Anda di halaman 1dari 63

KURIKULUM

TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)


KONDISI KHUSUS COVID - 19
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
TAHUN PELAJARAN
2020-2021

PENDIDIKAN ANAK USA DINI (PAUD)


TK PGRI ....................

DESA ........................
KECAMATAN .................
KABUPATEN ..................
PROVINSI ..............................
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
dan hidayah-Nya, TK PGRI .................... Kecamatan ................. telah dapat
menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dalam Kondisi Khusus
Covid - 19. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kondisi Khusus ini
merupakan salah satu upaya mengimplentasi Standar isi dan Standar Kompetensi
Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siap dilaksanakan oleh
sekolah, sesuai dengan karakteristik daerah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta
didik pada masa Pandemi Covid – 19 ini.
Kurikulum TK PGRI .................... Kecamatan ................. disusun dengan
mengacu pada Permendikbud RI Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional
Satuan PAUD dan Permendikbud RI Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 PAUD. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum
sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring
terbitnya standar-standar lainnya, yaitu: Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan,
Standar Isi, Standar Proses ,Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar
Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar
Penilaian Pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya dalam menyusun
KTSP.
KTSP Kondisi Khusus ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2020-
2021. Kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Seluruh Staff
sekolah yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menyusun kurikulum ini.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk terhadap segala upaya yang
kita lakukan demi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada masa
Pandemi Covid – 19 ini dan senantiasa kita semua di berikan kesehatan.

................., 13 Juli 2020


Penyusun
DAFTAR ISI
Judul .....................................................................................................................
Kata Pengantar ................................................................................................
Berita Acara KTSP .........................................................................................
SK Penetapan KTSP .......................................................................................
Lembar Pengesahan.........................................................................................
Daftar Isi .........................................................................................................

BAGIAN I PROFIL LEMBAGA


A. Sejarah Singkat TK .............................................................................
B. Struktur Organisasi dan Tupoksi ........................................................
C. Alamat dan Peta Lokasi ......................................................................
.............................................................................................................
D. Status Satuan PAUD ...........................................................................

BAGIAN II DOKUMEN I
A. Pendahuluan .......................................................................................
1. Latar Belakang ..............................................................................
2. Dasar Operasional KTSP ..............................................................
3. Tujuan Penyususnan KTSP ..........................................................
4. Visi, Misi dan Tujuan Satuan PAUD............................................
B. Karakteristik KTSP ............................................................................
C. Program Pengembangan dan Muatan Materi .....................................
D. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan ......................................
E. Standar Operasional Prosedur ............................................................

BAGIAN III DOKUMEN II


A. Program Semester ...............................................................................
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan .................................
C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian .......................................
D. Penilaian .............................................................................................

BAGIAN IV PENUTUP ...............................................................................


BAGIAN V LAMPIRAN ............................................................................
KOP SURAT

NOTULEN RAPAT
PENINJAUAN DAN PENETAPAN KURIKULUM YANG MENCAKUP
PROGRAM 6 ASPEK PENGEMBANGAN, TPP
DAN INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
TK PGRI .................... KABUPATEN ............
TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Hari/Tanggal : Kamis, ....................2020


Tempat : TK PGRI ....................
Waktu : 10.30 - selesai
Peserta : Guru TK PGRI ....................
Pimpinan Rapat : Kepala Sekolah, (....................... AUD)
Notulis : Risma Mega Triani, S.Pd

Agenda/Rapat :
Peninjauan dan Penetapan Kurikulum Yang Mencakup Program 6 Aspek
Pengembangan, Tpp Dan Indikator Pencapaian Perkembangan TK
PGRI .................... Kecamatan ................. Kabupaten .............

Uraian Acara:
1. Pembukaan Rapat pada pukul 10.30 WIB
2. Setelah dilakukan/dilaksanakan pembahasan dan diskusi terhadap materi atau
topik diatas, selanjutnya seluruh peserta memutuskan dan dapat menyepakati
beberapa hal yang berketetapan menjadi keputusan akhir dari rapat/musyawarah
yaitu :
a) Kurikulum PAUD sekarang mengacu ke Permendikbud No. 137 Tahun 2014.
b) Dalam Tujuan Pendidikan : Prinsip Pembelajaran
c) Dalam struktur dan Muatan Kurikulum
d) Alokasi Waktu Pembelajaran
e) Jadwal kegiatan Bermain
f) Rencana kegiatan tema yang dilaksanakan
g) Kurikulum adaptasi khusus (Kurikulum darurat Covid-19) dalam penggunaan
pembelajaran daring dan luring.
3. Do’a/Penutup

............, ....................2020

Notulis

.......................
KOP SURAT

BERITA ACARA
PENINJAUAN KURIKULUM

Pada hari ini Kamis tanggal Tiga Puluh bulan Juli tahun Dua Ribu Dua Puluh,
Pukul 10.30 s.d 14.00 bertempat di TK PGRI .................... yang beralamat di Jl. Raya
............-......... KM 15 No. 03, ........................ Kec. ................. Kab. ............ telah
dilaksanakan peninjauan Tahun Pelajaran 2019-2020 dan Perbaikan Tahun Pelajaran
2020-2021

Materi/Topik :
Peninjauan Kurikulum Tahun Pelajaran 2019-2020
Perbaikan Tahun Pelajaran 2020-2021

Unsur Pimpinan Rapat dan Narasumber :


1. Pimpinan Rapat : ....................... AUD.
2. Sekretaris : .......................
3. Bendahara : Iin Suhartini

Setelah dilakukan/dilaksanakan pembahasan dan diskusi terhadap materi atau topik


diatas, selanjutnya seluruh peserta memutuskan dan dapat menyepakati beberapa hal
yang berketetapan menjadi keputusan akhir dari rapat/musyawarah yaitu :
1. Kurikulum PAUD sekarang mengacu ke Permendikbud No. 137 Tahun 2014.
2. Dalam struktur dan Muatan Kurikulum
3. Alokasi Waktu Pembelajaran
4. Perubahan jumlah rombel
5. Rencana kegiatan tema yang dilaksanakan disesuaikan kalender pendidikan
6. Kurikulum adaptasi khusus (Kurikulum darurat Covid-19) dalam penggunaan
pembelajaran daring dan luring.

Keputusan diambil secara : musyawarah dan mufakat


Demikian berita acara ini dibuat dan disyahkan dengan penuh tanggungjawab dan
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Daftar Hadir Terlampir.

Kepala TK PGRI .................... Sekretaris TK PGRI ....................

....................... AUD .......................


NIP........................

Mengetahui :
Pengawas TK

……………………………….
NIP. ………………………..
KOP SURAT

DAFTAR HADIR PENINJAUAN KURIKULUM


TAHUN PELAJARAN 2019-2020

No Nama Jabatan Tanda Tangan

1. ....................... AUD Kepala TK

2. Iin Surtini Guru/Pendidik

3. ....................... Guru/Pendidik

................., ....................2020
Kepala TK PGRI ....................

.......................
NIP........................
KOP SURAT

SURAT KEPUTUSAN KEPALA TK PGRI ....................


Nomor : /KTSP-TK/CW/VII/2020

Tentang :
PEMBENTUKAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM PAUD
TK PGRI .................... DESA ........................
KECAMATAN ................. KABUPATEN ............

Menimbang : 1. Bahwa untuk memperlancar Proses Belajar Mengajar di TK


PGRI .................... Desa ........................ Kecamatan .................
Kab. .............
2. Bahwa untuk keperluan tersebut pada butir 1 perlu menetapkan
Pembentukan tim Pengembang Kurikulum PAUD.
3. Bahwa oleh karena itu perlu dikeluarkan Surat Keputusan
tentang Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum PAUD.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1991 Tentang PLS.

Memperhatikan : Kurikulum PAUD TK PGRI .....................

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum PAUD TK
PGRI .................... Sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan ini .
Kedua : Terhitung Mulai Tahun Ajaran 2020/2021 Standar Tingkat
Pencapaian Perkembangan Anak Kelompok Usia 4-6 Tahun
mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 137 Tahun
2014 tentang Standar Nasional Satuan PAUD.
Ketiga : Lampiran keputusan sebagaimana pada Diktum PERTAMA,
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan didalam keputusan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : .................
Pada Tanggal : Juli 2020
Kepala TK PGRI ....................

....................... AUD
NIP. 19690101 199802 2 003
Tembusan :
1. Yth. Ketua Korwil Pendidikan Kecamatan .................;
2. Yth. Ketua YPLP PAUD dan Dikmas PGRI Kab. ............
3. Arsip.
KOP SURAT

SURAT PENGESAHAN
PEMBERLAKUKAN KTSP KONDISI KHUSUS COVID – 19
TK PGRI ....................
No. 05/KTSP-TK/PGRI.CW/VII/2020

Berdasarkan pengajuan permohonan pengesahan Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan (KTSP) yang disiapkan oleh:

Nama Satuan PAUD : TK PGRI ....................


Penyelenggara : YPLP PAUD dan DIKMAS PGRI Kabupaten ............
Izin Operasional :
Alamat : Jalan Raya ............ – ......... KM 15 No. 03,
........................ Kec.................. Kab. ............

Maka UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan ................. Dinas


Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten ............ dengan mempertimbangkan:

1. Dasar-dasar hukum dan acuan yang digunakan dalam pengembangan KTSP


Kondisi Khusus Covid – 19 di satuan PAUD TK PGRI ....................;
2. Tatacara pengembangan KTSP Kondisi Khusus Covid – 19 yang dilakukan
oleh tim penyusun di satuan PAUD TK PGRI ....................;
3. Bukti fisik seluruh dokumen KTSP Kondisi Khusus Covid -19 yang telah
disusun oleh Tim dari satuan PAUD TK PGRI .....................

Maka dengan ini menyatakan, bahwa Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan (KTSP) pada satuan PAUD TK PGRI .................... Dalam Kondisi
Khusus Covid – 19 dapat diterapkan/dilaksanakan sebagaimana mestinya, dengan
catatan satuan PAUD TK PGRI .................... tetap berupaya secara terus-menerus
dapat meningkatkan mutu KTSP di lembaganya.

Ketua Komite ................., ....................2020


TK PGRI .................... Yang mengajukan Pengesahan :
Kepala TK PGRI ....................

…………………………. ……………………………..
NIP. ………………………… NIP. …………………..

Tanda Pengesahan :

Ketua Korwil UPTD Pendidikan Pengawas TK


Kecamatan ................. Dinas Pendidikan Kec. .................

.............................. ..............................
NIP............................... NIP. ..............................
BAB I
PROFIL LEMBAGA

A. Sejarah Satuan PAUD TK PGRI ....................

Secara Geografis letak TK PGRI .................... yang berlokasi Jln.

Raya ............ ......... No.03 Km 15 RT 01 RW 01 Dusun ........................

Desa ........................ Kecamatan ................. Kabupaten ............

Provinsi .................... TK PGRI .................... berdiri pada tanggal 01 Juli 1981 ,

dibawah naungan yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI yang beralamat

di Jalan. Talaga Bodas No. 56-58 RT 01 RW 02 Kelurahan Lingkar Selatan

Kecamatan Lengkong Kota Bandung Kode Pos 40263. Adapun Kepala Sekolah

yang telah menjabat di TK PGRI .................... :

1. …………………….

2. …………………….

3. …………………….

4. …………………….

5. …………………….

6. …………………….

7. …………………….

8. …………………….

9. …………………….

10. …………………….

11.

Alhamdullilah TK PGRI .................... sampai sekarang dapat mengikuti

perkembangan dan mengikuti Kurikulum PAUD dari Pemerintah.


B. Struktur Kepengurusan Satuan Lembaga PAUD

1. Struktur Kepengurusan TK PGRI ....................

PEMBINA

Kepala Dinas Pendidikan Kab.


Kepala UPTD Pendidikan Kec.
Pengawas TK

PENANGGUNGJAWAB
2.
YPLP PAUD dan Dikmas PGRI Kab.
3.Komite TK
Ketua
4.

5. SEKRETARIS KEPALA TK BENDAHARA


……………………..
6. …………………….. ……………………..
7.

PENDIDIK

……………………
……………………
……………………

a) Pembina, bertanggung jawab dalam :


 Memfasilitasi seluruh kegiatan lembaga;
 Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan TK PGRI .................... secara
keseluruhan;
 Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan
lembaga;
 Melakukan upaya terhadap pengembangan lembaga;
 Menetapkan peraturan akademis.
b) Penanggungjawab, bertanggung jawab dalam :
 Bekerjasama dengan berbagai pemangku kebijakan dalam rangka
optimalisasi sumber belajar dan sumber dana;
 Membina keberlangsungan lembaga;
c) Kepala TK, bertanggung jawab dalam :
 Melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi, instansi,
dan masyarakat dalam rangka peningkatan akses dan mutu layanan
PAUD di lembaga;
 Menyusun rencana program dan kegiatan tahunan dengan melibatkan
bagian tata usaha dan penanggung jawab masing-masing program
layanan TK
 Mengelola tata administrasi internal dan eksternal;
 Mendokumentasikan /mengarsipkan setiap kegiatan lembaga
 Membuat tim schedule pelaksanaan program, merancang, dan
membuat Kurikulum Program kegiatan bersama para guru;
 Membantu para guru dalam penyediaan sarana dan prasarana
pelaksanaan program;
d) Sekretaris, bertanggung jawab dalam :
 Pengelolaan dan pengarsipan surat-surat masuk dan keluar serta
Menyusun surat keluar;
 Menyusun dan mengklasifikasikan data administrasi ketenagakerjaan
sekolah yang meliputi data guru/staf/karyawan dan pengurus sekolah
lainya meliputi data diri, Surat Keputusan Kepala Sekolah, dan lain-
lain;
 Menyusun dan mengklasifikasikan data administrasi siswa meliputi
Rapot, Ijazah, data diri, dan lain-lain;
 Menyusun dan mengklasifikasikan data administrasi dari dinas
pendidikan;
 Mengatur sistematis dan kerapian data-data administrasi sekolah
e) Bendahara, bertanggung jawab dalam :
 Menyusun perencanan anggaran dana kebutuhan sekolah secara
berkala;
 Menyusun laporan anggaran dana pengeluaran sekolah secara
berkala;
 Mengawasi pengeluaran dan pemasukan anggaran dana sekolah
 Memanajemen anggaran dan kebutuhan sekolah
f) Pendidik, bertanggung jawab dalam :
 Memberikan pembelajaran pada peserta didik dengan baik;
 Melaksanakan tuga administrasi untuk kelancaran proses belajar
mengajar;
 Menciptakan suasana belajar yang kondusif:
 Melaporkan perkembangan anak didik kepada kepala dan orang tua;
 Menginput perkembangan anak pada aplikasi SIPAUD.
 Mengajukan kebutuhan untuk kelancaran PBM kepada koordinator
bidang dan koordinator akademik.
 Memberikan bimbingan dan motivasi kepada peserta didik.
 Melakukan evaluasi terhadap peserta didik.
2. Penyelenggara

Nama Yayasan : YPLP PGRI KABUPATEN ............


