Anda di halaman 1dari 37

PENGGUNAAN MASKER PADA

ANAK DI ERA PANDEMI COVID-19


UPDATE REKOMENDASI WHO DAN UNICEF

Dr. Pratiwi Andayani, SpA(K)


OUTLINE
 PENDAHULUAN
 TRANSMISI COVID-19 PADA ANAK
 KEWASPADAAN BERDASARKAN
TRANSMISI
 PEMILIHAN MASKER BERDASARKAN
TRANSMISI
 PEMAKAIAN MASKER ANAK
 KESIMPULAN
PENDAHULUAN
 6 April 2020  WHO : Advice on the use of masks in the context
of COVID-19
 5 Juni 2020  WHO : Advice on the use of masks in the context
of COVID-19

 WHO, IPC, GDG, para


ahli UNICEF, dan IPA
berkumpul dan mengkaji
pedoman penggunaan
masker pada anak
selama pandemi
 21 Agustus 2020 
UNICEF dan WHO
menerbitkan lampiran
pemakaian masker pada
anak terkait COVID-19
TRANSMISI
COVID-19
PADA ANAK
 COVID-19 pada anak umumnya ringan dan asimtomatik
 Angka kesakitan tampaknya lebih tinggi dari yang
dilaporkan
 Kontribusi anak dalam transmisi SARS-CoV-2 belum jelas
dimengerti
 Dilaporkan 1-7% kasus COVID-19 anak
 Dibanding dewasa angka kematian relatif rendah
 Transmisi kebanyakan dari dalam keluarga dekat (dewasa)
 Penutupan sekolah
 Aturan untuk tinggal dirumah
 Transmisi antar anak dan staf pengajar, bervariasi karena
data sangat terbatas
 Tampaknya anak bukan merupakan penular utama infeksi
SARS-CoV-2
 Transmisi utama droplet dan kontak
Kewaspadaan Berbasis
transmisi
Terdapat 3 kewaspadaan berbasis transmisi :
1. Transmisi Kontak :
 Kontak langsung  Hand hygiene
 kontak tidak langsung  Pembersihan
alat dan lingkungan
2. Transmisi Droplet  Masker bedah , masker
kain
3. Transmisi Airborne  Masker respirator (N95,
FFP2, FFP3)
Masker merupakan Bagian dari
Paket Tindakan Komprehensif untuk
menekan Penularan dan
Menyelamatkan nyawa
 Masker saja tidak bisa melindungi dari COVID-19,
penggunaannya harus digabungkan dengan tindakan
proteksi ini:
 Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain
 Hindari menyentuh masker atau wajah
 Bersihkan tangan secara teratur dan menyeluruh
 Masker kain dapat mencegah penyebaran virus:
 Dengan anda memakai masker dapat melindungi
orang lain
 Saat orang lain memakai masker, mereka melindungi
anda
Tabel Penggunaan
Masker
Jenis masker kain
yang
paling baik
Masker atau pelindung wajah yang terbuat dari kain bisa diproduksi
dari berbagai jenis bahan. Penelitian mengenai masker kain masih
berjalan, tetapi secara umum efektivitasnya bergantung pada jenis
dan jumlah lapisan kain pada masker. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) merekomendasikan tiga lapisan yang terdiri dari:
 Lapisan dalam, terbuat dari bahan berdaya serap tinggi, seperti
katun
 Lapisan tengah, terbuat dari bahan bukan tenun, seperti
polipropilen
 Lapisan terluar, terbuat dari bahan tanpa daya serap, seperti
poliester atau kain dengan kandungan poliester
Jenis masker yang
dibutuhkan
keluarga
 Masker nonmedis (yaitu masker kain atau pelindung
wajah):
Disarankan bagi keluarga yang tinggal di wilayah dengan
angka penularan COVID-19 yang tinggi dan tidak memiliki
gejala apa pun
 Masker medis: Masker medis disarankan bagi anggota
keluarga yang lebih berisiko terkena penyakit berat akibat
COVID-19 (lansia berusia di atas 60 tahun atau seseorang
dengan kondisi kesehatan bawaan), atau jika Anda sedang
merawat pasien COVID-19. Masker medis juga diperlukan
bagi Anda yang menunjukkan gejala-gejala COVID-19 agar
Anda dapat melindungi orang lain.
PANDUAN
PEMAKAIAN
MASKER DI
PELAYANAN
KESEHATAN
BERDASARK
AN
TRANSMISI
PANDUAN
PENGGUNA
AN MASKER
UNTUK
MASYARAK
AT UMUM
Bagaimana dengan anak-
anak?
 Masker tidak perlu digunakan oleh anak yang tidak
bisa melepas masker tanpa bantuan—termasuk di
antara mereka adalah bayi dan balita, atau
seseorang dengan kesulitan bernapas.

