Anda di halaman 1dari 17

REKAYASA IDE

MK. TIK DALAM PENDIDIKAN


PRODI S1 PTIK-FT

SKOR NILAI :

PENERAPAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI INTERAKTIF


PADA PROSES PEMBELAJARAN

Disusun Oleh :

Nama : M. Ebit Taufiq 5192451006


Jafar Sidik 5192451007
Siti Hapsah 5191151006
Riki Wahyudi Saputra 5192451001

Dosen Pengampu : Tansa Trisna Astono Putri, S.Kom., M.T.I


Mata Kuliah : TIK Dalam Pendidikan

PROGRAM PENDIDIKAN TEHNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, telah memberikan rahmat dan karunia-
Nya serta kesehatan kepada penulis, sehingga mampu menyelesaikan Tugas Rekayasa Ide.
Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu mata kuliah TIK Dalam Pendidikan.

Tugas Rekayasa Ide ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan kita semua khususnya dalam hal pengembangan proses Pembelajaran dalam
memanfaatkan Teknologi di bidang Pendidikan. Penulis menyadari bahwa tugas Rekayasa
Ide ini masih jauh dari kesempurnaan, apabila dalam tugas ini terdapat banyak kekurangan
dan kesalahan kami mohon maaf. Karena itu kami sangat menantikan saran dan kritik dari
pembaca yang sifatnya membangun guna menyempurnakan tugas ini. Penulis berharap
semoga tugas Rekayasa Ide ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi penulis khususnya.
Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

Medan, 11 Oktober 2020

Penulis
Kelompok 4

i |T I K D a l a m P e n d i d i k a n
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................i


DAFTAR ISI .............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Tujuan........................................................................................................2
C. Rumusan Masalah......................................................................................2
D. Manfaat......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................3
A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)........................3
B. Jenis-jenis Teknologi..............................................................................4
C. Teknologi Multimedia............................................................................5
D. Pengertian Animasi Dalam Proses Penerapan Pembelajaran.................7
E. Fungsi TIK dalam Pembelajaran............................................................9
F. Pengaruh Teknologi Animasi dalan Proses Pembelajaran ....................11
BAB III PENUTUP....................................................................................................13
A. Kesimpulan.................................................................................................13
B. Saran............................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................14

ii | T I K D a l a m P e n d i d i k a n
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era modern ini, peran teknologi sudah sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari manusia. Banyak orang dari instansi/perusahana yang memanfaatkan
Teknologi untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak
serta manfaat, misalnya menggunakan komputer dalam dunia pendidikan. Hampir di
setiap instansi pendidikan di Indonesia memakai teknologi dalam menunjang proses
pembelajaran. Di tengah pandemi yang mengharuskan sekolah atau instansi
pembelajaran melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat siswa/i harus dapat
lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru secara daring. Dalam
menyampaikan sebuah pembelajaran yang tepat dan efisien salah satu caranya dengan
mengembangkan sebuah teknologi multimedia berbasis interaktif. Multimedia
interaktif dibuat untuk menunjang pembelajaran agar situasi belajar menjadi lebih
kondusif dan mempermudah siswa/i untuk menerima pembelajaran.
Dengan berkembangnya Teknologi saat ini menyebabkan adanya pergeseran
paradigm pembelajaran. Pembelajaran konvensional yang banyak diterapkan telah
banyak digantikan dengan sistem pembelajaran dengan menggunakan komputer.
Komputer adalah alat elektronik yang dapat menerima input data, mengolah data,
memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori
komputer, menyimpan program dari hasil pengolahan dan bekerja secara otomatis.
Oleh karena itu penulis membat suatu Rekayasa Ide tentang “Penerapan Sistem
Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif Pada Proses Pembelajaran”.
Sehingga dengan penerapannya teknologi dalam bidang pendidikan seperti ini,
dapat membantu siswa/i dalam memahami materi yang diberikan oleh guru sehingga
mereka tidak merasa bosan dan jenuh terhadap materi yang diberikan dan dapat
memberikan pembelajaran yang baik terhadap guru sehingga siswa/i dapat memahami
materi yang telah diberikan.

