Anda di halaman 1dari 18

CRITICAL BOOK REPORT

AKUNTANSI KOS

Dosen Pengampu : Drs. LA ANE, M.Si

NAMA : FELICIA MARTHA HAZEL SITORUS

NIM : 7193520021

KELAS : AKUNTANSI II C

FAKULTAS EKONOMI

AKUNTANSI NON-DIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan

rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Makalah

yang kami buat ini merupakan tugas Critical Book Report pada mata kuliah

Akuntansi Kos.Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. La

Ane M.Si selaku Dosen pengampu yang telah memberikan penjelasan mengenai

penyusunan makalah ini.

Demikianlah makalah yang saya buat, saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh

dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat

diharapkan dari berbagai pihak khususnya Dosen pengampu, agar dapat bermanfaat

bagi penyusunan makalah ini kedepannya

Medan, 19 Maret 2020

Felicia Martha Hazel Sitorus


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................................................ii
BAB I........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN....................................................................................................................................1
1.1 INDETITAS BUKU...............................................................................................................1
1.2 URAIAN ISI BUKU..............................................................................................................1
BAB 1 MANAJEMEN, KONTORLER, DAN AKUNTANSI BIAYA..........................................1
BAB 2 KONSEP BIAYA DAN BIAYA INFORMASI AKUNTANSI BIAYA............................3
BAB 3 ANALISIS PERILAKU BIAYA.........................................................................................4
BAB 4 Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya.................................................................5
BAB 5 SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN ( JOB ORDER
COSTING )......................................................................................................................................6
BAB 6 SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PROSES......................................6
Bab 7 Biaya Mutu (The Cost of Quality) dan Akuntansi Untuk Kehilangan dalam Proses
Produksi (Accounting for production losses)...................................................................................7
BAB 8 Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan dan Produk Gabungan..................................7
BAB 9 Bahan Baku : Pengendalian, Perhitungan Biaya dan Perencanaan.....................................8
BAB 10 Just – In-Time dan Blackfushing......................................................................................9
Bab 11 Tenaga kerja, pengendalian dan akuntansi biaya................................................................9
Bab 12 overhead pabrik, anggaran, aktual dan pembebanan Karakteristik overhead pabrik........11
BAB 13 BIAYA OVERHEAD PABRIK : DEPARTEMENTALISASI.......................................12
BAB 14 Akuntansi Aktivitas Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas dan Manajemen
Berdasarkan Aktivitas....................................................................................................................12
BAB II....................................................................................................................................................13
PEMBAHASAN....................................................................................................................................13
2.1 KEUNGGULAN BUKU.............................................................................................................13
2.2 KELEMAHAN BUKU...............................................................................................................13
BAB III...................................................................................................................................................14
PENUTUP..............................................................................................................................................14
3.1 KESIMPULAN...........................................................................................................................14
3.2 SARAN.........................................................................................................................................14
LAMPIRAN...........................................................................................................................................15
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 INDETITAS BUKU


Akuntansi Biaya, Edisi 14 Buku 1
Buku utama
Nama buku : Akuntansi Biaya

Penulis buku : William K.Carter

Penerbit : Salemba Empat

Tahun terbit : 2017

1.2 URAIAN ISI BUKU

BAB 1 MANAJEMEN, KONTORLER, DAN AKUNTANSI BIAYA

Manajemen terdiri atas tiga kelompok 1. manajemen operasi 2. Manajemen tingkat

menengah 3. Manajemen eksekutif , Manajemen masih harus melaksanakan fungsi

dasar yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian secara efektif

agar dapat berhasil.

Partisipasi kontroler dalam perencanaan dan pengendalian.


Kontroller adalah manajer eksekutif yang bertanggung jawab atas fungsi akuntansi.
Departemen biaya
Departemen tersebut menganalisis biaya dan mendapatkan laporan kinerja serta data-

data lainnya yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan


 Peranan akuntansi biaya

Akuntansi biaya memperlengkapi manajemen dengan alat yang diperlukan untuk

aktivitas perencanaan pengendalian

 Anggaran
Anggaran adalah pernyataan yang terkuat tifikasi dan tertulis dari rencana

manajemen.