Alamat Yayasan : Jl. ……………………………………
Kel. ............ Kec. ............ Kab. ............
Propinsi ...................
Tahun Berdiri : ……………………………
Akta Notaris : ..............................
Nomor : ……………………………
SK Kemenhumham : Nomor : ……………………………
Tanggal : ……………………………
Susunan Kepengurusan
Ketua : ……………………………..
Wakil Ketua : ……………………………..
Sekretaris : ……………………………...
Wakil Sekretaris : ……………………………..
Bendahara : ……………………………..
Anggota : 1. ……………………………..
2. ……………………………..
Rekening Bank
Nama Bank : ..............................
Nomor Rekening : ..............................
Atas Nama : YPLP PGRI Kabupaten ............
NPWP : ..............................
Bidang Kegiatan : 1.Sosial
2.Keagamaan
3.Kemanusiaan
Lembaga Dalam : 1.Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Naungan Yayasan 2.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

3. Ketenagaaan/Pengelola Satuan PAUD

Pendidikan
No Nama L/P Jabatan
Terkhir
1 ………………………. P Kepala/Ketua
2 ………………………. P Bendahara
3 ………………………. P Sekretaris
4. Tenaga Pendidik Satuan PAUD

Status
Tempat
Pend. Pangkat/ G P G
No NAMA Tanggal Masa
Terakhir Jabatan T N T
Lahir Kerja
Y S T
Kepala
1. ………………. √
Sekolah

Guru
2. ………………. √
Kelas

Guru
3. ………………. √
Kelas

C. Alamat Dan Peta Lokasi TK PGRI ....................

PETA

Secara Geografis letak TK PGRI .................... yang berlokasi Jln.

Raya ............ ......... No.03 Km 15 RT 01 RW 01 Dusun ........................

Desa ........................ Kecamatan ................. Kabupaten ............

Provinsi ..............................sangat cocok berada diwilayah yang warga

masyarakatnya terus berkembang dimana diperlukan satuan PAUD yang

kualitasnya mendekati Standar PAUD yang diarahkan demi mewujudkan

pendidikan yang berkeadilan bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Luas Tanah yang dipakai untuk bangunan sebesar 210 m2, dengan Batas-batas

sebagai berikut :

Sebelah Utara :

Sebelah selatan :

Sebelah Timur :

Sebelah Barat :

D. Status Satuan lembaga PAUD

1. Identitas Sekolah

Nama Sekolah : TK PGRI ....................

SK Akreditasi / tahun nilai : Nomor : ..............................

Tanggal :

Status :

NIS/NPSN :

NSS :

Jenis Program Yang dilaksanakan:

Tanggal Berdiri :

SK Pendirian Sekolah :

Nomor :

Tanggal :

Dikeluarkan Oleh :

SK Izin Operasional :

Nomor :

Tanggal :

Dikeluarkan Oleh :

Daerah :

Kegiatan Belajar Mengajar :


Bangunan :

Luas :

NPWP :

Rekening Lembaga :

No. Rek :

BJB Cabang ............

No. Rek :

2. Jumlah peserta didik dalam 3 (tiga) tahun terakhir :

TAHUN Kelompok A Kelompok B JUMLAH


2018-2019 9 15 24
2019-2020 14 15 29
2020-2021 12 18 30

Keadaan
Jenis
No. Jumlah Tidak
Sarana/Prasarana Baik Rusak Digunakan
digunakam
Ruang 
1 1 -  -
Kantor/Kepala TK
2 Ruang Guru - - - - -
3 Ruang Tata Usaha - - - - -
4 Ruang UKS 1  -  -
Kamar Mandi/WC
5 1  -  -
Kepala & Guru
6 Gudang - - - - -
7 Dapur 1   -
8 Mushala - - - - -
9 Ruang Kelas 1  -  -
Kamar mandi/WC
10 1  -  -
anak
Ruang bermain
11 - - - - -
bebas di dalam
Ruang tunggu
12 - - - - -
terbuka
Ruang terbuka/
13 - - - - -
serbaguna
14 Tempat cuci tangan 1  -  -
15 Perpustakaan - - - - -
16 Halaman sekolah 1  -  -
3. Keadaan Sarana Prasarana
4. Keadaan Perabot dan Alat-alat Kelengkapan Bermain Anak

Keberadaan Kualifikasi
No Jenis Perabot dan Kelengkapan Tidak Tidak
Ada Layak
Ada Layak
1 Perabot ruang belajar  -  -
2 Perabot ruang kantor  -  -
Perabot dan alat kelengkapan bermain
3  -  -
bebas di dalam
4 Perlengkapan alat peraga area seni  -  -
5 Perlengkapan alat peraga area balok  -  -
6 Perlengkapan alat peraga area drama  -  -
7 Perlengkapan alat peraga area IPA  -  -
Perlengkapan alat peraga area
8  -  -
matematika
Perlengkapan alat peraga area baca
9  -  -
tulis
10 Perlengkapan alat peraga pasir dan air  -  -
11 Perlengkapan alat peraga area agama  -  -
Perlengkapan alat peraga area di lima
12  -  -
sudur
13 Perlengkapan UKS  -  -
14 Perlengkapan  -  -

Keadaan
Jumla
No. Jenis Sarana/Prasarana Tidak
h Baik Rusak Digunakan
digunakam
Bak pasir dan  
1 1 - -
kelengkapannya
Bak air dan
2 kelengkapannya 1  -  -
Papan
3 2  -  -
peluncur/perosotan
4 Ayunan 4  -  -
5 Tembok titian - - - - -
6 Tangga majemuk 1  -  -
7 Jungkitan 1   -
8 Terowongan - - - - -
9 Bola dunia - - - - -
10 Jembatan goyang - - - - -
11 Panjatan 2  -  -
12 Bola keranjang 2  -  -
13 Matras - - - - -
14 Kebun sekolah - - - - -
5. Keadaan Alat Permainan di Luar Kelas/Halaman
BAB II
DOKUMEN I