1|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
B. Tujuan
1. Mengetahui pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif.
2. Menerapkan TIK dalam ilmu TIK dalam Pembelajaran.
3. Mengetahui bagaimana cara penggunaan TIK dalam bidang Pendidikan sehingga
memberikan perubahan dalam kemajuan Pendidikan.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah yang akan di
bahas yaitu :
1. Belum adanya penerapan pembelajaran yang efektif terhadap siswa di saat
proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
2. Memberikan suatu perubahan pembelajaran terhadap siswa agar lebih
memahami materi yang di sajikan oleh guru.
3. Memberikan pemahaman dan efektifitas belajar kepada siswa sehingga
mudah dalam memahami materi Pembelajaran yang disampiakan melalui
Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif.

D. Manfaat
1. Menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai pembelajaran yang baik
melalui Animasi Interaktif bagi siswa.
2. Mengetahui bagaimana seharusnya guru dalam hal menyampaikan suatu
pembelajaran yang dapat memberikan pemahaman siswa dalam proses
pembelajaran.
3. Untuk mengetahui bagaimana peranan TIK berbasis Multimedia Interkatif
terhadap bidang pendidikan memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran.

2|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang
dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya.
Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah
membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, tetapi perkembangan tersebut
belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan
keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan
masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses pendidikan tersebut. Peningkatan kinerja pendidikan di masa
mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya
berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk
mendukung keberhasilan dunia pendidikan sehingga mampu bersaing di pasar global.
Pola pikir perlu dibangun agar dapat mengikuti perkembangan TI yang sangat cepat.
Pola pikir yang dimaksud adalah berpikir diluar kotak (think out of the box). Pada
pola pikir ini dapat digambaarkan bahwa dalam penyelesaian masalah menggunakan
cara-cara yang mungkin belum dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah payung besar terminologi yang


mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitandengan proses, penggunaan
sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi
komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu,
teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak
terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas
yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,
pemindahan informasi.

3|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
B. Jenis-jenis Teknologi
Teknologi sudah berkembang sangat pesat untuk kehidupan manusia dan
sangat berkembang di berbagai bidang. Oleh karena itu, teknologi dibagi menjadi
beberapa jenis yang terdapat di kehidupan masyarakat. Adapun jenis-jenis dari
teknologi tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Teknologi Komunikasi
Jenis teknologi yang pertama adalah teknologi komunikasi yang sangat
berguna bagi kehidupan umat manusia. Teknologi komunikasi berfungsi
sebagai sarana distribusi informasi dari satu tempat ke tempat lain, dan satu
orang ke orang yang lain. Teknologi komunikasi sangat diandalkan pada
zaman yang sudah sangat modern sekarang ini. Jarak, waktu, dan ruang bukan
sebuah penghalang untuk dapat terus berbagi informasi antara satu orang
dengan orang yang lainnya. Contoh teknologi komunikasi ini adalah telepon
genggam, telepon, ataupun komputer.

2. Teknologi Konstruksi
Konstruksi dengan adanya teknologi menjadi semakin canggih dan
modern. Segala macam peralatan yang digunakan untuk membangun suatu
konstruksi, baik itu bangunan ataupun konstruksi berat. Penggunaan teknologi
pada alat konstruksi seperti traktor misalnya, bertujuan untuk membajak
tanah.

3. Teknologi Medis
Jenis teknologi dalam bidang medis juga sangat berguna bagi
kehidupan manusia. Salah satunya untuk mengurangi rasa sakit dalam
pengobatan. Selain itu untuk memperluas dan meningkatkan kehidupan
manusia dalam penyembuhan penyakit. Banyak di negara-negara modern dan
maju sudah memakai teknologi sebagai sistem perawatan kesehatan, sehingga
mempunyai taraf kesehatan dan angka harapan hidup yang lebih tinggi. Hal ini
tentunya didukung karena majunya teknologi di bidang medis.

