Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MATA KULIAH PENDIDIKAN BIOLOGI


4 KOMPONEN PENDIDIKAN BIOLOGI

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
NADIA ALIMA FADHILLA 18304241032
MUFTI NURKHASANAH 18304241038
AMRI SHABIRIN 18304241043
ERNI WIDIASTUTI 18304249005
PENDIDIKAN BIOLOGI C 2018

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan agar dapat memajukan ksempurnaan
hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Pendidikan Biologi pada dasarnya merupakan proses pembelajaran mengenai lingkungan alam
untuk peserta didik. Lingkungan adalah sesuatu yang umum keberadaannya dalam kehidupan manusia.
Manusia pasti hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan alam merupakan sumber
utama dalam proses pembelajaran biologi. Tanpa adanya lingkungan alam, seorang peserta didik tidak
dapat memahami ilmu biologi secara optimal.
Dalam proses pendidikan sangat diperlukan komponen-komponen pendidikan. Komponen itu
sendiri berarti bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu
proses untuk mencapai sebuah tujuan. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari sistem proses
pendidikan, yang menentukan berhasil dan tidaknya atau ada dan tidaknya proses pendidikan.
Pendidikan Biologi juga memiliki beberapa komponen utama yang berfungsi untuk menyokong
keberlangsungan dari pendidikan itu sendiri. Jika komponen itu tidak utuh maka pendidikan biologi
tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak akan berjalan secara lancar.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja komponen – komponen pendidikan biologi?
2. Apa yang dimaksud dengan siswa sebagai subjek belajar dalam komponen pendidikan biologi?
3. Apa yang dimaksud dengan objek biologi dalam komponen pendidikan biologi?
4. Apa yang dimaksud dengan teknologi pembelajaran biologi dalam komponen pendidikan
biologi?
5. Apa yang dimaksud dengan guru biologi dalam komponen pendidikan biologi

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui 4 komponen pendidikan biologi
2. Untuk mengetahui makna dari siswa sebagai subjek
3. Untuk mengetahui makna dari objek biologi
4. Untuk mengetahui makna dari tekonologi pembelajaran biologi
5. Untuk mengetahui makna dari guru biologi
BAB II
ISI
A. PENDIDIKAN BIOLOGI
Pendidikan biologi merupakan bagian dari pendidikan sains dan sebagai salah satu mata pelajaran di
sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang ada. Pendidikan biogi
memiliki arti bahwa kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi para siswa tentang biologi.
Sebagai disiplin ilmu, Pendidikan Biologi harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu memiliki (1)
objek, (2) persoalan (tema persoalan), (3) metode pengembangan keilmuan, (4) produk-produk
keilmuan, dan (5) karir di masyarakat yang khas dan berbeda dengan ilmu lainnya. Kelima hal ini
merupakan hal yang penting dan hal yang membuat pendidikan biologi dapat berdiri sebagai sebuah
ilmu.
Pendidikan biologi sendiri memiliki 4 komponen yang sangat penting dan harus ada dalam
pelaksanaan pembelajaran, yaitu siswa sebagai subjek belajar, objek biologi, teknologi pembelajaran
biologi, dan guru biologi. Keempat komponen inilah yang mendukung keberhasilan pembelajaran yang
dilakukan oleh guru biologi. Apabila salah satu komponen ini tidak ada atau tidak dipenuhi secara
maksimal, maka kegiatan pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar dan waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan pendidikan menjadi lebih lama.

