Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

VISCOSITAS ZAT CAIR (M5)

Disusun Oleh :
Galuh Rastatya (19044000003)

Kelompok I 1

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
limpahan rahmat, kemudahan, dan karunia-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan Laporan Praktikum Fisika Dasar ini sesuai yang di harapkan.

Dalam proses pengerjaan laporan ini, kami melakukan praktikum yang


tak lupa mendapatkan bimbingan, arahan dan pengetahuan hingga saya mampu
menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Terima kasih saya sampaikan atas bimbingan dan arahan nya, sehingga saya
dapat melaksanakan kegiatan Praktikum, Kepada Yang Terhormat:

1. Ni Made Wiati, S.SI, M.T. selaku Dosen Pembimbing mata kuliah


Praktikum Fisika Dasar I
2. Segenap asisten laboratorium Fisika yang tetap sabar untuk melayani
kelompok saya dalam berlangsungnya praktikum
3. Para kedua orangtua yang tak pernah putus mendoakan agar kuliah saya
berjalan dengan baik
4. Dan seluruh teman-teman yang berkenan membantu hingga Laporan
Praktikum Fisika ini dapat selesai tepat waktunya.

Saya berharap, makalah laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi


pembaca, menambah pengetahuan dan mempermudah percobaan yang hendak
dilakukan.

Malang, 17 Desember 2019


Hormat saya,

Penulis
Viscositas Zat Cair
( M5 )

1. Tujuan Percobaan
Menentukan Viscositas/kekentalan zat cair berdasarkan percobaan Viscosimeter
bola jatuh

2. Alat-alat
1. Tabung Viscosimeter beserta cairan yang akan diukur
Viscositasnya
2. Statif
3. Micrometer
4. Jangka sorong
5. Stop watch
6. Aerometer
7. Meteran

3. Teori
Bila sebuah benda bergerak dalam suatu cairan, atau sebaliknya suatu cairan
bergerak melalui sebuah benda, maka akan timbul gaya geseran penahan akibat
kekentalan cairan tersebut. Gaya geseran ini arahnya selalu berlwanan dengan
gerakan benda/cairan tersebut. Gaya geseran penahan khususnya pada bola
yang dijatuhkan ke dalam suatu cairan oleh Sir George Stoke dirumuskan
dengan persamaan sebagai berikut :

F = 6 π η V............( 1 )

dimana :
 = Koefisien Viscositas zat cair (poise)
r = Jari-jari bola (cm)
v = Kecepatan relatif bola terhadap zat cair (cm/dt)

Persamaan di tas hanya berlaku jika tidak terjadi arus turbulent. Bilangan
Reynold untuk percobaan ini besarnya Re < 1

ρο V.d
Re ...............( 2 )
η
dimana :
 = Rapat massa zat cair
d = Diameter bola

Pada sebuah bola yang dijatuhkan ke dalam suatu cairan, mula-mula


akan mengalami suatu percepatan akibat dari gaya beratnya. Tetapi karena
cairan tersebut mempunyai kekentalan, maka akan timbul gaya geseran
penahan yang besarnya berbanding lurus dengan kecepatannya seperti
dirumuskan pada persamaan ( 1 ) di atas. Dengan bertambahnya kecepatan,
maka gaya geseran penahan ini pun akan bertambah besar pula sehingga
akhirnya gaya geseran ini besarnya sama dengan gaya ke bawah oleh bola
tersebut.

Dengan demikian bola tidak lagi mempunyai percepatan, bola tersebut akan
bergerak dengan kecepatan kosntan, disebut kecepatan terminal. Hubungan
antara kecepatan terminal dengan kekentalan ditunjukkan oleh persamaan
berikut :

2 gr 2
V t= ( ρ - ρο ) ... . ..( 3 )

dimana :
V1 = Kecepatan terminal
 = Kekentalan / viscositas zat cair
 = Rapat massa bola
= Rapat massa zat cair
r = Jari-jari bola
g = Percepatan gravitasi bumi (tanyakan pada asisten)

Persamaan ( 3 ) di atas hanya berlaku jika ukuran bola sangat kecil


dibandingkan dengan diameter tabung, sedangkan dalam percobaan ini cukup
besar bila dibandingkan dengan diameter tabung, maka ukuran bola tidak
boleh diabaikan, dan harus diberikan faktor koreksi sebesar :

1
( 2,4 r/R + 1 )
dimana :

R = Jari – jari tabung bagian dalam kemudian persamaan ( 3 ) dapat ditulis :


2
2 gr
V t= ( ρ - ρο ) ........ ..( 4 )
9 η ( 2,4 r/R + 1 )
atau :
2
2 gr
η= ( ρ - ρο ) .. .. . .. .. .( 5 )
9 V t ( 2,4 r/R + 1 )

Vt = dapat kita cari dengan pengamatan, ditentukan dengan persamaan :

V t = x / t ...................( 6 )
dimana :
x = Jarak yang ditempuh bola
t = Waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak x
Selanjutnya persamaan untuk menentukan koefisien Viscositas dapat kita
tulis sebagai berikut :
2
2 gr t ( ρ - ρο )
η= .....................( 7 )
9 x ( 2,4 r/R + 1 )

