Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RELAKSASI PROGRESHIF

PADA KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA

ANSIETAS

Disusun Oleh:
Anggun Dika Pradini
Anita Wida Yanti
Evi Juwita Ratna
Faiqotun Nazila
Kholifatur Rohma
Luddiana Husen
Nur Aini
Nur Aisah

PROGRAM STUDI NERS


STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG
PROBOLINGGO 2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Relaksasi Progresif

Sub pokok bahasan : Relaksasi Progresif

Tempat : Ruang Depan

Sasaran : Pasien dan Keluarga

Waktu : 15 menit

Hari/Tanggal               : Kamis, 24 September 2020

A. Tujuan Intruksional Umum


Setelah mengikuti penyuluhan kurang lebih selama 15 menit
diharapkan klien dan keluarga dapat mengerti dan memahami tentang
Relaksasi Progresif.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mendapat penyuluhan selama 15 menit diharapkan mampu:

1.    Menjelaskan pengertian Relaksasi Progresif


2.    Menjelaskan Tujuan Relaksasi Progresif
3.    Menjelaskan Manfaat Relaksasi Progresif
4.    Menjelaskan Teknik Relaksasi Progresif

C.  Materi
1.   Pengertian Relaksasi Progresif
2.   Tujuan Relaksasi Progresif
3.   Manfaat Relaksasi Progresif
4. Teknik Relaksasi Progresif

D.  Metode
1.    Ceramah dan   Tanya jawab
E.  Media

1. Leaflet
F.   Kegiatan

No. Tahap Waktu Penyuluhan Sasaran


1. Pembukaan 3 menit 1. Mengucapkan salam Menjawab salam.
Menyimak
2. Memperkenalkan
Mendengarkan
diri
Menjawab
3. Menjelaskan tujuan pertanyaan
penyuluhan

4. Menyebutkan materi
pokok yang akan
disampaikan

2. Inti 8 menit 5. Memberikan Mendengarkan dan


pertanyaan apersepsi Memperhatikan

1. Menjelaskan materi
penyuluhan:
a. Pengertian
Relaksasi
Progresif
b.  Tujuan
Relaksasi
Progresif
c.  Manfaat
Relaksasi
Progresif
d. Teknik
Relaksasi
Progresif
2. Penyuluh
memberikan
kesempatan kepada
sasaran untuk
bertanya dan
mengevaluasi Menjawab salam
dengan memberi
pertanyaan kepada
sasaran
3. Penyuluh memberi
3. Penutup 4 menit jawaban dengan
tepat
4. Menarik kesimpulan
1.     Mengakhiri
penyuluhan,
berterimakasih dan
memberi salam

G. Sumber bacaan
H.  Evaluasi
1.      Cara : Tanya jawab
2.      Jenis : Lisan
3.      Waktu : Setelah dilakukan penyuluhan
4.      Soal :

1. Menjelaskan Pengertian Relaksasi Progresif


2. Menjelaskan Tujuan Relaksasi Progresif
3. Menjelaskan Manfaat Relaksasi Progresif
4. Menjelaskan Teknik Relaksasi Progresif
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi
Relaksasi adalah satu teknik dalam terapi perilaku untuk mengurangi
ketegangan dan kecemasan. Relaksasi progresif merupakan suatu terapi
relaksasi yang diberikan kepada pasien dengan menegangkan otot-otot tertentu
dan kemudian relaksasi. Teknik ini dapat digunakan oleh pasien tanpa bantuan
terapis dan mereka dapat menggunakannya untuk mengurangi ketegangan dan
kecemasan yang dialami sehari-hari di rumah.
Dalam jurnal “ Student manual for theory and practice of counseling and
psychotherapy, oleh Gerald Corey” pada tahun 2015, istilah relaksasi sering
digunakan untuk menjelaskan aktifitas yang menyenangkan. Rekreasi,
olahraga, pijat, dan menonton bioskop. Semua bentuk kegiatan yang dilakukan
untuk mendapatkan suasana rileks merupakan contoh yang banyak diaggap
sebagai relaksasi.
Oleh karena itu efek yang dihasilkan adalah perasaan senang, relaksasi
mulai digunakan untuk mengurangi ketegangan psikis yang berkaitan dengan
permasalahan kehidupan.Terdapat banyak macam teknik relaksasi yang bisa
dilakukan. Terdapat empat macam tipe relaksasi, yaitu:
1. Relaksasi otot (progresive muscle relaxation)
2. Pernafasan (diaphragmatic breathing)
3. Meditasi (attention-focussing exercises)
4. Relaksasi perilaku (behavioral relaxation training)
Dalam relaksasi otot (progresive muscle relaxation) sendiri, individu
akan diberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana cara menegangkan
sekelompok otot tertentu kemudian melepaskan ketegangan itu. Bila sudah
dapat merasakan keduanya, klien mulai membedakan sensasi pada saat otot
dalam keadaan tegang dan rileks.
Relaksasi progrsif adalah suatu cara dari teknik relaksasi yang
mengkombinasi latihan nafas dalam dan serangkaian kontraksi dan relaksasi
otot. Relaksasi progresif yaitu teknik merelaksasikan otot dalam pada bagian
tubuh tertentu atau seluruhnya melalui teknik program terapi ketegangan
otot.Teknik relaksasi otot dalam merupakan teknik relaksasi yang tidak
membutuhkan imajinasi atau sugesti.
B. Tujuan Relaksasi Otot
Relaksasi Progresif merupakan satu teknik dalam terapi perilaku untuk
mengurangi ketegangan dan kecemasan, yang bertujuan :

 Untuk menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan


punggung, tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolik.
 Untuk mengurangi distritmia jantung, kebutuhan oksigen.
 Untuk meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien
sadar dan tidak memfokus perhatian seperti relaks.
 Untuk meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi.
 Untuk memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres.
 Untuk mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot,
fobia ringan, gagap ringan, dan
 Untuk membangun emosi positif dari emosi negatif.

