Anda di halaman 1dari 4

Tugas.

1
Tugas matakuliah (TMK) 1, 2, dan 3 disusun untuk mengukur sejauh mana Anda menguasai
materi BMP ISIP4216/Metode Penelitian Sosial, yang ditunjukkan dalam bentuk kemampuan
Anda menyusun proposal penelitian.

TMK1:
1. Pilihlah masalah penelitian terkait pandemi Covid-19.

    Kemudian buatlah draft judul dari masalah penelitian Anda tersebut.

2. Tentukan pendekatan penelitian yang tepat untuk masalah dan draft judul penelitian yang telah
Anda pilih tersebut, dan jelaskan alasan Anda memilih pendekatan tersebut.

3. Jelaskan langkah-langkah penelitian sesuai dengan ragam penelitian yang telah Anda pilih.

* Jawaban 2 dan 3 harus didasarkan pada literatur/modul yang ada, bukan didasarkan pada
pendapat atau opini Anda, dan sumber rujukan tersebut harus dicantumkan dan ditulis dengan
tatapenulisan yang benar.
Nama : Doli Indra
NIM : 030350067
Jurusan : Akuntansi

TUGAS TUTORIAL 1
METODE PENELITIAN SOSIAL
1)

Hasil Penelitian, Kasus Covid-19 yang Dilaporkan di Indonesia


Belum Jumlah yang Sebenarnya

Hingga 16 Maret 2020, total jumlah kasus postif Covid-19 di Indonesia mencapai 134 kasus dengan 5
orang meninggal dunia. Sebaran daerah penderita Covid-19 meliputi DKI Jakarta, sejumlah daerah di
Jawa Barat, sejumlah daerah di Banten, Solo, DI Yogyakarta, Pontianak, Manado, hingga Bali. Namun,
angka dan sebaran penderita positif Covid-19 di Indonesia yang sebenarnya disebut jauh lebih tinggi dari
yang dilaporkan Kementerian Kesehatan. Hal ini didasarkan pada hasil perhitungan model matematika
yang dilakukan tiga peneliti dari Pusat Permodelan Matematika dan Simulasi ITB serta kelompok kerja
Matematika Industri dan Keuangan FMIPA ITB. Perhitungan tersebut dipublikasikan dengan judul "Data
dan Simulasi COVID-19 dipandang dari Pendekatan Model Matematika". Penelitinya meliputi Nuning
Nuraini, Kamal Khairudin dan Mochamad Apri. Dalam perhitungan tersebut, mereka menggunakan
pengembangan model logistik Richard's Curve. Model tersebut dipilih karena terbukti memiliki hasil
yang cukup baik untuk menentukan awal, puncak dan akhir endemik SARS di Hongkong pada 2003.
Kurva tersebut kemudian diaplikasikan untuk melihat dinamika penderita Covid-19 di lima negara
meliputi Cina, Italia, Iran, Korea Selatan, Amerika Selatan serta perhitungan dinamika di seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan peneliti, parameter model hasil estimasi Korea Selatan dipilih untuk
menggambarkan kasus serupa di Indonesia. Salah satu hasilnya menunjukan bahwa kasus yang
dilaporkan di Indonesia hingga saat ini belum merepresentasikan jumlah kasus yang sebenarnya. Angka
sesungguhnya disebut bisa jauh lebih tinggi. "Kami tidak tahu jumlah kasus yang sebenarnya, tetapi yang
jelas kasus yang terjadi jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan," tulis mereka. Tingginya jumlah kasus
yang tidak terdeteksi tersebut menunjukan bahwa penyebaran virus tidak dapat dilacak dari jumlah infeksi
yang dikonfirmasi.