4. Cara Melakukan Percobaan


Menentukan kerapatan bola, yaitu sebagai berikut :
Timbanglah bola kecil tersebut dengan timbangan massa = m gram
Ukur diameter bola dengan beberapa bola yang berlainan
Kerapatan bola dapat dihitung dengan persamaan
m
ρ  ................ ( 8 )
V

dimana :

V = Volume bola = 4/3 r3 (cm3) ………………… ( 9 )

Menentukan kerapatan zat cair dengan menggunakan Aerometer (gr/cm2)

Ukur jari-jari dalam tabung

Jatuhkan bola ke dalam tabung, setelah kecepatannya konstan mulailah


mencatat waktu yang dibutuhkan untuk menempuh suatujdarak tertentu dengan
menggunakan stop watch sesuai dengan petunjuk asisten.

Dari data yang kita peroleh diatas dapat kita ketahui koefisien Viscositas zat
cair dengan memakai persamaan ( 7 ). Besarnya percepatan dapat ditanyakan
pada asisten
Viscositas Zat Cair ( M5 )
Data

Tentukan ukuran besaran-besaran berikut :

Massa bola (m) = 0,9 gram


Jari-jari bola (r) = 0,3175 cm
Volume bola (v) = 0,134 cm3
Massa jenis bola (ρ) = 6,716 gr/cm3

Massa jenis cairan ( ρ0 ) :


- ρ 0 ( olie ) =0 , 925 gr / cm 3
- ρ 0 ( minyak ) =
- ρ 0 ( gliserin ) =1 ,222 gr / cm 3
- ρ0 (gliserin) = 1,29 gr/ cm3

Jari-jari dalam tabung (R) :


- R (olie) = 1,74 cm
- R (minyak) =
- R (gliserin) = 1,55 cm

No X t (olie) t (minyak) t (gliserin)


1 50 1,2 2,8

2 40 1 2

3 30 0,8 1,8

KELOMPOK: 1 DOSEN: Ni Made Wiati, S.SI, M.T.


NO. NAMA MAHASISWA NRP TANDA TANGAN
ASISTEN LAB.
1. Mukh. Akramul Dzamara (18044000030)
2. Anisya Nurkholifah (19044000001)
3. Hairul Anwar (19044000002)
4. Galuh Rastatya (19044000003)
5 Pandhu Awan Gumelar (19044000004) (Kristian L.)

PERHITUNGAN (olie)

2
2 g r
η = ( ρ - ρ0 )
r
9 v ( 2,4 + 1)
R (koefisien viscositas)

No x(cm) t(s) v(cm/s) η2 (gr/cm.s)


η
(gr/cm.s)
1 50 1,2 41,7 0,376 0,136
2 40 1 40 0,380 0,145
3 30 0,8 37,5 0,400 0,160
∑ 1,151 0,441

Ση
η =
n

= 0,383 g/cm.s

Δη = √ Σ(η 2) - n ¿ ¿ ¿

η=η ± Δη = 0,383 ± 0,012 ( gr/cm.s )

Δη
Kesalahan relatif = × 100 % = 3 %
η

PERHITUNGAN (gliserin)
No x(cm) t(s) v(cm/s) η2 (gr/cm.s)
η (gr/cm.s)
1 50 2,8 17,86 0,850 0,722
2 40 2 20 0,760 0,577
3 30 1,8 16,67 0,920 0,846
∑ 2,530 2,143

Ση
η =
n
= 0,84 g/cm.s
Δη = √ Σ(η 2) - n ¿ ¿ ¿

η=η ± Δη = 0,84 ± 0,07 ( g/cm.s )

Δη
Kesalahan relatif = × 100 % = 8 %
η
Pembahasan
Pengukuran kekentalan zat cair yang bertujuan untuk mengetahui tingkat
kekentalan zat cair/fluida dengan mengukur jarak bola yang jatuh kedalam cairan
dan menghitung lama waktu cairan dari jarak yang telah ditentukan hingga
mencapai dasar tabung. Uji coba dimulai dengan menentukan kecepatan bola
dengan cara menimbang massa bola, mengukur volume bola(menggunakan
mikrometer sekrup) dan masa jenis bola. Setelah semua data awal dihitung, maka
tentukanlah masa jenis cairan menggunakan aerometer. Lalu ukur jari-jari dalam
tabung cairan. Kemudian jatuhkan bola kedalam tabung dan hitung waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai dasar tabung dengan jarak tinggi yang telah
ditentukan(30 cm, 40 cm, dan 50 cm). setelah semua data didapatkan maka hitung
koefisien viscositas berdasarkan rumus koefisien viscositas.

Kesimpulan
Semakin besar diameter bola yang dimasukkan maka semakin cepat pula
kecepatan benda.Dan semakin kental cairan maka semakin lambat kecepatan bola.
Dalam percobaan ini kami memiliki kesalahan relatif 3% untuk olie dan 8% untuk
gliserin.

Daftar Pustaka

1. Buku Pedoman Praktikum

Anda mungkin juga menyukai