Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR PERTANYAAN PRESENTASI KELOMPOK 1

(ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL)

Kelompok Penyaji:
Tri Yulianingsih (1810103009)
Kunto Wibisono (1810103012)
Roro Diyah Puspita Sari (1810103013)

1. Bagaimana jika narasumber di perusahaan lebih dari satu?, dalam artian penilaian
dilakukan lebih dari satu orang? (Adam Rizki Pratama)
Jawab:
Untuk penilaian yang dilakukan oleh stakeholder dalam perusahaan maka dalam
kaitannya dengan analisis EFE itu dilakukan oleh orang yang paling ahli dalam
analisis tersebut di dalam perusahaan. Sehingga dimungkinkan didapatkan data yang
paling valid. Apabila penilaian memang perlu dilakukan oleh lebih dari satu
stakeholder maka dapat dilakukan rapat dalam kaitannya analisis peluang dan
ancaman perusahaan. atau dapat juga perusahaan menyewa konsultan analis yang
expert dalam bidangnya untuk melakukan analisis ini. (Roro Diyah Puspita Sari,
Penyaji)
2. Apakah menggunakan matriks EFE dalam analisis lingkungan eksternal selalu akurat
dan relevan? ..apakah ada alat ukur analisis lain yang bisa digunakan dalam
menganalisis lingkungan eksternal selain matriks EFE? (Safira Ayulianti)
Jawab:
untuk analisis lingkungan eksternal sendiri dengan menggunakan matriks EFE tidak
selalu akurat dan valid. Karena analisis ini bersifat kualitatif dan kuantitatif yang
didalamnya terdapat unsur asumsi. ditambah lagi penilaian analisis eksternal ini dapat
dinilai oleh pengamat atau konsultan yang bukan merupakann bagian dari perusahaan
terkait. jadi tidak sepenuhnya akurat dan valid. Namun, analisis EFE ini banyak
diterapkan untuk penentuan strategi perusahaan dalam kaitannya peluang dan
ancaman perusahaan.
Lalu apakah ada alat analisis lain selain matriks EFE?
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyani Dewi Retnowati (2010) yang
berjudul "Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal (Studi Kasus: PT. Intan
Pariwara) ada dua metode yang ia gunakan untuk melakukan analisis lingkungan
eksternal sebagai berikut:
a. Analisis PEST (Politik, Sosial, Ekonomi, dan Teknologi)
Analisis PEST mencakup kondisi lingkungan makro Indonesia, yaitu
perekonomian, teknologi, politik/hukum, dan sosiokultural. Lingkungan ekonomi
terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola membeli
konsumen. Sedangkan teknologi baru menciptakan pasar dan peluang baru.
Keputusan pemasaran amat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan
politik yang terdiri dari undang-undang, kantor pemerintah, dan tekanan
kelompok yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individual
dalam suatu masyarakat. Lingkungan budaya terdiri dari lembaga dan kekuatan-
kekuatan lain yang mempengaruhi nilai-nilai dasar, persepsi, pilihan, dan tingkah
laku yang dianut masyarakat (Kotler, 1997).
b. Model Tekanan Kompetisi
Model yang menjelaskan ancaman kompetisi yang banyak digunakan adalah yang
dikenalkan Porter (1985) dengan nama competitive forces model. Porter
menjelaskan bahwa persaingan terdiri dari lima ancaman, yaitu persaingan dari
pesaing-pesaing yang sudah ada, ancaman pesaing-pesaing baru, ancaman produk-
produk atau jasa-jasa substitusi, kekuatan menawar dari pelanggan-pelanggan, dan
kekuatan menawar dari pemasok-pemasok.
Pada penelitian tersebut dalam melakukan analisis lingkungan eksternal peneliti
tidak menggunakan matriks EFE sam sekali tetapi peneliti menekankan pada
pengamatan analisis lingkungan eksternal dengan menggunakan analisis PEST
dan Model tekanan kompetisi yang melihat atau menganalis lingkungan eksternal
dari segi pesaing.
untuk lebih jelasnya silahkan mba safira melihat artikel yang saya bagikan berikut.
 299-754-1-SM (1).pdf (Roro Diyah Puspita Sari, Penyaji)
3. Kelompok menjelaskan bahwa skor rata-rata adalah 2,5. Bagaimana apabila
perusahaan memiliki total skor rendah? Bagaimana perusahaan dapat memperbaiki
strateginya? (Tsalis Baiti Nur Andayani)
Jawab:
Terimaksih kepada mba Tsalis atas pertanyaannya
Kelompok kami menjelaskan bahwa skor atau nilai total dalam pembobotan dan
rangking rata-rata adalah sebesar 2,5 hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang
dinilai dengan menghasilkan skor sebesar 2,5 adalah perusahaan cukup mampu dalam
mengambil peluang dan meminimalkan ancaman dalam industrinya. 
Menurut Kusniati Ningsih dan Hamamah dalam penelitiannya "MATRIKS
INTERNAL FACTOR EVALUATION (IFE) DAN EXTERNAL FACTOR
EVALUATION (EFE) BUAH NAGA ORGANIK (Hylocereus Undatus )"
menjelaskan total nilai tertimbang rata-rata adalah 2,5. Total nilai tertimbang sebesar
4,0 mengindikasikan bahwa organisasi merespon dengan sangat baik terhadap
peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya. Dengan kata lain, strategi
perusahaan secara efektif mengambil keuntungan dari peluang yang ada saat ini dan
meminimalkan efek yang mungkin muncul dari ancaman eksternal. Total nilai 1,0
mengindikasikan bahwa strategis perusahaan tidak memanfaatkan peluang atau tidak
menghindari ancaman eksternal.
ketika perusahaan mendapatkan skor yang rendah atau dibawah rata-rata
mengindikasikan bahwa strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang dan
menghindari ancaman. Perusahaan yang mendapat skor demikian dapat memperbaiki
strateginya dengan melakukan mempertimbangkan strategi yang dilakukan oleh
peneliti atas perusahaan. yaitu analisis SWOT pada penelitian. Atau perusahaan dapat
menyusun strategi sendiri dengan analisis SWOT yang menganalisis strategi SO, ST,
WO, WT.
Note: 
- Strategi SO (Strenght opportunity), yaitu strategi dengan cara menggunakan
kekuatan untuk memanfaatkan peluang
- Strategi ST (Strenght, Trade), yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang
ada untuk mengatasi ancaman yang ada
- Strategi WO (Weakness, Opportunity), yaitu strategi yang digunakan untuk
meminimalisir kelemahan dan memanfaatkan peluang
- Strategi WT (Weakness, Trade), yaitu strategi yang digunakan untuk meminimalisir
kelemahan dan menghindari ancaman.