 Pengendalian biaya

Untuk membantu dalam pengendalian biaya akuntan

 Penetapan harga
Kebijakan penetapan harga manajemen sebagai memastikan pemulihan dalam jangka

panjang

 Penentuan laba
Proses pengaitan atau penandingan melibatkan identifikasi atas biaya jangka pendek

dan jangka panjang

 Memilih diantara berbagai alternatif


Akuntansi Biaya menyediakan informasi mengenai pendapatan dan biaya yang

berbeda

 Pengaruh dari organisasi-organisasi swasta dalam pemerintah

Perpajakan

Kewajiban pajak penghasilan Federal ditentukan berdasarkan internal revenue code


Sebagaimana telah ditetapkan dan diamandemen oleh kongres Departemen Keuangan
 Dewan standar akuntansi biaya
Dewan standar akuntansi biaya didirikan oleh kongres pada tahun 1970.

BAB 2 KONSEP BIAYA DAN BIAYA INFORMASI AKUNTANSI BIAYA

 Konsep biaya

Istilah biaya atau cost digunakan sebagai sinonim menjadi beban atau expense

 Objek biaya

didefinisikan sebagai suatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur

 Kemampuan untuk menelusuri biaya ke objek biaya


Biaya dipilih pengakuan wilayah sangat bergantung pada kemampuan untuk

menelusuri biaya ke objek biaya

 Kemampuan untuk menelusuri biaya di industri jasa


penting untuk mengambil keputusan di industri jasa

 Sistem informasi akuntansi biaya


Sistem informasi akuntansi biaya harus mencerminkan pembagian otoritas sehingga

Manager individual sangat dapat dimintai pertanggung jawaban tugas kelompok harus

disesuaikan untuk mendukung manajemen

 Daftar akun
sebaiknya diatur dan didesain untuk memberikan informasi maksimum dengan analisis

tambahan seminimum mungkin

 Pemrosesan data elektronik


dapat diprogram untuk mengenai dan melaporkan situasi situasi yang menyimpang dari

batasan-batasan tertentu
 Sensitifitas terhadap perubahan metode
Manufaktur yang berorientasi pada robot sangat terotomatisasi mungkin

memperkerjakan sedikit jika ada tenaga kerja secara langsung

 Ukuran-ukuran kinerja nonfinansial


______________________waktu proses_____________________
(Waktu proses + waktu tunggu+ waktu pindah+ waktu inspeksi)
 Klasifikasi biaya
Klasifikasi biaya adalah sangat penting untuk membuat ikhtisar yang berarti atas data

biaya

 Biaya dalam hubungannya dengan produk


Biaya manufaktur juga disebut biaya produksi atau biaya pabrik
 Biaya dalam hubungannya dengan periode akuntansi.
dapat diklasifikasikan sebagai belanja modal atau sebagai belanja pendapatan..
 Biaya dalam hubungannya dengan suatu keputusan, tindakan atau
evaluasi.
Jika biaya diferensial hanya akan terjadi apabila salah satu alternatif tertentu diambil
maka biaya tersebut juga dapat disebut sebagai biaya tunai yang berkaitan dengan
alternatif itu.

BAB 3 Analisis Perilaku Biaya


Klasifikasi Biaya
 Biaya Tetap
Adalah biaya yang secara total tidak berubah ketika aktivitas bisnis meningkat atau

menurun.

utang jangka panjang dan sewa guna operasi dalam jangka panjang.
 Biaya Variabel
Adalah biaya yang totalnya meningkat secara proporsional terhadap peningkatan

dalam aktivitas dan menurun secara proporsional terhadap penurunan dalam aktivitas.

 Biaya Semivariabel
Adalah biaya yang memperlihatkan baik karakteristik-karakteristik dari biaya tetap

maupun biaya variabel

 Metode Tinggi-Rendah (High and Low Points)

Metode ini bersifat sederhana, memiliki kelemahan karena hanya menggunakan dua
titik data,
 Metode Scattergraph
Dapat digunakan untuk menganalisis perilaku biaya
 Metode Kuadrat Terkecil (Least Squares)
menentukan secara matematis garis yang paling sesuai, atau garis regresi linear,
melalui sekelompok titik
 Metode Kuadrat Terkecil (Least Squares) untuk Beberapa Variabel
Independen
penerapan dan perluasan lebih lanjut dari metode kuadrat terkecil, yang
memungkinkan pertimbangan atas lebih dari satu variabel independen.

