Anda di halaman 1dari 15

EVALUASI KESUBURAN TANAH METODE SUBSTRAKSI

(MINUS ONE TEST)

PAPER

OLEH:
EKA ALLISA SHALSABILLA
190301135
AGROTEKNOLOGI 3

LABORATORIUM KESUBURAN TANAH

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2020
EVALUASI KESUBURAN TANAH METODE SUBSTRAKSI

(MINUS ONE TEST)

PAPER

OLEH :
EKA ALLISA SHALSABILLA
190301135
AGROTEKNOLOGI 3

Paper sebagai salah satu syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian di
Laboratotium Kesuburan Tanah Program Studi Agroteknologi
Fakultas pertanian Universitas Sumatera Utara

LABORATORIUM KESUBURAN TANAH


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper ini tepat pada

waktunya.

Adapun judul Paper ini adalah “EVALUASI KESUBURAN TANAH

METODE SUBSTRAKSI (MINUS ONE TEST)” yang merupakan salah satu

syarat untuk memenuhi komponen penilaian di Laboratorium Kesuburan Tanah

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Sumatera Utara, Medan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada

Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, SP, M. Agr Selaku dosen pengajar mata kuliah

Kesuburan Tanah serta kepada kakak dan abang asisten yang telah membantu penulis

dalam menyelesaikan Paper ini.

Penulis menyadari bahwa Paper ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi

kesempurnaan Paper ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih. Semoga Paper ini bermanfaat

bagi pihak yang membutuhkan.

Pekanbaru, Oktober 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

PENDAHULUAN
Latar Belakang ........................................................................................... 1
Tujuan Penulisan ......................................................................................... 2
Kegunaan Penulisan .................................................................................... 2

EVALUASI KESUBURAN TANAH METODE SUBSTRAKSI (MINUS ONE


TEST)
Pengertian Kesuburan Tanah ...................................................................... 3
Manfaat Kesuburan Tanah .......................................................................... 4
Kesuburan Tanah Metode Substraksi (Minus One Test) ............................ 5

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

ii
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tanah yang baik dan subur adalah tanah yang mampu menyediakan unsur

hara secara cukup dan seimbang untuk dapat diserap oleh tanaman, yang dapat

memungkinkan terjadinya produksi dan produktivitas yang optimum. Hal ini dapat

dilihat dari nilai produktifitas lahan, salah satunya dengan menganalisa konsentrasi

unsur hara yang terkandung di dalam tanah tersebut (Yamani, 2010).

Tanah yang diusahakan untuk bidang pertanian memiliki tingkat kesuburan

yang berbeda-beda. Pengelolaan tanah secara tepat merupakan faktor penting dalam

menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman yang akan diusahakan. Evaluasi

kesuburan tanah adalah proses penilaian masalah-masalah keharaan dalam tanah dan

pembuatan rekomendasi pemupukan (Dikti, 1991).

Dalam sistem pertanian modern dewasa ini, pengelolaan hara di dalam tanah

sangat penting dilakukan agar produktivitas tanah tetap terjaga dan kesuburannya

lestari. Hal ini dapat dimengerti karena produksi pertanian sangat bergantung pada

seberapa besar kebutuhan optimal akan hara dapat dipenuhi oleh tanah sebagai media

tumbuh tanaman. Jika tanah tidak mampu menyediakan hara dalam jumlah yang

cukup, maka produksi pertanian tidak akan memuaskan. Oleh karena kesuburan suatu

tanah berhubungan langsung dengan pertumbuhan dan produksi tanaman, maka studi

tentang keharaan tanah dan evaluasi kesuburan tanah perlu dilakukan sebagai salah

satu bahan pertimbangan dalam tindakan pemupukan untuk peningkatan produksi dan

kesehatan tanaman (Susila, 2013)


2

Terdapat lima parameter tanah yang digunakan dalam penelitian ini untuk

menilai status kesuburan tanah. Untuk menetapkan status kesuburan tanah maka

diperlukan parameter sifat kimia tanah seperti; Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan

Basa, C-organik, Kadar P dan K total tanah. Kadar unsur hara tanah yang diperoleh

dari data analisis tanah bila dibandingkan dengan kebutuhan unsur hara masing-

masing tanaman, maka dapat diketahui apakah status unsur hara dalam tanah tersebut

sangat rendah, rendah sedang dan tinggi sesuai kriteria tertentu berdasarkan petunjuk

teknis penentuan status kesuburan berpedoman pada Pusat Penelitian Tanah

(PPT,1995)

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk mempelajari dan memahami

evaluasi kesuburan tanah metode substraksi (minus one test).

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penulisan paper ini adalah sebagai salah satu syarat

untuk dapat memenuhi komponen penilaian di Laboratorium Kesuburan Tanah

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan

sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.


EVALUASI KESUBURAN TANAH METODE SUBSTRAKSI

(MINUS ONE TEST)

Pengertian Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menyediakan unsur hara yang

dibutuhkan oleh tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan reproduksinya. Unsur

hara dalam bentuk nutrisi daapat diserap oleh tanaman melalui akar. Nutrisi dapat

diartikan sebagai proses untuk memperoleh nutrien, sedangkan nutrien dapat

diartikan sebagai zat-zat yang diperlukan untuk kelangsungan hidup tanaman berupa

mineral dan air (Hardjowigeno, 2007).

Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam

jumlah yang cukup dalam bentuk yang tersedia dan seimbang untuk menjamin

pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimum (Anna dkk, 1985 dalam Yamani,

2010). Tanah yang diusahakan untuk bidang pertanian memiliki tingkat kesuburan

yang berbeda-beda. Pengelolaan tanah secara tepat merupakan faktor penting dalam

menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman yang akan diusahakan. Evaluasi tanah

adalah proses penilaian masalah-masalah keharaan dalam tanah dan pembuatan

rekomendasi pemupukan (Dikti, 1991).

Dalam konsep kesuburan tanah pada dasarnya mengkaji kemampuan suatu

tanah untuk menyuplai unsur hara yang tersedia bagi tanaman untuk mendukung

pertumbuhan dan produksi tanaman. Unsur hara dalam bentuk tersedia dapat diserap

akar tanaman. Kelebihan unsur-unsur yang tersedia ini dapat meracun tanaman.

Suplai unsur hara tersedia dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah, yaitu sifat fisika, kimia,

dan biologi tanah. Ketiga sifat ini saling berinteraksi dalam mengkondisikan tanah,
4

apakah subur atau tidak. Kesuburan tanah selalu berkonotasi dengan produktivitas

suatu tanah yang diperlihatkan oleh hasil tanaman/satuan luas tanah (Lahudin, 2007).

Unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman terdiri dari unsur hara makro

(N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan unsur mikro (Zn, Cu, Mn, Mo, B, Fe, dan Cl). Unsur

logam Pb, Cd juga terkandung dalam jaringan tanaman yang disebut hara non-

esensial, sebab belum diketahui fungsi unsur tersebut dalam tubuh tanaman. Secara

umum semua unsur hara bersumber dari bebatuan induk tanah/mineral-mineral,

kecuali unsur N yang berasal dari bahan organik. Mineral dalam bebatuan terlarut,

unsur hara terbebas dan tersedia bagi tanaman (Lahudin, 2007).

Manfaat Kesuburan Tanah

Tanah merupakan media untuk pertumbuhan tanaman dan sumber utama

unsur esensial yang diperlukan oleh tanaman. Pembatas pertumbuhan tanaman dapat

disebabkan oleh sifat kimia, fisik dan biologi tanah. Dari ketiga pembatas tersebut,

sifat kimia umumnya sangat dominan membatasi pertumbuhan tanaman. Pembatas

kimia tanah meliputi rendahnya unsur hara makro N, P, K, Ca, dan Mg tanah serta

unsur hara mikro Cu, Zn, Fe dan Mn tanah. Sekitar 5 – 10 % dari bobot kering

tersusun dari hara-hara tersebut (Tisdale et al., 1985).

Kandungan C-organik (bahan organik) tanah sangat berpengaruh terhadap

kemampuan tanah dalam mempertahankan kesuburan dan produktivitas tanah melalui

aktivitas mikroorganisme tanah. Penambahan bahan organik mutlak harus diberikan

karena bahan organik tanah sangat berperan penting untuk menciptakan kesuburan

tanah. Peran bahan organik bagi tanah merupakan pembentuk granulasi dalam
5

tanah dan sangat penting dalam pembentukan agregat tanah yang

stabil (Tolaka, 2013).

Pertumbuhan dan hasil tanaman sangat tergantung salah satunya pada

seberapa besar kebutuhan optimal akan unsur hara dari komoditas tersebut dapat

dipenuhi oleh tanah sebagai media tumbuh. Jika tanah tidak mampu menyediakan

unsur hara dalam jumlah yang cukup, maka penambahan dari luar dalam bentuk

pernupukan dibutuhkan untuk tetap menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik

(Supangat dan Aprianis, 2009).

Mengingat pentingnya unsur hara untuk pertumbuhan tanaman maka

pemenuhan atau kecukupan hara bagi tanaman merupakan faktor tanaman. Hal ini

dapat dicapai dengan mempertimbangkan keseimbangan hara dalam tanah. Evaluasi

kesuburan tanah merupakan salah satu tahapan uji tanah yang harus dilaksanakan

untuk menyusun rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Selain itu evaluasi

kesuburan tanah juga sangat diperlukan untuk menentukan teknologi pengelolaan

tanah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas tanahnya. Banyak cara untuk

mengevaluasi tingkat kesuburan tanah, diantaranya melalui : (1) gejala kekahatan

atau keracunan hara tanaman, (2) analisis jaringan tanaman yang tumbuh di atas

tanah, (3) Test biologi, dimana tingkat pertumbuhan tanaman digunakan sebagai

ukuran tingkat kesuburan tanah , dan (4) uji tanah (Tisdale et al., 1985).

Evaluasi Kesuburan Tanah Metode Substraksi (Minus One Test)

Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah secara sederhana

yaitu metode substraksi (Missing Element Technic). Dalam metode ini


6

menggunakan tanaman indikator jagung (Zea mays L.) dimana satu pot diberikan

pupuk dengan unsur hara yang lengkap, selanjutnya pada pot yang lain diberi pupuk

dengan mengurangi satu atau dua unsur hara. Tanaman dipanen pada akhir masa

vegetative dengan cara memotong tajuk tanaman mulai dari batas permukaan tanah.

Selanjutnya dilakukan pengambilan seluruh akar tanaman indikator dari dalam pot

percobaan. Penetapan berat kering tanaman baik dengan tajuk maupun bagian akar

dilakukan setelah tanaman di ovenkan selama 2 hari ( Penuntun praktikum, 2017).

Metode ekstraksi uji tanah yang mempunyai korelasi tinggi dengan serapan

hara tanaman dikategorikan sebagai metode pengekstrak terbaik untuk tanah tersebut.

Kriteria pengekstrak terbaik mengacu pada: (1) sederhana dan mudah pengerjaannya

serta tidak menggunakan banyak alat yang rumit dan mahal; (2) menggunakan bahan

kimia yang tidak berbahaya dan murah; (3) waktu yang dibutuhkan untuk

mengerjakan singkat; dan (4) jika dilakukan pengulangan memberikan akurasi

ketelitian dan kestabilan pengukuran tinggi (Rendy, 2011).