B. SISWA SEBAGAI SUBJEK BELAJAR


Siswa sebagai subjek belajar memiliki arti bahwa siswa memiliki kedudukan sebagai subjek belajar
dalam pembelajaran. Siswalah yang belajar biologi dan guru sebagai fasilitator yang bertugas
memfasilitasi siswa agar dapat belajar biologi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik. Dengan
demikian, kunci keberhasilan belajar biologi terletak pada siswa, yaitu pada kemauan, ketekunan, dan
keseriusan siswa belajar biologi. Apabila siswa tersebut tidak mau atau tidak dapat belajar biologi
dengan segenap kemauan, ketekunan, dan keseriusannya, guru harus menjadi lebih aktif dan dominan
dalam kegiatan belajar mengajar. Maka, pembelajaran biologi telah menempatkan siswa sebagai objek
belajar dan guru sebagai subjek. Pembelajaran pun dapat bergeser dari student-centered (berpusat pada
siswa) menjadi teacher-centered (berpusat pada guru). Hal ini sebenarnya wajar dan sering terjadi,
tentunya sebagai bentuk tanggung jawab guru dalam melaksanakan pembelajaran. Namun demikian,
hasil belajar biologi tidak akan seoptimal jika siswa yang menjadi subjek belajar.
Inti dari komponen ini adalah bahwa guru harus menjadikan siswa sebagai fokus dari kegiatan
belajar mengajar tersebut. Siswa sebagai subjek belajar juga berarti bahwa siswa merupakan subjek
yang terus diamati perkembangannya saat mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat
menilai cukup atau kurangnya dalam menerima suatu pembelajaran dengan menfokuskan siswanya
sebagai subjek.