BAB 4 Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya


 Aliran Biaya dalam Perusahaan Manufaktur
Fungsi akuntansi biaya mencakup pencatatan dan pengukuran elemen biaya ketika

sumber daya terkait mengalir melalui proses produksi

PELAPORAN HASIL OPERASI


 Laporan Laba Rugi
Dalam laporan laba rugi, harga pokok penjualan ditampilkan sebagai satu angka.

 Neraca
Neraca melengkapi laporan laba rugi.
 Laporan Arus Kas
Ketika laporan laba rugi dan neraca dilaporkan secara eksternal, prinsip akuntansi
yang diterima secara umum mengharuskan agar kedua laporan tersebut dilengkapi
dengan laporan arus kas.
 SISTEM BIAYA
Biaya yang dialokasikan ke unit produksi bisa serupa biaya aktual atau biaya standar.

 Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan (Job Order Costing)


Ketika jumlah pesanan diproduksi dalam jumlah tertentu untuk persediaan,

perhitungan biaya berdasarkan pesanan memungkinkan perhitungan biaya per unit

 Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses


Kebanyakan perusahaan yang menggunakan perhitungan biaya berdasarkan proses

mempertahankan produksi bervolume tinggi secara berkelanjutan

Aspek-aspek Umum yang Terdapat Baik dalam Perhitungan Biaya Berdasarkan


Pesanan maupun Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses
 Metode Campuran
 Blackflush Costing

Bab 5 Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan(Job Order


Costing)
Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan , biaya produksi
diakumulasikan untuk setiap pesanan (job) yang terpisah . Suatu pesanan adalah
output yang diidentifikasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau untuk
mengisi kembali suatu item persediaan . Hal ini berbeda dengan sistem perhitungan
biaya berdasarkan proses, di mana biaya diakumulasikan untuk suatu operasi atau
subdivisi dari suatu perusahaan, seperti departemen .
 Biaya Tenaga Kerja yang Terjadi”

Ayat jurnal umumnya adalah :


Beban gaji 31.000
Beban gaji yang masih harus di bayar 31.000

BAB 6 Sistem Perhitungan Berdasarkan Proses


Akumulasi Biaya Proses
Tujuan penting dari sistem perhitungan biaya manapun adalah menentukan biaya dari

barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sistem perhitungan biaya

sebaiknya ekonomis untuk dioperasikan dan membebankan sejumlah biaya ke setiap

produk sedemikian rupa sehingga mencerminkan dengan wajar biaya dari sumber

daya yang digunakan untuk memproduksi produk tersebut.

BAB 7 Biaya Mutu (The Cost of Quality) dan Akuntansi Untuk


Kehilangan dalam Proses Produksi (Accounting for production
losses)
Biaya mutu tidak hanya terdiri atas biaya untuk mencapai mutu,melainkan juga biaya
yang terjadi karena kurangnya mutu.
Jenis jenis biaya mutu
 Biaya Pencegahan(Prevention cost)
 .Biaya Penilaian(Appraisal Cost)
 Biaya Kegagalan(failure cost
Akuntansi untuk Bahan Baku Sisa(Scrap)
Kas(atau piutang usaha) 500
Penjualan bahan baku sisa(atau pendapatan lain lain) 500
Ayat jurnal pada saat penjualan seperti
Kas(atau piutang usaha) 500
Harga Pokok Penjualan 500
Ayat jurnal umum untuk mencatat penjualannya adalah
Kas(atau piutang usaha) 500
Barang dalam proses 500