untuk lebih jelasnya silahkan buka artikel berikut


 694-File Utama Naskah-2212-2-10-20180117.pdf (Roro Diyah Puspita Sari,
Penyaji)
4. Saya ingin bertanya terkait faktor-faktor maupun indikator apa saja yang menjadi
kesuksesan kekuatan kompetitif dalam analisis lingkungan eksternal? (Nunu Pertiwi)
Jawab:
Lingkungan eksternal memiliki dua bagian utama yaitu pertama lingkungan umum
(elemen dalam masyarakat luas yang mempengaruhi industri dan perusahaan-
perusahaan di dalamnya) dan lingkungan industri (faktor-faktor ancaman masuknya
peserta, pemasok, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan yang
mempengaruhi perusahaan dan tindakan serta tanggapan bersaing). Faktor-faktor
yang menjadi kekuatan kompetitif dalam lingkungan eksternal adalah elemen-elemen
yang berada di dalam dilingkungan itu sendiri, yaitu lingkungan yang berasal dari luar
perusahaan, yang mana dapat mendorong perusahaan itu berkompotisi dengan
perusahaan lain, karena dengan perusahaan mengamati kondisi lingkungan yang
diluar perusahaan mereka akan menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi,
sehingga perusahaan tidak tertinggal informasi, kebijakan pemerintah, dan perubahan-
perubahan lain yang terjadi dengan begitu perusahaan akan mudah menyesuaikan.
Misalkan dalam elemen masyarakat sedang terjadi sesuatu yang sangat gencar yang
dapat mempengaruhi kondisi perusahaan maka dengan perusahaan mengetahui apa
yang sedang terjadi dan apa yang dilakukan oleh pesaing perusahaan itu juga akan
dapat mengambil langkah atau tindakan yang sesuai dan tepat. Atau misalkan terdapat
pesaing yang memiliki keunggulan produk yang sama dengan perusahaan kita dan
perusahaan kita telah mengamatinya itu juga akan membuat perusahaan cepat
mengambil tindakan seperti menciptakan inovasi baru yang mana tidak dimiliki atau
di samai oleh perusahaan yang lain atau pesaing itu sendiri. (Tri Yulianingsih,
Penyaji).
5. Studi kasus analisis lingkungan eksternal pada PT.Intan Pariwara Klaten
Analisis lingkungan eksternal dilakukan untuk dapat mengidentifikasikan faktor-
faktor di luar lingkungan perusahaan yang mempengaruhi kelangsungan bisnis
perusahaan tersebut. metode analisis yang digunakan yaitu analisis PEST (Politik,
Ekonomi, Sosial dan  Teknologi)
Keberadaan PT Intan Pariwara dipengaruhi oleh kondisi PEST di Indonesia. Kondisi-
kondisi tersebut meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial dan teknologi.
POLITIK
1. Kepres No. 4 Tahun 1990 mengenai serah- simpan karya cetak dan karya rekam
2.Permendiknas No.11 Tahun 2005 mengenai ketentuan tidak boleh menjual buku
langsung kesekolah-sekolah
3. Rencana Depdiknas yang akan membeli hak cipta sejumlah buku diakses
gratis (softcopy atau download dari internet) oleh masyarakat
EKONOMI 
1. Kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil berpengaruh pada pembelian
buku dan tidak dimasukkannya buku dalam agenda kebutuhan masyarakat
2.Tingkat UMR (Upah Minimum Regional) yang dirasa masyarakat masih terlalu
sedikit bahkan ada yang mendapat gaji di bawah UMR tidak dapat mencukupi
kebutuhan sehari-hari mereka.
SOSIAL
1. Budaya membaca masih belum dapat diterapkan di Indonesia
2. Kebutuhan akan buku belum dimasukkan dalam agenda kebutuhan masyarakat
3.Faktor geografis setiap daerah di Indonesia berpengaruh pada pemasaran
dan pengiriman buku ke perwakilan.
TEKNOLOGI
1.Teknologi informasi yang terus berkembang di Indonesia mulai dari dengan
adanya internet, jaringan komputer sampai adanya layanan mobile.
Dalam PPT disebutkan pada model analisis lingkungan  eksternal  terdiri dari 3
perangkat faktor. yaitu lingkungan umum, industri, dan global. apakah tudi kasus
ditas tersebut sudah memenuhi 3 perangkat fator tersebut atau belum seta berikan
alasan dan penjelasan singkatnya. (Mikhael Larenso Setiawan)
Jawab:
- Terimakasih atas pertanyaannya

Berdasarkan studi literature yang mas mikael jabarkan, dan analisis lingkungan
eksternal yang terdapat dalam penelitian tersebut dengan analisis PEST belum
memenuhi tiga perangkat faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan umum,
Industri, dan global. Pada penelitian faktor ekternal yang anda jabarkan hanya
memenuhi 2 faktor ekternal yaitu lingkungan umum dan global.
Tetapi jika diulas lebih dalam dalam artikel yang saya lampirkan penelitian ini
secara keseluruhan telah membahas faktor eksternal berupa lingkungan umum,
industri, dan global. Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis PEST untuk
menganalisis faktor eksternal lingkungan umum dan global. Dan peneliti
menggunkan analisis Porter untuk menganalis pesaing dalam industri.

kesimpulannya dalam poin yang anda jabarkan peneliti hanya mengambil 2 bagian
faktor eksternal berupa lingkungan umum dan global. Namun, secara keseluruhan
isi artikel menjabarkan faktor eksternal secara keseluruhan yaitu, lingkungan
umum, industri, dan global.

Terimakasih

 299-754-1-SM.pdf (Roro Diyah Puspita Sari, Penyaji)


- Menurut saya benar dan 3 perangkat faktor dalam analisis lingkungan eksternal
yaitu lingkungan umum, industri, dan global sudah terpenuhi. Dikarenakan faktor-
faktor yang mempengaruhi tantangan dan hambatan telah dianalisis berdasarkan
indikator variabelnya. (Dewi Rosita)
6. Apa yang terjadi jika terjadi kesalahan pada tahap forecasting dalam analisis
lingkungan eksternal? Bagaimana cara mengantisipasi terjadinya kesahalan saat tahap
forecasting? (Asri Khayati)
Jawab:
- Tahap forecasting merupakan tahap dimana perusahaan yang melakukan analisis
lingkungan eksternal menyiapkan proyeksi dan mengantisipasi perubahan dan tren
yang berhasil di monitor. Dalam kata lain perusahaan melakukan peramalan
strategi yang akan dilakukan setelah melakukann monitoring terhadap trend
pasar. 
Ketika perusahaan melakukan kesalahan forecasting atau peramalan tren eksternal
maka perusahaan akan mengalami kerugian entah dalam skala kecil maupun
besar. Misalnya perusahaan produsen masker kesehatan memprediksi bahwa
covid 19  akan menyebar terus menerus dan masker kesehatan akan terus laku
dipasaran. Namun, secara ajaib seorang ilmuwan menemukan vaksin dan obat
penyembuh covid yang berasal dari bahan yang banyak ditemukan di Indonesia.
WHO pun mengumumkan untuk memproduksi vaksin dan obat tersebut secara
masal dan akan didistribusikan ke seluruh negara terdampak.  Maka perusahaan
masker yang meramalkan akan memperoleh penjualan yang meningkat justru
mengalami penurunan penjuaan karena orang akan berlomba-lomba untuk
membeli vaksin dan obat tersebut bukan lagi masker .
Dalam proses forecasting (peramalan) tentunya tidak serta merta sama sekali
menimbulkan kesalahan. Karena sifat peramalan belum pasti. Oleh karena itu
dalam pencegahan minimalisasi kesalahan forecasting perusahaan dapat
melakukan antisipasi jika peramalan tersebut meleset. Selain itu, perusahaan juga
dapat melakukan forecasting secara hati-hati dengan mengumpulkan data yang
akurat dan tepat. salah satunya dengan melakukan langkah forecasting secara
benar menurut Martiningtyas, 2004 sebagai berikut:
a. Menganalisis data yang lalu, tahap ini berguna untuk pola yang terjadi pada
masa yang lalu. Analisis ini dilakukan dengan cara membuat tabulasi dari data
yang lalu sehingga dapat diketahui pola dari data tersebut.
b. Menentukan metode yang dipergunakan, masing-masing metode akan
memberikan hasil peramalan yang berbeda, metode peramalan yang baik
adalah metode yang memberikan hasil ramalan yang tidak jauh berbeda
dengan kenyataan yang terjadi (penyimpangan yang paling kecil). 
c. Memproyeksikan data yang lalu dengan menggunakan metode yang
dipergunakan dan mempertimbangkan adanya beberapa faktor perubahan,
seperti kebijakan-kebijakan yang mungkin terjadi, perkembangan potensi
masyarakat, perkembangan teknologi. (Roro Diyah Puspita Sari, Penyaji)

- Jadi Peramalan atau forecasting memiliki sifat-sifat yang harus dimengerti


sebelum digunakan, yaitu (Ishak, 2010:105):
a. Ramalan pasti mengandung kesalahan, artinya peramalan hanya bisa
mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi, tetapi tidak dapat
menghilangkan ketidakpastian tersebut. 
b. Peramalan seharusnya memberikan informasi tentang beberapa ukuran
kesalahan, artinya karena peramalan pasti mengandung kesalahan, maka
adalah penting bagi peramal untuk menginformasikan seberapa besar
kesalahan yang mungkin terjadi.
c. Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan peramalan jangka
panjang. Hal ini disebabkan karena pada peramalan jangka pendek, faktor-
faktor yang mempengaruhi permintaan relatif masih konstan sedangkan masih
panjang periode peramalan, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya
perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan.
Dilihat dari sifat peramalan/forecasting diatas bahwa dalam tahap forecasting
tidak sepenuhnya memberikan kebenaran terhadap apa yang akan terjadi, karena
forecasting tersebut dilakukan berdasarkan data di masa lalu yang digunakan
untuk keperluan estimasi data yang akan datang. Sehingga yang dilakukan
hanyalah perkiraan sesuai dengan kondisi di masa lalu. Namun forecasting
tersebut dapat di minimalisir kesalahannya yaitu dengan ketelitian dan keakuratan
data, penggunaan biaya untuk pengembangan model peramalan, keakuratan
peramalan dapat ditingkatkan dengan mengembangkan model lebih komplek
dengan konsekuensi biaya menjadi lebih mahal. Jadi ada nilai tukar antara biaya
dan keakuratan, kemudian peramalan yang sederhana, supaya mudah melakukan
peramalan. (Tri Yulianingsih, Penyaji).

- Dalam forecasting, kesalahan mungkin dapat terjadi. Kemungkinan terjadinya


kesalahan dikarenakan adanya perubahan faktor-faktor seperti kebijakan,
perkembangan potensi masyarakat, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu,
dalam kegiatan forecasting yang baik harus menetapkan langkah-langkah
pemantauan untuk mengevaluasi dan mengantisipasi perubahan yang tak terduga.
Selain itu langkah tersebut juga dapat digunakan sebagai proses pengendalian.
Jika forecasting tersebut meleset atau tidak tepat, maka harus segera dicari apa
penyebabnya dan segera memperbaikinya. (Dewi Rosita)
7. Pada kondisi lingkungan eksternal ini, bagaimana sistem regulasi dan perpajakan
yang ada pada perusahaan, salah satu contoh perusahaan yang ada di Indonesia? Juga
jika sewaktu-waktu terjadi perubahan, apa dampak perubahan harga dan biaya
produksi pada perusahaan tersebut? (Annisa Nuraeni Mardini)
Jawab:
- Untuk sistem regulasi yang ada pada perusahaan itu menurut saya merupakan
kondisi internal perusahaan yang berpengaruh terhadap perusahaan. sedangkan
perpajakan perusahaan merupakan kondisi eksternal berupa aturan pemerintah
yang memang dikhususkan untuk mengatur masalah perpajakan pada perusahaan.
PT. Unilever Indonesia memiliki atura internalnya sendiri yang mengatur
keseluruhan produksi, SDM, keuangan, pemasaran, aspek lain dalam perusahaan.
untuk perpajakan PT. Unilever Indonesia tahun 2019 memili beban
pajak penghasilan sebesar Rp2,5 triliun atau Rp558 miliar lebih rendah dibanding
periode yang sama di tahun sebelumnya. Beban pajak yang ditanggung oleh Pt.
Unilever Indonesia ini akan berpengaruh terhadap laba perusahaan.
apabila terjadi perubahan sewaktu-waktu untuk masalah regulasi perusahaan saya
rasa perusahaan akan melakukan antisipasi strateginya sendiri berhubung masalah
regulasi perusahaan merupakan kondisi internal perusahaan. Sebagai pengamat
apabila terjadi perubahan perpajakan oleh pemerintah. Misalnya pajak naik, tentu
perusahaan harus mensiasati produknya agar tetap untung meski pajak naik. Jika
pajak yang dibebankan kepada produk perusahaan naik tentu harga yang
dipasarkan kepada konsumen akan naik, jikalaupun tidak mengalami kenaikan
harga maka perusahaan dapat melakukan perubahan pada ukuran produk atau
strategi lain yang relevan. untuk biaya produksi kemungkinan tidak akan
mengalami perubahan secara signifikan dengan adanya kenaikan pajak. Karena
pajak dibebankan kepada produk yang sudah jadi. Jikalau bahan yang digunakan
perusahaan ternyata berasal dari perusahaan lain yang kena pajak maka tentunya
biaya produksi akan meningkat karena beban pajak dan biaya produksi yang
meningkat tentu akan berpengaruh pada harga produk. Mengingat hubungan biaya
produksi dan harga berbanding lurus.
untuk Pt. Unilever Indonesia penghasilan kena pajaknya dibebankan kepada total
laba yang dihasilkan. mereka melakukan pembebanan pajak PPn kepada
konsumen.
PT. Unilever Indonesia jugamemiliki strategi tersendiri dalam melihat lingkungan
eksternalnya yang tertuang dalam annual report tahun 2019.
”Di tengah terpaan wabah COVID-19 sejak diumumkannya kasus positif pertama
di Indonesia pada awal Maret 2020, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi
menyusul adanya kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) sebagai upaya
pemerintah dalam membatasi penyebaran virus COVID-19. Asian Development
Bank dalam laporannya di April 2020 memprediksi laju pertumbuhan Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia di 2020 akan sebesar 2,5%, hanya setengah dari
laju pertumbuhan PDB 2019 sebesar 5,0%. Namun, di tengah guncangan wabah
COVID-19 di 2020, Unilever Indonesia tetap memberikan komitmen penuh
melayani masyarakat untuk menghadapi wabah ini terutama yang berkaitan
dengan produksi personal hygiene hingga foods, sehingga kebutuhan masyarakat
Indonesia tetap terpenuhi guna memastikan kehidupan yang sehat serta higienis.
Agar terus menghasilkan pertumbuhan yang konsisten, menguntungkan, dan
bertanggung jawab, kami akan tetap fokus pada strategi kami untuk menjadi bisnis
yang berlandaskan tujuan mulia serta relevan dan mampu bersaing untuk masa
depan. Prioritas kami adalah untuk memastikan bisnis inti kami tetap kompetitif,
terus melakukan transformasi portofolio dan cara kami memasuki pasar, serta
membangun tenaga kerja lokal yang telah dipersiapkan untuk masa depan”
Perubahan yang terjadi di eksternal perusahaan harus mampu menganalisis dan
mengambil langkah strategi jitu untuk tetap dapat bersaing di pangsa pasar. (Roro
Diyah Puspita Sari, Penyaji)
- Fakor ekternal dari perusahaan seperti pajak akan mempengaruhi harga jual
produknya. Pajak ini dalam perusahaan masuk kedalam beban, yaitu beban pajak.
Sehingga nantinya pajak harga jual produk akan bertambah. 
Pajak ini tidak selalu dibayarkan di akhir tahun, ketika pajak itu lebih tinggi dari
tahun sebelumnya, maka perusahaan dapat menaikan harga jual produk pada
triwulan selanjutnya. (Hendi Ari Wibowo)

8. Pada ppt kelompok 1 membahas mengenai analisis lingkungan eksternal, lalu kapan
sebuah perusahaan perlu melakukan analisis lingkungan eksternal seperti itu? apakah
ada waktu tertentu harus dilakukan analisis atau bagaimana? (Sonia Okky Astiti)
Jawab:
- Mengenai lingkungan eksternal, sendiri menurut Hariadi (2005:7) menyatakan
bahwa lingkungan eksternal merupakan sejumlah variabel (peluang dan ancaman)
yang berada di luar organisasi dalam jangka pendek dan biasanya tidak dapat
dikendalikan. Menurut saya sendiri perubahan lingkungan eksternal yang berjalan
dengan sangat cepat Dan terjadi setiap saat. Seperti saat ini Era globalisasi
ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak pada
semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan. Karena
perubahan yang sangat cepat, yang terjadi dalam lingkungan eksternal telah secara
otomatis menuntut setiap pelaku bisnis untuk selalu memberikan perhatian dan
tanggapan terhadap lingkungannya, jadi perusahaan perlu melakukan analisis
lingkungan ekternal setiap saat. Hal ini mengkondisikan perusahaan untuk
kemudian merumuskan strategi agar mampu mengantisipasi perubahan dan
pencapaian tujuan perusahaan. (Mai Satriyani)
- Menurut saya ada waktu tertentu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal.
Salah satunya pada saat membuat business plan. Dimana dengan adanya analisis
lingkungan eksternal, sehingga dapat mengetahui adanya peluang dan ancaman
usaha untuk menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan kedepannya.
(Dewi Rosita)
- menurut saya, analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman
dan peluang. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat
menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis.
Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat
membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. jadi perusahaan kapan akan
melakukan proses yang dilakukan secara berkelanjutan untuk melakukan analisis
lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning),
pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian (assessing).
(Nully Huda Imam Khafidoh)
- Menurut kelompok kami jadi perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat,
umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor
lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global.
Jadi analisi eksternal tersebut dapat dilakukan setiap perusahaan saat
membutuhkan atau ketika terjadi perubahan yang mempengaruhi perusahaan atau
ketika perusahaan tersebut akan menetapkan kebijakan atau mengambil keputusan
yang berhubungan dengan lingkungan diluar perusahaan. (Tri Yulianingsih,
Penyaji)
- Menurut jurnal yang saya baca tentang analisis lingkungan eksternal, waktu untuk
menganalisis lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluangpeluang dan
ancaman-ancaman besar yang dihadapi suatu organisasi terhadap perubahan
lingkungan eksternal perusahaan sehingga manajer dapat merumuskan strategi
guna mengambil keuntungan dari berbagai peluang tersebut dan menghindar atau
meminimalkan dampak dari ancaman potensial yang muncul setiap waktu, jadi
dilakukan analisisnya setiap ada ancaman dan mengantisipasi ketika akan muncul
ancaman yang mendatang. (Muhammad Zaki Lathif)
9. Dalam Power Point di jelaskan mengenai model analisis lingkungan eksternal terdiri
dari tiga perangkat faktor lingkungan umum, lingkungan industri dan lingkungan
global, dalam lingkungan industri terdiri dari persaingan di antara anggota industri,
hambatan masuk dan sebagainya yang saya tanyakan mengenai contoh dari
persaingan di antara anggota industri dan hambatan masuk. (Zuhrotul Maghfiroh)
Jawab:
Terimakasih atas pertanyaannya mba zuhrotul

