Anda di halaman 1dari 4

YAYASAN SASMITA JAYA

UNIVERSITAS PAMULANG
SK MENDIKNAS NO. 136/D/0/2001
JL. Surya Kencana No. 1 Pamulang Barat, Tangerang Selatan Banten
Telp. (021) 7412 566 Fax.(021)7412491

Nama Mahasiswa : Fajar Saepullah Mata


NamaKuliah
Mahasiswa: :Auditing 1
Nomor Induk Mahasiswa : 191011202369 Nama
NomorDosen : Sudarmadi,S.E.,
Induk Mahasiswa : CPSAK., M.Ak.
Semester : Tiga (3) 03SAKE006 Nilai
Semester :
Progam Studi : S1 AKUNTANSI Kelas
Progam Studi :

SOAL
1. Berikan penjelasan mengenai Tujuan audit dan Prosedur Audit yang akan anda lakukan atas asset tetap?
apabila Tim Audit Anda ditunjuk oleh Pihak Yayasan Sasmita Jaya untuk melakukan General Audit pada
Universitas Pamulang yang merupakan salah satu unit usaha dari Yayasan Sasmita Jaya, dan Anda ditunjuk
oleh Ketua Tim Audit untuk melakukan audit pada asset tetap.
2. PT.Lindamas adalah sebuah perusahaan retail yang berukuran industri menengah. Perusahaan ini mengunakan
pihak ketiga dalam pengudangan dan pengiriman barang. PT.Lidamas meminta sebuah Kantor Akuntan
Publik SSH untuk mengajukan proposal perencanaan audit untuk dilaksanakan setelah akhir tahun. Dalam
perjanjian PT.Lindamas meminta agar dapat memeriksa inventory dibagian pengudangan dan bagian
pengiriman barang. Jika perikatan yang diterima oleh KAP SSH dari klien merupakan perikatan audit tahun
pertama, auditor berkepentingan terhadap kewajaran jumlah awal barang yang signifikan di pusat dan pihak
ketiga. Dalam kasus tersebut, auditor ditugaskan untuk memeriksan Departemen Inventory dan Departeman
pengiriman :
a. Apa yang harus dipersiapkan oleh auditor dalam perencanaan audit persediaan ?
b. Bukti audit apa saja yang harus diperoleh auditor dalam pemeriksaan persediaan ?
c. Dalam melakukan audit, Jelaskan apakah seorang auditor terpengaruh dengan informasi saja dan haruskah
ditambah dengan data pelengkap?
d. Resiko apa saja yang terjadi apabila auditor tidak melakukan tahap-tahap audit dalam pemeriksaan
persediaan?
3. Untuk pemeriksaan persediaan barang dalam gudang, bagaimana auditor membuat kertas pemeriksaaan
apabila terjadi selisih antara nilai dalam laporan posisi keuangan dengan hasil stock opname?
4. Jelaskan perbedaan teknik Pemeriksaan PDE yaitu antara Simulasi Paralel dengan Metode Tracing?
5. Tujuan pemeriksaan kas dan setara kas, salah satunya untuk melakukan pemeriksaan menyakini kebenaran
saldo kas dan setara kas, jelaskan maksud tujuan pemeriksaan tersebut dan berikan contohnya?
Jawban
1. Tujuannya = Untuk memeriksa apakah ada aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan dan memeriksa apakah
penyajian aset tetap dalam laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
prosedur harus dilakukan kembali dengan tujuan untuk memberi pengamatan akhir atas
kesalahan yang mungkin dilakukan klien. Oleh karena itu, tim audit melakukan pengujian dan
pemeriksaan kembali akun aset tetap pada Yayasan Sasmita Jaya. Setelah melakukan pengujian dan
pemeriksaan, tidak ditemukan kesalahan dalam pencatatan transaksi penambahan ataupun penjualan
aset tetap perusahaan. Jadi berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, tim audit dapat memberikan
opini bahwa laporan keuangan Yayasan Sasmita Jaya terkait akun aset tetap telah disajikan dengan
wajar.
2.
A. Apa yang harus dipersiapkan oleh auditor dalam perencanaan audit persediaan ?
 Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat entitas
tersebut.
 Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
 Metode yang digunakan oleh ent itas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang
signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi
akuntansi pokok perusahaan.
 Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan.
 Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
 Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment).
 Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit, seperti
risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak
yang mempunyai hubungan istimewa.
 Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh, laporan auditor
tentang laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam,
laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian).
B. Bukti audit apa saja yang harus diperoleh auditor dalam pemeriksaan persediaan ?
 Bukti fisik
 Bukti matematis
 Bukti perbandingan
 Bukti dokumenter
 Catatan akutansi
 Bukti pengendalian internal
 Bukti surat
 Bukti lisan/wawancara
 Bukti konfirmasi
 Bukti analitik
 Bukti keterangan
C. Dalam melakukan audit, Jelaskan apakah seorang auditor terpengaruh dengan informasi saja
dan haruskah ditambah dengan data pelengkap?
Mencari informasi awal terkait bagian yang akan diaudit (auditee) Salah satu hal
penting yang harus dikuasai auditor adalah pengetahuan yang cukup tentang auditee.
Pengetahuan yang dimaksud di sini mencakup cara kerja, prosedural, hierarki jabatan, dan
catatan mutu atau laporan yang selama ini digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Tanpa
menguasai hal ini, maka tidak banyak yang bisa dilakukan auditor saat mengaudit.
sebaiknya di tambah dengan data pelengkap Seperti melakukan tinjauan
dokumen,membuat daftar pertanyaan audit,melakukan pemeriksaan menyeluruh.
D. Resiko apa saja yang terjadi apabila auditor tidak melakukan tahap-tahap audit dalam
pemeriksaan persediaan?
 Risiko bawaan : kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak
ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Risiko bawaan
selalu ada dan tidak pernah mencapai angka nol. Risiko bawaan tidak dapat diubah oleh
penerapan prosedur audit yang paling baik sekalipun.
 Risiko pengendalian : risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam
suatu asersi, tidak dapat dideteksi maupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh
berbagai kebijakan dan prosedur pengendalian intern entitas.
Risiko pengendalian tidak pernah mencapai angka nol karena pengendalian intern tidak
akan dapat menghasilkan keyakinan penuh bahwa semua salah saji material akan dapat
dideteksi maupun dicegah.
 Risiko deteksi : risiko ketika auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang
terdapat dalam suatu asersi. Risiko deteksi tergantung atas penetapan auditor terhadap
risiko audit, risiko bawaan, dan risiko pengendalian. Semakin besar risiko audit, semakin
besar pula risiko deteksi, sedangkan semakin besar risiko bawaan ataupun risiko
pengendalian, semakin kecil risiko deteksi.
3. Kegiatan stock opname dilakukan untuk mengetahui secara pasti dan benar tentang persediaan
barang yang ada pada catatan pembukuan dan barang yang ada di gudang, apakah jumlahnya
sama atau berbeda. Jika ditemukan barang lebih banyak daripada yang tertulis di daftar stok, maka
bisa dilakukan pengecekan ulang apakah kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat atau
kesalahan dalam melakukan pencatatan. Jika terjadi kekurangan, biasanya bisa dilakukan dengan
dua cara yaitu dengan membuat jurnal penyesuaian atas kekurangan barang atau bisa juga
perusahaan membebankan kepada petugas bagian stok barang melakukan penggantian atas
kekurangan barang.
4. Simulasi pararel : auditor akan meminjam (mencopy data atau contoh data, misalnya data satu
bulan) dan di proses pada komputer auditor,tetapi dibuat dengan sistem simulasi(sistem yang
dibuat sendiri oleh auditor dengan spesifikasi yang sama dengan aslinya/yang ada di audite.
 Dalam teknik pelaksanaan pemeriksaan dilakaukan terhadap data sesusungguh nya (data
audite yang di copy) dan di proses dengan software atau bahkan komputernya auditor.
 Laporan yang dihasilkan dari simulasi dibandingkan oleh auditor dengan laporan yang di
hasilkan oleh pemerosesan rutin perusahaan.
 Jika terjadi perbedaan , asusmsi perbedaan menunjukan bahwa softwareperusahaan tidak
