Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN DAN EVALUASI SERAT 1

PENGUJIAN KEHALUSAN, KEKUATAN

SERTA

KEDEWASAAN SERAT KAPAS CHINA


Oleh:

Nama : Jovanni Putri A

NPM : 16010082

Group : 2T4

Dosen : Wiah W., S.ST.,M.Tech.

Asisten : Salamah, ST.

Engkon

POLITEKNIK STTT BANDUNG

2017
PENGUJIAN KEHALUSAN SERAT KAPAS

I. Maksud dan Tujuan


Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa dapat memiliki kemampuan menentukan
kehalusan serat kapas dengan cara mengukur tahanan terhadap aliran udara dalam keadaan
tertentu dari sumbatan kapas tersebut dengan menggunakan micronaire. Dapat memiliki
kemampuan melakukan kalibrasi alat uji micronaire dan dapat memiliki kemampuan
menghitung kehalusan serat kapas dalam satuan (microgram per inci, denier, dan
militex) beserta factor koreksinya.

II. Dasar Teori


Kehalusan serat (fiber fineness) didefinisikan sebagai ukuran relatif dari diameter atau
berat per satuan panjang yang dapat dinyatakan dalam berbagai satuan panjang. Untuk serat
kapas, berat persatuan panjang dan biasanya dinyatakan dalam microgram ( µ gram atau 10 -6
gram ) setiap panjang 1 inci. Satuan lain yang digunakan adalah militex (mtex) atau denier.

Kehalusan serat kapas ditentukan oleh varietasnya dan dalam varietas kehalusan
dipengaruhi oleh diameter dan presentase selulosa yang dikandungnya. Pada umumnya dapat
dinyatakan bahwa kapas yang seratnya pendek cenderung kasar dan serat yang panjang
cenderung halus

Harga mikronaire ialah ukuran relative kehalusan serat yang didapat dari hasil pembacaan
skala mocronaire. Harga micronaire merupakan fungsi dari kehalusanserat dan berpengaruh
pada [roses pembiatan dan mutu benang yang dihasilkan , antara lain efisiensi pembersihan
kapas, pembentukan nep, kekuatan dan kerataan benang bahkan pada kenampakan dari bahan
jadinya. Salah satu factor yang paling besar ialah perngaruh kehalusan pada pembentukan
nep. Apabila variabelnya tetap, maka serat dengan nilai mikronaire yang rendah akan
menghasilkan jumlah nep yang lebih banyak daripada serat dengan nilai mikronaire yang
tinggi.

Kehalusan serat menentukan juga kekuatan dan kehalusan benang yang akan dihasilkan.
Semakin halus makin baik akan tetapi jika terlalu halus menunjukkan masih muda nya serat
yang mengakibatkan menimbulkan neps didalam prosesnya.
Standar kehalusan serat kapas yang dikeluarkan oleh United States Departement of
Agriculuture dapat terlihat dari table dibawah ini.

Mikrogram/Inci Kehalusan

Dibawah 3 Sangat Halus

3,0 - 3,9 Halus

4,0 – 4,9 Sedang/Cukup

5,0 – 5,9 Kasar

diatas 6,0 Sangat Kasar

Prinsip Pengujian :
Prinsip pengujian kehalusan serat didasarkan pada kemampuan serat kapas dengan
berat dan volume tertentu dalam menghambat aliran udar . Makin halus suatu serat
kapas, makin sukar untuk dilalui udara. Pengukuran dilakukan terhadap serat kapas
teruarai dengn berat tertentu yang ditempatkan dalam tabung dan ditekan sehingga
mempunyai volume tertentu. Udara dengan tekanan tertentu dihembuskan melalui
kapas tersebut dan kecepatan aliran menempatkan penunjuk pada skala yang
menyatakan harga mikronaire. Adapun perhitungan untuk menguji kehalusan serat
kapas yaitu :
- Rata – rata kehalusan serat ( μg/inchi)
- Standar deviasi (SD)
- Koefisien variasi (CV)

kehalusan kapas standar


Faktor koreksi :
kehalusan hasil uji kapas standar
Micronaire ( μg/inchi) = skala terbaca x faktor koreksi
b
Kehalusan (denier) =
2,82
Kehalusan (militex) = b x 39,37
*b adalah harga kehalusan rata-rata ( μg/inchi)