https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/covid-19-dan-masker-tips-untuk-
keluarga
Rekomendasi WHO-
UNICEF:
Penggunaan Masker pada
anak  https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1296520/r
(Agustus 2020) etrieve
Apakah anak anak
sebaiknya

menggunakan masker?
Anak-anak yang berusia 5 tahun dan di bawah 5 tahun sebaiknya tidak diwajibkan
untuk memakai masker. Anjuran ini didasarkan pada keamanan dan kepentingan
keseluruhan anak serta kemampuan menggunakan masker dengan tepat tanpa
banyak dibantu.
 WHO dan UNICEF menganjurkan agar keputusan penggunaan masker untuk anak-anak
usia 6-11 tahun didasarkan pada faktor-faktor berikut:
 Apakah terjadi transmisi meluas di daerah di mana anak tinggal
 Kemampuan anak untuk menggunakan masker secara aman dan tepat
 Akses pada masker, serta pencucian dan penggantian masker di lingkungan-
lingkungan tertentu
 Pengawasan dan instruksi yang memadai dari orang dewasa untuk anak
mengenai cara mengenakan, melepas, dan dengan aman memakai masker
 Kemungkinan dampak pemakaian masker pada pertumbuhan pembelajaran
dan psikososial, yang dikonsultasikan dengan guru, orang tua/pengasuh,
dan/atau penyedia layanan medis
 Lingkungan dan interaksi anak dengan orang lain yang berisiko tinggi mengalami
penyakit serius, seperti orang lansia dan orang dengan kondisi kesehatan
penyerta.

WHO dan UNICEF menganjurkan agar anak-anak berusia 12 tahun dan di atas 12 tahun
mengenakan masker seperti orang dewasa, terutama jika tidak dapat menjaga jarak
minimal 1 meter dari orang lain dan terjadi transmisi meluas di daerahnya.
Informasi lebih lanjut tentang jenis masker, cara memilih masker, dan cara memakai
Saran dari UNICEF dan WHO :
 Anak berusia lima tahun ke bawah tidak perlu
diwajibkan mengenakan masker. Anjuran ini
dibuat demi keselamatan anak dan fakta
bahwa setiap anak boleh jadi mencapai
tahap perkembangan pada usia yang
berbeda-beda.
 Anak usia 6-11 – mengenakan masker
berdasarkan tingkat risiko. Faktor risiko
termasuk penularan lokal; kemampuan anak
untuk mematuhi aturan; kehadiran orang
dewasa; dan pertimbangan lain seperti kondisi
disabilitas atau penyakit bawaan.
 Anak usia 12 ke atas dapat diminta mengikuti
aturan mengenakan masker yang sama
dengan yang berlaku untuk orang dewasa.
Apa yang perlu
diperhatikan
saat memilih masker untuk
anak?
 Banyak masker dirancang untuk orang dewasa sehingga
ukurannya terlalu besar untuk anak.
 Sebelum membeli, perhatikan ukuran masker dan pilih
yang cocok dengan anak Anda.
 Anda pun dapat membuat sendiri masker untuk anak.
Yang terpenting, pastikan bahwa masker menutupi area
mulut, hidung, dan dagu tanpa celah pada sisi wajah
dan masker tidak menghalangi pandangan.
 Pastikan anak bisa bernapas dengan nyaman, termasuk
saat berjalan cepat dan berbicara.
Cara membersihkan
masker kain

 Cucilah masker kain dengan sabun atau detergen,


idealnya dengan air panas (setidaknya 60 derajat Celsius),
minimal satu kali sehari.
 Jika Anda menggunakan mesin cuci, ubahlah pengaturan
mesin agar sesuai dengan jenis kain.
 Jika mencuci dengan tangan, gunakanlah air panas yang
dicampur dengan sabun. Setelah selesai, jemur masker
hingga kering sebelum dipakai kembali.
 Jika tidak segera dipakai, masker perlu disimpan di dalam
wadah/kantung bersih.
Cara mengenakan
masker
dengan benar
 Mengenakan, melepas,
dan merawat masker
dengan benar sangat
penting bagi
perlindungan kesehatan
diri sendiri dan orang lain

