Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN KALA I

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Keperawatan Maternitas
Dosen Pembimbing : Evy Apriani, M.Kep., Ns.

Disusun Oleh:
Indri Wahyuni (113120007)
Arfi Nur ‘Afifah (113120008)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS A


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH
CILACAP
TAHUN AJARAN 2020/2021
A. DEFINISI
Persalinan adalah serangakain kejadian yang berakhir dengan
peneluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul
dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh Ibu (Obstetri
Fisiologi, 221).
Persalinan kala I adalah permulaan kontraksi persalinan sejati yang
ditandai oleh perubahan serviks yang progresif dan diakhiri dengan
pembukaan lengkap (10 cm). Hal ini dikenal sebagai tahap pembukaan
serviks (Buku Kedokteran, EGC Ajar Asuhan Kebidanan, Helen Varney
672).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi janin
dan yang dapat hidup di dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau
dengan jalan lain (Rustam, Mochtar, 1998)
Persalinan adalah proses persalinan janin yang terjadi pada
kehamilan bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung dalam 24 jam tanpa ada komplikasi baik pada ibu
maupun janin (Sarwono, 2021).
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan selaput
ketuban keluar dari uterus ibu (APN, 2007).

B. TANDA DAN GEJALA PERSALINAN KALA I


1. His / kontraksi uterus sudah adekuat.
2. Penipisan dan pembukaan serviks sekurang - kurangnya 3 cm.
3. Keluarnya cairan dari vagina dalam bentuk lendir bercampur
darah.
4. Sering BAK
5. Akhir kala I primigravida keluar darah menetas.

C. PROSES PERSALINAN
Pada persalinan normal, proses persalinan dibagi menjadi 4 kala.
a. Kala I : Kala pembukaan serviks
b. Kala II : Kala pengeluaran bayi
c. Kala III : Kala uri
d. Kala IV : Hingga dua jam setelah plasenta lahir

Kala I (Kala Pembukaan)


Dimulai dari saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses
ini berlangsung antara 18-24 jam, terbagi dalam 2 fase yaitu:
a. Fase laten: berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat
lambat sampai mencapai ukuran diameter 3cm.
b. Fase aktif dibagi dalam 3 fase yaitu :
1) Fase akselerasi : dalam waktu 3 jam pembukaan 3 cm tersebut
menjadi 4 cm
2) Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan
berlangsung sangat cepat dari 4 cm menjadi 9 cm
3) Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali, dalam
waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap

Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. Pada multi


gravid pun terjadi demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, dan fase
deselerasi terjadi lebih pendek.
Mekanisme membukanya seviks berbeda antara pada
primigravida dan multigravida, pada yang pertama ostium uteri
internum akan membuka terlebih dahulu, sehingga serviks akan
mendatar dan menipis. Baru kemudian osteum uteri eksternum
membuka. Pada multigrvida osteum uteri internum sudah sedikit
terbuka. Osteum uteri internum dan eksternum serta penipisan dan
pendataran serviks terjadi dalam saat yang sama.
Ketuban akan pecah dengan sendiri ketika pembukaan hampir
atau sudah lengkap. Tidak jarang ketuban harus dipecahkan ketika
pembukaan hampir lengkap atau telah lengkap. Bila ketuban telah
pecah sebelum pembukaan mencapai 5 cm, disebut ketuban pecah
dini.
Kala I selesai apabila pembukaan seviks uteri telah lengkap.
Pada primigravida kala I berlangsung kira-kira 13 jam, sedangkan
pada multigravida kira-kira 7 jam.

