Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN

DASAR-DASAR PENGETAHUAN

OLEH
KELOMPOK 2 (DUA) :
Gia Aprina Putri (18176020)
Salmah (18176021)
Yeni Agustin (18176022)

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Hardeli, M.Si
Dr. Indang Dewata, M.Si

PRODI MAGISTER (S2) PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................................1
DASAR-DASAR PENGETAHUAN............................................................................2
A. Hakikat Penelitian...............................................................................................2
B. Persyaratan untuk Menjadi Seorang Peneliti......................................................3
C. Sifat Penelitian Ilmiah........................................................................................4
D. Sumber Bacaan...................................................................................................7
KEPUSTAKAAN..........................................................................................................9

1
DASAR-DASAR PENGETAHUAN

A. Hakikat Penelitian
Secara etimologi penelitian berasal dari bahasa inggris “research” (re
berarti kembali, dan search berarti mencari ). Sehingga dapat diartikan bahwa
penelitian itu adalah mencari kembali. Dikatakan mencari kembali karena
sebelumnya sudah ada yang meneliti. Dalam bahasa Indonesia, padanan kata
riset sering digunakan istilah penelitian (Ma’unah, 2013). Penelitian
didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan
menguji kebenaran suatu pengetahuan dan usaha-usaha itu dilakukan dengan
metode ilmiah (Hadi dalam Ma’unah, 2013).
Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan
dan menganalisis sampai menyusun laporannya (Narbuko dan Achmadi, 2001:
1). Sedangakan menurut Sulistyo dan Basuki (dalam Ma’unah, 2013)
menyatakan, penelitian adalah penyidikan khusus berencana, dan berstruktur
terhadap pengetahuan. Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan
dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai
tujuan tertentu Sukmadinata (dalam Ma’unah, 2013).
Menurut beberapa ahli (dalam Narbuko dan Achmadi, 2001) mengenai
istilah penelitian, mengemukakan pendapatnya seperti:
1. David H. Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis
masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran
kata-kata.
2. J. Suprapto MA
Penelitian ialah penyelidikan dari suatu bidang pengetahuan yang
dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar,
hati-hati serta sistematis.
3. Sutrisno Hadi MA
Sesuai dengan tujuannya penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengutahuan.
4. Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui
penyelidikan atau melalui usaha mencari bukti-bukti yan muncul
sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali
sehingga diperoleh pemecahannya.
Penelitian hakikatnya merupakan kegiatan ilmiah untuk memperoleh
pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh
berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori yang memungkinkan
manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang dihadapi
(Sangadji dan Sopiah, 2010: 1). Sekaran, 2002 (dalam Sangadji dan Sopiah,
2010) menyebutkan bahwa penelitian merupakan suatu usaha sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Hakikat penelitian: melakukan pengamatan terhadap fakta (fenomena),
melakukan identifikasi masalah, serta berusaha mengumpulkan data baik
melalui kajian teoritis dengan mengkaji literatur maupun melalui kajian
empiris dengan melakukan pengamatan di lapangan untuk menjawab
permasalahan tersebut (Sangadji dan Sopiah, 2010: 3). Berdasarkan uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat penelitian adalah kegiatan ilmiah
yang dilakukan untuk mencari kebenaran dari suatu permasalahan dengan cara
yang sistematis dan logis yang dapat dilakukan melalui kajian empiris serta
pengamatan dilapangan secara langsung menggunakan metode-metode ilmiah
yang baik dan benar.
B. Persyaratan Menjadi Seorang Peneliti
Ada sebelas syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk menjadi
peneliti yang baik, yaitu :
1. Intelegence, yaitu faktor kecerdasan yang merupakan faktor esensial yang
dimiliki oleh setiap manusia yang berakal

