Anda di halaman 1dari 3

Tugas UAS Kewirausahaan

Nama: Andre Bernadus Hasiolan Panjaitan

Nim : 190901041

Mata Kuliah: Kewirausahaan

Dosen: Drs. T.Ilham Saladin, M.SP

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Universitas Sumatera Utara Sumatera
Medan
2020

1
Soal

1).Sektor Wirausaha adalah salah satu sektor yang paling terdampak akibat Pandemi Covid
19 pada saat ini... Saya Minta kalian melakukan *Analisis* dengan menggunakan referensi
dari buku buku Kewirausahaan serta bandingkan dengan data dan fakta yang terjadi pada
sa'at ini (ketika ada Covid 19).
2). Dalam Situasi yang unpredictable ini, ketika kondisi Sosial Ekonomi kita berubah dan
menunjukkan grafik yang menurun, salalu saja ada peluang usaha yang justru bisa
mendatangkan keuntungan apabila kita jeli dalam melihat keadaan ini. Coba masing² dari
kalian menguraikan ide "ekonomi kreatif " berdasarkan referensi yang ada dan prediksi
bahwa ide tersebut dapat meraih keberhasilan di situasi Saat ini.

Jawaban
1. Wabah virus corona baru atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) makin terasa
dalam perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor
keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Berdasarkan kajian Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Covid-19 menimbulkan
ancaman kehilangan pendapatan rumah tangga, tidak dapat bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidup minimalnya.
Terlebih bagi masyarakat miskin dan rentan serta sektor informal. Dus penurunan
daya bali masyarakat makin tinggi.
Untuk korporasi, pelemahan perekonomian akibat virus corona membuat aktifitas
sektor manufaktur, perdagangan, transportasi, dan akomodasi seperti restoran dan
perhotelan merupakan yang paling rentan. Sehingga, terjadi gangguan aktifitas bisnis
yang akan menurunkan kinerja, pemutusan hubungan kerja, dan bahkan mengalami
ancaman kebangkrutan
Di sisi lain, memburuknya aktifitas ekonomi dan dunia usaha akan merembet ke
sektor keuangan. Perbankan dan perusahaan pembiayaan berpotensi mengalami
persoalan likuiditas dan insolvency.
Kemenkeu mengkaji dampak Covid-19 membuat UMKM tidak dapat melakukan
usahanya sehingga terganggu kemampuan memenuhi kebutuhan kredit.
Jumlah UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 62,9 juta unit yang meliputi
perdagangan, pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, pertambangan,
pengolahan, bangunan, komunikasi, hotel, restoran dan jasa-jasa.
Namun, sektor ini tetap tak bisa menahan krisis yang disebabkan Covid-19.
Banyak UMKM kita yang memang tidak pernah mendapatkan akses pembiayaan dari
sektor finansial semenjak terjadinya pandemi Covid 19 ini, efek krisis ekonomi dan
keuangan sebelumnya lebih terlokalisir di sektor-sektor tertentu. Kali ini, UMKM
justru menjadi sektor yang paling rentan terhadap krisis ekonomi karena Covid-19.
solusi untuk UMKM nantinya dapat berupa permodalan hingga pemasaran.

1
"Misalnya model pemasaran nanti akan dibantu oleh aplikasi. penggunaan teknologi
bisa jadi salah satu pemecahan dalam kondisi yang sekarang ini. Termasuk
pemerintah kan presiden minta semua terukur, semua sistematis, semuanya masuk
akal. Jangan sampai seperti kejadian yang melakukan efek kejut begitu, masyarakat
dijadikan coba-coba, Pandemi virus corona telah memukul perekonomian secara
global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan terparah
selama satu dekade terakhir atau mencapai 5%, Kamis pekan lalu. Sementara rupiah
terus melemah terhadap dolar AS atau tembus Rp15.200 per Rabu (18/03).

2. Di tengah pandemi Covid 19 yang saat ini terjadi di Indonesia,pemerintah sangat


menyarankan untuk berkegiatan di rumah baik itu bekerja maupun belajar, untuk itu
saya mempunyai ide ekonomi kreatif yaitu berjualan voucher game online seperti
Mobile Legend, PUBG, Free Fire dan sebagainya bisa juga berjualan voucher pulsa
maupun listrik yang mana transaksinya itu dilakukan secara online,tentu saja media
yang digunakan untuk pemasaran yaitu bisa melalui whatsapp, instagram maupun
facebook, masalah keuntungan saya rasa usaha dalam berjualan voucher secara online
ini sejak dulu sudah sangat menguntungkan apalagi saya pernah menekuni bisnis ini
selama hampir setahun waktu saya sekolah dulu, apabila diterapkan pada saat ini tentu
saja banyak orang yang akan tertarik untuk membeli apalagi cara pembayarannya
yang sudah dipermudah dengan cukup transaksi melalui ATM,Gopay,Ovo dan
sebagainya, namun tidak berhenti sampai disitu risiko yang dihadapi pun cukup besar
yaitu terjadi penipuan yang dilakukan oleh pembeli, untuk itu kita sebagai penjual pun
harus berhati-hati bilamana melakukan transaksi dengan pembeli.