D. PERUBAHAN FISIOLOGIS PERSALINAN KALA 1


Perubahan fisiologis pada persalinan kala I, diantaranya :
1. Perubahan tekanan darah
a. Tekanan darah meningkat selama kontraksi
b. Kenaikan sistolik rata-rata sebesar 10-20 mmHg, diastolik 5-10
mmHg
c. Tekanan darah turun diantara kontraksi
d. Hindari posisi terlentang, karena akan menganggu sirkulasi
darah dan janin dapat terjadi asfiksia
2. Perubahan Metabolisme
a. Metabolisme aerob oleh anaerob karbohidrat akan naik
b. Kenaikan ini disebabkan karena cemas, serta kegiatan
otot kerangka tubuh
c. Kenaikan metabolisme di tandai dengan kenaikan suhu,
denyut nadi, pernafasan, kardiak output dan kehilangan
cairan
3. Perubahan Suhu Badan
a. Suhu badan meningkat selama persalinan dan
meningkat lagi segera setelah persalinan kelahiran
b. Kenaikan suhu yang berlangsung lama di indikasikan
adanya dehidrasi
4. Denyut Jantung
a. Denyut jantung naik saat kontraksi
b. Penurunan denyut jantung tidak terjadi jika ibu tidur
miring atau terlentang
c. Denyut jantung sedikit lebih tinggi diantara kontraksi
d. Perlu pengontrolan secara periode untuk mengetahui
infeksi
5. Perubahan Pernafasan
a. Pernafasan sedikit naik saat persalinan
b. Disebabkan karena adanya rasa nyeri dan kekhawatiran
c. Penggunaan teknik pernafasan yang tidak benar
6. Perubahan Renal
a. Poli uria yang sering terjadi karena meningkatnya kardiak
outpun dan filtrasi glomerulus

b. Kontrol kandung kemih 2 jam sekali agar tidak menghambat


penurunan janin
c. Serta untuk menghindari retensio urin setelah melahirkan
7. Perubahan Gastrointestinal
a. Penyerapan makanan padat berkurang
b. Menyebabkan pencernaan hampir terhenti sehingga
menyebabkan konstipasi
8. Perubahan Hematologis
a. Hb akan meningkat 1,2 gram/100 ml
b. Jumlah sel-sel darah putih akan meningkat 5000-15000 WBC
sampai akhir pembukaan lengkap, dan akan turun selama
persalinan
c. Akan turun drastic pada persalinana dengan penyulit
9. Kontraksi Uterus
a. Terjadi karena adanya rangsangan otot polos
b. Penurunan hormon estrogen menyebabkan keluarnya oksitosin
c. Kontraksi dimulai dari Fundus menjalar kebawah
d. Fundus uteri bekerja kuat dan akan mendorong janin ke bawah
e. Serviks menjadi lembek dan membuka
10. Pembentukan SAR dan SBR
a. SAR terbentuk pada uterus bagian atas
b. Otot lebih tebal dan kontruktif
c. SBR terbentuk di uterus bagian bawah antara istmus dan serviks
d. Sifat otot tipis dan elastis
e. Banyak otot yang melingkar dan memanjang
11. Penarikan Uterus
a. Otot yang mengelilingi ostium uteri internum (OUI) ditarik oleh
SAR.
b. Menyebabkan serviks pendek menjadi bagman dan SBR.

c. Bentuk serviks menghilang, karena kanalis serviks membesar


dan membentuk OUE
12. Pembukaan Osteum Uteri Interna dan Osteum Uteri Eksterna
a. Pembukaan ser!iks disebabkan karena membesarnya OUE
b. Karena otot disekitar ostium meregang untuk dapat dilewati
kepala
c. Pembukaan uteri disebabkan karena tekanan isi uterus (kepala
dan kantong amnion)
d. Pada primigravida OUI terbuka dahulu dilanjutkan pembukaan
OUE
e. Pada multigravida OUI dan OUE membuka bersama-sama
13. Show
a. Keluar lendir dan darah dari vagina
b. Lendir berasal dari kanalis servikalis yang tersumbat lendir
selama persalinan
c. Darah berasal dari decidua yang lepas
14. Tonjolan Kantong Ketuban
a. Tonjolan kantong ketuban disebabkan oleh regangan SBR
sehingga selaput khorion lepas
b. Adanya tekanan menyebabkan kantong yang berisi cairan
menonjol
c. Bila selaput ketuban pecah maka cairan akan keluar
d. Sehingga placenta tertekan dan fungsi plasenta terganggu
sehingga fetus akan kekurangan O2
15. Pemecahan Kantong Ketuban
Pada akhir kala I bila pembukaan sudah lengkap, kontraksi
kuat, tidak ada tahanan, serta desakan janin menyebabkan kantong
ketuban pecah, diikuti proses persalinan bayi.