3
2. Interest, yaitu rasa ingin tahu yang spesifik dan mendalam pada sesuatu
masalah
3. Imagination, adalah keberanian mencoba sesuatu hal yang sifatnya orisinal
dan inovatif dalam memecahkan suatu problem penelitian
4. Initiative, artinya tidak menunggu atau menunda – nunda dalam memulai
sesuatu, terutama hal hal yang sudah direncanakan semula
5. Information, mengumpulkan informasi dari sumber pertama atau primer
dan yang terbaru atau actual dan terpercaya
6. Industrious, artinya bekerja keras dan disiplin yang tinggi, tidak kenal lelah
dan pantang menyerah
7. Intense observation, yaitu melakukan pengamatan dan pencatatan secara
intensif, sistematis, dan kritis-logis
8. Integrity, artinya memiliki keimanan dan kejujuran yang mutlak dalam
melakukan kegiatan penelitian
9. Infectious enthusiasm, artinya penelitian memiliki antusiasme dan respon
yang tinggi untuk menarik peneliti atau pengguna ( sponsor dan
stakeholder ) yang lain terhadap hasil penelitian yang ditekuni
10. Indefatigable writer, maksudnya seorang peneliti merupakan penulis yang
tidak gampang putus asa, karena hasil penelitian baru merupakan
sumbangan bagi ilmu pengetahuan apabila sudah dipublikasikan dan
disebarluaskan pada khalayak yang lebih luas
11. Incentive, maksudnya insentif yang berhubungan denga rangsangan dan
timbale balik atau balas jasa dari suatu kegiatan
C. Sikap Ilmiah Seorang Peneliti
Unsur-unsur sikap ilmiah (sciencetific attitude) yang harus dimiliki dan
menjadi ciri bagi peneliti. Secara pokok ada lima hal yang mencirikan sikap
tersebut (meskipun ada pula yang menambahkan budi pekerti lainnya). Kelima
hal tersebut adalah:
a. Sikap Ingin Tahu
Sikap bertanya atau penasaran (bukan sok tahu) terhadap sesuatu, karena
mungkin ada hal-hal atau bagian-bagian atau unsur-unsur yang gelap, yang
tidak wajar, atau ada kesenjangan. Hal ini bersambung dengan sikap-sikap
skeptis, kritis tetapi obyektif dan free or not from etique?
b. Skeptis
Bersikap ragu-ragu terhadap pernyataan-pernyataan yang belum cukup kuat
dasar-dasar pembuktiannya.
c. Kritis
Cakap menunjukkan batas-batas suatu soal, mampu membuat perumusan
masalah, mampu menunjukkan perbedaan dan persamaan sesuatu hal
dibanding dengan yang lainnya (komparatif), cakap menempatkan suatu
pengertian pada kedudukannya yang tepat.
d. Obyektif
Mementingkan peninjauan tetang obyeknya; pengaruh subyek perlu
dikesampingkan meskipun tidak sepenuhnya. Dengan kata lain, memang
tidak mungkin mencapai obyektivitas yang mutlak.
e. “Free from etique?”
Memang benar bahwa ilmu itu nomologis, artinya mempunyai tugas menilai
apa yang benar dan apa yang salah, namun apakah tidak sebaiknya
memperhatikan etika? Artinya memperhatikan pula apa yang baik dan apa
yang buruk bagi kemanusiaan (kehidupan): “science is not only for science
but also for people”. Mungkin masih ingat pula pandangan Einstein terhadap
ilmu yang harus normatif: “ science without religion is blind, religion
without science is lame”.
Demikianlah “panca sikap ilmiah” pokok dalam rangka mencari ilmu
positif. Selain itu banyak pula ilmuwan yang menambahkan lagi seperangkat
budi pekerti yang melengkapi sikap ilmiah itu, seperti:
1. Tabah hati, Sabar dan tawakkal dalam segala kesukaran.
2. Keras hati, Berminat atau berhasrat dan bersemangat.
3. Rendah hati, Seperti ilmu padi, kian merunduk kian berisi