C. OBJEK BIOLOGI
Objek dalam pendidikan biologi merupakan seluruh hal yang dipelajari dalam pendidikan biologi.
Objek biologi adalah makhluk hidup dan kehidupannya yang dipelajari siswa dalam pembelajaran
biologi. Hal ini berarti bahwa objek biologi merupakan seluruh hal yang berkaitan dengan biologi dan
objek ini menjadi materi yang dipelajari dalam kegiatan pembelajaran biologi.
Para ahli biologi dan para ahli pendidikan biologi telah melakukan strukturisasi ilmu biologi agar
mudah untuk dipelajari. Biological Science Curriculum Study (BSCS) telah membuat struktur ilmu
biologi, menciptakan berbagai buku biologi yang digunakan untuk menunjang pembelajaran biologi.
BSCS telah dibuat sedemikian rupa sehingga seluruh materi biologi dapat dipelajari dengan cara yang
lebih terstruktur dengan bantuan BSCS ini. Maka tak heran lagi mengapa BSCS digunakan hampir di
seluruh dunia sebagai petunjuk untuk mempelajari biologi.
Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa Kingdom
(kerajaan), yaitu Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau
mirip tumbuhan). Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, objek biologi semula hanya dibagi
menjadi 3 kingdom berkembang menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan
Monera. Bahkan saat ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 kingdom, yaitu Animalia, Plantae,
Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.
1. Animalia adalah organisme yang bersifat heterotrof dan eukariot, multiselular
2. Plantae adalah organisme yang bersifat autotrof, eukariot, multiselular
3. Fungi adalah organisme eukariotik, osmotrofik, bersel satu atau banyak
4. Protista adalah organisme eukariotik uniselular atau multiselular yang tidak memiliki jaringan
yang tidak terdeferensiasi
5. Archaebacteria adalah organisme prokariotik uniselular yang biasanya hidup di lingkungan
ekstrim
6. Eubacteria adalah organisme prokariotik bersel satu uniselular. (Campbell, 2010)
Tingkatan-tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan yang mulai dari yang paling kecil hingga
dengan yang paling besar yakni molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi,
komunitas, ekosistem, bioma dan biosfer.
1. Molekul
Molekul adalah struktur kimia yang terdiri dua atau lebih unit kimia kecil sehingga disebut atom.
Dalam setiap tubuh makhluk hidup, selalu mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen
(O). Sekumpulan atom-atom akan membentuk molekul-molekul yang disebut molekul organik. Ada
emapt golongan molekul organik, yaitu lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Interaksi
antarmolekul-molekul tersebut akan membentuk organel yang memiliki fungsi tertentu.
2. Sel
Sel kata berasal dari bahasa Latin, yaitu cella. Berarti ruangan kecil, yang ditemukan oleh Robert
Hooke, pengamatan terhadap sayatan gabus (terdapat ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus
tsb). Sel adalah satuan fungsi dan struktur terkecil dari suatu makhluk hidup. Tubuh hewan,
tumbuhan, manusia tersusun atas sel. Secara fungsional, sel berfungsi untuk menjalankan fungsi
kehidupan (menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya berfungsi). kemudian
membentuk organisme. Sel berkembang biak dengan cara membelah diri (secara mitosis). Selain itu
sel juga mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup maka sifat
makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.
3. Jaringan
Sekelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan (Suhara
dan Suhada, 2005 : 136). Beberapa jaringan dasar penyusun tubuh hewan, antara lain jaringan,
jaringan, seperti epitelium, otot, ikat, tulang dan saraf. Sementara itu, jaringan pada tumbuhan,
antara lain, epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, endodermis, xilem dan floem. Jaringan
epidermis tersusun atas sel-sel pipih dan susunannya rapat sehingga jaringan epidermis memiliki
fungsi sebagai pelindung
4. Organ dan sistem organ
Sekelompok organ akan saling berhubungan untuk menjalankan fungsi yang lebih luas lagi
membentuk suatu tugas tertentu disebut sistem organ. Sebagai contoh organ mulut, tenggorokan,
kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar dan anus membentuk sistem pencernaan. Pada
hewan terdapat beberapa sistem organ diantaranya sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem
peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.
5. Organisme
Dalam biologi dan ekologi, organisme (dalam bahasa Yunani organom yang berarti alat) adalah
kumpulan molekul-molekul yang saling mempengaruhi sedemikian rupa sehingga berfungsi secara
stabil dan memiliki sifat hidup. Istilah organisasi kompleks mengacu pada organisme yang memiliki
lebih dari satu sel. Makhluk hidup individual disebut organisme, setiap pohon karet dan tumbuhan
lain di hutan merupakan suatu organisme, demikian pula dengan hewan hutan, seperti bajing, kijang,
dan serangga. Tanah di hutan dipenuhi mikroorganisme, misalnya bakteri (Campbell, 2010 : 4).
6. Populasi
Individu-individu sejenis jika berkumpul di suatu tempat tertentu pada waktu yang sama akan
membentuk organisasi kehidupan yang disebut populasi. Individu-individu dalam satu populasi
tersebut dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Contoh semut,
populasi lebah, dan populasi burung (Campbell, 2010 : 4).
7. Komunitas
Seluruh organisme yang menghuni suatu ekosistem tertentu disebut komunitas biologis.
Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang tinggal bersama pada suatu wilayah tertentu
(Depdiknas, 2009:19). Komunitas dalam ekosistem hutan ini mencakup banyak jenis pohon dan
tumbuhan lain, beraneka ragam hewan, berbagai macam cendawan dan fungi lainnya, serta
beranekaragam mikroorganisme, yaitu bentuk kehidupan yang terlalu kecil untuk bisa dilihat di
mikroskop, misalnya bakteri. Masing-masing bentuk kehidupan ini disebut spesies (Campbell,
2010 : 4).

D. TEKNOLOGI PEMBELAJARAN BIOLOGI


Teknologi pembelajaran biologi merupakan suatu rekayasa yang diperlukan agar siswa dapat belajar
biologi lebih mudah, lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih baik. Hal ini bertujuan agar penggunaan waktu
pada saat pembelajaran biologi menjadi lebih efektif dan tidak banyak waktu yang terbuang hanya
untuk mengulangi pembelajaran yang sama. Teknologi pendidikan biologi meliputi kurikulum, model,
pendekatan dan metode pembelajaran, media pembelajaran, dan program/perangkat teknologi.
Teknologi pembelajaran biologi tidak hanya tentang metodenya saja, pendidikan biologi juga
memerlukan sarana atau prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, lab komputer dan internet, dan
pusat belajar biologi, laboratorium alam, dan peralatan pembelajaran lainnya. Dengan demikian,
teknologi pembelajaran biologi juga berkaitan dengan fasilitas penunjang pembelajaran agar
memudahkan para siswa untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini juga dapat meningkatkan pemahaman
para siswa tentang materi yang mereka pelajari.