E. MANAJEMEN KALA I
1. Mengidentifikasi masalah
2. Mengkaji riwayat kesehatan, meliputi :
a. riwayat kesehatan sekarang
b. HIS
c. Ketuban
d. Perdarahan pervaginam bila ada
e. Riwayat kesehatan saat kehamilan
f. Riwayat kesehatan yang lalu bila ada
3. Pemeriksaan fisik
4. Pemeriksaan janin (DJJ)
5. Menilai data dan membuat diagnose/menilai kemajuan persalinan
6. Membuat rencana asuhan keperawatan
F. PATHWAYS

G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
a. Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) adalah pemerisaan jani
menggunakan frekuensi gelombang suara tinggi yang
dipantulkan ke tubuh untuk mengetahui gambaran rahim yang
disebut sonogram. 
b. Pemeriksaan Laboratorium aalah pemeriksaan untuk mndapat
informasi tentang kesehatan pasien.
H. PENGKAJIAN KALA 1
a. Fase Laten
1) Integritas ego : senang atau cemas
2) Nyeri atau ketidaknyamanan
a) Kontraksi regular, frekuensi, durasi, dan keparahan
b) Kontraksi ringan masing-masing 5-30 menit berkisar 10-30
detik
3) Keamanan : irama jantung janin paling baik terdengar pada
umbilicus
4) Seksualitas :
a) Membran makin tidak pecah.
b) Cerviks dilatasi 0 – 4 cm bayi mungkin pada 0
(primigravidarum) atau dari 0 - ±2 cm (multigravida)
c) Rabas vagina sedikit, mungkin lender merah muda (“show”),
kecoklatan, atau terdiri dari plak lendir.
b. Fase Aktif
1) Aktivitas/istirahat : dapat menunjukan bukti kelelahan
2) Integritas ego :
a) dapat lebih serius dan terhanyut pada proses persalinan.
b) ketakutan tentang kemampuan pengendalian pernafasan dan
atau melakukan teknik relaksasi.
3) Nyeri/kenyamanan: kontraksi sedang tiap 3,5 -5 menit berakhir
30-40 menit.
4) Keamanan :
a) irama jantung janin terdeteksi agak dibawah pusat pada posisi
vertex.
b) Denyut jantung janin ( DJJ ) bervariasi dan perubahan
periodik umumnya tramati pada respons terhadap kontraksi,
palpasi abdominal, dan gerakan janin
5) Seksualitas :
a) dilatasi serviks dari kira-kira 4 sampai 8 cm ( 1,5 cm/jam
miltipara, 1,2 cm/jam nulipara ).
b) perdarahan dalam jumlah sedang.
c) janin turun ±1-2 cm dibawah tulang iskial .
c. Fase transisi
1) Sirkulasi : TD meningkat 5-10 mmHg diatas nilai normal kien,
nadi meningkat.
2) Integritas ego :
a) perilaku peka.
b) mungkin mengalami kesulitan mempertahankan control.
c) memerlukan pengingat tentang pernafasan.
d) mungkin amnestik, dapat menyatakan “ saya tidak tahan lagi “
.
3) Eliminasi : dorong untuk menghindari atau defekasi melalui fekal
(janin pada posisi posterior).
4) Makanan/ cairan : terjadi mual muntah.
5) Nyeri / ketidaknyamanan :
a) Kontraksi uterus kuat setiap 2-3 menit dan berakhir 45- 60
detik.
b) Ketidaknyamanan hebat pada area abdomen / sakral.
c) Dapat menjadi sangat gelisah.
d) Menggeliat-geliat karena nyeri / ketakutan.
e) Tremor kaki dapat terjadi
6) Keamanan :
a) DJJ terdengar tepat diatas simphisis pubis.
b) DJJ dapat menimbulkan deselerasi lambat (sirkulasi uterus
terganggu) atau deselerasi awal.
7) Seksualitas :
a) Dilatasi serviks dari 8-10 cm.
b) Penurunan janin + 2 - +4 cm.