C. Manfaat Relaksasi Otot


 Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung,
tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolik.
 Mengurangi distritmia jantung, kebutuhan oksigen.
 Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan
tidak memfokus perhatian seperti relaks.
 Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi.
 Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres.
 Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot, fobia
ringan, gagap ringan, dan
 Membangun emosi positif dari emosi negatif.
D. Teknik Relaksasi Otot

 Alat dan Bahan yang disediakan


1. Ruang yang sejuk, tidak gaduh dan alami
2. Tempat tidur atau kursi dengan sandaran rileks ada penopang
untuk kaki dan bahu.
 Cara Mempersiapkan Tempat Untuk Membuang Dahak
Menurut Setyoadi dan Kushariyadi (2011) persiapan untuk melakukan
teknik ini yaitu:
a. Persiapan
Persiapan alat dan lingkungan : kursi, bantal, serta lingkungan yang tenang
dan sunyi.
1. Pahami tujuan, manfaat, prosedur.
2. Posisikan tubuh secara nyaman yaitu berbaring dengan mata tertutup
menggunakan bantal di bawah kepala dan lutut atau duduk di kursi dengan
kepala ditopang, hindari posisi berdiri.
3. Lepaskan asesoris yang digunakan seperti kacamata, jam, dan sepatu.
4. Longgarkan ikatan dasi, ikat pinggang atau hal lain sifatnya mengikat.
b. Prosedur
1). Gerakan 1 : Ditunjukan untuk melatih otot tangan.
a) Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan.
b) Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi.
c) Pada saat kepalan dilepaskan, rasakan relaksasi selama
10 detik.
d) Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali
sehingga dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan
keadaan relaks yang dialami.
e) Lakukan gerakan yang sama pada tangan kanan.
2) Gerakan 2 : Ditunjukan untuk melatih otot tangan bagian belakang.
a) Tekuk kedua lengan ke belakang pada peregalangan tangan sehingga
otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang.
b) Jari-jari menghadap ke langit-langit.
Gambar gerakan 1 dan 2
3). Gerakan 3 : Ditunjukan untuk melatih otot biseps (otot besar padabagian atas
pangkal lengan).
a) Genggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan.
b) Kemudian membawa kedua kapalan ke pundak sehingga otot biseps akan
menjadi tegang.
Gambar gerakan 3

4). Gerakan 4 : Ditunjukan untuk melatih otot bahu supaya mengendur.


a) Angkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan hingga
menyentuh kedua telinga.
b) Fokuskan perhatian gerekan pada kontrak ketegangan yang terjadi di
bahu punggung atas, dan leher.
Gambar 4
5). Gerakan 5 dan 6: ditunjukan untuk melemaskan otot-otot wajah (seperti dahi,
mata, rahang dan mulut).
a) Gerakan otot dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai otot
terasa kulitnya keriput.
b) Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan di sekitar
mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata.
6). Gerakan 7 : Ditujukan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh
otot rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi sehingga terjadi
ketegangan di sekitar otot rahang.
7). Gerakan 8 : Ditujukan untuk mengendurkan otot-otot di sekitar mulut. Bibir
dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di sekitar
mulut. Gambar 5,6,7 dan
8). Gerakan 9 : Ditujukan untuk merilekskan otot leher bagian depan maupun
belakang.
a) Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian otot leher
bagian depan.
b) Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.
c) Tekan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga dapat
merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung atas.
9). Gerakan 10 : Ditujukan untuk melatih otot leher bagian depan.
a) Gerakan membawa kepala ke muka.
b) Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah
leher bagian muka.
10). Gerakan 11 : Ditujukan untuk melatih otot punggung
a) Angkat tubuh dari sandaran kursi.
b) Punggung dilengkungkan
c) Busungkan dada, tahan kondisi tegang selama 10 detik, kemudian relaks.
d) Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke kursi sambil membiarkan otot
menjadi lurus.
11). Gerakan 12 : Ditujukan untuk melemaskan otot dada.
a) Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-
banyaknya.
b) Ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan ketegangan di bagian
dada sampai turun ke perut, kemudian dilepas.
c) Saat tegangan dilepas, lakukan napas normal dengan lega.
d) Ulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi
tegang dan relaks

Gambar 9, 10, 11, 12


2). Gerakan 13 : Ditujukan untuk melatih otot perut

a) Tarik dengan kuat perut ke dalam.


b) Tahan sampai menjadi kencang dan keras selama 10 detik, lalu dilepaskan
bebas.
c) Ulangi kembali seperti gerakan awal untuk perut.
13). Gerakan 14-15 : Ditujukan untuk melatih otot-otot kaki (seperti paha dan betis).
a) Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot paha terasa tegang.
b) Lanjutkan dengan mengunci lutut sedemikian rupa sehingga ketegangan
pindah ke otot betis.
c) Tahan posisi tegang selama 10 detik, lalu dilepas.
d) Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali.
Gambar 13,14
DAFTAR PUSTAKA

Setyoadi, K. (2017). Terapi Modalitas Keperawatan Jiwa pada Klien


Psikogeriatrik.Jakarta : Salemba Medika
Perry, Patricia A., & Potter, Anne Griffin.(2015). Fundamental Keperawatan buku I
edisi 7.Jakarta : Salemba Medika