"Oleh sebab itu data jumlah kasus yang terkonfirmasi sering menjadi perdebatan apakah hal tersebut
sudah merepresentasikan jumlah kasus sesungguhnya di masyarakat," ungkap mereka. Selain itu,
perhitungan model kurva tersebut juga memprediksikan bahwa Indonesia dapat mengalami puncak
epidemi pada akhir Maret 2020, dan akhir epidemi mulai terjadi pada April 2020. Sementara jumlah
kasus maksimal bisa mencapai lebih dari 8.000 kasus, sementara kasus baru terbesar bisa mencapai
kurang lebih 600 kasus. Namun, mereka menyebutkan bahwa hal tersebut didasarkan pada hasil estimasi
Korea Selatan, yang notabene negara tersebut dinilai menjadi salah satu negara yang telah menjalani SOP
pandemi Covid-19 dengan baik. "Bisa dibayangkan bila langkah pencegahan ini tidak dilakukan secara
serius, maka kasus bisa berlipat dalam puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan penderita," tulis mereka.
Oleh karenanya, mereka menyarankan agar Indonesia dapat setidaknya membantu untuk membuat kurva
insiden tidak menjadi kurva Gaussian yang lancip dan tinggi. Karena apabila hal tersebut terjadi,
kemungkinan rumah sakit akan kewalahan menerima pasien, sehingga peluang transmisi penyakit
menjadi lebih besar. "Bila kurva yang dihasilkan dapat lebih rendah, diharapkan rumah sakit dan faskes
lainnya dapat menampung pasien. Sehingga meskipun ada peningkatan kasus, langkah penanganan bisa
dilakukan dengan lebih baik," tulis mereka. Hal yang dapat dilakukan untuk menekan kurva agar tidak
melancip adalah dengan menjaga jarak sosial (social distancing) sebagaimana yang telah diperintahkan
oleh Presiden RI hingga para kepala daerah. Jarak sosial ini dapat diartikan dengan menahan diri untuk
menjauhi kerumunan dan membatasi keinginan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang penting. "Selain
itu jaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai panduan yang diberikan oleh pihak kesehatan masyarakat
terkait hal ini dan harus dilakukan secara DISIPLIN," tulis mereka di akhir penelitiannya.

----

Artikel ini sudah Terbit di AyoBekasi.net, dengan Judul Hasil Penelitian, Kasus Covid-19 yang
Dilaporkan di Indonesia Belum Jumlah yang Sebenarnya, pada URL
http://www.ayobekasi.net/read/2020/03/17/5444/hasil-penelitian-kasus-covid-19-yang-dilaporkan-di-
indonesia-belum-jumlah-yang-sebenarnya

Penulis: Nur Khansa Ranawati


Editor : Andres Fatubun

2)

Pendekatan yg cocok dengan artikel atau penelitian diatas ialah “Pendekatan Penelitian Deskriptif”.
Mengapa demikian, karena bisa kita lihat “Pendekatan Penelitian Deskriptif” sering juga disebut
penelitian survei, jika penelitian bermaksud untuk membuat deskripsi mengenai situasi-situasi atau
kejadian-kejadian. Penelitian deskriptif adalah penelitian semata-mata melakukan akumulasi data dasar
dalam cara deskriptif, tidak mencari atau menerangkan saling hubungan, menguji hipotesis, membuat
ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi. Penelitian yg dapat dimasukkan ke dalam pendekatan
penelitian ini adalah penelitian survey atau sensus.

Dalam artikel atau penelitian diatas membahas mengenai jumlah kasus covid yg terjadi di Indonesia tetapi
kasus yg dilaporkan belum jumlah yg sebenarnya, maka dari itu pemerintah mengupayakan untuk
mengadakan survey atau penelitian terkait jumlah kasus yg sebenarnya.

3)

Langkah-langkah Penelitian Deskriptif (Descriptive Research) :

a. Definisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yg akan dicapai, fakta dan sifat-sifat apa saja yg
perlu ditemukan.
b. Rancang cara pendekatannya. Bagaimana kira-kira data akan dikumpulkan? Bagaimana cara
menentukan sampel untuk menjamin agar sampel representatif bagi populasinya? Alat atau teknik
observasi apa yg tersedia atau perlu dibuat? Apakah metode pengumpulan data itu perlu diuji
cobakan? Apakah cara pengumpulan data perlu dilatihkan lebih dulu?
c. Kumpulkan data.
d. Olah dan intepretasi datanya.
e. Susun laporan penelitiannya.

Anda mungkin juga menyukai