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus
b. Ansietas berhubungan dengan ancaman perubahan status
kesehatan (proses persalinan)
c. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar
tentang kehamilan dan persalinan.
d. Resiko cedera janin berhubungan dengan hiperkapnea, hipoksia,
dan/ peningkatan afterload.

J. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa NOC NIC


. Keperawatan
1. Nyeri akut NOC :- Pain Level NIC : Pain Mangement
berhubungan -Pain Control 1. Berikan informasi pada
dengan kontraksi -Comfort Level klien tentang penyebab
uterus Setelah dilakukan nyeri
tindakan keperawatan 2. Kaji intensitas nyeri
selama 2x24 jam 3. Berikan tehnik
klien dapat relaksasi
menunjukkan tingkat 4. Kolaborasi dengan dokter
nyeri dengan tentang pemberian
indikator : analgetik
- Ekspresi nyeri lisan
atau pada wajah
tidak kesakitan
- Menunjukkan tehnik
relaksasi secara
individual yang
efektif
- Klien menunjukkan
respon penurunan
rasa nyeri
2. Ansietas NOC : - Anxiety NIC : Anxiety Reduction
berhubungan self control 1. Gunakan pendekatan
dengan proses - Anxiety level yang tenang dan
persalinan - Coping meyakinkan
Setelah diberikan 2. Kajitingkat kecemasan
3. Instruksikan
tindakan keperawatan kliententang
2x24 jam ansietas penggunaan tehnik
relaksasi
berkurang, klien 4. Beri dorongan kpd
dapat menunjukkan klien untuk
mengungkapkan
kontrol terhadap pikiran dan perasaan
ansietas dg indikator untuk
mengeksternalisasikan
:
ansietas
- Klien mampu
mengidentifikasi
tanda- tanda
ansietas

- Mempertahankan
penampilan peran

- Melaporkan tidak
ada gangguan
persepsi sensori
3. Kurang  NOC : Knowledge: NIC : Teaching
pengetahuan Deasses Proses
Deasses Proses
berhubungan 1. Beri dukungan
dengan kurang Setelah dilakukan professional infartu
terpapar informasi continue sesuai
askep 1x24 jam
dengan indikasi
pengetahuan klien 2. Berikan pendidikan
kesehatan tentang
bertambah dengan
Prosedur proses
criteria hasil: persalinan
3. Ciptakan lingkungan
- Ibu mampu
yang nyaman,
menjelaskan apa tentukan waktu yang
tepat sebelum
yang dimaksud
memberikan penkes
dengan kala 1 4. Kaji derajat/tingkat
pengetahuan ibu
- Ibu mengatakan
secara verbal bila ia
telah mengerti
tentang proses
persalinan

4. Resiko cedera NOC : Risk Control NIC : Manajemen


janin berhubungan Lingkungan
dengan Setelah dilakukan 1. Lakukan maneuver
hiperkapnea, askep 3x24 jam Leopold, djj, posisikan
hipoksia dan/ 2. Anjurkan ibu untuk
peningkatan diharapkan resiko miring ke kiri
afterload cedera janin dapat 3. Kolaborasi pemberian
anti hipertensi
teratasi dengan
criteria hasil:
- Djj normal, ttv
normal
- Tidak ada
perubahan periodic
yang tidak
menyenang kan
dalam respon
terhadap kontraksi
uterus

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana


Untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta. 1998
Universitas Padjadjaran. 1998. Obstetri Fisiologi Bandung.
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan Edisi Kedua. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 2002
Fitramaya, Perawatan Ibu Bersalin, Jakarta.
Helen Varney, Buku Kedokteran Ajar Asuhan Kebidanan, Jakarta, EGC