5
4. Jujur, Tidak melakukan apa yang salah atau buruk, melainkan mengamalkan
apa yang benar dan apa yang baik.
5. Toleran, Menenggang atau menghargai pendapat atau pandangan atau pikiran
orang lain meski bertentangan dengan pendiriannya, kemudian berupaya
untuk mecapai mufakat atau kesamaan pandang.
Mungkin perlu ditambah lagi dengan rajin dan tekun, riang dan gembira,
suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan; dan atau sehat rohani dan jasmani,
dan sebagainya? Semuanya itu biasanya mudah diucapkan tetapi kurang
dirasakan dan sulit dilaksanakan. Filsafat ilmu, metodologi penelitian maupun
metode dan teknik penelitian dipelajari bukan hanya sekedar sebagai ilmu,
melainkan sebagai alat untuk melakukan penelitian ilmiah. Sebagaimana
lazimnya suatu alat, tidak akan bermanfaat jika tidak dipergunakan, bahkan alat
tersebut tidak akan berkembang sesuai dengan perkembangan obyeknya
(Soetriono dan SRDm Rita Hanafie, 2007).
D. Sifat-Sifat Penelitian Ilmiah
Ada 6 Sifat Penelitian Ilmiah, yaitu:
1. Penelitian dilakukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang
diterima kebenarannya
Dalam hal ini jika menjadi seorang peneliti tentunya memberikan dan
menggambarkan sebuah tulisan berdasarkan pengelaman dilapangan hal ini
akan singkron dan sesuai dengan kebenarannya, maka dari itu jika rekan
semua menjadi seorang peneliti gambarkanlah sesuai dengan pengalaman
2. Penelitian diolah secara sitematik baik secara kualitatif maupun kuantitatif
Jika sudah mengetahui dengan jelas tentu hal yang kedua yaitu mengolah
data tersebut secara sistematik artinya berurutan. sehingga hasilnya kan
sesuai dan bertahap. dalam penelitian ini tentu berurutan secara kulitatif
maupun kuantitatif.
3. Hasil laporan dilaporkan secara logis dalam bentuk tulisan karya ilmiah
Jika sudah diloah menjadi sebuah karya ilmiah tentunya hal tersbut akan
dilaporkan secara masuk akal atau logis tentang kebenaran penelitian
tersebut. sehingga reel dan nyata penelitain tersebut memang hasil
penelitian murni.
4. Data yang dikumpulkan haruslah sesuai dengan data penelitian
Jika dalam sebuah penelitian data yang didapatkan tentu harus sesuai
dengan data diteliti contoh jika penelitian dikelas tentang motivasi tentu
data yang dikumpulkan mengenai prestasi siswa. atau motivasi yang
diberikan  keseharian siswa dikelas.
5. Penelitian tentunya menggunakan cara kerja dan prosedur yang sistematis
Seperti yang telah diuraikan bahwa penelitian tentunya harus mempunyai
kinarja yang sesuai dan sistematis sehingga karya ilmiah yang disusun
bertahap dan berurutan tidak acak adul kesana kamari.
6. Hasil laporan digunakan secara rasional dan logis
Jika sudah sesuai data yang diambil tentunya laporan yang diberikan
haruslah bersifat rasional dan masuk akal seperti yang telah diuraikan
diatas.

E. Sumber Bacaan
Sumber bacaan terdiri dari 2 jenis
1. Bacaan umum: untuk menemukan teori atau konsep yang sifatnya umum
(Textbook, Ensiklopedi, dll)
2. Bacaan khusus: untuk menemukan ha-hal bersifat khusus (Jurnal, Buletin,
Skripsi, Tesis, Disertasi)

7
KEPUSTAKAAN

Ma’unah, Siti. 2013. Hakikat Metode Penelitian. (Online),


(http://www.scrib.com/mobile/doc/197590625/HAKIKAT-METODE-
PENELITIAN-SITI-MA-UNAH-110210302011), diakses pada hari jum’at
tanggal 27 September 2019.
Narbuko, Cholid, & Achmadi, Abu. 2001. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi
Akasara.
Sangadji, Etta Mamang, & Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis
dalam Penelitian. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Soetriono dan SRDm Rita Hanafie. 2007. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian.

Yogyakarta: Andi.

http://operatornesia.blogspot.com/2016/07/6-sifat-dan-syarat-penelitian-ilmiah.htm