Bab 8 Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan dan Produk


Gabungan
Definisi produk sampingan dan Produk gabungan
Istilah produk sampingan(by-product) umummnya digunaka untk mendefinisikan
suatu produk dengan nilai total yang relative kecil dan dihasilkan secara simultan atau
bersamaan dengan produk lain yang nilai totalnya lebih besar.Produk dengan nilai
total lebih besar biasanya disebut (Main product) Produk gabungan (joint product)
dihasilkan secara simultan melalui suatu proses atau serentan proses umu,di mana
setiap produk yang dihasilkan dari proses tersebut memiliki lebih dari sekedar nilai
nominal.titik pisah batas (split off point)
BAB 9 Bahan Baku : Pengendalian, Perhitungan Biaya dan Perencanaan
Perolehan dan Penggunaan Bahan Baku
Meskipun proses produksi dari kebutuhan bahan baku bervariasi sesuai dengan
ukuran dan jenis industri dari perusahaan , pembelian dan penggunaan bahan baku
biasanya meliputi langkah – langkah berikut :
 Untuk setiap produk atau variasi produk, insinyur menentukkan rute
( routing ) untuk setiap produk, yang merupakan urutan operasi yang akan
dilakukan dan sekaligus menetapkan daftar bahan baku untuk setiap
langkah dalam urutan operasi tersebut
 Anggaran produksi ( production budget ) menyediakan rencana utama ,
dari mana rincian mengenai permintaan kebutuhan bahan baku
dikembangkan.
 Bukti permintaan pembelian ( purchase requisition ) menginformasikan
agen pembeliaan mengenai jumlah dan jenis bahan baku yang
dibutuhkan.
 Pesanan pembeliaan ( purchase order ) merupakan kontrak atas jumlah
yang harus dikirimkan.
 Laporan penerimaan ( receiving report ) mengesahkan jumlah yang
diterima dan mungkin juga melaporkan hasil pemeriksaan dan pengujian
mutu.
Pembelian Perlengkapan, Jasa, dan Perbaikan
Bukti permintaan pembelian, pesanaan pembelian, dan laporan penerimaan dapat
diterpkan untuk perlengkapan dan peralatan kantor, kafearia perusahaan, unit P3K,
kantor bendahara, serta departemen-departemen lainnya.
Metode Pengendalian Bahan Baku
 Metode siklus pesanan ( order cycling method ) atau metode tinjauan siklus
( cycle review method )
 Metode minimum – maksimum ( min-max method ) batas tertentu.
Pengendalian Keusangan dan Kelebihan Persediaan
Keusangan bahan baku biasanya terjadi bila suatu produk diranccang ulang atau
dihentikan produksinya . penjualan segera persediaan tersebut dnegan cara menerima
tawaran pertama yang wajar sering kali merupakan kebijakan yang terbaik.
Metode Perhitungan Biaya Persediaan
Metode yang paling umum untuk menghitung biaya persediaan adalah
 metode masuk pertama, keluar pertama ( first in, first out – FIFO )
 rata – rata tertimbang masuk pertama
 keluar terakhir ( last in, first out – LIFO
BAB 10; Just – In-Time dan Blackfushing
Just In Time
Just-in-time ( JIT ) adalah filosofi yang dipusatkan pada pengurangan biaya melalui
eliminasi persediaan. Semua bahanbaku dan komponen sebaiknya tiba dilokasi kerja
pada saat dibutuhkan- tepat waktu.
 JIT dan Velositas
 JIT dan Kerugian Produksi
 JIT dan Pembelian
 JIT dan Pengorganisasian Pabrik
 JIT Suatu Pandangan Seimbang
Blackflushing
Blackflushing disebut juga perhitungan biaya blackflush ( blackflush costing ) atau
akuntansi blacflush ( blackflush accounting ) merupakan pendekatan yang
dipersingkat atas akuntansi dari aliran biaya manufaktur.
Analogi Dasar dari Akuntansi Keuangan
Dua metode persediaan yang berbeda digunakan oleh perusahaan nonmanuaktur yaitu
metode perpetual dan metode periodic. Tujuannya adalah untuk mencatat setiap
peningkatan atau penurunan dalam akun persediaan, sehingga tersedia catatan
perpetual dari biaya barang dagangan yang terdapat dalam persediaan.
Bab 11; Tenaga kerja, pengendalian dan akuntansi biaya
Produktivitas dan biaya tenaga kerja
Produktivitas dan biaya tenaga kerja gaji baik secara langsung atau tidak langsung
berkaitan dengan produktivitas dan keterampilan dari pekerja. Tenaga kerja
merupakan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh seorang pekerja
Pengaturan akuntansi untuk biaya tenaga kerja dan pengendalian
Akuntansi biaya tenaga kerja mencakup:
 sejarah kerja dari setiap pekerja seperti tangga pekerjaan tingkat upah
penugasan awal, promosi kenaikan gaji, dan waktu cuti untuk liburan atau
rumah sakit.
 Informasi yang diperlukan untuk memenuhi kontak serikat, hukum jaminan
sosial, peraturan upah dan jam kerja, pajak penghasilan yang dipungut,
persyaratan pemerintah federal, pemerintah negara bagian, atau pemerintah
lokal lainnya.
 Waktu kerja dan biaya standar
prinsip dan tujuan dari akuntansi biaya tenaga kerja relatif sederhana. Namun
penerapan prinsip-prinsip ini bisa saja sulit jika jumlah pekerja banyak atau jika
pekerja berpindah dari satu jenis pekerjaan ke jenis-jenis pekerjaan lain.
Pengaturan akuntansi untuk biaya tenaga kerja dan pengendalian
Akuntansi biaya tenaga kerja mencakup:
 sejarah kerja dari setiap pekerja seperti tangga pekerjaan tingkat upah
penugasan awal, promosi kenaikan gaji, dan waktu cuti untuk liburan atau
rumah sakit.
 Informasi yang diperlukan untuk memenuhi kontak serikat, hukum jaminan
sosial, peraturan upah dan jam kerja, pajak penghasilan yang dipungut,
persyaratan pemerintah federal, pemerintah negara bagian, atau pemerintah
lokal lainnya.
 Waktu kerja dan biaya standar
prinsip dan tujuan dari akuntansi biaya tenaga kerja relatif sederhana. Namun
penerapan prinsip-prinsip ini bisa saja sulit jika jumlah pekerja banyak atau jika
pekerja berpindah dari satu jenis pekerjaan ke jenis-jenis pekerjaan lain.
Akuntansi biaya
Beban gaji. XXX
PPH karyawan. XXX
Utang pajak fica. XXX
Gaji yang masih harus dibayar. XXX
Akuntansi biaya
Buku pembantu. Debit. Kredit
Barang dalam proses. XXX
Pengendalian overhead pabrik. XXX
Tenaga kerja tidak langsung. XXX
Beban gaji. XXX

Bab 12; overhead pabrik, anggaran, aktual dan pembebanan Karakteristik


overhead pabrik
Karakteristik overhead pabrik

overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan baku tidak langsung
tenaga kerja tidak langsung dan semua biaya pabrik lainnya yang tidak dapat dengan
mudah di identifikasikan dengan atau dibebankan langsung ke pesanan produk atau
objek biaya lain tertentu.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan tarif biaya overhead
 Dasar yang digunakan
 Pemilihan tingkat aktivitas
 Memasukkan atau tidak memasukkan overhead tetap
 Menggunakan tarif tunggal atau beberapa tarif
 Menggunakan tarif yang berbeda untuk aktivitas jasa
Perhitungan tarif biaya overhead

langkah pertama dalam menghitung tarif overhead adalah menentukan tingkat


aktivitas yang akan digunakan untuk dasar yang dipilih titik kemudian setiap item
biaya overhead diestimasikan atau dianggarkan pada tingkat aktivitas tersebut,
sehingga menghasilkan estimasi total overhead pabrik misalnya asumsi bahwa David
produk memiliki tingkat kapasitas yang diperkirakan sebesar rp20.000 jam mesin.
Pada tingkat aktivitas as tersebut, overhead pabrik totalnya diestimasikan sebesar
rp300.000. jumlah overhead ini diklasifikasikan menjadi kategori tetap dan variabel,
sebagaimana diilustrasikan di tampilan 12-2
Biaya overhead aktual
menentukan dasar dan tingkat aktivitas, mengestimasikan total overhead, dan
menghitung tarif overhead terjadi sebelum biaya aktual terjadi atau dicatat. Overhead
pabrik dapat dibebankan setiap minggu atau setiap bulan segera setelah data yang
diperlukan tersedia, seperti tarif telah ditentukan sebelumnya dan jam mesin aktual.
Tetapi setiap hari beberapa biaya overhead pabrik actual dicatat ketika terjadi pada
saat transaksi di jurnal dan diposting ke buku besar atau buku pembantu.
Mengubah tarif biaya overhead
tarif overhead biasanya ditinjau kembali secara periodik. Perubahan dalam metode
produksi harga efisien dan ramalan penjualan membuat tinjauan kembali dan revisi
yang memungkinkan dari tarif overhead diperlukan paling tidak selama setahun
sekali. batasan yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam merevisi tarif overhead
bergantung pada frekuensi perubahan, pada faktor-faktor yang mempengaruhi tarif
overhead, dan pada kebutuhan serta keinginan manajemen akan data biaya terkini.

BAB 13 BIAYA OVERHEAD PABRIK : DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi
Departementalisasi (departementalization) dari overhead pabrik berarti membagi
pabrik ke dalam segmen-segmen yang disebut departemen, yang menjadi tujuan
pembebanan biaya overhead.
Departemen Produksi dan Departemen Jasa

 Departemen produksi (producing department) menghasilkan produk


dengan mengubah bentuk atau sifat dari bahan baku atau dengan merakit
komponen.
 Departemen jasa (service department) memberikan pelayanan yang
berkontribusi secara tidak langsung terhadap produksi produk tetapi tidak
mengubah bentuk, rakitan, maupun sifat dari bahan baku.

Supervisi, Tenaga Kerja Tidak Langsung dan Lembur


.
 Tunjangan-Tunjangan Tenaga Kerja
 Bahan Baku Tidak Langsung dan Perlengkapan Pabrik
 Perbaikan dan Pemeliharaan
 Penyusutan Peralatan
 Biaya Tidak Langsung Departemental
 Menentukan Tarif Biaya Overhead Departemental
 Mengestimasikan Biaya Langsung Departemental
 Survei Pabrik
 Mengestimasikan dan Mengalokasikan Biaya Tidak Langsung
 Mendistribusikan Biaya Departemen Jasa
BAB 14 Akuntansi Aktivitas ; Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas dan
Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Diperkenalkan secara singkat di Bab 12 dan didefinisikan sebagai suatu sistem

perhitungan biaya di mana tempat penampungan biaya overhead yang jumlahnya

lebih dari satu dialokasikan menggunakan dasar yang mencakup satu atau lebih faktor

yang tidak berkaitan dengan volume.

BAB II

PEMBAHASAN ISI BUKU

2.1 KEUNGGULAN BUKU:

 Berdasarkan struktur buku, buku ini mempunyai struktur yang lengkap

mulaidari kata pengantar, dan daftar isi,

 Berdasarkan tata bahasa, buku ini memiliki tata bahasa yang baku sehingga

mudah untuk dimengerti oleh para pembacanya.

2.2 KELEMAHAN BUKU

 Berdasarkan isi, terdapat pembahasan yang tidak sesuai dengan sub-sub yang

tertera di daftar isi

 Terdapat beberapa topic pembahasan yang kurang penting sehingga membuat

pembaca cepat bosan.


BAB III

PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Aliran kos pada perusahaan pemanufakturan melibatkan akun-akun spesifik yang ada

di pabrik. Aliran kos ini mengalir dari penggunaan bahan baku, tenaga kerja

langsung, dan overhead pabrik ke (sediaan) produk dalam proses. Produk yang telah

selesai diproses dan menjadi produk atau barang jadi maka kos produk jadi tersebut

yang ada dalam akun produk dalam proses akan mengalir ke (sediaan) produk jadi.

Ketika produk jadi tersebut terjual pada pelanggan maka kos produk tersebut

selanjutnya akan mengalir ke kos produk terjual.

3.2 SARAN

Dalam mengkritisi buku ,perlu namanya sikap kritis dan keseriusan dalam memahami

setiap buku. Selain itu, menurut saya lebih bagus jika segala kelemahan buku yang

sudah dibahas diatas untuk menjadi bahan revisi lagi kedepan agar menghasilkan
buku yang lebih baik lagi. Saat melakukan tugas ini diharapkan tidak terfokus pada

meringkas materi saja, melainkan memahami materi. Sehingga daalm melakukan

Critical Book Report ini kita mampu menyelesaikan tugas yang diberikan serta kita

mampu menambah wawasan berdasarkan materi yang sudah kita pahami dan juga

kelemahan setiap buku yang sudah dibahas diatas dapat menjadi revisi untuk penulis,

agar menghasilkan buku yang lebih bagus lagi.

LAMPIRAN
 COVER

 DAFTAR ISI BUKU

Anda mungkin juga menyukai