4. Teknologi Informasi
Jenis teknologi informasi terdiri atas perangkat keras dan perangkat
lunak yang digunakan sebagai tempat penyimpanan informasi. Teknologi
informasi juga dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat
secara tepat waktu dan tepat sasaran guna menyelesaikan tugas dan fungsinya.
Keberadaan teknologi informasi ini juga sangat membantu manusia dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini karena seluruh data yang tersaji sudah
disusun secara kompleks sehingga lebih mudah untuk diakses dan diolah.

5. Teknologi Bisnis
Dalam dunia bisnis juga terdapat teknologi yang semakin membantu
dalam kegiatan bisnis. Teknologi bisnis ini terdiri atas perangkat yang dapat
dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis dan meningkatkan keuntungan.
Teknologi bisnis yang sekarang ini banyak menggunakan jaringan internet

4|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
yang sangat mudah dalam penggunaannya. Teknologi bisnis juga banyak yang
digabungkan dengan dengan teknik marketing yang handal, sehingga akan
menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Teknologi bisnis juga menjadi
media pemasaran tidak terbatas pada suatu wilayah namun sudah merambah
ke seluruh penjuru dunia.

6. Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan juga turut berkembang dengan sistem
pendidikan yang banyak berbasis internet. Sistem teknologi pendidikan yang
menjadi lebih baik dan maju, juga berpengaruh pada guru serta siswa karena
mudah memahami berbagai pelajaran yang diberikan. Tentunya dengan
dukungan jaringan komputer dan internet. Setelah mengetahui beberapa
penjelasan mengenai teknologi, sudahkah Anda memanfaatkan teknologi
dengan sebaik mungkin. Teknologi memang membuat semua mudah dan
tetapi Anda juga harus memerhatikan beberapa kemungkinan yang buruk jika
menggunakan teknologi secara berlebihan.

C. Teknologi Multimedia
Multimedia adalah gabungan dari kata "multi" dan "media". Multi berarti
banyak atau lebih dari satu, dan media berarti bentuk atau jenis sarana yang dipakai
untuk menyampaikan informasi. Penggunaan televisi, video, dan film merupakan
contoh penyampaian informasi yang melibatkan beberapa komponen sekaligus,
namun yang membedakan aplikasi multimedia dengan yang lain adalah adanya
interaksi antara aplikasi dengan manusia yang menggunakannya.
Multimedia juga diartikan sebagai sistem komputer yang terdiri dari hardware
dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan berbagai
komponene seperti gambar, video, grafik, animasi, suara, teks, dan data yang
dikendalikan. dengan program komputer. Lima tipe dasar objek media:
1. Gambar
Multimedia dapat menyediakan objek yang berupa gambar dalam
bentuk foto, grafik, peta dan gambar-gambar lain. Untuk memperoduksi
gambar dapat digunakan kamera digital, mencari gambar dari berbagai
sumber, dan download gambar yang ada di internet.
2. Tulisan

5|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
Tulisan sebagai penyerta untuk mengkomunikasikan informasi yang
disampaikan, memperjelas media lainnya atau untuk tujuan ekspresi artistik.

3. Suara
Elemen bunyi-bunyian (musik, efek suara) untuk memperjelas
informasi yang diberikan. Bisa juga dengan menggunakan secara terpisah
untuk memperjelas elemen media lainnya.

4. Gerakan
Animasi (tipe kartun, video, dan lain-lain) dapat digunakan sebagai
alternatif untuk memperjelas dan menjadikan lebih menarik dalam
menyampaikan informasi. Animasi dapat juga menyajikan beberapa gabungan
gambar yang ditampilkan secara berurutan.

