Anda di halaman 1dari 2

Laporan Dokumentsaasi Simulasi Vsim Mandiri

Nama : Retno Citro


NPM : 1806270085
Kelompok : A
Stase : KMB

Deskripsi kasus
Pasien atas nama Lloyd Bennet usia 76 tahu masuk IGD 2 hari yang lalu dengan fraktur femoral
(Head) karena jatuh dan dilakukan tindakan left hip arthoplasty. Pasien sudah dilakukan
pelepasan drain dan dressing pasien bersih, kering dan masih melekat. Pasien direncanakan
akan transfuse darah PRC 2 x 300 cc.

Pengkajian
DS :
- Pasien mengeluh badanya terasa letih
- Pasien mengeluh pusing jika mencoba bergerak
- Pasien mengatakan post menjalani operasi

DO:
- Pasien tampak lemah dan pucat
- HB 6,9 mg/dl
- CRT>3 detik, konjungtuiva anemis
- TTV : RR 17 x/menit, sa02 : 94%, TD : 104/68, T : 37

Diagnosis
Resiko syok, ketidakefektifan perfusi jaringan, resiko alergi

Implementasi
1. Perkenalkan diri
2. Cuci tangan, identifikasi pasien, cek riwayat alergi
3. Melakukan anamnesis pasien terkait keluhan
4. Melakukan pengukuran vital sign (TD,RR,T,Nadi) dan pemasangan NIBP Automatik serta
probe saturasi oksigen.
5. Melakukan pemasangan transfuse darah

© Wolters Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins


Refleksi
Hal yang sudah baik
sudah mendapatkan gambaran kasunya dan membayangkan hal apa saja yang dapat dilakukan.
Teori mengenai transfusi darah dan caranya sudah mendapatkan pengetahuan sebelumnya.
Pengkajian dilakukan terhadap pasien dengan jelas dan penegakan diagnosanya.

pengetahuan dan skill yang baru diketahui


Pasien dengan post operasi terjadi penurunan HB dan akan mendapatkan transfusi darah.
Setelah dilakukan transfuse pasien mengeluh nyeri pada bagian punggung, sehingga transfuse
segera dihentikan karena ini merupakan salah satu tanda dari reaksi transfuse.

Pertimbangan etik&legal/peka budaya


Pemberian penjeasan sebelum dilakukan transfuse dan dilakukan penandatanganan inform
consent terkait tindakan transfuse darah.

hal-hal yang perlu ditingkatkan

Salah satu kesalahan yang saya lakukan dalam simulasi ini adalah tidak melakukan double check
produk darah bersama perawat lainnya. Meskipun sudah crosscheck ke bank darah, namun hal
ini belum cukup memastikan keamanan dari prosedur yang akan dilakukan yaitu transfuse
darah. Sebaiknya jika akan melakukan transfuse darah , setelah memastikan identitas benar
dan crosscheck bank darah kita melakukan double check produk darah yang akan dipasang agar
mencegah kesalahan dalam pemasangan yang bisa berakibat fatal bagi pasien.

© Wolters Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins