Anda di halaman 1dari 4

Kasus:

Pak Gunawan akan membangun pondasi batu kali dengan panjang 65 meter, tinggi pondasi
2 meter,  lebar bawah 1 meter dan lebar atas 40 cm, berapa kebutuhan material batu kali,
pasir, dan semennya?

Jawaban:

Mutu atau kualitas pondasi sangat tergantung dari kualitas batu itu sendiri, apakah
batunya keras atau lunak, apakah pasir yang digunakan bersih tanpa kotoran organik. Jumlah
semen yang akan digunakan pada adukan juga sangat memengaruhi mutu pondasi.
Perbandingan 1 semen : 3 pasir tentu saja akan berbeda mutunya dengan perbandingan 1
semen : 8 pasir.

Menghitung Volume Pondasi

Pondasi yang akan dibangun berbentuk trapesium karena lebar bawah dan lebar atas
tidak sama. Untuk menghitungnya, gunakan rata-rata lebar bawah dan lebar atas. Agar
hasilnya sama maka cara menulis satuan juga harus sama, di sini kita akan menghitung
dengan satuan meter (disingkat = m ).
(Sumber
: disini)

Rumus menghitung volume adalah panjang x lebar x tinggi  (dengan satuan yang
sama). Panjang = 60 meter lazimnya  60,00 m  (meskipun angka 00 di belakang koma tidak
ada artinya). Lebar bawah = 1 meter  lazimnya ditulis 1,00 m. Lebar atas = 40 cm lazimnya
ditulis  0,40 m.

Lebar  bawah dan atas dirata-rata menjadi (1,00 + 0,40) dibagi 2 = 0,70 m. Tinggi = 2 meter,
juga lazimnya ditulis 2,00 m.

Sehingga volume trapesiumnya              = panjang 65,00  m x lebar 0,70 m x tinggi 2,00 m

                               =  65,00 m x 0,70 m x 2,00 m

                                                           = 91,00 m3, dibaca juga meter kubik  

Menghitung Keperluan Batu Kali atau Batu Belah atau Batu Gunung

Pondasi yang akan dibuat sebanyak 91,00 m3, namun bukan berarti keperluan batunya
juga sebesar 91 m3.
Di lapangan pembelian batu dikalikan faktor penyusutan sekitar 1,20 kali bahkan ada
yang menghitung hingga 1,30 kali, karena disamping ukurannya mati, setelah batu dipecah
dengan palu godam sebelum dipasang, maka bertambah lagi penyusutannya, ukuran menjadi
lebih sedikit.

Misal, kita ambil penyusutan yang lazim yakni 1,20; maka keperluan batu = 91,00 x 1,20 =
109,20 m3.

Menentukan Perbandingan Campuran

Campuran yang umum dipakai adalah perbandingan sebagai berikut:

1. 1 semen : 3 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran deras


2. 1 semen : 4 pasir, untuk pondasi tepi sungai aliran sedang dan rumah tinggal kualitas
istimewa
3. 1 semen : 5 pasir, untuk pondasi di rawa-rawa atau kolam yang airnya tenang
4. 1 semen : 6 pasir, untuk pondasi rumah tinggal kualitas baik
5. 1 semen : 7 pasir, untuk pondasi rumah tinggal sedang
6. 1 semen : 8 pasir,  untuk bangunan sederhana

Namun, perbandingan campuran juga melihat kualitas pasir serta mutu semen. Untuk
semen jenis PPC (Portland Pozolan Cement) keluaran Semen Gresik sudah sangat terbukti
lekatan dan keawetannya. Bahkan semakin lama semakin keras, tahan terhadap sulfat dan air
asin. 
Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir

Cara menghitung yang paling sederhana adalah dengan analisa BOW, meskipun
sudah tergolong ilmu kuno namun masih relevan dan akurat. Dalam 1 m3 pasangan batu,
diasumsikan keperluan adukannya adalah sebesar 0,45 m3 atau 45% karena lubang-
lubangnya besar.

Kerperluan semen dan pasir berdasarkan perbandingan campuran sebagai berikut:

Perbandingan campuran (semen : pasir)


Bahan
1 PPC: 3 Psr 1 PPC: 4 Psr 1 PPC: 5 Psr 1 PPC: 6 Psr 1 PPC: 7 Psr 1 PPC: 8 Psr
Semen  (kg) 202 163 136 117 103 91
Pasir  (m3) 0,485 0,520 0,544 0,561 0,574 0,584

Misal, pada contoh di atas Pak Gunawan akan membuat pondasi rumah sederhana, maka bisa
memilih campuran 1 semen : 8 pasir. Sehingga keperluannya adalah:

Keperluan Semen        = 91,00 m3 x 91 kg/m3 = 8.281 kg, karena PPC Semen Gresik isinya
40 kg, maka:

Keperluan PPC            =  8.281 / 40  = 207 zak

Keperluan Pasir           =  91,00 x 0,584 = 53,182 m3

Kesimpulan:

Batu     =    109,20 m3

PPC      =    207 zak

Pasir    =    53,182 m3