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Saat ini seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya
wilayah Kabupaten ............ terdampak penyebaran Covid-19. Dalam kondisi
apapun, negara berkewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah
darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa. Oleh karena itu pemerintah berkewajiban mencarikan jalan keluar
keberlangsungan pendidikan di sekolah.
Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara
normal seperti biasanya, namun demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan
pendidikan dan pembelajaran. Pada masa darurat Covid-19, sekolah
melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan
kondisi dan kreativitas masing-masing sekolah. Salah satu upaya untuk tetap
melaksanakan pembelajaran adalah siswa belajar dari rumah dengan bimbingan
dari guru dan orang tua.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, diketahui bahwa
belum semua peserta didik dapat menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh
secara online/daring (dalam jaringan) secara penuh, dan sebagian besar
menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh secara luring (luar jaringan).
Beberapa kendala antara lain, keterbatasan SDM, keterbatasan sarana berupa
laptop atau HP yang dimiliki siswa, kesulitan akses internet dan keterbatasan
kuota internet siswa yang disediakan orang tuanya, dan sebagainya. Disamping
itu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa darurat Covid-19 antara
satu kelas dengan kelas yang lainnya sangat bervariasi, sesuai dengan persepsi
dan kesiapan masing-masing peserta didik.
Bilamana kegiatan pembelajaran dalam satu tahun pelajaran harus berjalan,
sedangkan terjadi kondisi darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai
masa darurat, maka pembelajaran masih harus tetap berjalan walaupun tidak bisa
dilaksanakan sebagaimana kondisi normal biasanya, pembelajaran tersebut perlu
dilaksanakan dengan mengacu program tata kelola tertentu yang disebut
kurikulum darurat.
Implementasi Kurikulum Darurat pada Sekolah menuntut adanya perubahan
paradigma pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan
penilaian hasil belajar. Kegiatan pembelajaran tidak hanya dilaksanakan
sepenuhnya di sekolah, tetapi siswa dapat belajar dari rumah. Kegiatan
pembelajaran yang tadinya lebih banyak dilaksanakan secara tatap muka antara
guru dengan siswa di kelas, berubah menjadi pembelajaran jarak jauh secara
daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Kegiatan belajar dari rumah
menuntut adanya kolaborasi, partisipasi dan komunikasi aktif antara guru, orang
tua dan siswa.
Belajar dari rumah tidak sekedar memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD)
pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak
mulia, dan kemandirian siswa. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam
menyajikan materi pelajaran dan memberi tugas kepada siswa, agar terwujud
pembelajaran yang bermakna, inspiratif dan menyenangkan agar siswa tidak
mengalami kebosanan belajar dari rumah.
Agar kegiatan pembelajaran pada masa darurat berjalan dengan baik dan
optimal, maka TK PGRI .................... menyusun Kurikulum Darurat, sebagai
acuan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada masa
darurat.
Kekuatan (strength) yaitu kondisi TK PGRI .................... merupakan sekolah
yang kondusif karena jauh dari kebisingan lalu lintas serta memiliki lahan yang
cukup. Kelengkapan fasilitas bermain, Alat Peraga Edukatif (APE), lapangan
upacara, halaman bermain yang cukup dan lain-lain sudah memadai. Tersedianya
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten. Guru kelas TK
PGRI .................... bejumlah 2 orang,dan 1 kepala sekolah, mempunyai kualifikasi
pendidikan S1 PAUD. Ada 1 orang guru bertugas sebagai pembimbing Kegiatan
membaca Iqro dan kegiatan ekstrakurikuler dan 1 orang tenaga kebersihan. Guru
selalu diberi motivasi tentang peningkatan kompetensi pendidikan baik melalui
pelatihan, seminar, diklat maupun loka karya untuk meningkatkan kompetensi guru.
Sehingga sekolah sering mempasilitasi guru untuk mengikuti kegiatan beserta siswa
membawa nama baik sekolah.
Banyak terdapat kelemahan (weakness) yang muncul dari berbagai factor,
diantaranya faktor internal yang muncul adalah kompetensi guru yang masih lemah,
kurangnya pelatihan-pelatihan, kurangnya buku-buku pedoman yang dikeluarkan
Kemendikbud, dan sebagaian besar guru masih gagap teknologi, kesejahteraan guru
TK masih minim, tempat ruang kelas yang masih kurang, serta faktor eksternal
seperti kehendak masyarakat atau orangtua memaksakan anknya yang masuk TK
agar peserta didiknya pandai “Calistung”, sikap lingkungan sekitar banyak
memberikan pengaruh yang buruk dan negatif akibat perkembang teknilogi, internet
dan lain-lain. Jumlah guru kelas tidak memenuhi kebutuhan tiap peserta didik. Salah
satu contoh, ada guru yang memiliki tanggung jawab mengajar yang tidak sesuai
dengan latar belakang pendidikan. Hal ini dikarenakan, tidak ada kesesuaian
kebutuhan guru pada setiap kelas. Faktor institusional pun mempengaruhi, seperti
kurangnya jam pelajaran, kurikulum yang ditetapkan belum semuanya sesuai dengan
kebijakan kurikulum, minimnya sarana dan prasarana pendidikan, bantuan dari
tingkat provinsi dan kabupaten masih minim, guru TK yang linear ada kesulitan
untuk mengajukan NUPTK.
Disamping permasalahan tersebut, ada peluang (oportunity) seperti akreditasi
lembaga sudah dilakukan, standarisasi tentang pencapaian perkembangan anak,
semua guru mendapat kedudukan yang sama dalm kebijakan di bidang pendidikan,
setiap tahun mendapat BOP dari pusat. Dukungan pemerintah daerah dan pusat
dalam melengkapi sarana dan prasarana. Hal ini terlihat dari jenis bantuan yang
datang dari pemerintah pusat dan daerah pada tahun 2019, yakni bantuan pembuatan
untuk ruang kelas dan bantuan untuk oprasional sekolah. Kerjasama dan kemitraan
sekolah. Adanya kerjasama dan kemitraan sekolah dengan lembaga/instansi lainnya
yang juga berperan sebagai mitra pembelajaran untuk siswa, seperti kantor
puskesmas, posyandu, perpustakaan, kantor Dinas perhubungan, pabrik tengteng,dan
Kantor polsek ..................
Ancaman (threat) yang dihadapi adalah anak usia dini lingkungan sekitar yang
jumlahnya semakit sedikit, banyaknya lembaga PAUD yang lebih baik dan
berkualitas berdiri di sekitar kita. Dana Bantuan Oprasional tidak dialokasikan untuk
pembayaran gaji pegawai sehingga dapat mengakibatkan kurangnya semangat
untuk memberikan bimbingan pada peserta didik. Kualitas lulusan. Yang menjadi
tantangan disini adalah lulusan yang melanjutkan ketingkat dasar pembiasaan yang
dilaksanakan selama di TK PGRI .................... tidak semuanya di terapkan di
Sekolah Dasar. Orang tua siswa terkadang atau sebagian kurang mendukung
sepenuhnya baik materi maupun sumbangsih pemikiran. Hal ini dapat terjadi karena
sebagian besar pendidikan oang tuasiswa rata-rata buruh dan memiliki kondisi
perekonomian menengah kebawah.
Dari kegiatan Analisis SWOT TK PGRI .................... dapat disimpulkan bahwa
perumusan manajemen strategi TK PGRI .................... masuk katagori baik. Hal ini
terlihat hasil analisis menunjukan TK PGRI .................... menandakan sebuah
organisasi yang kuat dan berpeluang, rekomendasi strategi yang diberikan adalah
progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat
memungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan
meraih kemajuan secara maksimal.
2. Dasar Operasional KTSP Kondisi Khusus (Landasan Yuridis KTSP PAUD
dalam Kondisi Umum)
Dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Taman Kanak-kanak PGRI .................... berpedoman kepada :
a. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
b. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tentang
pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan kurikulum 2013 Pasal 7
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 60 tahun 2013 tentang
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif
d. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
e. Peraturan Pemerintah no. 13 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas
Peraturan Pemerintah no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
f. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 137 tahun 2014
tentang Standar Nasional Pendidikan PAUD
g. Permendikbud Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD
h. Pedoman Penyusunan KTSP Direktorat Pembinaan PAUD Tahun 2014
i. Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan
Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19
j. Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Belajar Dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19
k. Kepmendikbud RI Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan
Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus
l. Surat Edaran Bupati ............ Nomor 420/2865-Disdik.1/2020 tentang
penyelenggaraan pendidikan dalam rangka pencegahan penyebaran
Covid-19 kabupaten ............
3. Tujuan Penyusunan KTSP Kondisi Khusus
Kurikulum TK PGRI .................... disusun sebagai:
1. Pedoman teknis satuan Pendidikan Anak Usia Dini dalam kegiatan
pembelajaran pada masa kondisi khusus pandemi Covid 19
2. Informasi tentang program layanan PAUD yang diberikan oleh satuan
PAUD kepada peserta didik
3. Dokumen program yang diperlukan untuk pemberian pembinaan
4. Untuk menjadi pedoman/acuan bagi sekolah dalam penyusunan Rencana
Kerja Sekolah
5. Menjadikan kurikulum lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat
lingkungan TK PGRI ....................
6. Menciptakan Suasana Pembelajaran Aktif, Inofatif, kreatif, efektif dan
Menyenangkan.
7. Memaksimalkan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan
layanan pendidikan selama darurat Covid-19.
B. VISI, MISI DAN TUJUAN
1. Visi Taman Kanak-Kanak TK PGRI ....................
“Mengembangkan Kepribadian Yang Berakhlaq Mulia”
2. Misi Taman Kanak-Kanak TK PGRI ....................
a. Menanamkan Pembelajaran Karakter
b. Menanamkan, mengembangkan, dan menerapkan akhlaq yang baik dan
nilai-nilai keagamaan
c. Mencetak Anak yang mandiri, cerdas dan berkarakter
3. Tujuan Taman Kanak-Kanak TK PGRI ....................
a. Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
c. Menumbuhkan sikap dan membiasakan perilaku yang baik.
d. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
e. Mengembangkan keterampilan, kreatifitas, dan kemampuan yang dimiliki
anak.
f. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan ke jenjang berikutnya.
C. KARAKTERISTIK KTSP PAUD TK PGRI ....................
Kurikulum TK PGRI .................... disusun sebagai dasar untuk
pengembangan karakter peserta didik. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan
antara lain : kepemimpinan, jujur, kreativitas, kecerdasan dan akhlaqul karimah.
Penerapan nilai-nilai dilakukan melalui pembiasaan rutin yang diterapkan
selama anak berada di Satuan PAUD TK PGRI ....................
Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan
partisipasif TK PGRI .................... menerapkan model pembelajaran Desain
khusus pembelajaran untuk memperkuat pendekatan berbasis saintifik yang
meliputi kegiatan mengamati (observing), menanya ( questioning), mengolah
data atau informasi dilanjutkan dengan menganalisis, menalar (associating) dan
menyimpulkan, menyajikan informasi (mengkomunikasikan), dan model
pembelajaran lainnya yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan
kreatif.
Model pembelajaran pada kondisi khusus pandemi Covid-19 yakni :
1. Tatap Muka Terbatas
Guru melaksanakan tatap muka terbatas di kelas dengan alasan KD
tersebut betul-betul menuntut adanaya tatap muka secara langsung.
Model pembelajaran tatap muka terbatas dengan shift, baik dengan shift
harian maupun shift jam pelajaran. Model pembelajaran ini belum dapat
dilaksanakan karena belum ada kebijakan dari pemerintah untuk
melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam bentuk model tatap muka.
2. Daring Kombinasi Berbasis WA Group
Guru menyampaikan materi lewat media WA Group. Tekhniknya guru
menyampaikan pesan kepada salah seorang anggota di setiap kelompok
untuk disampaikan lagi kepada seluruh anggota kelompok. Hasil
pekerjaan peserta didik dicatat dalam buku tugas yang akan diperiksa
ketika guru melaksanakan mobile teacher. Bila pesan melalui WA Group
kurang berhasil, maka solusinya materi digandakan untuk disebar kepada
seluruh peserta didik yang ada masing-masing kelompok. Untuk
memastikan guru melaksanakan tugas, maka Kepala Sekolah dan
Pengawas secara kolaboratif melakukan pemantauan, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Guru dalam melaksanakan tugasnya berangkat dari sekolah dan
pulang sekolah
b. Guru diharuskan membuat agenda kegiatan harian yang
instrumennya dibuat oleh Kepala Sekolah disamping perangkat
pembelajaran yang digunakan pada hari itu.
c. Dilakukan pemantauan dan monitoring oleh Kepala Sekolah atau
Pengawas Sekolah
Kelemahan dan kekuatan daring berbasis WA Group:
a. Dampak bagi guru
- Tersedianya acuan kurikulum yang sederhana
- Berkurangnya beban mengajar, hanya lamanya waktu
pemantauan guru karena harus mengerti dengan kesibukan
orangtua
- Guru bisa focus pada pendidikan dan pembelajaran esensial dan
kontekstual
- Kesejahteraan psikososial guru meningkat
b. Dampak bagi anak
- Siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaina
kurikulum dan dapat berfokus pada pendidikan dan
pembelajaran yang esensial dan kontekstual
- Kesejahteraan psikososial anak didik meningkat
c. Dampak bagi orantua
- Mempermudah pendampingan pembelajaran dirumah
- Kesejahteraan psikososial orangtua meningkat
3. Mobile teacher
Guru mengunjungi lokasi dimana peserta didik itu tinggal. Sebelumya
dibentuk dahulu kelompok belajar yang anggotanya maksimal tujuh
orang, dengan lama belajar 1 jam setiap kelompoknya, terdiri dari 15
menit pembukaan, 30 menit kegiatan inti dan 15 menit penutup. Jika
kelompoknya lebih dari satu kelompok dapat dilakukan secara bergilir
antara kelompoknya.
1). Pembelajaran Dalam Kondisi Khusus
Pembelajaran dalam kondisi khusus tetap dilaksanakan berdasarkan
prinsip:
 Aktif
 Relasi Sehat Antar Pihak yang terlibat
 Inklusif
 Keragaman Budaya
 Berorientasi Sosial
 Berorientasi pada Masa Depan
 Sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Peserta Didik
 Menyenangkan
2). Prinsip-Prinsip Pembelajaran Pada Kondisi Khusus
 Pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka, tatap muka
terbatas, dan/atau pembelajaran jarak jauh, baik secara Daring
(dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan)
 Pembelajaran dapat berlangsung di sekolah, rumah, dan di
lingkungan sekitar sesuai dengan kondisi masing-masing
sekolah
 Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah,
berbasis kompetensi, keterampilan aplikatif, dan terpadu
3). Materi, Metode, Media Dan Sumber Belajar
 Pengembangan Materi Ajar
 Guru dapat memilih materi pelajaran esensi untuk menjadi
prioritas dalam pembelajaran
 Model dan Metode Pembelajaran
 Desain pembelajaran untuk memperkuat pendekatan
berbasis saintifik yang meliputi kegiatan mmengamati
(observing), menanya ( questioning), mengolah data atau
informasi dilanjutkan dengan menganalisis, menalar
(associating) dan menyimpulkan, menyajikan informasi
(mengkomunikasikan), dan model pembelajaran lainnya
yang memungkinkan peserta didik belajar secara aktif dan
kreatif .
 Guru memilih Model (Daring, Mobile Teacher, Tatap
Muka Terbatas) dan metode yang memungkinkan
pencapaian tujuan pembelajaran pada kondisi khusus,
 Guru secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran
aktif yang disesuaikan dengan karakteristik materi/tema
 Media dan Sumber Belajar
 Di sekitar kita, terdapat banyak benda yang dapat dijadikan
sebagai media pembelajaran sederhana. Pada prinsipnya
segala benda yang sesuai dapat dijadikan media
pembelajaran. Guru diharapkan kreatif dan inovatif untuk
memanfaatkan benda tersebut menjadi media agar dapat
membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Beberapa
contoh media pembelajaran sederhana antara lain: Gambar,
balok kayu, puzel, pasir, tanah, biji-bijian, lingkungan
alam sekitar, benda-benda tiruan, batu-batuan , dan
sebagainya. Pemilihan media disesuaikan dengan
materi/tema yang diajarkan.
 Pengelolaan Kelas
Karakteristik :
a. Waktu
b. Manajemen Kelas
c. Bahan Ajar
d. Penilaian
Persiapan :
 Membuat kesepakatan bersama komite sekolah terkait
pelaksanaan pembelajaran model tatap muka
 Kurikulum darurat
 Ijin pihak terkait
 Pengelolaan Kelas Perencanaan Tatap Muka Terbatas Paud
a. Sekolah :
 Menyiapkan akses fasilitas kesehatan terdekat
 Menyediakan tempat cuci tangan per kelas
 Menyediakan pengukur suhu tubuh (termogan)
 Handsanitizer
 Disinfektan
 Tempat duduk berjarak 1,5 m
 Fentilasi kelas
 Kelas bersih
 Menyediakan masker/face shield
 Menyediakan ruang isolasi (UKS)
 Menyediakan P3K
 Menyediakan toilet yang bersih
 Membuat peraturan protocol kesehatan
b. Kepala Sekolah/Guru :
 Melakukan pengawasan pembelajaran
 Mengajar dalam keadaan sehat
 Jika terjadi gejala, tidak boleh masuk sekolah
 Memakai masker/face shield
 Tidak boleh berjabat tangan/bersalaman dengan siswa
maupun guru lain dan selalu menjaga jarak
c. Peserta Didik :
 Datang ke sekolah dalam keadaan sehat
 Jika terjadi gejala, tidak boleh masuk sekolah
 Memakai masker/face shield
 Tidak boleh berjabatan tangan/bersalaman dengan teman
maupun dengan guru, selalu menjaga jarak
 Membawa bekal sendiri dari rumah

d. Orang Tua :
 Mengantar atau menjemput anak dalam keadaan sehat
 Mengantar atau menjemput anak hanya sampai ke gerbang
sekolah
 Menjalin komunikasi yang intensif secara daring dengan
pihak sekolah
e. Target Capaian/Bahan Ajar
 Peningkatan Kemampuan Kecakapan Hidup (Life Skill)
 Pendidikan Karakter
 Memprioritaskan KD yang dituangkan pada indicator
dalam satu kegiatan yang terintegrasi pada enam aspek
pengembangan
f. Pengaturan Peserta didik
 Peserta didik dalam pengaturan tempat duduk
memperhatikan social distance dengan jumlah maksimal 5
orang
 Apabila menggunakan sistem shifting dapat di
kelompokkan berdasarkan zonasi siswa untuk lebih
memudahkan pengecekkan siswa (Data Absensi sangat
penting)
g. Langkah_langkah Model Tatap Muka
 Guru/Sekolah membagi shift sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan disampaikan kepada pihak orang tua
 Guru memeriksa kesehatan (suhu tubuh ) anak di pintu
gerbang sekolah dengan thermogun
 Guru memeriksa masker yang dipakai oleh siswa ketika
masuk kawasan sekolah
 Guru memerintahkan kepada siswa mencuci tangan pada
tempat yang telah disediakan dengan bimbingan guru,
tentunya memperhatikan social distance
 Guru mengatur jarak tempat duduk anak sehingga
memenuhi keharusan social distance
 Menghindari pembelajaran yang melibatkan aktifitas siswa
secara bersamaan
 Jam istirahat ditiadakan
 Setiap penggantian shift ada jeda waktu
 Kepulangan siswa diusahakan tidak bergerombol dan
diusahakan orang tua sudah menjemput di pintu gerbang.
4. Pengelolaan kelas pembagian Shift
 Shift Harian
SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
KELOMP KELOMP KELOMP KELOMP KELOMP KELOMP
OK OK OK OK OK OK
B1 B2 B1 B2 B1 B2

D. Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran


1. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum
pada setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dituangkan dalam
kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar
yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri
atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan
berdasarkan standar isi. Kegiatan pengembangan diri merupakan bagian
integral dari struktur kurikulum.
Struktur kurikulum Taman Kanak-kanak TK PGRI ....................
meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang
pendidikan pada usia anak 4-6 tahun. Struktur kurikulum TK disusun
berdasarkan standart kompetensi lintas kurikulum dan standart kompetensi
TK yang meliputi aspek pengembangan pembiasaan dan pengembangan
kemampuan dasar, yaitu aspek:
1). Moral dan nilai-nilai agama.
2). Sosial, emosional dan kemandirian.
3). Berbahasa.
4). Kognitif.
5). Fisik/ motorik.
6). Seni.
2. Program Pembiasaan
Pembiasaan merupakan upaya yang dilakukan untuk mengembangkan
prilaku anak yang meliputi aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama
serta pengembangan sosial emosional dan kemandirian yang dilakukan terus
menerus baik di sekolah maupun di dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi
kebiasaan yang baik dan untuk meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan
yang Maha Esa. Dalam kegiatan pembiasaan Guru melaksanakan pemantauan
memalui kegiatan mobile teacher atau orang tua melaporkan melalui kegiatan
dalam jaringan (rekaman voice/video). Pembiasaan harian yang dilaksanakan :
1) Kegiatan Rutin
Senyum, sapa, salam, berdoa, menyanyikan lagu-lagu keagamaan, lagu-
lagu kebangsaan, dan mengembalikan mainan pada tempatnya.
2) Kegiatan spontan
Kegiatan yang dilakukan secara spontan seperti : meminta tolong dengan
bahasa dan sikap yang baik, memberikan bantuan pada teman yang sedang
kesulitan, meminta ijin bila meminjam sesuatu, mengucapkan terimakasih
bila diberi.
3) Kegiatan Teladan
Kegiatan yang dilakukan dengan memberi contoh yang baik kepada anak
seperti : disiplin waktu, berpakaian bersih dan rapih, sopan dalam bertindak,
santun dan bersikap ramah dalam bicara dan memungut sampah yang ada di
lingkungannya. Pada saat kondisi khusu (covid 19) selalu menggunakan
masker, face shield, mengatur jarak, menggunakan hand sanitizer.
3. Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum berisi materi-materi yang dikenalkan kepada anak
sesuai dengan seluruh aspek perkembangan anak. Muatan kurikulum pada
pendidikan anak usia dini lebih menekankan pada pembentukan sikap,
spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan sesuai standar
pencapaian perkembangan anak usia dini, yaitu:

STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK TK


PGRI ....................
KECAMATAN ................. KABUPATEN ............
KELOMPOK A – B
Lingkup STTPA
Perkembangan Usia 4-5 tahun Usia 5-6 tahun
I. Nilai Agama dan 1. Mengetahui agama yang 1. Mengenal agama yang dianut
Moral dianutnya 2. Mengerjakan ibadah
2. Meniru gerakan beribadah 3. Berperilaku jujur, penolong,
dengan urutan yang benar sopan, hormat, sportif, dsb
3. Mengucapkan doa sebelum 4. Menjaga kebersihan diri dan
dan/atau sesudah melakukan lingkungan
sesuatu 5. Mengetahui hari besar agama
4. Mengenal perilaku 6. Menghormati (toleransi) agama
baik/sopan dan buruk orang lain
5. Membiasakan diri
berperilaku baik
6. Mengucapkan salam dan
membalas salam
II. Fisik Motorik 1. Menirukan gerakan binatang, 1. Melakukan gerakan tubuh
pohon tertiup angin, pesawat secara terkoordinasi untuk melatih
A. Motorik Kasar terbang, dsb kelenturan, keseimbangan, dan
2. Melakukan gerakan kelincahan
menggantung (bergelayut) 2. Melakukan koordinasi gerakan
3. Melakukan gerakan mata-kakitangan-kepala dalam
melompat, meloncat, dan berlari menirukan tarian atau senam
secara terkoordinasi 3. Melakukan permainan fisik
4. Melempar sesuatu secara dengan aturan
terarah 4. Terampil menggunakan tangan
5. Menangkap sesuatu secara kanan dan kiri
tepat 5. Melakukan kegiatan kebersihan
6. Melakukan gerakan antisipasi diri
7. Menendang sesuatu secara
terarah
8. Memanfaatkan alat
permainan di luar kelas
B. Motorik Kasar 1. Membuat garis vertikal, 1. Menggambar sesuai gagasannya
horizontal, lengkung kiri/kanan, 2. Meniru bentuk
miring kiri/kanan, dan lingkaran 3. Melakukan eksplorasi dengan
2. Menjiplak bentuk berbagai media dan kegiatan
3. Mengkoordinasikan mata dan 4. Menggunakan alat tulis dan alat
tangan untuk melakukan makan dengan benar
gerakan yang rumit 5. Menggunting sesuai dengan
4. Melakukan gerakan pola
manipulatif untuk menghasilkan 6. Menempel gambar dengan tepat
suatu bentuk dengan 7. Mengekspresikan diri melalui
menggunakan berbagai media gerakan menggambar secara rinci
5. Mengekspresikan diri dengan
berkarya seni menggunakan
berbagai media
6. Mengontrol gerakan tangan
yang meggunakan otot halus
(menjumput, mengelus,
mencolek, mengepal,
memelintir, memilin, memeras)
C. Perilaku Sehat 1. Berat badan sesuai tingkat 1. Berat badan sesuai tingkat usia
usia 2. Tinggi badan sesuai 2. Tinggi badan sesuai standar usia
tingkat usia 3. Berat badan 3. Berat badan sesuai dengan
sesuai dengan standar tinggi standar tinggi badan
badan 4. Lingkar kepala sesuai tingkat
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
usia 5. Menutup hidung dan mulut
5. Menggunakan toilet (misal, ketika batuk dan bersin)
(penggunaan air, membersihkan 6. Membersihkan, dan
diri) dengan bantuan minimal membereskan tempat bermain
6. Memahami berbagai alarm 7. Mengetahui situasi yang
bahaya (kebakaran, banjir, membahayakan diri
gempa) 8. Memahami tata cara
7. Mengenal rambu lalu lintas menyebrang
yang ada di jalan 9. Mengenal kebiasaan buruk bagi
kesehatan (rokok, minuman keras)
III. KOGNITIF 1. Mengenal benda berdasarkan 1. Menunjukkan aktivitas yang
fungsi (pisau untuk memotong, bersifat eksploratif dan menyelidik
A. Belajar dan pensil untuk menulis) (seperti: apa yang terjadi ketika air
Pemecahan Masalah 2. Menggunakan benda-benda ditumpahkan)
sebagai permainan simbolik 2. Memecahkan masalah
(kursi sebagai mobil) sederhana dalam kehidupan sehari-
3. Mengenal konsep sederhana hari dengan cara yang fleksibel
dalam kehidupan sehari-hari dan diterima sosial
(gerimis, hujan, gelap, terang, 3. Menerapkan pengetahuan atau
temaram, dsb) pengalaman dalam konteks yang
4. Mengetahui konsep banyak baru
dan sedikit 4. Menunjukkan sikap kreatif
5. Mengkreasikan sesuatu dalam menyelesaikan masalah
sesuai dengan idenya sendiri (ide, gagasan di luar kebiasaan)
yang terkait dengan berbagai
pemecahan masalah
6. Mengamati benda dan gejala
dengan rasa ingin tahu
7. Mengenal pola kegiatan dan
menyadari pentingnya waktu
8. Memahami posisi/kedudukan
dalam keluarga, ruang,
lingkungan sosial (misal:
sebagai peserta
didik/anak/teman)
B. Berfikir Logis 1. Mengklasifikasikan benda 1. Mengenal perbedaan
berdasarkan fungsi, bentuk atau berdasarkan ukuran: “lebih dari”;
warna atau ukuran “kurang dari”; dan “paling/ter”
2. Mengenal gejala sebab-akibat 2. Menunjukkan inisiatif dalam
yang terkait dengan dirinya memilih tema permainan (seperti:
3. Mengklasifikasikan benda ke ”ayo kita bermain pura-pura
dalam kelompok yang sama seperti burung”)
atau kelompok yang sejenis 3. Menyusun perencanaan kegiatan
atau kelompok yang yang akan dilakukan
berpasangan dengan 2 variasi 4. Mengenal sebab-akibat tentang
4. Mengenal pola (misal, AB- lingkungannya (angin
AB dan ABC-ABC) dan bertiupmenyebabkan daun
mengulanginya bergerak, air dapat menyebabkan
5. Mengurutkan benda sesuatu menjadi basah)
berdasarkan 5 seriasi ukuran 5. Mengklasifikasikan benda
atau warna berdasarkan warna, bentuk, dan
ukuran (3 variasi)
6. Mengklasifikasikan benda yang
lebih banyak ke dalam kelompok
yang sama atau kelompok yang
sejenis, atau kelompok
berpasangan yang lebih dari 2
variasi
7. Mengenal pola ABCD-ABCD
8. Mengurutkan benda
berdasarkan ukuran dari paling
kecil ke paling besar atau
sebaliknya
C. Berfikir Simbolik 1. Membilang banyak benda 1. Menyebutkan lambang bilangan
satu sampai sepuluh 1-10
2. Mengenal konsep bilangan 2. Menggunakan lambang
3. Mengenal lambang bilangan bilangan untuk menghitung
4. Mengenal lambang huruf 3. Mencocokkan bilangan dengan
lambang bilangan
4. Mengenal berbagai macam
lambang huruf vokal dan
konsonan
5. Merepresentasikan berbagai
macam benda dalam bentuk
gambar atau tulisan (ada benda
pensil yang diikuti tulisan dan
gambar pensil)
IV. BAHASA 1. Menyimak perkataan orang 1. Mengerti beberapa perintah
A. Memahami lain (bahasa ibu atau bahasa secara bersamaan
Bahasa lainnya) 2. Mengulang kalimat yang lebih
2.Mengerti dua perintah yang kompleks
diberikan bersamaan 3. Memahami aturan dalam suatu
3. Memahami cerita yang permainan
dibacakan 4. Senang dan menghargai bacaan
4. Mengenal perbendaharaan
kata mengenai kata sifat (nakal,
pelit, baik hati, berani, baik,
jelek, dsb)
5. Mendengar dan membedakan
bunyibunyian dalam Bahasa
Indonesia (contoh, bunyi dan
ucapan harus sama)
B. Mengungkap 1. Mengulang kalimat 1. Menjawab pertanyaan yang
kan Bahasa sederhana lebih kompleks
2. Bertanya dengan kalimat 2. Menyebutkan kelompok gambar
yang benar yang memiliki bunyi yang sama
3. Menjawab pertanyaan sesuai 3. Berkomunikasi secara lisan,
pertanyaan memiliki perbendaharaan kata,
4. Mengungkapkan perasaan serta mengenal simbol-simbol
dengan kata sifat (baik, senang, untuk persiapan membaca,
nakal, pelit, baik hati, berani, menulis dan berhitung
baik, jelek, dsb) 4. Menyusun kalimat sederhana
5. Menyebutkan kata-kata yang dalam struktur lengkap (pokok
dikenal kalimat-predikatketerangan)
6. Mengutarakan pendapat 5. Memiliki lebih banyak kata-kata
kepada orang lain untuk mengekpresikan ide pada
7. Menyatakan alasan terhadap orang lain
sesuatu yang diinginkan atau 6. Melanjutkan sebagian
ketidaksetujuan cerita/dongeng yang telah
8. Menceritakan kembali diperdengarkan
cerita/dongeng yang pernah 7. Menunjukkkan pemahaman
didengar konsep-konsep dalam buku cerita
9. Memperkaya perbendaharaan
kata
10. Berpartisipasi dalam
percakapan
C. Keaksaraan 1. Mengenal simbol-simbol 1. Menyebutkan simbol-simbol
2. Mengenal suara–suara huruf yang dikenal
hewan/benda yang ada di 2. Mengenal suara huruf awal dari
sekitarnya nama benda-benda yang ada di
3. Membuat coretan yang sekitarnya
bermakna 3. Menyebutkan kelompok gambar
4. Meniru (menuliskan dan yang memiliki bunyi/huruf awal
mengucapkan) huruf A-Z yang sama.
4. Memahami hubungan antara
bunyi dan bentuk huruf
5. Membaca nama sendiri
6. Menuliskan nama sendiri
7. Memahami arti kata dalam
cerita
V.SOSIAL- 1. Menunjukkan sikap mandiri 1. Memperlihatkan kemampuan
EMOSIONAL dalam memilih kegiatan diri untuk menyesuaikan dengan
A. Kesadaran Diri 2. Mengendalikan perasaan situasi
3. Menunjukkan rasa percaya 2. Memperlihatkan kehati-hatian
diri kepada orang yang belum dikenal
4. Memahami peraturan dan (menumbuhkan kepercayaan pada
disiplin orang dewasa yang tepat)
5. Memiliki sikap gigih (tidak 3. Mengenal perasaan sendiri dan
mudah menyerah) 6. Bangga mengelolanya secara wajar
terhadap hasil karya sendiri (mengendalikan diri secara wajar)
B. Rasa tanggung 1. Menjaga diri sendiri dari 1. Tahu akan hak nya
jawab untuk diri lingkungannya 2. Mentaati aturan kelas (kegiatan,
sendiri dan orang 2. Menghargai keunggulan aturan)
lain orang lain 3. Mengatur diri sendiri
3. Mau berbagi, menolong, dan 4. Bertanggung jawab atas
membantu teman perilakunya untuk kebaikan diri
sendiri
C.Perilaku Sosial 1. Menunjukan antusiasme 1. Bermain dengan teman sebaya
dalam melakukan permainan 2. Mengetahui perasaan temannya
kompetitif secara positif dan merespon secara wajar
2. Menaati aturan yang berlaku 3. Berbagi dengan orang lain
dalam suatu permainan 4. Menghargai hak/pendapat/karya
3. Menghargai orang lain orang lain
4. Menunjukkan rasa empati 5. Menggunakan cara yang
diterima secara sosial dalam
menyelesaikan masalah
(menggunakan fikiran untuk
menyelesaikan masalah)
6. Bersikap kooperatif dengan
teman
7. Menunjukkan sikap toleran
8. Mengekspresikan emosi yang
sesuai dengan kondisi yang ada
(senang-sedih-antusias dsb)
9. Mengenal tata krama dan sopan
santun sesuai dengan nilai sosial
budaya setempat
VI. SENI 1. Senang mendengarkan 1. Anak bersenandung atau
A. Anak mampu berbagai macam musik atau bernyanyi sambil mengerjakan
menikmati lagu kesukaannya sesuatu
berbagai alunan 2. Memainkan alat 2. Memainkan alat
lagu atau suara musik/instrumen/benda yang musik/instrumen/benda bersama
dapat membentuk irama yang teman
teratur
B. Tertarik dengan 1. Memilih jenis lagu yang 1. Menyanyikan lagu dengan sikap
kegiatan seni disukai yang benar
2. Bernyanyi sendiri 2. Menggunakan berbagai macam
3. Menggunakan imajinasi alat musik tradisional maupun alat
untuk mencerminkan perasaan musik lain untuk menirukan suatu
dalam sebuah peran irama atau lagu tertentu
4. Membedakan peran fantasi 3. Bermain drama sederhana
dan kenyataan 4. Menggambar berbagai macam
5. Menggunakan dialog, bentuk yang beragam
perilaku, dan berbagai materi 5. Melukis dengan berbagai cara
dalam menceritakan suatu cerita dan objek
6. Mengekspresikan gerakan 6. Membuat karya seperti bentuk
dengan irama yang bervariasi sesungguhnya dengan berbagai
7. Menggambar objek di bahan (kertas, plastisin, balok, dll)
sekitarnya
8. Membentuk berdasarkan
objek yang dilihatnya (mis.
dengan plastisin, tanah liat)
9. Mendeskripsikan sesuatu
(seperti binatang) dengan
ekspresif yang berirama
(contoh, anak menceritakan
gajah dengan gerak dan mimik
tertentu)
10.Mengkombinasikan berbagai
warna ketika menggambar atau
mewarnai

