Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN PERLINDUNGAN HARTA MILIK PASIEN

RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

RS UMMI Bogor
Jl. Empang II No 2 Bogor
Telepon : (0251) 8341600, Fax (0251) 8341606
Website : http://www.rsummi.com
Emai : rsummi@rsummi.com
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmad dan
Hidayah yang dilimpahkan kepada penyusun sehingga Panduan Perlindungan Harta Milik
Pasien di lingkungan RS UMMIini dapat selesai disusun.
Undang–undang RI No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 29
menyebutkan bahwa Rumah Sakit berkewajiban untuk memenuhi hak pasien, salah
satunya untuk perlindungan harta milik pasien. Oleh sebab itu disusunlah Panduan
Perlindungan Harta Milik yang bertujuan memberikan prosedur perlindungan harta milik
pasien secara seragam diseluruh Rumah Sakit.
Tidak lupa penyusun menyampaikan terimakasih pada semua pihak yang telah
membantu menyusun Panduan Hak Pasien dan Keluarga. Akhir kata, semoga panduan ini
dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi para karyawan dalam
memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien di RS UMMI.

Bogor, Agustus 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................ i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

BAB I DEFINISI.................................................................................................... 1

BAB II RUANG LINGKUP.................................................................................. 2

BAB III TATA LAKSANA................................................................................... 3

BAB IV DOKUMENTASI.................................................................................... 5

REFERENSI

ii
BAB I
DEFINISI

A. Latar Belakang.
Rumah Sakit UMMI membangun kepercayaan dan meningkatkan pelayanan
terhadap pasien dan menghormati hak-hak pasien di Rumah Sakit UMMI
sehingga setiap pasien yang mendapat pelayanan kesehatan merasa puas dan
dihargai.
Perlindungan terhadap pasien adalah hak setiap pasien dan keluarganya yang
sedang mendapat pelayanan kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap di
Rumah Sakit UMMI. Untuk itu Rumah Sakit wajib mengambil tanggungjawab
untuk beberapa atau semua barang milik pribadi pasien yang dibawa ke Rumah
Sakit melalui proses menghitung nilai barang tersebut dan memastikan barang
tersebut tidak akan hilang atau dicuri.

B. Tujuan
Tujuan dari Perlindungan Harta milik pasien adalah melindungi barang -
barang milik pasien yang dibawa ke Rumah Sakit UMMI dan memastikan barang
tersebut tidak akan hilang atau dicuri pada saat pasien mendapat pelayanan
kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah Sakit UMMI serta pasien
yang tidak mampu membuat keputusan mengenai barang pribadinya.

C. Pengertian
Perlindungan harta pasien di rumah sakit adalah jaminan yang didapatkan
oleh pasien terhadap harta atau barang yang dimilikinya tidak akan hilang atau
dicuri, terutama untuk pasien yang tidak mampu membuat keputusan mengenai
barang pribadinya selama mendapat pelayanan kesehatan.

1
BAB II
RUANG LINGKUP

A. Ruang lingkup khusus


Ruang lingkup perlindungan harta hanya untuk pasien yang ada di rumah sakit
UMMI.

B. Tujuan Umum
Agar pasien mendapatkan perlindungan harta sesuai dengan peraturan yang ada di
rumah sakit UMMI.

C. Tujuan Khusus
Agar pasien bisa mendapatkan ketenangan jika menitipkan harta benda kepada pihak
rumah sakit yang sesuai dengan peraturan rumah sakit UMMI.

2
BAB III
TATA LAKSANA

A. Perlindungan harta milik pasien meliputi :


1. Pasien emergency,
2. Pasien bedah rawat sehari (one day care),
3. Pasien rawat inap

B. Pasien yang tidak mampu membuat keputusan mengenai barang pribadinya :


1. Pasien lanjut usia.
2. Pasien dengan penurunan kesadaran.
3. Pasien dengan gangguan mental.

C. Tatalaksana dari perlindungan harta pasien adalah sebagai berikut :


1. Di Instalasi Gawat Darurat
a. Apabila pasien datang sendirian dan dalam keadaan tidak sadar maka
barang pasien diidentifikasi oleh dua orang, security sebagai pencatat dan
penerima barang, satu perawat sebagai saksi.
b. Mencatat pada form serah terima barang pasien.
c. Menyimpan barang pasien di lemari khusus dan di kunci.
d. Kunci lemari disimpan di unit.
e. Pengembalian barang dilakukan oleh perawat dan securuti sesuai dengan
prosedur :
1) Pasien sadar : barang dikembalikan langsung kepada pasien dengan
menandatangani formulir serah terima barang.
2) Pasien tidak sadar : barang dikembalikan kepada wali atau
keluarga atau penanggungjawab pasien dengan menunjukkan identitas
bahwa pasien tersebut adalah keluarganya kepada security serta
meninggalkan fotocopy kartu identitas yang masih berlaku dan
menandatangani formulir serah terima barang.
3) Pasien meninggal dan tanpa keluarga : barang diserahkan ke kepolisian
dengan menggunakan berita acara.

2. Di Rawat Inap
a. Perawat dan security mengidentifikasi barang milik pasien
b. Mencatat pada form serah terima barang secara terperinci
c. Melakukan serah terima barang milik pasien dengan pasien atau
keluarganya
d. Menyimpan barang milik pasien dilemari khusus dan di kunci.

3
e. Kunci lemari disimpan di unit.
f. Pengambilan atau penyerahan barang milik pasien dilakukan dengan
melakukan serah terima barang sesuai prosedur :
1) Pasien sadar : barang dikembalikan langsung kepada pasien dengan
menandatangani formulir serah terima barang.
2) Pasien tidak sadar : barang dikembalikan kepada wali atau
keluarga atau penanggungjawab pasien dengan menunjukkan identitas
bahwa pasien tersebut adalah keluarganya kepada security serta
meninggalkan fotocopy kartu identitas yang masih berlaku dan
menandatangani formulir serah terima barang.
3) Pasien meninggal dan tanpa keluarga : barang diserahkan ke kepolisian
dengan menggunakan berita acara.

4
BAB IV
DOKUMENTASI

Dokumentasi Perlindungan Harta Milik Pasien adalah :


1. Formulir permintaan menyimpan harta benda

5
REFERENSI

1. Undang – undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan


Konsumen;
2. Undang – undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. FGD Undang – undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1333/Menkes/Per/XII/1999
tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/Menkes/Per/III/2008
tentang Rekam Medis;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003
tentang Standar Pelayanan Minimal.
LAMPIRAN

1. Formulir permintaan menyimpan harta benda

Anda mungkin juga menyukai