh pusing menurun, pasien mengeluh merasa
sulit berkonsentrasi menurun
O= Pasien tampak rileks dan pasien dapat
menggunakan teknik relaksasi ketika merasa cemas
kembali
A= Tujuan tercapai
P= Pertahankan kondisi pasien

19.40 2 S= Pasien mengatakan tidurnya merasa lebih nyaman


wita O= Pasien tampak tidurnya cukup dan pasien tampak
rileks
A= Tujuan tercapai
P= Pertahankan kondisi pasien