MUATAN KURIKULUM PEMBELAJARAN


KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

KI-1. Menerima ajaran 1.1. Mempercayai adanya Tuhan melalui


agama yang dianutnya ciptaan-Nya
1.2. Menghargai diri sendiri, orang lain, dan
lingkungan sekitar sebagai rasa syukur
kepada Tuhan
KI-2. Memiliki perilaku 2.1. Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup
hidup sehat, rasa ingin tahu, sehat
kreatif dan estetis, percaya 2.2. Memiliki perilaku yang mencerminkan
diri, disiplin, mandiri, peduli, sikap ingin tahu
mampu menghargai dan 2.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan
toleran kepada orang lain, sikap kreatif
mampu menyesuaikan 2.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan
diri, jujur, rendah hati sikap estetis
2.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan
dan santun dalam
sikap percaya diri
berinteraksi dengan
2.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan
keluarga, pendidik, dan
sikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk
teman
melatih kedisiplinan
2.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap
sabar (mau menunggu giliran, mau
mendengar ketika orang lain berbicara)
untuk melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan
kemandirian
2.9. Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap peduli dan mau membantu jika
diminta bantuannya
2.10. Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap menghargai dan toleran kepada orang
lain
2.11. .Memiliki perilaku yang dapat menyesu-
aikan diri
2.12. Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap tanggungjawab
2.13. Memiliki sikap perilaku yang mencerminkan
jujur
2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
rendah hati dan santun kepada orang tua,
pendidik dan / atau pengasuh dan teman
KI-3. Mengenali diri, 3.1. Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
keluarga, teman, 3.2. Mengenal perilaku baik sebagai cerminan
pendidik, lingkungan akhlak mulia
sekitar, agama, 3.3. Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan
teknologi, seni, dan gerakannya untuk pengembangan motorik
kasar dan motorik halus
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

budaya di rumah, 3.4. Mengetahui cara hidup sehat


tempat bermain dan 3.5. Mengetahui cara memecahkan masalah
satuan PAUD dengan sehari-hari dan berperilaku kreatif
cara: mengamati dengan 3.6. Mengenal benda-benda disekitarnya (nama,
indera (melihat, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara,
mendengar, menghidu, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
merasa, meraba); 3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga,
menanya, teman, tempat tinggal, tempat ibadah,
mengumpulkan budaya, transportasi)
3.8. Mengenal lingkungan alam (hewan,
informasi; menalar; dan
tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
mengomunikasikan
3.9. Mengenal teknologi sederhana (peralatan
melalui kegiatan
rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
bermain
pertukangan, dll)
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan
membaca)
3.11. Memahami bahasa ekspresif
(mengungkapkan bahasa secara verbal dan
non verbal)
3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
3.13. Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14. Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat
diri
3.15. Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni
KI-4. Menunjukkan 4.1. Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari
yang diketahui, dengan tuntunan orang dewasa
dirasakan, dibutuhkan, 4.2. Menunjukkan perilaku santun sebagai
dan dipikirkan melalui cerminan akhlak mulia
bahasa, musik, gerakan, 4.3. Menggunakan anggota tubuh untuk
dan karya secara pengembangan motorik kasar dan halus
produktif dan kreatif, 4.4. Mampu menolong diri sendiri untuk hidup
serta mencerminkan sehat
4.5. Menyelesaikan masalah sehari-hari secara
perilaku anak berakhlak
kreatif
mulia
4.6. Menyampaikan tentang apa dan bagaimana
benda-benda di sekitar yang dikenalnya
(nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat,
suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
melalui berbagai hasil karya
4.7. Menyajikan berbagai karya yang
berhubungan dengan lingkungan sosial
(keluarga, teman, tempat tinggal, tempat
ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk
gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak
tubuh
4.8. Menyajikan berbagai karya yang
berhubungan dengan lingkungan alam
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

(hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-


batuan, dll) dalam bentuk gambar, bercerita,
bernyanyi, dan gerak tubuh
4.9. Menggunakan teknologi sederhana untuk
menyelesaikan tugas dan kegiatannya
(peralatan rumah tangga, peralatan bermain,
peralatan pertukangan, dll)
4.10. Menunjukkan kemampuan berbahasa
reseptif (menyimak dan membaca)
4.11. Menunjukkan kemampuan berbahasa
ekspresif (mengungkapkan bahasa secara
verbal dan non verbal)
4.12. .Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal
dalam berbagai bentuk karya
4.13. Menunjukkan reaksi emosi diri secara
wajar
4.14. Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan
minat diri dengan cara yang tepat
4.15. Menunjukkan karya dan aktivitas seni
dengan menggunakan berbagai media

ASPEK PERKEMBANGAN DAN MUATAN MATERI PEMBELAJARAN


DALAM KONDISI KHUSUS

Aspek Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran


Perkembangan
Nilai agama dan 1.1 Mempercayai adanya  Mengetahui sifat Tuhan sebagai
Moral Tuhan melalui ciptaanNya pencipta
 Mengenal ciptaan-ciptaan Tuhan
contoh Virus Covid-19
 Mengucapkan kalimat pujian
terhadap ciptaan Tuhan
1.2 Menghargai diri sendiri,  Terbiasa saling menghormati
orang lain dan lingkungan (toleransi) agama,
sekitar sebagai rasa syukur  Mengucapkan keagungan Tuhan
kepada Tuhan sesuai dengan agamanya,
 Merawat kebersihan diri,
pembiasaan mencuci tangan
 Menghargai teman (menjaga jarak
Ketika ditempat umum)
 Hormat pada guru dan orang tua
 Menjaga dan merawat
tanaman,binatang peliharaan dan
ciptaan Tuhan.
13 Memiliki perilaku yang  Terbiasa berbicara sesuai dengan
mencerminkan sikap jujur fakta,
 Menghargai kepemilikan orang
lain,
 Mengembalikan benda yang bukan
haknya
 Mengerti batasan yang boleh dan
tidak boleh dilakukan
 Mampu berterus terang,
 Anak senang melakukan sesuatu
sesuai dengan aturan atau
kesepakatan,
 Mengakui kelebihan diri atau
temannya.

3.1 Mengenal kegiatan  Doa-doa (doa sebelum dan


beribadah sehari-hari sesudah belajar
4.1 Melakukan kegiatan  Doa sebelum dan sesudah makan,
beribadah sehari-hari doa sebelum dan bangun tidur, doa
dengan tuntutan orang untuk kedua orang tua)
dewasa  Mengenal hari-hari besar agama,
tata cara beribadah sesuai
agamanya, tempat ibadah, tokoh
keagamaan, tokoh keagamaan
3.2. Mengenal perilaku  Perilaku baik dan santun
baik sebagai cerminan disesuaikan dengan agama dan
akhlak mulia adat setempat; misalnya tata cara
4.2. Menunjukkan berbicara secara santun, cara
perilaku santun sebagai berjalan melewati orang tua, cara
cerminan akhlak mulia meminta bantuan, cara
menyampaikankan terima kasih
setelah mendapatkan bantuan, Tata
cara beribadah sesuai dengan
agamanya misalnya; berdoa, tata
cara makan, tata cara memberi
salam, cara berpakaian, menolong
teman, orang tua dan guru.
Fisik Motorik 2.1 Memiliki perilaku yang  Kebiasaan anak makan makanan
mencerminkan hidup sehat bergizi seimbang
 Kebiasaan merawat diri misalnya;
mencuci tangan, menggosok gigi,
mandi, berpakaian bersih
 Terbiasa memakai masker dan atau
face shiled
 Terbiasa mencuci tangan
 Menjaga kebersihan lingkungan
misalnya; kebersihan tempat
belajar dan lingkungan, menjaga
kebersihan alat main dan milik
pribadi dengan disinfektan dan
sanitizer
3.3 Mengenal anggota  Nama anggota tubuh, fungsi
tubuh, fungsi, dan anggota tubuh
gerakannya untuk  Cara merawat anggota tubuh
Pengembangan motorik  Kebutuhan agar anggota tubuh
kasar dan motorik halus tetap Sehat
4.3 Menggunakan anggota  Berbagai gerakan untuk melatih
tubuh untuk pengembangan motoric kasar : kelenturan,
motorika kasar dan halus kekuatan, kestabilan,
keseimbangan, kelincahan,
kelenturan, koordinasi tubuh.
 Kegiatan untuk latihan motorik
kasar antara lain merangkak,
berjalan, berlari, merayap,
berjinjit, melompat, meloncat,
memanjat, bergelantungan,
menendang, berguling dengan
menggunakan gerakan secara
terkontrol, seimbang dan lincah
dalam menirukan berbagai gerakan
yang teratur (misalnya: menirukan
gerakan benda, senam, tarian,
permainan tradisional,dll.)
 Keterampilan motorik halus untuk
melatih koordinasi mata dan
tangan, kelenturan pergelangan
tangan, kekuatan dan kelenturan
jari-jari tangan, melalui kegiatan
antara lain; meremas, menjumput,
meronce, menggunting, menjahit,
mengancingkan baju, menali
sepatu, menggambar, menempel,
makan, dll.
 Permainan motorik kasar atau
halus dengan aturan.
3.4 Mengetahui cara hidup  Cara merawat kebersihan diri
sehat (misal: mencuci tangan dengan
4.4 Mampu menolong diri sabun atau hand sanitizer, berlatih
sendiri untuk hidup sehat toilet, merawat gigi, mulut, telinga,
hidung, olahraga, mandi 2x sehari;
memakai baju bersih),
 Memilih makanan dan minuman
yang sehat, makanan yang
diperlukan tubuh agar tetap sehat.
 Cara menghindarkan diri dari
bahaya kekerasan (melindungi
anggota tubuh yang terlarang:
mulut, dada, alat kelamin, pantat;
waspada terhadap orang
asing/tidak dikenal).
 Cara menghindarkan diri dari
bahaya Covid-19
 Cara menghindarkan diri dari
benda-benda berbahaya misalnya
pisau, listrik, pestisida, kendaraan
saat di jalan raya.
 Cara menggunakan toilet dengan
benar tanpa bantuan. Kebiasaan
buruk yang harus dihindari
(permen, nonton tv atau main
game lebih dari 1 jam setiap hari,
tidur terlalu larut malam, jajan
sembarang).
Kognitif 2.2 Memiliki perilaku yang  Membiasakan eksploratif
mencerminkan sikap ingin  Cara bertanya
tahu  Cara mendapatkan jawaban
2.3 Memiliki perilaku yang  Memahami tentang kreatif
mencerminkan sikap kreatif  Membiasakan kerja secara kreatif.
3.5 Mengetahui cara  Cara mengenali masalah, cara
memecahkan masalah mengetahui penyebab masalah,
sehari-hari dan berperilaku cara mengatasi masalah,
kreatif  Penerapan pengetahuan/
4.5 Menyelesaikan masalah pengalaman ke dalam konteks baru
sehari-hari (menjaga jarak sekitar satu meter,
3.6 Mengenal bendabenda saat beraktivitas di luar ruangan
di sekitarnya (nama, warna, atau tempat umum
bentuk, ukuran, pola, sifat,  Menyelesaikan kegiatan dengan
suara, tekstur, fungsi, dan berbagai cara untuk mengatasi
ciri-ciri lainnya) masalah.
4.6 Menyampaikan tentang  Bentuk dua dimensi (persegi,
apa dan bagaimana segitiga, bulat, segi panjang),
bendabenda di sekitar yang  Bentuk tiga dimensi (kubus, balok,
dikenalnya (nama, limas,tabung)
warna, bentuk, ukuran,  Ukuran (panjang-pendek, besar-
pola, sifat, suara, tekstur, kecil, berat-ringan, sebentar-lama),
fungsi, dan bilangan (satuan,puluhan)
ciri-ciri lainnya) melalui
 Tekstur (kasar-halus, keras-lunak),
berbagai hasil karya
 Suara (cepat-lambat, keras-halus,
tinggi-rendah),
 Pengelompokkan (berdasarkan
warna, bentuk, ukuran, fungsi,
warna-bentuk, warna-
ukuran,ukuran-bentuk, warna-
ukuran-bentuk)
 Membandingkan benda
berdasarkan ukuran “lebih dari –
kurang dari”, “paling/ter)
 Mengurutkan benda berdasarkan
seriasi (kecil sedang-besar)
 Mengurutkan benda berdasarkan 5
seriasi (sangat kecil- lebih kecil-
kecil- besar- lebih besa,rpaling
besar)
 Pola ABC-ABC, ABCD-ABCD
berdasarkan urutan warna, bentuk,
ukuran, bunyi, warna,
fungsi,sumber, dll.
 Mencocokkan lambang bilangan
dengan jumlah bilangan
 Hubungan satu ke satu, satu ke
banyak, kelompok ke kelompok
 Mengenal lambang bilangan.
3.7 Mengenal lingkungan  Mencocokan Keluarga (hubungan
sosial (keluarga, teman, dalam Keluarga, peran, kebiasaan,
tempat tinggal, tempat garis keturunan, dst.),
ibadah,  Teman (nama, ciri-ciri, kesukaan,
budaya, transportasi) tempat tinggal dst.),
4.7 Menyajikan berbagai  Lingkungan geografi s (pedesaan/
karya yang berhubungan pantai/ pegunungan/kota),
dengan lingkungan social  Kegiatan orang-orang (di pagi/sore
(keluarga, teman, tempat hari, dst.),
tinggal, tempat  Pekerjaan (petani, buruh, guru,
ibadah, budaya, dll.),
transportasi) dalam bentuk  Budaya (perayaan terkait adat,
gambar, bercerita, pakaian, tarian, makanan, dst.),
bernyanyi, dan gerak tubuh
 Tempat-tempat umum (sekolah,
pasar, kantor pos, kantor polisi,
terminal, dst.),
 Pusat layanan Kesehatan (rumah
sakit, puskesmas, klinik)
 Berbagai jenis transportasi
(transportasi darat, air, udara,
transportasi dahulu, dan sekarang),
 Lambang negara.
3.8 Mengenal lingkungan  Hewan ( Jenis, Nama, Ciri, Bentuk
alam (hewan, dll )
tanaman,cuaca, tanah,  Kelompok hewan berdasrkan
air,batu batuan, dll.) makanan(herbivora, kamivora,
4.8 Menyajikan berbagai omnivora )
karya yang berhubungan  Kelompok hewan berdasarkan
dengan manfaat( ternak, peliharaan, buas )
lingkungan alam (hewan,  Tanaman ( Jenis, tanaman darat,
tanaman,cuaca, tanah, air, air, perdu, batang, buah,, hias,
batu-batuan, dll.) dalam kayu semusin/tahunan)
bentuk gambar,bercerita,  Bermacam bentuk dan warna daun
bernyanyi, dan gerak tubuh dan bermacam akar, berkembang
biak (biji, stek, cangkok, beranak,
membelah diri,daun),
 Cara merawat tanaman, dst.,
 Gejala alam (angin, hujan, cuaca,
siang-malam, mendung, siklus air,
dst.), tanah, batu, sebab akibat
kejadian, dst.
3.9 Mengenal teknologi  Nama benda,
sederhana (peralatan  Bagian-bagian benda,
rumah tangga, peralatan  FungsI benda,
bermain, peralatan  Cara menggunakan secara tepat,
pertukangan,  Cara merawat. Contoh : peralatan
dll.) sekolah, perabot rumah tangga,
4.9 Menggunakan teknologi perkakas kerja, peralatan
sederhana untuk elektronik, barangbarang bekas
menyelesaikan pakai
tugas dan kegiatannya
(peralatan rumah tangga,
peralatan bermain,
peralatan pertukangan, dll.)
Social Emosional 2.5 Memiliki perilaku yang  Cara memberi salam pada guru
mencerminkan sikap atau teman,
percaya diri  Cara untuk berani tampil di depan
teman, guru, orang tua dan
lingkungan sosial lainnya,
 Cara menyampaikan keinginan
dengan santun.
2.6 Memiliki perilaku yang  Aturan bermain,
mencerminkan sikap taat  Aturan di satuan PAUD,
terhadap aturan sehari-hari  Cara mengatur diri sendiri
untuk melatih kedisiplinan misalnya membuat jadwal atau
garis waktu,
 Cara mengingatkan teman bila
bertindak tidak sesuai dengan
aturan.
2.7 Memiliki perilaku  Cara menahan diri saat marah,
yang mencerminkan sikap  Ciri diri dan orang lain,
sabar (mau menunggu  Cara antre,
giliran, mau mendengar  Cara menyelesaikan gagasannya
ketika orang lain berbicara) hingga tuntas,
untuk melatih  berusaha tidak menyakiti atau
kedisiplinan membalas dengan kekerasan.
2.8 Memiliki perilaku yang  Pemahaman tentang mandiri,
mencerminkan kemandirian • Perilaku mandiri,
• Cara merencanakan, memilih,
memiliki inisiatif untuk belajar
atau melakukan sesuatu tanpa
harus dibantu atau dengan bantuan
seperlunya
2.9 Memiliki perilaku yang  Keuntungan mengalah,
mencerminkan sikap peduli • Cara menawarkan bantuan pada
dan mau membantu jika teman atau guru,
diminta • Cara menenangkan diri dan
Bantuannya temannya dalam berbagai situasi,
• senang berbagi makanan atau
mainan.
• Kepekaan membantu orang lain
yang membutuhkan (dijelaskan
banyak yang memerlukan bantuan
saat covid-19)