 Simak langkah-langkah
di bawah dan cobalah
lakukan dengan keluarga
secara rutin hingga
terbiasa :
Sebelum
mengenakan
masker
 Sebelum mengenakan masker, selalu
cuci tangan terlebih dahulu dengan
sabun dan air.
 Pastikan masker dalam keadaan bersih
dan tidak robek atau berlubang. Jangan
kenakan masker yang kotor atau rusak.
 Sesuaikan posisi masker agar menutupi
mulut, hidung, dan dagu serta tidak
menimbulkan celah pada kedua sisi
wajah.
 Pastikan Anda tetap nyaman bernapas
dengan masker.
Saat mengenakan masker

 Segera ganti masker jika kotor atau basah.


 Jangan kenakan masker di bawah hidung atau dagung
atau di kepala—masker harus sepenuhnya menutupi mulut
dan hidung agar efekif.
 Jangan sentuh masker yang sedang dikenakan.
 Kiat: Jika masker hendak dilepas dan digunakan kembali
pada hari yang sama, selalu siapkan tas/kantung bersih
untuk menyimpan masker. Masing-masing anggota
keluarga perlu memiliki kantung terpisah. Masukkan atau
keluarkan masker dari kantungnya dengan cara
memegang tali masker (tanpa menyentuh permukaan
masker) untuk menghindari kemungkinan kontaminasi.
Jangan lupa mencuci tangan sebelum mengenakan
masker.
Melepas masker
 Cuci tangan sebelum melepas masker.
 Lepaskan masker dengan memegangnya pada bagian tali.
Jangan sentuh bagian permukaan masker.
 Cuci tangan setelah melepaskan masker.
 Masker kain perlu dicuci setiap kali selesai digunakan,
kemudian disimpan di dalam kantung yang bersih.
 Masker medis adalah masker sekali pakai. Buanglah masker
bekas pakai ke tempat sampah bertutup.
Hindari 6 kesalahan umum ini
Dari kiri ke kanan:
•Jangan tarik masker hingga berada di
bawah hidung

•Jangan biarkan dagu terbuka

•Jangan tarik masker hingga ke bawah


dagu

•Jangan sentuh masker saat dikenakan

•Jangan mengenakan masker yang


longgar

•Jangan kenakan masker yang kotor,


rusak, atau basah.
Mendiskusikan
masker
dengan anak-

anak
Dapat dipahami bahwa penggunaan masker
boleh jadi memperparah perasaan ini pada
anak-anak, terutama jika anak tidak pernah
mengenakan masker. Bagi anak-anak usia
muda secara khusus, mengenakan masker bisa
terasa membingungkan dan mengganggu.
 Menggunakan masker secara teratur perlu
pembiasaan. Untuk itu, anak-anak perlu sering
diingatkan dan diajak memakai masker secara
konsisten.
 Sampaikan juga kepada anak bahwa
penggunaan masker harus dipadukan dengan
langkah pencegahan lain (seperti menjaga
jarak fisik dan sering mencuci tangan) untuk
melindungi diri dan orang lain.
Berdiskusi secara terbuka
 Saat berdiskusi, gunakanlah bahasa sesuai usia anak dan
bersikaplah peka terhadap kecemasan yang mungkin dialami
anak. Sampaikan Anda paham bahwa mengenakan masker
tidak menyenangkan, lalu jelaskan bahwa dengan mengenakan
masker kita sedang membantu orang lain, termasuk lansia dan
anggota masyarakat lain yang lebih rentan. Mengenakan
masker menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama.
 Ingatkan anak bahwa saat ini para pakar sedang bekerja keras
untuk menghentikan COVID-19. Tetapi mereka butuh bantuan
kita; artinya, kita pun perlu melakukan setiap langkah
pencegahan yang kita bisa.
 Semua orang juga perlu ingat bahwa mengenakan masker saja
tidak melindungi kita sepenuhnya. Kita harus sering mencuci
tangan dan menjaga jarak dari orang lain saat berada di luar
rumah.
Mendengarkan dan
menunjukkan
empati
 Berikan anak kesempatan berbicara. Perhatikan jika mereka
menunjukkan tanda-tanda kegelisahan, seperti perubahan
bahasa tubuh atau nada suara. Jawablah setiap
pertanyaan sebisa Anda. Mungkin, tidak semua pertanyaan
dapat Anda jawab. Hal ini wajar karena situasi ini adalah
situasi baru untuk kita semua. Namun, ingatkan anak bahwa
mereka dapat selalu berkomunikasi dan bertanya kepada
Anda. Tanyakan kabar mereka secara berkala. Bergantung
pada usia anak, Anda dapat membuka percakapan
dengan menanyakan informasi yang mereka dapat dari
teman. Pastikan mereka selalu mendapat informasi yang
valid.
Membangun
kebiasaan baru
dari rumah
 Cobalah mengenakan masker bersama-sama anak di
rumah. Mulai dengan durasi singkat lalu perpanjang secara
bertahap hingga anak terbiasa. Dipandu langkah-langkah
di atas, berlatihlah cara memasang, mengenakan, dan
melepas masker bersama-sama.
 Ingat, anak usia muda masih mengandalkan komunikasi
visual seperti senyum. Ajak mereka tersenyum sambil
mengenakan masker dan coba gunakan nada suara untuk
mengekspresikan sikap Anda. Hal lain yang bisa dicoba
adalah memasangkan masker pada boneka kesayangan
anak agar masker terlihat lebih akrab bagi mereka.
Libatkan anak