IV. Alat dan Bahan


 Micronaire
 Shadowgraph
 Kompresor
 Kapas standar
 Kapas china
kompresor

SHADOGRAPH

KAPAS KALIBRASI

MICRONAIRE

KAPAS UJI ( CHINA)


V. Langkah Kerja
Pengujian kehalusan serat kapas kalibrasi :
1. Timbang kapas kalibrasi dengan teliti sebanyak 3,24 gram.
2. Masukkan kapas kalibrasi ke dalam tabung tekan.
3. Masukan sumbat utama pada ruang kompresi serat dan kunci.
4. Injak pedal dengan kaki untuk memasukan udara dan skala baca micronaire samapai
skala 0,1 skala.
5. Hentikan injakan untuk menutup aliran udara. Buka sumbat utaman dan injak pedal
untuk mengeluarkan kapas kalibrasi.
6. Bandingkan hasil uji kapas kalibrasi dengan nilai micronaire yang tertera pada label
kapas kalibrasi.

Pengujian kehalusan serat contoh uji :


1. Bersihkan contoh uji dari nep dan kotoran – kotoran dengan tangan.
2. Timbang kapas kalibrasi dengan teliti sebanyak 3,24 gram.
3. Masukkan kapas kalibrasi ke dalam tabung tekan.
4. Masukan sumbat utama pada ruang kompresi serat dan kunci.
5. Injak pedal dengan kaki untuk memasukan udara dan skala baca micronaire samapai
skala 0,1 skala.
6. Hentikan injakan untuk menutup aliran udara. Buka sumbat utaman dan injak pedal
untuk mengeluarkan uji.
7. Lakukan pengujain sebanyak 5 kali.
8. Lakukan Peneraan kembali setelah akhir pengujian.
VI. Data Pengamatan dan Perhitungan
Tabel pengujian kehalusan serat kapas china

Kehalusan Kehalusan
HU x Fk = y militex
No HU (µg/inchi)
y ( X i− X́ )2
µg/inchi D=
2,8 = y x 39,37

1 3,0 µg/inchi 2,97 µg/inchi 1,053 D 116,92 0,0015

2 3,1 µg/inchi 3,069 µg/inchi 1,088 D 120,82 0,0035

3 3,0 µg/inchi 2,97 µg/inchi 1,053 D 116,92 0,0015

4 3,1 µg/inchi 3,069 µg/inchi 1,088 D 120,82 0,0035

5 3,0 µg/inchi 2,97 µg/inchi 1,053 D 116,92 0,0015

X́ =¿3,0096 X́ = 300,76
X́ =¿1,067 D ∑= 0,015
µg/inchi militex

SD=√ ∑ ¿ ¿ ¿

SD
CV = ×100 %

0,0536
¿ ×100 %
3,0096

¿ 1,7 %

VII. Diskusi
Pada saat praktikum uji kehalusan serat hal yang perlu diperhatikan yaitu ketika
mengkalibrasi alat haru dengan teliti dan benar agar tidak mengalami kesalahan saat
penimbangan dilakukan dan mendapatkan data yang akurat. Jangan terlalu lama memegang
kapas karna serat akan menyerap air sehingga pada saat ditimbang berat kapas bertambah.

VI. Kesimpulan
Dari data percobaan dan perhitungan didapatkan:
a. Kehalusan Kapas = 3,0096 /inch dengan SD = 0,0536 dan CV = 1,7 %
b. Dari kehalusan serat dapat disimpulkan bahwa serat kapas China
termasuk kedalam serat yang halus karena berada pada indikator serat
yang halus antara 3,0 – 3,9.

Daftar Pustaka

 Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum
Evaluasi Tekstil 1 ( Serat). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006

PENGUJIAN KEDEWASAAN SERAT KAPAS CHINA


I. Maksud dan Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa dapat memiliki kemampuan menguji
kedewasaan serat kapas dengan menggunakan mikroskop.

II. Dasar Teori


Kedewasaan serat adalah derajat pertumbuhan dinding serat. Serat dewasa
adalah serat yang dalam larutan NaOH menggelembung kehilangan puntiran dan kelihatan
seperti bentung batang, tebal dindingnya sama atau lebih besar ½ lebar lumennya. Serat
setengah dewasa adalah serat kapas yang dalam larutan NaOH tampak mengglembung tapi
masih berbentuk spiral, tetap pipih berdinding tipis dan hampir tembus pandang transparan.