E. GURU BIOLOGI
Guru memiliki tiga peran utama di dalam pendidikan biologi, yaitu 1) terkait dengan siswa, 2)
terkait dengan objek, dan 3) terkait dengan teknologi. Peran guru yang terkait dengan adalah untuk
mengorganisasi siswa (mengorganisasi kelas), mendidik dengan memberi keteladanan,
mendemostrasikan proses-proses yang cukup sulit agar siswa lebih paham, memberi motivasi belajar,
membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, dan membantu siswa mengetahui kemajuan
belajarnya. Sedangkan peran guru yang terkait dengan objek yang dipelajari, guru berperan untuk
membuat strukturisasi bahan ajar sehingga mudah dipelajari, menyiapkan objek yang akan dipelajari,
menyusun lembar kerja siswa untuk membantu siswa bekerja sesuai prosedur yang benar dan terarah,
dan menyiapkan peralatan yang akan digunakan siswa untuk melakukan percobaan dan pengamatan.
Peran guru yang erkait dengan teknologi adalah untuk memilih kegiatan belajar yang tepat, memilih
metode pembelajaran yang tepat, menyiapkan media pembelajaran yang sesuai, dan menyiapkan
instrument penilaian. Hal – hal ini merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan oleh setiap guru
agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, para siswa juga
dapat memahami materi yang diberikan oleh guru lebih cepat apabila guru tersebut memenuhi 3 peran
utamanya ini.
UU Sisdiknas tahun 2003 menyebutkan bahwa guru memiliki empat peran yaitu 1) sebagai
pendidik, pengajar, pelatih dan pembimbing, 2) sebagai pengelola program sekolah, dan 3) sebagai
tenaga professional. Keempat peran ini merupakan peran dari guru yang tidak bisa ditinggalkan begitu
saja dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Seluruh guru memiliki keempat peran ini
untukk dapat mewujudkan sinergi kerja sama yang bagus antar siswa dengan guru maupun antar guru
dengan warga sekolah lainnya. Dengan demikian, guru yang memenuhi peran – peran ini dapat lebih
mudah untuk menjalankan kegiatan pembelajaran karena seluruh bagian peran yang dilaksanakan akan
mendukung proses pembelajaran di kelas.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pendidikan Biologi memiliki 4 komponen yang harus ada pada setiap pembelajaran, yaitu siswa
sebagai subjek belajar, hal ini berarti membuat siswa sebagai pusat dari pembelajaran di mana
siswalah yang diamati perkembangan pembelajarannya. Komponen yang kedua adalah objek biologi.
Objek biologi merupakan seluruh hal yang dipelajari dalam pembelajari biologi. Objek biologi adalah
materi – materi biologi yang diajarkan oleh guru biologi kepada muridnya. Komponen yang
selanjutnya adalah teknologi pembelajaran biologi. Teknologi ini mencakup alat – alat pendidikan
dan metode yang digunakan dalam pembelajaran serta sarana dan prasarana yang digunakan untuk
menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran tersebut. Komponen terakhir ialah guru biologi.
Tanpa adanya guru biologi yang mengajar para siswa, maka tujuan dari pembelajaran biologi tidak
akan tercapai dan para siswa tidak akan mengalami kemajuan belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil. A and Reece, Jane. B. (2010). Biologi Edisi Kedelapan jilid 3 (Terjemahan Oleh
Damaring Tyas Wulandari). Jakarta : Erlangga.
http://besmart.uny.ac.id/v2/course/view.php?id=1615 diakes pada 31 Desember 2019 pukul 16.00
WIB.
http://izzazhoetd.blogspot.com/2011/12/komponen-komponen-pendidikan.html diakses pada 25
Desember 2019 pukul 20.00 WIB.
Suhada, B., dan Suhara. 2005. Biologi untuk SMP Kelas VII. Bogor : Duta Grafika.