 Ada beragam desain dan warna masker. Bagi anak, hal ini
boleh jadi merupakan kesempatan ekspresi diri. Jadikan
kegiatan memilih kain dan masker sebagai kegiatan seru
yang melibatkan mereka. Semakin anak menyukai
maskernya, semakin mungkin ia mengenakan masker tanpa
perlu diminta atau diawasi.
Konsisten

 Kepatuhan mengenakan masker adalah


hasil kebiasaan baru. Jadi, berikan contoh
perilaku yang baik dan konsisten.
 Carilah kesempatan untuk mengingatkan
pentingnya mengenakan masker dengan
benar.
 Minta keluarga untuk saling mengingatkan
jika ada anggota yang lalai. Anak-anak
akan tahu dengan cepat jika ada suatu
aturan yang tidak dijalankan dengan
konsisten, jadi pastikan Anda memberikan
contoh yang benar.
 Ingatkan juga keluarga besar dan teman-
teman untuk mengikuti rekomendasi
pemakaian masker.
Jenis masker untuk
anak
 Anak-anak yang secara umum sehat dapat memakai masker
nonmedis atau kain. Masker jenis ini memberikan pengendalian
sumber, yang berarti masker menghalangi penyebaran virus
kepada orang lain jika pemakainya memang terinfeksi virus tetapi
tidak menyadarinya. Orang dewasa yang menyediakan masker ini
harus memastikan bahwa masker kain memiliki ukuran yang tepat
serta cukup menutup hidung, mulut, dan dagu anak.
 Anak-anak dengan kondisi kesehatan penyerta seperti fibrosis kistik,
kanker, atau imunosupresi sebaiknya, sesuai konsultasi dengan
penyedia layanan medisnya, memakai masker medis. Masker
medis mengendalikan penyebaran virus dan perlindungan bagi
pemakainya, serta disarankan bagi setiap orang yang lebih berisiko
mengalami penyakit COVID-19 parah.
Penggunaan masker untuk anak
 Anak-anak perlu mengikuti prinsip-prinsip pemakaian masker yang sama
dengan orang dewasa, termasuk membersihkan tangan selama minimal 20
detik dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau minimal 40
detik dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum mengenakan masker.
Pastikan ukuran masker tepat untuk menutupi hidung, mulut, dan dagu.
Anak-anak perlu diajari cara memakai masker yang tepat, seperti tidak
menyentuh bagian depan masker dan tidak menarik masker ke bawah
dagu atau ke dalam mulut. Anak-anak perlu menyimpan masker dalam
kantong atau wadah, dan masker anak tersebut tidak boleh digunakan
juga oleh orang lain.