5. Interaktivitas
Seseorang dapat mengoprasikan sendiri peralatan yang digunakan
sesuai dengan kebutuhan, yang akan memperkuat ras percaya diri pengguna
(user).
Pendapat lain menyatakan, konsep multimedia meliputi tiga level. Level teknis
yang berkaitan dengan alat-alat teknik; alat-alat ini dapat dianggap sebagai kendaraan
yang mengangkut tanda-tanda (Signs). Level semiotik yang berkaitan dengan bentuk
represential ini dapat dianggap sebagai jenis tanda (Types of signs). Konsep
multimedia tersebut tidak dapat diabaikan, karena pengabaian terhadap salah satu
level tersebut akan membawa pada kesalahan. Ketika multimedia dianggap sebagai
terknologi informasi semata, berarti hanya berbicara satu level saja (yaitu level
teknik). Padahal, dua level lainnya (level semiotic dan sensorik) juga sama
pentingnya, dan kedua level ini membutuhkan keahlian bidang ilmu kognitif,
psikologi, ilmu pendidikan, dan semiotik, waktu dan uang yang diinvestasikan pada
multimedia akan sia-sia apabila multimedia hanya terbatas pada satu level saja, bukan
ketiga-tiganya. Komputer dan perangkat multimedia lain sebagai bentuk konkrit dari
ICT, cepat atau lambat pasti menjadi barang kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam
pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak orang
percaya bahwa multimedia akan membawa kita kepada situasi belajar dimana
"learning with effort" (belajar dengan dipengaruhi/terpaksa) akan dapat digantikan

6|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
dengan "learning with fun" (belajar dengan menyenangkan). Jika situasi tersebut tidak
terjadi, maka multimedia sekurang kurangnya diharapkan akan dapat membantu
belajar menjadi lebih efektif.

D. Pengertian Animasi Dalam Proses Penerapan Pembelajaran


Film animasi, atau biasa disingkat animasi saja, adalah film yang merupakan
hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada
awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang
kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan
komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan
cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi
daripada film animasi 2 dimensi.
Media Animasi menjadi sesuatu yang menarik manakala dapat memberikan
kontribusi yang positif terhadap hasil pembelajaran. karena setiap mata pelajaran yang
biasa dianggap susah untuk dimengerti menjadi sangat menarik, karena dapat
menjelaskan suatu konsep atau proses yang sukar dijelaskan dengan media lain, media
animasi juga memiliki daya tarik estetika sehingga tampilan yang menarik dan eye-
catching akan memotivasi pengguna untuk terlibat di dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media animasi dalam kegiatan
menerangkan pelajaran Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris di kelas dapat
mengoptimalkan motivasi belajar peserta didik. Kamus Besar Bahasa Indonesia
memberi batasan, inovasi sebagai pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru,
penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal
sebelumnya baik berupa gagasan, metode atau alat (KBBI, 1990:330). Dari pengertian
ini nampak bahwa inovasi itu identik dengan sesuatu yang baru, baik berupa alat,
gagasan maupun metode. Dari uraian di atas, maka inovasi pembelajaran dapat
dimaknai sebagai suatu upaya baru dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan
berbagai metode, pendekatan, sarana dan suasana yang mendukung untuk tercapainya
tujuan pembelajaran. Alasan Perlunya Inovasi dalam Pembelajaran Masalah
pendidikan kita memang kompleks. Faktor geografis (kondisi alam, penduduk yang
sebagian besar tinggal di pedesaan, bahkan terpencil, sehingga sulit dijangkau
transportasi) merupakan contoh sebab terjadinya kesenjangan mutu pendidikan antara

7|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
daerah perkotaan dengan pedesaan/terpencil. Masalah lain diantaranya adalah
susahnya akses komunikasi dan informasi di daerah, rendahnya kesadaran
masyarakat untuk menyekolahkan anak (karena masalah kesejahteraan hidup), guru
yang kurang memadai, serta sarana dan prasarana sekolah yang sangat minim.
Masalah tersebut dapat terbantu teratasi melalui penggunaan teknologi, khususnya
ICT. Sudah saatnya kita harus mulai menggunakan ICT untuk mempercepat
pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini dituntut adanya
political will dari pemerintah, sehingga bisa tercipta suasana yang kondusif. Melalui
ICT, kita dapat melaksanakan pendidikan dengan materi/bahan ajar yang di samping
memenuhi standar mutu pemerintah juga tersedia merata dan mudah diakses di
seluruh wilayah Indonesia. Di sisi lain, peserta didik harus diberikan fasilitas untuk
kemudahan akses materi/bahan ajar, tanpa harus dibatasi oleh kendala ruang dan
waktu, juga kendala sosial ekonomi. Di daerah terpencil yang tidak dapat menerima
siaran radio dan televisi, misalnya, pemerintah dapat menyediakan secara cuma-cuma
antenna parabola untuk akses pendidikan melalui satelit, sehingga mereka dapat
belajar melalui siaran radio, TV pendidikan, internet, dan dari modul dan kaset
audio/video (e-Learning). E-Learning perlu untuk digalakkan mengingat dari
beberapa survey di internet menunjukkan bahwa e-Learning terbukti mampu
meningkatkan mutu pendidikan disbanding cara-cara konvensional. ICT sebagai
Inovasi dalam Pembelajaran. Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa inovasi
pembelajaran adalah suatu upaya baru dalam pembelajaran yang dilakukan guna
menunjang peningkatan mutu pendidikan.
Berbagai contoh inovasi yang ada dalam pembelajaran, seperti pendekatan
atau strategi pembelajaran, media pembelajaran, alat peraga pembelajaran, metode
pembelajaran, kurikulum, pengelolaan kelas, maupun pembelajaran yang berbasis
teknologi atau yang dikenal dengan ICT. Selain itu inovasi pembelajaran juga
diarahkan pada model pembinaan guru professional yaitu lesson study, PTK
(Penelitian Tindakan Kelas), micro teaching sebagai inovasi pembelajaran. Alasan
ICT dikatakan sebagai salah satu bentuk inovasi pembelajaran karena adanya
kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi yang selanjutnya merubah
konsep pembelajaran dari konvesional (tradisonal) menjadi pembelajaran yang
berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi informasi ini
adalah sebagai sarana untuk mengoptimalkan belajar siswa dengan mengkonstruksi

8|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
pengetahuan, informasi dan nilai yang dapat dimanfaatkan siswa dalam kehidupan
nyata sesuai dengan perkembangan zaman.

E. Fungsi TIK dalam Pembelajaran

Pada dunia pendidikan Indonesia, globalisasi memberi dampak keharusan


perubahan pada cara mengajar guru yang dulunya bersifat tradisional berbasis paper
menjadi kini berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Fungsi TIK bagi
guru antara lain, pertama, TIK dapat digunakan untuk membantu pekerjaan
administratif (Word processor & Kebutuhan Wajib Tingkat Dasar, Spreadsheet).
Kedua, TIK dapat digunakan untuk membantu mengemas bahan ajar (Multimedia).
Ketiga, TIK dapat digunakan untuk membantu proses manajemen pembelajaran.
Keempat, TIK dapat digunakan untuk dukungan teknis dan meningkatkan
pengetahuan agar dapat mewujudkan self-running creation (antivirus, tools, jaringan, ,
internet, dll). Beberapa jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK yang
dapat dimanfaatkan guru di sekolah dasar, antara lain adalah Komputer atau laptop,
LCD (Liquid Crystal Display), Smart Television, Jaringan Internet, E-mail (electronic
mail), Presentasi Power Point, CD pembelajaran, dan Smart phone. Untuk
meningkatkan kemampuan kemampuan dalam memanfaatkan TIK, guru perlu terus
melatih dan mebiasakan sesering mungkin pembelajarannya berbasis pada TIK,
disamping itu, guru perlu mengikuti pelatihan-pelatihan guna meningkatkan
pengetahuannya di bidang TIK ini.

Menurut Mulyasa (2010) sumber belajar adalah rujukan, objek, dan bahan
yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sedangkan menurut AECT (Assosiation
for Educational Communications and Technology) dan Banks dalam Komalasari
(2010:108) menyatakan sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat
dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk
kepentingan belajar mengajar. Media pembelajaran berasal dari bahasa latin yang
merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara”
atau “pengantar”, yakni perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima
pesan. Media pembelajaran bisa dikatakan sebagai alat yang bisa merangsang siswa
untuk supaya terjadi proses belajar. Pada umumnya TIK dapat dimanfaatkan di
seluruh jenjang pendidikan, salah satu yang membedakan sekolah dasar dengan