2.10 Memiliki perilaku  Perilaku anak yang menerima


yang mencerminkan sikap perbedaan teman dengan dirinya,
kerja sama • Cara menghargai karya teman,
• Cara menghargai pendapat teman,
 mau berbagi,
 mendengarkan dengan sabar
• Cara berterima kasih atas bantuan
yang telah diterima
2.11 Memiliki perilaku  Kegiatan transisi,
yang dapat menyesuaikan  Cara menghadapi situasi berbeda,
diri  Cara menyesuaikan diri dengan
cuaca dan kondisi alam.
2.12 Memiliki perilaku  Pemahaman tentang tanggung
yang mencerminkan jawab
sikap tanggung jawab  Pentingnya bertanggung jawab
 Cara bertanggung jawab (mau
mengakui kesalahan dengan
meminta maaf),
 Cara merapikan/ membereskan
mainan pada tempat semula,
 Mengerjakan sesuatu hingga
tuntas,
 Mengikuti aturan yang telah
ditetapkan walaupun sekali-kali
masih harus diingatkan,
 Senang menjalankan kegiatan
yang jadi tugasnya (misalnya piket
sebagai pemimpin harus
membantu menyiapkan alat
makan, dst
3.13 Mengenal emosi diri  Cara menghadapi orang yang tidak
dan orang lain dikenal
4.13 Menunjukkan reaksi  Penyebab sedih, marah, gembira ,
emosi diri secara wajar kecewa, atau mengerti jika ia
menganggu temannya akan marah,
jika ia membantu temannya akan
senang,
 mengendalikan emosi secara wajar
3.14 Mengenali kebutuhan-  Cara mengungkapkan apa yang
kebutuhan, keinginan dan dirasakannya (lapar ingin makan,
minat diri kedinginan memerlukan baju
4.14 Mengungkapkan hangat, perlu payung agar tidak
kebutuhan, keinginan dan kehujanan, kepanasan, sakit perut
minat diri dengan cara yang perlu obat),
tepat  Teknik mengambil makanan
sesuai dengan kebutuhan,
menggunakan alat main sesuai
dengan gagasan yang dimilikinya,
 Membuat karya sesuai dengan
gagasannya, dst
Bahasa 2.13 Memiliki perilaku  Cara berbicara secara santun,
yang mencerminkan sikap menghargai temann dan orang
rendah hati dan santun yang lebih tua usianya
kepada orang tua, pendidik,  Pemahaman sikap rendah hati
dan teman.  Contoh perilaku rendah hati dan
santun.
 Cara berbicara secara santun
(menggunakan masker saat
berbicara di tempat umum)

3.10 Memahami bahasa  Cara menjawab dengan tepat


reseptif (menyimak dan ketika ditanya,
membaca)  Cara merespon dengan tepat saat
4.10 Menunjukkan mendengar cerita atau buku yang
kemampuan berbahasa dibacakan guru,
reseptif (menyimak dan  Melakukan sesuai dengan yang
membaca) diminta dengan beberapa perintah,
 Menceritakan kembali apa yang
sudah didengarnya.
3.11 Memahami bahasa  Mengungkapkan keinginannya,
ekspresif (mengungkapkan  Menceritakan kembali,
bahasa secara verbal dan  Bercerita tentang apa yang sudah
non verbal) dilakukannya,
4.11 Menunjukkan  Mengungkapkan perasaan
kemampuan emosinya dengan melalui bahasa
berbahasa ekspresif secara tepat.
(mengungkapkan bahasa  Menggunakan buku untuk
secara verbal dan non berbagai kegiatan.
verbal )
3.12 Mengenal keaksaraan  Membaca gambar,
awal  Membaca simbol,
4.12 Menunjukkan  Menjiplak huruf,
kemampuan keaksaraan  mengenali huruf awal di namanya,
awal dalam berbagai bentuk menuliskan huruf-huruf namanya,
karya  Menuliskan pikirannya walaupun
hurufnya masih terbalik atau tidak
lengkap,
 Hubungan bunyi dengan huruf,
 Mengucapkan kata yang sering
diulang-ulang tulisannya pada
buku cerita,
 Mengeja huruf,
 membaca sendiri,
 Hubungan angka dan bilangan.
Seni 2.4 Memiliki perilaku yang  Cara menjaga kerapian diri, dan
mencerminkan sikap estetis  Cara menghargai hasil karya baik
dalam bentuk gambar, lukisan,
pahat, gerak, atau bentuk seni
lainnya,
 Cara merawat kerapian-
kebersihan-dan keutuhan benda
mainan atau milik pribadinya.
3.15 Mengenal berbagai  Membuat berbagai hasil karya dan
karya dan aktivitas seni aktivitas seni gambar dan lukis,
4.15 Menunjukkan karya seni suara, seni musik, karya
dan aktivitas seni dengan tangan dan lainnya,
menggunakan berbagai  Menampilkan hasil karya seni
media (membuat masker atau face shield)

Pendidikan Life Skill dan Karakter Bangsa


Life skill Karaakter bangsa
 Terbiasa mengucapkan  Terbiasa melaksanakan ajaran agama yang dianutnya
terima kasih (berdoa, salat, wudu, dll)
 Terbiasa berkata permisi  Terbiasa bersikap jujur dalam
 Terbiasa berkata maaf perkataan/tindakan/pekerjaan
 Dapat memakai pakaian  Terbiasa menghargai perbedaan agama/etnis/pendapat
sendiri  Terbiasa berperilaku tertib dan patuh terhadap
 Dapat melepas pakaian peraturan (disiplin
sendiri  Terbiasa meenyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya
 Terbiasa mencuci tangan  Terbiasa menghasilkan cara atau hasil baru dari
sebelum dan sesudah makan sesuatu yang telah dimiliki (kreatif)
 Terbiasa mencuci tangan  Tidak mudah bergantung pada orang lain dalam
setelah kegiatan menyelesaikan tugas-tugas (mandiri)
 Terbiasa menyimpan  Terbiasa bersikap demokratis (menilai sama
kembali barang ditempatnya hak dan kewajiban dirinya)
 Terbiasa membenatu  Senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan
mengerjakan tugas rumah orang lain
tangga  Gemar membaca berbagai bacaan
 Anak terbiasa di ajak  Senang memberi bantuan kepada orang lain
diskusi tentang apa yang
ingin dilakukan termasuk
memilih tempat makan atau
bermain

Adapun 9 pilar yang dikembangkan meliputi :

No Pilar Keterangan
1 Pilar 1 Cinta Tuhan dan segenap ciptaanya
2 Pilar 2 Kemandirian dan tanggung jawab
3 Pilar 3 Kejujuran/amanah, diplomatis
4 Pilar 4 Hormat dan santun
5 Pilar 5 Dermawan, suka menolong dan gotong royong
6 Pilar 6 Percaya diri, kreatif dan pekerja keras
7 Pilar 7 Kepemiminan dan keadilan
8 Pilar 8 Baik dan rendah hati
9 Pilar 9 Toleransi, kedamaian dan kesaaatuan
10 K4 Kebersihan, Kerapihan, Kesehatan, dan Keamanan

Nilai karakter yang dikembangkan meliputi :


Nilai-Nilai
No Deskripsi
Karakter
1 Religius Sikap dan prilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama
yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,
serta hidup dengan pemeluk agama lain.
2 kejujuran Prilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan
pekerjaan.
3 Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,
pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4 Disiplin Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai
ketentuan dan peraturan
5 Kerja keras Perilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan
tugas dengan sebaik-baiknya
6 Kreatif Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil
baru dari sesuatu yang telah dimiliki
7 Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain
dalam menyelesaika tugas-tugas
8 Demokratis Cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
9 Rasa ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
tahu mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan
didengar
10 Semangat Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan, yang menempatkan
kebangsaan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan diri dan
kelompok
11 Cinta tanah Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukan kestiaan,
air kepedulian, dan penghargaan, yang tinggi terhadap bahasa,
lingkungan, fisik, sosial budaya, ekonomi dan plitik bangsa
12 Menghargai Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan
prestasi sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui dan menghormati
keberhasilan orang lain.
13 Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan
Komunikatif bekerja samadengan orang lain
14 Cinta damai Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa
senang dan aman atas kehadiran dirinya
15 Gemar Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan
membaca yang memberikan kebajikan bagi dirinya
16 Peduli Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada
lingkungan lingkungan alam disekitarnya dan mengembangkan upaya –upaya
untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi
17 Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang
lain dan masyarakat yang membutuhkan
18 Tanggung Sikap dan prilaku seseorang untuk melaksanakn tugas dan
jawab kewajibannya, terhadap diri sendiri, masyarrakat, lingkungan ( alam,
social, dan budaya ) Negara dan Tuhan Yang Maha esa
Harapan dari sekolah dengan instrument 18 karakter peserta didik dapat
menerapkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan agar memiliki budi pekerti
yang luhur yang disesuaikan tingkat pencapaian perkembangan dan indicator
yang ada .
4. Pendidikan Kewirausahaan
Tujuan Pendidikan Kewirausahaan adalah memperkuat pelaksanaan KTSP
disetiap satuan pendidikan formal dengan mengintegrasikan pendidikan dengan
indikator-indikator kewirausahaan, diharapkan lulusan memiliki karakter spirit
dan perilaku wirausaha, memiliki sifat kepekaan dan peduli pada kesejahteraan
masyarakat lokal dan global.

Nilai-Nilai
No Deskripsi
Kewirausahaan
1 Mandiri - Mampu mengerjakan tugas sendiri
- Mengambil dan menaruh benda (misal : peralatan
sekolah
2 Keatif - Membuat suatu karya tulis /seni dari bahan yang
tersedia di kelas
- Mengajukan pertanyaan setiap melihat situasi
yang aneh
3 Berani - Menyukai pekerjaan yang menantang
mengambil - Berani dan mampu mengambil resiko kerja
resiko
4 Berorientasi pada - Melakukan sesuatu yang diketahui
tindakan - Mengambil inisiatif untuk bertindak
5 Kepemimpinan - Menunjukan prilaku yang selalu terbuka terhadap
saran dan kritik
- Mudah bergaul
- Mampu bekerja sama dengan teman
- Menegur teman yang dianggap keliru
6 Kerja keras - Menanyakan kepada teman/guru jika melihat
sesuatu yang tidak tahu
- Menanyakan kepada teman/gurujika mendengar
sesuatu yang tidak diketahui
- Menggunakan sebagian besar waktu di kelas
untuk belajar

5. Muatan Lokal
a. Pengertian
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kemampuan Berbahasa Sunda
untuk TK adalah program untuk mengembangakan kemampuan berkomunikasi
melalui bahasa Sunda, yakni mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui bahasa
yang sederhana secara tepat.
b. Fungsi dan Tujuan
1) Fungsi ; Pengembangan kemampuan berbahasa Sunda bagi anak TK
berfungsi sebagai :
a) Alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan
b) Alat untuk mengembangkan intelektual anak
c) Alat untuk mengembangkan ekspresi anak, dan
d) Alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain
2) Tujuan ; Pengembangan kemampuan berbahasa Sunda bagi anak TK
bertujuan agar :
a) Anak didik memperoleh pengalaman berbahasa Sunda
b) Anak didik mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Sunda
c) Anak didik menghargai dan membanggakan bahasa Sunda sebagai
bahasa ibu, bahasa daerah, dan bahasa resmi kedua
di ..............................setelah bahasa Indonesia
c. Standar Kompetensi Lulusan TK
Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ) TK dalam berbahasa sunda adalah
sebagai berikut :
a. Mampu bermain dengan menggunakan bahasa Sunda
b. Mampu mengenal dan mengucapkan kosa kata bahasa Sunda sederhana yang
berkaitan dengan lingkungan kehidupan dirinya.
d. Aspek Pengembangan Bahasa Sunda di TK
Pengembangan kemampuan berbahasa Sunda di TK pada dasarnya
mencakup empat keterampilan berbahasa secara sederhana.
a. Menyimak (ngaregepkeun) ; Mendengarkan dan memahami berbagai bentuk
wacana lisan.
b. Berbicara (nyarita) ; Mampu mengucapkan pesan dalam bentuk wacana lisan
di berbagai kesempatan berbicara
c. Membaca (maca) ; Mampu membaca dan memahami berbagai simbol bahasa
atau gambar tulisan, cuaca, situasi, ekspresi, dsb.
d. Menulis (nulis) ; Mampu menggoreskan pensil untuk mengungkap-kan pesan
dan kreativitas bahasa seperti menggambar, membentuk, berbagai
goresan/garis, dan simbol sederhana.
e. Cakupan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar TK
KEMAMPUAN BERBAHASA SUNDA KELOMPOK A

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

0.1 Mampu menyimak, 0.1.1 Menyimak dan membedakan bunyi suara,


bebicara, memiliki bunyi bahasa sunda dan mengucapkannya
kosa kata, dan 0.1.2 Menyimak dan memahami kata dan kalimat
mengenal symbol- sederhana
simbol yang 0.1.3 Berbicara tentang jatidiri, pengalaman dan
melambangkannya menjawab pertanyaan sederhana
0.1.4 Memperkaya kosa kata sehari-hari yang
berkaitan dengan nama-nama anggota tubuh
0.1.5 Mengenal bentuk symbol-simbol sederhana
(pra menulis )
0.1.6 Menyebutkan gambar secara sederhana (pra
membaca )
0.1.7 Menghubungkan bahasa lisan dengan tulisan
(pra membaca)
0.1.8 Mengucapkan salam dan berprilaku sopan
santun
0.1.9 Menyanyikan rumpaka lagu kawih

CAKUPAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR


KEMAMPUAN BERBAHASA SUNDA KELOMPOK B

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

0.2 Mampu 0.2.1 Menyimak dan membedakan bunyi suara,


menyimak, bunyi bahasa sunda dan mengucapkannya
bebicara, memiliki dengan benar
kosa kata, dan 0.2.2 Menyimak dan memahami kata dan kalimat
mengenal simbol- sederhana serta mengucapkannya dengan
simbol yang benar
melambangkannya 0.2.3 Berbicara dengan lancar tentang jatidiri,
untuk persiapan pengalaman dan sesuatu hal
membaca dan 0.2.4 Memperkaya dan mengucapkan kosa kata
menulis sehari-hari yang berkaitan dengan
lingkungan sekitar
0.2.5 Mengenal bentuk symbol-simbol sederhana
dan menuliskannya ( pra menulis )
0.2.6 Menyebutkan gambar dengan lengkap
dengan membacakan kelompok kata dan
kalimat sederhana ( pra membaca )
0.2.7 Menghubungkan bahasa lisan dengan tulisan
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

( pra membaca )
0.2.8 Berbahasa santun ( tatakrama basa ) dan
berprilaku ramah
0.2.9 Menampilkan sajak sunda yang sederhana
dengan gaya
0.2.10 Mengekspresikan ceritera dan lagu dalam
gerakan termasuk permainan anak-anak

Implementasi muatan local pada masa Kurikulum Kondisi Khusun

disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing.

6. Pengaturan Beban Belajar


a. Lama belajar merupakan keseluruhan waktu untuk memperoleh
pengalaman belajar yang harus diikuti anak dalam satu minggu, satu
semester, dan satu tahun. Lama belajar pada PAUD dilaksanakan melalui
pembelajaran tatap muka.
b. Kegiatan tatap muka di PAUD dengan lama belajar hanya 60 menit/hari
dilaksanakan metode daring atau luring.
PROGRAM PENGEMBANGAN DAN LAMA BELAJAR PAUD

Program
Kompetensi 4 – 6 Tahun
Pengembangan

1. Nilai agama A. Sikap Spiritual 900 menit 900 menit per


dan moral B. Sikap Sosial per minggu minggu 150
2. Fisik-motorik C. Pengetahuan terdiri atas menit untuk 6
3. Kognitif D. Keterampilan 540 menit pertemuan per
4. Bahasa tatap muka minggu atau 180
5. Sosial dan 360 menit untuk 5
emosional menit pertemuan per
6. Seni pengasuhan minggu
terprogram

WAKT SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU


U

07.30- KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO


08.30 KA KB KA KB KA KB
09.00- KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO KELOMPO
10.00 KB KA KB KA KB KA

1. Kenaikan Kelompok
Kenaikan kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria dan
penentuan kenaikan kelompok ditentukan menurut usia anak :
a. untuk kelompok A yaitu usia 4-5 tahun
b. untuk kelompok B yaitu usia 5-6 tahun

2. Kelulusan
Kelulusan di TK Sejahtera 3 dilakukan setiap 1 tahun sekali, yaitu peserta
didik kelompok B yang sudah menguasai berbagai aspek perkembangan dalam
kurikulum dengan kriteria usia 6 tahun lebih.
7. Kenaikan Kelompok
Kenaikan kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria
dan penentuan kenaikan kelompok ditentukan menurut usia anak:
a. untuk kelompok A yaitu usia 4-5 tahun
b. untuk kelompok B yaitu usia 5-6 tahun

8. Kelulusan
Kelulusan di TK PGRI .................... dilakukan setiap 1 tahun sekali yaitu
peserta didik kelompok B yang sudah menguasai berbagai aspek perkembangan
dalam kurikulum dengan kriteria usia 6 tahun lebih.
E. KALENDER PENDIDIKAN
1. Kalender Pedidikan
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur.
Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh
sekolah untuk mengatur waktu belajar mengacu kepada standar isi dan
disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah
daerah.
2. Permulaan Tahun Pelajaran
Permulaan Tahun Pelajaran dimulai pada hari senin,minggu keempat
bulan juli atau apabila hari tersebut maka permulaan tahun pembelajaran
dimulai dari hari berikutnya yang bukan hari libur. Hari pertama masuk
sekolah berlangsung selama enam hari yaitu untuk pengenalan/bersosialisasi
dengan lingkungan sekolah.
3. Waktu Belajar
Waktu belajar menggunakan system semester yang terbagi satu tahun
pelajaran menjadi 2 semester : semester I dan semester II. Kegiatan
Pembelajaran dilaksanakan selama 6 hari, yaitu :
Hari Waktu Belajar
Senin 08.00 – 10.30
Selasa 08.00 – 10.30
Rabu 08.00 – 10.30
Kamis 08.00 – 10.30
Jumat 08.00 – 10.30
Sabtu 08.00 – 10.30

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah,waktu pembelajaran


efektif belajar ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk setiap tahun pelajaran.
4. Kegiatan Tengah Semester

Kegiatan tengah semester direncanakan selama tiga hari yang akan


diisi oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan yang biasa dilaksanakan di
IGTKI Kecamatan/Kabupaten.

5. Libur Sekolah

Hari libur Sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah,


Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk tidak diadakan proses
pembelajaran disekolah. Penentuan Hari Libur memperhatikan Ketentuan
berikut ini :

 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama dalam hal


yang terkait dengan Hari Raya Keagamaan

 Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam halini


penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk
setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Sekolah Mengambil Kebijakan Hari Libur sebagai berikut :


 Libur Awal Puasa
 Libur Menjelang Hari Raya
 Libur Semester I
 Libur Semester II
Hari Libur yang ditentukan pemerintah pusat antara lain :
 Tahun Baru
 Idul Adha
 Tahun Baru Imlek
 Tahun Baru Hjriyah
 Hari Raya Nyepi
 Maulid Nabi Muhammad SAW
 Hari Buruh
 Hari Lahirnya Pancasila
 Hari Raya Waisak
 Wafat Isa Almasih
 Kenaikan Isa Al Masih
 Hari Kemerdekaan RI
 Hari Raya Natal
 Idul Fitri dan Cuti Bersama
 Isra’Mi’Raj Nabi Muhammad SAW
KALENDER PENDIDIKAN TK PGRI .................... SEMESTER I (GANJIL)
TAHUN AJARAN 2020/2021

JULI 2020 AGUSTUS 2020


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1
2 3 4 5 6 7 8
12 13 14 15 16 17 18 9 10 11 12 13 14 15
19 20 21 22 23 24 25 16 17 18 19 20 21 22
26 27 28 29 30 31 23 24 25 26 27 28 29
30 31
- 3-8 Agustus H.E Tema Diriku
- 13 Juli Hari pertama tahun pelajaran 2020/2021 - 10-15 Agustus H.E Tema Lingkunganku
- 13-18 Juli Masa orientasi murid - 17-18 Agustus Libur Hari Kemerdekaan RI
- 20-30 Juli H.E Tema Diriku - 18-22 Agustus H.E Tema Lingkunganku
- 31 Juli Libur Hari Raya Idul Adha - 20 Agustus Libur Tahun Baru Hijriyah
- 24 Agustus Rapat Awal Tahun (BP3)
- 24-31 Agustus H.E Lingkunganku

SEPTEMBER 2020 OKTOBER 2020


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1 2 3 4 5 1 2 3
6 7 8 9 10 11 12 4 5 6 7 8 9 10
13 14 15 16 17 18 19 11 12 13 14 15 16 17
20 21 22 23 24 25 26 18 19 20 21 22 23 24
27 28 29 30 25 26 27 28 29 30 31

- 1-24 Oktober H.E Tema Kebutuhanku


- 1-19 September H.E Tema Lingkunganku
- 26-31 Oktober H.E Binatang
- 21-30 September H.E Tema Kebutuhanku
- 29 Oktober Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW.
(12 Rabiul Awal 1442 H)

NOVEMBER 2020 DESEMBER 2020


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5
8 9 10 11 12 13 14 6 7 8 9 10 11 12
15 16 17 18 19 20 21 13 14 15 16 17 18 19
22 23 24 25 26 27 28 20 21 22 23 24 25 26
29 30 27 28 29 30 31

- 18 Desember Tanggal Penepatan Raport


- 18-19 Desember Pembagian Raport Semester I
- 24-25 Desember Cuti Bersama dan Libur Hari Raya
- 2-14 November H.E Tema Binatang Natal
- 28-31 Desember Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul
Fitri 1441 H
- 21 Desember – 10 Januari 2021 Libur Semester I
KALENDER PENDIDIKAN TK PGRI .................... SEMESTER II (GENAP)
TAHUN AJARAN 20201/2021