Informasi lebih lanjut, termasuk video tentang cara memakai, melepas, dan
merawat masker, dapat dilihat di sini:
 https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
Pemakaian Masker di Rumah

 Setiap anak yang mengalami gejala-gejala yang


mengindikasikan COVID-19 sebaiknya memakai masker medis
selama mungkin.
 Anak harus diisolasi dan diberi pertolongan medis segera
setelah merasa tidak sehat, sekalipun gejala-gejalanya ringan.
 Anggota keluarga/pengasuh yang di rumah berada dalam
jarak 1 meter dari anak yang sakit ini juga sebaiknya memakai
masker.
 Anggota rumah tangga yang sakit atau hasil tes virus
penyebab COVID-19-nya positif harus diisolasi dari semua
orang jika memungkinkan.
 Jika anak di rumah berada dalam jarak 1 meter dari orang
yang sakit ini, orang dewasa dan anak ini harus memakai
masker medis saat itu.
Apakah guru, orang
dewasa
pendamping anak
harus
 Di daerah-daerah di mana terjadi transmisi meluas, semua orang
dewasa yang berusia di bawah 60 tahun dan yang secara umum
menggunakan
sehat sebaiknya memakai masker kain saat tidak dapat
memastikan adanya jarak 1 meter dari orang lain, terutama bagi
masker?
orang-orang dewasa yang bekerja berdampingan dengan anak-
anak yang mungkin juga berkontak erat dengan anak-anak serta
orang dewasa lain.

Orang dewasa berusia 60 tahun atau lebih, atau yang


mengalami kondisi kesehatan penyerta seperti penyakit jantung,
diabetes, atau kanker paru-paru, sebaiknya memakai masker
medis karena peningkatan risiko penyakit COVID-19 serius.

Informasi lebih lanjut, termasuk video tentang cara memakai,


melepas, dan merawat masker, dapat dilihat di
sini: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-
coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
Penggunaan
masker
saat olah raga,
bermain
dan aktifitas
 Anak-anak fisik
sebaiknya tidak memakai masker saat berolahraga
atau saat melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, atau
lainnya
bermain di tempat bermain, sehingga pernapasannya tidak
terganggu.
 Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini bagi anak-anak,
semua langkah kesehatan masyarakat penting lainnya penting
untuk digalakkan:
 menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain,
 membatasi jumlah anak yang bermain bersama, dan
menyediakan akses sarana mencuci tangan serta
mendorong penggunaan sarana tersebut.
Alternatif pengganti masker
 Dalam konteks COVID-19, sebagian anak-anak mungkin tidak
dapat memakai masker akibat disabilitas atau situasi-situasi
tertentu seperti pelajaran berujar di mana guru perlu melihat
mulut anak-anak.
 Dalam hal-hal ini, pelindung wajah (face shield) dapat
dipertimbangkan sebagai alternatif untuk masker, tetapi
pelindung wajah tidak memberikan perlindungan yang setara
dalam hal mencegah transmisi virus kepada orang lain.
 Jika pelindung wajah diputuskan untuk digunakan, pelindung
wajah harus menutupi seluruh wajah, melengkung ke samping
wajah, dan mencapai bawah dagu. Pemasangan pelindung
wajah harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari
kerusakan yang dapat mematahkan pelindung wajah dan
mencederai mata atau wajah.
Kesimpulan
 Berdasarkan data yang terbatas, suseptibilitas terjadi infeksi
lebih rendah dibanding dewasa dan bervariasi sesuai usia
 Data sero-epidemiologi dan transmisi menunjukkan anak
remaja mempunyai peran dalam transmisi lebih tinggi
dibanding anak muda karena lebih aktif
 Manfaat memakai masker pada anak untuk pengendalian
COVID-19 harus dipertimbangkan terhadap potensi bahaya
terkait dengan akibat pemakaian masker
 Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemakaian
masker kelayakan, ketidaknyamanan, masalah sosial, dan
komunikasi; selain faktor kelompok usia, pertimbangan
sosiokultural dan kontekstual dan adanya pengawasan
orang tua dan sumber daya lain untuk mencegah
penularan
 Diperlukan data penelitian tentang peran anak dan remaja
pada transmisi SARS-CoV-2, agar dapat meningkatkan
penerimaan dan kepatuhan pemakaian masker pada
anak.
Referensi

 https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1296520/retrieve
 https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-
2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
 https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-
2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks