Anda di halaman 1dari 18

ATRAUMATIC CARE dan PENGKAJIAN NYERI

pada ANAK
Wahyu Hartini
ATRAUMATIC CARE
Tindakan therapetik yang dilakukan seseorang melalui
penerapan intervensi yang menghilangkan atau
meminimalisir pengalaman distres psikologis dan fisik
dengan melibatkan anak dan keluarga dalam sistem
pelayanan kesehatan (Hockenberry & Wilson , 2013)
INTERVENSI MANAJEMEN NYERI
Distraksi
NON FARMAKOLOGI
Neonatus Bayi Pre school Usia sekolah Remaja
Stimulasi oral : memberikan ASI, empeng/dot, Terapi suhu dingin atau hangat
menghisap ibu jari, memberikan sukrosa
Kenya Kontak fisik : kontak kulit ibu ke kulit bayi mengayun-
manan ayun bayi, memeluk bayi, membedong bayi, KMC
fisik Meniup bubble, stik bercahaya, suara,
musik, buku-buku cerita bergambar
Sentuhan : menggosok punggung,
menepuk punggung, memeluk/mendekap
Boneka puppet,
permainan
imitasi/meniru
Distraksi
Menggambar, mewarnai
Permainan interaktif : video games, film, games
komputer, buku-buku
Guided imagery, hypnosis
(Krauss et al., 2016)
PENELITIAN-PENELITIAN TERKAIT

Pelukan orang tua Menonton video kartun


Penelitian RCT oleh spark et al. (2007) → Penelitian yoe et al. (2011) → The effects
Pararel holding and positioning to of an animation distraction intervention
decrease IV distress in young children: on pain response of preschool children
A randomized controlled trial” → efektif during venipuncture → penggunaan
menurunkan nyeri, kecemasan & teknik distraksi dengan animasi kartun →
ketakutan anak dibandingkan posisi bentuk karakter dengan berbagai tone
supine → hemat biaya, sederhana, warna pastel yang menarik →
aman, otua puas menstimulasi kemampuan visual &
menarik perhatian

Penelitian Stevens & Marvicsin (2016) →


“Evidence-based recommendations for Penelitian RCT oleh Ha dan Kim (2013) →
reducing pediatric distress during The effects of audiovisual distraction on
vaccination → posisi duduk dalam pelukan chilren „s pain during laceration repair →
orang tua → memberikan keamaann teknik distraksi audiovisual : menonton
emosional juga merupakan imobilisasi fisik film kartun secara signifikan →
yang dirasakan tidak mengancam oleh menurunkan respon nyeri yang dialami
anak dibandingkan dengan posisi supine. anak (3-10 th) akibat prosedur invasif
PENELITIAN-PENELITIAN TERKAIT

Pelukan orang tua Menonton video kartun

Cerne, Sannio, & Petean


(2015) → A randomised
Smith ((2015) → Chest hug controlled trial examining
is best position to confort a the effectiveness of
child → anak yang cartoons as a distraction
diposisikan tidur & technique → bahwa level
diberikan tahanan → distres yang dialami anak
ketakutan, cemas, distres secara signifikan lebih
dan trauma rendah saat diberikan
distraksi berupa menonton
film kartun & level nyeri
lebih rendah
PENELITIAN-PENELITIAN TERKAIT

Edukasi orangtua
Koller & Goldman (2012); Olsen &Weinberg (2017); Stevens &
Marvicsin (2016) → edukasi bagi orangtua sangat penting untuk
dapat ikut serta dalam manajemen nyeri anak & mengurangi
distres anak dalam menghadapi prosedur tindakan yang
menyakitkan.

Son et al. (2014) → pentingnya memberikan edukasi bagi orangtua terkait teknik
manajemen nyeri yang akan diterapkan tenaga kesehatan untuk anaknya saat
akan dilakukan tindakan invasif, hal ini dapat menurunkan kecemasan orangtua
dan berdampak pada kooperatifnya orangtua pada saat prosedur dilakukan

Kruss et al., (2016) → “Current concepts in management of pain in


children in the emergency department” → penurunan distres maupun
nyeri yang dialami anak saat mendapat prosedur menyakitkan tidak
dapat dilepaskan dari peran orangtua yang menemani anak
Bahasa yang dinilai Bahasa yang sebaiknya digunakan
Kamu akan baik-baik saja, tidak ada yang Apa yang kamu lakukan di sekolah hari ini ?
perlu dikhawatirkan (memberikan (pengalihan atau distraksi)
kepastian)
Ini akan menyakitkan/ini tidak akan Mungkin terasa seperti dicubit (informasi
menyakitkan (memfokuskan pada hal yang sensorik)
negatif)
Perawat akan mengambil sedikit darah Pertama, perawat akan membersihkan
(informasi kurang jelas) lenganmu, lalu kamu akan merasakan
kapas alkohol yang dingin, dan
selanjutnya... (informasi sensorik &
prosedural)
Jangan bertingkah seperti bayi (mengkritik) Mari kita pikirkan sesuatu yang lain, coba
ceritakan tentang fil itu ... (distraksi)
Bahasa yang dinilai Bahasa yang sebaiknya digunakan
Ini akan terasa seperti sengatan lebah Katakan bagaimana rasanya (informasi)
(fokus negatif)
Prosedur ini akan berlangsung selama ... Prosedurnya ini akan lebih cepat dari ...
(fokus negatif) (program televisi atau waktu familiar
lainnya untuk anak) (informasi prosedural,
fokus positif)
Obatnya ini akan terasa seperti terbakar Beberapa anak mengatakan bahwa mereka
(fokus negatif) merasakan perasaan hangat (informasi
sensorik, fokus positif)
Katakan padaku saat kamu telah siap Ketika saya menghitung sampai tiga,
(terlalu banyak kontrol) hembuskan nafas dan biarkan apa yang
kamu rasakan menjauh dari tubuhmu
(mengarahkan untuk membentuk koping,
distraksi kontrol terbatas)
Bahasa yang dinilai Bahasa yang sebaiknya digunakan
Saya minta maaf (maaf) Kamu sangat berani (pujian, dorongan)
Jangan menangis (fokus negatif) Ini merupakan hal yang sulit, saya bangga
padamu (pujian)
Sudah berakhir (fokus negatif) Kamu telah melakukan hal yang bagus
dalam melakukan pernafasan dalam,
menahan diri ... (diberi label pujian)