Penyebab terjadinya kapas tidak dewasa

- Kekeringan (draught)
- Kedinginan (frost)
Kedua hal diatas akan menyebabkan pertumbuhan terhenti, selain dari itu serat kapas dari
awal bunga sampai menjadi biji tidak serentak.

Data kedewasaan serat kapas diperlukan karena serat yang belum dewasa menyebabkan :

- Mudah putus dalam pengolahan


- Mempunyai kecenderungan membentuk nep
- Mempunyai kecenderungan membelit pada pecahan-pecahan kulit biji, batang, daun,
dan kotoran-kotoran lain sehingga mempersulit dan menambah jumlah limbah
- Menurunkan mutu kenampakan benang
- Menyebabkan pencelupan berbintik-bintik
Kedewasan serat kapas akan berpengaruh terhadap jumlah nep dan daya serap
terhadap zat warna. Serat yang muda akan berpotensi menghailkan nep yang banyak,
sedangkan nep setelah pencelupan cenderung berwarna lebih muda sehingga akan timbul
bintik-bintik dengan warnanya lebih muda pada permukaan kain yang dicelupinya.

Kedewasaan mempunyai hubungan erat dengan kehalusan serat, tetapi hubungan itu
dapat dipengaruhi oleh perbedaan genetic dan perbedaan tebal dinding yang disebabkan oleh
penyakit tanaman, keadaan tanah, air selama proses pertumbuhan. Dengan demikian dua
macam serat kapas yang kehalusannya sama atau mempunyai tebal rata-rata dinding serat
yang sama seperti ditunjukkan oleh alat micronaire, kedewasaan seratnya dapat berbeda. Jadi
serat kapas dengan variasi tebal dinding yang besar dapat mengandung serat belum dewasa
lebih banyak daripada serat kapas yang variasi tebal dindingnya kecil walaupun mempunyai
harga micronaire yang sama.

Nep adalah serat yang tidak bisa dibuka atau diurai pada proses selanjutnya. Di mesin
carding nep ini akan tetap tidak terurai (tangled fibre). Sedangkan nap adalah sekumpulan
serat yang kusut tetapi masih cacat dibuka atau diurai, nap akan hilang pada proses carding.

Neps berpengaruh pada:

a. Proses pemintalan menyebabkan benang putus


b. Grade benang turun
c. Ketidakrataan benang meningkat
d. Menimbulkan bintik-bintik warna yang lebih muda pada benang atau kaing celup.
Neps tidak dapat dihilangkan dalam proses, biasanya berasal dari serat muda (immature fibre)

Kedewasaan (%) Nilai

>76 baik

68-76 cukup

<68 kurang

III. Alat dan Bahan


 Mikroskop
 Slideglass
 Cover glass
 Larutan NaOH 18%
 Kertas hisap
IV. Langkah Kerja
1. Ambil kapas uji, lalu luruskan serat-serat kapas itu dengan menariknya menggunakan
tangan,
2. Setelah dianggap lurus maupun cukup lurus lalu ambil kaca preparat dan letakkan
serat secukupnya (tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit) dan tutup dengan cover
glass,
3. Lalu teteskan larutan NaOH 18% ke celah cover glass, dan pastikan agar larutan
NaOH tersebut membasahi seluruh serat dan bersihkan larutan NaOH yang diluar
cover glass menggunakan kertas hisap,
4. Nyalakan mikroskop dan atur tingkat cahayanya, lalu letakan serat tadi di mikroskop,
dan atur lensa mikroskop hingga terlihat penampang membujur serat kapas,
5. Lalu hitung jumlah serat dewasa, setengah dewasa dan muda dengan melihat
penampang membujurnya, minimal serat 100 helai.

V. Data Pengamatan dan Perhitungan

Jumlah contoh uji = 117 helai


Jumlah serat dewasa = 71 helai
Jumlah serat setengah dewasa = 24 helai
Jumlah serat muda = 22 helai

Perhitungan :

∑ serat dewasa
kedewasaan= × 100 %
∑ s emua serat

71
¿ × 100 %
117
¿ 60,68 %
VI. Diskusi
Pada saat praktikum uji kedewasaan serat sedikit mengalami kesulitan ketika akan
memfokus kan mikroskop maka dari itu ketelitian dalam menggunakan mikroskop harus
diperhatikan agar saat melihat apakah serat itu dewasa, setengah dewasa maupun muda dapat
dilihat dan mendapatkan hasil yang akurat. Dan pada saat meneteskan NaOH yang melumer
lebih baik di lap menggunakan kertas hisap agar nanti lebih mudah ketika dilihat di
mikrodkop.