Keuntungan dari metode subsrtaksi yaitu: (1) pengekstrak tersebut harus

bersifat universal (dapat mengekstrak beberapa unsur sekaligus); (2) berlaku untuk

semua jenis tanah; serta (3) dapat mengkontrol sensitivitas ketersediaan hara untuk

tanaman. Ketiga kriteria keuntungan terakhir ini cukup sulit dilakukan apabila

keragaman jenis tanaman dan tanah tinggi (Sutejo, 2002).

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui peranan fungsi N, P

dan K bagi tanaman adalah dengan melakukan uji Minus One Test. Metode ini

dilakukan dengan menggunakan kombinasi anatara pupuk yang mengandung N, P


dan K dengan menghilangkan salah satu unsur dari ketiga unsur tersebut sehingga

didapat perlakuan yang memeberikan hasil terendah. Perlakuan yang yang terdiri dari

kombinasi dua unsur dan kemudian memberikan produksi terendah menunjukkan

bahwa unsur yag hilang merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan produksi

(Mualim, L., et al. 2009).


KESIMPULAN

1. Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menyediakan unsur hara yang

dibutuhkan oleh tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan reproduksinya.

2. Unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman terdiri dari unsur hara makro

(N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan unsur mikro (Zn, Cu, Mn, Mo, B, Fe, dan Cl).

3. Tanah merupakan media untuk pertumbuhan tanaman dan sumber utama

unsur esensial yang diperlukan oleh tanaman.

4. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui peranan fungsi N, P

dan K bagi tanaman adalah dengan melakukan uji Minus One Test.
DAFTAR PUSTAKA

Dikti. 1991. Kesuburan Tanah. Direktorat Pendidikan Tinggi. Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Hardjowigeno, S. (2007). Ilmu Tanah. Jakarta: Penerbit Pusaka Utama.

Lahuddin. 2007. Aspek Unsur Mikro Dalam Kesuburan Tanah. USU. Medan.

Mualim, L J.D Beaton., W.L Nealson and S.L. Tisdale. 2009. Penyusunan

Rekomendasi Pemupukan N, P dan K pada Tanaman Nenas (Ananas

comosus (L) Merr) Smooth Cayenne Berdasarkan Status Hara Tanah.

Institut Pertanian Bogor. Bogor

Penuntun Praktikum, 2007. Kesuburan Tanah. Fakultas Pertanian Universitas

Sumatera Utara. Medan

PPT. 1995. Kombinasi Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburanya.

Bogor

Rendy, 2011.Ketersediaan Fosfor Pada Tanah Andisol Untuk Jagung (Zea Mays L.

Oleh Inokulum Bakteri Pelarut Fosfat. J. Agron. Indonesia 41 (2): 112 – 117

Supangat A.B., dan Y. Aprianis. 2009. Status Kesuburan Tanah Gambut Pada Lahan

Hutan Tanaman Acacia Crassicarpa: Studi Kasus Di HPHTI PT. Arara Abadi,

Riau. Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian BPHPS Kuok. Pekanbaru: 15

Juni 2009

Susila, K,D. 2013. 13 Studi Keharaan Tanaman dan Evaluasi Kesuburan Tanah di

Lahan Pertanaman Jeruk Desa Cenggiling, Kecamatan Kuta Selatan. Program

Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Bali.

Sutejo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.


Tisdale, L.S., W.L. Nelson, and J.D. Beaton. 1985.Soil Fertility and Fertilizers.

Macmillan Publishing Company, New York.

Tolaka, W. 2013. Sifat Fisik Tanah pada Hutan Primer, Agroforestri dan Kebun

Kakao di Subdas Wera Saluopa, Desa Leboni, Kecamatan Pamina, Peselemba

Kabupaten Poso. Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas

Tadulako. Warta Rimba Vol 1 No.1

Yamani, A. 2010. Analisis Kadar Hara Makro Dalam Tanah Pada Tanaman

Agroforestri Di Desa Tambun Raya Kalimantan Tengah. Jurnal Analisis Kadar

Hara. Vol 11(30): 37-46.