Bahasa yang disarankan untuk orang tua dan tenaga kesehatan saat akan
melakukan prosedur invasif yang menyakitkan (Krauss et al., 2016)
PENILAIAN NYERI
Tahap Preverbal (bayi - anak < 3 tahun)
Parameter : perubahan perilaku (ekspresi wajah,
motorik & respon fisiologis) & pendapat orang tua
FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability)

Tahap Verbal (3 – 8 tahun)


Menggunakan self information melalui gambar
wajah
Wong Baker Faces Scale

Di atas usia 8 tahun


Anak bisa gunakan penilaian unit-dimensional Visual Analogue Scale (VAS) atau Numeric Rating Scale
FLACC Behavioral Pain Assesment Scale
SKOR
KRITERIA
0 1 2
Face (wajah) Tidak ada ekspresi tertentu atau senyum Sekali meringis atau Sering sampai konstan
mengerutkan kening, menarik mengerutkan kening. Rahang
diri, tidak tertarik terkatup, dagu gemeteran

Legs (kaki) Posisi normal atau santau Cemas, gelisah, tegang Menendang atau menarik kaki

Activity Berbaring tenang, posisi normal, Menggeliat, mondar mandir, Melengkung kaku atau
bergerak dengan mudah tegang menyentak
(aktivitas)
Cry (tangis) Tidak ada teriakan (terjaga atau tertidur) Mengerang atau merintih, Menangis terus, teriak atau isak
sesekali mengeluh tangis, sering mengeluh

Consolability Puas/senang, santai Sesekali diyakinkan dengan Sulit untuk dihibur atau dibuat
sentuhan, pelukan atau diajak nyaman
berbicara, dialihkan
Interpretasi Nyeri
0 = tidak nyeri
1-3 = nyeri ringan
4-6 = nyeri sedang
7-10 = nyeri berat sekali
VAS/NRS

Tidak nyeri Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat

Wong Baker
Face Scale

Tidak nyeri Sedikit nyeri Agak Mengganggu Sangat Tidak


mengganggu aktivitas mengganggu tertahankan

Gabungan alat penilaian nyeri


Visual Analogue Scale (VAS) atau Numeric Rating Scale (NRS)
Dan Wong Baker Faces Scale
PENILAIAN SEDASI

SEDASI
Tindakan menenangkan dengan pemberian
obat penenang

TUJUAN
Menghilangkan rasa takut/cemas, tidak
nyaman & nyeri
Toleransi terhadap prosedur
terapeutik/diagnostik
Tingkatan Sedasi
Sedasi minimal Sedasi moderat Sedasi dalam Anestesi umum
(ansiolisis) (conscious sedation)
Respon Respon normal Respon terarah thd Respon terarah Tidak ada respon
thd rangsang rangsang verbal & taktil thd rangsang thd rangsang
verbal nyeri
Jalan Napas Tidak Tidak diperlukan Intervensi Intervensi sering
terpengaruh ntervensi mungkin dibutuhkan
dibutuhkan
Ventilasi spontan Tidak Adekuat Mungkin Sering tidak
terpengaruh adekuat adekuat

Fungsi Tidak Sering dapat Sering dapat Mungkin


kardiovaskuler terpengaruh dipertahankan dipertahankan terganggu
Tabel Skala Ramsay
Tingkat kesadaran Uraian
1 Pasien sadar, cemas & gelisah atau tidur gelisah atau keduanya
2 Pasien sadar, kooperatif, terorientasi & tegang
3 Pasien sadar, berespon hanya terhadap perintah
4 Pasien tidur, berespon cepat terhadap ketukan ringan glabela atau
rangsang suara keras
5 Pasien tidur, berespon lambat terhadap ketukan ringan glabela atau
rangsang suara keras
6 Pasien tidur, tidak berespon thd ketukan glabela atau rangsang suara
keras
PENILAIAN NYERI DAN SEDASI
SKALA COMFORT
• Untuk penilaian sedasi & nyeri (telah divalidasi untuk PICU)
• Bisa untuk bayi, anak maupun dewasa di ruang rawat intensif/kamar
operasi/ruang rawat inap yg tdk dpt dinilai dengan VAS, NRS atau Wong Baker
Faces Pain Scale
• Terdiri atas 8 variabel & 2 variabel fisiologi), masing2 berisi 5 kategori
• Interpretasi :
- Nilai 8 – 16 : sedasi dalam
- Nilai 17 – 26 : sedasi & analgesia kuat
- Nilai 27 – 40 : sedasi inadekuat
• Tidak bisa digunakan pada pasien2 di bawah pengaruh obat2 pelumpuh otot
(neuromuscular blocking agents)