VII. Kesimpulan
Dari hasil praktikum dan perhitungan maka didapatkan :

 Jumlah serat dewasa sebanyak 71 helai, jumlah serat setengah dewasa sebanyak 24
helai, dan jumlah serat muda sebanyak 22 helai
 Didapatkan hasil kedewasaan serat sebesar 60,68 %, dan hasil tersebut terbilang
KURANG.
PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN MULUR SERAT KAPAS CHINA
PER BUNDEL
I. Maksud dan Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa dapat memiliki kemampuan menentukan
kekuatan tarik dan mulur serat japas per bundel.
II. Teori Dasar
Kekuatan serat adalah kekuatan dari serat per bundle/ perhelai untuk menahan
gaya yang diberikan kepadanya. Pengujian kekuatan serat penting dilakukan di
industry pemintalan, karena kekuatan serat merupakan factor penunjang langsung
kekuatan hasil produksi akhir baik itu merupakan benag atau kain. Kekuatan serat
juga mempengaruhi pegangan, drape dan sifat lainya pada kain. Jika sifat-sifat lainya
tetap, maka makin kuat makin kuat pula benign dan kainya. Pengujian kekautan serat
kapas perbundle memerlukan contoh uji lebih sedikit dan memberikan korelasi yang
baik dengan kekuatan benang yang dihasilkan. Terutama untuk kekuatan per bundle
dengan jarak jepit 1/8 inci.
Tingginya kekuatan serat kapas diasosiasikan dengan tingginya derajat
kristalinitas, karena itu serat yang kuat akan lebih kaku daripada serat yang sedang
atau kurang kekuatanya. Macam cara pengujian serat pada garis besarnya adalah
pengujian kekuatan serat perhelai dan pengujian kekautan tarik perbundle.
Standar pengujian
SNI 08-0276-2009,kain tenun-Cara Uji Kekuatan Tarik dan Mulur

III. Alat dan Bahan


1. Stellometer :
- Jarak jepit 1/8 inch
- Clamp Vice
- Pengatur jarak (spacer) 0,125 ± 0,001 inch ( 3,2 ± 0,02 mm)
- Kunci Penguat jepitan ( Clempr Wrench)
2. Penjepit Serat ( Fobre Clamp)
3. Neraca (microbalance) dengan ketelitian 0,01 mg
4. Sisir kasar dengan ±8 buah gigi/ inch ( 3 buah gigi/cm)
5. Sisir kasar dengan ±52 buah gigi/ inch ( 20 buah gigi/cm)
6. Papan beludru hitam
7. Pisau pemotong
8. Kapas Kalibrasi
9. Kapas Pengujian (China)

Penjepit dan Fibre


Clamp

STELLOMETER

Microbalance
IV. Langkah Kerja
1) Letakan pasangan clamp yang telah diberikan jarak jepit 0,125 inch pada
clamp vise c kemudian kuatkan, Letakkan contoh uji yang dusah di clip
pada clemp, jepit salah satu ujung pada penjepit vise. Letak serat harus
sejajar dan usahakan contoh uji terletak ditengan dan lebar ¼ inch. Tutup
bagian atas clamp, kencangkan skrup dengan kunci penguat jepitan.
Lepaskan clamp pada vise, potong kedua ujung serat diluar clamp dengan
pisau sampai rata dengan permukaan clamp.
2) Pasang clamp yang telah diisi contoh uji pada alat uji, tekan alat penarik
picu sampa serat terputus. Baca beban putus pada skala mulur dalam
satuan persen (%)
3) Buka Clamp, ambil serat dengan menggunakan pinset kemudian timbang
menggunakan microbalance.
4) Percobaan diulangi apabial : tidak semua serat putus, serat [utus tetapi
tidak rata, keuatan memutus ≤ 3 kPa dan ≥ 6,5 kPa dan serat mulur ≤ 5 %
dan ≥ 12 %.

V. Data Pengamatan dan Perhitungan


Data pengujian kapas pada alat stellometer

No. Kekuatan (kp) Berat (mg) Mulur (%)


Pengujian 1 4,05 2,3 10,5
kapas kalibrasi

Kapas china 1 5,8 1,68 10


2 5,3 1,62 10

3 6 2,0 9,8

g
Nilai kapas standard = 30,8
tex

Mulur = 6,4

Hasil Uji Kapas Standard :

Kekuatan ( Kp )
 Tenacity = x 14,9
Berat (mg)

4,05
= x 14,9
2,3

g
= 26,24
tex

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Kekuatan) =
HU Standar
30,8
=
26,24

= 1,17

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Mulur) =
HU Standar

6,4
=
10 , 5

= 0,61

Hasil Uji Kapas China :

- Percobaan ke 1
Kekuatan ( Kp )
 Tenacity = x 14,9 x FK
Berat (mg)

5,8
= x 14,9 x 1,17
1,68

g
= 60,18
tex

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Kekuatan) =
HU Standar

30,8
=
51,44

= 0,60

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Mulur) =
HU Standar

6,4
=
10

= 0,64

 Mulur x FK = 10 x 0,64
= 6,4
- Percobaan ke 2
Kekuatan ( Kp )
 Tenacity = x 14,9 x FK
Berat (mg)

5 ,3
= x 14,9 x 1,17
1,62

g
= 57,02
tex

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Kekuatan) =
HU Standar

30,8
=
48,74

= 0,63

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Mulur) =
HU Standar

6,4
=
10

= 0,64

 Mulur x FK = 10 x 0,64
= 6,4

- Percobaan ke 3
Kekuatan ( Kp )
 Tenacity = x 14,9 x FK
Berat (mg)

6
= x 14,9 x 1,17
2

g
= 52,29
tex

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Kekuatan) =
HU Standar

30,8
=
44,7

= 0,68

Nilai Standar
 Faktor Koreksi (Mulur) =
HU Standar

6,4
=
9,8
= 0,65

 Mulur x FK = 9,8 x 0,64


= 6,37

Tabel pengujian kekuatan dan mulur serat kapas china

Keterangan Kekuatan Berat Mulur TenacityxFK MulurxFK Tenacity Mulur


(X- X ) 2 (X- X ) 2
Serat 1 5,8 kp 1,68 mg 10% 60,18 g/tex 6,4% 13,6 0,0001
Serat 2 5,3 kp 1,62 mg 10% 57,02 g/tex 6,4% 0,28 0,0001
Serat 3 6 kp 2,0 mg 9,8% 52,29 g/tex 6,37% 17,6 0,0004

Rata-rata 5,7 kp 1,7 mg 9,9% 56,49 g/tex 6,39% 10,49 0,0002

 Standar defisiasi =
√( X−X ) 2
n−1

- Standar defiasi mulur =


√ 0 ,0002
2
= 0,01

- Standar defiasi tenacity =


√10,49
2
= 2,30
defiasi mulur
- CV mulur = x 100%
X́ mulur . FK

0,01
= x 100%
6,39

= 0,16%

defiasitenacity
- CV tenacity = x 100%
X́ tenacity . FK

2,30
= x 100%
10,49

= 22,1%

VI. Diskusi
Pada saat praktikum uji kekuatan tarik dan mulur serat kapas harus dilakukan
kalibrasi alat terlebih dahulu dan harus teliti saat melihat jarum penunjuk pada
proses menimbang serat uji agar mendapatkan hasil yang akurat. Percobaan harus
diulang apabila tidak semua serat putus, serat putus tetapi tidak rata, kekuatan memutus ≤ 3
kPa dan ≥ 6,5 kPa dan serat mulur ≤ 5 % dan ≥ 12 %.
VII. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan pengujian kehalusan dengan menggunakan stellometer,
disimpulkan bahwa:

a) Kekuatan(Tenacity) Kapas = 56,49 g/tex dengan SD = 2,30 dan


CV = 0,16%
b) Mulur Kapas = 6,39% dengan SD = 0,01 dan CV = 22,1%

Daftar Pustaka
Tina Martina, Totong, Siti Rohmah, dan Widayat , “ Bahan ajar Praktikum Evaluasi
Tekstil 1 ( Serat). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung , 2006