Anda di halaman 1dari 5

NAMA : I GEDE BAYU SOMANTARA

NIM : 1909482010110
KELAS : S1 LINTAS JALUR

SOAL :
Seorang wanita dengan berat badan 50 kg diberi obat antibakteria dengan dosis tunggal IV 6
mg/kg. Sampel darahnya diambil pada berbagai jarak waktu. Konsentrasi obat ditentukan dalam
fraksi plasma dari masing-masing sampel darah, dan diperoleh data sebagai berikut :

t (jam) Cp (µg/ ml)


0.25 8.21
0.5 7.87
1 7.23
3 5.15
6 3.09
12 1.11
18 0.4

a. Berapa nilai VD, K, dan t1/2 untuk obat ini?


b. Obat antibakteri ini tidak efektif pada konsentrasi plasma kurang dari 2 µg/ml. berapa lama
kerja obat ini?
c. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengeliminasi obat sampai 99,9%?
d. Jika dosis antibakteri dilipat gandakan 2 kalinya, apakah akan terjadi kenaikan lama kerja
aktivitasnya?
PEMBAHASAN :
• Dari data di atas, dapat diketahui :
a. BB Pasien : 50 kg
b. Dosis Tunggal : 6 mg/kg
• Hal yang ditanyakan dari soal tersebut adalah :
a. VD, K, t1/2
b. t pada Cp 2 µg/ml
c. t obat tereliminasi sampai 99.9%
d. jika dosis di 2 kalikan, apakah t akan meningkat?
• Jawaban :
Data sampel darah :
t (hours) Cp (µg/ mL) log Cp
0.25 8.21 0.914343157
0.5 7.87 0.895974732
1 7.23 0.859138297
3 5.15 0.711807229
6 3.09 0.489958479
12 1.11 0.045322979
18 0.4 -0.397940009
Grafik

HUBUNGAN WAKTU DENGAN KADAR OBAT Cp dan Log Cp


9
8
7
6
kadar obat

5
4
3
y = -0.074x + 0.9332
2 R² = 1
1
0
-1 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
waktu
Cp (µg/ mL) log Cp Expon. (Cp (µg/ mL)) Linear (log Cp)

y = -0,074x + 0,9332
r2 = 1
Berikut merupakan jawaban dari masing-masing pertanyaan :
a. VD, K, t1/2
Nilai VD dapat dihitung dengan :
𝐷𝐵0
VD = 𝐶𝑝0

Untuk DB0 = Dosis tunggal x BB


= 6 mg/kg x 50 kg
= 300 mg
Untuk Cp0 = Gunakan persamaan garis y = -0,074x + 0,9332
= y = -0,074.0 + 0,9332
= 0,9332
= antilog 0,9332
= 100,9332
= 8,5743 µg/ml
300 𝑚𝑔
Sehingga VD = 8,5743 µg/ml
300 𝑚𝑔
= 8,5743 µg/ml
300 𝑚𝑔
= 0,0085743 mg/ml

= 34988,27893 ml
= 34,99 L
Nilai K dapat dihitung dengan :
−𝑘
Slope = 2,303

Sehingga dari persamaan tersebut dapat ditentukan :


-k = slope x 2,303
-k = -0,074 x 2,303
-k = -0,170422
k = 0,170422 jam-1
Nilai t1/2 dapat dihitung dengan :
0,693
t1/2 = 𝑘
0,693
t1/2 = 0,170422 = 4,07 jam
b. Cp = 2 µg/ml, maka t = ….
Untuk mencarinya, dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
−𝑘𝑡
log Cp = 2,303 + log Cp0
−0.170422 𝑥 𝑡
log 2 = + log 8,5743
2,303
−0.170422 𝑥 𝑡
0,3010 = + 0,9332
2,303
0.170422 𝑥 𝑡
= 0,9332 – 0,3010
2,303
0,6322 ×2,303
Maka t = 0,170422

= 8,5432
= 8,54 jam

c. t yang diperlukan untuk mengeliminasi 99,9% sehingga obat yang yang tertinggal = 0,1%
yang dalam artian lain bisa dihitung dengan mencari t pada Cp = 0,1%
0,1
0,1 dari Cp0 = 100 𝑥 8,5743 = 0,0085743 µg/ml
−𝑘𝑡
log Cp = 2,303 + log Cp0
−0.170422 𝑥 𝑡
log 0,0085743 = + log 8,5743
2,303
−0.170422 𝑥 𝑡
-2,0668 = + 0,9332
2,303
0.170422 𝑥 𝑡
= 0,9332 + 2,0668
2,303
3,0001 ×2,303
Maka t = 0,170422

= 40,54189 jam
= 40,54 jam

d. Karena dosis dikalikan 2 = 2 x Cp0


= 2 x 8,5743
= 17.1486 µg/ml
Kemudian tinggal dimasukkan ke persamaan :
−𝑘𝑡
log Cp = 2,303 + log Cp0
−0.170422 𝑥 𝑡
log 2 = + log 17,1486
2,303
−0.170422 𝑥 𝑡
0,3010 = + 1,2342
2,303
0.170422 𝑥 𝑡
= 1,2342 – 0,3010
2,303
0,9332 𝑥 2,303
Maka t = 0,170422

= 12,6108
= 12,61 jam
Dari hasil yang diperoleh diatas, menunjukkan bahwa dengan menaikkan dosis 2 kali lipatnya
akan terjadi kenaikkan waktu kerja aktivitas yaitu dari 4,06 jam – 12,61 jam. Namun tidak naik
2 kali nya. Melainkan sekitar 3,10 kalinya.