memproses data sesuai dengan spesifikasi yang ada (program auditor yang salah) Software
yang dipake berupa.
 Copy dari software audite, tetapi proses copy harus diawasi oleh auditor.
 Software audit tertentu yang dibuat auditor.
 Generalized audit program.
 Prosestracing software dapat menjadi suatu cara untuk identifikasi program moduls fraud
yang tidak tertangkap dengan metode tes uji data .
 Tagging transactions ini juga di kenal dengan istilah “ snapshot approach” Dengan teknik
snapshot ini komputer komputer klien di program untuk dimonitor kegiatan transaksinya,
transaksi dapat di pilih bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh auditor atau secara acak
, pada saat transaksi terpilih diproses auditor dapat melihat bagaimana pemerosesan transaksi
tersebut ,auditor sebelumnya dapat me-review,analisis dan mengetes transaksi. Jadi metode
tracing & traging ini dilaksanakan dengan menambahkan kode atau elemen data tertentu pada
data yang ada , kemudian diamati, dianalisa dan ditentukan apakah mekanisme sistem
komputerisasi sudah berjalan baik.
5. Tujuan audit kas dan setara kas antara lain:
 Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas
serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
 Beberapa ciri internal control yang baik dapat dilihat dari adanya pemisahan tugas dan
tanggung jawab antara yang menerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan
pencatatan, adanya pemisahan tugas antara pegawai yang membuat rekonsiliasi bank dengan
yang mengerjakan buku bank, menyimpan asset-asset (uang kas, Blanko check dan giro)
ditempat yang yang aman, penerimaan kas, check dan giro disetor ke bank dalam jumlah
seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya, dan bukti-bukti pendukung dari
pengeluaran kas yang sudah dibayar harus distempel lunas, untuk menghindari kemungkinan
untuk di proses pembayarannya dua kali (double payment).
 Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di laporan posisi keuangan
(neraca) per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) betul betul ada dan dimiliki oleh
perusahaan (existence). Oleh karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim
konfirmasi bank;
 Untuk memeriksa apakah semua transaski betul-betul terjadi dan tidak ada transaksi fiktif
(occurance);
 Untuk memeriksa apakah transaksi sudah dicatat secara akurat dan pada waktu yang tepat
dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas sehingga tidak ada transaksi yang
dihilangkan (completeness), tidak ada kesalahan perhitungan matematis, tidak salah posting
dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas , klasifikasi (accuracy, posting, and
summarization, and classification.), dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan (timing);
 Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas. Jika
perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi
berikut bunganya (sinking fund) maka dan tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari
kas di asset lancer. Begitupun jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan
tersangkut suatu masalah hukum;
 Untuk memeriksa sendainya ada saldo kas/setara kas dalam valuta asing. Apakah saldo
tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank
Indonesia (BI) pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan apakah selisih kurs yang
terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi (komprehensif) tahun berjalan.
 Perusahaan biasanya tidak hanya memiliki harta dalam bentuk Rupiah saja, ada kalanya suatu
perusahaan memiliki harta dalam bentuk valuta asing. Pemeriksaan ini sendiri bertujuan
untuk mengetahui apakah ada saldo perusahaan dalam bentuk valuta asing.
 Untuk memeriksa apakah penyajiannya di laporan posisi keuangan (neraca) sudah sesuai
dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia berdasarkan SAK/ETAP/IFRS
Contoh Kas dan Setara Kas :
1. Kas ditangan
2. Saldo bank
3. Investasi jangka pendek.