Contoh persaingan yang terjadi di antara anggota industri adalah persaingan  yang
terjadi antara honda dan yamaha, perusahaan motor besar di Indonesia yang merajai
pangsa pasar motor. Mereka bersaing satu sama lain untuk menghasilkan motor
berkualitas yang diminati konsumen. Nahhh contoh ini sekalligus dapat menjawab
contoh selanjutnya terkait hambatan masuk. 
dengan adanya 2 perusahaan yang merajai pangsa pasar maka hal ini mengakibatkan
perusahaan lain sejenis yang ingin masuk sulit untuk bersaing karena membangun
kepercayaan konsumen dan bersaing dengan perusahaan raja pangsa pasar sangat
sulit. Hukum ini berlaku dalam teori pasar oligopoli. dimana terdapat lebih dari satu
perusahaan yang menguasai pasar sehingga menyebabkan perusahaan baru sulit untuk
menguasai pangsa pasar. (Roro Diyah Puspita Sari, Penyaji)
10. Apa urgensi analisis lingkungan internal dan eksternal ? dan Apakah dengan
melakukan analisis matriks EFE & IFE menjamin perusahaan dalam pengembangan
usaha? (Veronica Pretty Novelia P.H)
Jawab:
- Analisis lingkungan eksternal penting dilakukan karena untuk mengidentifikasi
peluang peluang dan ancaman-ancaman besar yang dihadapi suatu organisasi
terhadap perubahan lingkungan eksternal perusahaan sehingga manajer dapat
merumuskan strategi untuk mengambil keuntungan dari berbagai peluang tersebut
dan menghindar atau meminimalkan dampak dari ancaman potensial yang
muncul. sedangkan Analisis terhadap lingkungan internal perusahaan penting
untuk dilakukan karena bertujuan untuk mengidentifikasi sejumlah kekuatan dan
kelemahan yang terdapat pada sumber daya dan proses bisnis internal yang
dimiliki perusahaan.
Analisis matriks IFE dan EFE menjamin perusahaan dalam pengembangan usaha
karena dilakukan terhadap faktor-faktor strategik lingkungan internal dan
eksternal perusahaan, sehingga diperoleh faktor-faktor kunci yang termasuk ke
dalam kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan. Skor yang
diperoleh dari matriks ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki, serta
menunjukkan kemampuan dalam meraih peluang dan mengatasi ancaman
eksternalnya. (Mahi Datun Soliha)
- Analisis lingkungan internal perusahaan penting karena, analisis ini memberikan
informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan. Sehingga manajemen
dapat menggunakannya untuk mengembangkan tujuan perencanaan strategis
untuk mempertahankan dan menumbuhkan bisnis. Sedangkan analisis lingkungan
eksternal perusahaan penting karena, untuk mengetahui ancaman dan peluang.
Ancaman ini akan menghambat perusahaan untuk mencapai tujuannya sehingga
diperlukan analisis untuk menentukan strategi yang tepat. Melakukan analisis
matriks EFE & IFE tidak secara langsung membantu formasi strategi. Kedua
analisis hanya mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor tapi tidak membantu
perusahaan secara langsung dalam menentukan langkah strategis berikutnya atau
strategi terbaik. Dalam menjamin pengembangan perusahaan, harus menggunakan
analisis lainya misalnya analisis swot. (Tsalis Baiti Nur Andayani)
- Kemajuan suatu usaha merupakan tujuan penting dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Berbagai strategi dan upaya-upaya yang berorientasi untuk
memajukan usaha tersebut tentunya tidak pernah terlepas dari kegiatan ataupun
usaha manajemen dalam mengatur serta mengendalikan usaha-usaha guna
mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Salah satu factor penting dalam suatu
manajemen adalah upaya/langkah dalam pengambilan keputusan bagi seorang
menejer suatu perusahaan. Seorang manajer tentunya harus menganalisis berbagai
situasi dan kondisi yang akan berpengaruh dan berdampak pada keputusan yang
akan diambil nantinya. Dalam suatu kegiatan usaha yang berskala besar maupun
kecil, perlu adanya kehati-hatian dan kesiapan dalam menentukan suatu kebijakan
sehingga nantinya kendala serta resiko usaha yang timbul akan dapat diantisipasi
seminimal mungkin. Apa lagi bagi perusahaan besar yang memiliki kompleksitas
permasalahan yang cukup rumit serta berbagai pengaruh yang besar bagi
berlangsungnya usaha, karyawan, serta lingkungan masyarakat maupun bernegara.
Tentunya di perlukan suatu analisa yang yang jeli serta strategi-strategi yang tepat
dalam pengambilan suatu keputusan. Pengambilan suatu keputusan dalam
tingkatan manajer maupun top manajeman sangat di pengaruhi oleh berbagai
faktor. Baik faktor internal maupun eksternal. Lingkungan eksternal dan
lingkungan internal mempunyai peran yang cukup penting dalam usaha
pengambilan keputusan guna mewujudkan visi perusahaan ataupun organisasi.
Interaksi antar lingkungan internal maupun eksterrnal akan sangat mempengaruhi
kemampuan serta strategi-strategi penting bagi para pengambil keputusan. Oleh
Karena itulah perlu adanya pemahaman serta pengetahuan tentang kondisi serta
hal-al apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan khususnya
tentang lingkungan eksternal yang nantinya akan dibahas pada makalah kami ini.
Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) adalah alat yang digunakan untuk
mengevaluasi lingkungan internal perusahaan dan untuk mengungkapkan
kekuatan serta kelemahannya sedangkan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)
adalah alat yang digunakan untuk menguji lingkungan eksternal perusahaan dan
untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada. Menurut kami keduanya
adalah sarana/alat yang digunakan untuk menganalisis lingkungan, sehingga untuk
hal pengembangan perusahaan itu tergantung pada bagaimana perusahaan
menerapkan hasil dari analisi tersebut atau bagaimana perusahaan mengambil
keputusan dengan berdasarkan hasil yang didapatkan. Namun dengan kedua
analisi tersebut memudahkan perusahaan dalam menganalisi lingkungan internal
dan eksternal. Terimakasih, mohon maaf apabila jawaban kurang tepat. (Tri
Yulianingsih, Penyaji)
11. Sumber - sumber informasi eksternal terdapat 3 sumber yaitu riset lapangan, intelijen
pemasaran dan internet atau media lain. dari ketiga sumber tersebut, mana kah yang
dapat memberikan infomasi yang lebih akurat dan relevan menurut anda serta berikan
alasannya? (Nidya Astuti)
Jawab:
Menurut kelompok kami sumber-sumber eksternal tersebut semuanya penting karena
sumber tersebut memiliki fungsi dan peranan masing-masing sehingga digunakan
sesuai dengan apa yang perusahaan butuhkan. misalkan riset lapangan, riset tersebut
dilakukan karena perusahaan akan menetapkan suatu kebijakan tertentu atau
mengambil keputusan. Maka dilakukan riset untuk melihat hasil bagaimana keputusan
atau kebijakan tersebut jika diterapkan. Tujuan dilakukannya riset tersebut yaitu untuk
memecahkan permasalahan dengan tepat supaya dapat menghindarkan kerugian yang
lebih besar atau dapat meningkatkan pendapatan perusahaan karena hasil dari riset
tersebut menguntungkan jika diterapkan. Sedangkan sistem intelijen pemasaran
berfungsi memberikan data tentang kejadian sehari-hari kepada para eksekutif dalam
perusahaan sehingga dengan dilakukannya intelijen pemasaran perusahaan akan tahu
keandaan dan kondisi di luar serta mendapatkan informasi yang akurat. kemudian
untuk internet atau media lainnya dapat digunakan sebagai akses apapun atau mencari
sumber informasi yang lebih luas untuk melengkapi data dan mengupdate kondisi luar
perusahaan secara online. ketiga sumber tersebut juga dapat memberikan informasi
yang relevan dan akurat jika perusahaan menggunakan sumber yang terkredibel. (Tri
Yulianingsih, Penyaji)
12. Katakanlah ada seorang mahasiswa/i semester akhir sedang menggarap skripsi
tentang strategi perusahaan dan dia memberikan beberapa pertanyaan mengenai
matrix EFE. Nah, pertanyaan saya bagaimana cara untuk menarik rating akhir untuk
diletakkan didalam matriks tersebut jika narasumber perusahaan lebih dari satu dan
cara kita mengetahui bahwa pembobotan tersebut dilakukan oleh expert atau analis
perusahaan? (Ihwan Fadilah)
Jawab:
- menurut sumber yang saya baca, penilaian apabila dilakukan lebih dari satu orang
dapat menggunakan dua cara berikut, yaitu pertama dilakukan rata-rata dari data
yang sudah diterima dari pihak pengisi. Kedua, yaitu dilakukan sesi diskusi
bersama oleh seluruh tim perusahaan yang akan bertugas memberi penilaian dan
diputuskan secara langsung secara bersama nilai rating dan pembobotannya.
(Nasihan Dian Pramana)
- 1. Rating dan pembobotan dilakukan oleh pihak perusahaan. Namun, perlu
disiapkan aspek penilaiannya (indikator) sesuai dengan karakteristik perusahaan
yang akan dijadikan objek penelitian. Silahkan melakukan riset karakteristik dan
kinerja perusahaan; dan analisa industri dimana perusahaan itu bergerak.
2. Penilaian apabila dilakukan lebih dari satu orang dapat menggunakan dua cara
berikut, yaitu pertama dilakukan rata-rata dari data yang sudah diterima dari pihak
pengisi. Kedua, yaitu dilakukan sesi diskusi bersama oleh seluruh tim perusahaan
yang akan bertugas memberi penilaian dan diputuskan secara langsung secara
bersama nilai rating dan pembobotannya. (Muhammad Ghofur Putranto)
13. cara menentukan bobot dan ranking itu ada rumusnya ngga, atau yang nentuin itu dari
pihak perusahaan,,, atau kita kira-kira kan sendiri? (Rahajeng Dwijayanti)
Jawab:
- untuk pembobotan sendiri terdapat rumusnya sendiri mba. biasanya pembobotan
dilakukan oleh perusahaan atau bisa juga melalui asumsi pengamat jika itu
merupakan faktor eksternal perusahaan. Apabila lebih dari satu responden bisa
diambil rata-ratanya. namun, alangkah lebih baiknya dalam melakukan analisis ini
perlu adanya koordinasi penialaian dengan stake holder perusahaan terkait yang
akan diteliti.

Berdasarkan file yang dibagikan di grup penilaiannya bisa sebagai berikut:


CONTOH PERHITUNGAN NILAI BOBOT DAN RATING

a) Perhitungan jumlah untuk faktor peluang pada No.1 didapat dari total jawaban
6 responden yaitu 4 + 4 + 4 + 3 + 3 + 4 = 22
b) Total EFE didapat dari total jumlah jawaban 6 responden dari faktor peluang
dan faktor ancaman. Perhitungannya adalah 22 + 15 + 11 + 12 + 19 + 16 + 15
+ 6 + 11 + 11 + 16 + 6 = 160
c) Perhitungan bobot untuk faktor peluang pada No.1 didapat dari total jawaban
6 responden dibagi dengan total EFE perhitungannya adalah sebagai berikut:
14 0160 22 = = Bobot
Untuk Total Bobot EFE harus sama dengan 1,00
d) Perhitungan rating untuk faktor peluang pada No.1 didapat dari total jumlah
jawaban 6 responden dibagi dengan jumlah responden. Perhitungan sebagai
berikut :
4 6 22 = = Rating

e) Perhitungan B x R untuk faktor peluang pada NO.1 didapat dari perkalian


bobot dan Rating. Perhitungannya adalah : Bobot x Rating = 0,14 x 4 = 0,56

f) Total penjumlahan B x R untuk matriks EFE didapat dari penjumlahan (BxR)


pada faktor-faktor Peluang dan Ancaman perhitungan adalah sebagai berikut :
0.56 + 0.27 + 0.14 + 0.16 + 0.48 + 0.30 + 0.27 + 0.04 + 0.14 + 0.14 + 0.27 +
0.04 = 2.8
 memghitung Matriks EFE.pdf (Roro Diyah Puspita Sari, Penyaji)

- penentuan nilai pada perusahaan didasarkan pada internal stakeholder. sedangkan


penilaian bobot didasarkan pada pentingnya indikator bagi perusahaan &
penilaian ranking didasarkan pada kinerja indikator. (Millenia Titisari)

Anda mungkin juga menyukai