9|T I K Da l a m P e n d i d i k a n
jenjang pendidikan di atasnya adalah terletak pada gurunya. Berbeda dengan guru
sekolah menengah pertama dan atas, guru sekolah dasar merupakan guru kelas yang
harus mengampu seluruh mata pelajaran (kecuali agama dan penjaskes). Pada sisi
pemanfaatan TIK, hal tersebut mengakibatkan guru sekolah dasar harus lebih kreatif
dalam menginovasikan TIK, karena karakteristik setiap mata pelajaran berbeda-beda.
Adapun beberapa jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK yang dapat
dimanfaatkan guru di sekolah dasar, antara lain:

 Komputer atau laptop

Komputer atau laptop adalah alat yang berguna untuk mengolah data menjadi
informasi menurut prosedur yang telah dirumuskan sebelumnya. Keberadaan
peralatan ini sudah semakin luas di sekolah-sekolah, bahkan ada beberapa
sekolah yang memiliki laboratorium khusus untuk komputer. Beberapa
manfaat utama komputer di sekolah adalah (1) sebagai sarana penyimpanan
data digital dari berbagai kegiatan pembelajaran, (2) sebagai alat audio dan
visualisasi berbagai materi pembelajaran,(3) sebagai alat memroses berbagai
program berupa software pembelajaran. Hal yang perlu diperhatikan dalam
pemanfaatan komputer di sekolah dasar adalah peserta didik sebagai
penggunanya, khususnya siswa kelas rendah yang masih perlu perhatian
khusus terhadap penggunaan komputer atau laptop, hal-hal yang perlu
diperhatikan anatara lain, keamaanan perlistrikan dan prosedur penggunaan
komputer harus sesuai instruksi guru.

 Jaringan Internet

Jaringan internet yaitu hubungan antar komputer dalam suatu jaringan global
yang memungkinkan setiap komputer saling bertukar informasi. Dari manfaat
jaringan internet ini akan dimungkinkan diterapkan model pembelajaran
berbasis elektronik dan secara online (e-learning) yang sangat efektif.

 E-mail (electronic mail)

E-mail (electronic mail) atau surat elektronik adalah pesan secara elektronik,
baik berupa teks maupun gabungan dengan gambar yang dikirimkan dari satu

10 | T I K D a l a m P e n d i d i k a n
alamat ke alamat lain di jaringan internet. E-mail dapat dimanfaatkan secara
efektif oleh guru dan siswa untuk berkomunikasi dan menyampaikan
informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas belajar.

 Presentasi Power Point

Presentasi Power Point, merupakan salah satu software presentasi yang sering
dimanfaatkan guru dan siswa. Guru dan siswa dapat membuat teks, gambar,
tabel, diagram, grafik, memasukkan foto atau video, audio, dan membuat
animasi sesuai kebutuhan. Presentasi menggunakan Power Point mampu
mengomunikasikan suatu gagasan kepada orang lain dengan berbagai tujuan,
terutama untuk menarik perhatian siswa terhadap materi yang disajikan. Power
Point dapat digunakan secara interaktif untuk membuat siswa lebih berkesan
terhadap materi yang dipresentasikan.

F. Pengaruh Teknologi Animasi dalan Proses Pembelajaran

Pemilihan dan
Penerapan teknologi
pembuatan animasi
animasi dalam pelajaran

Teknologi Animasi
dalan Proses
Penjelasan materi Kombinasi dengan
menggunkan animasi Pembelajaran berbagai model
multimedia

Reaksi pelajar dalam Pemilihan materi yang


kegiatan belajar jelas dan padat
mengajar

11 | T I K D a l a m P e n d i d i k a n
Penggunaan animasi merupakan salah satu contoh pemanfaatan teknologi
dalam pendidikan. Animasi menjadi pilihan untuk menunjang proses belajar yang
menyenangkan dan menarik bagi siswa maupun mahasiswa, memperkuat motivasi,
menanamkan pemahaman, meningkatkan kemampuan berpikir dan daya ingat pada
mahasiswa tentang materi yang diajarkan. Keunggulan media animasi
adalahkemampuannya untuk menjelaskan suatu kejadian secara sistematis dalam tiap
waktu perubahan. Hal ini sangat membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan
kejadian (Ariadi, 2007).