JANUARI 2021 FEBRUARI 2021


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1 2 1 2 3 4 5 6
3 4 5 6 7 8 9 7 8 9 10 11 12 13
10 11 12 13 14 15 16 14 15 16 17 18 19 20
17 18 19 20 21 22 23 21 22 23 24 25 26 27
24 25 26 27 28 29 30 28
31
- 1-13 Februari H.E Tema Kendaraan
- 1 Januari Libur Tahun Masehi - 15-27 Februari H.E Tema Rekreasi
- 11 Januari Hari Pertama Masuk Sekolah - 10 Februari Naik Bus “Gatrik” di Alun-alun Ciamis
- 11-30 Januari H.E Tema Tanaman - 12 Februari Prakiraan Libur Imlek
- 20 Februari Rekreasi ke “Pancuran Mas”

MARET 2021 APRIL 2021


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1 2 3 4 5 6 1 2 3
7 8 9 10 11 12 13 4 5 6 7 8 9 10
14 15 16 17 18 19 20 11 12 13 14 15 16 17
21 22 23 24 25 26 27 18 19 20 21 22 23 24
28 29 30 31 25 26 27 28 29 30

- 1-13 Maret H.E Tema Pekerjaan - 1-3 April H.E Tema Api
- 13 Maret Berkunjung ke Markas Pemadam Kebakaran - 2 April Prakiraan Libur Wafatnya Isa Al-Masih
- 14 Maret Libur Hari Raya Nyepi - 5-17 April H.E Tema Alat Komunikasi
- 11 Maret Prakiraan Libur Isra Mi’raj - 12-14 Aril Prakiraan Libur Awal Ramadhan
- 15-20 Maret H.E Tema Air & Udara - 19-24 April H.E Tema Negaraku/Kegiatan Ramadhan
- 29-31 Maret H.E Tema Api - 26-30 April H.E Tema Gejala Alam/Kegiatan Ramadhan

MEI 2021 JUNI 2021


Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt Mingg Seni Selas Rab Kami Juma Sabt
u n a u s t u u n a u s t u
1 1 2 3 4 5
2 3 4 5 6 7 8 6 7 8 9 10 11 12
9 10 11 12 13 14 15 13 14 15 16 17 18 19
16 17 18 19 20 21 22 20 21 22 23 24 25 26
23 24 25 26 27 28 29 27 28 29 30 31
30 31

- 1 Juni Libur Hari Lahir Pancasila


- 1 Mei Libur Hari Buruh - 2 Juni Rapat Akhir Tahun
- 3- Mei Kegiatan Ramadhan - 25 Juni Tanggal Penetapan Raport Semester II
- 13 Mei Prakiraan Libur Kenaikan Isa Al-Masih - 25-26 Juni Pembagian Raport Semester II
- 7-22 Mei Prakiraan Libur hari Raya Idul Fitri 1 - 27-18 Juli Libur Akhir Tahun Semester II
F. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Pengembangan Sikap diterapkan secara rutin yang dituangkan dalam jadwal
kegiatan rutin harian. Pengembangan sikap dilakukan melalui keteladanan dari
guru secara konsisten. Untuk membentuk konsistensi pembentukan sikap maka
kegiatan rutin dipandu dalam Standar Operasional Prosedur (SOP). Penyusunan
SOP disesuaikan dengan Kurikulum Kondisi Khusus
BAB III
DOKUMEN II

Dokumen II KTSP PAUD berisi pengembangan silabus yang merupakan


perencanaan program tahunan, semester, mingguan, harian, dan penilaian. Dokumen
II berisi inti pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.
Pengembangan setiap rencana kegiatan tersebut dideskripsikan sebagai berikut:
A. PROGRAM TAHUNAN
Program tahunan disusun oleh lembaga berisi tentang rencana kegiatan
yang mendukung kegiatan anak, yang akan dilaksanakan dari awal tahun ajaran
hingga akhir tahun ajaran. Kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan yang terkait
dengan kurikulum (minggu belajar, libur, hari-hari istimewa), kegiatan yang
menunjang kurikulum (kegiatan mendatangkan nara sumber, mengunjungi
tempat yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, atau
lainnya) maupun kegiatan yang ke-orang tuaan/parenting (pertemuan orang tua,
open house, hari keluarga, dan sebagainya). Kegiatan tahunan ini disusun
bersama dengan pendidik dan tenaga kependidikan di satuan PAUD, serta
disosialisasikan kepada seluruh orang tua peserta didik. Kegiatan yang dilakukan
meliputi:
 Puncak tema
 PHBI
 Tabungan
B. PROGRAM SEMESTER
Perencanaan program semester berisi daftar tema satu semester termasuk
alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan
yang bersifat fleksibel. Tema berfungsi sebagai wadah yang berisi bahan kegiatan
untuk mengembangkan potensi anak dan menyatukan seluruh kompetensi dalam
satu kesatuan yang lebih berarti, memperkaya wawasan dan perbendaharaan kata
anak sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Langkah-langkah
penyusunan program semester adalah sebagai berikut:
1. Membuat daftar tema satu semester;
2. Memilih, menata dan mengurutkan tema yang sudah dipilih
3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap tema;
4. Menjabarkan tema kedalam sub tema dan dapat dikembangkan lebih rinci
lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
5. Mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan
dikembangkan.
6. KD yang ditetapkan akan dipakai selama tema yang sama
7. KD yang sudah dipilih untuk tema dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok
yang disesuaikan dengan sub tema.
8. KD yang diambil untuk sub tema tersebut akan digunakan terus selama sub
tema dibahas.
9. KD yang sudah digunakan pada tema dan sub tema dapat diulang untuk
digunakan kembali pada tema yang berbeda.
C. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MINGGUAN (RPPM)
Perencanaan program mingguan merupakan rencana kegiatan yang disusun
untuk pembelajaran selama satu minggu. Perencanaan kegiatan mingguan dapat
berbentuk jaringan tema (web). Jaringan tema berisi projek- projek yang akan
dikembangkan menjadi kegiatan-kegiatan pembelajaran.
Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Diturunkan dari program
2. Berisi sub tema – KD – materi – rencana kegiatan
3. Penyusunan kegiatan mingguan disesuaikan dengan strategi pengelolaan
kelas (area, sentra, kelompok usia) yang ditetapkan masing-masing satuan
PAUD..
Rencana pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) merupakan
penjabaran dari rencana Program semester sesuai kelompok tingkatan usia anak.
Rencana pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) ini dapat digunakan
sebagai acuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian,
meliputi :
1. Tema
2. Subtema
3. Lingkup Pengembangan :
a. Moral dan nilai-nilai agama
Merespon hal-hal yang terkait dengan moral dan nilai agama.
b. Sosial, emosional dan kemandirian.
Mampu Mengendalikan Emosi
c. Berbahasa.
1) Menerima Bahasa
2) Mengungkapkan Bahasa
d. Kognitif.
1) Mengenal pengetahuan umum
2) Mengenal konsep ukuran, bentuk, dan pola
e. Fisik/ motorik.
1) Motorik Kasar
2) Motorik Halus
f. Seni.
Mengenal berbagai karya dan seni dengan menggunakan berbagai media.
4. Kompetensi dasar/Indikator
5. Muatan Materi
6. Pembiasaan Agama
7. Alokasi Waktu
D. EVALUASI/PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Pengertian
a. Penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses
mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis,
terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh tentang pertumbuhan dan
perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu
tertentu.
b. Penilaian autentik adalah penilaian proses dan hasil belajar untuk
mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap (spiritual dan sosial),
pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara
berkesinambungan. Penilaian tidak hanya mengukur apa yang
diketahui oleh anak, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat
dilakukan oleh anak.
2. Fungsi
Penilaian kegiatan belajar anak memiliki fungsi untuk memantau
kemajuan belajar, hasil belajar, dan perbaikan hasil kegiatan belajar anak
secara berkesinambungan.
3. Tujuan
Penilaian proses dan hasil belajar di PAUD bertujuan untuk:
a. Mendapatkan informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan yang
telah dicapai oleh anak selama mengikuti pendidikan di PAUD;
b. Menggunakan informasi yang didapat sebagai umpan balik bagi pendidik
untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran dan meningkatkan layanan
pada anak agar sikap, pengetahuan, dan keterampilan berkembang secara
optimal;
c. Memberikan informasi bagi orang tua untuk melaksanakan pengasuhan
di lingkungan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses
pembelajaran di PAUD; dan
d. Memberikan bahan masukan kepada berbagai pihak yang relevan
untuk turut serta membantu pencapaian perkembangan anak secara
optimal.
4. Prinsip
Penilaian proses dan hasil belajar anak di PAUD berdasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Mendidik ; Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk
memotivasi, mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan
berkembang secara optimal.
b. Berkesinambungan ; Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap,
dan terus menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan
dan perkembangan anak.
c. Objektif ; Penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
d. Akuntabel ; Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan
kriteria yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
e. Transparan ; Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil
penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pemangku
kepentingan yang relevan.
f. Sistematis ; Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai
dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan
berbagai instrumen.
g. Menyeluruh ; Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan
perkembangan anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan.
h. Bermakna ; Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat
bagi anak, orangtua, pendidik, dan pihak lain yang relevan.
5. Indikator Penilaian

No Simbol Keterangan Deskripsi

1 BB (Belum Anak yang selalu


Berkembang) dibantu dalam me-
nyelesaikan setiap
tugas indikator
2 MB (Mulai Anak yang mulai
Berkembang) belajar tanpa ban-tuan
dalam menye-lesaikan
tugas
3 BSH (Berkembang Anak menunjukkan
Sesuai Harapan) ke-mampuan me-
nyelesai-kan tugas
tanpa bantu-an
4 BSB (Berkembang Anak mampu
Sangat Baik) menyele-saikan tugas
tanpa bantuan bah-
kan dapat memban-tu
orang lain

6. Lingkup
Penilaian proses dan hasil kegiatan belajar anak mencakup semua
aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
7. Mekanisme
a. Penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD dilaksanakan oleh
pendidik pada satuan PAUD.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah sebagai berikut :
1) Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan
selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh
atau jurnal, dan rubrik.
2) Percakapan merupakan teknik penilaian yang dapat digunakan baik
pada saat kegiatan terpimpin maupun bebas.
3) Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian tugas yang
akan dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun
kelompok serta secara mandiri maupun didampingi.
4) Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam
bentuk pelaksanaan suatu aktivitas yang dapat diamati.
5) Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat
produk yang dihasilkan oleh anak setelah melakukan suatu kegiatan.
6) Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan
dengan mencatat sikap dan perilaku khusus pada anak ketika suatu
peristiwa terjadi secara tiba-tiba/insidental baik positif maupun negatif.
7) Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil
kegiatan anak secara berkesinambungan atau catatan pendidik tentang
berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu
bahan untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
c. Waktu Penilaian
Penilaian dilakukan mulai dari anak datang di satuan PAUD,
selama proses pembelajaran, saat istirahat, sampai anak pulang. Hasil
penilaian dapat dirangkum dalam kurun waktu harian, mingguan atau
bulanan.
d. Pengolahan Penilaian
1) Penilaian proses dan hasil belajar anak dimasukkan ke dalam format
yang disusun oleh pendidik setiap selesai melakukan kegiatan.
2) Catatan penilaian proses dan hasil belajar perkembangan anak
dimasukkan ke dalam format rangkuman penilaian mingguan atau
bulanan untuk dibuat kesimpulan sebagai dasar laporan perkembangan
anak kepada orang tua.
e. Pelaporan Pencapaian Hasil Perkembangan dan Pertumbuhan Anak.
1) Pelaporan adalah kegiatan mengomunikasikan hasil penilaian
tentang tingkat pencapaian perkembangan anak baik secara psikis
maupun fisik yang dilakukan secara berkala oleh pendidik. Apabila
terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang tidak biasa pendidik
dapat berkonsultasi ke ahli yang relevan.
2) Bentuk pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan
perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
anak yang dilaporkan kepada orang tua dilengkapi dengan lampiran
hasil portofolio.
3) Teknik pelaporan dilakukan dengan cara bertatap muka dengan
orang tua untuk menjelaskan hasil penilaian anak.
4) Pelaporan secara tertulis diberikan kepada orang tua minimal sekali
untuk setiap 6 bulan, sedangkan pelaporan secara lisan dapat diberikan
sesuai kebutuhan.
Penilaian proses dan hasil belajar pada anak usia lahir-4 tahun
dilakukan secara lebih fleksibel dalam hal lingkup yang dinilai, teknik dan
instrumen, waktu, pengolahan, dan pelaporan penilaian.
BAB IV
PENUTUP

Dengan mengucapkan puji serta syukur kehadirat Illahi Rabbi bahwasannya

kami telah menyelesaikan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD

TK PGRI .................... Tahun Pelajaran 2020/2021. Sebagai acuan dalam

pelaksanaan program kegiatan belajar mengajar juga sebagai bahan laporan kepada

pihak-pihak terkait. Kami telah berusaha sekemampuan kami untuk menyusun

program ini sebaik mungkin, namun demikian kami harapkan partisipasi dan

bimbingan serta saran untuk berhasilnya program kegiatan ini.

Semoga dalam pelaksanaannya senantiasa mendapat ridho serta bimbingan

dari yang Maha Kuasa sehingga bermanfaat dan memperoleh hasil yang diharapkan.

Kami Ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas segala kebaikan

sehingga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD TK PGRI ....................

Tahun Pelajaran 2015-2016 ini dapat dilaksanakan dengan tertib dan Lancar.

Dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf atas segala kekurangan

serta kehilafan dalam penyusunan kurikulum ini.

Akhirnya semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufiq serta

hidayahnya kepada kita.

Amiin

................., ....................2020

Penyusun