Dari hasil tugas “Rekayasa Ide” pada Mata Kuliah TIK Dalam Pendidikan,
menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi TIK dalam bidang pendidikan dalam
penerapannya dalam proses pembelajaran menggunakan Animasi Interaktif sebagai
pengaruh dari perkembangan dan manfaat penggunaan teknologi dalam pendidikan.
Selain penggunaan media animasi, faktor lain yang juga berpengaruh terhadap
pencapaian prestasi pembelajaran siswa adalah tingkat motivasi belajar yang
merupakan faktor internal (dalam diri) siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat
Sardiman (2010), bahwa “seorang siswa yang memiliki intelegensi cukup tinggi,
boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi dan hasil belajar akan optimal jika pada
diri siswa ada motivasi yang tepat”. Motivasi belajar merupakan daya penggerak
psikis di dalam diri siswa maupun mahasiswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan
memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Siswa akan
berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya ada keinginan atau dorongan untuk belajar.
Sebaliknya, jika pada dirinya tidak ada keinginan atau dorongan dalam belajar maka
ia akan sulit mencapai keberhasilan dalam belajar. Kurangnya motivasi dalam belajar
menyebabkan siswa kurang semangat mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan
guru. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh yang mengharuskan siswa belajar dari
rumah membuat siswa tersebut sedikit tertekan dengan banyaknya materi atau bahan
ajar yang diberikan oleh guru tersebut tanpa penjelasan yang diberikan sehingga ini
menyebabkan kurangnya pemahaman siswa dalam memahami materi yang diberikan
dan akhirnya berdampak pada motivasi belajar siswa tersebut. Yang akhirnya
berdampak buruk pada pencapain prestasi belajarnya. Berdasarkan uraian yang telah

12 | T I K D a l a m P e n d i d i k a n
dikemukakan di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang “Penerapan Sistem
Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif Pada Proses Pembelajaran”.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang
dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya.
Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah
membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, sistem informasi dan teknologi
informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai
senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia pendidikan sehingga mampu
bersaing di pasar global. Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Animasi
Interkatif membuat siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi yang
diberikan.
Selain itu peranan teknologi dalam membantu proses pembelajaran di tengah
pembelajaran jarak jauh ini bisa memberikan sebuah terobosan baru yang membuat
pendidikan Indonesia semangkin baik melalui akses pembelajaran melalui perangkat
atau E-Learning pembelajaran yang dilakukan guru saat mengajar.

B. Saran

Demikianlah hasil dari pembuatan laporan Rekayasa ide tentang “Penerapan


Sistem Pembelajaran Berbasis Animasi Interaktif Pada Proses Pembelajaran”
tentunya dalam pembuatan makalah ini masih jauh dalam kesempurnaan. Oleh karena
itu penulis memohon maaf apabila terjadi kesalahan baik dalam penulisan,
penyusunan, dan informasi yang dimuat dalam Rekayasa Ide ini, untuk itu penulis
mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna memperbaiki laporan
Rekayasa Ide ini agar kedepan lebih baik.

13 | T I K D a l a m P e n d i d i k a n
DAFTAR PUSTAKA

http://103.88.229.8/index.php/tadzkiyyah/article/view/2095
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd/article/viewFile/1041/724
https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.selamatpagi.id/pengertian-teknologi-dalam-
berbagai-bidang/amp/&ved=2ahUKEwiRy8fq-LDsAhXISH0KHd-
GDXkQFjABegQIBBAB&usg=AOvVaw0QaqJOryW-ys0mP66Q54yz
http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/1211
Sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Animasi
Sumber:https://www.neliti.com/id/publications/124549/penerapan-media-animasi-
sebagai-inovasi-dalam-pembelajaran-di-sekolah-dasar-cile

14 | T I K D a l a m P e n d i d i k a n